MK+01+ Teknik+ Penyusunan+ KTSP+&+ Silabus+ SMK

Shared by: anamaulida
Categories
Tags
-
Stats
views:
199
posted:
3/2/2012
language:
Malay
pages:
115
Document Sample
scope of work template
							                      KATA PENGANTAR


      Sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyelesaikan Standar Isi dan
Standar Kompetensi Lulusan yang kemudian dikukuhkan menjadi
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan Nomor 23 Tahun
2006, serta Nomor 24 Tahun 2006 yang disempurnakan dengan Nomor
6 tahun 2007 tentang ketentuan pelaksanaannya. BSNP juga telah
menerbitkan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
      Pengalaman melakukan persiapan untuk penyusunan Model
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Sekolah Menengah
Kejuruan (KTSP-SMK), ternyata berbagai ketentuan tentang
penyusunan KTSP yang termuat pada peraturan-peraturan tersebut,
termasuk pedoman penyusunannya, masih memerlukan analisis dan
upaya pensistematisan yang tidak sederhana, terutama karena ada
beberapa ketentuan yang saling terkait tapi berada pada dokumen yang
berbeda-beda. Atas dasar itulah, maka sesuai dengan tugas dan
fungsinya, Direktorat Pembinaan SMK berupaya merevisi Bahan
Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2006 menjadi Edisi 2008 yang
sepenuhnya diturunkan secara sistematis dari peraturan-peraturan
tersebut dan pedoman pelaksanaannya.
      Bahan bimbingan teknis hasil revisi ini diharapkan dapat
membantu para pihak yang terlibat dalam pengembangan dan
implementasi KTSP-SMK serta satuan pendidikan SMK pada
umumnya, dalam upaya menerapkan peraturan-peraturan dimaksud.
Pada gilirannya, seperti yang diharapkan, setiap SMK atau kelompok
SMK akan mampu menyiapkan sendiri KTSP yang akan
diimplementasikannya.




                                                                   i
      Seri bahan bimbingan teknis (Bimtek) ini meliputi judul-judul
berikut.
     1. Teknik Penyusunan KTSP dan Silabus SMK;
     2. Teknik Penyusunan RPP;
     3. Teknik Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal SMK;
     4. Teknik Penyusunan Modul Bahan Ajar);
     5. Teknik Pelaksanaan Pengembangan Diri pada SMK;
     6. Model-model Pembelajaran SMK;
     7. Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK;
     8. Implementasi Sistem Kridit Semester pada SMK.
      Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga
terwujudnya seri buku bahan bimbingan teknis ini, kami ucapkan terima
kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.




                                      Jakarta,   November 2008
                                      Direktur Pembinaan
                                      Sekolah Menengah Kejuruan,



                                      Dr. Joko Sutrisno
                                      NIP. 131415680




ii
                  DAFTAR ISTILAH (GLOSARIUM)
1.   Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang
     sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan
     Republik Indonesia.
2.   Badan Standar Nasional Pendidikan yang disingkat BSNP
     adalah badan mandiri dan independen yang bertugas
     mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi
     standar nasional pendidikan.
3.   Standar Isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi
     yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi lulusan,
     kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus
     pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang
     dan jenis pendidikan tertentu.
4.   Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
     tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
     pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
     mencapai tujuan pendidikan tertentu.
5.   Kerangka Dasar Kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan
     berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
     Standar Nasional Pendidikan untuk dijadikan pedoman dalam
     penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya
     pada setiap satuan pendidikan.
6.   Keunggulan Lokal dan Global adalah potensi unggulan daerah
     dan atau internasional dalam bentuk sumberdaya alam dan sosial
     budaya (seni, produk, jasa, kerajinan, bahasa, teknologi dan lain-
     lain).
7.   Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum
     operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-
     masing satuan pendidikan.
8.   Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha
     mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang
     tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.




                                                                     iii
9.   Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak
     secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan
     keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
10. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan
    lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
    Standar Kompetensi Lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh
    mata pelajaran atau seluruh kelompok mata pelajaran.
11. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran adalah
    kualifikasi kemampuan minimal peserta didik pada setiap kelompok
    mata pelajaran yang mencakup kelompok mata pelajaran agama
    dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu
    pengetahuan dan teknologi, estetika dan jasmani, olahraga dan
    kesehatan.
12. Standar Kompetensi Mata Pelajaran adalah kualifikasi
    kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan
    penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
    diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester untuk
    mata pelajaran tertentu.
13. Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal
    peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap,
    pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada
    setiap tingkat dan/atau semester; standar kompetensi terdiri atas
    sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus
    dicapai dan berlaku secara nasional.
14. Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus
    dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan
    untuk menyusun indikator kompetensi.
15. Pendidikan Kecakapan Hidup adalah pendidikan yang
    memberikan kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan
    intelektual dan kecakapan vokasional untuk bekerja atau usaha
    mandiri.
16. Beban Belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan
    oleh peserta didik dalam mengikuti kompetensi pembelajaran
    melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan




iv
    mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi
    lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat
    perkembangan peserta didik.
17. Kegiatan Tatap Muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
    proses interaksi antara peserta didik, materi pembelajaran,
    pendidik dan lingkungan.
18. Penugasan Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang
    berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang
    dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi.
    Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh
    pendidik. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan,
    pengayaan, dan percepatan
19. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur adalah kegiatan
    pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh
    peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar
    kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta
    didik.
20. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan kompetensi
    pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh
    kompetensi pembelajaran dan beban belajar yang sudah
    ditetapkan, untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum
    yang berlaku pada satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata
    pelajaran pada sistem paket dinyatakan dalam satuan jam
    pembelajaran.
21. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan
    kompetensi pendidikan, yang peserta didiknya menentukan sendiri
    beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester
    pada satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran
    pada sistem kredit semester, dinyatakan dalam satuan kredit
    semester (sks).
22. Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan
    pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender
    pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif
    belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.




                                                                   v
23. Permulaan Tahun Ajaran adalah waktu dimulainya kegiatan
    pembelajaran pada awal tahun ajaran pada setiap satuan
    pendidikan.
24. Minggu Efektif Belajar adalah jumlah minggu kegiatan
    pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan
    pendidikan.
25. Waktu Pembelajaran Efektif adalah jumlah jam pembelajaran
    setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh
    mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk
    kegiatan pengembangan diri.
26. Waktu Libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan
    kegiatan pembelajaran terjadwal, pada satuan pendidikan yang
    dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda
    antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan,
    hari libur umum (termasuk hari-hari besar nasional), dan hari libur
    khusus.
27. Struktur Kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran
    yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan
    dalam kegiatan pembelajaran. Susunan mata pelajaran tersebut
    terbagi dalam lima kelompok, yaitu kelompok mata pelajaran
    agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu
    pengetahuan dan teknologi, estetika; jasmani, olahraga dan
    kesehatan.
28. Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang
    menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal dan
    informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
29. Kategori Standar, SMK yang belum memenuhi 8 Standar
    Nasional Pendidikan (SNP).
30. Kategori Mandiri, SMK kategori mandiri adalah SMK yang hampir
    atau telah memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
31. SKK adalah Standar Kompetensi Kerja
32. SKKNI adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang
    merupakan salah satu bentuk dari SKK.




vi
                                    DAFTAR ISI




PENGANTAR ...................................................................
          i
DAFTAR ISTILAH(Glosarium) ........................................
            iii
DAFTAR ISI          ...................................................................
                    vii
BAB I      PENDAHULUAN
        A. Landasan ..........................................................
           ..........................................................................
           1
        B. Tujuan Bahan Bimbingan Teknis Penyusunan
           KTSP SMK .......................................................
           ..........................................................................
           2
        C. Pengertian ........................................................
           ..........................................................................
           2
        D. Prinsip-prinsip Pengembangan KTSP SMK ....
           ..........................................................................
           2
        E. Acuan Operasional Penyusunan KTSP SMK ..
           ..........................................................................
           5
BAB II     KOMPONEN DAN PENYUSUNAN KTSP
           SMK
        A. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
           SMK .................................................................
           ..........................................................................
           9
        B. Struktur dan Muatan KTSP SMK .....................
           ..........................................................................
           9




                                                                                          vii
         C. Kalender Pendidikan .................... ...................
            ..........................................................................
            32
         D. Pelaksanaan Penyusunan KTSP .....................
            ..........................................................................
            34
BAB III PENGEMBANGAN SILABUS
     A. Pengertian Silabus ...........................................
        ..........................................................................
        45
     B. Prinsip-prinsip Pengembangan Silabus ...........
        ..........................................................................
        45
     C. Langkah-langkah Pengembangan Silabus ......
        ..........................................................................
        46
     D. Unit Waktu Silabus ..........................................
        ..........................................................................
        53
     E. Pengembangan Silabus Berkelanjutan ...........
        ..........................................................................
        53
     F. Komponen dan Format Silabus .......................
        ..........................................................................
        53
LAMPIRAN
Lampiran 1. Contoh Struktur Kurikulum ...........................
             61
Lampiran 2. Contoh KTSP ................................................
             67
Lampiran 3. Contoh Silabus .............................................
             100
Lampiran 4. Keputusan Dirjen Mandikdasmen No.
                 251/C/KEP/MN/2007. ………………….. .
            ....................................................................
            104



viii
ix
                              BAB I
                          PENDAHULUAN

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
mengamanatkan tersusunnya kurikulum pada tingkat satuan pendidikan
jenjang pendidikan dasar dan menengah, mengacu kepada Standar Isi
dan Standar Kompetensi Lulusan, serta berpedoman pada panduan
yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Berdasarkan Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, dan Panduan
yang dikeluarkan oleh BSNP, setiap satuan pendidikan dalam hal ini
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), diharapkan dapat menyiapkan
kurikulum yang akan digunakan sebagai kurikulum operasional.
Direktorat Pembinaan SMK sesuai dengan tugas dan fungsinya
berkewajiban untuk memberikan bimbingan teknis kepada setiap SMK
melalui berbagai strategi dan pendekatan, agar pada saatnya setiap
SMK memiliki kemampuan untuk menyiapkan kurikulum sebagaimana
diharapkan.


A.   Landasan
     1.   Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
          tentang Sistem Pendidikan Nasional.
     2.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun
          2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
     3.   Peraturan Menteri Pendidikan Nasional      (Permendiknas)
          Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi.
     4.   Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar
          Kompetensi Lulusan (SKL).
     5.   Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 yang disempurnakan
          dengan Permendiknas Nomor 6 tahun 2007 tentang
          Pelaksanaan Standar Isi dan SKL pada Satuan Pendidikan
          Dasar dan Menengah.
     6.   Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
          untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.


                                                               1
     7.   Panduan Penyusunan KTSP yang dikeluarkan BSNP
     8.   Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang berlaku.

B.   Tujuan Bahan Bimbingan Teknis Penyusunan KTSP SMK

     Bahan bimbingan teknis penyusunan kurikulum tingkat satuan
     pendidikan (KTSP) SMK ini disiapkan sebagai upaya
     mengoperasionalkan Panduan yang disiapkan oleh BSNP, untuk
     digunakan oleh para pihak yang terlibat dalam pengembangan
     KTSP SMK, sehingga harapan setiap SMK memiliki KTSP sendiri
     segera terwujud.

C.   Pengertian
     Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
     tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
     pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
     mencapai tujuan pendidikan tertentu.

     Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum
     operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing
     satuan pendidikan. KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat
     satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan
     pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

     Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau
     kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar
     kompetensi,     kompetensi      dasar,    indikator,    materi
     pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi
     waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan
     penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam
     materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator
     pencapaian kompetensi untuk penilaian.

D.   Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP SMK

     Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dikembangkan sesuai
     dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan
     dan komite sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi



2
dinas pendidikan, mengacu pada standar isi dan standar
kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan penyusunan
KTSP yang disusun oleh BSNP.
Sebagaimana Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada
umumnya, KTSP SMK dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip
berikut.

1.   Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
     kepentingan peserta didik dan lingkungannya
     Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta
     didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan
     kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan
     bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
     sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
     negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk
     mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan
     kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi,
     perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik
     serta tuntutan lingkungan. Peserta didik memiliki posisi
     sentral, berarti segala kegiatan pembelajaran berpusat pada
     peserta didik.

2.   Beragam dan terpadu
     Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman
     karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis
     pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap
     perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial
     ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen
     muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri
     secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan
     kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

3.   Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,
     teknologi, dan seni
     Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu
     pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara
     dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum harus

                                                              3
         memberikan kegiatan pembelajaran peserta didik untuk
         mengikuti  dan     memanfaatkan   perkembangan  ilmu
         pengetahuan, teknologi, dan seni.

    4.   Relevan dengan kebutuhan kehidupan
         Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan
         pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin
         relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk
         di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha/industri
         dan dunia kerja. Oleh karena itu, upaya pengembangan
         kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik
         dan kecakapan vokasional merupakan keniscayaan.

    5.   Menyeluruh dan berkesinambungan
         Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi
         kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang
         direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan
         antarsemua jenjang pendidikan.

    6.   Belajar sepanjang hayat
         Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan,
         pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang
         berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan
         keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal,
         dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan
         lingkungan    yang    selalu    berkembang    serta     arah
         pengembangan manusia seutuhnya.

    7.   Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan
         daerah
         Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan
         nasional dan kepentingan daerah untuk membangun
         kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
         Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling
         mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka
         Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik
         Indonesia (NKRI).

4
E.   Acuan Operasional Penyusunan KTSP SMK
     Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan              disusun    dengan
     memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

     1.   Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia
          Keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia menjadi dasar
          pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.
          Kurikulum yang disusun harus memungkinkan semua mata
          pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan taqwa serta
          akhlak mulia.

     2.   Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai
          dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta
          didik
          Pendidikan merupakan proses sistematis untuk meningkatkan
          martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi
          diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal.
          Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan
          potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual,
          emosional dan sosial, spiritual, dan kinestetik peserta didik.

     3.   Keragaman      potensi   dan    karakteristik   daerah    dan
          lingkungan
          Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan
          keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah
          memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah
          dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum
          harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan
          lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan
          daerah.

     4.   Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
          Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan
          pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan
          keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan
          tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu,


                                                                    5
         keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling
         mengisi.

    5.   Tuntutan dunia kerja
         Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh-
         kembangnya       pribadi   peserta    didik    yang     berjiwa
         kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab
         itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk
         membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat
         penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta
         didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

    6.   Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
         Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang
         membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana ilmu
         pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) sangat berperan
         sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus
         menerus     melakukan      adaptasi   dan    penyesuaian
         perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan
         kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum
         harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan
         sejalan dengan perkembangan IPTEKS.

    7.   Agama
         Kurikulum     harus    dikembangkan   untuk     mendukung
         peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap
         memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh
         karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut
         mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia.

    8.   Dinamika perkembangan global
         Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada
         individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia
         digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang
         semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu
         bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup
         berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

6
9.   Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
     Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan
     wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan
     penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan
     bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum
     harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap
     kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat
     keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.

10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
     Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan
     karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan
     menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan
     apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu
     ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan
     bangsa lain.

11. Kesetaraan jender
     Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan
     yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender.

12. Karakteristik satuan pendidikan
     Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi,
     tujuan, kondisi, dan ciri khas masing-masing satuan
     pendidikan.




                                                        7
8
                               BAB II

            KOMPONEN DAN PENYUSUNAN KTSP SMK



A.   Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan SMK
     Tujuan pendidikan sekolah menengah kejuruan adalah
     meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak
     mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
     pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

B.   Struktur dan Muatan KTSP SMK
     Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan
     menengah yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok
     mata pelajaran sebagai berikut.
     (1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
     (2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
     (3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
     (4) Kelompok mata pelajaran estetika
     (5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
     Kelima kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui
     muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan
     dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
     Pendidikan Pasal 7.
     Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK disusun dengan
     memperhatikan kelompok mata pelajaran tersebut dan cakupan
     sebagaimana tertuang pada tabel 1.




                                                                   9
              Tabel 1. Cakupan Kelompok Mata Pelajaran
          Kelompok Mata                           Mata Pelajaran
     No                        Cakupan
             Pelajaran                               Terkait
     1.   Agama dan       Kelompok mata
                                                 Agama,
          Akhlak Mulia    pelajaran agama
                                                 Pendidikan
                          dan akhlak mulia,
                                                 Kewarga-
                          dimaksudkan untuk
                                                 negaraan,
                          membentuk peserta
                                                 Pengembangan
                          didik menjadi
                                                 Diri, IPA, Seni
                          manusia yang
                                                 Budaya, IPS,
                          beriman dan
                                                 Penjaskes,
                          bertakwa kepada
                                                 Matematika dan
                          Tuhan Yang Maha
                                                 Kejuruan.
                          Esa, serta berakhlak
                          mulia. Akhlak mulia
                          mencakup etika,
                          budi pekerti, atau
                          moral sebagai
                          perwujudan dari
                          pendidikan agama.

