PROPOSAL SKRIPSI (DOC download) by helmyrossy335

VIEWS: 1,538 PAGES: 19

PROPOSAL SKRIPSI

More Info
									          PROPOSAL PENELITIAN


STUDI KORELASI ANTARA MEDIA PEMBELAJARAN
  DENGAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI DI
   SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH
         TAHUN PELAJARAN 2011/2012




                     Oleh:
              HELMY ROSYADI
               NIM : 078620100270



   PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING
 FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
      UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
                   2011
                   HALAMAN PERSETUJUAN


1. Judul               :    Studi Korelasi Antara Media Pembelajaran dengan minat
                            belajar siswa pada Siswa Kelas XI SMA Negeri
                            Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012
2. Peneliti
Nama                   :    HELMY ROSYADI
NIM                    :    078620100270
Fakultas s             :    Keguruan Ilmu Pendidikan IPS
Program Studi          :    Pendidikan Bimbingan Konseling
Jenjang                :    Strata Satu (S1)
3. Lokasi Penelitian   :    SMA Negeri Darussholah Singojuruh
4. Waktu Penelitian    :    3 Bulan
5. Dosen Pembimbing    :    1.
                            2.
6. Tujuan              :    Ingin Mengetahui Studi Korelasi Antara Media
                            Pembelajaran dengan minat belajar siswa pada Siswa
                            Kelas XI SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun
                            Pelajaran 2011/2012

                                               Banyuwangi, 1 Desember 2011
                                                        Peneliti,




                                                    HELMY ROSYADI
                                                    NIM. 078620100270

                                  Mengetahui
            Pembimbing I,                             Pembimbing II,




     Dra. SRI SURACHMI, M.SI                      Drs. ISPAROWOTO, MM.

                                Disahkan oleh :
            Ketua LPPM,                               Dekan FKIP IPS,




   Drs. FX. SOEKARNO, MS. MM.               Prof. DR. MIFTAHUL ARIFIN, M.Pd.




                                       ii
                                                  DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii
PENDAHULUAN ............................................................................................................1
1. LATAR BELAKANG MASALAH ........................................................................1
2. RUMUSAN MASALAH..........................................................................................2
   2.1. Masalah Mayor ............................................................................................... 2
   2.2. Masalah Minor ................................................................................................ 2
3. TUJUAN PENELITIAN .........................................................................................2
   3.1. Tujuan umum .................................................................................................. 2
   3.2. Tujuan khusus ................................................................................................. 2
4. KAJIAN TEORI ......................................................................................................2
   4.1. Media Pembelajaran ....................................................................................... 2
        4.1.1. Aplikasi Presentasi ...............................................................................4
        4.1.2. Media pembelajaran Visualitatif ..........................................................5
   4.2. Minat Belajar Siswa ........................................................................................ 6
        4.2.1. Aktivitas belajar siswa .........................................................................6
        4.2.2. Kehadiran siswa ...................................................................................7
        4.2.3. Nilai siswa............................................................................................8
        4.2.4. Antusiasme Pelajaran ...........................................................................8
        4.2.5. Konsentrasi Belajar ..............................................................................8
        4.2.6. Kedisiplinan belajar .............................................................................9
5. METODE PENELITIAN ......................................................................................10
   5.1. Metode Penentuan Daerah Penelitian ........................................................... 10
   5.2. Metode Penentuan Responden / Sampel ....................................................... 11
   5.3. Metode Pengumpulan Data ........................................................................... 12
        5.3.1. Observasi ...........................................................................................12
        5.3.2. Angket ................................................................................................13
        5.3.3. Dokumentasi ......................................................................................13
   5.4. Metode Analisa Data .................................................................................... 13
6. ALOKASI WAKTU KEGIATAN DAN BIAYA ................................................15
   6.1. Alokasi Waktu Kegiatan Penelitian .............................................................. 15
   6.2. Alokasi Biaya Penelitian ............................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................16
MATRIKS




