LEMBAGA YUDIKATIF
Shared by: HC120217033415
-
Stats
- views:
- 54
- posted:
- 2/16/2012
- language:
- Malay
- pages:
- 7
Document Sample


PENGANTAR ILMU POLITIK
Aditya.perdana@ui.edu
Trias politica: eksekutif, legislatif dan yudikatif
Doktrin separation of power yang sulit diterapkan
dalam era yang semakin kompleks
Distribution of powers, dimana fungsi pokok yang
dipisah, selebihnya satu sama lain terkait
Kekuasaan cenderung dan dekat dengan
penyelewengan
Siapa yang melindungi warga dari pemerintahan?
Yudikatif sebagai kontrol terhadap legislatif dan
eksekutif
Commond Law: di negara-negara Anglo Saxon;
selain ada bentuk peraturan dari negara (state law)
namun ada juga sistem hukum berdasar kesepakatn
para hakim terdahulu (case law, judge law).
Kumpulan keputusan hakim pada masa lalu yang
telah dirumuskan.
Civil Law; berdasar aturan terdahulu, produk
hukum terdahulu yang diputus oleh para hakim,
dan kemudian hakim dapat membuat peraturan
baru berdasar revisi dari peraturan sebelumnya.
Socialist legality: penyeenggaraan hukum dan
wewenang badan yudikatif sebagai sarana dana
perkembangan ke arah komunisme
Hak-hak asasi manusia dimanfaatkan sejauh tidak
bertentangn dengan tujuan sosial dan ekonomi dari
negara
Kecenderungan hukum digunakan bagi kepentingan
sgelintir orang
Penegakan hukum
Penyelesaian perselisihan
Judicial review atau (toetsingrcht) yaitu hak
menguji apakah peraturan hukum yang lebih
rendah dari UU sesuai atau tidak dengan UU
yang bersangkutan:
a. hak menguji formil: mekanisme atau proses
penyusunan suatu peraturan)
b. hak menguji material : untuk melihat
apakah bertentangan atau tidak dengan
undang-undang di atasnya
Posisi yudikatif harus bebas dari intervensi lembaga
lainnya (baik eksekutif atau legislatif)
Tujuannya: tercipta keadilan dan berfungsinya
penegakan hukum bagi setiap warga negara
Ditegaskan dalam pasal 10 Universal Declaration of
Human Rights:
“setiap orang berhak dalam persamaan sepenuhnya
didengarkan suaranya di muka umum dan secara adil
oleh pengadilan yang merdeka dan tidak memihak,
dalam hal menetapkan hak-hak dan kewajibannya dan
dalam setiap tuntutan pidana yang ditujukan
kepadanya”
Independent and impartial tribunal (kebebasan dan tidak
memihak badan-badan peradilan)
Larangan bagi hakim untuk merangkap jabatan
politik dan juga aktif secara partisan dalam kegiatan
politik
Kekebalan dari proses hukum atas segala hal yang
dilakukan dan diucapkan selama atau ketika
memeriksa dan memutuskan perkara yang menjadi
wewenangnya
Penerapan pranata contempt of court (kewibawaan
hakim) dalam memutus perkara
Jabatan hakum bersifat permanen, seumur hidup
atau setidak-tidaknya sampai dengan pensiun
(bukan election)
Related docs
Other docs by HC120217033415
Under b�da veckorna l�gger vi stort fokus vid att tr�na era ledarhundar och dig
Views: 5 | Downloads: 0
Get documents about "