Docstoc

FALSAFAH- DAN- PARADIGMA- KEPERAWATAN-10

Document Sample
FALSAFAH- DAN- PARADIGMA- KEPERAWATAN-10 Powered By Docstoc
					FALSAFAH DAN
 PARADIGMA
KEPERAWATAN
 DALAM BENAK ANDA, SEPERTI
  APAKAH PERAWAT/
  KEPERAWATAN ITU???
FALSAFAH KEPERAWATAN

                                 nilai-
  Falsafah : keyakinan terhadap nilai-nilai
   yang menjadi pedoman untuk mencapai
   tujuan dan dipakai sebagai pandangan
   hidup.
  Falsafah keperawatan ???
  Tujuan falsafah keperawatan : menjadi
   landasan bagi perawat dalam
   menjalankan profesinya.
Falsafah Keperawatan
  1.   Memandang pasien sebagai manusia yang utuh,   utuh,
                            bio-psiko-sosio-
       memiliki kebutuhan bio-psiko-sosio-spiritual yang
       unik.
       unik.
  2.   Keperawatan adalah bantuan bagi umat manusia
       yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan
       optimal.
                    keperawatan:
       Kontribusi keperawatan:
       - Askep holistik
       - Sasaran = klien individu - masyarakat
       - Lingkup yankep: klien sehat – sakit
                     kep.
       - eksistensi kep. Sepanjang hidup manusia
                     keperawatan: promotif, preventif, kuratif,
       - intervensi keperawatan: promotif, preventif, kuratif,
       rehabilitatif
3. Tujuan askep dicapai melalui usaha
  bersama tim kesehatan & pasien/ klg

4. Dalam melakukan askep perawat
  menggunakan proses keperawatan

5. Perawat bertanggung jawab &
  bertanggung gugat

6. Pendidikan keperawatan harus
               terus-
  dilaksanakan terus-menerus
PARADIGMA KEPERAWATAN

 Paradigma
  Paradigma : cara bagaimana kita
              dunia.
  mencerap dunia. Paradigma menjelaskan
  dunia kepada kita dan menolong kita
  memahami setiap fenomena yang terjadi
             kita.(Adam
  di sekitar kita.(Adam Smith)
 Paradigma : pola pikir dalam memahami
  dan menjelaskan aspek tertentu dari
         kenyataan.(Ferguson)
  setiap kenyataan.(Ferguson)
Paradigma Keperawatan
    Suatu cara pandang yang mendasar atau
     cara kita melihat, memikirkan, memberi
     makna, menyikapi dan memilih tindakan
     terhadap berbagai fenomena yang ada
     dalam keperawatan.
    Komponen paradigma keperawatan :
                         Manusia
     Keperawatan                      Sehat-Sakit
                                      Sehat-

                       Lingkungan
KONSEP MANUSIA
 Manusia : makhluk bio-psiko-sosial dan spiritual
                       bio-psiko-
  yang utuh, merupakan satu kesatuan utuh dari
        utuh,
                       rohani,
  aspek jasmani dan rohani, serta unik.
                                     unik.
 Manusia : makhluk tertinggi diciptakan Tuhan
  YME yang berfikir secara abstrak dan dapat
           rasional,
  berbuat rasional, mampu beradaptasi dan
  merupakan kesatuan system yang saling
  berinteraksi,                interdependensi.
  berinteraksi, interelasi dan interdependensi.
 Terdiri dari unsur jasmani dan rohani dengan
                cipta,
  kemampuan cipta, rasa, karsa sebagai makhluk
  individu dan social.
                   aspek-
 Keseimbangan aspek-aspek ini melahirkan konsep
                                 positif.
  diri dan aktualisasi diri yang positif.
Manusia sebagai sasaran
pelayanan keperawatan
  Individu
  Keluarga
  Masyarakat
Individu sebagai klien
            unik,
    Individu unik,
                                      biologi, psikologi,
    Merupakan kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi,
    social dan spiritual.

