cerita pendek english indo by syifaabdiah

VIEWS: 143 PAGES: 10

									                                Kerbau dan Kambing



            Seekor kerbau jantan berhasil lolos dari serangan seekor singa dengan cara memasuki

sebuah gua dimana gua tersebut sering digunakan oleh kumpulan kambing sebagai tempat berteduh

dan menginap saat malam tiba ataupun saat cuaca sedang memburuk. Saat itu hanya satu kambing

jantan yang ada di dalam gua tersebut. Saat kerbau masuk kedalam gua, kambing jantan itu

menundukkan kepalanya, berlari untuk menabrak kerbau tersebut dengan tanduknya agar kerbau

jantan itu keluar dari gua dan dimangsa oleh sang Singa. Kerbau itu hanya tinggal diam melihat

tingkah laku sang Kambing. Sedang diluar sana, sang Singa berkeliaran di muka gua mencari

mangsanya.



            Lalu sang kerbau berkata kepada sang kambing, "Jangan berpikir bahwa saya akan

menyerah dan diam saja melihat tingkah lakumu yang pengecut karena saya merasa takut

kepadamu. Saat singa itu pergi, saya akan memberi kamu pelajaran yang tidak akan pernah kamu

lupakan."



            Sangatlah jahat, mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain.
Buffaloes and Goats



       A male buffalo escaped from a lion attack by entering a cave where the cave is often used by

a collection of goats as a shelter and stay at night or when the weather was deteriorating. It was only

one male goat that is in the cave. When the buffalo into the cave, goats, bowed his head, ran to hit

the bull by its horns so that male buffalo out of the cave and devoured by the lions. Buffalo was

only staying silent about the behavior of the Goat. 're Out there, wandering in front of the cave lion

looking for prey.




       Then the bull said to the goat, "Do not think that I would give up and say anything to see

your behavior is a coward because I was afraid of you. When the lion was gone, I'll give you

lessons that you would never forget."




It is evil, taking advantage of the misfortunes of others.
                             Anjing dan Bayangannya


       Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke

rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat

kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan

itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang

yang lebih besar dari miliknya.



       Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi

anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung

melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju

ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih

karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan

menyadari betapa bodohnya dirinya.



       Sangatlah bodoh memiliki sifat yang serakah
                                     Dogs and shadow



        A dog gets a bone from a person, came running back to his home as quickly as possible with

a happy heart. When he passed a very small bridge, he looked down and saw herself reflected in the

water under the bridge. These greedy dogs that thinks he saw a dog carrying a bone bigger than

hers.




         If only he stops to think, he would know that it was his shadow. But the dog did not think

anything and instead dropped the bone he was carrying and jumped into the river. The greedy dog

finally with great difficulty swam to the riverbank. When he arrived safely at the edge of the river,

he just stood pensive and sad because they carry instead of bone is lost, he later regretted what

happened and realize how stupid he was.

It would be foolish to have properties that greedy
              Dua Orang Pengembara dan Seekor Beruang




             Dua orang berjalan mengembara bersama-sama melalui sebuah hutan yang lebat. Saat

itu tiba-tiba seekor beruang yang sangat besar keluar dari semak-semak di dekat mereka.


             Salah satu pengembara, hanya memikirkan keselamatannya dan tidak menghiraukan

temannya, memanjat ke sebuah pohon yang berada dekat dengannya.


             Pengembara yang lain, merasa tidak dapat melawan beruang yang sangat besar itu

sendirian, melemparkan dirinya ke tanah dan berbaring diam-diam, seolah-olah dia telah meninggal.

Dia sering mendengar bahwa beruang tidak akan menyentuh hewan atau orang yang telah

meninggal.


             Temannya yang berada di pohon tidak berbuat apa-apa untuk menolong temannya yang

berbaring. Entah hal ini benar atau tidak, beruang itu sejenak mengendus-endus di dekat kepalanya,

dan kelihatannya puas bahwa korbannya telah meninggal, beruang tersebutpun berjalan pergi.


             Pengembara yang berada di atas pohon kemudian turun dari persembunyiannya.


             "Kelihatannya seolah-olah beruang itu membisikkan sesuatu di telingamu," katanya.

"Apa yang di katakan oleh beruang itu"


             "Beruang itu berkata," kata pengembara yang berbaring tadi, "Tidak bijaksana berjalan

bersama-sama dan berteman dengan seseorang yang membiarkan dan tidak menghiraukan

temannya yang berada dalam bahaya."


             Kemalangan dapat menguji sebuah persahabatan.
                                Nomad Two and A Bear



        Two people walking together wandering through a dense forest. It was suddenly a very large

bear out of the bushes near them.



One of the nomads, just think about his safety and ignoring his friend, climbed into a tree that was

close to him.



Nomad others, felt unable to resist a very large bear it alone, threw himself into the ground and lay

still, as if he had died. She is often heard that the bears will not touch the animal or person who has

died.



