SISTEM PENGAJARAN dan MODEL PEMBELAJARAN

Document Sample
SISTEM PENGAJARAN dan MODEL PEMBELAJARAN Powered By Docstoc
					SISTEM PENGAJARAN dan MODEL PEMBELAJARAN


                   MAKALAH
           Di ajukan sebagai tugas individu

                       Dosen :

                Drs. Dadang sahroni




                  Disusun oleh :

                     Ali imron

                 NPM:2007.2008

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SUKABUMI

                 2011 M /1432 H
               KATA PENGANTAR
        Puji ditentukan kepada Allah SWT.yang telah menciptakan makhluk
berpsang-pasangan dan menganugrakan pikiran dan kasih sayang sehingga kita semua
bisa saling mencintai dan kasih-mengasihi.salawat dan salam semoga dilimpahkan
kepada pemdawa sariat yakni, Nabi muhammad SAW. Yang kita harapkan sapaatnya
di hari ahir nanti.

        Penulis bertujuan menyusun Makalah untuk memenuhi tugas individu, selain
itu untuk menambah pengetahuan saya dalam memahami perencanaan sistem
pengajaran.

        Penyusun menyadari masih banyak kesalah dan kekurang tepatan dalam
Makalah ini,oleh kara itu saya mohon kritik yang membawa kepada maslahat agar
bisa saya jadikan sebagai motivasi.amin.

                                                                         penulis




                                   DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………..                      i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….                       ii


BAB I
         1.1.Latar Belakang…………………………………………………….
         1.2.Rumusan Masalah…………………………………………………
         1.3.Tujuan Penulisan………………………………………………….
         1.4.Sistematika Penulisan……………………………………………..


BAB II
         2.1.pengertian sistem pengajaran………………
         2.2.Pengertian pembelajaran
         2.3.Model-model pengembangan system pembelajaran
BAB III PENUTUP
         3.1.Simpulan………………………………………………………
         3.2.Saran……………………………………………………………


RUJUKAN




                                   BAB I

1.1. Latar belakang masalah
            Setiap individu memutuhkan pendidikan untuk bertahan hifup dan
   mengebangkan kehidupan, sebagai warga Negara kita diberi hak untuk
   memperoleh pendidikan dan pengajaran.
            Sebagi insan muslim kita dituntut agar melaksanakan atau menjalankan
   proses belajar mengajar agar kita bisa mengenal sang kholik dan bisa menjadi
   insan yang sesuai dengan tujuan penciptaan mabusia sendiri sebagi hamba dan
   menjadi khalifah di permukaan bumi. Dimana kita sulit memproleh semua itu
   tanpa melalui proses pendikakan formal ataupun non formal. Mengingat
   pentingting pendidikan dalam menjalani hidup agar bisa menjadi insan mandiri

            namun sebelum mendapatkan hal itu tentunya butuh persiapan dimana kita
   butuh mengenal sistem Sistem Pengajaran Dan Model Pembelajaran agar proses
   dan hasil pendikan lebih sesuai dengan tujuan pendidikan suatu lembaga.

1.2.Rumusan Masalah
   Menjelaskan penertian system pengajaran dan model-model pembelajaran
1.3.Tujuan
   a. Untuk bisa memahami system pengajaran
   b. Untuk mengetahui model-model pembelajaran




1.4. Sistematika Penulisan

    KATA PENGANTAR

    DAFTAR ISI

    BAB I I

              1.1.Latar Belakang.
              1.2.Rumusan Masalah
              1.3.Tujuan
              1.4.Sistematika Penulisan.

