Docstoc

pengaruh gangguan tidur terhadap kesehatan

Document Sample
pengaruh gangguan tidur terhadap kesehatan Powered By Docstoc
					                                  PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Tidur adalah kondisi tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh
ketenangan tanpa kegiatan tetapi lebih merupakan suatu siklus yang berulang dengan
ciri adanya aktivitas minim, memiliki kesadaran yang bervariasi dan terdapat proses
fisiologis (Ainul, 2006). Tidur dibutuhkan untuk fungsi fisiologis yang tepat, karena
kebanyakan hormon pertumbuhan yang diperlukan untuk penyembuhan disekresi
selama tidur, selama tidur juga terjadi peningkatan aktivitas imunologis.
Seseorang yang mengalami sakit kritis adalah kelompok khusus yang rentan terhadap
beberapa dampak kurang tidur, khususnya fungsi imun rendah. Sedangkan untuk
penyembuhan diperlukan kualitas dan kuantitas tidur yang melebihi kebutuhan tidur
orang yang sehat. Selanjutnya untuk peningkatan kesehatan dan pemulihan individu
yang sakit diperlukan kualitas tidur yang baik. Tidur yang normal melibatkan dua fase
yaitu pergerakan mata yang tidak cepat , tidur nonrapid eye movement (NREM) dan
pergerakan mata cepat, tidur rapid eye movement (REM). Fase awal tidur didahului
oleh fase NREM yang terdiri dari empat tahap, lalu diikuti oleh fase REM.


1.2 Perumusan Masalah
1.2.1 Apa itu tidur?
1.2.2 Berapa lama kebutuhan tidur manusia dalam sehari?
1.2.3 Apa yang dapat mempengaruhi tidur?


1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh gangguan tidur dan kualitas tidur bagi kesehatan.
1.3.2 Tujuan Khusus
1.3.2.1 Mengetahui definisi dari tidur
2.3.2.1 Mengetahui kebutuhan tidur manusia dalam sehari.




