Pengaruh Penggunaan Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi IPA Kelas VI (BAB II: KAJIAN PUSTAKA)

Document Sample
Pengaruh Penggunaan Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi IPA Kelas VI (BAB II: KAJIAN PUSTAKA) Powered By Docstoc
					                                    BAB II

                             KAJIAN PUSTAKA



A. Metode Demonstrasi

   1. Pengertian

            Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan

      memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi

      atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik       sebenarnya ataupun

      tiruan, yang sering di sertai dengan penjelasan lisan. (Sudirman. 1991: 133).

      Sedangkan menurut Imansjah Alipandie menerangkan bahwa metode

      demonstrasi ialah suatu metode mengajar yang dilakukan guru atau

      seseorang lainnya dengan memperlihatkan kepada seluruh kelas tentang

      suatu proses atau suatu cara melakukan sesuatu. (Imanjah – Alipandie,

      1984 : 86 ).

            Pengertian yang lain menyebutkan bahwa metode demonstrasi

      adalah metode mengajar dengan jalan guru/bantuan orang lain

      memperlihatkan kepada murid-murid         proses atau kaifiyat melakukan

      sesuatu (Drs. Zainuddin Dja’far, 1992 : 31).

            Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode

      demonstrasi adalah memberikan variasi dalam cara-cara guru mengajar

      dengan mewujudkan bahan         yang diajarkan secara nyata     baik dalam

      bentuk benda aslinya tiruan. Sehingga murid-murid dapat mengamati

      dengan jelas dan pengajaran lebih tertuju untuk mencapai hasil yang

      diinginkan.

                                        6
                                                                        7


         Dalam pelaksanaan metode demonstrasi, dapat dilakukan secara

   bersama-sama antara guru dengan siswa sebagai latihan praktis dari yang

   sudah atau yang belum diketahui oleh siswa. Metode demonstrasi ini juga

   memiliki kebaikan antara lain:

   a. Membantu siswa untuk memahami dengan jelas jalannya suatu proses

       dengan penuh perhatian.

   b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan, sebab penggunaan bahasa

       dapat lebih terbatas.

   c. Memberikan ketrampilan tertentu.

         Dengan kata lain metode demonstrasi membantu siswa dalam

   mengatasi kesulitan belajar, dengan adanya demonstrasi siswa akan mudah

   memahami pelajaran yang diajarkan oleh guru.

2. Kelebihan Metode Demonstrasi

         Menurut Sudirman N (1988: 133) kelebihan metode demonstrasi

   antara lain:

   a. Metode ini dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan konkrit.

   b. Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.

   c. Proses pengajaran akan lebih menarik.

   d. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori

       dengan kenyataan dan mencoba melakukannya sendiri.

   e. Melalui metode ini dapat disajikan materi pelajaran yang tidak

       mungkin atau kurang sesuai dengan menggunakan metode lain.

         Menurut Imnasyah Alipandie (1984: 89)          kelebihan metode

   demonstrasi adalah :
                                                                            8


   a. Siswa dapat menghayati dengan sepenuh hati mengenai pelajaran yang

      diberikan.

   b. Perhatian     anak   dapat    terpusat   pada   hal-hal   penting   yang

      didemonstrasikan.

   c. Mengurangi kesalahan-kesalahan dalam mengambil kesimpulan dari

      apa yang diterangkan guru secara lisan atau apa yang dipelajari di

      dalam buku, karena murid memperoleh gambaran melalui pengamatan

      langsung terhadap suatu proses.

   d. Masalah-masalah yang mungkin timbul dalam hati anak-anak dapat

      langsung terjawab.

3. Kelemahan metode demonstrasi

         Selain memiliki kelebihan-kelebihan metode demonstrasi juga

   memiliki kelemahan-kelemahan:

   a. Selain ini memerlukan ketrampilan guru secara khusus, karena tanpa

      ditunjang hal itu pelaksanaan demonstrasi kurang efektif.

   b. Fasilitas tidak selalu tersedia dengan baik.

   c. Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang dan

      memerlukan waktu yang cukup panjang.

4. Strategi Pembelajaran dengan menggunakan Metode Demonstrasi.

         Strategi    pembelajaran      dapat    mempengaruhi      keberhasilan

   pembelajaran. Agar media dapat digunakan secara efektif dan efisien

   dalam mencapai keberhasilan pembelajaran, maka harus melalui langkah-

   langkah sebagai berikut :
                                                                       9


a. Tahap Persiapan

   1) Penentuan tujuan demonstrasi yang akan dilakukan.

   2) Materi yang akan didemonstrasikan terutama hal-hal yang ingin

      ditonjolkan.

   3) Menyiapkan fasilitas penunjang demonstrasi.

   4) Mempertimbangkan jumlah siswa dihubungkan dengan hal-hal

      yang akan didemonstrasikan agar siswa dapat melihat dengan jelas.

   5) Membuat garis besar langkah atau pokok-pokok yang akan

      didemonstrasikan secara berurutan.

b. Tahap pelaksanaan

   1) Sebelum memulai perlu diperiksa sekali lagi peralatan yang akan

      didemonstrasikan, pengaturan tempat, dan lain – lain yang

      diperlukan.