   BAB II

   2.1.pengertian sistem pengajaran
         2.1.1. Pengertian system dan pendekatan system

         2.1.2. Pengertian pengajaran

2.2.Pengertian pembelajaran
2.3.Model-model pengembangan system pembelajaran



  BAB III

            3.1.Simpulan
            3.2.Saran

            RUJUKAN
                                         BAB II

2.1. pengertian sistem pengajaran

     2.1.1.   Pengertian system dan pendekatan system

                 a. Sistem adalah komposisi (susunan yang serasi) dari fungsi
                    komponennya.
                 b. Sistem juga bias di artikan rangkaian komponen yang saling
                    berkaitan dan berfungsi ke arah tercapainya tujuan sistem yang
                    telah ditetap¬kan lebih dahulu (Warijan, dkk., 1984: 1)


                 c. Sistem merupakan pengkoordinasian (pengorganisasian) seluruh
                    komponen serta kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan yang
                    telah ditetapkan lebih dulu.
                 d. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah
                    komponen yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk
                    mencapai sautu tujuan.Dengan mengidentifikasi tujuan,dapat
                    dianalisis komponen yang terdapat dalam pada sistem itu.



Menurut Hayanto,” pendekatan sistem adalah merupakan jumlah keseluruhan dari
bagian-bagian yan saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan
berdasarkan atas kepentingan tertentu”

Dari berbagai pengertian yang didefinisikan dapat di tarik kesimpulan bahwa sistem
adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling berintegrasi, saling
berfungsi secara kooperatif dan saling mempengaruhi dalam rangka mencapai tujuan
tertentu.

        2.1.2. Pengertian pengajaran

                     Para ahli berpendapat bahwa pendidikan tidk sama dengan
               pengajaran. Ada yang berpendpat bahwa pendidika lebih luas dari pada
               pengarajaran ada juga yang menagtkan pendidikan adalah uasaha
               pengembangan aspek rohani manusia, sedangkan pengajaran aspek
               jasmani dan akal saja. Bagaimana duduk persoalannya?
                    guru besar IKIP BAndung, pernah menjelaskan msalah ini
              dalam tulisannya. Mneurut pendapatnya, mendiidk dalam arti
              pedagogis     tidak   dapt   disamakan     denganpengertian    mengajar.
              Pengajaran    meurut    pendapatnya      adalah   suatu   kegiatan   yang
              menyangkut pembinaan anak, mengenai segi kognitif dan psikomotor
              semata-mata, yait supaya anak lebih banyak pengetahuaany, lebih
              cakap berpikir kritis, sistematis da obyektif serta trampil dalam
              mengerjakan sesuatu. Tujuan pengajaran lebih mudah dari pada tujuan
              pendidikan.

                    Uraian ini agak membingungkan. pada satu pihak , ia
              mengatakan bahwa mendidik tidak sama dengan mengajar. Tetapi pada
              pihak lain mendidik itu bertujuan mengembangkan seluruh aspek
              kepribadian. K.H Dewantoro berpendapat bahwa pengajaran itu adalah
              sebagian dari pendidikan. Ia menyatakan sebagai berikut” pengajaran
              (onderwijs) itu tidak lain dan tidak bukan ialah salah satu bagian dari
              pendidikan. Jelasnya, pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan
              cara memberikan ilmu atau pengetahuan kecakapan ”.

                    Tidak terdapat perbedaan yang mendasar antara pendapat Sikun
              Pribadi dan pendapat Dewantoro. Menurut mereka mendidik ialah
              melaksanakan berbagai usaha untuk menolong anak didik dalam
              menuju kedewasaannya. Salah satu di antara sekian banyak usaha yang
              dapat dilakukan ialah dengan mengajar. Usaha lain umpamanya
              memberikan contoh yang baik member hukuman, hadiah,dan
              sebagainya.

                    Sekalipun pengertian pendidikan dan pengajaran yang diberikan
              oleh Sikun Pribadi dan Dewantoro tersebut hanya berlaku bagi
              pendidikan yang melibatkan guru (si pendidik), namun pengertian itu
              dapat dipakai, sekurang-kurangnya untuk menentukan pengertian
              pendidikan dalam arti sempit.