                                                              iii
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG MASALAH
       Mengajar adalah sebuah proses menyampaikan sebuah informasi kepada orang
lain dengan tujuan informasi tersebut dapat diterima, diserap, dimengerti dan dikuasai
dengan menggunakan berbagai metode dan teknik mengajar. Proses transfer informasi
yang bernilai padat dan bersifat harus tersebut sangatlah berat, terutama kepada orang
lain yang dalam dirinya belum mempunyai pengalaman, wawasan, pengetahuan serta
gambaran terhadap informasi yang sedang diterimanya.
       Guru adalah seorang sosok profesional yang bertugas melakukan transfer
informasi kepada siswa. Dari tugas inilah, seorang guru harus mampu menjadikan siswa
menguasai seluruh materi yang ia sampaikan. Dengan latar belakang siswa,
kemampuan, referensi dan stake holder yang        berbeda-beda inilah, seorang guru
memerlukan berbagai teknis penyampaian materi yang bijak dan tepat, agar apa yang
disampaikannya dapat diterima secara merata oleh seluruh siswa yang memiliki
background yang berbeda-beda.
       Salah satu instrumen pembelajaran yang menjadi jembatan transfer informasi
adalah media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran, guru langsung bisa
memberikan bukti konkret atas apa yang sedang ia gambarkan, dengan harapan, siswa
bisa melihat, membandingkan, memahami, mengingat dan membuktikan atas apa yang
telah disampaikan guru kepadanya.
       Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka pembuatan media
pembelajaran pun dapat memanfaatkan fasilitas yang bervariasi. Salah satu fasilitas
adalah software Microsoft Power Point. Sebuah software yang dapat mempermudah
guru untuk memberikan ilustrasi, contoh-contoh peristiwa secara mudah dan indah.
       Dari hal tersebut di atas, dengan judul penelitian “STUDI KORELASI
ANTARA MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS
XI SMA NEGERI DARUSSHOLAH SINGOJURUH TAHUN PELAJARAN
2011/2012”, peneliti mencoba untuk meneliti tentang hubungan antara media belajar
dengan minat belajar siswa Kelas XI di SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun
Pelajaran 2011/2012.




                                          1
2. RUMUSAN MASALAH
  2.1. Masalah Mayor
         Adakah hubungan antara media pembelajaran dengan minat belajar Siswa
  Kelas XI SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012
  2.2. Masalah Minor
  2.2.1. Adakah korelasi antara media pembelajaran atraktif terhadap minat belajar
         Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran
         2011/2012.
  2.2.2. Adakah korelasi antara   media pembelajaran visualitatif terhadap minat
         belajar Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun
         Pelajaran 2011/2012.


3. TUJUAN PENELITIAN
  3.1. Tujuan umum
         Ingin mengetahui adakah media pembelajaran dengan minat belajar Siswa
  Kelas XI SMA Negeri Darussholah Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012


  3.2. Tujuan khusus
  3.2.1. Ingin mengetahui adakah korelasi antara media pembelajaran Aplikasi
         Presentasi terhadap minat belajar Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah
         Singojuruh Tahun Pelajaran 2011/2012
  3.2.2. Ingin mengetahui adakah korelasi antara      media pembelajaran visual
         terhadap minat belajar Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri Darussholah Singojuruh
         Tahun Pelajaran 2011/2012


4. KAJIAN TEORI
  4.1. Media Pembelajaran
         Arsyad, Azhar menyatakan bahwa, “Kata media berasal dari bahasa latin
  Medius yang secara harfiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar. Dalam
  bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada
  penerima pesan”. (2009:3).
  Arief S. Sardiman, dkk (2009:64) menyatakan :
         “Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu
         proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu


                                       2
       ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/ media dan penerima pesan
       merupakan      komponen-komponen        proses    komunikasi.   Pesan   yang
       dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum.
       Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun penulis buku dan
       prosedur media. Salurannya adalah media pendidikan dan penerima
       pesannya adalah siswa dan juga guru. Pesan berupa isi ajaran dan didikan
       yang ada dalam kurikulum dituangkan oleh guru atau sumber lain ke dalam
       simbol-simbol komunikasi baik simbol verbal (kata-kata lisan ataupun
       tertulis) maupun simbol non verbal atau visual”


       Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian media
merupakan suatu alat yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang
pikiran, perasaan dan kemauan anak didik sehingga dapat mendorong terjadinya
proses belajar pada dirinya.
       Knirk & Gustafson menjelaskan bahwa, “Pembelajaran merupakan setiap
kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu
kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui
tahap rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar
mengajar”.(1985:10)
       Gagne dan Briggs mengungkapkan “Pengertian Pembelajaran sebagai suatu
sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi
serangkaian    peristiwa   yang   dirancang,   disusun    sedemikian   rupa    untuk
mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat
internal”. (2002:3)
       Menurut UU SPN No.20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa Pembelajaran adalah
proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar. (2003:2)
       Pembelajaran menurut Surya, (2004) Pembelajaran merupakan suatu proses
yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang
baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya.
       Dimyati & Mudjiono menjabarkan bahwa, “Pembelajaran adalah kegiatan
guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar
secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar”. (2005:14)


                                       3
       Sehingga bisa diartikan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta
didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses
pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta
pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.
       Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran
adalah wahana penyalur informasi guna membantu proses belajar siswa agar proses
pembelajaran lebih mudah dimengerti, dipahami yang pada akhirnya merupakan
katalis dalam sebuah proses transformasi ilmu antara guru dan siswa.