                                                                                   1
                                  PEMBAHASAN


2.1 Definisi tidur
Tidur adalah proses alamiah dan merupakan kondisi istirahat yang diperlukan oleh
manusia secara reguler. Keadaan tidur ini ditandai oleh berkurangnya gerakan tubuh
dan penurunan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitarnya. Perubahan yang terjadi
selama tidur tidak menyebabkan semua aktivitas susunan saraf berkurang, melainkan
terjadi perubahan keseimbangan antara aktivitas dan inaktivitas dari berbagai sistem
saraf di otak. Beberapa fungsi saraf menjadi inaktif, sementara sistem yang lain aktif,
sebagai contoh sel-sel saraf di korteks otak tidak seluruhnya menjadi inaktif selama
tidur. Perubahan ini menyimpulkan bahwa tidur bukan proses pasif, tetapi merupakan
aktivitas yang dapat dibangkitkan. Tidur adalah bagian dari ritme biologis tubuh
untuk mengembalikan stamina. Kebutuhan tidur bervariasi pada masing-masing
orang, umumnya 6-8 jam per hari. Agar tetap sehat, yang perlu diperhatikan adalah
kualitas tidur. Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat diganggu gugat
pelaksanaannya. Secara biologis normal, manusia dapat bertahan tidak makan selama
2 minggu namun akan mengalami gangguan kesehatan serius jika tidak tidur dalam
waktu 3X24 jam. Tidur adalah bagian dari irama kehidupan, tanpa tidur, tubuh
kehilangan kemampuan untuk merevitalisasi, pikiran yang cukup dan irama circadian
memiliki dampak yang besar dalam kesehatan. Penggunaan obat-obatan dapat
mempengaruhi kualitas tidur.
2.1.1 Tahapan Tidur
Tahapan tidur terdapat tidur tenang atau nonREM (non rapid eye movement) dan tidur
aktif atau REM, dengan penjelasan sebagai berikut :
2.1.2 Tidur NonREM
Tidur nonREM terdiri dari 4 tahap, dimana setiap tahapnya mempunyai ciri tersendiri.
Pada tidur tahap I terjadi bila merasakan ngantuk dan mulai tertidur. Jika telepon
berbunyi atau ada sesuatu sampai terbangun, sering kali tidak merasakan bahwa
sebenarnya kita telah tertidur. Gelombang listrik otak memperlihatkan ‘gelombang
alfa’ dengan penurunan voltase. Tahap I ini berlangsung 30 detik sampai 5 menit
pertama dari siklus tidur. Tidur tahap II, seluruh tubuh kita seperti berada pada tahap
tidur yang lebih dalam. Tidur masih mudah dibangunkan, meskipun kita benar-benar
berada dalam keadaan tidur. Periode tahap 2 berlangsung dari 10 sampai 40 menit.
Kadang-kadang selama tahap tidur 2 seseorang dapat terbangun karena sentakan tiba-
                                                                                     2
tiba dari ekstremitas tubuhnya. Ini normal, kejadian sentakan ini, sebagai akibat
masuknya tahapan REM. Tahap 3 dan 4. Tahap ini merupakan tahap tidur nyenyak.
Pada tahap 3, Orang yang tertidur cukup pulas, rileks sekali karena tonus otot lenyap
sama. Tahap 4 mempunyai karakter : tanpa mimpi dan sulit dibangunkan, dan orang
akan binggung bila terbangun langsung dari tahap ini, dan memerlukan waktu
beberapa menit untuk meresponnya. Pada tahap ini, diproduksi hormone pertumbuhan
guna memulihkan tubuh, memperbaiki sel, membangun otot dan jaringan pendukung.
Perasaan enak dan segar setelah tidur nyenyak, setidaktidaknya disebabkan karena
hormon pertumbuhan bekerja baik. Tahapan NonREM mempunyai karakter sebagai