   2) Menyampaikan siswa, barangkali ada hal-hal yang perlu mereka

      catat.

   3) Memulai demonstrasi dengan menarik perhatian siswa.

   4) Pada     waktu    berjalannya   demonstrasi,    sekali-kali   perlu

      memperhatikan keadaan siswa, apakah semu mengikuti dengan

      baik.

   5) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif

      memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat dan didengarnya

      dalam    bentuk   mengajukan    pertanyaan,    membandingkannya

      dengan yang lain atau dengan pengalaman lain, serta n=mencoba

      melakukannya sendiri dengan bimbingan guru.
                                                                           10


   c. Tahap tindak Lanjut.

            Sebagai tahap tindak lanjut, suatu demonstrasi sering diiringi

      dengan kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya. Kegiatan dapat berupa

      pemberian tugas tertentu, misalnya tugas membuat laporan tugas

      menjawab pertanyaan atau masalah dan tugas mengadakan latihan

      atau percobaan baik di sekolah maupun di rumah.

            Berdasarkan uraian di atas peneliti menetapkan bahwa untuk

      proses pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi ini

      mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

      1) Tahap perencanaan, meliputi :

          1) Menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dan dikuasai

              dengan jelas.

          2) Kegiatan    penutup,   meliputi:   guru     menyimpulkan    hasil

              demonstrasi tersebut yang menjadi kata kunci yang harus

              dikuasai siswa, dan melakukan post tes.

          3) Tahap Tindak Lanjut.

              Hal ini bertujuan untuk memantapkan penguasaan siswa

              terhadap materi yang telah dipelajari. Misalnya memberikan

              tugas kepada siswa untuk dikerjakan di luar jam sekolah.

5. Pentingnya Motivasi Belajar

         Dalam proses pendidikan, aspek motivasi belajar sangat penting,

   terutama dalam kegiatan proses pembelajaran. Motivasi merupakan factor

   yang sangat penting di dalam proses belajar, yaitu:
                                                                          11


   a. Motivasi memberi semangat terhadap seseorang peserta didik dalam

       kegiatan belajarnya.

   b. Motivasi-motivasi perbuatan merupakan pemilih dari tipe kegiatan-

       kegiatan dimana seseorang berkeinginan untuk melakukannya.

   c. Motivasi memberi petunjuk pada tingkah laku.

         Di samping itu motivasi juga mempunyai nilai yang amat penting

   bagi Personil pendidikan, karena motivasi menjadi tanggung jawab

   pendidik agar pembelajaran yang diberikan berhasil dengan baik. Dan

   dalam memotivasi siswa perlu adanya media sebagai penunjang kegiatan

   pembelajaran, hal ini untuk menvariasikan pembelajaran dan untuk

   mempermudah dalam memberikan materi pelajaran pada siswa.

6. Indikator Motivasi belajar.

         Dalam organisasi pendidikan motivasi mempunyai peranan yang

   penting, tanpa adanya dorongan/ rangsangan dari            guru kegiatan

   pembelajaran tidak dapat berjalan dengan baik. Dengan kata lain, untuk

   dapat melakukan sesuatu harus ada motivasi. Begitu juga dalam proses

   belajar   mengajar siswa harus mempunyai motivasi untuk mengikuti

   kegiatan pembelajaran.

         Maka untuk mengetahui motivasi       pada siswa    dapat dilakukan

   dengan melihat indikator dan dasar-dasar keinginan yang timbul pada

   perilaku siswa. Adapun indikator motivasi belajar siswa sebagai berikut :

   a. Minat siswa. Siswa senang mengikuti pelajaran tanpa ada paksaan dari

       siapapun. Misalnya dalam mengikuti mata pelajaran IPA siswa

       bersungguh-sungguh untuk mengikuti pelajaran tersebut.
                                                                              12


     b. Partisipasi aktif siswa. Siswa selalu menunjukkan rasa senangnya dan

         selalu   bersemangat     terhadap    kegiatan   belajar.   Kemampuan

         berpendapat, disini siswa berani dan tidak merasa malu dalam

         mengemukakan pendapatnya.

     c. Perasaan siswa. Siswa merasa senang apabila setelah mengikuti mata

         pelajaran IPA mendapat nilai baik sesuai yang diinginkannya.

     d. Pemusatan perhatian siswa. Siswa senang memperhatikan mata

         pelajaran yang diajarkan oleh guru. Perhatiannya tidak terpecah, akan

         tetapi tertuju kepada mata pelajaran yang sedang berlangsung.



B. Pengaruh Penggunaan Metode Demonstrasi terhadap Peningkatan
   Motivasi Belajar Siswa dalam Pelajaran IPA.

        Dalam proses pembelajaran guru dapat menggunakan berbagai macam

  metode pembelajaran, salah satunya adalah metode demonstrasi            karena

  dalam pelajaran IPA sangat mendukung dalam memotivasi belajar siswa.

  Sesuai dengan tujuan pembelajaran mata pelajaran IPA lebih menekankan

  pada kegiatan melakukan percobaan.