     2.   Kewarga-        Kelompok mata          Agama, Kewarga-
          negaraan dan    pelajaran kewarga-     negaraan,
          Kepribadian     negaraan dan           Bahasa
                          kepribadian            Indonesia,
                          dimaksudkan untuk      Bahasa Inggris,
                          peningkatan            Seni Budaya,
                          kesadaran dan          Penjaskes, dan
                          wawasan peserta        Pengembangan
                          didik akan status,     Diri.
                          hak, dan
                          kewajibannya dalam
                          kehidupan
                          bermasyarakat,
                          berbangsa, dan
                          bernegara, serta
                          peningkatan kualitas
                          dirinya sebagai
                          manusia.
                          Kesadaran dan
                          wawasan termasuk

10
     Kelompok Mata                           Mata Pelajaran
No                        Cakupan
        Pelajaran                               Terkait
                     wawasan
                     kebangsaan, jiwa
                     dan patriotisme bela
                     negara,
                     penghargaan
                     terhadap hak-hak
                     asasi manusia,
                     kemajemukan
                     bangsa, pelestarian
                     lingkungan hidup,
                     kesetaraan gender,
                     demokrasi,
                     tanggung jawab
                     sosial, ketaatan
                     pada hukum,
                     ketaatan membayar
                     pajak, dan sikap
                     serta perilaku anti
                     korupsi, kolusi, dan
                     nepotisme.

3.   Ilmu Penge-     Kelompok mata          Bahasa
     tahuan dan      pelajaran ilmu         Indonesia,
     Teknologi       pengetahuan dan        Bahasa Inggris,
                     teknologi pada SMK     Matematika, IPA,
                     dimaksudkan untuk      IPS, Kejuruan,
                     menerapkan ilmu        KKPI, dan
                     pengetahuan dan        Muatan Lokal.
                     teknologi,
                     membentuk
                     kompetensi,
                     kecakapan, dan
                     kemandirian kerja.




                                                           11
           Kelompok Mata                            Mata Pelajaran
     No                         Cakupan
              Pelajaran                                Terkait
     4.    Estetika        Kelompok mata           Bahasa
                           pelajaran estetika      Indonesia,
                           dimaksudkan untuk       Bahasa Inggris,
                           meningkatkan            Seni Budaya,
                           sensitivitas,           KKPI, Kejuruan
                           kemampuan               dan Muatan
                           mengekspresikan         Lokal.
                           dan kemampuan
                           mengapresiasi
                           keindahan dan
                           harmoni.
                           Kemampuan
                           mengapresiasi dan
                           mengekspresikan
                           keindahan serta
                           harmoni mencakup
                           apresiasi dan
                           ekspresi, baik dalam
                           kehidupan individual
                           sehingga mampu
                           menikmati dan
                           mensyukuri hidup,
                           maupun dalam
                           kehidupan
                           kemasyarakatan
                           sehingga mampu
                           menciptakan
                           kebersamaan yang
                           harmonis.

      5.   Jasmani,        Kelompok mata           Penjaskes, IPA,
           Olahraga dan    pelajaran jasmani,      dan Muatan
           Kesehatan       olahraga dan            Lokal.
                           kesehatan pada
                           SMK dimaksudkan
                           untuk meningkatkan
                           potensi fisik serta
                           membudayakan
                           sikap sportif,
                           disiplin, kerja sama,

12
     Kelompok Mata                               Mata Pelajaran
No                           Cakupan
        Pelajaran                                   Terkait
                        dan hidup sehat.
                        Budaya hidup sehat
                        termasuk
                        kesadaran, sikap,
                        dan perilaku hidup
                        sehat yang bersifat
                        individual ataupun
                        yang bersifat kolektif
                        kemasyarakatan,
                        seperti
                        keterbebasan dari
                        perilaku seksual
                        bebas, kecanduan
                        narkoba, HIV/AIDS,
                        demam berdarah,
                        muntaber, dan
                        penyakit lain yang
                        potensial untuk
                        mewabah.


 Isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan meliputi sejumlah mata
 pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban
 belajar peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi
 muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam
 isi kurikulum.

1.   Mata pelajaran
     Merujuk pada penjelasan Pasal 15 Undang-undang Nomor 20
     Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan
     pendidikan     menengah    kejuruan   utamanya   adalah
     mempersiapkan peserta didik untuk mampu bekerja pada
     bidang tertentu.
     Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta dapat
     mengembangkan keahlian dan keterampilan, peserta didik
     harus memiliki stamina yang tinggi, menguasai bidang
     keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi,
     memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu berkomunikasi

                                                               13
     sesuai dengan tuntutan pekerjaannya, serta memiliki
     kemampuan mengembangkan diri, maka struktur kurikulum
     pendidikan kejuruan dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan
     diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Kurikulum SMK
     berisi mata pelajaran wajib, mata pelajaran Kejuruan, Muatan
     Lokal, dan Pengembangan Diri.
     Menurut UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
     Nasional pasal 37, kurikulum SMK wajib memuat:
     a.   Pendidikan Agama;
     b.   Pendidikan kewarganegaraan;
     c.   Bahasa;
     d.   Matematika;
     e.   Ilmu Pengetahuan Alam;
     f.   Ilmu Pengetahuan Sosial;
     g.   Seni dan budaya;
     h.   Pendidikan jasmasi dan olah raga;
     i.   Keterampilan/kejuruan, dan
     j.   Muatan lokal.
     Atas dasar itu, maka mata pelajaran wajib pada kurikulum SMK
     terdiri atas Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan,
     Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya, Pendidikan
     Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Keterampilan/Kejuruan
     (terdiri atas Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi,
     Kewirausahaan dan mata pelajaran kejuruan). Mata pelajaran
     ini bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya
     dalam spektrum manusia kerja.


     Mata pelajaran Kejuruan terdiri atas beberapa mata pelajaran
     yang dikelompokkan dalam Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK)
     dan Kompetensi Kejuruan (KK), dikembangkan mengacu pada
     Standar Kompetensi Kerja (SKK) melalui proses analisis.

     Jika standar kompetensi mata pelajaran kelompok DKK tidak
     dijumpai pada SKK, maka Standar Kompetensi (SK) dan
     Kompetensi Dasar (KD) dapat dirumuskan melalui analisis
     kompetensi kejuruan melalui langkah-langkah :


14
      a.    Mendata standar kompetensi yang terdapat pada SKK;
      b.    Mengidentifikasi kompetensi yang sifatnya mendasar dan
            melandasi prinsip-prinsip keilmuan, dan kompetensi yang
            menjadi prasyarat untuk kompetensi kejuruan;
      c.  Mengidentifikasi materi-materi pendukung pada indikator
          kompetensi kejuruan.
     Selanjutnya kompetensi-kompetensi yang tertuang dalam DKK
     dan KK dikelompokkan dalam standar kompetensi baru yang
     menjadi nama mata pelajaran sesuai dengan Spektrum
     Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan berdasarkan
     Keputusan Dirjen Mandikdasmen nomor 251/C/KEP/MN/2008
     tanggal 22 Agustus 2008.
2.   Struktur Kurikulum
     Struktur kurikulum SMK meliputi substansi pembelajaran yang
     ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun
     atau dapat diperpanjang hingga empat tahun, mulai kelas X
     sampai dengan kelas XII atau kelas XIII. Mata pelajaran
     beserta alokasi waktu pada struktur kurikulum SMK tercantum
     pada Tabel 2 berikut :

     Tabel 2.   Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu pada Struktur
                Kurikulum SMK
                    Komponen               Durasi Waktu (Jam)
      A.    Mata Pelajaran
       1.   Pendidikan Agama                           192
       2.   Pendidikan Kewarganegaraan                 192
       3.   Bahasa Indonesia                           192
                                                          a)
       4.   Bahasa Inggris                            440
       5.   Matematika
            5.1 Matematika Kelompok Seni,
                                                            a)
                Pariwisata, dan Teknologi             330
                Kerumahtanggaan
            5.2 Matematika Kelompok Sosial,
                                                            a)
                Administrasi Perkantoran,             403
                dan Akuntansi
            5.3 Matematika Kelompok
                                                            a)
                Teknologi, Kesehatan, dan             516
                Pertanian

                                                                 15
                         Komponen                  Durasi Waktu (Jam)

           Ilmu Pengetahuan Alam
          6.
                                                                a)
           6.1 IPA                                        192
           6.2 Fisika
               6.2.1 Fisika Kelompok
                                                                a)
                      Pertanian                           192
               6.2.2 Fisika Kelompok
                                                                a)
                      Teknologi                           276
           6.3 Kimia
               6.3.1 Kimia Kelompok
                                                                a)
                      Pertanian                           192
               6.3.2 Kimia Kelompok
                      Teknologi dan
                                                                a)
                      Kesehatan                           192
           6.4 Biologi
               6.4.1 Biologi Kelompok
                                                                a)
                      Pertanian                           192
               6.4.2 Biologi Kelompok
                                                                a)
                      Kesehatan                           192
                                                              a)
       7. Ilmu Pengetahuan Sosial                         128
                                                              a)
       8. Seni Budaya                                     128
       9. Pendidikan Jasmani Olahraga
                                                           192
           dan Kesehatan
       10. Kejuruan
           10.1 Keterampilan Komputer
                 dan Pengelolaan Informasi                 202
           10.2 Kewirausahaan                              192
           10.3 Dasar Kompetensi
                           b)
                 Kejuruan                                 140
                                      b)                      c)
           10.4 Kompetensi Kejuruan                      1044
      B. Muatan Lokal                                     192
                                     d)
      C.        Pengembangan Diri                         (192)

     Keterangan notasi :
     a)
               Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan
               oleh setiap Kompetensi Keahlian. Kompetensi Keahlian
               yang memerlukan waktu lebih, jam tambahannya
               diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama di luar
               jumlah jam yang dicantumkan.



16
b)
     Terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai
     dengan kebutuhan setiap Kompetensi Keahlian.
c)
     Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai
     dengan kebutuhan standard kompetensi kerja yang berlaku
     di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044 jam.
d)
     Ekuivalen 2 jam pembelajaran (per minggu).

Durasi jam yang tertulis pada struktur kurikulum adalah jumlah
jam pembelajaran tatap muka, dua jam pembelajaran praktik di
sekolah atau empat jam pembelajaran praktIk di DU/DI setara
dengan satu jam tatap muka. Alokasi waktu untuk Praktik Kerja
Industri (Prakerin) diambil dari durasi waktu mata pelajaran
Kompetensi Kejuruan (1044 jam).
Implikasi dari struktur kurikulum    diatas dijelaskan sebagai
berikut:
a.   Di dalam penyusunan struktur kurikulum SMK, mata
     pelajaran dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok
     program normatif, adaptif, dan program produktif.
     Kelompok program normatif adalah mata pelajaran yang
     dialokasikan secara tetap yang meliputi Pendidikan Agama,
     Pendidikan     Kewarganegaraan,      Bahasa     Indonesia,
     Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Seni
     Budaya. Kelompok program adaptif terdiri atas mata
     pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS,
     Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi, dan
     Kewirausahaan. Kelompok program produktif terdiri atas
     sejumlah mata pelajaran yang dikelompokkan dalam Dasar
     Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan. Kelompok
     program adaptif dan produktif adalah mata pelajaran yang
     alokasi waktunya disesuaikan dengan kebutuhan
     Kompetensi Keahlian, dan dapat diselenggarakan dalam
     blok waktu atau alternatif lain.
b.   Materi pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan
     Kompetensi Kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan
     Kompetensi Keahlian untuk memenuhi standar kompetensi
     di dunia kerja.
c.   Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap akhir penyelesaian
     satu standar kompetensi atau beberapa penyelesaian
     kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran.

                                                           17
          d.   Pendidikan SMK diselenggarakan dalam bentuk pendidikan
               sistem ganda.
          e.   Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45
               menit.
          f.   Beban belajar SMK meliputi kegiatan pembelajaran tatap
               muka, praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia
               usaha/industri ekuivalen dengan 36 jam pelajaran per
               minggu.
          g.   Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan SMK adalah
               38 minggu dalam satu tahun pelajaran.
          Berdasarkan struktur kurikulum dan implikasinya disusun
          struktur kurikulum untuk masing-masing satuan pendidikan
          sesuai Kompetensi Keahlian masing-masing (lihat Lampiran 1).

     3.   Perhitungan jam terstruktur
          Penghitungan jam terstruktur untuk kompetensi produktif
          dilakukan melalui langkah-langkah berikut :
          a. Penentuan alokasi waktu mata pelajaran didasarkan hasil
               analisis kebutuhan waktu pada silabus yang terdiri atas jam
               tatap muka (TM) / teori, praktik di sekolah (PS) dan praktik
               industri (PI). Kolom jam untuk praktik di sekolah (PS) atau
               praktik di industri (PI) tidak harus selalu terisi jam,
               tergantung pada tuntutan waktu kebutuhan penugasan
               kompetensi.
          b. Mengkonversi jam estimasi untuk TM, PS dan PI dengan
               ketentuan konversi 1 - 2 – 4.
          c.   Menghitung jumlah total jam terstruktur        berdasarkan
               rumus :
                   Ej TM               Ej PS              Ej PI
                      1        +         2        +         4



                Keterangan :
                Ej TM   = Estimasi jam TM
                Ej PS   = Estimasi jam PS
                Ej PI   = Estimasi jam PI



18
          Misalnya satu    Kompetensi Dasar membutuhkan jam
          belajar sbb :
           tatap muka (TM) = 6 jam
           praktik di sekolah (PS) = 8 jam
           praktik di industri (PS) = 20 jam
          Maka :
           Jumlah jam terstruktur :
                  6 + 8 + 20 = 15 jam
                  1     2     4
           Jumlah jam belajar di sekolah : 6 + 8 = 14 jam
           Jumlah jam di industri
              (dalam bentuk prakerin) = 20 jam
           Total jam belajar di sekolah dan industri (jam terjadwal)
              adalah :
              6 + 8 + 20 = 34

4.   Penentuan Jam Prakerin
     Jumlah jam untuk praktik di industri (Prakerin) tergantung pada
     ketentuan yang dipersyaratkan industri dan seberapa erat
     hubungan sekolah dengan industri. Untuk menentukan jam
     Prakerin dapat dihitung dengan langkah-langkah berikut :
     a. Menjumlahkan estimasi jam real untuk praktik di industri
        bagi setiap kompetensi yang tertuang dalam silabus,
     b. Menghitung total jam praktik di industri untuk seluruh
        kompetensi sehingga diperoleh jumlah/angka tertentu,
        misalnya 800 jam.
     c.   Menghitung total kebutuhan waktu Prakerin (dalam bulan)
          sbb :
          Total jam PI X Bulan = ……………. bulan
              200
           Keterangan :
              800 jam X bulan = 4 bulan
           Nilai 200 diperoleh dari 4 x 50 (angka 4 adalah
                200
           jumlah minggu/bulan; angka 50 adalah jumlah jam
           kerja/minggu @ 45 menit)




                                                                19
          d. Menghitung jumlah kebutuhan jam terstruktur untuk praktik
             di industri sbb :

                Total jam PI     X jam = ……………. jam
                    4
                   800           X jam = 200 jam
                    4
                Jumlah jam 200 akan diambil dari jumlah jam terstruktur
                mata pelajaran Kompetensi Kejuruan (1044).

     5.   Alokasi Jam Mata Pelajaran Program Produktif

          Program Produktif terdiri dari beberapa mata pelajaran yang
          dikelompokkan ke dalam mata pelajaran Dasar Kompetensi
          Kejuruan (DKK) dan Kompetensi Kejuruan (KK), dengan
          alokasi jam 140 jam untuk DKK dan 1044 jam untuk KK. Salah
          satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mendistribusikan
          jam DKK dan KK dengan menggunakan tabel 3 berikut.

          Tabel 3. Perhitungan Distribusi Jam Mata Pelajaran Dasar
          Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan

                              ∑                     Alokasi Waktu
                                      ∑
       Mata       Standar   jam /                                     Jam
No                                   per-   Total
        Pe-       Kompe-     per-                                     Ter-
                                    temu    Jam     TM   PS   PI
      lajaran      tensi    temu                                    struktur
                                     -an
                             -an
1         2          3        4      5       6      7    8     9      10




20
Penjelasan Tabel 3. :
Kolom 1           : Diisi dengan nomor urut
Kolom 2           : Diisi dengan nama mata pelajaran (hasil analisis
                     pengelompokan kompetensi yang ditetapkan oleh
                     Direktorat PSMK)
Kolom 3           : Diisi dengan sejumlah stándar kompetensi mata
                     pelajaran dimaksud (kolom 2)
Kolom 4           : Diisi dengan jumlah kebutuhan jam per pertemuan
                     (berdasarkan empirik dan hasil analisis silabus).
Kolom 5           : Diisi dengan prediksi jumlah / frekuensi pertemuan
Kolom 6           : Diisi dengan hasil perkalian kolom 4 dan 5
Kolom 7 dan 8     : Diisi dengan alokasi jam untuk TM, PS yang
                     merupakan distribusi dari Total jam (kolom 6)
Kolom 9           : Diisi dengan estimasi jam untuk PI
Kolom 10          : Diisi dengan hasil perhitungan jam TM, PS, PI
                     dengan perbandingan 1:2:4


Selanjutnya kolom 4 dan 5 dari tabel 3 diatas digunakan untuk
menyusun jadwal pelajaran. Penyusunan jadwal kompetensi per mata
pelajaran harus memperhatikan urutan kompetensi yang tertera pada
diagram pencapaian kompetensi. Pelaksanaan sistem blok juga tetap
dapat dilakukan karena total jam TM dan PS sudah diperoleh, tinggal
membagi dengan blok waktu yang diinginkan.
Sedangkan kolom 10 merupakan alokasi jam yang akan tertera pada
struktur kurikulum.