       Setelah mengenal sietem dan pengajaran maka selanjutnya kita membahas
bahwa yang disebut system pengajarn ialah :
         Gagne dalam atwi suparman mengatakan bahwa : system pengajaran adalah
suatu set peristiwa mempengaruhi siswa sehingga terjadinya proses belajar . proses
belajar yang dilakukan siswa bisa digerakkan olh guru yang dikenal dengan
pengajaran bisa juga dilakukan sendiri oleh siswa dengan menggunakan sumber-
sumber belajar seperti : nara sumber yang ahli dibidangnya masing-masing buku,
gambar, program televise, dan internet.

         Kegiatan pengajaran sebagai suatu system terdapat sub system sebagai berikut
: siswa, guru, tujuan, bahan , strategi pengajar, dan evaluasi.

         Pengertian lain mengenai system pengajaran dan komponen-komponen system
pengajaran dikemukakan oleh umar hamalik yang meliputi unsure-unsur manusiawi,
material , fasilitas , perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai
suatu                                       tujuan                                  .
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sitam pengajaran adalah suatu kombinasi
terprganisasi yng meliputi unsure-unsur manusiawi material , fasilitas, perlngakapan
dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai sesuatu tujuan serta sebagain panduan
dalam rangaka perencanaan dan penyelenggaraan pengajaran.

2.2.     Pengertian pembelajaran
        Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
        belajar pada suatu lingkungan belajar Sistem pembelajaran adalah keseluruhan
        komponen pembelajaran yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai
        tujuan pembelajaran yang diinginkan.
        Komponen-komponen dalam sistem pembelajaran: peserta didik, guru, materi,
        tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, evaluasi
        pembelajaran, dan sebagainya.


2.3.     Model-model pengembangan system pembelajaran
        2.3.1. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada
               kelas (Model ASSURE)
        Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi kelas biasanya
        ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas) yang hanya
        dilakukan setiap dua jam pelajaran atau lebih.Menyiapkan pembelajaran yang
     menyenangkan dan menantang, pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran aktif,
     interaktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan).

Model Assure merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas

Menurut Heinich at.al model ini terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu:

   a. Analyze Learners (analisis peserta didik), disesuaikan dengan tingkat
       perkembangan, gaya belajar , dan kebutuhan peserta didik.
   b. States Objectives (menyatakan tujuan), difokuskan pada tujuan kognitif,
       afektif, dan psikomotorik.
   c. Select Methods, Media, and Material (memilih metode, media, dan materi),
       pemilihan metode yang tepat dengan tugas pembelajaran, memilih media yang
       tepat dengan materi yang disampaikan .
   d. Utilize Media and materials (penggunaan media dan bahan), menggunakan
       dan mendesaian media sebagus mungkin agar pembelajaran lebih menarik dan
       menantang.
   e. Require Learner Participation (partisipasi peserta didik di kelas), partisipasi
       aktif peserta didik dalam kelas akan berpengaruh pada pengalaman belajar
       yang diperoleh selama proses pembelajaran.
   f. Evaluate and Revise (penilaian dan revisi), melihat seberapa efektif dan
       efisiennya metode dan media pembelajaran yang dipakai dalam mencapai
       tujuan pembelajaran.
     2.3.2. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada
             hasil (model Hannafin and Peck.)
                    Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi
              produk adalah model desain pembelajaran untuk menghasilkan suatu
              produk biasanya media pembelajaran misalnya video pembelajaran,
              multimedia pembelajaran atau modul.

                    Tahap-tahap dalam model Hannafin and Peck: tahap analisis
              keperluan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi.
              Tahap analisa kebutuhan atau mengidentifikasi kebutuhan yang
        meliputi kebutuhan dalam mengembangkan suatu media pembelajaran
        :

               a. tujuan dan objek media pembelajaran yang dibuat.
               b. pengetahuan dan kemahiran yang diperlukan oleh kelompok
                  sasaran.
               c. peralatan dan keperluan media pembelajaran.
2.3.3. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada
      sistem

        Model beroreintasi sistem yaitu model desain pembelajaran untuk
        menghasilkan suatu sistem pembelajaran yang cakupannya luas, seperti
        desain sistem suatu pelatihan, kurikulum sekolah,contohnya adalah
        model ADDIE. Sistem pembelajaran: input-proses-output.ini lahir pada
        tahun 1990 an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda.