Individu Sebagai Makhluk Biologis
                         sel-
     Terdiri dari susunan sel-sel hidup yang membentuk satu
                                   tubuh)
     kesatuan yang utuh (system tubuh) dan pertumbuhannya
     dipengaruhi oleh :
   1. Faktor lingkungan
   2. Faktor social
   3. Faktor psikodinamik
   4. Spiritual
    Mempunyai kebutuhan dasar yg harus dipenuhi untuk
     dpt mempertahankan kelangsungan hidup
Kebutuhan Dasar Individu
Menurut Maslow
               Aktualisasi
                   diri


                Harga diri


             Cinta & dicintai


         Keselamatan & rasa aman


                Fisiologis
 Five Hierarchy of Maslow
 Keb. Fisiologis
  Keb. Primer, syarat kelangsungan hidup manusia
 Keb. Keselamatan & Keamanan
  Keb. Untuk melindungi diri dari bahaya fisik, fisiologis &
  hub. interpersonal
 Keb. Cinta & dicintai
  Menggambarkan emosi seseorang, dorongan menjalin
  hubungan efektif/ emosional dengan seseorang
 Keb. Harga Diri
  Penghormatan diri; menghargai apa yang dilakukan;
  pengakuan dari orang lain
 Keb. Aktualisasi diri
  kemampuan untuk mengatur diri & otonominya serta bebas
  dari tekanan luar; hasil dari kematangan diri.
Individu sebagai makhluk
psikologis

    Mempunyai struktur kepribadian yang
     terdiri dari id, ego, dan super ego.
    Mempunyai daya pikir dan
     kecerdasan
    Mempunyai kebutuhan psikologis
     agar kepribadian dapat berkembang
Individu sebagai makhluk
sosial
   Hidup berkelompok mulai dari lingkungan
                                     masyarakat.
    keluarga sampai sebagai anggota masyarakat.

                      sosialisasi, interaksi,
    Melakukan proses sosialisasi, interaksi, dan
                    terus-
    adaptasi secara terus-menerus mulai masa
    kanak-                       kehidupannya.
    kanak-kanak hingga di akhir kehidupannya.

   Faktor lingkungan sosial dapat berpengaruh thd
    kesehatan
Individu sebagai makhluk
spiritual

    Diciptakan Tuhan dalam bentuk yang
     sempurna dibanding makhluk lain.
    Memiliki hubungan dengan kekuatan di
     luar dirinya, hubungan dengan Tuhan,
     mempunyai keyakinan dalam hidupnya
    Keyakinan akan berpengaruh terhadap
     perilaku seseorang.
Peran perawat dalam individu sebagai klien

   Memenuhi kebutuhan dasarnya
    mencakup kebutuhan biologi, social,
    psikologi, dan spiritual karena
    adanya kelemahan fisik dan mental,
    keterbatasan pengetahuan, kurang
    kemauan menuju kemandirian
    pasien.
Keluarga Sebagai Klien

   Keluarga : sekelompok individu yang
    berhubungan erat secara terus menerus dan
    terjadi interaksi satu sama lain, baik secara
                                  bersama-sama,
    perorangan maupun secara bersama-sama,
    didalam lingkungannya sendiri atau
                          keseluruhan.
    masyarakat secara keseluruhan.
   Menurut Duval (1977), keluarga : dua orang
                                          darah,
    atau lebih yang memiliki hubungan darah,
    perkawinan,         adopsi.
    perkawinan, atau adopsi.
Struktur Keluarga

    Keluarga Tradisional :
     Nuclear family, extended family,
     single parent family, blended family,
     single adult family, dll.
    Keluarga Non tradisional
     Unmarried teenage mother,
     stepparent family, cohabitating
     couple, dll.
Fungsi Keluarga
 Fisik : rasa aman, lingkungan yang nyaman untuk
  pertumbuhan dan perkembangan dan istirahat.
 Ekonomi : bantuan keuangan untuk anggota
  keluarga dan masyarakat.
 Reproduksi : kelahiran anak.
 Afektif : rasa aman emosional pada anggota
  keluarga
 Sosialisasi : mengajarkan, mentransmisi keyakinan,
                                             feed-
  nilai, sikap, mekanisme koping, memberikan feed-
  back, membantu memecahkan masalah.
Keluarga merupakan salah satu focus pelayanan keperawatan

   Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat
   Keluarga dapat menimbulkan, mencegah,
    memperbaiki atau mengabaikan masalah
    kesehatan dalam kelompoknya sendiri.
   Masalah kesehatan dalam keluarga saling
    berkaitan.
   Dalam merawat pasien sebagai individu,
    keluarga tetap berperan sebagai pengambil
    keputusan dalam perawatannya.
   Keluarga merupakan perantara yang efektif dan
                           usaha-
    mudah untuk berbagai usaha-usaha kesehatan
    masyarakat.
                                       (Freed
Tugas Keluarga dalam masalah kesehatan (Freedman)
1. Mengenal adanya gangguan kesehatan
2. Mengambil keputusan dalam mencari
                            kesehatan.
   pertolongan atau bantuan kesehatan.
3. Menanggulangi keadaan darurat yang bersifat
                      nonkesehatan.
   kesehatan maupun nonkesehatan.
4. Memberi perawatan dan mencari bantuan bagi
                         sakit, cacat,
   anggota keluarga yang sakit, cacat, maupun
         sehat.
   yang sehat.
5. Mempertahankan lingkungan keluarga yang
   dapat menunjang peningkatan status kesehatan
        anggotanya.
   para anggotanya.
6. Menjalin dan mempertahankan hubungan baik
   dengan lingkungan dan unit pelayanan
                   ada.
   kesehatan yang ada.
Peran Perawat