                                                                 21
     6.   Muatan lokal
          a. Muatan     lokal merupakan mata           pelajaran  yang
             kompetensinya tidak dapat diwadahi pada mata pelajaran
             yang telah ada, karena itu setiap satuan pendidikan harus
             mengembangkan Standar Kompetensi (SK), Kompetensi
             Dasar (KD), dan indikator.
             Satuan pendidikan dan komite sekolah mempunyai tugas
             dan wewenang penuh mengembangkan mata pelajaran
             muatan lokal. Pengembangan muatan lokal meliputi latar
             belakang, tujuan, ruang lingkup, SK, KD dan arah
             pengembangan mata pelajaran          dilaksanakan melalui
             kegiatan :
             1) Menganalisis informasi tentang potensi daerah yang
                 meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, kekayaan
                 alam, dan sumber daya manusia yang ada di daerah,
                 serta prioritas pembangunan daerah di berbagai sektor
                 yang selaras dengan Kompetensi Keahlian dan
                 perkembangan usia peserta didik.
             2) Mengembangkan SK dan KD muatan lokal.
                 Pengembangan SK dan KD muatan lokal sama seperti
                 pada SKK Kompetensi Keahlian, diawali dengan
                 mengidentifikasi bidang, lingkup dan tugas-tugas
                 pekerjaan. Contoh :        Bidang pekerjaan adalah
                 “Pengolahan makanan”, lingkup “makanan pembuka”,
                 uraian tugas misalnya “menyiapkan makanan
                 pembuka”. Selanjutnya diuraikan standar kompetensi,
                 kompetensi dasar dan indikator yang diperlukan untuk
                 menyiapkan makanan pembuka yang perumusannya
                 mengacu pada rambu-rambu yang telah dijelaskan.
             3) Menetapkan nama mata pelajaran muatan lokal dan
                 menentukan prioritas bahan kajian muatan lokal yang
                 akan dilaksanakan.
             4) Mengembangkan silabus mata pelajaran muatan lokal.




22
b. Ruang Lingkup muatan lokal terdiri atas :
    1) Lingkup keadaan dan kebutuhan daerah
        Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang
         terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya
         berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial
         ekonomi, dan lingkungan sosial budaya.
        Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang
         diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah,
         khususnya     untuk    kelangsungan    hidup   dan
         peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut,
         yang disesuaikan dengan arah perkembangan
         daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.
    2) Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa
       daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan
       dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan
       tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar,
       serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah dan
       selaras dengan kompetensi keahliannya. Secara
       skematis      langkah-langkah      pengembangannya
       digambarkan dalam diagram alur berikut,

                Mengidentifikasi potensi dan kebijakan daerah


               Menganalisis pilihan muatan lokal yang mungkin
              dikembangkan sesuai dengan kompetensi keahlian


             Mengembangkan SK-KD dan indikator mata pelajaran
                             muatan lokal



                Menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal




                                                                23
     7.   Kegiatan Pengembangan Diri
          Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan
          memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
          mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
          kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik dan kondisi
          sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau
          dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan
          lainnya yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
          ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan
          antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang
          berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial,
          belajar, dan pengembangan karier.
          Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran.
          Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara
          kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.
          Pengembangan diri pada SMK terutama ditujukan untuk
          pengembangan kreativitas dan bimbingan karir.
          a.   Pengembangan kreativitas
               Pengembangan kreativitas dapat dilakukan melalui
               kegiatan ekstrakurikuler antara lain pramuka, paskibra,
               PMR, karya ilmiah siswa, pameran hasil karya siswa,
               lomba karya ilmiah siswa (LKS), dan pentas seni.
          b.   Pengembangan karir.
               Pengembangan karir dapat dilakukan antara lain melalui
               pemberian informasi lapangan kerja, bimbingan tata cara
               mancari pekerjaan, bimbingan profesi, pengenalan serta
               pengembangan kepribadian.

     8.   Pengaturan beban belajar

          Beban belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan
          peserta didik dalam mengikuti kompetensi pembelajaran
          melalui sistem tatap muka (teori, praktik di sekolah dan praktik
          di industri), penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak
          terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan.
          Penugasan terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang

24
berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik,
didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian
kompetensi pada kegiatan tatap muka, termasuk kegiatan
perbaikan, pengayaan dan percepatan. Sedangkan kegiatan
mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang
berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik
yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian
kompetensi yang waktu penyelesaiannya diatur oleh peserta
didik.
a.   SMK kategori standar menggunakan pengaturan beban
     belajar dalam sistem paket dan dapat menggunakan
     pengaturan beban belajar dalam sistem kredit semester
     (SKS). SMK kategori standar adalah SMK yang belum
     memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
     SMK kategori mandiri menggunakan pengaturan beban
     belajar dalam sistem kredit semester (SKS). SMK kategori
     mandiri adalah SMK yang hampir atau telah memenuhi 8
     Standar Nasional Pendidikan (SNP).
b.   Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada
     sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam
     struktur kurikulum (Tabel 2). Satuan pendidikan
     dimungkinkan menambah maksimum 4 (empat) jam
     pelajaran per minggu secara keseluruhan. Penambahan 4
     jam pelajaran per minggu dapat dilakukan terhadap satu
     atau lebih mata pelajaran yang ada, atau menambah mata
     pelajaran baru yang dianggap penting tetapi tidak terdapat
     pada struktur kurikulum yang tercantum pada standar isi.
     Pemanfaatan      jam   pembelajaran             tambahan
     mempertimbangkan kebutuhan peserta          didik dalam
     mencapai kompetensi.
c.   Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan
     mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SMK 0%
     - 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang
     bersangkutan, contoh : mata pelajaran dasar pengolahan
     dan penyajian makanan 114 jam pelajaran, maka
     penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak


                                                          25
               terstruktur maksimum adalah 60% x 114 jam = 68 jam .
               Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan
               kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
               Pengertian tentang penugasan terstruktur dan kegiatan
               mandiri tidak terstruktur dapat dilihat pada glosarium.
          d.   Dua jam pembelajaran kegiatan praktik di sekolah atau
               empat jam pembelajaran kegiatan praktik di luar sekolah,
               setara dengan satu jam pembelajaran tatap muka yang
               tercantum pada struktur kurikulum.

     9.   Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
          KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar untuk setiap
          indikator dalam suatu kompetensi dasar yang ditentukan oleh
          satuan pendidikan, berkisar antara 0-100%. Kriteria ideal
          ketuntasan untuk masing-masing indikator kompetensi normatif
          dan adaptif adalah 75%.
          a. KKM Kompetensi Normatif dan Adaptif
             KKM kompetensi normatif dan adaptif ditentukan dengan
             mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta
             didik, kompleksitas kompetensi dan kemampuan sumber
             daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran
             dengan rincian sebagai berikut :
             1) Tingkat Kemampuan rata-rata peserta didik
                   Rata-rata nilai 80 – 100, diberi skor 3
                   Rata-rata nilai 60 - 79, diberi skor 2
                   Rata-rata nilai < 60 , diberi skor 1
             2) Tingkat kompleksitas/kesulitan kompetensi
                   Kompleksitas/kesulitan rendah, diberi skor 3
                   Kompleksitas/kesulitan sedang, diberi skor 2
                   Kompleksitas/kesulitan tinggi, diberi skor 1
             3) Sumber daya pendukung pembelajaran (SDM, alat dan
                 bahan)
                   Dukungan tinggi, diberi skor 3
                   Dukungan sedang, diberi skor 2
                   Dukungan rendah, diberi skor 1




26
                 Tabel 4 Contoh Perhitungan KKM Pogram Normatif dan Adaftif.

                                                                         Skor                   Nilai KKM
                                                                                                                      KKM
 Standar                                                        Intake   Kom     Daya
                   Kompetensi Dasar             Indikator                                Indi                         Mata
Kompetensi                                                      Siswa    pleks   dkng              KD        SK
                                                                                        kator                       Pelajaran
                                                                  (A)     (B)     (C)
Berkomunikasi     Menyimak         untuk     Reaksi kinetik     2        2       3      77,78    77,24      78,89
dengan            memahami          lafal,   ....
Bahasa            tekanan, intonasi, dan     Komentar atau      3        2       1      66,67
Indonesia         jeda yang lazim/baku       ungkapan ...
setara tingkat    dan yang tidak
Semenjana         Menyimak         untuk      Pengidentifika   3        3       2      88,89    80,55
                  memahami informasi           sian sumber
                  lisan dalam konteks          informasi ...
                  bermasyarakat               Pencatatan isi   3        3       2      88,89
                                               pokok
                                               informasi ....
                                              Pengenalan       2        2       2      66,67
                                               ragam/laras
                                               bahasa...;
                                             Pembedaan          2        3       2      77,78
                                             proses      dan
                                             hasil dengan ...
Nilai KKM indikator = (A+B+C)/9 X 100
Dengan menghitung seluruh nilai KKM Indikator, KKM KD diperoleh dari rerata KKM indikator, dan KKM SK diperoleh dari rerata
KKM KD, pada akhirnya KKM Mata Pelajaran adalah rerarta dari KKM SK pada semester berjalan.



                                                                                                                    27
     b. KKM Program Produktif
        KKM program produktif mengacu kepada standar minimal
        penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang
        bersangkutan. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-
        masing indikator pada KD program produktif              pada
        dasarnya adalah lulus/tidak lulus atau kompeten/tidak
        kompeten. Peserta didik yang mencapai kompetensi
        minimal diberi skor 70 atau 7,0. Penentuan nilai ketuntasan
        belajar program produktif dapat         dilakukan melalui
        langkah-langkah sebagai berikut :
        1) Tentukan proporsi pembobotan untuk pengetahuan,
           keterampilan dan sikap sesuai dengan indikator/
           kompetensi dasar/standar kompetensi mengarah pada
           kebutuhan ranah taksonomi.
        2) Tentukan batas kompeten untuk pengetahuan,
           keterampilan dan sikap. Batas kompeten adalah
           cerminan penguasaan indikator yang dipersyaratkan
           pada setiap SK/KD/indikator yang merupakan
           kemampuan minimal. Peserta didik dinyatakan
           kompeten jika memenuhi persyaratan minimal berikut :
            - Pengetahuan : sesuai dengan kisi-kisi soal teori.
            - Keterampilan dan sikap : sesuai dengan indikator
              yang dijabarkan menjadi aspek penilaian pada
              lembar observasi (lihat lampiran RPP Perangkat
              Penilaian).
        3) Menghitung perolehan nilai untuk setiap ranah dan
           menggabungkannya sesuai dengan bobot yang telah
           ditentukan.

     Peserta didik yang telah mencapai standar minimal sesuai
     dengan indikator dinyatakan kompeten dan memperoleh nilai
     konversi 70. Gradasi nilai hanya diberikan kepada peserta
     didik yang telah dinyatakan kompeten, yang berarti nilai 70
     telah dimiliki peserta didik. Jika peserta didik memiliki
     performansi/unjuk kerja melebihi standar minimal yang
     ditetapkan dalam aspek penilaian seperti : Lebih cepat, lebih
     presisi, lebih indah, lebih kreatif, lebih bersih, dan lebih teliti,
     maka peserta didik dapat memperoleh nilai lebih dari 70.


28
10. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
   Yang dimaksud dengan kenaikan kelas adalah pernyataan
   yang menegaskan bahwa peserta didik telah kompeten dan
   berhak melanjutkan ke jenjang kompetensi-kompetensi tahun
   selanjutnya. Pernyataan kompeten atau yang berarti dapat
   melanjutkan, ditetapkan berdasarkan pertimbangan kinerja
   peserta didik yang meliputi aspek :
   a.   Akademik : sesuai dengan KKM
   b.   Nonakademik :
        1). Kehadiran ≥ 80%
        2). Sikap/kepribadian minimal B

   Pernyataan kenaikan kelas dilakukan melalui pembagian buku
   rapor yang dilakukan di akhir tahun pelajaran. Setiap siswa
   akan memperoleh buku rapor yang berisi laporan hasil belajar
   sesuai dengan jumlah kompetensi yang telah dinyatakan
   kompeten.

   Yang dimaksud kelulusan menurut ketentuan PP 19/2005
   Pasal 72 Ayat (1) adalah bahwa peserta didik dinyatakan lulus
   dari satuan pendidikan dasar dan menengah setelah:
   a.   menyelesaikan seluruh kompetensi pembelajaran; yang
        berarti peserta didik telah dinyatakan tuntas atau kompeten
        oleh gurunya untuk seluruh kompetensi pendidikan dan
        pembelajaran yang diikuti.
   b.   memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk
        seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama
        dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan
        kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan
        kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan
        kesehatan.    Berarti peserta didik memperoleh nilai
        kepribadian minimal B (baik) atau telah dinyatakan
        kompeten untuk mata pelajaran kompetensi normatif.
   c.   lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu
        pengetahuan dan teknologi; Berarti telah mengikuti ujian
        sekolah dan dinyatakan lulus atau kompeten untuk mata
        pelajaran yang diujikan. Program produktif tidak menjadi

                                                              29
                  bagian dari ujian sekolah. Pelaksanaan ujian sekolah
                  mengikuti ketentuan Permendiknas dan SOP yang
                  diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan
                  (BSNP).
           d.     lulus Ujian Nasional untuk mata pelajaran yang diujikan
                  (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ujian
                  Kompetensi Keahlian).      Pelaksanaan Ujian Nasional
                  mengikuti Permendiknas yang dikeluarkan setiap tahun
                  oleh Depdiknas dan SOP yang dikeluarkan oleh Badan
                  Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
                Ke empat persyaratan di atas merupakan urutan prasyarat,
                artinya kelulusan bukan semata-mata hanya ditentukan oleh
                kelulusan ujian nasional; tetapi untuk bisa mengikuti ujian
                nasional dan ujian sekolah syarat sebelumnya harus dilalui.

     11.        Penjurusan
                Yang dimaksud penjurusan pada SMK menyangkut 2 hal:
                a. Pembukaan dan penutupan Bidang/Program Studi
                   Keahlian dan Kompetensi Keahlian di SMK yang diatur
                   dalam Kepmendiknas No.60/U/2002 dan Keputusan
                   Dirjen Mandikdasmen No.251/C/KEP/MN/2008.
                b. Persyaratan siswa memilih masuk Kompetensi Keahlian
                   tertentu, meliputi:
                   1) persyaratan akademik : seperti nilai hasil UN, nilai
                        tes masuk.
                   2) persyaratan non akademik : antara lain persyaratan
                        administrasi, persyaratan tidak buta warna, tinggi
                        badan (tergantung pada Kompetensi Keahlian).




30
12.    Pendidikan kecakapan hidup
      a.   Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dapat
           memasukkan pendidikan kecakapan hidup yaitu
           pendidikan yang memberikan kecakapan personal,
           kecakapan sosial, kecakapan intelektual dan kecakapan
           vokasional untuk bekerja atau usaha mandiri (penjelasan
           Pasal 26 ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003).
      b.   Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian
           integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau
           berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.
      c.   Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta
           didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan melalui
           kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan
           organisasi siswa dan atau dari satuan pendidikan formal
           lain dan/atau nonformal, seperti kegiatan kepemudaan,
           pemberdayaan perempuan, kursus, dan lain-lain.

13.    Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
      a.   Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah
           pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan
           kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi,
           budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi,
           ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi
           pengembangan kompetensi peserta didik.
      b.   Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dapat
           memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan
           global.
      c.   Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat
           merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan atau
           dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.
      d.   Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat
           diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang
           bersangkutan dan atau dari satuan pendidikan formal lain
           dan/atau non formal.



