KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN by enokta

VIEWS: 151 PAGES: 7

									KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

A. Umum Apakah yang dimaksud dengan KTSP itu? Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
Apakah perbedaan antara Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan KTSP ? KBK merupakan
suatu desain kurikulum yang dikembangkan berdasarkan se-perangkat kompetensi tertentu , yang

terdiri dari Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator dan Materi Pokok. KTSP
pada dasarnya KBK yang dikem-bangkan oleh satuan pendidikan ber-dasarkan standar isi (SI) dan
standar kompetensi lulusan (SKL), SK dan KD yang terdapat dalam SI yang merupakan
penyempurnaan dari SK dan KD yang terdapat pada kurikulum berbasis kompetensi (uji coba
Kurikulum 2004)

Kapan KTSP diberlakukan ? Standar isi dan standar kompetensi lulusan yang kemudian
dioperasional-kan kedalam bentuk KTSP dapat dilaksanakan mulai tahun pelajaran 2006/2007 dan
selambat-lambatnya pada tahun pelajaran 2009/2010. Sekolah boleh belum melaksanakan KTSP pada
tahun pelajaran 2009/2010 dengan izin dari menteri pendidikan nasional.

Kapan KTSP disusun oleh satuan pendidikan ? KTSP disusun sebelum tahun pelajaran dimulai. Siapa
yang menyusun KTSP ? KTSP disusun bersama oleh guru, komite sekolah/yayasan, konselor (guru
BK/BP), narasumber, dengan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota dan disupervisi oleh
dinas pendidikan kabupaten/kota

Apa prinsip-prinsip pengembangan KTSP ? KTSP dikembangkan berdasarkan pada SI dan SKL dan
berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan
pertimbang-an komite sekolah/madrasah dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: Berpusat pada
potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan
terpadu. Beragam artinya

KTSP disusun sesuai dengan karakteris-tik peserta didik yang berbeda-beda, kondisi daerah, jenjang
dan jenis pendidikan serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku,
budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi dan jender. Terpadu artinya ada keterkaitan antara muatan
wajib, muatan lokal dan pengembangan diri dalam KTSP. Tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni:

Relevan dengan kebutuhan kehidupan masa kini dan masa datang; Menyeluruh dan
berkesinambungan. Menyeluruh artinya KTSP mencakup keseluruhan dimensi kompetensi dan
bidang kajian keilmuan. Berkesinam-bungan artinya KTSP antarsemua jenjang pendidikan berjenjang
dan berkelanjutan; Belajar sepanjang hayat; Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan
daerah;

Berapa lama masa berlakunya KTSP ? KTSP berlaku selama masih sesuai dengan kebutuhan
pengembangan potensi peserta didik di satuan pendidik-an yang bersangkutan di masa sekarang dan
yang akan datang untuk memenuhi kepentingan lokal, nasional dan tuntutan global. Dokumen utama
apa saja yang diguna-kan sebagai acuan dalam penyusunan KTSP ?

Dokumen utama yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan KTSP adalan PP No. 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Permen Diknas 22 tahun 2006 tentang SI, Permen
Diknas 23 tahun 2006 tentang SKL, dan Panduan/Pedoman yang mendukung KTSP. B. Komponen
dan Kerangka KTSP Apa komponen-komponen KTSP
Komponen-komponen KTSP adalah: Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan Struktur dan
muatan kurikulum (berisi mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban
pelajaran, kriteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan
kecakapan hidup, pendidikan berbasis lokal dan global)

Kalender pendidikan Lampiran-lampiran (yaitu program tahunan, program semester, silabus, contoh
RPP, SK, dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan
KD atau indikator) Satuan pendidikan dapat menambah komponen KTSP yang dianggap perlu seperti
pendahuluan, visi, misi, dan tujuan

KTSP dapat disusun dengan kerangka sebagai berikut: Bab I. Pendahuluan (yang berisi rasional,
landasan dan tujuan) Bab II. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan (yang berisi visi, misi dan
tujuan) Bab III. Struktur dan Muatan Kurikulum Bab IV. Kalender Pendidikan Bab V. Penutup