4.1.1. Aplikasi Presentasi
            Media pembelajaran yang bertugas sebagai pendukung dari sebuah
    proses belajar mengajar, tentu harus mempunyai ke khas-an dan daya tarik
    khusus, selain merupakan suatu perwujudan alat, media atau bahan proses, bisa
    juga merupakan perwujudan suatu kejadian proses, hasil proses, akibat proses
    atau manfaat proses, yang pada akhirnya sebuah kegiatan transfer informasi /
    pembelajaran dapat berjalan lebih mengena, lebih mendalam dan menajamkan
    pemahaman bagi peserta didik.
            Aplikasi adalah sebuah alternatif atau alat atau proses dalam melakukan
    sebuah kegiatan tertentu. Aplikasi dapat juga diartikan sebagai menyatakan,
    melaksanakan, melakukan, memproses sebuah teori, rumusan atau gagasan
    tertentu.
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Aplikasi adalah “n] (1) karya
    hias dalam seni jahit-menjahit dng menempelkan (menjahitkan) guntingan-
    guntingan kain yg dibentuk spt bunga (buah, binatang, dsb) pada kain lain
    sebagai hiasan.” (2008:85).
            Sedang presentasi dalam KBBI adalah “n] (1) pemberian (tt hadiah); (2)
    pengucapan pidato (pd penerimaan suatu jabatan); (3) perkenalan (tt seseorang
    kpd seseorang, biasanya kedudukannya lebih tinggi); (4)penyajian atau
    pertunjukan (tt sandiwara, film, dan sebagainya) kepada orang-orang yg
    diundang” (2008:429)
            Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Aplikasi presentasi
    adalah sebuah alat atau program yang digunakan untuk mempermudah untuk
    menyampaikan materi, pidato, penyajian dan sebagainya.


                                       4
       Dalam hal ini aplikasi presentasi yang dimaksud adalah software yang
sering digunakan untuk melakukan presentasi di depan kelas, misalnya :
Microsoft powerpoint.


4.1.2. Media pembelajaran Visualitatif
       Visualitatif berasal dari kata visual. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, visual berarti : “dapat dilihat dengan indra penglihatan (mata),
berdasarkan penglihatan, berbentuk”. (2008:1609).
       Menurut kamus bahasa Inggris visual berarti : “v. acuity ketajaman
mata. v. aids alat-alat peraga. -visually kk. yang dapat dilihat, dengan cara yang
tampak/yang dapat disaksikan”.
       Sedangkan kata visualisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
“[n] (1) pengungkapan suatu gagasan atau perasaan dng menggunakan bentuk
gambar, tulisan (kata dan angka), peta, grafik, dsb; (2) proses pengubahan
konsep menjadi gambar untuk disajikan lewat televisi oleh produsen”.
(2008:1609).
       Menurut Ade Kurniadi, “visualitatif adalah sebuah kata terapan dari
kata visualisasi yang bersifat objek dipredikatkan menjadi visualitatif yang
artinya kemampuan untuk melihat, menggambarkan, menampilkan atau
menunjukkan obyek visual” (2007:3).
       Sebuah objek visual seperti foto, lukisan, patung, karikatur, gedung,
alam semesta, warna, tulisan, bentuk-bentuk benda dan lain sebagainya, pada
dasarnya sudah membawa karakter menarik dan menyenangkan, tergantung
dari subyek pengamat, dan tujuan dari pengamatan subyek.
       Dalam proses visualitatif maka obyek yang sudah ada dibuat menjadi
lebih menarik, misal : album foto. Sebuah album foto dengan bingkai menarik
ditambah bentuk penataan obyek foto yang tidak monoton serta ditambah
beberapa ornamen-ornamen pendukung lainnya, menyebabkan foto-foto yang
sudah ada tersebut menjadi lebih hidup, lebih bisa bercerita tentang kejadian
masa lalu, atau membuat pengamat terkesan untuk mengamatinya lebih dalam.
Software ini mempunyai kemampuan untuk melakukan proses visualisasi pada
objek visual.
       Sehingga media pembelajaran yang visualitatif adalah sebuah media
pembelajaran yang dapat menampilkan objek-objek visual lebih menarik, lebih


                                   5
    hidup dan lebih berkesan. Sehingga dalam proses pembelajaran dapat
    terdorong untuk menajamkan kesan-kesan ilmu dengan adanya media
    pembelajaran yang menarik untuk diamati lebih dalam oleh peserta didik,
    melalui proses visualisasi objek pembelajaran.
           Dalam hal ini yang dimaksud media pembelajaran visualitatif adalah
    media pembelajaran yang memberikan contoh sebuah peristiwa melalui Film,
    Cuplikan Film, Foto-Foto masa lalu, gambar-gambar, peta dan lain sebagainya.