                                                               31
C.   Kalender Pendidikan
     1.   Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan
          pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang
          mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar,
          waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
     2.   Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan
          pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan
          pendidikan.
     3.   Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan
          pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan
          pendidikan.
     4.   Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran
          setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk
          seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah
          jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
     5.   Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak
          diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan
          pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda
          tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun
          pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk
          hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
     6.   Kalender pendidikan ditetapkan oleh sekolah, apabila ada
          perubahan sekolah melaporkan kepada dinas pendidikan




32
Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan
lainnya tertera pada Tabel 5.
Tabel 5. Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan

  No        Kegiatan        Alokasi Waktu         Keterangan
                                              Digunakan untuk
                            Minimum 34        kegiatan
        Minggu efektif      minggu dan        pembelajaran
  1.                                          efektif pada setiap
        belajar             maksimum 38
                            minggu            satuan pendidikan


        Jeda tengah         Maksimum 2        Satu minggu
  2.
        semester            minggu            setiap semester
        Jeda                Maksimum 2        Antara semester I
  3.
        antarsemester       minggu            dan II
                                              Digunakan untuk
                                              penyiapan
        Libur akhir tahun   Maksimum 3        kegiatan dan
  4.
        pelajaran           minggu            administrasi akhir
                                              dan awal tahun
                                              pelajaran
                                              Daerah khusus
                                              yang memerlukan
                                              libur keagamaan
                                              lebih panjang
                                              dapat
                                              mengaturnya
        Hari libur
  5.                        2 – 4 minggu      sendiri tanpa
        keagamaan
                                              mengurangi
                                              jumlah minggu
                                              efektif belajar dan
                                              waktu
                                              pembelajaran
                                              efektif
                                              Disesuaikan
        Hari libur          Maksimum 2
  6.                                          dengan Peraturan
        umum/nasional       minggu
                                              Pemerintah



                                                            33
          No       Kegiatan        Alokasi Waktu       Keterangan
                                                    Untuk satuan
                                                    pendidikan sesuai
                                   Maksimum 1
          7.   Hari libur khusus                    dengan ciri
                                   minggu
                                                    kekhususan
                                                    masing-masing
                                                    Digunakan untuk
                                                    kegiatan yang
                                                    diprogramkan
                                                    secara khusus
                                                    oleh
               Kegiatan khusus     Maksimum 3       sekolah/madrasah
          8.
               sekolah/madrasah    minggu           tanpa mengurangi
                                                    jumlah minggu
                                                    efektif belajar dan
                                                    waktu
                                                    pembelajaran
                                                    efektif

D.   Pelaksanaan Penyusunan KTSP

     1.    Analisis Konteks
           a. Analisis potensi serta kekuatan dan kelemahan yang ada
               di sekolah, meliputi: peserta didik, pendidik, tenaga
               kependidikan, sarana prasarana, biaya, serta kompetensi
               keahlian yang ada di sekolah.
           b. Analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat
               dan lingkungan sekitar, antara lain: komite sekolah,
               dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi,
               dunia usaha/industri, dunia kerja, sumber daya alam dan
               sosial budaya.
           c. Mengidentifikasi standar isi dan standar kompetensi
               lulusan sebagai acuan dan panduan penyusunan
               kurikulum tingkat satuan pendidikan.




34
2.   Mekanisme Penyusunan
     a. Tim penyusun
        Kurikulum     Tingkat  Satuan    Pendidikan     SMK
        dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh sekolah
        dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi
        dinas pendidikan.
          Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan SMK
          terdiri atas:
          1) guru;
          2) konselor;
          3) kepala sekolah;
          4) komite sekolah (sebagai wadah keterlibatan pihak
             du/di, asosiasi, dunia kerja, dan anggota institusi
             pasangan lainnya), dan
          5) nara sumber.
          Kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota, Dinas
          Pendidikan bertindak sebagai koordinator dan supervisor.
          Guru, konselor, komite sekolah (khususnya DU/DI,
          Asosiasi, Dunia Kerja, dan anggota Institusi Pasangan
          lainnya) dan nara sumber bertindak sebagai anggota tim
          penyusun KTSP.
     b.   Kegiatan
          Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan
          merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah.
          Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau
          lokakarya sekolah dan/atau kelompok sekolah yang
          diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun
          pembelajaran baru.
          Tahap kegiatan penyusunan kurikulum tingkat satuan
          pendidikan secara garis besar meliputi :

          1) Penyiapan dan penyusunan draf;
          2) Review dan revisi;
          3) Finalisasi.
          Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan
          diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.


                                                             35
     c.   Pemberlakuan
          Dokumen KTSP SMK dinyatakan berlaku oleh kepala
          sekolah setelah mendapat pertimbangan dari komite
          sekolah dan diketahui oleh dinas pendidikan.




36
Alur pelaksanaan penyusunan KTSP SMK adalah sebagai
berikut.
                 ANALISIS KONTEKS
                    SWOT Analisis


                  Visi, Misi dan Tujuan


           Identifikasi Standar Isi dan Standar
                    Kompetensi Lulusan


                 PENYUSUNAN KTSP

  Pembentukan          Penyiapan dan          Review dan
  Tim Penyusun          Penyusunan             Validasi
       (1)             Draf KTSP (2)           KTSP (3)


                       Finalisasi (5)             Revisi (4)



                       ISI KTSP
        Tujuan Tingkat Satuan Pendidikan SMK
        Visi dan Misi SMK yang Bersangkutan
        Tujuan SMK yang Bersangkutan
        Tujuan Kompetensi Keahlian
        Standar Kompetensi Lulusan
        Diagram Pencapaian Kompetensi
        Struktur dan Muatan KTSP SMK yang
         Bersangkutan
        Kalender Pendidikan SMK yang Bersangkutan
        Silabus SMK yang Bersangkutan

        Disahkan oleh Kepala Sekolah
        Diketahui oleh Komite Sekolah dan Dinas
         Pendidikan


                                                               37
     3.   Langkah-langkah Penyusunan KTSP
          a.   Penulisan cover kurikulum
               Penulisan judul kurikulum yang tertera pada lembar cover
               mengacu pada nama sekolah, seperti berikut :
               Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan ..................
               Kompetensi Keahlian : ..............................................
          b.   Merumuskan tujuan pendidikan menengah kejuruan
               Rumusan tujuan pendidikan menengah kejuruan pada
               dasarnya merupakan tujuan yang dirumuskan oleh Badan
               Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dalam Panduan
               Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
               Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai
               jabaran dari UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
               Pendidikan Nasional Pasal 3 dan penjelasan Pasal 15.
          c.   Merumuskan visi dan misi SMK
               Setiap satuan SMK merumuskan visi dan misinya
               masing-masing     dengan    memperhatikan    acuan
               operasional penyusunan KTSP. Rumusan visi dan misi
               secara jelas menggambarkan eksistensi SMK yang
               bersangkutan serta gambaran masa depannya. Visi dan
               misi yang dirumuskan akan mengarahkan penyusunan
               kurikulum.
          d.   Merumuskan tujuan SMK
               Setiap satuan SMK merumuskan tujuan masing-masing
               mengacu kepada visi dan misi SMK yang telah
               ditetapkannya. Rumusan tujuan SMK menggambarkan
               tujuan    institusional satuan  pendidikan  yang
               bersangkutan.
          e.   Merumuskan tujuan Kompetensi Keahlian
               Setiap Kompetensi Keahlian yang dibuka memiliki
               rumusan tujuan,   yang    merupakan kristalisasi dari
               kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta
               didik untuk dapat bekerja sesuai dengan Standar



38
     Kompetensi Kerja (SKK) yang dijadikan acuan dan
     berlaku di dunia kerja, serta untuk dapat melanjutkan
     pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan
     Kompetensi Keahliannya.
f.   Menetapkan standar kompetensi
     Penetapan standar kompetensi dalam penyusunan KTSP
     SMK menggunakan acuan sebagai berikut.
     1)   Standar kompetensi lulusan, meliputi:
             Standar    Kompetensi    Lulusan      Satuan
              Pendidikan (SKL-SP), merupakan profil lulusan
              SMK yang tercantum dalam Permendiknas
              Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar
              Kompetensi Lulusan.
             Standar Kompetensi Lulusan Kelompok Mata
              Pelajaran, sebagaimana tercantum dalam
              Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006.
             Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
              (SKL-MP), merupakan kompetensi minimum
              setiap mata pelajaran sebagaimana yang
              tercantum dalam Permendiknas Nomor 23
              Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi
              Lulusan.
             Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
              (SK-KD), merupakan kompetensi minimum
              setiap substansi mata pelajaran yang tercantum
              dalam Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006
              tentang Standar Kompetensi Lulusan.
          Keseluruhan standar kompetensi lulusan tersebut
          adalah    kompetensi    minimum   yang    harus
          dilaksanakan.    Setiap satuan pendidikan dapat
          menambahkan kompetensi-kompetensi yang dinilai
          penting untuk menunjang mutu dan relevansi
          kompetensi lulusan.




                                                        39
     2)   Standar Kompetensi Program Produktif
          Standar Kompetensi Program Produktif ditetapkan
          mengacu ke Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang
          berlaku di dunia kerja. Direktorat Pembinaan SMK
          telah menyiapkan Standar Kompetensi dimaksud
          dalam bentuk SK dan KD.
          Mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK)
          dan Kompetensi Kejuruan (KK) yang dimuat dalam
          Spektrum Keahlian meliputi :
             Standar      Kompetensi         Mata    Pelajaran
              Kompetensi Kejuruan, diambil dari Standar
              Kompetensi      Kerja      (SKK)   atau   standar
              kompetensi kerja lain yang berlaku di dunia kerja
              untuk level kualifikasi lulusan SMK.
             Standar Kompetensi Mata Pelajaran Dasar
              Kejuruan, diambil Standar Kompetensi Kerja
              (SKK) atau standar kompetensi kerja lain yang
              berlaku di dunia kerja yang merupakan
              kompetensi    prasyarat   untuk   Kompetensi
              Keahlian tertentu, atau berdasarkan akar
              keilmuan yang disusun oleh SMK bersama
              Komite Sekolah berdasarkan tuntutan kebutuhan
              mata pelajaran kompetensi kejuruan untuk
              Kompetensi Keahlian tertentu.
     3) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Muatan
        Lokal, disusun oleh SMK dan komite SMK sesuai
        dengan ciri khas dan potensi daerah termasuk
        keunggulan    daerah,  serta  selaras   dengan
        Kompetensi Keahlian




40
g.   Menyusun diagram pencapaian kompetensi
     Diagram pencapaian kompentensi merupakan tahapan
     atau tata urutan logis kompetensi yang diajarkan dan
     dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang
     dibutuhkan, serta kemungkinan dilaksanakan multi entry-
     multi exit. Diagram pencapaian kompetensi cukup dibuat
     untuk mata pelajaran kompetensi kejuruan.
h.   Menyusun struktur kurikulum
     Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata
     pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri yang
     harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan
     pendidikan dalam kegiatan pembelajaran.
     Susunan mata pelajaran dibagi ke dalam tiga kelompok
     program, yaitu kelompok program normatif, program
     adaptif, dan program produktif. Muatan lokal merupakan
     kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi
     yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,
     termasuk      keunggulan     daerah,   selaras     dengan
     Kompetensi Keahlian yang materinya tidak sesuai
     menjadi bagian dari mata pelajaran yang ada, atau terlalu
     banyak sehingga perlu menjadi mata pelajaran tersendiri.
     Pengembangan diri meskipun bukan mata pelajaran dan
     dapat diperoleh dari kegiatan intrakurikuler, kokurikuler
     dan atau ekstrakurikuler yang ditujukan untuk
     pengembangan kreativitas dan pelayanan bimbingan
     karir, tetap harus tercantum dalam struktur kurikulum.
     Di dalam struktur kurikulum harus memuat durasi waktu,
     yaitu estimasi jumlah jam yang dibutuhkan untuk
     menyelesaikan setiap mata pelajaran, muatan lokal dan
     pengembangan diri sesuai dengan Permendiknas Nomor
     22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
     Kecakapan hidup, keunggulan lokal dan global,
     lingkungan hidup serta materi lain yang tidak termasuk
     dalam struktur kurikulum dapat diintegrasikan ke dalam
     kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang



                                                         41
          sesuai. Contoh Struktur Kurikulum untuk SMK tertera
          pada Lampiran.
     i.   Menetapkan beban belajar
          Beban belajar SMK meliputi kegiatan pembelajaran tatap
          muka, praktik di sekolah, dan kegiatan kerja praktik di
          dunia usaha/industri dengan jumlah 36-40 jam pelajaran
          per minggu @ 45 menit. Penyelenggaraan pendidikan
          SMK maksimum 38 minggu efektif dalam satu tahun
          pelajaran.
     j.   Menetapkan kalender pendidikan
          Setiap satuan pendidikan SMK dapat menyusun dan
          menetapkan kalender pendidikan sesuai dengan
          kebutuhan dan karakteristik pendidikan sistem ganda
          (pembelajaran di sekolah dan pembelajaran di dunia
          kerja), pembelajaran berbasis kompetensi, karakteristik
          sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat
          dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut.
          1)   Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap
               tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun
               berikutnya.
          2)   Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan
               Menteri Pendidikan Nasional dan/atau Menteri
               Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya
               keagamaan, Kepala Daerah Kabupaten/Kota.
               Organisasi     penyelenggara     pendidikan   dapat
               menetapkan hari libur khusus.
          3) Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dapat
             menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan
             pendidikan.
          4)   Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan
               disusun oleh masing-masing satuan pendidikan
               berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut
               pada dokumen Standar Isi dengan memperhatikan
               ketentuan dari Pemerintah/pemerintah daerah.



42
                             Out Line KTSP
  i.   Cover
 ii.   Lembar Penetapan
iii.   Kata Pengantar
iv.    Daftar Isi
 1.    Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan
 2.    Visi dan Misi SMK
 3.    Tujuan Sekolah (SMK)
 4.    Tujuan Kompetensi Keahlian
 5.    Standar Kompetensi
       A. Standar Kompetensi Lulusan SMK
       B. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
            1.    Pendidikan Agama Islam
            2.    Pendidikan Agama Kristen
            3.    Pendidikan Agama Katolik
            4.    Pendidikan Agama Hindu
            5.    Pendidikan Agama Buddha
            6.    Pendidikan Kewarganegaraan
            7.    Bahasa Inggris
            8.    Bahasa Indonesia
            9.    Matematika
            10. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
            11. Físika
            12. Kimia
            13. Biologi
            14. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
            15. Seni Budaya
            16.    Pendidikan Jasmani dan Olah Raga
            17. KKPI
            18.    Kewirausahaan
            19.    Dasar Kompetensi Kejuruan
            20.    Kompetensi Kejuruan (+ diagram Pencapaian
                  Kompetensi Kejuruan)
       C. SK dan KD semua mata pelajaran dari No. 1 sd no 20
            (sesuai dengan kubutuhan masing-masing Kompetensi
            Keahlian)
       D. SK dan KD Muatan Lokal


                                                                43
     6. Struktur Kurikulum (Struktur Kurikulum yang dioperasionalkan di
        sekolah)
     7. Kalender Pendidikan

Silabus
Mencakup seluruh mata pelajaran yang yang terdapat pada struktur dan
muatan KTSP Kompetensi Keahlian masing-masing.




44
                            BAB III
                     PENGEMBANGAN SILABUS


A. Pengertian Silabus
   Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau
   kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar
   kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran,
   kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan
   sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar
   kompetensi   dan    kompetensi      dasar   ke   dalam    materi
   pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator
   pencapaian kompetensi untuk penilaian.

B. Prinsip-prinsi Pengembangan Silabus
   1.   Ilmiah
        Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam
        silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara
        keilmuan.
   2.   Relevan
        Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian
        materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan
        fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
   3.   Sistematis
        Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara
        fungsional dalam mencapai kompetensi.
   4.   Konsisten
        Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara
        kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan
        pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian.




                                                                      45
     5.   Memadai
          Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran,
          sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang
          pencapaian kompetensi dasar.
     6.   Aktual dan kontekstual
          Cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran,
          sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan
          perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam
          kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
     7.   Fleksibel
          Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi
          peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi
          di sekolah dan tuntutan masyarakat.
     8.   Menyeluruh
          Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi
          (kognitif, afektif, dan psikomotor).

C. Langkah-langkah Pengembangan Silabus
     Langkah-langkah pengembangan silabus disajikan pada diagram
     alir berikut.




46
   Diagram Alir Penyusunan Silabus Mata Pelajaran

                     Pengkajian
         Standar Kompetensi Lulusan (SKL
                  dan SKK) SMK


             Standar Kompetensi Lulusan
              Kelompok Mata Pelajaran


                 Standar Kompetensi
                Lulusan Mata Pelajaran


                Standar Kompetensi dan
                   Kompetensi Dasar



                   Penyusunan
    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


                       Indikator



   Analisis             Materi            Penilaian
Kedalaman dan        Pembelajaran
  Keluasan
    Materi
                       Kegiatan
                     Pembelajaran


                     Alokasi Waktu



                   Sumber Belajar
  Komponen silabus


                                                      47
     Komponen-komponen pengembangan silabus mencakup unsur-
     unsur di bawah ini (sistem penomoran yang ada bukan merupakan
     urutan sedangkan urutan pengembangan silabus disajikan pada
     diagram alir di atas).

     1.   Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar
          Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata
          pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Kompetensi
          Lulusan/SKL (Permendiknas No. 23 Tahun 2006), dengan
          memperhatikan hal-hal berikut:
          a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau
             tingkat kesulitan materi, tidak selalu harus sesuai dengan
             urutan yang ada dalam dokumen SKL;
          b. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi
             dasar dalam mata pelajaran;
          c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar
             antar mata pelajaran.

     2.   Merumuskan indikator
          Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar
          yang diwujudkan dalam bentuk perubahan perilaku yang
          dapat diukur dan diamati, mencakup sikap, pengetahuan, dan
          keterampilan. Indikator dapat juga diartikan sebagai tingkat
          kinerja yang akan didemonstrasikan untuk setiap kompetensi
          dasar atau sejauh mana setiap uraian dalam kompetensi
          dasar dapat tercapai dan terukur.
          Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta
          didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan
          dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur
          dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai
          dasar untuk menyusun alat penilaian.
          Perumusan indikator harus memperhatikan Kompetensi Dasar
          yang ingin dicapai, sehingga rumusan indikator tidak lebih
          tinggi dari KD (berdasarkan prinsip taksonomi Bloom).




