Docstoc

HUBUNGAN PERNIKAHAN PADA USIA DINI TERHADAP RESIKO CANCER CERVIX

Document Sample
HUBUNGAN PERNIKAHAN PADA USIA DINI TERHADAP RESIKO CANCER CERVIX Powered By Docstoc
					 PENGARUH PERNIKAHAN PADA USIA DINI DAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI ORAL
TERHADAP RESIKO CANCER CERVIX DIRUANG KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN
                     RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG




                                BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


   Canker Cervix adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai
akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan
normal disekitarnya (FKUI, 1990; FKKP, 1997). Cancer cervix sering dianggap sebagai
suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi galur-galur tertentu untuk
papiloma manusia (HPV). Kanker serviks paling sering timbul pada wanita yang memiliki
banyak pasangan seksual/yang pasangan seksual dan yang pasangan seksualnya pernah
memiliki banyak pasangan seksual lain (Carwin, 2000). Kanker serviks merupakan
karsinoma ginekologi yang terbanyak diderita (Manjoer, 1999).


   Setiap tahun sebanyak 490.000 perempuan di dunia terdiagnosa kanker leher rahim
(Carcinoma Cervix) dan hampir 50% atau 240.000 diantaranya meninggal dunia. Setiap
satu menit ditemukan satu kasus baru dan setiap dua menit penderita mengakhirinya
dengan kematian. Penyakit ini 80 % dialami perempuan di negara berkembang. Di
Indonesia, data menunjukkan setiap satu jam satu orang wanita meninggal akibat
kanker leher rahim. Khusus di Jakarta, setiap satu atau dua hari, satu wanita meninggal
akibat keganasan kanker ini. Menurut data tahun 2008, kasus Kanker Leher Rahim
menduduki peringkat pertama insidensi kanker di Indonesia.
    Dr. Amru Sofian, ginekolog dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan
sampai sekarang belum diketahui dengan pasti apa penyebab kanker leher rahim,
namun diduga kuat akibat virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang
disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS). Berdasarkan beberapa sumber ada
berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya Cancer Cevix,tetapi dua diantaranya
yang paling dominan yaitu pernikahan pada usia dini dan pemakaian alat kontrasepsi
oral.


    Cervix dapat beresiko kanker apabila di temukan ada HPV di sel mukosanya. Selain
itu pertumbuhan, respon dan pengaturan sel mukosa yang abnormal juga dapat
mempengaruhi perkebangan cancer cervix. Respon sel mukosa yang abnormal dapat
diakibatkan oleh hubungan seks pada usia < 20 tahun, sedangkan pengaturan sel
mukosa       abnormal disebabkan oleh penggunaan alat kontrasepsi oral yang
mempengaruhi pengaturan hormon pada rahim.


    Beberapa sumber menyebutkan bahwa pernikahan pada usia dini dan penggunaan
alat kontrasepsi oral berdampak resiko cancer cervix. Namun penjelasan secara
patologinya belum diketahui secara detail, akan tetapi telah ada berbagai penelitian
membuktikan bahwa wanita yang menikah di usia dini dan wanita yang mengguanakan
alat kontra sepsi oral lebih beresiko cancer cervix. Karena itulah peneliti tertarik untuk
melekukan     penelitian   dengan   maksud     menyempurnakan       penelitian-penelitian
sebelunya.




1.2 Rumusan Masalah
    1. Apakah pernikahan pada usia dini beresiko cancer cervik.
    2. Apakah pemakaian alat kontasepsi IUD berisiko cancer cevix.
    3. Bagaimana pengaruh pernikahan pada usia dini terhadap resiko cancer cervix.
    4. Bagaimana pengaruh antara faktor pemakaian alat kontrasepsi oral terhadap
         resiko cancer cervix.
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum

        Menjelaskan hubungan faktor pernikahan usia dini dan faktor pemakaian IUD
terhadap resiko cancer cervix.