4.2. Minat Belajar Siswa
    4.2.1. Aktivitas belajar siswa
           Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata aktivitas adalah
    “kegiatan, keaktifan, kesibukan:” (2008:32). Sedang kata belajar adalah “
    berusaha mengetahui sesuatu; berusaha memperoleh ilmu pengetahuan”
    (2008:24).
           Sehingga dapat diartikan bahwa aktivitas adalah suatu kegiatan, aksi,
    gerakan, dengan pola-pola yang sama secara terus menurus dalam sebuah
    proses tertentu yang sifatnya kompleks berdasarkan situasi dan lokasi tempat
    kegiatan tersebut berada.
           Sedangkan belajar adalah sebuah proses penyerapan suatu informasi
    baik yang baru maupun yang sudah lama, dengan tujuan memahami lebih
    dalam, lebih mendetail sehingga seseorang yang belajar menjadi mengerti,
    lebih paham, lebih jelas atas informasi yang dipelajarinya.
    Mayer, R.E (2001: 11) menyatakan:
           “Learning may occur as part of education, personal development,
           school or training. It may be goal-oriented and may be aided by
           motivation.   The    study   of   how     learning   occurs   is   part   of
           neuropsychology, educational psychology, learning theory, and
           pedagogy. Learning may occur as a result of habituation or classical
           conditioning, seen in many animal species, or as a result of more
           complex activities such as play, seen only in relatively intelligent
           animals.
    Gagne (1985), menyatakan :
           “Belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam
           perubahan tingkah laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum


                                        6
       individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan
       yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau
       latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau
       perilaku yang bersifat naluriah”.(1985:3)
       Menurut Slavin RT, “Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara
stimulus dan respons” (2010:61).
       Sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses interaksi
antara stimulus dan respons karena adanya proses melihat, membaca, latihan,
analisa serta intuisi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan, refleks yang
bersifat naluriah pada seseorang yang melakukannya.
       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, siswa adalah “murid
(terutama   pada    tingkat   sekolah    dasar     dan   menengah);   pelajar:
SMU”.(2008:1362).
       Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian siswa adalah seseorang
yang sedang belajar, atau bersekolah pada Sekolah Dasar, Sekolah Menengah
Pertama, Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat.
       Dari pengertian di atas, maka aktivitas belajar siswa adalah suatu
kegiatan, aksi, gerakan, dengan pola-pola yang sama secara terus menurus
dalam sebuah proses tertentu yang sifatnya kompleks berdasarkan situasi dan
lokasi tempat kegiatan tersebut berada, dalam upaya untuk proses interaksi
antara stimulus dan respons karena adanya proses melihat, membaca, latihan,
analisa serta intuisi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan, refleks yang
bersifat naluriah pada seseorang yang melakukannya pada anak yang
bersekolah di SD, SMP, SMA atau sederajat.
       Dalam hal ini aktivitas belajar siswa yang dimaksud adalah proses
interaksi siswa di dalam kelas terhadap proses pembelajaran yang sedang
berlangsung. Aktivitas ini berupa perhatian siswa, pengajuan pertanyaan
kepada guru atas hal-hal yang ingin lebih ketahui, menjawab soal-soal dan
dukungan secara sikap saat kegiatan proses belajar mengajar.
4.2.2. Kehadiran siswa
       Kehadiran adalah sebuah kata yang berasal dari kata hadir. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, hadir diartikan “[v] ada; (ada) datang”
(2008:501), sedang kehadiran diartikan “[n] perihal hadir; adanya (seseorang,
sekumpulan orang)” (2008:501).


                                   7
       Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran
siswa adalah keadaan di mana seorang siswa saat itu ada, mendatangi,
mengikuti atau melakukan suatu proses kegiatan di sekolah.
       Dalam hal ini kehadiran siswa dimaksud adalah tingkat kehadiran siswa
dalam rangka mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah, baik kurikuler maupun
ekstrakurikuler, yang dapat menunjukkan bahwa siswa tersebut menyenangi
suatu proses pembelajaran pada sekolah di mana dia berada, yang dapat dilihat
melalui daftar kehadiran siswa atau jurnal kelas.