Lampiran-lampiran (yaitu program tahunan, program semester, silabus, contoh RPP, SK dan KD
mulok, program pengembangan diri dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau indikator

Bab I. Pendahuluan (Rasional, Landasan, Tujuan) Rasional Landasan Tujuan Bab II. Tujuan
Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan (visi, misi dan tujuan) Visi Misi Tujuan (panjang, menengah,
dan pendek

Bab III. Struktur dan Muatan Kurikulum Struktur Kurikulum Apa yang dimaksud dengan struktur
kurikulum ? Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh
peserta didik dalam kegiat-an pembelajaran, kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran
pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai
dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum

- Muatan Kurikulum Apa isi muatan kurikulum ? Muatan kurikulum meliputi: mata pelajaran, muatan
lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajar, kriteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai
kenaikan kelas dan kelulusan, pendidik-an kecakapan hidup, dan pendidikan berbasis keunggulan
lokal dan global - IPA dan IPS Terpadu Apa yang dimaksud dengan IPA Terpadu?

Pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika, Kimia, Biologi) secara tematik dalam
satu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau
team teaching - Seni Budaya Berapa banyak bidang seni yang dapat diajarkan pada mata pelajaran
seni budaya? Minimal satu bidang seni (seni rupa, seni musik, seni tari atau seni teater)

- Keterampilan/TIK Apakah mata pelajaran keterampilan/ TIK harus dilaksanakan keduanya ? Tidak,
satuan pendidikan memilih salah satu mata pelajaran sesuai dengan ke-mampuan dan kesiapan satuan
pendidik-an. Apabila sekolah memiliki sumberdaya pendidikan yang memadai untuk pe-
nyelenggaraan kedua mata pelajaran tersebut, salah satu mata pelajaran dikembangkan sebagai mata
pelajaran muatan lokal atau pengembangan diri

- Muatan Lokal Apa yang dimaksud dengan mata pelajaran muatan lokal? Mata pelajaran muatan
lokal adalah kegiatan kurikuler untuk mengem-bangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri
khas, potensi dan kebutuhan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata
pelajaran muatan nasional (10 mata pelajaran) yang ada

- Pengembangan Diri Apa yang dimaksud dengan pengembangan diri? Pengembangan diri merupakan
kegiatan diluar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah yang
dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler - Sistem
Penyelenggaraan Pendidikan Sistem apakah yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan ?
Sistem paket atau sistem kredit semester

- Beban belajar Bagaimana bentuk rumusan beban belajar ? Beban belajar dirumuskan dalam bentuk
satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui
sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur

- Ketuntasan Belajar Apa yang dimaksud dengan ketuntasan belajar ? Ketuntasan belajar adalah
tingkat ke-tercapaian kompetensi setelah peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran - Kenaikan
Kelas dan Kelulusan Apa kriteria kenaikan kelas? Tuntas pada seluruh SK dan KD sesuai dengan
KTSP

Peserta didik harus mengulang di kelas yang sama bila tidak menuntaskan SK dan KD lebih dari
empat mata pelajaran Ketika mengulang dikelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama
dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya

Jika karena alasan yang kuat, misalnya karena gangguan kesehat-an fisik, emosi atau mental sehingga
tidak mungkin berhasil, peserta didik yang bersangkutan dibantu men-capai kompetensi yang
ditargetkan - Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skiils) Apa yang dimaksud dengan kecakapan hidup
(life skills) ? Kecakapan hidup (life skills) adalah kecakapan-kecakapan yang diperlukan peserta didik
dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Apa yang dimaksud dengan pendidikan berbasis
keunggulan lokal dan global ? Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan
yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi,
budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi dan lain-lain, yang semuanya
bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing ditingkat lokal,
nasional dan internasional