  Pendeteksi masalah kesehatan
  Menurunkan factor resiko
  Pemberi asuhan keperawatan pada
   anggota keluarga yang sakit
  Koordinator pelayanan kesehatan
   keluarga
  Fasilitator, pendidik, dan penasehat
   keluarga
Masyarakat Sebagai Klien
 Masyarakat: pranata yang terbentuk karena
  Masyarakat:
  interaksi manusia - budaya dalam
  lingkungannya,
  lingkungannya, bersifat dinamis dan terdiri
       individu, keluarga,
  dari individu, keluarga, kelompok dan
  komunitas yang mempunyai tujuan dan
                           nilai.
  norma sebagai system nilai.

 Masyarakat berpengaruh terhadap
                                   penyakit.
  peningkatan dan pencegahan suatu penyakit.
Faktor-
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan
      masyarakat:
dalam masyarakat:
    Jumlah institusi kesehatan
    Perumahan, polisi, pemadam kebakaran
    Bagian gizi untuk orang tidak mampu
    Pemisahan antara perumahan dan industri
    Pembuangan limbah
    Sanitasi makanan
    Tempat pendidikan kesehatan
    Kesempatan rekreasi
    Angka kejahatan
Peran perawat :

   Pemberi pelayanan kesehatan untuk
    individu di masyarakat
   Pemberi pelayanan kesehatan di satu
    institusi
   Perawat komunitas
              Konsep Keperawatan
   Keperawatan : suatu bentuk pelayanan professional
    sebagai bagian integral pelayanan kesehatan
    berbentuk pelayanan biologi, psikologi, social
    dan spiritual secara komprehensif, ditujukan
    kepada individu, keluarga, dan masyarakat sehat
    maupun sakit mancakup seluruh siklus hidup
    manusia.
   Asuhan keperawatan diberikan karena adanya
      1. kelemahan fisik dan mental,
      2. keterbatasan pengetahuan, serta
      3. kurang kemauan
   Upaya : promotif, preventif, kuratif rehabilitatif
Konsep Lingkungan

                 Agen/ penyebab

  Lingkungan                   Hospes/manusia

  Agen : segala sesuatu yang mempengaruhi
   kondisi kesehatan seseorang yang dapat
   menyebabkan penyakit
  Host : individu yang terpapar pada agen yang
   bisa sakit.
  Lingkungan : factor eksternal yang
   mempengaruhi kesehatan.
     KONSEP SEHAT SAKIT

 Sehat : kondisi dinamis dalam rentang sehat –
  sakit

                     fisik,
 Keadaan sejahtera fisik, mental dan social,
  tidak hanya terbebas dari penyakit atau
  kelemahan. (WHO, 1947)
  kelemahan.

                     badan,
 Keadaan sejahtera badan, jiwa dan social yang
  memungkinkan setiap orang hidup produktif
                    ekonomi.
  secara social dan ekonomi. ( UU No. 23 /
  1992)
         MODEL :
   RENTANG SEHAT -SAKIT
 Status kesehatan seseorang terletak
  antara dua kutub yaitu sehat optimal dan
  kematian.
 SEHAT                       KEMATIAN

   Wellness area             Illness area
 Area sehat, upaya yang dilakukan :
  Upaya pencegahan primer (primary
                               (primary
  prevention):
  prevention): perlindungan kesehatan (health
                                         (health
  protection)
  protection) dan perlindungan khusus
            protection)
  (specific protection) agar terhindar dari
  penyakit.
 Area sakit, upaya yang dilakukan :
                                    tertier,
  Upaya pencegahan sekunder dan tertier, yaitu
  dengan diagnosis dini dan pengobatan
  tepat, pencegahan perburukan dan
  rehabilitasi.
Faktor yang mempengaruhi kesehatan
(Hendrik Bloom) :