4.2.3. Nilai siswa
       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai adalah “(1) harga (dalam
arti taksiran harga”.(2008:789). Nilai juga bisa diartikan catatan berupa angka
yang berisi muatan atas sebuah penghargaan terhadap proses atau objek
tertentu. Sehingga dapat diartikan bahwa nilai siswa adalah sebuah harga atau
muatan atas sebuah proses atau objek tertentu pada seorang siswa.
       Dalam hal ini yang dimaksud nilai siswa adalah nilai-nilai yang
diperoleh dari sebuah proses pembelajaran per mata pelajaran. Tujuan utama
nilai-nilai ini adalah untuk mengevaluasi tingkat pemahaman, tingkat
penyerapan, tingkat keterampilan siswa terhadap mata pelajaran yang ia terima.


4.2.4. Antusiasme Pelajaran
       Antusiasme berasal kata dari antusias, menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia berarti “[a] bergairah, bersemangat”, sedangkan antusiasme adalah
“[n] kegairahan; gelora semangat; minat besar terhadap sesuatu” (2008:81).
       Sedang pelajaran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “[n] (1)
yang dipelajari atau diajarkan” (2008:361). Bisa juga diartikan bahwa pelajaran
adalah sekumpulan informasi yang saling berhubungan dan saling mendukung
pada sebuah topik tertentu.
       Dalam hal ini antusiasme pelajaran yang dimaksud adalah tingkat rasa
keingintahuan, ketertarikan, semangat atau minat siswa untuk mempelajari
sebuah materi yang sedang diajarkan kepadanya.


4.2.5. Konsentrasi Belajar



                                   8
          Kosentrasi belajar berasal dari kata konsentrasi dan belajar.
Widyatmoko, Engelbertus Kukuh (2007:21) mendefinisikan konsentrasi
(concentration)    adalah   pemusatan    atau   pengerahan   (perhatiannya   ke
pekerjaannya atau aktivitasnya).
          Miranda DZ, (2010:16) menyebutkan bahwa konsentrasi belajar adalah
proses pemusatan pikiran, perasaan dan hati atas hal yang dipelajari.
          Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi belajar
adalah pemusatan perhatian dalam proses perubahan tingkah laku yang
dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap atau
mengenai sikap dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat
dalam berbagai bidang studi.
          Dalam hal ini konsentrasi belajar, adalah kemampuan siswa untuk lebih
memfokuskan perhatian, memfokuskan pikiran atas materi yang sedang
diterima atau sedang diajarkan, sebab dengan adanya konsentrasi belajar maka
siswa lebih bisa memahami dan menyerap lebih dalam atas pelajaran yang dia
terima.


4.2.6. Kedisiplinan belajar
          Kedisiplinan berasal kata disiplin. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, disiplin adalah “taat, mengikuti, mematuhi”(2008:697). Menurut
bahasa Indonesia kata yang diberi imbukan ke – an, bisa diartikan peristiwa
yang sedang dialami atau suatu gambaran luas tentang sebuah kata. Sehingga
bisa diartikan bahwa kedisiplinan adalah suatu gambaran luas terhadap
perbuatan disiplin, atau situasi yang sedang dilakukan dengan cara patuh
terhadap sebuah aturan atau sistem.
          Kedisiplinan belajar adalah sebuah kegiatan kepatuhan akan belajar
yang dilakukan secara sadar atas aturan sekolah, rumah tangga, atau kebutuhan
pribadi guna lebih mendalami, menikmati dan mengambil keuntungan masa
depan atas materi-materi pelajaran yang dia selesaikan dalam sebuah proses
tertentu.
          Dalam hal ini dimaksudkan bahwa kedisiplinan belajar adalah rasa
sadar siswa untuk belajar teratur terhadap sebuah materi yang dia senangi,
sehingga ia dapat lebih mendalami dan lebih terampil terhadap materi tersebut.



