Pengaruh Penggunaan Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi IPA Kelas VI (BAB I: PENDAHULUAN)

Document Sample
Pengaruh Penggunaan Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi IPA Kelas VI (BAB I: PENDAHULUAN) Powered By Docstoc
					                                    BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

         Ilmu yang mempelajari alam merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan

   yang mempelajari alam semesta dengan segala isinya. Ilmu pengetahuan alam

   sangat berpengaruh kepada kehidupan manusia. Dengan mempelajari ilmu

   pengetahuan alam kita memperoleh informasi dan pengalaman baru, yang

   semula kita tidak mengerti menjadi mengerti. Salah satu contohnya adalah

   semula bahwa gerhana bulan disebabkan bulan ditelan oleh kepala raksasa

   sakti, dengan ilmu pengetahuan alam orang mengerti bahwa gerhana bulan

   terjadi karena bulan tertutup oleh bayangan bumi. Oleh sebab itu pembelajaran

   ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar mempunyai peranan yang sangat

   penting

         Pengajaran IPA di sekolah dasar diselenggarakan dengan tujuan untuk

   mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan

   ketrampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta

   mempersiapkan peserta didik mengikuti pendidikan dan pengajaran dari

   berbagai disiplin ilmu. Salah satu disiplin ilmu adalah pengetahuan alam

   diperlukan oleh siswa sekolah dasar, karena ilmu pengetahuan alam dapat

   memberikan iuran untuk tercapainya sebagian dari tujuan pendidikan di

   sekolah dasar.

         Menurut Hendro Darmodjo (1991: 6) Dengan pengajaran IPA

   diharapkan siswa dapat:

                                       1
                                                                                 2


1. Memahami alam sekitarnya, yang meliputi benda-benda alam dan buatan

   manusia serta konsep-konsep IPA yang terkandung di dalamnya.

2. Memiliki ketrampilan untuk mendapatkan ilmu, khususnya IPA, berupa

   “Ketrampilan proses” atau metode ilmiah yang sederhana.

3. Memiliki sikap ilmiah di dalam mengenal alam sekitarnya dan

   memecahkan masalah yang dihadapinya.

4. Memiliki bakal pengetahuan dasar yang diperlukan untuk melanjutkan

   pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

         Berdasarkan tujuan di atas bahwa IPA menolong siswa untuk dapat

berfikir logis terhadap kejadian sehari-hari dan dapat memecahkan masalah-

masalah sederhana yang dihadapinya. Dengan demikian kekuatiran akan

merosotnya mutu pendidikan sangat beralasan, mengingat sekolah dasar

adalah tempat mendapatkan berbagai pengetahuan selanjutnya. Karena itu

pengajaran IPA di SD selalu mendapat perhatian yang serius agar penerimaan

materi pelajaran IPA yang lebih tinggi dapat dipahami dengan mudah oleh

siswa.

         Berdasarkan   dari   sekelumit     permasalahan,     maka   guru    dalam

memberikan      materi    hendaknya       bervariasi   agar   pembelajaran   tidak

membosankan bagi siswa. Dalam pendidikan IPA metode ceramah tidak

terlalu dianjurkan untuk pelajaran IPA, para siswa perlu lebih aktif. Dengan

kata lain, dalam pendidikan IPA siswa perlu dilibatkan sehingga menjadi lebih

aktif dalam proses belajarnya.

         Sering kita jumpai di beberapa sekolah dasar dalam sistem

pembelajarannya banyak menggunakan model pembelajaran metode ceramah
                                                                             3


untuk pelajaran IPA, sebagai akibatnya siswa menjadi bosan dan tidak

termotivasi dalam belajar sehingga nilai pelajaran IPA relatif rendah.