48
3.   Penentuan jenis penilaian
     Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik
     dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan
     menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun
     lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil
     karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan
     portofolio, dan penilaian diri.
     Penilaian    merupakan     serangkaian     kegiatan    untuk
     memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang
     proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara
     sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi
     informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
     Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
     a. Penilaian diarahkan      untuk    mengukur      pencapaian
        kompetensi.
     b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan
        apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti
        proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi
        seseorang terhadap kelompoknya.
     c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang
        berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator
        ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan
        kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta
        untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik.
     d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.
        Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran
        berikutnya, pembelajaran remedi bagi peserta didik yang
        pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan,
        dan pembelajaran pengayaan bagi peserta didik yang telah
        memenuhi kriteria ketuntasan.
     e. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan
        pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran.
        Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan
        tugas observasi lapangan, maka evaluasi harus diberikan
        baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik


                                                              49
             wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi
             lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

     4.   Mengidentifikasi materi pembelajaran
          Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang
          pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar
          dengan mempertimbangkan:
          a. potensi peserta didik;
          b. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial,
             dan spiritual peserta didik ;
          c. kebermanfaatan bagi peserta didik;
          d. struktur keilmuan;
          e. aktualitas, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran;
          f. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan
             lingkungan, khususnya dunia kerja;
          g. alokasi waktu.
          Untuk program produktif penyusunan materi pembelajaran
          memperhatikan indikator (kriteria kinerja) dan lingkup
          variable/kondisi kinerja yang tertuang dalam SKK Kompetensi
          Keahlian bersangkutan.

     5.   Mengembangkan kegiatan pembelajaran
          Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan
          pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik
          melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan
          guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka
          pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran yang
          dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan
          pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta
          didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang
          perlu dikuasai peserta didik. Atau dengan kata lain, pada
          kegiatan pembelajaran akan tergambar bahwa peserta didik
          tidak hanya akan memperoleh pengalaman belajar tentang



50
substansi yang dipelajari tetapi juga tentang kompetensi
generik/kompetensi kunci/soft skill.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan
kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan
   bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar
   dapat melaksanakan proses pembelajaran secara
   profesional.
b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang
   harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk
   mencapai kompetensi dasar.
c. Kegiatan pembelajaran         berpusat pada peserta didik
   sebagai subjek/student center, sehingga guru lebih
   berperan sebagai fasilitator.
d. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai
   dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
e. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran
   minimal     mengandung     dua   unsur penciri  yang
   mencerminkan pengelolaan kegiatan pembelajaran siswa,
   yaitu kegiatan siswa dan materi.
f. Praktik Kerja Industri
   Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian yang
   tidak   terpisahkan     dari   pengembangan     kegiatan
   pembelajaran mata pelajaran kelompok program produktif.
   Kegiatan Prakerin dirancang dan dilaksanakan dengan
   mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
    1) Prakerin bertujuan untuk memberikan pengalaman
       kerja nyata bagi peserta didik dalam pembentukan
       kompetensi secara utuh dan lebih bermakna,
       terutama pembentukan sikap (etos) kerja sesuai
       dengan tuntutan kebutuhan di lapangan kerja.
    2) Waktu pelaksanaan Prakerin dialokasikan dari waktu
       yang tersedia pada mata pelajaran      Kompetensi
       Kejuruan, dengan ketentuan empat jam praktik di


                                                        51
                 industri setara dengan satu jam tatap muka yang
                 terstruktur dalam kurikulum.
             3) Kegiatan Prakerin sebagai bagian dari kegiatan
                pembelajaran, juga dimanfaatkan sebagai bagian dari
                penilaian hasil belajar (kompetensi) peserta didik.
             4) Ketersediaan sarana dan prasarana/sumber daya
                yang dimiliki sekolah untuk mendukung proses
                pencapaian kompetensi lulusan sesuai dengan
                standar kompetensi yang berlaku.
             5) Prakerin dapat dilaksanakan secara bertahap untuk
                setiap standar kompetensi dan atau di blok dalam
                satuan waktu tertentu, disesuaikan dengan kebutuhan
                dan karakteristik masing-masing Kompetensi Keahlian
                dan kondisi tempat Prakerin.

     6.   Menentukan alokasi waktu
          Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar
          didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu
          mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan
          jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat
          kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi
          waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan
          waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang
          dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

     7.   Menentukan sumber belajar
          Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan/atau alat/bahan
          yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Sumber belajar
          dapat berupa media cetak dan elektronik, nara sumber,
          lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
          Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar
          kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pembelajaran,
          kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.




52
D. Unit Waktu Silabus

    1.   Silabus mata pelajaran
         a. Disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang
            disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan
            pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
         b. Penyusunan silabus dilaksanakan bersama-sama oleh
            guru yang mengajarkan mata pelajaran yang sama pada
            tingkat satuan pendidikan untuk satu sekolah atau
            kelompok sekolah, dengan tetap memperhatikan
            karakteristik masing-masing sekolah.

    2.   Implementasi pembelajaran per semester
         a. Penggalan silabus kelompok program normatif dan adaptif
            sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
            serta alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.
         b. Penggalan silabus kelompok program produktif ditetapkan
            berdasarkan satuan kompetensi sesuai dengan prinsip
            pembelajaran tuntas (mastery learning).

E. Pengembangan Silabus Berkelanjutan
   Dalam implementasinya, silabus dijabarkan menjadi rencana
   pelaksanaan pembelajaran (RPP), dilaksanakan, dievaluasi, dan
   ditindaklanjuti oleh masing-masing guru.
   Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan
   dengan memperhatikan data evaluasi hasil belajar, evaluasi proses
   (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.

F. Komponen dan Format Silabus
   1.    Komponen Silabus
         a. Identitas
            Berisi identitas sekolah, Kompetensi Keahlian, standar
            kompetensi, mata pelajaran, kelas/semester, durasi
            pembelajaran, kode kompetensi (khusus untuk kompetensi
            kejuruan).


                                                                 53
     b. Standar kompetensi
        Standar kompetensi merupakan uraian fungsi dan tugas
        atau pekerjaan yang mendukung tercapainya kualifikasi
        peserta didik. Khusus kompetensi kejuruan mengacu
        kepada SKKD yang dikembangkanoleh Direktorat
        Pembinaan SMK atau standar kompetensi kerja lain yang
        berlaku di dunia kerja/industri terkait.
     c. Kode kompetensi
        Yang dimaksud dengan kode kompetensi asalah kode
        standar kompetensi yang merupakan identitas standar
        kompetensi. Bagi mata pelajaran yang belum memiliki kode
        standar kompetensi, SMK dapat mengembangkan model
        kodefikasi sendiri.
     d. Kompetensi dasar
        Kompetensi dasar merupakan sejumlah tugas/kemampuan
        untuk mendukung ketercapaian standar kompetensi dan
        merupakan aktivitas yang dapat diamati.
     e. Indikator
        Indikator merupakan pernyataan yang mengindikasikan
        ketercapaian kompetensi dasar yang dipersyaratkan, dapat
        diukur, dan durumuskan dalam kata kerja operasional.
     f. Materi pembelajaran
        Merupakan substansi pembelajaran utama yang berfungsi
        menunjang pencapaian kompetensi dasar, mencakup
        keseluruhan     ranah    kompetensi    (pengetahuan,
        keterampilan dan sikap).
        Materi pokok/materi pembelajaran dirumuskan mengacu
        pada indikator pencapaian kompetensi.
     g. Kegiatan pembelajaran
        Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan fisik dan atau
        mental yang dilakukan peserta didik dalam berinteraksi
        dengan sumber belajar untuk mencapai penguasaan
        kompetensi dasar sesuai dengan indikator.




54
   Kegiatan   pembelajaran     dirancang   secara  utuh
   (komprehensif), sistematis dan berpusat pada peserta
   didik.
   Kegiatan pembelajaran disusun dengan mengintegrasikan
   aspek kecakapan hidup/kompetensi kunci (untuk
   kompetensi kejuruan), keunggulan lokal dan global, serta
   lingkungan hidup.
h. Penilaian
   Penilaian merupakan proses membandingkan pencapaian
   hasil belajar peserta didik dengan indikator pencapaian
   kompetensi.
   Metode penilaian yang digunakan dalam bentuk tes dan
   non tes disesuaikan dengan karakteristik indikator
   pencapaian kompetensi dan kegiatan pembelajaran yang
   ditempuh dalam proses pembelajaran.
i. Alokasi waktu
   Alokasi waktu adalah estimasi jumlah jam pembelajaran
   yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar yang
   dirinci ke dalam jumlah jam pembelajaran untuk tatap muka
   (teori), praktik di sekolah, dan praktik di industri.
j. Sumber belajar
   Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang
   digunakan untuk kegiatan pembelajaran, dapat berupa
   media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan
   fisik, alam, sosial, dan budaya.
   Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar
   kompetensi dan kompetensi dasar serta materi
   pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator
   pencapaian kompetensi.




                                                        55
     2.   Format Silabus
          Format silabus dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan
          dalam bentuk narasi atau tabel yang berisi komponen:
          identitas, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator,
          materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian,
          alokasi waktu, dan sumber belajar.
          Urutan komponen di atas didasarkan atas konsep tentang
          Pengembangan Kompetensi Diklat Berbasis Kompetensi yang
          dikemukakan oleh Blank, William E. (1982). yang menyatakan
          bahwa indikator merupakan indikasi seseorang telah
          menguasai Kompetensi Dasar, sehingga urutannya terletak
          setelah Kompetensi Dasar. Namun demikian sekolah dapat
          menggunakan format yang dikeluarkan oleh BSNP, tetapi
          prinsip pengembangan silabus mengikuti alur pikir yang
          menyatakan bahwa indikator akan menentukan ruang lingkup
          materi dan penilaian, seperti terlihat pada bagan berikut.


             Standar             Kompetensi           Indikator
            Kompetensi             Dasar


                                                  Materi
                                               Pembelajaran

                                                 Penilaian




56
Contoh.          FORMAT SILABUS (Bentuk tabel)

Nama Sekolah          :
Mata Pelajaran        :
Kelas/Semester        :
Kompetensi Keahlian   :
Standar Kompetensi    :
Kode Kompetensi       :
Durasi Pembelajaran   :

                                                                         Alokasi Waktu
 Kompetensi                    Materi Pokok     Kegiatan
                  Indikator                                  Penilaian                   Sumber
   Dasar                       Pembelajaran   Pembelajaran               Tm*   Ps   Pi
                                                                                         Belajar




    *TM : Tatap Muka (teori)
    PS : Praktik di sekolah
    PI : Praktik di industri

                                                                                            57
Keterangan :

Nama sekolah          :   diisi dengan nama SMK.
Mata Pelajaran        :   diisi dengan mata pelajaran yang
                          tertuang pada struktur kurikulum.
Kelas/Semester        :   diisi dengan kelas dan semester
                          berapa mata pelajaran tersebut
                          diberikan.
Kompetensi Keahlian   :   diisi dengan nama kompetensi
                          keahlian (jurusan) sesuai dengan
                          keputusan Dirjen Mandikdasmen
                          No.251/C/KEP/MN/2008.
Standar Kompetensi    :   diisi dengan nama/judul kompetensi
                          yang akan diajarkan yang tertuang
                          pada silabus.
Kode Kompetensi       :   diisi dengan kode kompetensi,
                          untuk normatif dan adaptif dapat
                          menggunakan nomor urut mata
                          pelajaran     (1,2    dst;).  Untuk
                          komponen produktif menggunakan
                          kode kompetensi yang tertuang
                          pada deskripsi kompetensi keahlian
                          yang dikeluarkan oleh Direktorat
                          Pembinaan SMK.
Durasi Pembelajaran   :   diisi dengan jumlah jam belajar
                          yang telah dikonversikan dari tatap
                          muka, praktik di sekolah dan praktik
                          di industri dengan perbandingan
                          1:2:4.
Kompetensi Dasar      :   diisi dengan kompetensi dasar
                          sebagaimana tertulis pada silabus.
Indikator             :   diisi dengan penanda pencapaian
                          kompetensi         dasar     berupa
                          perubahan perilaku yang dapat
                          diukur yang mencakup sikap,
                          pengetahuan, dan keterampilan.
                          Untuk mata pelajaran program
                          produktif    dapat     menggunakan
                          kriteria unjuk kerja (KUK)/kinerja
                          yang terdapat pada SKK.
Materi Pokok          :   diisi dengan materi apa yang akan
                          diajarkan     agar    siswa   dapat
                          mencapai         indikator     yang

58
                            diharapkan. Materi yang disusun
                            mengacu pada indikator yang harus
                            dicapai, khusus untuk program
                            produktif dapat mengacu pada KUK
                            dan       batasan      variabel/lingkup
                            variabel/range of variabel.
Kegiatan Pembelajaran   :   diisi dengan strategi mengajar guru
                            yang      akan     diterapkan        agar
                            siswanya aktif dan dapat mencapai
                            indiaktor yang diharapkan, minimal
                            mengandung unsur kegiatan dan
                            materi.         Pengajaran        aspek
                            kecakapan hidup generik (misalnya
                            kerjasama, toleransi, berkomunikasi
                            dll) harus tergambar pada kegiatan
                            belajar.
Penilaian               :   diisi dengan metode penilaian yang
                            akan digunakan baik bentuk tes
                            maupun non tes disesuaikan
                            dengan karakteristik indikator antara
                            lain;    tes   tertulis,   tes     lisan,
                            pengamatan kinerja, produk dan
                            lain-lain; baik untuk pengetahuan,
                            keterampilan maupun sikap.
Alokasi Waktu           :   diisi dengan estimasi waktu yang
                            dibutuhkan untuk teori, praktik di
                            sekolah dan praktik di industri.
Sumber Belajar          :   rujukan, objek dan/atau bahan yang
                            digunakan         untuk        kegiatan
                            pembelajaran, dapat berupa media
                            cetak dan elektronik, narasumber,
                            serta lingkungan fisik, alam, sosial,
                            dan budaya.




                                                                59
     LAMPIRAN-LAMPIRAN




60
                                                      Lampiran 1a.
             STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
     Bidang Studi Keahlian: Seni , Kerajinan, dan Pariwisata
                                                               Durasi
NO.                        Komponen                            Waktu
                                                               (Jam)
A.      Mata Pelajaran

        1. Normatif
            1.1 Pendidikan Agama                                192
            1.2 Pendidikan Kewarganegaraan                      192
            1.3 Bahasa Indonesia                                192
            1.4 Pendidikan Jasmani Olahraga dan
                                                                192
                Kesehatan
            1.5 Seni Budaya                                     128
        2. Adaptif
            2.1   Matematika                                    330
            2.2   Bahasa Inggris                                440
            2.3   Ilmu Pengetahuan Alam                         192
            2.4   Ilmu Pengetahuan Sosial                       128
            2.5   KKPI                                          202
            2.6   Kewirausahaan                                 192
        3. Produktif
          3.1 Dasar Kompetensi Kejuruan
               a. …………….                                        140
               b. …………….
          3.2 Kompetensi Kejuruan
               a. ……………                                        1044
               b. ……………
        Muatan Lokal
B.             a. …………….                                        192
               b. ……………
C.      Pengembangan Diri                                      (192)
                                                               3948




                                                                  61
                                                      Lampiran 1b.
                STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
            Bidang Studi Keahlian: Bisnis dan Manajemen
                                                          Durasi
     NO                     Komponen                      Waktu
                                                          (Jam)
     A.    Mata Pelajaran
                 Normatif
              1. a.
                  b.
                 1.1 Pendidikan Agama                       192
                  c.
                 1.2 Pendidikan Kewarganegaraan             192
                  d.
                 1.3 Bahasa Indonesia                       192
                  e.
                 1.4 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
                                                            192
                       Kesehatan
                  f.
                 1.5 Seni Budaya                            128
                 Adaptif
              2. a.
                  g.
                 2.1 Matematika                             403
                  h.
                 2.2 Bahasa Inggris                         440
                  i.
                 2.3 Ilmu Pengetahuan Alam                  192
                  j.
                 2.4 Ilmu Pengetahuan Sosial                128
                  k.
                 2.5 KKPI                                   202
                  l.
                 2.6 Kewirausahaan                          192
                 Produktif
              3. a.
                  m.
                3.1 Dasar Kompetensi Kejuruan
                     a. …………….                              140
                     b. …………….
          3.2 3.3 Kompetensi Kejuruan
                     a. ……………                              1044
                     b. ……………
     B.    Muatan Lokal
                     b. …………….                              192
                     c. ……………
     C.    Pengembangan Diri                               (192)
                                                           4021




62
                                                Lampiran 1c.
         STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
     Bidang Studi Keahlian: Teknologi dan Rekayasa
                                                     Durasi
NO                    Komponen                       Waktu
                                                     (Jam)
A.   Mata Pelajaran
         1. Normatif
            1.1 Pendidikan Agama                      192
            1.2 Pendidikan Kewarganegaraan            192
            1.3 Bahasa Indonesia                      192
            1.4 Pendidikan Jasmani, Olahraga
                                                      192
                dan Kesehatan
            1.5 Seni Budaya                           128
         2. Adaptif
            2.1 Bahasa Inggris                        440
            2.2 Matematika                            516
            2.3 Ilmu Pengetahuan Alam                 192
            2.4 Fisika                                276
            2.5 Kimia                                 192
            2.6 Ilmu Pengetahuan Sosial               128
            2.7 KKPI                                  202
            2.8 Kewirausahaan                         192
         3. Produktif
        3.4 Dasar Kompetensi Kejuruan
             a. …………….                                140
             b. ……………
        3.5 Kompetensi Kejuruan
             a. …………………                              1044
             b. …………………
B.   Muatan Lokal
             a. …………….                                192
             b. ……………
C.   Pengembangan Diri                               (192)
                        Jumlah                       4602




