Docstoc

1991 09 23 TAMBANG EMAS PULAU WETAR

Document Sample
1991 09 23 TAMBANG EMAS PULAU WETAR Powered By Docstoc
					PUSAT INFORMASI KOMPAS
Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270
Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200
Fax. 5347743
=============================================

KOMPAS Senin, 23-09-1991. Halaman: 3



              TAMBANG EMAS PULAU WETAR
              DAPAT BUKA ISOLASI MALUKU
Jakarta, Kompas
   Pembukaan tambang emas di P. Wetar, Maluku Tenggara, akan dapat
membuka isolasi di daerah tersebut. Malah P.Wetar dapat menjadi pusat
pengembangan di Maluku Tenggara, setelah penambangan mineral logam
dan mineral industri lainnya terus digalakkan dalam masa mendatang.
   Hal itu diungkapkan Menteri Pertambangan dan Energi Ir
Ginandjar Kartasasmita, seusai bersama dengan rombongan, meninjau
tambang emas yang diusahakan PT Prima Lirang Mining di Lerokis,
P.Wetar, Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan Kabupaten Maluku Tenggara,
Propinsi Maluku, Jumat lalu (20/9).
   Turut dalam kunjungan ini Irjen Departemen Pertambangan dan
Energi Ir Wardoyo Kusumo, Dirjen Pertambangan Umum Ir Kosim
Gandataruna dan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral (GSDM) Dr
Adjat Sudradjat dan wakil Pemda Maluku. Di Wetar, rombongan diterima
oleh pimpinan PT Prima Lirang, di antaranya Ken Mckechnie (Presdir)
dan Gerry Mbatemooy (Direktur).
   "Dalam waktu dekat ini mereka merencanakan membangun lapangan
terbang perintis di P.Wetar. Dengan demikian pulau ini benar-benar
akan dapat dicapai dalam waktu singkat sehingga bebas dari isolasi,"
katanya. Sejauh ini cara mencapai pulau itu hanya dengan helikopter
sekitar 40 menit atau dengan kapal motor sekitar 4 jam dari ibu kota
Timor Timur, Dilli.
   Menteri Ginandjar meninjau tambang tersebut mendahului acara
peresmian, yang menurut rencana akan dilakukan Presiden Soeharto
bersama dengan sejumlah proyek pembangunan lain, bulan November.
Proyek-proyek lain yang juga akan diresmikan antaranya tambang batu
bara Kaltim Prima Coal (KPC) di Kalimantan Timur, pelabuhan batu
bara Teluk Bayur di Sumatera Barat dan Terminal Batu Bara Tarahan di
Lampung.
Potensi besar
   Dikatakan, penambangan emas di pulau terpencil yang lebih dekat
ke Timor Timur itu memiliki potensi yang besar. Sebab selain emas,
di daerah tersebut juga ditemukan mineral ikutan lain seperti perak,
barit, tembaga dan air raksa yang cukup besar. "Tambang ini
merupakan tambang emas pertama yang ditemukan dan memiliki cadangan

barit besar, yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang seluruh
kebutuhan barit untuk pemboran minyak dan gas bumi di dalam negeri
dan ekspor. Namun kontraktor juga mengakui, mereka belum mengetahui
teknologi yang paling sesuai untuk pengolahannya," kata menteri, di
sela-sela kegiatan peninjauan pabrik yang mengolah dan memisahkan
bijih emas, perak, air raksa dan barit itu.
   Penambangan emas ini dilakukan secara terbuka dan diusahakan
secara patungan oleh Billiton Indonesia BV (90 persen), anak
perusahaan dari The Royal Shell Group (patungan Belanda dan Inggris)
dan PT Prima Maluku Indonesia (10 persen) dalam perjanjian kontrak
karya generasi ke IV yang ditandatangani di Jakarta, 2 Desember
1986. Investasi diperkirakan sekitar 39,4 juta dollar AS.
   Dirjen Pertambangan Umum Ir Kosim Gandataruna mengungkapkan,
tambang ini termasuk dalam 103 kontrak penambangan emas yang telah
ditandatangani pemerintah dan cepat berproduksi. Luas daerah yang
dipertahankan sekitar 4.801 hektar (ha) untuk pertambangan, sedang
150.205 ha lainnya dicadangkan sebagai daerah eksplorasi.
   Kegiatan penambangan dan pengolahan dengan kapasitas 600.000
ton/tahun dimulai sejak 1 Juli 1991 lalu. Jumlah cadangan bijih yang
diketahui sekitar 2.900.000 ton, memiliki emas dengan kadar 3,59
g/ton, perak 114 g/ton dan barit 40 persen. Dalam setahun tambang
itu dapat menghasilkan rata-rata dore bullion yang mengandung 60.000
troi ons emas dan 800.000 troi ons perak, 100.000 ton tepung barit
standar API dan sekitar 12 ton air raksa.
   Menurut Gerry Mbatemooy, secara umum produksi emas setahun
dapat mencapai 1,8 ton, jauh lebih tinggi dari produksi tambang yang
pertama di Lebong Tandai, Bengkulu, yang kini hanya mampu berproduksi

850 kg emas per tahun. Dengan produksi kontinyu seperti sekarang,
diperkirakan cadangan yang telah diketahui paling tidak akan dapat
dimanfaatkan untuk masa 15 tahun yang akan datang. Di daerah ini,
jumlah tenaga kerja yang dioperasikan hanya 257 orang, terdiri dari
13 tenaga kerja asing dan 244 orang tenaga kerja Indonesia.
Eksplorasi
  Untuk memperkuat cadangan-cadangan baru, PT Lirang kini terus
melakukan eksplorasi di tempat-tempat lain seperti di Kali Kuning,
Meron, P.Lirang dan lainnya. Dari hasil eksplorasi di Kali Kuning
itu, telah ditemukan cadangan baru sekitar 2.200.000 ton, dengan
kadar rata-rata 5,4 g/ton emas, 133 g/ton perak dan 58 persen barit.
   Dr Adjat Sudradjat mengungkapkan P.Wetar merupakan pulau yang
masih terus tumbuh akibat kegiatan vulkanologi. Cadangan emas yang
ditemukan di pulau ini mungkin terjadi dari proses mineralisasi emas
epithermal yang dipengaruhi dengan pencampuran air laut, yang semula
luput dari pengamatan teori geologi tradisional. "Baru setelah emas
berhasil ditemukan dari daerah-daerah serupa seperti di bagian utara
Australia, P.Wetar makin menarik perhatian para geolog untuk
diteliti dengan lebih intensif," katanya. (mk)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:162
posted:2/27/2012
language:Malay
pages:3