      Berdasarkan pertimbangan di atas maka peneliti ingin memperbaiki

pembelajaran     IPA dengan cara menerapkan metode demonstrasi dalam

meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya siswa SD kelas VI yang dalam

hal ini penulis mengadakan penelitian di SDN Terpadu Kecamatan Sukamaju

Kabupaten Sukamakmur dengan pertimbangan bahwa media atau alat peraga

yang menjadi fokus penelitian ii telah dimiliki oleh sekolah tersebut yang

jumlahnya tidak hanya satu saja. Selain itu pemanfaatan atau alat peraga yang

sudah dimanfaatkan disana kurang optimal dimana pemanfaatannya hanya

menerapkan satu metode saja sehingga metode yang didapat kurang optimal.

      Dalam melaksanakan metode demonstrasi guru dibantu oleh media,

media mempunyai       peranan yang sangat       penting dalam proses belajar

mengajar, tidak sekedar sebagai alat bantu mengajar, tetapi          merupakan

kegiatan integral dalam proses belajar mengajar. Selain memiliki potensial

sebagai penyalur pesan dan memperjelas pesan, sehingga memudahkan siswa

menerima pesan tersebut, juga memiliki potensi dalam hal mengembangkan

motivasi, minat dan perhatian belajar siswa ( Karti, S. dkk, 1995 : 114 ).

      Sedangkan S. Nasution (1995: 1) mengatakan bahwa motivasi timbul

bila anak-anak aktif, atau bila kita gunakan alat-alat peraga, atau bila kita

bawa berkaryawisata keluar sekolah, maka dapat kita perjelas bahwa guru

dalam menyampaikan materi perlu memilih metode dan merancang kegiatan

yang menggiatkan dan mendukung kegiatan belajar siswa lebih aktif agar

motivasi siswa meningkat.
                                                                            4


         Pemilih materi arus listrik dalam pembelajaran IPA dengan

   menggunakan metode demonstrasi adalah untuk mengenalkan rangkaian seri

   dan rangkaian paralel, serta dapat membandingkan nyala lampu pada

   rangkaian yang berbeda.



B. Rumusan Masalah

             Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditarik rumusan

   masalahnya adalah:

   1. Bagaimana pelaksanaan metode demonstrasi dalam bidang studi IPA kelas

      VI sekolah dasar sudah dilaksanakan sesuai dengan cara-cara yang benar?

   2. Apakah ada pengaruh penggunaan metode demonstrasi terhadap

      peningkatan motivasi belajar siswa bidang studi IPA kelas VI di SDN

      Terpadu Kecamatan Sukamaju Kabupaten Sukamakmur?

   3. Bagaimana hasil pembelajaran setelah menggunakan metode demonstrasi

      pada siswa VI di SDN Terpadu Kecamatan Sukamaju Kabupaten

      Sukamakmur?



C. Tujuan Penelitian

         Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini

   adalah:

   1. Untuk mengetahui pelaksanaan metode demonstrasi dalam bidang studi

      IPA kelas VI sekolah dasar sudah dilaksanakan sesuai dengan cara-cara

      yang benar.
                                                                           5


   2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode demonstrasi terhadap

      peningkatan motivasi belajar siswa bidang studi IPA kelas VI di SD

      Negeri Terpadu Kecamatan Sukamaju.

   3. Untuk mengetahui     hasil pembelajaran setelah   menggunakan metode

      demonstrasi pada siswa kelas VI di SD Negeri Terpadu Kecamatan

      Sukamaju.



D. Tujuan Mata Pelajaran IPA SD Kelas VI

   1. Pengertian

            Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) merupakan hasil kegiatan manusia

      berupa pengetahuan, gagasan dan konsep     yang terorganisasi   tentang

      alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses

      ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan pengujian gagasan-

      gagasan. Mata pelajaran IPA adalah program untuk menanamkan dan

      mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada

      siswa serta mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan YME.

   2. Tujuan Pengajaran IPA.

      Pengajaran IPA bertujuan agar siswa:

      a. Memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan kehidupan

         sehari –hari.

      b. Memiliki ketrampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan,

         gagasan tentang alam sekitar.

				
DOCUMENT INFO
Stats:
views:545
posted:2/23/2012
language:Indonesian
pages:5
Description: Pengaruh Penggunaan Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi IPA Kelas VI (BAB I: PENDAHULUAN)