Docstoc

1997 07 08 JEPANG BERUSAHA BANTU INDONESIA SECARA OPTIMAL

Document Sample
1997 07 08 JEPANG BERUSAHA BANTU INDONESIA SECARA OPTIMAL Powered By Docstoc
					PUSAT INFORMASI KOMPAS
Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270
Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200
Fax. 5347743
=============================================

KOMPAS Selasa, 08-07-1997. Halaman: 2



      JEPANG BERUSAHA BANTU INDONESIA SECARA OPTIMAL

      * Presiden: Indonesia Pahami Kesulitan Jepang

Jakarta, Kompas
  Meski mengurangi anggarannya dalam ODA (Overseas Development
Aids), namun untuk Indonesia, Jepang akan berusaha tetap memberi
kesempatan untuk memanfaatkan bantuan secara optimal. Sebaliknya,
Indonesia pun mengerti kesulitan Jepang. Walau begitu, Indonesia
menegaskan, perlunya Jepang tetap menjaga dan memelihara momentum
pembangunan yang sudah dicapai.
  Penegasan itu disampaikan Wakil Menlu Jepang, Kazuo Ogura,
didampingi Dubes Keliling, Nana Sutresna, kepada wartawan usai saat
diterima Presiden Soeharto di Istana Merdeka, Senin (7/7). Di tempat
yang sama, secara terpisah, hal itu juga dijelaskan Menko Ekku/
Wasbang, Saleh Affif, Menneg PPN/ Ketua Bappenas, Ginandjar
Kartasasmita, dan Gubernur BI, J Soedradjad Djiwandono, usai
melaporkan tentang persiapan Indonesia menghadapi sidang CGI kepada
Presiden Soeharto.
  "Kami berharap, di samping pengurangan itu kami akan tetap
melanjutkan kerja sama dinamis dengan Indonesia selama ini," tegas
Wakil Menlu, Kazuo Ogura. Nana Sutresna mengatakan, utusan Jepang
juga menyinggung rencana pertemuan CGI di Jepang minggu depan. Pada
kesempatan itu, Jepang juga menyampaikan rencananya melakukan
restrukturisasi ekonomi dalam negeri, yaitu dengan mengurangi bantuan
resmi ODA sebanyak 10 persen.
  "Tadi disampaikan kepada Presiden, pemerintah dan PM Jepang akan
berusaha, meskipun terjadi pengurangan secara keseluruhan dalam ODA
itu, tetapi kepada Indonesia akan diupayakan agar Indonesia terus
memperoleh manfaat seoptimal mungkin," kata Nana Sutresna.

Tetap di Tokyo
  Menko Ekku/Wasbang, Saleh Affif, menjelaskan, CGI tahun 1997
diadakan di Tokyo tanggal 16-17 Juli 1997, dengan Ketua Sidang Wakil
Presiden Bank Dunia. Dikatakan, sidang CGI di tahun-tahun berikutnya
diadakan di Paris. "Apabila di kemudian hari Jepang ingin CGI
diadakan di Jepang lagi, Jepang akan mengajukan usul lagi," kata
Saleh Affif.
  Dikatakan, kepada pemerintah Jepang, Indonesia menyampaikan, agar
setidaknya sidang CGI tahun ini yang untuk pertama kalinya diadakan
di Jepang, sama dengan sidang tahun lalu. Dalam arti, sama dalam
jumlah negara dan jumlah badan internasional yang hadir, tingkat
delegasi, jumlah bantuan yang diumumkan masing-masing delegasi, dan
jumlah bantuan secara keseluruhan.
  Ia mengakui, sidang CGI tahun ini akan dipengaruhi masalah
kesulitan keuangan Jepang yang membawa dampak pada pengurangan
bantuan luar negeri. Terutama mengingat kurs yen yang bergerak naik-
turun, antara Yen 85 dan Yen 126 per satu dollar AS. Bahkan, dewasa
ini kurs Yen mencapai Yen 114 per satu dollar AS.
  Dari seluruh dana CGI tersebut, sebanyak 82-84 persen berasal
dari tiga sumber, yaitu Jepang, Bank Dunia, dan ADB. Dengan rincian,
bantuan Jepang mencapai 36-40 persen dari keseluruhan, sedang Bank
Dunia dan ADB, masing-masing 22-23 persen. "Dengan demikian,
perubahan dalam jumlah bantuan ketiga sumber tersebut, sangat besar
pengaruhnya terhadap jumlah keseluruhan dana yang tersedia," kata
Saleh Affif.
  Hal itu terutama bila ditilik dari kurs yen terhadap dollar AS
yang digunakan untuk menghitung bantuan Jepang. Tahun 1995, kurs yen
mencapai 88 per dollar AS, tahun 1996, Yen 107 per dollar AS, dan
tahun 1997, Yen 114 per dollar AS. Kurs tahun 1997, masih bisa
berubah setiap waktu.
  "Apabila bantuan Jepang tahun 1997 tetap sama besarnya dalam yen
seperti tahun lalu, yakni 206.500 juta yen, maka dengan kurs satu
dollar AS = Yen 114, jumlahnya sama dengan 1.811 juta dollar AS.
Berarti suatu pengurangan sebesar (1.917 dollar AS-1.811
dollar AS) = 106 juta dollar AS," jelas Menko Ekku/Wasbang.
  "Dan, apabila bantuan Jepang tahun 1997 dalam yen lebih rendah
dari tahun 1996, maka pengurangannya dalam dollar AS, akan lebih
besar. Sebaliknya, apabila jumlah bantuan dalam yen lebih besar dari
tahun lalu, maka dihitung dalam dollar AS bedanya tidak seberapa,"
ujarnya.
  "Tapi tidak perlu khawatir, kami bertiga (Ginandjar, Soedradjad,
dan Saleh Afiff - Red), KBRI-KBRI kita sedang mengusahakan agar apa
pun yang terjadi di Tokyo nanti..., sejak tahun lalu kita sudah
melobi sejumlah negara dan lembaga-lembaga internasional untuk
meningkatkan (komitmen pinjaman) supaya setidak-setidaknya sama
dengan pinjaman tahun lalu yaitu 5.260 juta dollar AS," kata Saleh
Affif. (rie)

-----------------------------------------------------
Dana bantuan dalam rangka CGI selama 1995 dan 1996
           (dalam juta dollar AS)
                1995            1996
-----------------------------------------------------
 Jepang :      2.140 (40 persen) 1.917 (36 persen)
 Bank Dunia : 1.200 (22 persen) 1.200 (23 persen)
 ADB :         1.200 (22 persen) 1.200 (23 persen)

Jumlah :    4.540 (84 persen) 4.317 (82 persen)
Lain-lain : 818 (16 persen) 943 (18 persen)

 Jumlah:        5.358 (100 persen) 5.260 (100 persen)
-----------------------------------------------------
    Jumlah bantuan Jepang tahun 1995 dan 1996
      dalam         Kurs            Dalam
     juta yen      yen per        juta dollar AS
              1 dollar AS
----------------------------------------------------
 1995 187.500            88           2.140
 1996 206.500           107            1.917
----------------------------------------------------

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:14
posted:2/29/2012
language:
pages:3