                                                        63
                                                                Lampiran 1d.
                 STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
          Bidang Studi Keahlian: Agribisnis dan Agroteknologi
                                                                    Durasi
     NO                       Komponen                              Waktu
                                                                    (Jam)
     A.    Mata Pelajaran
              1. Normatif
                  1.1 Pendidikan Agama                               192
                  1.2 Pendidikan Kewarganegaraan                     192
                  1.3 Bahasa Indonesia                               192
                  1.4 Pendidikan Jasmani Olahraga
                                                                     192
                       dan Kesehatan
                  1.5 Seni Budaya                                    128
              2. Adaptif
                  2.1 Bahasa Inggris                                 440
                  2.2 Matematika                                     516
                  2.3 Ilmu Pengetahuan Alam                          192
                  2.4 Fisika                                         192
                  2.5 Kimia                                          192
                  2.6 Biologi                                        192
                  2.7 Ilmu Pengetahuan Sosial                        128
                  2.8 KKPI                                           202
                  2.9 Kewirausahaan                                  192
              3. Produktif
                 3.1 Dasar Kompetensi Kejuruan
                      a. ……………………..                                  140
                      b. ……………………..
                 3.2 Kompetensi Kejuruan
                      a. ……………………..                                 1044
                      b. ……………………..
     B.    Muatan Lokal
                     a. .....................................        192
                     b. .....................................
     C.    Pengembangan Diri                                        (192)
                                 Jumah                              4710




64
                                              Lampiran 1e.
         STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
           Bidang Studi Keahlian: Kesehatan
                                               Durasi Waktu
No                    Komponen
                                                  (Jam)
A.   Mata Pelajaran
        1. Normatif
           1.1 Pendidikan Agama                     192
           1.2 Pendidikan Kewarganegaraan           192
           1.3 Bahasa Indonesia                     192
           1.4 Pendidikan Jasmani Olahraga
                                                    192
                dan Kesehatan
           1.5 Seni Budaya                          128
        2. Adaptif
           2.1 Bahasa Inggris                       440
           2.2 Matematika                           516
           2.3 Ilmu Pengetahuan Alam                192
           2.4 Kimia                                192
           2.5 Biologi                              192
           2.6 Ilmu Pengetahuan Sosial              128
           2.7 KKPI                                 202
           2.8 Kewirausahaan                        192
        3. Produktif
           3.1 Dasar Kompetensi Kejuruan
               a. ………………………….                       140
               b. ………………………….
           3.2 Kompetensi Kejuruan
                                                   1044
               a. ………………………….
               b. ………………………….
B.   Muatan Lokal
              a. ………………………….                        192
              b. ………………………….
C.   Pengembangan Diri                             (192)
                       Jumlah                      4518




                                                      65
66
                                                           Lampiran 2.
                           CONTOH KTSP
                            KURIKULUM
                      SMK ABDI LUHUR JAKARTA
                   KOMPETENSI KEAHLIAN: JASA BOGA

I.     Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan
       Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan
       kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
       keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih
       lanjut sesuai dengan kejuruannya.

II.    Visi dan Misi SMK Abdi Luhur Jakarta
       Visi
       Menjadikan SMK Abdi Luhur Jakarta sebagai lembaga pendidikan
       unggulan di bidang pariwisata yang berstandar internasional.
       Misi
       a.     Bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
       b.     Berbudi pekerti luhur;
       c.     Terampil, mandiri dan memiliki daya suai;
       d.     Memberikan pelayanan prima;
       e.     Memiliki wawasan luas.

III.   Tujuan SMK Abdi Luhur Jakarta
       1. Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif,
          mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada
          di DU/DI sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai
          dengan Kompetensi Keahlian pilihannya.
       2. Membekali peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan
          gigih dalam berkompetisi, beradaptasi di lingkungan kerja dan
          mengembangkan sikap profesional dalam Kompetensi Keahlian
          yang diminatinya.
       3. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
          dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari
          baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang
          lebih tinggi.




                                                                   67
IV. Tujuan Kompetensi Keahlian Jasa Boga
     Tujuan Kompetensi Keahlian Jasa Boga membekali peserta didik
     dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten
     dalam:
     1. mengolah dan menyajikan makanan kontinental yang terdiri dari
        makanan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup;
     2. mengolah dan menyajikan makanan Indonesia yang terdiri dari
        makanan pembuka, makanan pokok, lauk pauk, dan makanan
        penutup;
     3. melayani makan dan minum baik di restoran maupun di kamar
        tamu, serta menata meja makan dan meja prasmanan;
     4. mengolah dan menyajikan aneka minuman non-alkohol;
     5. mengorganisasikan operasi pelayanan makan dan minum di
        restoran.

V.   Standar Kompetensi
     A. Standar Kompetensi Lulusan SMK
         1.   Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut
              sesuai dengan perkembangan remaja;
         2.   Mengembangkan   diri  secara  optimal dengan
              memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki
              kekurangannya;
         3.   Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab
              atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya;
         4.   Berpartisipasi dalam menegakkan aturan-aturan sosial
         5.   Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
              golongan sosial ekonomi dalam lingkup global;
         6.   Membangun        dan menerapkan informasi dan
              pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif;
         7.   Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan
              inovatif dalam pengambilan keputusan;
         8.   Menunjukkan kemampuan           budaya    belajar   untuk
              pemberdayaan diri;




68
9.   Menunjukkan sikap kompetitif        dan    sportif    untuk
     mendapatkan hasil yang terbaik;
10. Menunjukkan   kemampuan             menganalisis        dan
    memecahkan masalah kompleks;
11. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan
    sosial;
12. Memanfaatkan lingkungan         secara     produktif    dan
    bertanggungjawab;
13. Berpartisipasi dalam    kehidupan     bermasyarakat,
    berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam
    wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya;
15. Mengapresiasi karya seni dan budaya;
16. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun
    kelompok;
17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran
    jasmani, serta kebersihan lingkungan;
18. Berkomunikasi lisan dna tulisan secara efektif dan santun;
19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam
    pergaulan di masyarakat;
20. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati
    terhadap orang lain;
21. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah
    secara sistematis dan estesis;
22. Menunjukkan     keterampilan menyimak,  membaca,
    menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan
    bahasa Inggris;
23. Menguasai Kompetensi Keahlian dan kewirausahaan baik
    untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk
    mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya.




                                                            69
     B. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran SMK
         1.   Pendidikan Agama Islam
              a. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan
                 fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta
                 pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
              b. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha
                 dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan
                 Asmaul Husna;
              c. Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan
                 raja’ dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof,
                 tabdzir dan fitnah;
              d. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi
                 serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum
                 keluarga dalam Islam;
              e. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode
                 Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan
                 Islam di Indonsia dan di dunia.
         2.   Pendidikan Agama Kristen
              a. Mewujudkan nilai-nilai kristiani dalam pergaulan antar
                 pribadi dan kehidupan sosial;
              b. Merespon berbagai bentuk kehidupan modern,
                 perkembangan budaya dan ilmu pengetahuan dan
                 teknologi, dengan mengacu pada ajaran Kristen;
              c. Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam
                 kehidupan gereja, masyarakat dan bangsa;
              d. Menyampaikan berita damai dan menjadi pembawa
                 damai sejahtera.
         3.   Pendidikan Agama Katolik
              a. Peserta didik dapat menguraikan pemahaman tentang
                 pribadinya sebagai pria dan wanita serta sebagai Citra
                 Allah yang memiliki akal budi untuk berpikir kritis serta
                 memiliki suara hati dan kehendak yang bebas untuk
                 bertindak secara bertanggung jawab;
              b. Peserta didik menguraikan pemahaman tentang
                 pribadi Yesus Kristus yang diwartakan oleh Kitab Suci


70
        dan diajarkan oleh Gereja dan bagaimana upaya nyata
        meneladani dalam hidup sehari-hari;
     c. Peserta didik dapat menguraikan pemahaman makna
        Gereja, fungsi dan sifat-sifatnya serta hubungannya
        dengan dunia dan bagaimana menghayati dalam
        hidup bergereja;
     d. Peserta didik menguraikan fungsi Gereja yaitu
        melanjutkan perutusan Yesus untuk mewartakan
        Kerajaan Allah dan melibatkan diri dalam perutusan itu
        untuk memperjuangkan martabat dan hak asasi
        manusia dengan menegakkan nilai-nilai Kerajaan
        Allah, antara lain: keadilan, kejujuran dan keutuhan
        lingkungan hidup.
4.   Pendidikan Agama Hindu
     a. Memahami Atman sebagai sumber hidup, Hukum
        Karma dan Punarbhawa, dan ajaran Moksa sebagai
        tujuan tertinggi;
     b. Memahami sifat-sifat Tri Guna dan Dasa Mala, ajaran
        Tat Twam Asi, Catur Warna, Catur Asrama, dan Catur
        Purusartha;
     c. Memahami tata cara persembahyangan, pelaksanaan
        Yadnya dalam kehidupan, dan perkawinan menurut
        Hindu (Wiwaha);
     d. Memahami pokok-pokok ajaran Weda (Weda Sruti dan
        Smerti) sebagai sumber hukum Hindu;
     e. Memahami struktur, hakikat dan pelestarian kesucian
        tempat suci;
     f. Memahami perhitungan hari-hari suci menurut Hindu;
     g. Memahami kepemimpinan menurut Niti Sastra dan
        hakekatnya;
     h. Memahami proses penciptaan dan pralaya alam
        semesta;
     i. Memahami nilai-nilai budaya Dharma Gita, seni
        keagamaan Hindu dan sejarah perkembangan agama
        Hindu di India dan negara lainnya.



                                                         71
     5.   Pendidikan Agama Buddha
          a. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna
             dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam
             moralitas   (sila),   meditasi (samadhi),   dan
             kebijaksanaan (panna);
          b. Memiliki kemampuan untuk memahami dan meyakini
             hukum alam;
          c. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti
             artinya;
          d. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai
             dengan tuntunan masing-masing aliran;
          e. Meneladani sifat, sikap dan kepribadian Buddha,
             Bodhisattva, dan para siswa utama Buddha;
          f. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis, kritis, dan
             kreatif untuk memecahkan masalah;
          g. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama;
          h. Memahami peran agama dalam kehidupan sehari-hari;
          i. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk
             melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
     6.   PKN
          a. Memahami hakekat bangsa dan Negara Kesatuan
             Republik Indonesia;
          b. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hukum,
             peradilan nasional, dan tindakan anti korupsi;
          c. Menganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam
             pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik
             di Indonesia maupun di luar negeri;
          d. Menganalisis peran dan hak warganegara dan sistem
             pemerintahan NKRI;
          e. Menganalisis budaya politik demokrasi, konstitusi ,
             kedaulatan negara, keterbukaan dan keadilan di
             Indonesia;
          f. Mengevaluasi hubungan internasional dan sistem
             hukum internasional;


72
     g. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat
        madani sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang
        Dasar 1945;
     h. Menganalisis peran Indonesia dalam politik dan
        hubungan internasional, regional, dan kerja sama
        global lainnya;
     i. Menganalisis sistem hukum internasional, timbulnya
        konflik internasional, dan mahkamah internasional.
7.   Bahasa Inggris
     Level Novice
     a. Mendengarkan
       Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal
       dan transaksional, secara formal maupun informal,
       dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah
       yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari;
     b. Berbicara
       Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana
       interpersonal dan transaksional, secara formal maupun
       informal, dalam bentuk menyampaikan permintaan
       dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-
       hari;
     c. Membaca
       Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal
       dan transaksional, secara formal maupun informal,
       dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang
       berkaitan dengan kehidupan sehari-hari;
     d. Menulis
       Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana
       interpersonal dan transaksional, secara formal maupun
       informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis
       permintaan dan perintah yang berkaitan dengan
       kehidupan sehari-hari;




                                                        73
     Level Elementary
     a. Mendengarkan
       Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal
       dan transaksional, secara formal maupun informal,
       dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah
       yang berkaitan dengan pekerjaan;
     b. Berbicara
       Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana
       interpersonal dan transaksional, secara formal maupun
       informal, dalam bentuk menyampaikan permintaan
       dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan;
     c. Membaca
       Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal
       dan transaksional, secara formal maupun informal,
       dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang
       berkaitan dengan pekerjaan;
     d. Menulis
       Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana
       interpersonal dan transaksional, secara formal maupun
       informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis
       permintaan dan perintah yang berkaitan dengan
       pekerjaan.
      Level Intermediate
     a. Mendengarkan
       Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal
       dan transaksional, secara formal maupun informal,
       dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah
       yang berkaitan dengan keprofesian;
     b. Berbicara
       Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana
       interpersonal dan transaksional, secara formal maupun
       informal, dalam bentuk menyampaikan permintaan
       dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian;




74
     c. Membaca
          Memahami makna dalam wacana tulis interpersonal
          dan transaksional, secara formal maupun informal,
          dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang
          berkaitan dengan keprofesian;
     d. Menulis
          Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana
          interpersonal dan transaksional, secara formal maupun
          informal, dalam bentuk menyampaikan secara tertulis
          permintaan dan perintah yang berkaitan dengan
          keprofesian.
8.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
     a.     Mempraktekkan keterampilan permainan            dan
            olahraga dengan menggunakan peraturan;
     b.     Mempraktekkan rangkaian senam lantai dan irama
            serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya;
     c.     Mempraktekkan pengembangan mekanik sikap
            tubuh, kebugaran jasnani serta aktivitas lainnya;
     d.     Mempraktekkan gerak ritmik yang meliputi senam
            pagi, senam aerobik, dan aktivitas lainnya;
     e.     Mempraktekkan kegiatan dalam air seperti renang,
            permainan di air dan keselamatan di air;
     f.     Mempraktekkan kegiatan-kegiatn di luar kelas
            seperti melakukan perkemahan, penjelajahan alam
            sekitar, mendaki gunung, dan lain-lain;
     g.     Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan
            sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan
            yang sehat, mengenal berbagai penyakit dan cara
            mencegahnya serta menghindari narkoba dan HIV.




                                                           75
     9.   Bahasa Indonesia
          Tingkat Semenjana
          a. Mendengarkan
            Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian
            dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan
            kehidupan sehari-hari
          b. Berbicara
            Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan
            pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi yang
            berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
          c. Membaca
            Menggunakan berbagai jenis membaca untuk
            memahami wacana tulis berupa teks, grafik, dan tabel
            yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
          d. Menulis
            Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk
            mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian
            informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang
            berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
          Tingkat Madia
          a. Mendengarkan
            Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian
            dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan
            pekerjaan
          b. Berbicara
            Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan
            pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi yang
            berkaitan dengan pekerjaan
          c. Membaca
            Menggunakan berbagai jenis membaca untuk
            memahami wacana tulis berupa teks, grafik, dan tabel
            yang berkaitan dengan pekerjaan




76
       d. Menulis
         Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk
         mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian
         informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang
         berkaitan dengan pekerjaan.