        Metode demonstrasi ini baik digunakan untuk mendapatkan gambaran

  yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur

  sesuatu, proses membuat sesuatu serta        untuk mengetahui atau melihat

  kebenaran sesuatu. Dengan menggunakan metode demonstrasi maka suasana

  kelas menjadi hidup, setiap anak diharapkan menjadi partisipasi secara aktif.
                                                                         13


      Berdasarkan tinjauan-tinjauan sebelumnya maka metode demonstrasi

dalam pengajaran IPA khususnya pada pokok bahasan arus listrik meliputi

tiga tahap:

1. Tahap persiapan, yang termasuk didalamnya adalah:

   a. Menetapkan tujuan yang akan dicapai dengan jelas, sebagai berikut :

       Setelah siswa mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan :

       1) Siswa dapat menjelaskan pengertian arus listrik.

       2) Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri rangkaian baterai seri dan

              rangkaian baterai paralel secara tepat.

       3) Siswa dapat membedakan rangkaian lampu seri dan rangkaian

              lampu paralel dengan benar.

       4) Siswa dapat membandingkan nyala lampu pada rangkaian yang

              berbeda secara tepat.

   b. Menentukan materi atau isi pelajaran.

   c. Menyiapkan bahan atau media, antara lain :

       1) Mempelajari buku IPA yang mau didemonstrasikan.

       2) Memeriksa kembali alat peraga atau media sebelum digunakan.

   d. Menentukan strategi pendukung agar tujuan dapat tercapai antara lain :

       1) Metode demonstrasi.

       2) Metode tanya jawab.

       3) Menyiapkan setting, kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok

              kecil.
                                                                              14


2. Tahap pelaksanaan, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

   a. Kegiatan awal

       1) Memusatkan perhatian siswa

       2) Menyampaikan tujuan pembelajaran

       3) Mengadakan pre tes.

   b. Kegiatan Pelaksanaan.

       1) Guru menerangkan tentang arus listrik.

       2) Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil                  dan

          membagikan alat peraga atau media pada masing-masing

          kelompok.

       3) Guru melakukan demonstrasi yang diikuti siswa.

          a) Guru merangkaikan baterai seri, disertai dengan guru

              memberikan penjelasan serta ciri-ciri rangkaian baterai seri.

          b) Guru merangkaikan baterai paralel, disertai dengan guru

              memberikan penjelasan serta ciri-ciri rangkaian baterai paralel.

          c) Guru merangkaikan lampu seri, disertai dengan penjelasannya.

          d) Guru     merangkaikan      lampu      paralel,   disertai   dengan

              penjelasannya.

       4) Guru meminta siswa untuk menyimpulkan dari percobaan yang

          telah dilakukan dan diikuti dengan memberikan penjelasan.

       5) Melanjutkan kegiatan demonstrasi oleh guru yang diikuti dengan

          melakukan percobaan oleh siswa yaitu merangkaikan baterai dan

          lampu secara paralel, diikuti dengan penjelasan guru.
                                                                           15


   6) Guru merangkaikan baterai dan lampu seri, disertai dengan

      penjelasan guru.

   7) Guru membandingkan nyala lampu pada rangkaian yang berbeda :

      a) Dua baterai seri dengan dua lampu seri disertai penjelasan.

      b) Dua baterai paralel dengan dua lampu seri disertai penjelasan.

   8) Guru meminta siswa untuk melakukan demonstrasi dengan dua

      baterai paralel , 3 lampu seri, 2 lampu paralel dan 3 lampu paralel.

   9) Guru meminta siswa untuk melakukan demonstrasi dengan dua

      baterai seri , 3 lampu seri , 2 lampu paralel dan 3 lampu paralel.

   10) Setelah melakukan kegiatan siswa diminta untuk menyimpulkan

      hasil percobaan yang telah dilakukan untuk mengetahui :

      a) Ciri-ciri rangkaian arus listrik.

      b) Perbedaan antara      rangkaian baterai, lampu paralel dengan

          rangkaian baterai, lampu seri.

      c) Membandingkan nyala lampu pada rangkaian yang berbeda.

   11) Untuk memantapkan materi guru memberikan rangkuman dan

      menuliskannya.

   12) Memberikan kesempatan siswa untuk mencatat dan menanyakan

      hal-hal yang belum jelas.

c. Kegiatan Penutup.

   1) Melakukan Tanya jawab.

   2) Mengadakan post test.

   3) Memotivasi siswa untuk selalu belajar.
                                                                        16


3. Tahap Tindak lanjut, termasuk memberikan tugas untuk dikerjakan di

   rumah.

         Dari gambaran diatas diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan

   efisiensi pembelajaran IPA untuk membantu siswa dalam meningkatkan

   motivasi belajarnya. Dengan menggunakan metode demontrasi dapat

   memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dengan siswa

   melakukan percobaan yang ditunjang oleh alat peraga, dengan harapan

   dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

				
DOCUMENT INFO
Stats:
views:935
posted:2/23/2012
language:Indonesian
pages:11
Description: Pengaruh Penggunaan Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi IPA Kelas VI (BAB II: KAJIAN PUSTAKA)