berikut : NonREM Tahap I kedaan ini masih dapat merespons cahaya, berlangsung
beberapa menit, aktivitas fisik menurun, tanda vital dan metabolisme menurun, bila
terbangun terasa sedang mimpi. NonREM Tahap II tubuh mulai relaksasi otot,
berlangsung 10 – 20 menit, fungsi tubuh berlangsung lambat, dapat dibangunkan
dengan mudah. NonREM Tahap III adalah awal dari keadaan tidur nyenyak, sulit di
bangunkan, relaksasi otot menyeluruh, tekanan darah menurun, berlangsung 15 – 30
menit. NonREM Tahap IV sudah terdapat tidur nyenyak, sulit untuk di bangunkan,
untuk restorasi dan istirahat, tonus otot menurun, sekresi lambung menurun, gerak
bola mata cepat.
2.1.3 Tidur REM
Tahap tidur REM sangat berbeda dari tidur nonREM. Tidur REM adalah tahapan
tidur yang sangat aktif. Pola nafas dan denyut jantung tak teratur dan tidak terjadi
pembentukan keringat. Kadang-kadang timbul twitching pada tangan, kaki, atau
muka, dan pada laki-laki dapat timbul ereksi pada periode tidur REM. Walaupun ada
aktivitas demikian orang masih tidur lelap dan sulit untuk dibangunkan. Sebagian
besar anggota gerak tetap lemah dan rileks. Tahap tidur ini diduga berperan dalam
memulihkan pikiran, menjernihkan rasa kuatir dan daya ingat dan mempertahankan
fungsi sel-sel otak. Siklus tidur pada orang dewasa biasanya terjadi setiap 90 menit.
Pada 90 menit pertama seluruh tahapan tidurnya adalah NonREM. Setelah 90 menit,
akan muncul periode tidur REM, yang kemudian kembali ke tahap tidur NonREM.
Setelah itu hampir setiap 90 menit tahap tidur REM terjadi. Pada tahap awal tidur,
periode REM sangat singkat, berlangsung hanya beberapa menit. Bila terjadi
gangguan tidur, periode REM akan muncul lebih awal pada malam itu, setelah kira-
kira 30-40 menit. Orang itu akan mendapatkan tidur tahap3 & 4 lebih banyak. Selama
tidur, tahapan tidur akan berpindah-pindah dari satu tahap ke tahapan yang lain, tanpa
                                                                                    3
harus menuruti aturan yang biasanya terjadi. Artinya suatu malam, mungkin saja tidak
ada tahap 3 atau 4. Tapi malam lainnya seluruh tahapan tidur akan didapatkannya.
Karakteristik tidur REM meliputi : mata cepat tertutup dan terbuka, kejang otot kecil,
otot besar imobilisasi, pernapasan tidak teratur, kadang dengan apnea, nadi cepat dan
ireguler, tekanan darah meningkat atau fluktuasi, sekresi gaster meningkat,
metabolisme meningkat, temperatur tubuh naik, siklus tidur : sulit di bangunkan
(Alimul, 2006) Sedangkan menurut (Alimul, 2006) kebutuhan tidur manusia adalah :
Tabel 1. Kebutuhan Tidur Manusia
UMUR                         TINGKAT                      JUMLAH KEBUTUHAN
                             PERKEMBANGAN                 TIDUR
0 – 1 Tahun                  Bayi baru lahir              14 – 18 jam/hari
1 – 18 bulan                 Masa bayi                    12 – 14 jam/hari
18 bulan – 3 thun            Masa anak                    11 – 12 jam/hari
3 – 6 thun                   Masa pra sekolah             11 jam/hari
6 – 12 tahun                 Masa sekolah                 10 jam/hari
12 – 18 thun                 Masa remaja                  8.5 jam/hari
18 – 40 thun                 Masa muda                    7 – 8 jam/hari
40 – 60 thun                 Masa muda paruh baya         7 jam/hari
60 tahun keatas              Masa dewasa tua              6 jam/hari