Bab IV. Kalender Pendidikan Apa yang dimaksud dengan kalender pendidikan? Kalender pendidikan
adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran Apa
komponen kalender pendidikan ? Komponen kalender pendidikan adalah permulaan tahun pelajaran,
minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan waktu libur

Lampiran-lampiran 1. Program Tahunan dan Program Semester 2. Silabus 3. Contoh RPP 4. SK &
KD mulok 5. Program Pengembangan Diri 6. Pemetaan KD, indikator, dsb. 7. Dll. Yang dianggap
penting
KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta
cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian
dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu
kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan
dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin
pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses,
kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan
penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI)
dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam
mengembangkan kurikulum. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU
20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada
KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu
kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP). Selain dari itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang
menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas
dua bagian. Pertama, Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang
dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL.Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat
dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam
pengembangan KTSP. Kedua, model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan
KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang
dikembangkan BSNP. Sebagai model KTSP, tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh
daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai
referensi.

Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik
untuk :
belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
belajar untuk memahami dan menghayati,
belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif
dan menyenangkan.
A. Landasan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2),
(3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1),
(2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal
5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8); Pasal 8 ayat (1), (2), (3);
Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat
(1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal
20.
Standar Isi
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang
dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum,
Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari
setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22
Tahun 2006.
Standar Kompetensi Lulusan
SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan
sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006.
B. Tujuan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Tujuan Panduan Penyusunan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB,
SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam penyusunan dan pengembangan
kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

C. Pengertian

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta
cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan
di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan,
struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus
adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang
mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan
penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

D. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di
bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota
untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu
pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP,
serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan
khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan
SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP .

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Beragam dan terpadu
Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Menyeluruh dan berkesinambungan
Belajar sepanjang hayat
Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah



KURIKULUM adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu.
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) adalah kurikulum operasional yang
disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan
pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan,
kalender pendidikan, dan silabus.
SILABUS adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu
yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan
penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN merupakan bagian dari perencanaan proses
pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran,
sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
PENUGASAN TERSTRUKTUR adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi
pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi.
Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.
KEGIATAN MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai
standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.
KALENDER PENDIDIKAN adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif
belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
PERMULAAN TAHUN PELAJARAN adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
MINGGU EFEKTIF BELAJAR adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun
pelajaran.
WAKTU PEMBELAJARAN EFEKTIF adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam
untuk kegiatan pengembangan diri.
WAKTU LIBUR adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal.




Tujuan KTSP
      Tujuan KTSP
       Tujuan KTSP dibagi menjadi dua, umum dan khusus
       Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan
       satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan
       mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara patisipatif dalam
       pengembangan kurikulum.
       Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk:
       1.Meningkatakn mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam
       mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan suberdaya yang tersedia.
       2.Meningkatakn kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum
       melalui pengambilan keputusan bersama.
       3.Meningkatkan kompterisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan
       yang akan dicapai.
       Memahami tujuan diatas, KTSP dipandang sebagai suatu pola pendikatan baru dalam
       pengebangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan dewasa ini.
       Oleh karena itu, KTSP perlu diterapkan dengan tujuh hal sebagai berikut:
       a.Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemhan, peluang, dan ancaman bagai dirinya
       sehingga dia dapat mengoptimalkan pemanfaatan suberdaya yang tersedia untuk memajukan
       lebaganya.
       b.Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan
       dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tungkat
       perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
       c.Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi
       kebutuhan sekolah karena pihak sekolahlah yang peling tahu apa yang terbaik bagai
       sekolahnya.
       d.Keterblibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum
       menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat, serta lebih efisien dan efektif bilamana
       dikontrol oleh masyarakat setempat.
       e.Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada
       pemrintah, orang tua peserta didik, dan masyarakat pada umunya, sehingga dia akan berupaya
       semaksimal mungkin untuk melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP.

f.Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan
mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik, masyarakat,
dan pemerintah daerah setempat.
g.Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan
cepat, serta mengakomodasinya dalam KTSP.

								
To top