1993 06 10 KIAT TAMBANG BATU BARA UNTUK

Document Sample
1993 06 10 KIAT TAMBANG BATU BARA UNTUK Powered By Docstoc
					PUSAT INFORMASI KOMPAS
Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270
Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200
Fax. 5347743
=============================================

KOMPAS Kamis, 10-06-1993. Halaman: 12



           KIAT TAMBANG BATU BARA UNTUK
           MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN

   MANTAN Menteri Pertambangan dan Energi Ginandjar Kartasasmita
pernah menyatakan dalam Buletin Bukit Asam Terbitan Juni 1992,
selain masalah transpotasi, problem yang dihadapi dalam menggalakkan
energi batubara adalah masalah lingkungan.
   Letak batubara yang jauh di dalam perut bumi, memang berarti
pembongkaran lahan besar-besaran. Ini akan mengubah struktur tanah,
terutama terjadi pengikisan lapisan top soil (lapisan paling atas
yang menentukan kesuburan tanah). Pengupasan bumi ini juga akan
membuat tanah mudah tererosi.
   Menurut seorang ahli geologi pertanahan Indonesia, Ir Eko
Budhiwijayanto, dengan metode perhitungan ternyata diperoleh
kesimpulan, erosi bekas galian tambang akan membawa 28,18 juta ton
tanah per tahun. Jumlah ini akan terjadi jika bekas galian tambang
tidak mendapat perlakuan perawatan.
   Namun jika bekas galian tambang mendapatkan perlakuan dengan
cara pembuatan kontur sistem, yang berupa pembuatan teras dan
guludan serta diadakan penanaman rumput-rumputan, ternyata laju
erosi dana ditekan secara efektif. Dengan cara penanggulangan erosi
semacam itu, ternyata lahan bekas tambang itu tinggal memiliki laju
erosi 1,12 ton. Itu masih dalam ambang batas toleransi erosi.
Penghijauan ini akan sangat membantu bila kemudian bekas galian
tambang itu akan direklamasi.
                   ***
   PT Bukit Asam, salah satu penambang batubara, nampaknya juga
mulai menyadari masalah ini. "Kami selalu memperhatikan aspek
lingkungan ini. Kami rela menyediakan dana untuk mengundang ahli
dari kalangan perguruan tinggi, khusus untuk penanganan masalah
lingkungan," ujar Ambyo S Mangunwijaya, Direktur Utama PT Bukit
Asam.
    Reklamasi besar-besaran memang belum pernah dilakukan oleh PT
Bukit Asam, karena sekarang ini lahan masih menjadi areal
pertambangan. Tetapi dalam skala tambang kecil, sudah beberapa kali
dilakukan. "Hasilnya bisa anda lihat sendiri, tumbuhan di bekas
tambang tetap menghijau," ujar Ibnu Santosa Direktur Umum PT Bukit
Asam, dalam sebuah bus yang ditumpangi para wartawan saat
berkeliling lokasi tambang.
    Setiap memulai penambangan batubara, PT Bukit Asam mengumpulkan
lapisan top soil ini dulu. Ada enam lokasi penimbunan tanah subur
ini. Saat penambangan berlangsung, soal lingkungan tetap tidak
diabaikan, dimana setiap penggalian langsung dibuat teras berundak
untuk menghindari erosi. Itu dilakukan baik di lokasi tambang yang
menggunakan peralatan modern seperti di lokasi Air Laya dan non Air
Laya yang dikerjakan secara manual.
    Penimbunan kembali lokasi bekas tambang ini tidak mesti dalam
satu periode. Tahun ini misalnya, akan diselesaikan penambalan bekas
lokasi tambang yang sudah ditimbun tanah seluas 40 hektar. Dalam
tahun ini juga PT Bukit Asam akan melakukan kegiatan pengolahan
lahan bekas tambang seluas 223 hektar. Dalam kegiatan itu dilakukan
penanaman pohon tahunan seluas 150 hektar dengan 150.000 pohon.
Lainnya adalah penanaman rumput (cover crops) seluas 200 hektar.
    Dalam mengendalikan lingkungan yang berkait dengan erosi, PT
Bukit Asam telah menyediakan kolam pengendapan lumpur. Kolam ini
luasnya 15 hektar di enam lokasi, dan mampu menampung 358.500 meter
kubik tanah. Dari bangunan lama, tahun ini akan dikuras kandungan
lumpurnya 270.000 meter kubik, dan dipergunakan sebagai campuran
penimbunan bekas lokasi tambang.
    Masalah debu juga tak luput dari perhatian. Deru mobil trailer,
truk tranpotasi yang berlalu lalang mengangkut timbunan batu bara
memang memunculkan debu yang luar biasa. Debu yang mungkin bisa
menjadi penyebab bibit penyakit ini, ditekan dengan tersedianya
sprinkler20 unit dan mobil tanki 15 unit, khusus untuk menyirami
jalanan secara rutin.
    Secara periodik pihak PT Bukit Asam juga selalu memonitor
kualitas lingkungan sekitarnya, yakni Kabupaten Tanjung Enim. Tahun
ini akan dilakukan monitoring terhadap kualitas air dan udara. Untuk
pengamatan air akan dilakukan empat kali sebulan pada musim hujan
dan empat kali pada musim kemarau dengan 70 titik lokasi,
diantaranya air sungai. Sedang pemantauan udara ditentukan pada 10
titik lokasi, sekali sebulan dalam musim hujan dan 4 kali per bulan
di musim kemarau.
    Untuk masyarakat seputar lokasi tambang kini sedang dibuatkan
percontohan peternakan, untuk memanfaatkan penghijauan yang
dilakukan. Pola peternakan ini akan segera dimasyarakatkan ke
lingkungan lokasi tambang.
                   ***
   MASALAH rawan yang dihadapi PT Bukit Asam adalah lokasi tambang

yang menyangkut lahan pertanian atau pemukiman penduduk. Tidak semua

kandungan batubara berada di daerah perbukitan atau di daerah hutan
yang statusnya milik negara. Walau para teknisi PT Batubara Bukit
Asam belum tahu pasti berapa jumlahnya, tetapi banyak juga batubara
yang terpendam di lahan atau pemukiman penduduk.
   "Sejauh ini kami belum menemukan hambatan masalah pembebasan
tanah. Walau kami akui, kami memang sempat berurusan dengan beberapa
lembaga bantuan hukum. Tetapi niat kami bukan akan menyengsarakan
warga yang tanahnya terbebaskan. Mereka kita beri ganti rugi dan
lokasi pemindahan pemukiman yang sepadan," ujar Kepala Dinas Hukum
dan Humas PT Nukit Asam Heru Haryono.
   Tahun 1992 lalu, tanah yang dibebaskan mencakup 506 hektar
tanah pertanian serta pemukiman penduduk untuk 34 kepala keluarga.
Tahap berikutnya, pemukiman 160 kepala keluarga dan 560 hektar tanah
pertanian, dibebaskan.
   Kepada penduduk di samping diberi ganti rugi dengan harga tanah
umum dan bangunannya, juga dibuatkan lokasi pengganti dan diberi
uang untuk pembangunan rumah. "Seperti di Kecamatan Karangasem kami

menempatkan 160 kepala keluarga. Di sana mereka bisa membangun rumah

permanen dan lokasinya justru dekat perkotaan di banding tempat
tinggalnya semula," kata Heru. Tahun 1993 ini PT Bukit asam akan
membebaskan lagi 120 hektar tanah pertanian.(Th Pudjo Widijanto)
Foto:1
p

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:63
posted:2/29/2012
language:Malay
pages:3