2.1.4 Gangguan tidur
Kualitas dan kuantitas tidur dipengaruhi beberapa faktor. Kualitas tersebut dapat
menunjukan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memperoleh jumlah
istirahat sesuai dengan kebutuhanya.di antaranya faktor – faktor yang mempengaruhi
tidur adalah:
2.1.4.1 Penyakit
Sakit dapat mempengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak penyakit yang
memperbesar kebutuhan tidur, misalnya : penyakit yang disebabkan oleh infeksi
(infeksi limfa) akan memerlukan lebih banyak waktu tidur untuk mengatasi keletihan.
Banyak juga keadaan sakit yang menjadikan pasien kurang tidur, bahkan tidak bisa
tidur.




                                                                                    4
2.1.4.2 Latihan dan Kelelahan
Keletihan akibat akivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur untuk
menjaga keseimbangan energi yang telah di keluarkan. Hal ini terlihat pada seseorang
yang telah melakukan aktivitas dan mencapai kelelahan. Maka, orang tersebut akan
lebih cepat untuk dapat tidur karena tahap tidur gelombang lambatnya di perpendek.
2.1.4.3 Stres Psikologis
Kondisi psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa. Hal tersebut
terlihat ketika seseorang yang memiliki masalah psikologis mengalami kegelisahan
sehingga sulit untuk tidur.
2.1.4.4 Obat
Obat juga dapat memepengaruhi proses tidur, beberapa jenis obat yang dapat
mempengaruhi proses tidur adalah jenis golongan obat diuretic menyebabkan
seseorang menjadi isomnia, anti depresan dapat menekan REM, kafein dapat
meningkatkan syaraf simpatis yang menyebabkan kesulitan untuk tidur, golongan beta
bloker dapat berefek pada timbulnya insomnia, dan golongan narkotik dapat menekan
REM sehingga mudah mengantuk.
2.1.4.5 Nutrisi
Terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang cukup dapat mempercepat proses tidur. Protein
yang tinggi dapat mempercepat terjadinya proses tidur, karena adanya trytophan yang
merupakan asam amino dari protein yang dicerna. Demikian juga sebaliknya,
kebutuhan gizi yang kurang juga dapat mempengaruhi proses tidur, bahkan terkadang
sulit untuk tidur.
2.1.4.6 Lingkungan
Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang juga dapat mempercepat
terjadinya proses tidur.
2.1.4.7 Motivasi
Motivasi merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk tidur, yang dapat
mempengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya keinginan untuk menahan tidak tidur
dapat menimbulkan gangguan proses tidur.
2.1.5 Jenis – jenis gangguan tidur
Jenis – jenis gangguan tidur yang sering terjadi adalah:
2.1.5.1 Insomnia
Insomnia adalah ketidakmampuan memperoleh secara cukup kualitas tidur dan
kuantitas tidur. Insonia di sebabkan oleh ketidakmampuan fisik, kecemasan, dan
                                                                                     5
kebiasaan minum alkohol dalam jumlah banyak, sedangkan insomnia di bagi menjadi
tiga jenis yaitu:
2.1.5.1.1 Initial insomnia adalah ketidakmampuan untuk tidur tidak ada.
2.1.5.1.2 Intermitent insomnia adalah merupakan ketidakmampuan untuk tetap
mempertahankan tidur sebab sering terbangun.
2.1.5.1.3 Terminal insomnia adalah bangun lebih awal tetapi tidak pernah tertidur
kembali.
2.1.5.1.2 Hipersomnia
Adalah berlebihan jam tidur pada malam hari, lebih dari 9 jam, biasanya di sebabkan
oleh depresi, kerusakan syaraf tepi, beberapa penyakit ginjal, liver, dan metabolisme,
pada umumnya lebih dari sembilan jam pada malam hari, disebabkan oleh
kemungkinan adanya masalah psikologis, depresi, kecemasan, gangguan susunan
syaraf pusat, ginjal, hati, dan gamgguan metabolisme.
2.1.5.3 Parasomnia
Merupakan      sekumpulan    penyakit    yang   mengganggu        tidur   anak   seperti
samnohebalisme (tidur sambil berjalan), seperti somnabulisme (berjalan – jalan dalam
waktu tidur) yang banyak terjadi pada anak – anak, yaitu pada tahap III dan IV dari
tidur NREM.
2.1.5.4 Narcolepsy
Adalah suatu keadaan atau kondisi yang di tandai oleh keinginan yang tidak
terkendali untuk tidur. Gelombang otak penderita pada saat tidur sama dengan orang
yang tidur normal, juga tidak terdapat gas darah atau endokrin.
2.1.5.5 Apnoe tidur dan mendengkur
Mendengkur bukan di anggap sebagai gangguan tidur, namun bila di sertai apnoe
maka bisa menjadi masalah. Mendengkur di sebabkan adanya rintangan pengeluaran
udara di hidung dan mulut, misalnya amandel, adenoid, otot – otot di belakang mulut
mengendor dan bergetar. Periode apnoe berlangsung selama 10 detik sampai 3 menit.
2.1.5.6 Mengigau
Hampir semua orang pernah mengigau, hal tersebut terjadi sebelum tidur REM.
Mengigau dapat di kategorikan dalam gangguan tidur bila terlalu sering dan di luar
kebiasaan. Dari hasil pengamatan, di temukan bahwa hampir semua orang pernah
mengigau dan terjadi sebelum tidur REM.