1.3.2 Tujuan Khusus

   1.   Mengidentifikasi apakah pernikahan pada usia dini beresiko cancer cervix.
   2.   Mengidentifikasi apakah pemakaian alat kontrasepsi IUD beresiko cancer cervix.
   3.   Mengidentifikasi hubungan antara faktor penikahan pada usia dini terhadap
        resiko cancer cervix.
   4.   Mengidentifikasi hubungan antara faktor pemakaian alat kontrasepsi oral
        terhadap resiko cancer cervix.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1   Bagi Profesi keperawatan
        Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai ilmu tambahan bagi profesi Ilmu
        Keperawatan dalam bidang keperawatan maternitas.
1.4.2   Bagi Rumah Sakit
        Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan pendidikan kesehatan dalam
        bidang maternitas dirumah sakit atau di komunitas.
1.4.3   Bagi Klien
        Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi yang bermanfaat untuk
        mengurangi resiko cancer cervix di keluarga.
1.4.4   Bagi Penelitian Selanjutnya
        Hasil penelitian ini dapat memberi gambaran untuk pengembangan dan
        kemajuan penelitian selanjutnya
                                         BAB II

                                    TINJAUAN PUSTAKA




2.1 Cancer Cervix

2.1.1 Pengertian Cancer Cervix

        Kanker serviks adalah keadaan dimana sel kehilangan kemampuannya dalam
mengendalikan kecepatan pembelahan dan pertumbuhannya. Normalnya, sel mati
seimbang dengan jumlah sel yang tumbuh. Apabila sel tersebut sudah mengalami
malignasi/keganasan atau bersifat kanker maka sel tersebut terus menerus membelah
tanpa memperhatikan kebutuhan, sehingga membentuk tumor atau berkembang
“tumbuh baru” tetapi tidak semua yang tumbuh baru itu bersifat karsinogen (Daniele
Gale, 1996).




2.1.2 Patofisiologi Cancer Cervix

       The American Cancer Society “ menyebutkan faktor resiko dari Ca Cervix: infeksi
human papillomavirus (HPV), infeksi chlamydia , kontrasepsi oral, kehamilan multiple,
penggunaan obat hormonal diethylstilbestrol (DES) dan riwayat keluarga dengan
Carcinoma cervix.
         Acquired:              Sel Normal
                                          Berhasil memperbaiki      Mutasi yang diturunkan
     -   kimia                                     DNA
     -   radiasi                                                 - Gen yang
                                Kerusakan
     -   virus HPV                                                 mempengaruhi repair
     -   kontrasepsi              DNA
                                                                   DNA
         oral                         Gagal mengubah DNA         - Gen yang
                                                                   mempengaruhi
                            Mutasi pada genom
                                                                   apoptosis
                             dari sel somatis



  Aktivasi dari pertumbuhan             Gangguan pada gen             Inaktivasi gen yang
    gen penyebab kanker                   yang mengatur               menekan timbulnya
                                            apoptosis                       kanker
            (oncogen)


                                    Ekspresi dari gangguan produk
     Ekspansi clonal
                                     gen dan kehilangan pengatur
                                              produk gen
 Sel kanker mutasi secara                  Heterogenitas
         progresif


                                          Neoplasma ganas

                                             (Ca Cervix)



2.1.3 Faktor Penyebab Cancer Cervix

         Canker cervix disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini
memiliki lebih dari 200 tipe, tetai hanya 100 tipe yang menyerang manusia . Jenis virus
HPV yang menyebabkan cancer cervix terbanyak adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa
tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka
waktu cukup lama.
Berikut ini adalah faktor-faktor predisposisi cancer cervix :

        1. Status perkawinan: insiden terjadi lebih tinggi pada wanita yang menikah,
             terutama gadis yang coitus pertama (coitarche) pada usia < 16 tahun. Insiden
             meningkat dengan tingginya paritas, apalagi jarak persalinan terlampau dekat.
        2. Melahirkan lebih dari tiga kali/ kehamilan multiple.
        3. Pemakaian kontrasepsi oral misalnya : IUD
        4.   Higiene seksual yang buruk.
        5.   Insiden meningkat pada pasangan dengan laki-laki yang tidak bersunat
        6.   Kebiasaan merokok ataupun terpapar karsinogen.
        7. Pemakaian obat hormonal dietylstilbestrol (DES).
        8.   Riwayat keluarga dengan cancer cervix.