                                    9
5. METODE PENELITIAN
        Metode adalah “cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu
pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem
untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang
ditentukan”.(KBBI, 2008:952)
        Penelitian adalah “pemeriksaan         yang teliti; penyelidikan; 2 kegiatan
pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis
dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk
mengembangkan prinsip-prinsip umum”. (KBBI, 2008:1480)
        Dalam rangka proses penelitian ini, peneliti melakukan beberapa metode
penelitian antara lain :
        a. Metode Penentuan Daerah Penelitian
        b. Metode Penentuan Responden
        c. Metode Pengumpulan Data, dan
        d. Metode Analisa Data


    5.1. Metode Penentuan Daerah Penelitian
            Menurut Yamin Setiawan (2007), Teknik penentuan responden / sampel
    dibagi atas 8 jenis teknik sampling, antara lain :
    1. Proportional Random Sampling:
        Pengambilan sample dengan memperhatikan proporsi jumlah sub-sub populasi.
    2. Stratified Random Sampling:
        Pengambilan sample dengan memperhatikan strata dalam populasi.
    3. Cluster Random Sampling:
        Pengambilan sample dengan memperhatikan sub-sub populasi, kemudian sub-
        sub populasi yang ada dipilih satu secara random.
    4. Purposive Random Sampling:
        Pengambilan sampel dengan mengacak. Sebelum diacak, dipilih terlebih dahulu
        orang-orang yang menjadi sampel penelitian berdasarkan ciri-ciri khusus yang
        berkaitan dengan tujuan penelitian.
    5. Area Random Sampling:
        Pengambilan sample dengan memperhatikan besar kecilnya wilayah populasi.




                                              10
6. Incidental Sampling:
      Populasi tidak jelas kedudukannya sehingga menjadikan orang-orang yang
      berhasil ditemui pada tempat dan waktu tertentu sebagai sampel penelitian.
7. Kuota Sampling:
      Menetapkan orang-orang yang akan menjadi sampel penelitian adalah orang-
      orang yang menyerahkan / mengumpulkan angket / skala yang paling awal
      dengan jumlah tertentu yang telah ditetapkan peneliti.
8. Simple Random Sampling:
      Diperuntukkan untuk populasi yang homogen, dengan cara mengambil orang
      langsung secara random.
         Menurut Tatang M. Amirin (2011), “bahwa purposive sampling adalah
pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang
diperlukan. Dalam bahasa sederhana purposive sampling itu dapat dikatakan sebagai
secara sengaja mengambil sampel tertentu (jika orang maka berarti orang-orang
tertentu) sesuai persyaratan (sifat-sifat, karakteristik, ciri, kriteria) sampel”.
         Oleh karena itu dalam penelitian ini penentuan daerah penelitian secara
Purposive Random Sampling yaitu             di SMA Negeri Darussholah Singojuruh
Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.


5.2. Metode Penentuan Responden / Sampel
         SMA Negeri Darussholah Singojuruh Kecamatan Singojuruh Kabupaten
Banyuwangi pada tahun pelajaran 2011/2012 yang memiliki 11 (sebelas)
Rombongan Belajar, terdiri dari Kelas X (X.1; X.2; X.3; X.4; X5), Kelas XI
(XI.IPA.1; XI.IPA.2; XI.IPS.1; XI.IPS2; XI.IPS3) dan Kelas XII (XII.IPA.1;
XII.IPA.2; XII.IPS.1; XII.IPS2), dan peneliti memilih Kelas XI sebagai obyek
penelitian.




TABEL 5.1        Rekapitulasi Siswa SMAN Darussholah Tahun Pelajaran
                    2011/2012
                              JENIS
                                                              JUMLAH                  JML
 NO         KELAS          KELAMIN             JML
                                                                                     TOTAL
                           L        P                        L          P
  1           X.1          20       21           41
                                                            105        104            209
  2           X.2          19       23           42



                                          11
                              JENIS
                                                          JUMLAH              JML
 NO        KELAS            KELAMIN           JML
                                                                             TOTAL
                            L       P                    L         P
   3        X.3            23       20         43
   4        X.4            22       20         42
   5        X.5            21       20         41
   6      XI.IPA 1         16       26         42
   7      XI.IPA 2         14       25         39
   8      XI.IPS 1         12       24         36        75       114         189
   9      XI.IPS 2         17       19         36
  10      XI.IPS 3         16       20         36
  11     XII.IPA 1         14       13         27
  12     XII.IPA 2         10       17         27
                                                         54       68          122
  13     XII.IPS 1         14       20         34
  14     XII.IPS 2         16       18         34
       JUMLAH              234     286        520       234       286         520
Sumber : Dokumen SMAN Darussholah Tahun Pelajaran 2011/2012
         Dari data tersebut di atas terlihat bahwa Kelas XI berjumlah 189 siswa. Guna
mendukung kegiatan penelitian ini maka peneliti mengambil 100 responden.
         Menurut rumus Slovin dalam Susila, Spina Electra (2010:71), “rumus
menentukan jumlah sampling adalah sebagai berikut :
                              Jumlah Siswa per Kelas
         Jumlah Sampel                                100
                             Jumlah Keseluruhan Siswa