                                                                                      6
2.1.5 Tidur berkualitas
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan tidur yang berkualitas
yaitu:
2.1.5.1 Tentukan waktu bangun dan waktu tidur. Beberapa orang selalu saja tergoda
begadang hingga larut malam, namun aktivitas padat mereka menunggu di awal pagi.
Setelah membuat jadwal tersebut, hendaknya Anda mematuhinya.
2.1.5.2 Hindari menggunakan alkohol sebagai alat untuk membantu tidur. Sebab,
alkohol tidak dapat membuat tidur nyenyak dan biasanya, Anda akan beberapa kali
terbangun.
2.1.5.3 Hindari kafein setidaknya sepuluh jam sebelum tidur. Beberapa yang
mengandung kafein antara lain the, kopi, minuman bersoda, dan coklat.
2.1.5.4 Jangan makan makanan berat atau yang terlalu berbumbu sekitar dua hingga
tiga jam sebelum tidur. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan untuk tetap tertidur
dan bisa menyebabkan asam lambung kembali mengaliri perut.
2.1.5.5 Banyak melakukan olahraga juga penting. Sebaiknya tidak melakukan
olahraga sebelum tidur. Apabila dilakukan secara teratur, terutama pada sore hari, bisa
membantu mendapatkan tidur yang nyenyak. Namun jika dilakukan setidaknya dua
jam sebelum tidur, kemampuan untuk tertidur akan sangat sulit.
2.1.5.6 Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. Banyaknya kesibukan dan waktu
yang dirasa sedikit, membuat Anda seringkali tergoda untuk melanjutkan pekerjaan di
tempat tidur dengan asumsi akan berhenti bekerja setelah mengantuk.
2.1.5.7 Jangan letakkan televisi di kamar Anda. Menonton TV akan menstimulasi
otak Anda untuk berpikir dan bereaksi sehingga sulit untuk beristirahat dan tertidur.
Sehubungan dengan hal ini, ada baiknya juga jika Anda menhindarkan segala macam
gangguan atau keributan. Serta, kurangi cahaya sebanya mungkin atau redupkan
lampu kamar sebelum tidur.
2.1.5.8 Konsumsi makanan ringan sebelum tidur. Misalnya, segelas susu hangat atau
makanan yang banyak mengandung asam amino tryptophan seperti buah pisang. Lalu
yang terakhir, jangan membawa masalah ke tempat tidur.
2.1.5.9 Pikirkan semua masalah jauh sebelum tidur. Sebaiknya, segala masalah yang
Anda hadapi di pekerjaan Anda serta beberapa hal yang harus dilakukan, bukan
dipikirkan ketika Anda sudah berada di tempat tidur.




                                                                                     7
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tidur adalah proses alamiah dan merupakan kondisi istirahat yang diperlukan oleh
manusia secara reguler. Namun karena adanya gangguan tidur dapat menurunkan
kualitas tidur bagi manusia. Padahal, tidur dibutuhkan untuk fungsi fisiologis yang
tepat, karena kebanyakan hormon pertumbuhan yang diperlukan untuk penyembuhan
disekresi selama tidur. Dengan menjaga tidur agar selalu berkualitas dapat
menurunkan terjadinya gangguan tidur.


3.2 Saran
Jagalah pola tidur agar mendapatkan tidur yang berkualitas. Jangan menganggap
gangguan tidur tidak mempengaruhi kesehatan dan mari ciptakan tidur yang
berkualitas demi kesehatan di masa depan.




                                                                                 8
DAFTAR PUSTAKA
Alimul, A .2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia : Aplikasi Konsep dan
Proses Keperawatan . Jakarta : Salemba Medika
Dhifnadhif.2010. Prinsip Pemenuhan Kebutuhan Istirahat dan Tidur.
(online).(http://dhifnadhif.wordpress.com/2010/01/07/prinsip-pemenuhan-kebutuhan-
istirahat-dan-tidur/, diakses 20 mei 2010).
............... .2010.Cara Mendapatkan Tidur yang Berkualitas. (online).
(http://swandika.freehostia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=11
3:cara-mendapatkan-tidur-yang-berkualitas&catid=42:kesehatan&Itemid=58, diakses
20 mei 2010)




                                                                                9

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:768
posted:2/22/2012
language:Malay
pages:9
Description: pengaruh gangguan tidur terhadap kesehatan