2.1.4 Klasifikasi Cancer Cesvix


Kanker leher rahim secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu preinvasif
dan invasif.


        Kanker serviks preinvasif, yaitu berkisar dari perubahan abnormal minimal dari
         serviks sampai perubahan sel-sel kanker yang menutupi serviks secara abnomal.
         Kanker serviks preinvasif kemungkinan besar (75%-90%) dapat disembuhkan
         apabila diketahui sedini mungkin dan dilakukan pengobatan yang tepat. Apabila
         tidak diobati akan berubah menjadi kanker serviks yang bersifat invasif yang
         sukar disembuhkan.
        Kanker serviks invasif, yaitu sel-sel kanker telah menembus ke bagian terdalam
         dari jaringan serviks. Pada stadium ini perubahan derajat pertumbuhan sel
         menonjol, besar, dan bentuk sel bervariasi.
IFGO( International Fedearatio of Gynecology Obcentric )mengklasifikasi Ca Cervix
menurut tingkat keganasan klinik :

Tingkat     Kriteria
0           KIS (Karsinoma in Situ) atau karsinoma intra epitel, membrana
            basalis masih utuh.
I           Proses terbatas pada serviks walaupun ada perluasan ke korpus
            uteri


Ia          Karsinoma mikro invasif: bila membrana basalis sudah rusak dan umor
            sudah memasuki stroma tdk> 3mm dan sel tumor tidak terdapat dalam
            pembuluh limfe/pembuluh darah. Kedalaman invasi 3mm sebaiknya diganti
            dengan tdk> 1mm.


Ib occ      Ib occult = Ib yang tersembunyi, secara klinis tumor belum tampak sebagai
            Ca, tetapi pada pemeriksaan histologik, ternyata sel tumor telah
            mengadakan invasi stroma melebihi Ia.


            Secara klinis sudah diduga adanya tumor yang histologik
            menunjukkan invasi ke dalam stroma serviks uteri.
Ib

            Proses keganasan sudah keluar dari serviks dan menjalar ke2/3 bagian atas
            vagina dan ke parametrium, tetapi tidak sampai dinding panggul.
II

            Penyebaran hanya ke vagina, parametrium masih bebas dari
            infiltrat tumor.
IIa

            Penyebaran ke parametrium uni/bilateral tetapi belum sampai ke

IIb         dinding panggul
            Penyebaran telah sampai ke 1/3 bagian distal vagina / ke

III         parametrium sampai dinding panggul.
            Penyebaran telah sampai ke 1/3 bagian distal vagina, sedang ke
IIIa       parametrium tidak dipersoalkan asal tidak sampai dinding
           panggul.


           Penyebaran sudah sampai ke dinding panggul, tidak ditemukan daerah
IIIb       bebas infiltrasi antara tumor dengan dinding panggul (frozen pelvic)/ proses
           pada tk klinik I/II, tetapi sudah ada gangguan faal ginjal.


           Proses keganasan telah keluar dari panggul kecil dan melibatkan mukosa

IV         rektum dan atau kandung kemih.


           Proses sudah keluar dari panggul kecil, atau sudah menginfiltrasi
IVa
           mukosa rektum dan atau kandung kemih.