        Tahap-tahap Model ADDIE:

        a. Analysis(analisa kebutuhan, identifikasi masalah, dan identifikasi
            tugas pembelajaran)
        b. Design(merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR; specific,
            measurable, applicable, and realistic, menyusun tes, memilih
            strategi, metode, dan media pembelajaran yang tepat)
        c. Development(mewujudkan desain tadi dalam bentuk nyata,
            misalnya dengan mencetak modul, kemudian mengembangkan
            modul dengan sebaik mungkin).
        d. Implementation(langkah nyata menerapkan sistem pembelajaran
            yang kita buat)
        e. Evaluation(sudah efektifkah sistem pembelajaran yang kita
            kembangkan
2.3.4. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada
       kompetensi

                Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan
        bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan,
        sikap, dan keterampilan yang dimiliki peserta didik.Pengembangan
sistem pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi merupakan
pengembangan dan penjabaran dari Kurikulum Berbasis Kompetensi
dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang menekankan
pencapaian kompetensi-kompetensi tertentu.

       Kompetensi yang dikembangkan adalah keterampilan dan
keahlian     bertahan     hidup    dalam     perubahan,     pertentangan,
ketidakmenentuan, ketidakpastian, dan kerumitan-kerumitan dalam
kehidupan.Peserta didik diharapkan agar memiliki kemampuan
intelektual, emosional, spiritual, dan sosial yang bermutu tinggi.

       Kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki siswa;
kecakapan mengenal diri (self awarness), kecakapan berpikir rasional
(thinking skill), kecakapan sosial (social skill), kecakapan akademis
(academic skill), dan kecakapan vokasional (vocational skill).
Karakteristik kurikulum berorientasi pencapaian kompetensi menurut
Depdiknas:

a. Menekankan kepada ketercapaian kompetensi siswa baik secara
   individual maupun klasikal.
b. Berorientasi    pada    hasil   belajar   (learning    outcomes)   dan
   keberagaman. Ini artinya, keberhasilan pencapaian kompetensi
   dasar diukur oleh indikator hasil belajar.
c. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan
   metode yang bervariasi.
d. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber-sumber lain
   yang memenuhi unsur edukatif.
e. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya
   penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

       Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi
pada kompetensi Disebut dengan model Desain Sistem Instruksional
Berorientasi Pencapaian Kompetensi (DSI-PK), yaitu gambaran proses
rancangan sistematis tentang pengembangan pembelajaran baik
mengenai proses maupun bahan pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan dalam upaya pencapaian kompetensi.
                                       BAB III

3.1. kesimpulan

          3.1.1.   sistem adalah kumpulan dari sekian banyak komponen yang saling
                   berintegrasi, saling berfungsi secara kooperatif dan saling
                   mempengaruhi dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
          3.1.2. Model-model pengembangan system pembelajaran ada empat :

                   a. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi
                      pada kelas (Model ASSURE)
                   b. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi
                      pada hasil (model Hannafin and Peck.)
                   c. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi
                      pada sistem
                   d. Model pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi
                      pada kompetensi

     3.2. Saran

          Saya menyadari banyak kekurangan dala karya ilmiah ini oleh kerena itu
          mohon kritik dan sarannya.
                                        RUJUKAN

1.   B.Uno, Hamzah.2009. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
2.   Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran.
3.   http://mochammadirfan99.blogspot.com/2010/09/makalah-tentang-pengertian-
     dan.html
4.   http://elangjawa-hidup.blogspot.com/2010/10/makalah-perencanaan-
     pengajaran.html
5.   http://rismaalqomar.wordpress.com/2010/06/08/model-model-pengembangan-
     sistem-pembelajaran/.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:665
posted:2/22/2012
language:Malay
pages:13