Docstoc

1991 11 18 RENANG TIDAK PERSOALKAN

Document Sample
1991 11 18 RENANG TIDAK PERSOALKAN Powered By Docstoc
					PUSAT INFORMASI KOMPAS
Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270
Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200
Fax. 5347743
=============================================

KOMPAS Senin, 18-11-1991. Halaman: 15



               RENANG TIDAK PERSOALKAN
              KOLAM LATIHAN DI MANILA
Jakarta, Kompas
   Meski terbentik berita dari Manila bahwa kolam yang akan
digunakan untuk pertandingan renang SEA Games XVI belum lagi selesai,
namun kubu renang Indonesia tidak merasa harus panik. Sudah adanya tim
pendahulu KONI Pusat di Manila membuat kubu renang yakin segalan suda
h
dipersipakan secara baik.
   Manajer tim Naryadi hari Minggu mengemukakan, atlet renang yang
bertolak 19 November pagi, sudah dapat berlatih sore harinya.
Kemungkinan besar kolam yang disewa adalah yang berada di University
of Life, Pasig, di luar Metro Manila.
   "Saya tidak tahu persis namanya, tetapi kita menyewa tiga
lintasan untuk sembilan kali pemakaian," kata Naryadi.
   Sembilan sesi itu berarti tanggal 20 sampai 23 November perenang
dapat berlatih dua kali dalam satu hari, masing-masing selama dua jam.
Porsi ini dinilai cukup untuk mengisi kurun waktu menjelang bertarung
di arena sesungguhnya. SEA Games XVI sendiri dibuka 24 November, saat

perenang diliburkan dari latihan kolam.
   Ketua Umum PB PRSI, Ginandjar Kartasasmita, juga menganggap
tempat latihan ini tidak menjadi persoalan bagi perenang, karena
latihan terprogram dengan sasaran sudah dijalankan dengan baik di
tanah air. Dikatakannya, hal ini tidak pula mempengaruhi prestasi yang
akan dicapai atlet.
   "Kita sengaja mengundurkan keberangkatan mereka dari semula
tanggal 16 menjadi 19 dengan maksud atlet memanfaatkan latihan di
sini sebaik-baiknya, daripada setengah-setengah di Manila," kata
Ginandjar.
   Atlet loncat indah dan polo air direncanakan bertolak bersama
kontingen tiga hari kemudian, 22 November.
Bukan takabur
   Menyinggung target 10 emas dari kolam renang, 6 renang, 3 loncat
indah, dan 1 polo air, menurut Ginandjar bukan dimaksudkan sebagai
bentuk rasa takabur. Dan bukan pula karena rasa percaya diri yang
terlalu berlebihan. Ada tiga penyebab yang menurut Menteri
Pertambangan dan Enerji ini membuat dia merasa perlu untuk membuat
target secara terbuka.
   "Yang pertama agar atlet tahu makna kepergian mereka ke Manila
ini untuk apa, kedua agar organisasi olahraga prestasi ini memiliki
ukuran dalam menilai tugasnya. Lalu yang ketiga agar masyarakat bisa
menilai, sebab kalau tahu berprestasi mereka akan mendorong dan
memberi dukungan," katanya.
   Berbeda dengan cabang lain, ketika bertemu atletnya di kantor PB
PRSI pekan lalu, Ginandjar langsung menyebut nomor-nomor yang harus
dimenangkan serta nama atlet yang bertanggung-jawab untuk itu. Pada
target tersebut dengan tegas dia mengemukakan tidak ingin melihat ada
kegagalan.
   Dia menyadari mengambil sikap yang berbeda dengan organisasi
olahraga yang lain, tetapi dianggap itulah yang paling cocok dengan
situasi renang Indonesia yang belum memiliki prestasi tinggi.
   Dalam pesannya kepada atlet, Ginandjar juga mengingatkan agar
jangan hanya membawa pulang medali emas.
   "Saya ingin kalian membawa pula rekor yang merupakan substansi
prestasi, selain medali emas yang sebenarnya hanyalah formalitas
belaka," katanya.
Optimistis
   Pelatih dari Jerman yang membantu persiapan renang kali ini,
Frank Schlossmacher, mengemukakan optimismenya para atlet Indonesia
bakal mencatat sukses. Menurut dia, dasar keyakinan itu adalah
meningkatnya endurance perenang dilihat dari sejak mereka berlatih di
Jerman sampai dengan tes terakhir pekan lalu.
   "Ada peningkatan yang jelas pada daya tahan mereka. Ini yang
membuat saya optimis," kata Frank yang dibantu rekannya ahli
biomekanika Norbert Warnatsch. "Endurace merupakan basis untuk
mencapai penampilan yang baik," tambahnya.
   Berbeda dengan sebelumnya dalam persiapan kali ini dikenalkan tes
asam laktat untuk mengetahui kemampuan optimal perenang. Menurut Frank

dengan tes itu, maka terbaca secara pasti, tidak lagi sekedar
perkiraan, kemampuan perenang.
   Ginandjar sendiri mengemukakan, cara yang ditempuh sekarang
diambil agar pembinaan dapat dilakukan dengan objektif. Dan di negara
maju sudah dilaksanakan dengan hasil yang baik.
   Di antara 17 perenang yang bertolak ke Manila terdapat enam
debutan, yakni Elsa Manora Nasution dan Susanti Wangsawiguna di putri
serta Wisnu Wardhana, Felix Sutanto, Albert Sutanto, Chandra Budi di
putra.
   Elsa, 14, merupakan penerus keluarga Nasution yang sudah memiliki
Elfira Rosa dan Maya Masita. Dia diproyeksikan turun di gaya punggung
bersama Susanti di nomor perseorangan, yang berarti bersaing dengan
jago Filipina, Akiko Thompson.
   "Persiapan saya sudah cukup. Bagaimana hasilnya, lihat di sana
saja. Buat saya tampil pertama biasa-biasa saja," kata Elsa yang
dipanggil Chacha ini.
   Perenang anggota tim SEA Games selengkapnya adalah Richard Sam
Bera, Wirmandi Sugriat, Wolfry A Poernomo, Sabeni Sudiono, Wisnu,
Felix, Albert, Chandra, Elfira, Maya, Yeyen Gunawan, Yustina Atmaja,
Tjia Fei Khim, Listiyani Hadiwijaya, Meitry Widya Pangestika, Elsa,
dan Susanti. Mereka didampingi Naryadi, Radja Nasution, Lisa Siregar,
Othman Siregar, Frank, dan Norbert.(hcb)
Foto: 1
Kompas/js
TIM RENANG - Ketua Umum PRSI Ginandjar Kartasasmita berjabat tanga
n
dengan sebagian tim renang SEA Games XVI Manila (dari kiri ke kanan)
Listiani Hadiwijaya, Maya Masita Nasution, Yeyen Gunawan, Elfira Rosa
Nasution dan Elsa Manora Nasution, dalam acara ramah tamah, hari
Minggu malam (17/11) di International Petroleum Club, Jakarta.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:35
posted:2/27/2012
language:Malay
pages:3