           Telah terjadi penyebaran jauh
IVb




Klasifikasi berdasrkan sistem TMN

Tingkat    Kriteria
T          Tidak ditemukan tumor primer
T1S        Karsinoma pra invasif (KIS)
T1         Karsinoma terbatas pada serviks
T1a        Pra klinik: karsinoma yang invasif terlibat dalam histologik
T1b        Secara klinik jelas karsinoma yang invasif


T2         Karsinoma telah meluas sampai di luar serviks, tetapi belum sampai dinding
           panggul, atau Ca telah menjalar ke vagina, tetapi belum sampai 1/3 bagian
           distal
T2a
T2b        Ca belum menginfiltrasi parametrium
T3         Ca telah menginfiltrasi parametrium
              Ca telah melibatkan 1/3 distal vagina / telah mencapai dinding
T4            panggul (tidak ada celah bebas)
              Ca telah menginfiltrasi mukosa rektum, kandung kemih atau
T4a           meluas sampai diluar panggul
              Ca melibatkan kandung kemih / rektum saja, dibuktikan secara
T4b           histologik
Nx            Ca telah meluas sampai di luar panggul
              Bila memungkinkan untuk menilai kelenjar limfa regional. Tanda




2.1.5 Manifestasi Klinis Cancer Cervix

      1. Keputihan: makin lama, makin berbau busuk, diakibatkan infeksi dan nekrosis
          jaringan
      2. Perdarahan Kontak: perdarahan yang dialami setelah senggama, merupakan
          gejala Ca serviks (75-80%)
      3. Perdarahan spontan: perdarahan yang timbul akibat terbukanya pembuluh
          darah dan makin lama makin sering terjadi, terutama pada tumor yang bersifat
          eksofitik.
      4. Anemia: terjadi akibat perdarahan pervaginam yang berulang.
      5. Nyeri : ditimbulkan oleh infiltrasi sel tumor ke serabut saraf.
      6. Gagal ginjal: infiltrasi sel tumor ke ureter yang menyebabkan obstruksi total.


2.1.6 Pencegahan Cancer Cervix

          Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning
dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun
berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada
perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada
bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon
imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun
dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.
2.2 Pengaruh Penikahan pada Usia Dini terhadap Resiko Cancer Cervix

        Melakukan hubungan seks pada usia < 20 tahun beresiko mengalami cancer
cervix, hal ini disebabkan oleh belum matangnya sel-sel mukosa pada cervix yang
terdapat diselaput kulit bagian dalam rongga vagina. Umumnya sel-sel mukosa baru
matang setelah wanita tersebut berusia 20 tahun ke atas. Jadi pada usia ini, sel-sel
mukosa pada cervix masih rentan terhadap rangsangan sehingga tak siap menerima
rangsangan dari luar.   Hal ini menyebabkan mudah terjadinya respon mal adaftif
apabila terjadi trauma pada area cervix

2.3 Pengaruh Penguanaan Alat Kontasepsi Oral Terhadap Resiko Cancer Cervix

        Sesuai dengan program pemerintah, penggunaan alat kontrasepsi dianjurkan
agar terwujudnya program keluarga Berencana (KB). Salah satu diantaranya adalah alat
kontrasepsi oral yang sering dikonsumsi oleh ibu-ibu. Berbagai sumber menyebutkan
bahwa mengonsumsi alat kontrasepsi oral memiliki beresiko terjadinya cancer cervix.
Hal ini karena alat kontrasepsi oral dapat mempengaruhi hormon esterogen dan
progesteron.

        Hormon esterogen dan progesteron sangat mempengaruhi pengaturan sel-sel
epitel rongga rahim dan sekitar cervix. Sehingga apabila terjadi produksi dan kontrol
kedua hormon tersebut terganggu maka dapat berakibat terganggunya pengaturan sel-
sel mukosa.
                                        BAB III

          KERANGKA KONSEPTUAL, DEFINISI OPERASIONAL DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Konseptual

                     Faktor predisposisi resiko cancer cervix




 Pernikahan pada usia muda                            Penggunaan alat kontasepsi oral




   Trauma sel mukosa                                            Lost control sel




   Respon abnormal
                                                         Pengaturan abnormal sel
   sel




                           Pertumbuhan sel abnormal




                                  Cancer Cervix

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Pengaruh Pernikahan pada usia Dini dan pengunaan