His friend who was in the tree did not do anything to help his friend who was lying. Whether this is

true or not, bear it for a moment to sniff at his head, and seemed satisfied that the victim has died,

bears tersebutpun walk away.



Nomad which is above the tree then got out of hiding.

"It looks as if the bear whisper in your ear," he said. "What was said by the bear"



"The bear said," the wanderer who was lying before, "No wise to walk together and be friends with

someone who is allowed and ignored his friend who is in danger."

Adversity can test a friendship.
                                            Si Pelit


       Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang
dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya,
menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya
yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya,
dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam
pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.

       Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia
mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.

       Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya
apa saja yang terjadi.

       "Emasku! oh.. emasku!" kata si Pelit, "seseorang telah merampok saya!"

       "Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas
tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat
kamu ingin membeli sesuatu?"

       "Membeli sesuatu?" teriak si Pelit dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan
emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu." teriaknya
lagi dengan marah.

       Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam
lubang harta karun yang telah kosong itu.

       "Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu
yang telah hilang!"

       Harta yang kita miliki sama nilainya dengan kegunaan harta tersebut.
                                               Miser


       A very stingy buried his gold in secret in a place kept secret in his garden. Every day he

went to the place where he buried his gold, dug it up and count them back one by one to ensure that

no gold is lost. He very often did that so that a thief is watching him, can guess what is hidden by

the Miser's and one night, with thieves secretly dig up the treasure and took him away.



     When the Miser aware of losing his property, he became very sad and desperate. She was

moaning, pulling at her hair.



        One person passing nomads in the place heard her crying and asked what had happened.

"My gold! Oh .. my gold!" Miser said, "someone has robbed me!"



"Your gold! In the hole? Why did you put it there? Why did not you keep the gold in the house

where you can easily retrieve it when you want to buy something?"

"Buying something?" Miser shouted angrily. "I will not buy anything with gold. I never even

thought to buy something with gold." he shouted back angrily.

Nomad then took a large stone and threw it into the hole that has been empty treasure it.

"Then," he said again, "cap and bury the stone, it is equal to the lost treasure!"

Treasures that we have equal value with the usefulness of the asset.
                        Pemerah Susu dan Ember nya


       Seorang wanita pemerah susu telah memerah susu dari beberapa ekor sapi dan berjalan

pulang kembali dari peternakan, dengan seember susu yang dijunjungnya di atas kepalanya. Saat

dia berjalan pulang, dia berpikir dan membayang-bayangkan rencananya kedepan.


       "Susu yang saya perah ini sangat baik mutunya," pikirnya menghibur diri, "akan

memberikan saya banyak cream untuk dibuat. Saya akan membuat mentega yang banyak dari cream

itu dan menjualnya ke pasar, dan dengan uang yang saya miliki nantinya, saya akan membeli

banyak telur dan menetaskannya, Sungguh sangat indah kelihatannya apabila telur-telur tersebut

telah menetas dan ladangku akan dipenuhi dengan ayam-ayam muda yang sehat. Pada suatu saat,

saya akan menjualnya, dan dengan uang tersebut saya akan membeli baju-baju yang cantik untuk di

pakai ke pesta. Semua pemuda ganteng akan melihat ke arahku. Mereka akan datang dan mencoba

merayuku, tetapi saya akan mencari pemuda yang memiliki usaha yang bagus saja!"


       Ketika dia sedang memikirkan rencana-rencananya yang dirasanya sangat pandai, dia

menganggukkan kepalanya dengan bangga, dan tanpa disadari, ember yang berada di kepalanya

jatuh ke tanah, dan semua susu yang telah diperah mengalir tumpah ke tanah, dengan itu hilanglah

semua angan-angannya tentang mentega, telur, ayam, baju baru beserta kebanggaannya.


       Jangan menghitung ayam yang belum menetas.
                                  Milk and his Bucket Milker



       A woman has the milking milking of cows and walking home back from the farm, with a


dijunjungnya milk bucket over his head. As he walked home, he thinks and plans ahead dangle.




        "I Dairy Milk is very good quality," he thought to comfort myself, "will give me a lot of


cream to be made. I'll make a lot of butter cream and sell it to the market, and with the money I


had then, I'll buy a lot eggs and menetaskannya, it looks very beautiful when the eggs have


hatched and ladangku will be filled with young chickens are healthy. at one point, I'll sell it, and


with the money I would buy beautiful clothes for use to the party. All the handsome young man


would look at me. They will come and try to seduce me, but I will look for youths who have just


good business! "




       When he was thinking about his plans that he felt very clever, he nodded his head proudly,


and without realizing it, a bucket that was in his head fall to the ground, and all the milk has been


milked to flow spilled to the ground, with it's gone all her mind about butter, eggs, chicken, new


clothes along with his pride.


Do not count your chickens before they hatch.

								
To top