         Berdasarkan rumus di atas maka pada masing-masing kelas sampel yang
diambil dapat dihitung sebagai berikut :
   Kelas                   Jml Siswa       Jml Siswa/ Total     Dibulatkan
   Kelas XI.IPA.1             42                 22,2222                22
   Kelas XI.IPA.2             39                20,63492                21
   Kelas XI.IPS.1             36                19,04762                19
   Kelas XI.IPS.2             36                19,04762                19
   Kelas XI.IPS.2             36                19,04762                19
                             TOTAL                                     100


5.3. Metode Pengumpulan Data
         Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan dalam pengumpulan data
adalah sebagai berikut :




       5.3.1. Observasi
             Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia observasi adalah “peninjauan
             secara cermat”(2008:1014)



                                         12
                Dalam hal ini yang dimaksud adalah pengamatan secara seksama
                terhadap siswa Kelas XI SMAN Darussholah Singojuruh, untuk
                mengambil kesimpulan.
     5.3.2. Angket
                Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, angket adalah               “daftar
                pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang untuk
                jawaban bagi setiap pertanyaan”(2008:71).
                Dalam hal ini peneliti akan mengajukan beberapa pertanyaan tertulis
                kepada siswa Kelas XI untuk menentukan data yang diperlukan dalam
                penelitian.
     5.3.3. Dokumentasi
                Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dokumentasi adalah
                “pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan informasi
                dalam bidang pengetahuan”(2008:361).
                Dalam hal ini yang dimaksud adalah peneliti akan menyimpan arsip-
                arsip data, mengumpulkan catatan-catatan, menuliskan catatan-catatan
                yang kemudian dijadikan sebagai bahan acuan analisa penelitian.
5.4. Metode Analisa Data
       Menurut Lexy J. Moleong menjelaskan bahwa “analisis data adalah proses
mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan
satuan uraian dasar” (2004: 103)
       Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui
pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Variabel
yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas, variabel independen atau
variabel penjelas. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat
atau variabel dependen. Regresi linear hanya dapat digunakan pada skala interval
dan ratio.
       Berdasarkan judul penelitian adalah Studi Korelasi Antara Media
Pembelajaran Dengan Minat Belajar Siswa SMAN Darussholah Singojuruh Tahun
Pelajaran 2011/2012, maka peneliti menggunakan statistik Product momen dengan
rumusan :
                          n XY   X  Y
        rxy 
                  N  X 2   X      n Y 2   Y 
                                   2                 2




                                          13
Dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Menuliskan Ho dan Ha dalam bentuk kalimat
   Misalnya :
   Ho       : tidak terdapat hubungan antara media pembelajaran dengan
              minat belajar siswa kelas XI di SMAN Darussholah Singojuruh
   Ha       : terdapat hubungan antara media pembelajaran dengan minat
              belajar siswa kelas XI di SMAN Darussholah Singojuruh
2) Menuliskan Ho dan Ha dalam bentuk statistik
   Misalnya :
   Ho       : r=0
   Ha       : r≠0
3) Menentukan X dan Y dan kemudian membuat tabel penolong.
   X adalah variabel yang mempengaruhi misal (Media Pembelajaran)
   Y adalah variabel yang dipengaruhi misal (Minat Belajar Siswa)
   Kemudian ditentukan angka dan dimasukkan dalam tabel sebagai
   berikut:
    No. Resp         X            Y          XY             X2        Y2

                    X           Y          XY          X     2
                                                                     Y    2



4) Memasukkan data dalam sebuah rumusan.
   Rumus :
                    n XY   X  Y
    rxy 
             N  X 2   X     n Y 2   Y 
                             2                 2



   Dengan interpretasi nilai r adalah sebagai berikut :
    r                          Interpretasi / Hubungan
    0,80 < r < 1,00            Sangat kuat
    0,60 < r < 0,80            Kuat
    0,40 < r < 0,60            Cukup Kuat
    0,20 < r < 0,40            Rendah
    0,00 < r < 0,20            Sangat Rendah
   Sumber : Riduwan (2005 : 138)
5) Menentukan taraf signifikasi (α)
   Dalam hal ini taraf signifikasi α = 0,01 atau α = 0,05
6) Menghitung dinilai r tabel (df)
   Rumus : df = n - 2


                                 14
        7) Menentukan kriteria pengujian
            Jika rtabel ≤ rhitung <rtabel, maka Ho diterima
        8) Membandingkan rhitung dengan rtabel
        9) Menyimpulkan
        Dan untuk akurasi data pengujian statistika, peneliti juga menggunakan
  program Excel dan SPSS ver 11.5.