         Alat Kontrasepsi Oral Terhadap Resiko Cancer Cervix
3.2 Definisi Operasional

No      Variabel        Definisi     Indikator    Alat Ukur  Skala            Skor
1    Pernikahan    Pernikahan     Hasil         Kuesioner  Ordinal
     pada usia dinipada usia dini wawancara      dan
     beresiko      mempengaruhi dan              wawancara
     cancer cervix cancer cervix   kuesioner
                                   dengan
                                   pasien cancer
2    Penggunaan    Penggunaan      cervix
     alat          alat           Apakah
     kontrasepsi   kontrasepsi     pasien Ca
     oral beresiko oral            Cervix
     cancer cervix mempengaruhi menikah di
                   cancer cervix   usia dini
                                  Apakah
                                   pasien Ca
                                   cervix
                                   memiliki
                                   riwayat
                                   menggunaka
                                   n alat
                                   kontrasepsi
                                   oral



3.3 Hipotesis

        Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu penelitian (Setiadi, 2005 :81)
Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pernikahan pada usia dini dan
penggunaan alat kontrasepsi oral terhadap resiko cancer cervix.
                                        BAB IV

                                 METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian
        Desai penelitian yang digunakan pada penelitian in adalah cross sectional yaitu
   penelitian yang dilakukan dengan tujuan menilai hubungan antara varibel bebas dan
   variabel tergantung secara simultan ( sesaat/satu kali kerja dalam satu kali
   waktubyang bersamaan) tidak ada follow-up. (Stiadi, 2005:133).
        Dalam penelitian ini digunakan dua variabel bebas ( variabel independent) dan
   satu variabel tergantung (variabel dependent).


4.2 Sampling Desain
4.2.1   populasi Penelitian
        Populasi penelitian adalah semua pasien cancer cervix mulai bulan maret
   sampai dengan bulan juni di ruang kebidanan dan penyakit kandungan Rumah Sakit
   Muhammadyah Palembang.


4.2.2   Sampel Penelitian
        Sampel yang digunakan dalam penelitian in adalah sebagaian pasien cancer
   cervix di ruang kebidanan dan penyakit kandungan Rumah Sakit Muhammadyah
   Palembang.


4.2.3   Sampling Penenlitian
        Sampling yang dipakai dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling
   dengan tekhnik sampling jenuh, yaitu tekhnik penentuan sampel bila semua anggota
   populasi dijadikan sebagai sampelnya.(Setiadi,2007)
4.3 Waktu penelitian
        Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan November
    2010 di Ruang kebidanan dan Penyakit Kandungan Rumah Sakit muhammadiyah
    Palembang.


4.4 Analisis Data
4.4.1   Pengumpul Data
        Mengajukan surat izin kepada Institusi pendidikan STIKes Muhammadiyah
   palembang dan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, peneliti melakukan
   informconcent kepada responden. Data di dapat dari wawancara dengan responden
   dan kuesioner yang di isi oleh responden di ruang Kebidanan dan Penyakit
   kandungan Rumah sakit Muhammadiyah Palembang.


4.4.2   Tekhnik Analisa Data
        1. Penilaian data wawancara dan kuesioner
        Pengolahan data dilakukan secara manual oleh peneliti. Setelah lembar
   kuesioner terkumpul dan telah diisi oleh responden, peneliti melakukan
   mencocokkan data wawancara dan data kuesioner.
        Dalam wawancara terdapat 5 pertanyaan yang ditunjang dengan data dari 10
 pertanyaan di lembar kuesioner. Untuk mengukur hasil wawancara dan kuesioner,
 peneliti mengelompokkan menjadi 3 yaitu : berpengaruh, cukup berpengaruh, dan
 tidak berpengaruh.
        a. Berpengaruh               : bila skor 76 – 100
        b. Cukup berpengaruh         : bila skor 56 – 75
        c. Tidak berpengaruh         : bila skor < 56
        2. Analisi data

        Setelah semua data terkumpul selanjutnya diproses untuk menganalisa dengan
 uji statistik menggunakan aplikasi komputer, dengan derajat kemaknaan <0,05, artinya
 bila hasil uji statistik menunjukkan r = 0,05 maka H1 diterima yang berarti ada
 pengaruh pernikahan di usia dini dan pemakaian alat kotrasepsi oral terhadap resiko
 cancer cervix.