       Tingkat Unggul
       a. Mendengarkan
         Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian
         dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan
         kegiatan ilmiah sederhana
       b. Berbicara
         Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan
         pikiran, perasaan, dan penyampaian informasi yang
         berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana
       c. Membaca
         Menggunakan berbagai jenis membaca untuk
         memahami wacana tulis berupa teks, grafik, dan tabel
         yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana
       d. Menulis
         Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk
         mengungkapkan pikiran, perasaan, dan penyampaian
         informasi dalam bentuk teks, grafik, dan tabel yang
         berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana

10. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Dasar
    Kompetensi Jasa Boga
  a.     Melaksanakan Prosedue Hygiena, Sanitasi dan
         Keselamatan Kerja
          Melaksanakan prosedur hygiene di tempat kerja
          Membersihkan lokasi, area kerja dan peralatan
          Memberikan pertolongan pertama
   b. Menyiapkan Bahan Makanan dan Bumbu (mise en
      place)
       Mengorganisir dan menyiapkan makanan
       Menyiapkan dan membuat bumbu


                                                         77
        c.   Mengolah dan Menyajikan Makanan
              Menggunakan metode dasar memasak
              Menyajikan makanan

     11. Standar  Kompetensi     Lulusan          Mata       Pelajaran
         Kompetensi Kejuruan Jasa Boga
        a.   Mengolah dan Menyajikan Makanan Kontinental
             1) Menyiapkan stock dan saus
             2) Menyiapkan sup
             3) Meyipakan appetizer dan salad
             4) Menyiapkan sandwich
             5) Menyiapkan hidangan yang terbuat dari sayuran,
               telur, dan makanan yang terbuat dari tepung terigu
             6) Menyiapkan dan memasak unggas dan binatang
               buruan
             7) Menyiapkan dan memasak seafood
             8) Mengidentifikasi dan menyiapkan daging
             9) Menyiapkan dessert yang disajikan panas dan dingin
        b.   Mengolah dan Menyajikan Makanan Indonesia
             1) Menyiapkan dan membuat salad (gado-gado, urap
                dan rujak)
             2) Menyiapkan dan membuat kaldu dan sup (soto)
             3) Menyiapkan dan membuat hidangan nasi dan mie
             4) Menyiapkan   dan   membuat      sate/jenis   makanan
                panggang
        c.   Menyiapkan Layanan Makan dan Minum
             1) Menyiapkan layanan makanan dan minuman
             2) Menyediakan room service
             3) Menyiapkan dan menghidangkan minuman non
                alkohol
             4) Menyediakan penghubung antara dapur dan area
                pelayanan


78
           d. Merencanakan Menú Sehat
                1) Merencanakan hidangan harian untuk meningkatkan
                   kesehatan


           e.   Mengelola Usaha Jasa Boga
                1) Menerima dan menyimpan persedian makanan
                2) Merencanakan dan menyiapkan makanan untuk
                   buffet
                3) Memilih sistem jasa boga
                4) Memilih, menyiapkan, dan menghidangkan jenis
                   makanan khusus
                5) Mengorganisir operasi makanan dalam jumlah besar
                6) Mengoprasikan outlet makanan cepat saji
                7) Merencanakan    dan        mengontrol   jasa   boga
                   berdasarkan menu

Diagram Pencapaian Kompetensi

Diagram pada halaman berikut ini menunjukkan tahapan atau tata
urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik
dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit-multi
entry yang dapat diterapkan dengan menperhatikan tata urutan/tahapan
logis pemebelajaran kompetensi :




                                                                  79
                                  ITHHGH          ITHHBKT           ITHHGH         ITHHBK          ITHHBC     ITHHBK
                                   S01AIS          A04AIS            S03AIS        TA01AIS         MC01AI     TA02AIS
                                                                                                      S



     ITHHINA             ITHHBC             ITHHINA
       02AIS             MC04AI               07AIS
                            S                                                                                     ITHHBF
                                                                                                                  BS03AIS

     ITHHIN         ITHHBC          ITHHINA           ITHHBM
      A04AI         MC05AI            05AIS            C02AIS
        S              S
                                                                                                                  ITHHBF
                                                                                                                  BS12AIS


ITHHBC         ITHHBC    ITHHBC       ITHHBC          ITHHINA      ITHHINA         ITHHBC
M03AIS         MC06AI    MC07AI       MC08AI            08AIS        10AIS         MC09AI
                  S                                                                                         ITHHBF      ITHHBF
                            S            S                                            S                     BS08AIS     BS10AIS




                                                                                             ITHHAC
                                                                                             AT01AIS

                         ITHHBK             ITHHAC              ITHHBC
                         TA03AIS            AT03AIS             MC15AI
                                                                   S



               ITHHAPS            ITHHBCA             ITHHBCM            ITHHBCM
                F01AIS             T04AIS              C16AIS             C12AIS




80
Keterangan
   ITHHGHS01AIS    Melaksanakan prosedur hygiene di tempat kerja
   ITHHBKTA04AIS   Membersihkan lokasi.area kerja dan peralatan
   ITHHGHS03AIS    Memberikan pertolongan pertama
   ITHHBKTA01AIS   Mengorganisir dan menyiapkan makanan
   ITHHBKTA02AIS   Menyajikan makanan
   ITHHBCMC01AIS   Menggunakan metode dasar memasak
   ITHHBCMC04AIS   Menyiapkan stock dan saus
   ITHHBCMC05AIS   Menyiapkan sup
   ITHHBFBS03AIS   Menyediakan layanan makanan dan minuman
   ITHHBCMC02AIS   Menyiapkan appetizer dan salad
   ITHHINA02AIS    Menyiapkan dan membuat bumbu
   ITHHINA04AIS    Menyiapkan dan membuat salad (gado-gado, urap dan rujak)
   ITHHINA05AIS    Menyiapkan dan membuat kaldu dan sup (soto)
   ITHHINA07AIS    Menyiapkan dan membuat hidangan nasi dan mie
   ITHHBCMC03AIS   Menyiapkan sandwich
   ITHHBCMC06AIS   Menyiapkan hidangan yang terbuat sayuran, telur, dan makanan yang terbuat dari
                   tepung terigu
  ITHHBCMC07AIS    Menyiapkan dan memasak unggas dan binatang buruan
  ITHHBCMC08AIS    Menyiapkan dan memasak seafood
  ITHHACAT01AIS    Merencanakan hidangan harian untuk meningkatkan kesehatan
  ITHHBFBS08AIS    Menyediakan room service
  ITHHBFBS10AIS    Menyiapkan dan menghidangkan minuman non-alkohol
  ITHHINA08AIS     Menyiapkan dan membuat sate/ jenis makanan panggang

                                                                                              81
     ITHHBKTA03AIS   Menerima dan menyimpan persediaan makanan
     ITHHBCMC09AIS   Mengidentifikasi dan menyiapkan daging
     ITHHBCMC10AIS   Menyiapkan dessert yang disajikan panas dan dingin
     ITHHBCMC12AIS   Merencanakan dan menyiapkan makanan untuk buffet
     ITHHACAT03AIS   Memilih system Jasa Boga
     ITHHAPSF01AIS   Memilih, menyiapkan dan menghidangkan jenis makanan khusus
     ITHHBCMC16AIS   Mengorganisir operasi makanan dalam jumlah besar
     ITHHBCAT04AIS   Mengoperasikan outlet makanan cepat saji
     ITHHBCMC15AIS   Merencanakan dan mengontrol jasa boga berdasarkan menu
     ITHHBFBS12AIS   Menyediakan penghubung antara dapur dan area pelayanan




82
     C. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
         2.   Pendidkan Agama Islam

      Standar Kompetensi               Kompetensi Dasar

Al Qur’an

1.    Memahami ayat-ayat Al-   1.1    Membaca QS Al Baqarah: 30,
      Qur’an tentang manusia          Al-Mukminum: 12-14, Az-
      dan tugasnya sebagai            Zariyat: 56 dan Al-Hajj: 5
      khalifah di bumi
                               1.2    Menyebutkan arti QS Al
                                      Baqarah: 30, Al-Mukminum:
                                      12-14, Az-Zariyat: 56 dan Al-
                                      Hajj: 5
                               1.3    Menampilkan perilaku sebagai
                                      khalifah di bumi seperti
                                      terkandung dalam QS Al
                                      Baqarah: 30, Al-Mukminum:
                                      12-14, Az-Zariyat: 56 dan Al-
                                      Hajj: 5


2.    Memahami ayat-ayat Al-   2.1    Membaca QS Al An’am: 162-
      Qur’an tentang                  163 dan Al-Bayyinah: 5
      keikhlasan dalam
                               2.2    Menyebutkan arti QS Al
      beribadah
                                      An’am: 162-163 dan Al-
                                      Bayyinah: 5
                               2.3    Menampilkan perilaku ikhlas
                                      dalam beribadah seperti
                                      terkandung dalam QS Al
                                      An’am: 162-163 dan Al-
                                      Bayyinah: 5




                                                                83
      Standar Kompetensi               Kompetensi Dasar

Aqidah

 3.   Meningkatkan keimanan    3. 1   Menyebutkan 10 sifat Allah
      kepada Allah melalui            dalam Al-Asma al-Husna
      pemahaman sifat-
                               3. 2   Menjelaskan arti 10 sifat Allah
      sifatNya dalam Al Asma
                                      dalam Al-Asma al-Husna
                               3. 3   Menampilkan perilaku yang
                                      mencerminkan keimanan
                                      terhadap 10 sifat Allah dalam
                                      Al-Asma al-Husna



Akhlak

 4.   Membiasakan perilaku     4. 1   Menyebutkan pengertian
      terpuji                         perilaku husnudhan
                               4. 2   Menyebutkan contoh-contoh
                                      perilaku husnudhan terhadap
                                      Allah, diri sendiri dan sesama
                                      manusia
                               4. 3   Membiasakan perilaku
                                      husnudhan dalam kehidupan
                                      sehari-hari




84
     Standar Kompetensi                   Kompetensi Dasar

Fiqih

5.    Memahami sumber             5. 1   Menyebutkan pengertian,
     hukum Islam, hukum                  kedudukan dan fungsi Al
     taklifi, dan hikmah ibadah          Qur’an, Al Hadits, dan Ijtihad
                                         sebagai sumber hukum Islam
                                  5. 2   Menjelaskan pengertian,
                                         kedudukan, dan fungsi hukum
                                         taklifi dalam hukum Islam
                                  5. 3   Menjelaskan pengertian dan
                                         hikmah ibadah
                                  5. 4   Menerapkan hukum taklifi
                                         dalam kehidupan sehari-hari

Tarikh dan Peradaban Islam

6.   Memahami keteladanan         6.1    Menceritakan sejarah dakwah
     Rasulullah dalam                    Rasulullah SAW periode
     membina umat periode                Mekkah
     Makkah
                                  6.2    Mendeskripsikan substansi
                                         dan strategi dakwah
                                         Rasulullah SAW periode
                                         Makkah

Al Qur’an

7.   Memahami ayat-ayat Al-       7. 1   Membaca QS Ali Imran: 159
     Qur’an tentang                      dan QS Asy Syura: 38
     demokrasi
                                  7. 2   Menyebutkan arti QS Ali
                                         Imran: dan QS Asy Syura: 38
                                  7. 3   Menampilkan perilaku hidup
                                         demokratis seperti terkandung
                                         dalam QS Ali Imran: dan QS
                                         Asy Syura: 38 dalam
                                         kehidupan sehari-hari




                                                                   85
      Standar Kompetensi              Kompetensi Dasar

Aqidah

 8.   Meningkatkan keimanan   8. 1   Menjelaskan tanda-tanda
      kepada Malaikat                beriman kepada Malaikat
                              8. 2   Menampilkan contoh-contoh
                                     perilaku beriman kepada
                                     Malaikat
                              8. 3   Menampilkan perilaku sebagai
                                     cerminan beriman kepada
                                     Malaikat dalam kehidupan
                                     sehari-hari


Akhlak
 9.   Membiasakan perilaku    9.1 Menjelaskan pengertian adab
      terpuji                     dalam berpakaian, berhias,
                                  bertamu, menerima tamu, dan
                                  bepergian
                              9.2 Menampilkan contoh-contoh
                                  adab dalam berpakaian,
                                  berhias, bertamu, menerima
                                  tamu, dan bepergian
                              9.3 Mempraktikkan adab dalam
                                  berpakaian, berhias, bertamu,
                                  menerima tamu, dan bepergian
                                  dalam kehidupan sehari-hari


 10. Menghindari perilaku     10.1 Menjelaskan pengertian hasud,
     tercela                       riya dan aniaya
                              10.2 Menyebutkan contoh perilaku
                                    hasud, riya, dan aniaya
                              10.3 Menghindari perilaku hasud,
                                   riya dan aniaya dalam
                                   kehidupan sehari-hari




86
Fiqih
11. Memahami hukum Islam         11. 1 Menjelaskan perundang-
    tentang infak, zakat, haji         undangan tentang
    dan wakaf                          pengelolaan infak, zakat, haji
                                       dan wakaf
                                 11. 2 Menyebutkan contoh-contoh
                                       pengelolaan infak, zakat, haji
                                       dan wakaf
                                 11. 3 Membiasakan berinfak

Tarikh dan Peradaban Islam

12. Memahami keteladanan         12. 1 Menceritakan sejarah dakwah
    Rasulullah SAW dalam               Rasulullah periode Madinah
    membina umat periode
                                 12. 2 Mendeskripsikan substansi
    Madinah
                                       dan strategi dakwah
                                       Rasulullah SAW periode
                                       Madinah

Al Qur’an

13. Memahami ayat-ayat Al-       13. 1 Membaca QS Al Baqarah: 148
    Qur’an tentang kompetisi           dan QS Al-Fatir: 32
    dalam kebaikan
                                 13. 2 Menjelaskan arti QS Al
                                       Baqarah: 148 dan QS Al-Fatir:
                                       32
                                 13. 3 Menampilkan perilaku
                                       berkompetisi dalam kebaikan
                                       seperi terkandung dalam QS
                                       Al Baqarah: 148 dan QS Al-
                                       Fatir: 32




                                                                  87
     Standar Kompetensi                 Kompetensi Dasar

 14. Memahami ayat-ayat Al-     14. 1 Membaca QS Al Isra: 26–27
     Qur’an tentang perintah          dan QS Al-Baqarah: 177
     menyantuni kaum dhuafa
                                14. 2 Menjelaskan arti QS Al-Isra:
                                      26-27 dan QS Al Baqarah:
                                      177
                                14. 3 Menampilkan perilaku
                                      menyantuni kaum du’afa
                                      seperti terkandung dalam QS
                                      Al-Isra: 26-27 dan QS Al
                                      Baqarah: 177

Aqidah

 15. Meningkatkan keimanan      15. 1 Menjelaskan tanda-tanda
     kepada Rasul-rasul Allah         beriman kepada Rasul-rasul
                                      Allah
                                15. 2 Menunjukkan contoh-contoh
                                      perilaku beriman kepada
                                      Rasul-rasul Allah
                                15. 3 Menampilkan perilaku yang
                                      mencerminkan keimanan
                                      kepada Rasul-rasul Allah
                                      dalam kehidupan sehari-hari

Akhlak

 16. Membiasakan berperilaku    16. 1 Menjelaskan pengertian
     terpuji                          taubat dan raja`
                                16. 2 Menampilkan contoh-contoh
                                      perilaku taubat dan raja`
                                16. 3 Membiasakan perilaku
                                      bertaubat dan raja` dalam
                                      kehidupan sehari hari




88
Fiqih
17. Memahami hukum Islam      17. 1 Menjelaskan asas-asas
    tentang muamalah                transaksi ekonomi dalam
                                    Islam
                              17. 2 Memberikan contoh transaksi
                                    ekonomi dalam Islam
                              17. 3 Menerapkan transaksi
                                    ekonomi Islam dalam
                                    kehidupan sehari-hari



Tarikh dan Peradaban Islam

18. Memahami                  18. 1 Menjelaskan perkembangan
    perkembangan Islam              Islam pada abad
    pada abad pertengahan           pertengahan
                              18. 2 Menyebutkan contoh peristiwa
                                    perkembangan Islam pada
                                    abad pertengahan


Al Qur’an

19. Memahami ayat-ayat Al     19. 1 Membaca QS Ar Rum: 41- 42,
    Qur’an tentang perintah         QS Al-A’raf: 56-58, dan QS
    menjaga kelestarian             Ash Shad: 27
    lingkungan hidup
                              19. 2 Menjelaskan arti QS Ar Rum:
                                    41- 42, QS Al-A’raf: 56-58,
                                    dan QS Ash Shad: 27
                              19. 3 Membiasakan perilaku
                                    menjaga kelestarian
                                    lingkungan hidup seperti
                                    terkandung dalam QS Ar
                                    Rum: 41- 42, QS Al-A’raf: 56-
                                    58, dan QS Ash Shad: 27

Aqidah



                                                              89
      Standar Kompetensi                 Kompetensi Dasar

 20. Meningkatkan keimanan      20. 1 Menampilkan perilaku yang
     kepada Kitab-kitab Allah         mencerminkan keimanan
                                      terhadap Kitab-kitab Allah
                                20. 2 Menerapkan hikmah beriman
                                      kepada Kitab-kitab Allah



 Akhlak

 21. Membiasakan perilaku       21. 1 Menjelaskan pengertian dan
     terpuji                          maksud menghargai karya
                                      orang lain
                                21. 2 Menampilkan contoh perilaku
                                      menghargai karya orang lain
                                21. 3 Membiasakan perilaku
                                      menghargai karya orang lain
                                      dalam kehidupan sehari-hari

22.   Menghindari perilaku      22. 1   Menjelaskan pengertian dosa
      tercela                           besar
                                22. 2   Menyebutkan contoh
                                        perbuatan dosa besar
                                22. 3   Menghindari perbuatan dosa
                                        besar dalam kehidupan
                                        sehari-hari

 Fiqih

 23. Memahami ketentuan         23. 1 Menjelaskan tatacara
     hukum Islam tentang              pengurusan jenazah
     pengurusan jenazah
                                23. 2 Memperagakan tatacara
                                      pengurusan jenazah




90
    Standar Kompetensi               Kompetensi Dasar

24. Memahami khutbah,        24. 1 Menjelaskan pengertian
    tabligh, dan dakwah            khutbah, tabligh, dan dakwah
                             24. 2 Menjelaskan tatacara
                                   khutbah, tabligh, dan dakwah
                             24. 3 Memperagakan khutbah,
                                   tabligh, dan dakwah



Tarikh dan Peradaban Islam

25. Memahami                 25. 1 Menjelaskan perkembangan
    perkembangan Islam             Islam pada masa modern
    pada masa modern
                             25. 2 Menunjukkan contoh peristiwa
                                   perkembangan Islam masa
                                   modern