6. ALOKASI WAKTU KEGIATAN DAN BIAYA
  6.1. Alokasi Waktu Kegiatan Penelitian
      Alokasi waktu penelitian peneliti tentukan sebagaimana tabel berikut ini :
      Tabel 6.1. Alokasi Waktu Penelitian
       BENTUK                    DESEMBER             JANUARI               FEBRUARI
       KEGIATAN                  1    2    3    4     1       2     3   4   1   2   3   4
       Mengajukan Judul
       dan Matrik
       Pengajuan Proposal
       Pengajuan Bab I
       Pengajuaan Bab II
       Penyebaran Angket
       Pengajuan Bab III
       Pengajuan Bab IV
       Pengajuan Bab V
       Ujian Skripsi
       Revisi-revisi
       Penjilidan

  6.2. Alokasi Biaya Penelitian
      Alokasi biaya penelitian sebagai mana tabel berikut ini :
      Tabel 6.2. Alokasi Biaya Penelitian
       NO                        URAIAN                                    JUMLAH
        1    Kertas A4 70 Gram 2 rim @Rp. 31.000                        Rp.    62.000
        2    Pembuatan Angket                                           Rp.    50.000
        3    Pengetikan                                                 Rp.   250.000
        4    Penjilidan                                                 Rp.   100.000
        5    Transportasi, Telpon, akomodasi                            Rp.   150.000
        6    Biaya tak terduga 10%                                      Rp.    61.200
                                                                  TOTAL Rp.   673.200




                                           15
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahri; Zain, Aswan. (1997). Strategi belajar mengajar, Jakarta:
        Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. (2009). Media Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pers.
Arief S. Sardiman, dkk. (2009). Media Pendidikan: pengertian, pengembangan dan
        pemanfaatannya /RAJ, Jakarta : Rajawali PT Rajagrafindo Persada.
D. Knirk, J. Gustafson. (1986). Instructional Technology, United Kingdom: Thomson
        Learning
Dimyati & Mudjiono. (2005). Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta.
Gagne dan Briggs. (2002). Principles of Instructional Design, New York : Holt,
        Rinehart, and Winston
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa
        Indonesia, Jakarta : Gramedia.
Gagne, R. (1985). The Conditions of Learning (4th.). New York: Holt, Rinehart &
        Winston.
Ade Kurniadi. (2007). Jurnal Sains dan Inovasi, Jakarta : Rineka Cipta.
Slavin RE. (2010). The Nature of Learning: Using Research to Inspire Practice. Paris,
        France: OECD.
Holt, John (1983). How Children Learn. UK: UK: Penguin Books.
Mayer, R.E. (2001). Multimedia learning. New York: Cambridge University Press.
Paivio, A. (1971). Imagery and verbal processes. New York: Holt, Rinehart, and
        Winston.
The Liang Gie, (1980), Cara Belajar Yang Efisien, Yogyakarta : Gajah Mada university
        Press
Miranda Dz. (2010). Buku orientasi belajar mahasiswa (OBM) tahun akademik
        2010/2011. Depok : Badan Penerbit FKUI (BP-FKUI)
Susila, Spina Electra. (2010). Taksiran regresi untuk mean populasi pada stratified
        random sampling. Jakarta : Universitas Indonesia
Lexy J. Moleong. (2004). Methodology – Research. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Majalah :
Widyatmoko, Engelbertus Kukuh. (2007). Educare: Wahana Komunikasi Pendidikan
      vol. 3 no. 10 (Jan. 2007), hal : 21.

Alamat Website :
Alan Sohn.(2011). icrosoft PowerPoint, Dalam
       http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_PowerPoint, 17 Desember 2011.
Tatang M. Amirin. (2011). Populasi Dan Sampel Penelitian 3: Pengambilan Sampel
       Dari Populasi Tak-Terhingga Dan Tak-Jelas, Dalam
       http://tatangmanguny.wordpress.com/2009/06/30/sampel-sampling-dan-
       populasi-penelitian-bagian-ii-teknik-sampling-ii/, 3 Februari 2011
Yamin Setiawan. (2007). Statistika, Dalam http://www.yaminsetiawan.com/cgi-
       bin/click.pl?id=tulisan15&url=/tulisan/tulisan15.html




                                         16

								
To top