Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Obyek Penelitian Hukum by Z5GGnBMW

VIEWS: 18 PAGES: 17

									       Obyek Penelitian Hukum

   Hukum sebagai ilmu
   Hukum sebagai aturan
   Hukum sebagai ilmu perilaku masyarakat
          Hukum Sebagai Ilmu

   Konsep hukum sbg asas moral atau
    keadilan yang melahirkan cabang filosofis.
Hukum sebagai aturan (kaedah
          hukum)
   Inventarisasi secara menyeluruh dr
    peraturan hukum positif yg berlaku dlm
    masyarakat
   Menemukan asas-asas umum
   Identifikasi aturan-aturan hukum yang
    tidak tertulis
       Hukum sebagai perilaku
            masyarakat
   Melakukan pengkajian aspek-aspek sosial
    dari hukum
   Efektifitas hukum
Macam-Macam Penelitian
1. Dari sudut sifat, penelitian dibagi menjadi 3 yaitu :
a. Penelitian ekploratoris (explorative research)
b. Penelitian deskriptif (descriptive research)
c. Penelitian ekplanatoris (explanatory research)

2. Dari sudut bentuk, penelitian dibagi menjadi 3 yaitu :
a. Penelitian diagnostik
b. Penelitian preskriptif
c. Penelitian evaluatif

3. Dari sudut penerapan, penelitian dibagi menjadi 3 yaitu :
a. Penelitian murni (pure research)
b. Penelitian terapan (applied research)
c. Fokus masalah
4. Dari sudut tujuan, penelitian dibagi menjadi 3 yaitu :
a. Fact finding
b. Problem finding
c. Problem identifaction


5. Dari sudut disiplin ilmu yang diteliti, penelitian dibagi 3 :
a. Penelitian mono disipliner
b. Penelitian multi disipliner
1. a. Penelitian Eksploratoris
      Penelitian eksploratoris adalah suatu penelitian yang
      Dilakukan untuk memperoleh keterangan, penjelasan,
      Dan data mengenai hal-hal yang belum diketahui.
      Penelitian ini tidak didahului teori-teori yang sudah ada.
  b. Penelitian deskriptif
     Penelitian ini adalah penelitian yang bertujuan untuk
     Melukiskan tentang hal didaerah dan saat tertentu.
     Biasanya peneliti telah mendapat gambaran berupa data
     Awal ttg permasalahannya. Dan peneliti sudah sering
     Menggunakan teori atau hipotesa.
     Contoh :
     Masalah kesadaran hukum pengendara sepeda motor
     Terhadap peraturan lalu lintas di sidoarjo.
  c. Penelitian eksplanatoris