4.5 Etika Penelitian
        Penelitian ini menggunakan objek manusia sehingga penelitian yang dilakukan
 harus sesuai dengan kode etis dan hak responden harus dilindungi. Dalam melakukan
 penelitian ini, peneliti mendapatkan pengantar dari STIKes Muhammadiyah
 Palembang. Kemudian menyerahkan kepada Rumah Sakit Muhammadyah Palembang
 dengan tujuan agar mendapatkan izin dalam melakukan penelitian kepada pasien-
 pasien cancer cervix. Setelah mendapatkan persetujuan dari keduanya, baru peneliti
 melakukan penelitian.


4.5.1   Lembar persetujuan penelitian
        Lembar persetujuan merupakan informconcent yang diberikan peneliti kepada
 rpasien dengan harapan responden bersedia menjadi responden. Lembar persetujuan
 sangat penting diberikan kepada responden agar tidak ada unsur paksaan dalam
 penelitian.


4.5.2   Tanpa nama (Anonimity)
        Peneliti harus menjaga privsi dari reponden dan identitas responden dalam
menanpilkan data.


4.5.3   Kerahasian
        Kerahasiaan yang didapat dari hasil pengumpulan data dari reponden dijamin
kerahasiaannya. Hanya data-data yang penting dalm riset saja yang dilaporkan.
                                        DAFTAR PUSTAKA




Setiadi.2007. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu

NN. 2008.Kanker serviks: Perenggut kehidupan wanita, Harian Seputar Indonesia, p:32,

       ed. 21 Februari 2008, diakses 20 juni 2010 10:30 WIB



Sumarji. 2010. Cancer Cervix. http://sumarji77.wordpress.com/2010/01/02/carcinoma-
         cervix/, diakses 20 juni 2010 11:00 WIB


prof.Hembing Wijayakusuma. 2009. Kanker serviks. http://cybermed.

        cbn.net.id/cbprtl/cybermed /detail.aspx?x=Hembing&y=cybermed|0|0|8|38,

       diakses 20 juni 2010 11:15 WIB

NN. 2007. Cancer Cervix.http://tantegea.blog.friendster.com/2007/12/ca-cervix/,

       diakses 21 Juni 2010 11:00
                        PROPOSAL SKRIPSI




PENGARUH PERNIKAHAN PADA USIA DINI DAN PEMAKAIAN
  ALAT KONTRASEPSI ORAL TERHADAP RESIKO CANCER
CERVIX DIRUANG KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN
      RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG




  PROPOSAL INI DIBUAT SEBAGAI TUGAS MATAKULIAH PENULISAN ILMIAH

               YANG DIASUH OLEH Drs. HARIYADI, M.Pd




                      SARAH OKRENIDIAH
                            0508203




             PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH PALEMBANG
                           2009/2010
                                                            DAFTAR ISI




Daftar isi..............................................................................................................i

Bab I Pendahuluan

         Latar belakang............................................................................................1

         Rumusan masalah.......................................................................................2

         Tujuan Penelitian.......................................................................................2

Bab II Tinjauan Pustaka........................................................................................4

Bab III Kerangka Konseptual, Definisi Operasional, Hipotesis

         Kerangka konseptual..................................................................................11

         Definisi operasional...................................................................................12

         Hipostesis..................................................................................................12

Bab IV Metode Penelitian

         Desain penelitian......................................................................................13

         Sampling desain........................................................................................13

         Waktu penelitian......................................................................................14

         Analisis data..............................................................................................14

         Etika penelitian.........................................................................................15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:598
posted:2/22/2012
language:
pages:18
Description: HUBUNGAN PERNIKAHAN PADA USIA DINI TERHADAP RESIKO CANCER CERVIX