Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

1995 06 06 PRESIDEN JANGAN SAMPAI RUGIKAN RAKYAT

VIEWS: 14 PAGES: 3

									PUSAT INFORMASI KOMPAS
Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270
Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200
Fax. 5347743
=============================================

KOMPAS Selasa, 06-06-1995. Halaman: 1



          Pembangunan Terminal Terpadu Manggarai
          PRESIDEN: JANGAN SAMPAI RUGIKAN RAKYAT
Jakarta, Kompas
   Presiden Soeharto hari Senin (5/6) mengingatkan kepada seluruh
pihak terkait, agar pembangunan Terminal Terpadu Manggarai, Jakarta
Selatan, tidak bertentangan dengan amanat Pasal 33 UUD 45. Oleh sebab
itu, Kepala Negara minta agar perencanaannya dilakukan secara sangat
matang dan tidak sampai merugikan rakyat.
   "Sekalipun sudah ada perencanaan, saya minta diadakan
perencanaan lagi," tutur Presiden ketika menyaksikan ekspose
pembangunan terminal tersebut dari Ketua Konsorsium Manggarai Ny
Hardiyanti Rukmana di Bina Graha, Jakarta. Selain menteri, hadir
juga pada acara ekspose itu pimpinan tujuh perusahaan yang membentuk
konsorsium tersebut.
   Menurut Mbak Tutut - panggilan akrab Ny Hardiyanti - terminal
terpadu itu akan dibangun dengan dana 285 juta dollar (sekitar Rp
627 milyar) selama 4-5 tahun. Ia menolak menyebutkan dari mana saja
dana sebesar itu akan diperoleh pihak konsorsium.
   Sementara Menteri Perhubungan Haryanto Dhanutirto menjelaskan,
lahan yang akan diperlukan untuk terminal terpadu tersebut seluas
124 ha. Luas tanah Perumka di kawasan Manggarai sekarang ini hanya
72 ha (56 ha bersertifikat hak pakai dan 16 ha lainnya belum
bersertifikat). Dari 56 ha itu, 37 ha dikuasai Perumka, 19 ha dihuni
keluarga Perumka dan pihak ketiga.
Besar dan strategis
   Presiden Soeharto menilai proyek ini besar dan strategis
mengingat penduduk Jakarta dalam waktu dekat akan mencapai 12 juta
dari sekarang sembilan juta orang.
   Kepala Negara gembira karena proyek ini dilaksanakan konsorsium
yang terdiri dari tujuh perusahaan. "Ini berarti mencerminkan
kegotongroyongan. Ini bisa mencegah penilaian bahwa proyek ini
diserahkan kepada satu perusahaan saja," tutur Presiden.
   Menurut Kepala Negara, sebenarnya pembangunan terminal terpadu
itu sudah waktunya dilaksanakan pemerintah. Hanya karena dana
pemerintah terbatas, maka proyek diserahkan kepada pihak swasta.
"Tetapi itu bukan berarti pemerintah lepas tanggung jawab. Sebab
meski swasta yang melaksanakan, sifatnya harus untuk sebesar-
besarnya kemakmuran rakyat," kata Presiden.
   Kepala Negara juga berpendapat bahwa dengan membentuk
konsorsium, maka potensi swasta makin besar karena tenaga ahlinya
dapat berkiprah bersama dan potensi menggali dana makin besar.
"Sebab meski teori dikuasai banyak, kalau prakteknya belum ... ya
sama saja," ujar Presiden.
   Presiden berharap agar pembangunan terminal terpadu ini mampu
sebanyak mungkin menggunakan barang-barang dan jasa-jasa produksi
dalam negeri maupun jasa-jasanya. Ia minta para menteri terkait
untuk melakukan koordinasi sebaik-baiknya.
   Pada kesempatan itu, Mensesneg Moerdiono mengajukan
pertanyaan mengenai kapasitas angkutan untuk mendukung 6,5 juta
penumpang per hari. Mbak Tutut menjelaskan bahwa semuanya sudah
diperhitungkan.
   Menteri/Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita menanyakan
hubungan terminal ke Bandara Soekarno-Hatta. Mbak Tutut kembali
menjawab, rencananya sudah dibuat.
22 jalur KA
   Terminal Transportasi Pusat Terpadu Manggarai - begitu nama
panjangnya - dirancang arsitek Allerbe Becket Inc. dari Amerika
Serikat. Sedangkan konsorsium PT Citrautama Mitrajaya Mardisentosa
terdiri dari PT Bandar Mardi Perkasa, PT Cahayacipta Adicemerlang,
PT Citra Agratama Persada, PT Mitraguna Tribhakti, PT Pembangunan
Jaya, PT Sekar Artha Sentosa dan PT Suhamthabie Utama.
   Proyek akan membentang luas dengan batas Kali Ciliwung (utara),
Jalan Lapangan Roos Raya (selatan), Jalan Dr Saharjo (barat) dan
Jalan Matraman (timur). Stasiun kereta api menempati 17 ha, Pusat
Kebudayaan Islam 5 ha, daerah terbuka/hijau 19,1 ha, fasilitas umum
6,4 ha, kawasan komersial dan tempat tinggal 52,7 ha, infrastruktur
- termasuk jalan - 23,8 ha. Total kawasan yang dipergunakan 124 ha.
   Sekarang ini terdapat sekitar 935 rumah dinas Perumka, yang
akan direlokasi ke bangunan lima lantai dengan 1.000 unit tempat
tinggal. Selain rumah dinas, menurut Menhub, dewasa ini terdapat ratusan
rumah yang dibangun di atas tanah Perumka oleh pihak ketiga
tanpa izin. Dalam kaitan ini, perlu diusahakan pembebasan tanah.
   Pusat Kebudayaan Islam akan terdiri dari mesjid, perpustakaan,
gedung pertemuan, pusat kegiatan masyarakat, museum, kolam air
mancur, pekarangan hijau, taman bunga, kios, daerah pejalan kaki dan
arena bermain anak-anak. Hal lainnya yang akan dibangun di kawasan
terpadu itu adalah kawasan komersial, perdagangan, apartemen dan
fasilitas rekreasi keluarga.
   Terminal terpadu bertingkat tiga ini akan memiliki 22 jalur
kereta api dengan 9 peron di lantai dasar, empat jalur kereta api
cepat di bawah tanah, jalur bus kota di lantai dasar dan terminal
bus di lantai dua.
   Terminal bus antarkota dengan 50 pangkalan keberangkatan dan 10
pangkalan kedatangan di lantai dua akan mampu menampung 3.600 bus
per hari. Terminal bus kota dengan 40 pangkalan di lantai yang sama
dapat menampung 5.760 bus per hari.
   Di terminal terpadu itu juga akan disediakan terminal taksi,
hotel berbintang tiga (10 lantai), hotel melati (3 lantai) untuk
masyarakat menengah yang bepergian menggunakan KA dan bus.
(vik/osd)

Foto:
TERMINAL TRANSPORTASI MANGGARAI - Presiden Soeharto hari Seni
n (5/6)
mendengarkan penjelasan dari Ketua Konsorsium Manggarai, Ny. Siti Hardi
yanti
Rukmana (kiri) mengenai rencana pembangunan Terminal Transportasi Pusa
t Terpadu
Manggarai di Bina Graha. Kepala Negara didampingi (dari kiri) Menhub Ha
ryanto
Dhanutirto, Fadel Muhammad, dan Gubernur DKI Surjadi Soedirdja.

								
To top