    Merupakan suatu penelitian untuk menerangkan, memperkuat
    Atau menguji dan bahkan menolak suatu teori atau hipotesa
    Serta terhadap hasil-hasil penelitian yang ada.
    Contoh ; Pengaruh keharmonisan rumah tangga terhadap
    Kenakalan remaja.
2. a. Penelitian Diagnostik
     Adalah suatu penelitian guna mendapatkan dan menganalisa
     Data tentang sebab timbulnya suatu masalah.
     Contoh ; Masalah meningkatnya pornografi di Indonesia
   b. Penelitian preskriptif
     Penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau
     Merumuskan masalah sesuai dengan keadaan/ fakta yg ada.
     Contoh ; kedudukan hakim arbitrase dalam proses peradilan
     Arbitrase menurut UU No. 30 tahun 1999.
   c. Penelitian Evaluatif
      Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai, baik untuk
      Melalui pengujian maupun melalui analisis mengenai
      Hubungan antara variabel-variabel.
      Contoh ; Efektifitas PP No.30 tahun 1980 terhadap
      Peningkatan disiplin Pegawai Negeri Sipil.
3. a. Penelitian Fact Finding
     Suatu penelitian untuk menemukan fakta-fakta atau gejala-
     Gejala yang belum ada. Penelitian ini hampir sama dengan
     Penelitian eksplanatoris.
  b. Penelitian Problem Finding
     Penelitian ini lebih bersifat deskrptif. Permasalahan –
     Permasalahan yang ada sebelumnya telah diketahui dan
     Diinvetarisasi fakta-faktanya.
  c. Penelitian Problem Identification
     Penelitian yang bertujuan menginvetarisasi dan kemudian
     Mengklasifikasi masalah-masalah yang ada. Masalah-
     Masalah tersebut diklasifikasi menjadi masalah-maslah
     Pokok dan bukan pokok kemdian dicari jalan keluarnya.
4. a. Penelitian Murni (Pure Research)
     Penelitian murni lebih ditujukan pada hal-hal untuk
     Pengembangan ilmu pengetahuan stsu teori saja. Misalnya
     Penelitian dalam rangka pembuatan skripsi atau makalah.
  b. Penelitian Terapan (Applied Research)
     Penelitian yang tujuan utamanya adalah langsung dapat
     Diterapkan dan dimanfaatkan. Penelitian ini biasanya
     Dilakukan oleh departemen atau instansi pemerintah baik
     Dilakukan sendiri maupun bekerja sama dengan unirsitas.
     Contoh : masalah disiplin pegawai negeri.
  c. Penelitian Fokus Masalah
     Penelitian fokus maslah ditujukan terhadap masalah-masalah
     Yang sedang ramai dibicarakan masyarakat.
     Contoh ; penelitian tentang masalah meningkatnya Curas di
     Kota surabaya.
5. a. Penelitian Monodisipliner
      Jenis penelitian yang sifatnya hanya menitikberatkan pada
      Satu bidang disiplin ilmu saja. Penelitian hukum dapat
      Ditunjang dengan ilmu bantu yang lain.
  b. Penelitian Multidisipliner
     Penelitian ini menitik beratkan pada penggunaan atau
     Perpaduan dari beberapa ilmu pengetahuan yang ada.
     Disesuaikan dengan topik, sifat dan tujuan dari penelitian
     Yang dilakukan.
      Tipologi Penelitian Hukum
Menurut Soejono Soekanto, penelitian hukum dapat dibagi :
1. Penelitian hukum normatif, yang terdiri dari :
• Penelitian terhadap azas-azas hukum
• Penlitian terhadap sistimatika hukum
• Penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum
• Penelitian sejarah hukum
• Penelitian perbandingan hukum
2. Penelitian hukum sosiologis, yang terdiri dari :
• Penelitian terhadap identifikasi hukum
• Penelitian terhadap efektifitas hukum
Sedangkan Soetandyo Wignjosoebroto, membagi penelitian
Hukum dalam :
1. Penelitian hukum doktrinal, yang terdiri dari :
a. Penelitian yang berupa usaha inventarisasi hukum positif
b. Penelitian yang berupa usaha penemuan asas / doktrin
c. Penelitian yang berupa penemuan hukum in concreto

2. Penelitian Hukum Non Doktrinal
   Penelitian berupa studi-studi empiris untuk menemukan
   Teori-teori mengenai proses terjadinya dan mengenai proses
   Bekerjanya hukum didalam masyarakat. Tipologi penelitian
   Ini sering disebut dengan sosio legal research.
 Menurut Prof. Abdul Kadir Muhammad, penelitian hukum
 Dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Penelitian hukum normatif
  Penelitian hukum normatif mengkaji hukum yg dikonsepkan
  Sebagai norma atau kaedah yg berlaku d dalam masyarakat.
  Norma hukum yang berlaku itu berupa hukum positif bentukan
  Lembaga perundangan-undangan, kodifikasi, UU, PP dan,
  Norma hkm bentukan lembaga peradilan, serta norma hukum
  Buatan pihak-pihak berkepentingan (kontrak, dokumen hkm,
  Laporan hkm, catatan hukum, RUU).
  Penelitian hukum normatif tdk mengkaji pelaksanaan
  Implementasi hukum. Penelitian hukum hanya menelaah
  Data sekunder.
2. Penelitian Hukum Normatif Empiris
   Penelitian hukum normatif empiris (terapan) mengkaji
   Pelaksanaan atau implementasi ketentuan hukum positif
   Dan kontrak secara faktual pd setiap peristiwa hukum ter
   Tentu. Pengkajian tersebut bertujuan untuk memastikan
   Apakah hasil penerapan pd peristiwa hukum in concreto
   Itu sesuai atau tidak dgn ketentuan UU atau kontrak.
   Penelitian hukum normatif empiris ini terdapat 2 tahap.
   Tahap I kajian mengenai hukum normatif (UU/Kontrak)
   Tahap II kajian mengenai hukum empiris berupa terapan
   (implementasi) peristiwa hukum tersebut.
   Sehingga penelitian ini membutuhkan data sekunder dan
   Data primer.
3. Penelitian Hukum Empiris
  Penelitian hukum empiris mengkaji hukum yang dikonsepkn
  Sbg perilaku nyata, sng gejala sosial yg sifatnya tertulis, yg
  Dialami setiap org dlm hub.hidup bermasyarakat.
  Oleh krn itu penelitian hukum empiris dsebut jg dgn
  Penelitian hukum sosiologis. penelitian ini menggali pola
  Prilaku yang hidup dlm masyarakat sbg gejala yuridis.

								
To top