Docstoc

2001 03 10 JOHANNES KOTJO MENJADI TERSANGKA

Document Sample
2001 03 10 JOHANNES KOTJO MENJADI TERSANGKA Powered By Docstoc
					PUSAT INFORMASI KOMPAS
Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270
Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200
Fax. 5347743
=============================================

KOMPAS Sabtu, 10-03-2001. Halaman: 7



          JOHANNES KOTJO MENJADI TERSANGKA
Jakarta, Kompas
  Kejaksaan Agung, Jumat (9/3), mengumumkan Johannes Budi Sutrisno
Kotjo sebagai tersangka dalam kasus dugaan mark up pengambilalihan
dan penyelesaian utang (restrukturisasi) Kanindotex Grup. Kotjo
dinilai tidak melaksanakan syarat resrukturisasi.
  "Hari ini, kasus Kanindotex ditingkatkan dari tahap penyelidikan
ke tahap penyidikan dengan tersangka Johannes Kotjo dan kawan-kawan.
Siapa kawan-kawannya, nanti dalam penyidikan akan diketahui," kata
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Muljohardjo, kepada pers di
Jakarta.
  Belakangan ini pihak Kejaksaan Agung gencar mengumumkan
tersangka-tersangka baru kasus korupsi. Saat berada di Pasuruan
beberapa waktu lalu, Presiden Abdurrahman Wahid sempat mengemukakan,

Kejaksaan akan menangkap 10 penjahat kelas kakap. Sejauh ini, baru
dua orang yang ditahan, yakni mantan Direktur Bank Indonesia
Hendrobudiyanto dan Heru Supraptomo berkaitan kasus BLBI. Kejaksaan
Agung juga mengumumkan enam tersangka baru, di antaranya Ginandjar
Kartasasmita dan IB Sudjana.
  Dijelaskan oleh Muljohardjo, dari hasil penyelidikan yang
dilakukan tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan bidang
Intelijen Kejagung, Johannes Kotjo dan kawan-kawannya diduga telah
melakukan mark up terhadap pembelian mesin-mesin tekstil milik Robby
Tjahjadi yang dulunya sudah merupakan aset Kanindotex Grup.
Tidak disebutkan berapa besar dana yang di mark up tersebut.
  Menurut catatan Kompas, kasus tersebut berawal dari adanya
memorandum of understanding antara Robby dan Bambang Trihatmodjo
sebagai ketua konsorsium untuk mengambil alih sekaligus menyelesaikan
utang Kanindotex Grup sebesar 70 juta dollar AS pada 25 Januari 1995.
Anggota konsorsium yang terdiri atas Bambang Trihatmodjo, Johannes
Kotjo, Bambang Riyadi Soegomo, dan Wisnu Suhardono, berkewajiban
mencarikan dana dan modus penyelesaian utang Kanindotex.
   Ketika itu Kanindotex Grup berutang pada Bank Bumi Daya,
Bapindo, Bank Lippo, dan beberapa bank lainnya, untuk membeli 137.000
mata pintal dan 303 mesin tenun yang sebagian besar telah dikirimkan
ke pabrik di Bawen, Semarang, Jawa Tengah.
  Setelah melakukan take over Kanindotex Grup, jelas Muljohardjo,
Johannes Kotjo mengajukan restrukturisasi kredit kepada Bank Bumi
Daya (BBD) dan Bapindo di mana BBD sebagai lead negotiator.
Restrukturisasi kredit disetujui BBD dengan syarat Johannes Kotjo
harus menyediakan fresh money sebesar Rp 539 milyar untuk pelunasan
kredit investasi dan Rp 170 milyar untuk peningkatan produksi melalui
pembelian mesin-mesin tekstil dan bahan baku.
  Namun, Johannes Kotjo melalui PT Acen tidak melaksanakan syarat
restrukturisasi tersebut. Johannes Kotjo hanya melunasi kredit
investasi sebesar Rp 458 milyar dan untuk pemenuhan syarat pembelian
mesin tekstil sebesar Rp 10 milyar. Itu pun dilakukan dengan cara
mark up pembelian mesin-mesin tekstil milik Robby Tjahjadi yang
dulunya sudah merupakan aset Kanindotex Grup. (ika)

              Tabel
Tersangka Baru yang Diumumkan Kejaksaan Agung
----------------------------------------------------------------
Nama Tersangka               Kasus                  Catatan
----------------------------------------------------------------
1. Heru Supraptomo             BLBI                  Ditahan
2. Hendrobudiyanto             BLBI                  Ditahan
3. Paul Sutopo             BLBI                   -
4. Probosutedjo             Dana reboisasi           Dilarang ke LN
5. Siti Hardiyanti Rukmana Pipanisasi Jawa                 Dilarang ke LN
6. Ginandjar Kartasasmita Pengeboran sumur minyak Masih di LN
7. IB Sudjana              Pengeboran sumur minyak
8. Yohanes Kotjo             Kanindotex
-----------------------------------------------------------------

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:62
posted:2/27/2012
language:Malay
pages:2