LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Document Sample
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Powered By Docstoc
					      OLEH:
ABDUL RAHIM
NIM.1004800
   Hakekat pendidikan inklusif
   Tantangan bagi ABK
   Hubungan BK dan ABK
   Pengertian ABK
   Bimbingan Konseling sebagai Layanan bagi
    ABK
   Bimbingan Konseling dan ABK dalam setting
    Pendidikan Inklusif
   Kesimpulan
A. Latar Belakang
Pelayanan kebutuhan bagi ABK (anak
berkebutuhan khusus) sesungguhnya
merupakan hakekat dari pelaksanaan
pendidikan inklusif.

Olehnya itu, anak berkebutuhan khusus tidak
seharusnya didiskriminasikan, dikucilkan,
bahkan dianggap beban oleh keluarga,
masyarakat, maupun tenaga pengajar. Karena
perlakukan tersebut akan berdampak pada
perkembangan anak berkebutuhan khusus
Namun banyaknya masalah yang dihadapi oleh
anak berkebutuhan khusus tidak cukup dengan
hanya ditangani oleh guru saja, tetapi juga
membutuhkan suatu layanan khusus yang dapat
mengembangkan potensinya.

Salahsatu layanan yang dibutuhkan oleh ABK
adalah Layanan Bimbingan dan Konseling.

Bimbingan dan konseling adalah “suatu proses
pemberian bantuan kepada seseorang dan atau
sekelompok orang yang bertujuan agar masing-
masing individu mampu mengembangkan dirinya
secara optimal, sehingga dapat mandiri dan atau
mengambil keputusan secara bertanggungjawab”
(Kartadinata S, 2011).
Rumusan Masalah : “Bagaimanakah layanan
bimbingan konseling bagi anak berkebutuhan
khusus dalam setting pendidikan inklusif?”.




Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk
mengetahui layanan bimbingan konseling bagi
anak berkebutuhan khusus dalam setting
pendidikan inklusif
Pengertian ABK
Menurut Alimin (2009:28) bahwa “Anak
berkebutuhan khusus adalah mereka yang
memilki kebutuhan khusus secara temporer
dan permanen”.

Permanen: Tunarungu, Tunagrahita,
Tunadaksa,Tunanetra …
Temporer : Berkesulitan Membaca, Menulis,
Berhitung…
   Menurut Thompson dkk (2004) “setiap orangtua
    anak berkebutuhan khusus itu akan memiliki
    permasalahan psikologis akibat dari kondisi
    anaknya, permasalahan itu berupa cemas, takut,
    stress, merasa bersalah, over protection, dan
    lain-lain”. Sehingga orangtua pun membutuhkan
    layanan konseling”.

 Menurut Kartadinata (2007:1)
“ bimbingan dan konseling tidak cukup berpatokan
pada kaidah-kaidah psikologis, melainkan harus
mampu menangkap eksistensi manusia sebagai
makhluk Allah Yang Maha Kuasa. Keberadaan
bimbingan dan konseling itu sendiri merupakan
hakekat dan makna pendidikan itu sendiri”.
Anak berkebutuhan khusus harus
terakomodasi dalam layanan bimbingan dan
konseling agar mereka mampu membantu diri
mereka sendiri untuk sedapat mungkin
menjadi mandiri.
Kehadiran konselor sangat diharapkan ketika
“problematika hadir dan berwujud pada
masalah aspek psikologis misalnya percaya
diri, motivasi, perilaku anak, pergaulan, masa
depan anak (karier/pekerjaan) problem
keluarga hingga masalah yang berkaitan
dengan keadaan keluarga” (Hadis,2004).
1.    Anak harus mengenal dirinya sendiri
2.    Menemukan kebutuhan ABK yang spesifik sesuai dengan
      kelainannya. Kebutuhan ini muncul menyertai
      kelainannya.
3.    Menemukan konsep diri
4.    Memfasilitasi penyeusaian diri terhadap
      kelainan/kecacatanya
5.    Berkoordinasi dengan ahli lain.
6.    Melakukan konseling terhadap keluarga ABK
7.    Membantu perkembangan ABK agar berkembang
      efektif, memiliki keterampilan hidup mandiri.
8.    Membuka peluang kegiatan rekreasi dan
      mengembangkan hobi.
9.    Mengembangkan keterampilan personal dan social
10.   Besama-sama merancang perencanaan pendidikan
      formal, pendidikan tambahan, dan peralatan yang
      dibutuhkan
Konsekuensi Konselor dalam setting
Pendidikan Inklusif

Konselor perlu memahami dunia anak
berkebutuhan khusus special need children
(SNC), konselor perlu memahami pengetahuan
dasar mengenai kondisi hambatan/kecacatan
disabling, symptom, karakteristik umum,
keterbatasan anak berkebutuhan khusus,
kemampuan dan potensi yang mereka miliki.
Peran konselor sangat penting untuk
menyentuh sedikitnya empat aspek dalam
pendidikan inklusif yakni;
1) hubungan anak pada umumnya dengan
   ABK,
2) ABK dan keluarga,
3) ABK dan masyarakat dan
4) Masa depan ABK yang beritan dengan
   karirnya

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:711
posted:3/2/2012
language:Malay
pages:12