Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Get this document free

2007 08 30 PRESIDEN HARGAI MPR SOSIALISASIKAN UUD 1945

VIEWS: 1 PAGES: 2

									PUSAT INFORMASI KOMPAS
Palmerah Selatan 26 - 28 Jakarta, 10270
Telp. 5347710, 5347720, 5347730, 5302200
Fax. 5347743
=============================================

KOMPAS Kamis, 30-08-2007. Halaman: 5



                  Ulang Tahun MPR
        PRESIDEN HARGAI MPR SOSIALISASIKAN UUD 1945
Jakarta, Kompas
  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghargai upaya MPR yang
secara intensif dan terus-menerus menyosialisasikan UUD 1945 hasil
perubahan.
  Menurut Presiden, langkah itu penting karena dalam empat tahun,
UUD 1945 sudah empat kali diubah. Dengan didasari kesepakatan untuk
menegakkan konstitusi, sudah semestinya ketentuan dalam UUD 1945 yang

dijadikan rujukan.
  Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam
peringatan ulang tahun ke-62 MPR di Jakarta, Rabu (29/8) malam.
Hadir dalam puncak peringatan ulang tahun MPR itu, antara lain, Wakil
Presiden M Jusuf Kalla serta pimpinan lembaga negara, seperti Ketua
DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Ketua Mahkama
h
Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, dan Ketua BPK Anwar Nasution.
Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu juga hadir, seperti Menko
Polhukam Widodo AS, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, serta Jaksa
Agung Hendarman Supandji.
Komisi nasional
  Ketua MPR Hidayat Nur Wahid kepada wartawan sebelum puncak
peringatan ulang tahun MPR menyatakan apresiasinya atas tawaran
Presiden mengenai komisi atau panitia nasional yang ditugaskan untuk
mengkaji konstitusi. Tawaran itu menemukan momentumnya seiring dengan

mencuatnya wacana perubahan konstitusi.
  Namun, Hidayat menekankan, agar lebih produktif dan tidak
menimbulkan kontroversi baru, hal itu harus melibatkan dan dikelola
oleh anggota dan lembaga MPR. Ia juga menyebutkan, pimpinan MPR
mengusulkan penguatan pimpinan MPR lewat RUU Susunan dan Keduduka
n
Anggota MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Salah satunya, pimpinan MPR dapat

ditugaskan untuk melakukan kajian terhadap pelaksanaan UUD 1945 dan
juga memberikan penafsiran konstitusi di luar masalah yang
disengketakan di MK.
  Usul itu antara lain didasari pemahaman soal perubahan konstitusi
pasti akan semakin menguat pada masa mendatang. Sejauh ini seluruh
elemen menyadari perlunya perbaikan konstitusi dengan didasari kajian
yang komprehensif. Karena itu, untuk mengelolanya dibutuhkan pimpinan
MPR dengan kewenangan yang lebih kokoh lagi.
Cerdas cermat
  Puncak peringatan ulang tahun ke-62 MPR, semalam, diawali dengan
final cerdas cermat mengenai UUD 1945 antar-SMU se-Jabodetabek.(DIK)

Foto: 1
pri
Hidayat Nur Wahid

								
To top