Al Qur’an

26. Memahami ayat–ayat Al-   26. 1 Membaca QS Al-Kafiruun, QS
    Qur’an tentang anjuran         Yunus: 40-41, dan QS Al-
    bertoleransi                   Kahfi: 29
                             26. 2 Menjelaskan arti QS Al-
                                   Kafiruun, QS Yunus: 40-41,
                                   dan QS Al-Kahfi: 29
                             26. 3 Membiasakan perilaku
                                   bertoleransi seperti
                                   terkandung dalam QS Al-
                                   Kafiruun, QS Yunus: 40-41,
                                   dan QS Al-Kahfi: 29




                                                           91
     Standar Kompetensi                  Kompetensi Dasar

 27. Memahami ayat-ayat Al-      27. 1 Membaca QS Al-Mujadalah:
     Qur’an tentang etos kerja         11 dan QS Al-Jumuah: 9-10
                                 27. 2 Menjelaskan arti QS Al-
                                       Mujadalah: 11 dan QS Al-
                                       Jumuah: 9-10
                                 27. 3 Mebiasakan beretos kerja
                                       seperti terkandung dalam QS
                                       Al-Mujadalah: 11, dan QS Al-
                                       Jumuah: 9-10

Aqidah

 28. Meningkatkan keimanan       28. 1 Menampilkan perilaku yang
     kepada Hari Akhir                 mencerminkan keimanan
                                       terhadap Hari Akhir
                                 28. 2 Menerapkan hikmah beriman
                                       kepada Hari Akhir


Akhlak

 29. Membiasakan perilaku        29. 1 Menjelaskan pengertian adil,
     terpuji                           ridla, dan amal shaleh
                                 29. 2 Menampilkan contoh perilaku
                                       adil, ridla, dan amal shaleh
                                 29. 3 Membiasakan perilaku adil,
                                       ridla, dan amal shaleh dalam
                                       kehidupan sehari-hari




92
    Standar Kompetensi              Kompetensi Dasar

Fiqih

30. Memahami hukum Islam     30. 1 Menjelaskan ketentuan hukum
    tentang hukum keluarga         perkawinan dalam Islam
                             30. 2 Menjelaskan hikmah
                                   perkawinan
                             30. 3 Menjelaskan ketentuan
                                   perkawinan menurut
                                   perundang-undangan di
                                   Indonesia

Tarikh dan Peradaban Islam
31. Memahami                 31. 1 Menjelaskan perkembangan
    perkembangan Islam di          Islam di Indonesia
    Indonesia
                             31. 2 Menampilkan contoh
                                   perkembangan Islam di
                                   Indonesia
                             31. 3 Mengambil hikmah dari
                                   perkembangan Islam di
                                   Indonesia

Al Qur’an

32. Memahami ayat–ayat Al    32. 1 Membaca QS Yunus:101 dan
    Qur’an tentang                 QS Al-Baqarah: 164
    pengembangan IPTEK
                             32. 2 Menjelaskan arti QS Yunus:
                                   101 dan QS Al-Baqarah: 164
                             32. 3 Melakukan pengembangan
                                   iptek seperti terkandung
                                   dalam QS Yunus: 101 dan QS
                                   Al-Baqarah: 164




                                                           93
 Aqidah

 33. Meningkatkan keimanan     33. 1 Menjelaskan tanda-tanda
     kepada qadha’ dan qadar         keimanan kepada qadha’ dan
                                     qadar
                               33. 2 Menerapkan hikmah beriman
                                     kepada qadha’ dan qadar




 Akhlak
 34. Membiasakan perilaku      34. 1 Menjelaskan pengertian dan
     terpuji                         maksud persatuan dan
                                     kerukunan
                               34. 2 Menampilkan contoh perilaku
                                     persatuan dan kerukunan
                               34. 3 Membiasakan perilaku
                                     persatuan dan kerukunan
                                     dalam kehidupan sehari-hari

35.   Menghindari perilaku
      tercela                  35. 1 Menjelaskan pengertian isyrof,
                                     tabzir, ghibah, dan fitnah
                               35. 2 Menjelaskan contoh perilaku
                                     isyrof, tabzir, ghibah, dan
                                     fitnah
                               35. 3 Menghindari perilaku isyraf,
                                     tabzir, ghibah, dan fitnah
                                     dalam kehidupan sehari-hari


 Fiqih




94
       Standar Kompetensi                  Kompetensi Dasar

36.    Memahami hukum Islam       36. 1 Menjelaskan ketentuan-
       tentang waris                    ketentuan hukum waris
                                  36. 2 Menjelaskan ketentuan hukum
                                        waris di Indonesia
                                  36. 3 Menjelaskan contoh
                                        pelaksanaan hukum waris di
                                        Indonesia

 Tarikh dan Peradaban Islam
 37. Memahami perkembangan        37. 1   Menjelaskan perkembangan
     Islam di dunia                       Islam di dunia
                                  37. 2   Memberikan contoh
                                          perkembangan Islam di dunia
                                  37. 3   Mengambil hikmah dari
                                          perkembangan Islam di dunia

3.    Agama Kristen

      Kelas X semester 1
       Standar Kompetensi                  Kompetensi Dasar

 Nilai-Nilai Kristiani

 1. Mewujudkan nilai-nilai        1.1 Mengalami proses pertumbuhan
    Kristiani dalam pergaulan         sebagai pribadi yang dewasa
    antar pribadi dan kehidupan       dan memiliki karakter yang
    sosial dengan menunjukkan         kokoh dengan pola pikir yang
    bahwa remaja Kristen              komprehensif dalam segala
    bertumbuh sebagai pribadi         aspek
    dewasa yang tidak
                                  1. 2 Mengidentifikasi berbagai
    kehilangan identitas
                                       pergumulan dalam keluarga
                                       dalam kaitannya dengan
                                       pengaruh modernisasi




                                                                 95
     Kelas X semester 2

      Standar Kompetensi                  Kompetensi Dasar

Nilai-Nilai Kristiani

1. Mewujudkan nilai-nilai        1.1 Mengalami proses pertumbuhan
   Kristiani dalam pergaulan         sebagai pribadi yang dewasa
   antar pribadi dan kehidupan       dan memiliki karakter yang
   sosial dengan menunjukkan         kokoh dengan pola pikir yang
   bahwa remaja Kristen              komprehensif dalam segala
   bertumbuh sebagai pribadi         aspek
   dewasa yang tidak
                                 1. 2 Mengidentifikasi berbagai
   kehilangan identitas
                                      pergumulan dalam keluarga
                                      dalam kaitannya dengan
                                      pengaruh modernisasi



     Kelas X, Semester 2

      Standar Kompetensi                  Kompetensi Dasar

Nilai-Nilai Kristiani
2. Mewujudkan nilai-nilai        2.1   Mengidentifikasi berbagai
   Kristiani dalam pergaulan           pergumulan dalam keluarga
   antar pribadi dan kehidupan         serta kaitannya dengan
   sosial dengan menunjukkan           pengaruh modernisasi
   bahwa remaja Kristen
                                 2.2   Menjelaskan makna
   bertumbuh sebagai pribadi
                                       kebersamaan dengan orang
   dewasa yang tidak
                                       lain tanpa kehilangan identitas
   kehilangan identitas




96
    Kelas XI, Semester 1
  Standar Kompetensi                   Kompetensi Dasar

Nilai-Nilai Kristiani
1. Merespon nilai-nilai     1.1 Mengidentifikasikan dan mewujudkan
   Kristiani yang               nilai-nilai Kristiani
   diperhadapkan dengan
                            1.2 Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam
   gaya hidup modern
                                pergaulan antar pribadi dan sosial
   serta perkembangan
   ilmu pengetahuan dan
   teknologi (IPTEK) dan
   menjelaskan cara
   mewujudkannya dalam
   kehidupan sehari-hari

    D. Standar Kompetensi Muatan Lokal
          1.   Bahasa Prancis
               a. Memahami bahasa lisan dalam menerima/menyambut
                  tamu
               b. Menggunakan bahasa lisan untuk menyampaikan
                  informasi kepada tamu
               c. Memahami bahasa tulisan dalam membaca resep-
                  resep masakan




                                                                  97
VI. Struktur Kurikulum
    Kompetensi Keahlian : Jasa Boga
    Lama Pendidikan*)   : 3 Tahun

                                                       Durasi
 NO.                       Komponen                    Waktu
                                                       (Jam)
     A.   Mata Pelajaran

          1. Normatif
            1.1   Pendidikan Agama                     192
            1.2   Pendidikan Kewarganegaraan           192
            1.3   Bahasa Indonesia                     192
            1.4   Pendidikan Jasmani Olahraga dan
                                                       192
                  Kesehatan
            1.5   Seni Budaya                          128
          2. Adaptif
            2.1   Matematika                           330
            2.2   Bahasa Inggris                       440
            2.3   Ilmu Pengetahuan Alam                192
            2.4   Ilmu Pengetahuan Sosial              128
            2.5   KKPI                                 202
            2.6   Kewirausahaan                        192
          3. Produktif
             3.3 Dasar Kompetensi Jasa Boga           140*
                 a. Melaksanakan prosedur Hygiene,     **)
                    Sanitasi dan Keselamatan Kerja     28
                 b. Menyiapkan Bahan makanan dan       34
                    Bumbu                              78
                 c. Mengolah dan Menyajikan Makanan
             3.4 Kompetensi Kejuruan Jasa Boga        1044
                 a. Mengolah dan Menyajikan Makanan    ***)
                    Kontinental
                 b. Mengolah dan Menyajikan Makanan
                    Indonesia
                 c. Merencanakan Hidangan Sehat
                 d. Melayani makan dan minum
                 e. Mengelola Usaha Boga



98
                                                         Durasi
     NO.                     Komponen                    Waktu
                                                         (Jam)
 B.          Muatan Lokal
                    a. …………………………..
                    b. ……………………………                       192
                    c. ……………………………

             Pengembangan Diri                          192*
     C.
             Paskibra/PMR/KIR/dll                          *)
                            Jumlah                      3772

*)         Jumlah jam keseluruhan pada struktur kurikulum    akan
           menentukan lamanya pendidikan.
**)        tidak dihitung dalam penjumlahan jam pelajaran.
***)        dialokasikan untuk beberapa mata pelajaran




                                                                99
    VII. KALENDER PENDIDIKAN

                    Contoh KALENDER PENDIDIKAN SMK TAHUN PELAJARAN 2008 - 2009

    BULAN        1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
JULI 2008
AGUSTUS 2008
SEPTEMBER 2008                                                                                        x
OKTOBER 2008
NOVEMBER 2008                                                                                         x
DESEMBER 2008
JANUARI 2009
FEBRUARI 2009                                                                                 x   x   x
MARET 2009
APRIL 2009                                                                                            x
MEI 2009
JUNI 2009                                                                                             x
JULI 2009                                                       Tahun Pelajaran 2007 – 2008




    100
Keterangan:

    = Hari Pertama Sekolah / MOS                     =      Libur Umum

    = Hari Ahad / Minggu                             =      Perkiraan Ujian Nasional

    = Libur Semester                                 =      Laporan hasil Belajar

    =         =   Uji Kompetensi / Project Work Kelas III

    = Hari Efektif Belajar                           =      Perkiraan Ujian Sekolah




                                                                                       101
                                                                                                                     Lampiran 3.

                                                                Contoh Silabus
     Nama Sekolah                : SMK ...........................
     Mata Pelajaran              : Melaksanakan Prosedur Hygiene, Sanitasi dan Keselamatan Kerja
     Kelas/Semester              : X/01
     Standar Kompetensi          : Melaksanakan Prosedur Hygiena di Tempat Kerja (Follow Workplace Hygiene
     Procedures)
     Kompetensi Keahlian         : Jasa Boga
     Kode Kompetesi              : ITHHGHS 01AIS
     Durasi Pembelajaran         : 14 x 45 menit

                                                                                              Alokasi Waktu
                                                       Kegiatan                                            Praktik
Kompetensi                       Materi Pokok                                            Tatap                        Sumber Belajar
                 Indikator                           Pembelajaran        Penilaian              Praktik di   di
  Dasar                          Pembelajaran                                            Muka                          /Alat/Bahan
                                                                                                 Sekolah DU/DI
                                                                                        (Teori)
                                                                                                             *)
1. Mengikuti    Prosedur         Prosedur          Mencari           Tes tertulis     6       1 (2)               Modul hygiene
   prosedur      hygiene           Hygiene            informasi          bentuk                                       Sarana
   hygiene       tempat kerja     Hygiene            secara                                                           penyimpanan
                 harus diikuti     Perorangan         berkelompok       Uraian                                       Bahan informasi
                 secara baik      Hygiene tempat     tentang            tetang                                        lainnya
                 sesuai            kerja (dapur)      prosedur           hygiene                                      Bahan tayangan
                 dengan                               hygine             perorangan,
                 standar          Penyimpanan        perorangan,        hygiene
                 perusahaan,       bahan              hygine dapur       dapur,
                 dan               (makanan dan       dan                penyimpan-
                 persyaratan       bahan Kimia)       penyimpanan        an
                 hukum.                              Berdiskusi dan    Laporan
                                                      presentasi           kelompok


     102
                                                                                                  Alokasi Waktu
                                                            Kegiatan                                           Praktik
Kompetensi                          Materi Pokok                                             Tatap                        Sumber Belajar
                    Indikator                             Pembelajaran         Penilaian            Praktik di   di
  Dasar                             Pembelajaran                                             Muka                          /Alat/Bahan
                                                                                                     Sekolah DU/DI
                                                                                            (Teori)
                                                                                                                 *)
                   Penanganan                             kelompok            Observasi
                    dan                                    tentang              (praktik)
                    penyimpan-                             prosedur
                    an seluruh                             hygine
                    barang-                                perorangan,
                    barang                                 hygine dapur
                    dilengkapi                             dan
                    sesuai                                 penyimpanan
                    dengan                                Praktik
                    standar                                penyimpan-an
                    perusahaan,                            bahan
                    dan                                    makanan dan
                    persyaratan                            bahan kimia
                    hukum.                                 sesuai
                                                           prosedure
                                                           hygiene
                                                          Membuat
                                                           laporan hasil
                                                           diskusi

2. Mengiden-       Resiko           Identifikasi dan    Mencari          Tes tertulis     6        1(2)               Modul hygiene
   tifikasi dan     hygiene           pencegahan           informasi         bentuk                                       Bahan informasi
   mencegah         harus di          Resiko hygiene       secara             a. pilihan                                   lainnya
   resiko           identifikas       :                    berkelompok           ganda                                    Bahan makanan
   hygiene          secepatnya       Kerusakan            tentang kasus         tentang                                   yang rusak
                   Tindakan          makanan              keracunan             kerusak-                                 Bahan tayangan
                    diambil untuk    Keracunan            makanan yang          an dan
                    meminimal-        makanan              terjadi di            keracun-



                                                                                                                                 103
                                                                                           Alokasi Waktu
                                                  Kegiatan                                              Praktik
Kompetensi                  Materi Pokok                                              Tatap                       Sumber Belajar
             Indikator                          Pembelajaran         Penilaian               Praktik di   di
  Dasar                     Pembelajaran                                              Muka                         /Alat/Bahan
                                                                                              Sekolah DU/DI
                                                                                     (Teori)
                                                                                                          *)
             kan atau                             Indonesia,              an
             menghilang-     Pencegahan          penyebab dan            makan-an
             kan resiko       kerusakan dan       cara                 b. Uraian
             tersebut         keracunan           pencegahan-             dan
             dalam ruang      makanan             nya                     kasus
             lingkup                             Diskusi dan             tentang
             tanggung                             presentasi              Ke-
             jawab                                tentang kasus           rusakan
             individu dan                         keracunan               dan ke-
             sesuai                               makanan yang            racunan
             dengan                               terjadi di              makan-an
             persyaratan                          Indonesia,         Laporan
             hukum per-                           penyebab dan        hasil
             usahaan                              cara                identifikasi
                                                  pencegahan-         kerusakan
                                                  nya                 makanan
                                               Berdiskusi dan       Observasi
                                                  presentasi
                                                  tentang
                                                  kerusakan
                                                  makanan, faktor
                                                  penyebab dan
                                                  pencegahannya
                                                 Melakukan
                                                   identifikasi
                                                   secara
                                                   kelompok
                                                   jenis-jenis



    104
                                                                           Alokasi Waktu
                                           Kegiatan                                     Praktik
Kompetensi                Materi Pokok                                Tatap                       Sumber Belajar
              Indikator                  Pembelajaran    Penilaian           Praktik di   di
  Dasar                   Pembelajaran                                Muka                         /Alat/Bahan
                                                                              Sekolah DU/DI
                                                                     (Teori)
                                                                                          *)
                                          kerusakan
                                          makanan
                                          (berdasarkan
                                          bahan
    Keterangan : *) Jam PI hanya berlaku pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan




                                                                                                        105

						
Shared by: mr doen
About
just a nice girl
Related docs
Other docs by anamaulida
Which Babolat Tennis Racket
Views: 12  |  Downloads: 0
Arthritis & Joint Pain
Views: 1  |  Downloads: 0
Importance Of Romance Literature
Views: 5  |  Downloads: 0
Bab 1 12-09-2009
Views: 28  |  Downloads: 0
MI Kiat memburu dan menjaring naskahlst
Views: 4  |  Downloads: 0
Askep Pneumonii
Views: 162  |  Downloads: 0
Patologi gangguan sirkulasi darah dr helmiza
Views: 429  |  Downloads: 0