    Lingkungan

    Perilaku

    Keturunan

    Layanan kesehatan (meliputi: tempat
     layanan, kualitas petugas kesehatan, biaya
     kesehatan & sistem layanan kesehatan)
              SAKIT

 Perasaan tidak sehat
 Suatu keadaan ketidakseimbangan
  dalam fungsi normal tubuh, baik dalam
  fungsi biologis individu maupun fungsi
  personal dan penyesuaian sosial.
  (Parson, 1972)
Persepsi Sakit dan Kesakitan
                       sakit/
   Individu merasa sakit/kesakitan setelah
                                          sakit.
    diperiksa dan dinyatakan menderita sakit.
                       sakit,
   Individu merasa sakit, tetapi setelah
    diperiksa ternyata individu tersebut tidak
                sakit.
    menderita sakit.
                              sakit,
   Individu tidak merasa sakit, akan tetapi
    sebenarnya individu tersebut mengidap
    penyakit
   Individu tidak merasa sakit dalam
    tubuhnya.
    tubuhnya.
Tahap Perilaku Sakit :
1. Symptom experience
• Something is wrong
• Pengobatan tradisional/ sendiri
• Denial
• Terlambat berobat
• Menerima.
2. Asumsi terhadap peran sakit
• Melepaskan peran normal
• Validasi (mencari kepastian sakitnya dari orang
    lain)
3. Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan :
   • Mencari pengobatan
   • Negosiasi pengobatan
4. Tahap ketergantungan
   • Individu yang sakit akan tergantung pada
     profesi kesehatan untuk memperoleh bantuan
   • Tiap individu memiliki tingkat ketergantungan
     yang berbeda sesuai kebutuhannya.
5. Tahap penyembuhan/ pemulihan
   • Melepaskan peran sakit
   • Kembali ke peran normal
Tujuan pengobatan dan perawatan :
   Tujuan pengobatan :
    Menentukan dan menyingkirkan penyebab
    penyakit atau mengubah problem penyakit dan
    penanganannya.
   Tujuan perawatan :
1. Membantu pelaksanaan rencana pengobatan.
2. Membantu klien untuk bertahan hidup, dan
   mencegah keadaan yang lebih buruk maupun
   mengatasi kesulitan yang muncul akibat
   penyakit.
EFEK HOSPITALISASI

   Hospitalisasi : pemasukan seorang
    pasien kedalam rumah sakit.
   Masa selama pasien di rumah sakit.
   Pasien        RS          pasien stress
   Efek hospitalisasi dipengaruhi oleh
    faktor ekstrinsik dan intrinsik.
Faktor Ekstrinsik/
lingkungan :
 Fisik – fasilitas : kamar tidur, kamar
  mandi, makan
 Psikososial : sikap petugas
  (perawat, dokter, cleaning service),
  suara, peraturan, informasi.
 Spiritual : tenaga pelayanan
  keagamaan, fasilitas yang tersedia
Faktor Intrinsik/ diri sendiri
:
  Fisik : tubuh dengan berbagai
   perubahan yang nampak sebagai
   penyakit & pengobatan.
  Psikologis : persepsi diri individu
  Sosial : hub. Dgn orla
  Spiritual : hub. Dgn Tuhan
Akibat Stress
    Sakit kepala, pusing
    Nyeri
    Diare
    Susah tidur
    Gatal-
     Gatal-gatal pada kulit
    Gelisah
    Cemas
    Sedih
    Kehilangan kepercayaan terhadap
     orang lain, dsb.
           HEALTH PROMOTION &
           ILLNESS PREVENTION
 HP : memotivasi sso untuk bertindak
  secara positif agar dapat mencapai
  tingkat kesehatan yang lebih stabil.
  Bersifat pasif.
 IP : memotivasi orang untuk
  menghindari penurunan kesehatan
  atau fungsi. Kegiatan aktif
Kegiatan yang dapat
mendukung kesehatan :
                 6-
    Tidur teratur 6-8 jam
   Makan pagi
   Makan teratur + snack
   Mempertahankan BB ideal
   No alcohol
   No smoking
   Mempertahankan kesehatan
    mental dan konsep diri positif.
 Terima
kasih… !
Review…
1. Bagaimana perkembangan sejarah
   keperawatan yang anda ketahui ?
   Jelaskan !
2. Apa yang anda ketahui tentang
   paradigma keperawatan? ada berapa
   konsep dalam paradigma
   keperawatan?
3. Apa yang dimaksud dengan
   keperawatan?

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:502
posted:3/2/2012
language:Malay
pages:44
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl