; PERTUMBUHAN JARINGAN
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

PERTUMBUHAN JARINGAN

VIEWS: 360 PAGES: 51

  • pg 1
									PERTUMBUHAN
JARINGAN
dan
PENYEMBUHAN
LUKA
Regenerasi sel dan fibrosis
                              RICHARD N.MITCHELL
MD PhD

RAMZI S.COTRAN. MD
Regenerasi sel
 Mengontrol pertumbuhan dan
  diferensiasi sel
 Mediator cairan
 Extracellular matrix dan cell matrix
  interactions
 Perbaikan jaringan ikat(fibrosis)
 Angiogenesis
 Fibrosis
 Remodelling jaringan parut
 Faktor-faktor pertumbuhan pada
  regenerasi sel dan fibrosis
(1) Leukocytes attach to, and migrate between, capillary endothelial cells, penetrate
the basement membrane, and enter the matrix



                                                                  (2) Capillary
                                                                  endothelial cells,
                                                                  released from the
                                                                  basement membrane,
                                                                  migrate through the
                                                                  matrix to form new
                                                                  capillaries
                        Pericytes detach from
                        endothelial cells and their
                        basement membranes to
                        migrate into the matrix




4) Fibroblasts become
bipolar and migrate
through the matrix to
the site of injury
5) Epithelial keratinocytes detach from neighboring cells and
basement membranes and migrate between the scab and the
wound along the provisional matrix of the dermis. FGF,
fibroblast growth factor; VEGF, vascular endothelial growth
factor
PENYEMBUHAN LUKA
  Penyembuhan jenis pertama
  Penyembuhan jenis kedua
  Kekuatan luka
  Aspek patologis penyembuhan
  Ringkasan respon penyembuhan
  peradangan
  Juga terjadi masalah
  pembentukan matrik ekstraseluler
  (ECM)
   Peristiwa kematian sel menjadi
    perangsang suatu perbaikan


1.Regenerasi sel yang sama oleh sel parenkhim.
2.Regenerasi jaringan ikat (fibrosis),
         menghasilkan jaringan parut
Kenyataannya terjadi pembentukan epitel,setelah
  sempurnanya Basement membrane (BM)
Mechanisms regulating cell populations. Cell numbers can be altered by increased or
decreased rates of stem cell input, by cell death due to apoptosis, or by changes in the rates of
proliferation or differentiation. (Modified from McCarthy NJ et al: Apoptosis in the
development of the immune system: growth factors, clonal selection and bcl-2. Cancer
Penambahan sel,
tergantung:
  1. penambahan proliferasi
  2. pengurangan sel yang rusak
  3. diferensiasinya
Regenerasi sel
Pengawasan pertumbuhan
sel dan diferensiasi
  Proliferasi sel dirangsang oleh:
 1. Intrinsic growth factor, injury, sel mati,
    deformasi jaringan.
 2. Mediator biokimia
 3. Stressor mekanis disekitar luka dapat
    merangsang atau menghambat.
 Yang terpenting dalam kontrol pengaturan
  adalah induksi sel istirahat (Go) yang
    masuk siklus sel
Siklus sel normal
  G1 Presynthetic growth phase
  S DNA Synthetic phase
  G2 Premitotic growth phase
  M Mitotic phase
  G0 Quiscent cells (fisiologis)
 Siklus sel dikontrol sejenis protein: cyclin
 Untuk sempurna fungsinya harus bersama
   protein tertentu: cyclin dependent kinases
   (CDKs)
Kesanggupan
proliferasi
Pada umumnya
berbanding terbalik
dengan derajat
diferensiasinya
Sel-sel yang labil


   Disini terus terjadi pembelahan dan
   kematian
   Termasuk:
   Sel hematopoetic dalam sumsum tulang
   Sel lapis gepeng kulit, mulut, vagina,
   cervix
   Sel kuboid saluran kel eksokrin, liur,
   pankreas, empedu.
   Sel silindris GI tract, tuba, uterus, tr
   urinarius
Sel stabil

  Sel ini cepat membelah bila injury,
  termasuk:
  sel parenchyma hepar
  sel ginjal
  sel pankreas
  sel endotel pembuluh darah
 Sel permanen
1. Sel saraf (neuron)
2. Sel otot – ada sedikit daya perbaikan
   (proliferasi)
Mediator cairan

   Ternyata pertumbuhan sel juga
    tergantung pada Mediator Cairan dan
    ECM (extracellular matrix):
 1. Autocrine, terdapat pada organ kelenjar
    berperan pada imune response
    (cytokines) dan hiperplasia epitel misal:
    hepar
 2. Paracrine, penting dalam mengerahkan
    sel radang
 3. Synaptic, pada organ bersekret
  neurotransmitter pada cell junction
  (synaps)
 4. Endocrine, adalah hormon yang
  dimasukkan ke sirkulasi untuk mencapai
  target sel jauh dan akan berikatan
  dengan RESEPTOR SEL PERMUKAAN
  yang sesuai, berhubungan langsung
  dengan DNA / GEN
Reseptor sel permukaan

  1. Ion channel receptors. Ini akan
   merubah electric potensial hingga ion
   spesifik dapat lewat, contoh acetylcholine
   receptor antara syaraf dan otot
  2. Receptor dengan intrinsic kinase
   activity. Yang distimulus:
   MAP=mitogen activated protein
   EGF=epidermal growth factor
   FGF=fibroblast growth factor
PENYEMBUHAN DENGAN
JAR.IKAT
Tejadi pada kerusakan jaringan berat baik
    parenchym maupun stroma
Pada penggantian parenchyma yang non
    generated akan diganti jaringan ikat
Ada 4 komponen proses ini:
1. Pembentukan pemb.darah baru
2. Pergerakan fibroblast yang berproliferatif
3. Deposisi dari ECM jadi perancah endotel &
    fibroblast
4. Pematangan jaringan ikat baru
REPAIR

 Mulai 24 jam pertama dengan migrasi
  fibroblast dan endotel
 3-5 hari tumbuh jaringan granulasi nyata
  berwarna pink dan lunak
  Gambaran makroskopiknya granuler =
  berbintik-bintik
ANGIOGENESIS

Pembuluh darah dibentuk oleh 2 proses:
1. Vasculogenesis, ini dibentuk oleh angioblast
   semasa embrional
2. Angiogenesis atau neovascularization,
   dengan bertunasnya pembuluh darah lama.
   Ini terjadi dalam proses krisis, dimana dalam
   rangka membentuk sirkulasi kolateral pada
   daerah iskemi atau pada tumor
 EMPAT step pembentukan pemb. Darah baru:
1. Degradasi (perusakan) BM pemb darah
   induk timbul tunas pemb darah
2. Migrasi sel endotel- menimbulkan angiogenic
   stimulus
3. Proliferasi sel endotel
4. Pematangan sel endotel, termasuk proliferasi
   sel-sel pericytes, sel otot, untuk sel
   penyokong-agar dapat berfungsi
Pembuluh darah ini masih bocor karena belum
  komplitnya interendotelial junction. Nyatanya
  jaringan granulasi sering edema

FAKTOR PENDORONG angiogenesis
1.basic fibroblast growth factor (bFGF)
2.Vascular endothelial growth factor (VFGF)
Pembuatnya macam-macam sel stroma, tapi
  reseptornya hanya sel endotel
FIBROSIS (pembentukan
jar.parut)
 Proses fibrosis:
 1.Emigrasi dan proliferasi sel fibroblast
    kedaerah injuri
 2.Deposisi(menyusun)ECM dgn sel-sel itu
 Proses ini dikendalikan growth factor:
 a. PDGF, platelet derived growth factor
 b. bFGF,basic fibroblast growth factor
 c. TGF beta (tumor)
Dalam kemajuan penyembuhan jumlah
fibroblast dan pemb darah dikurangi
Sintesis kolagen (fibrous structural untuk
   kekuatan tegangan) adalah diproduksi
   oleh fibroblast
Jaringan parut yang matang tampak pucat
Remodelling jar. Parut
(penentuan bentuk kembali
jar parut)
 Jaringan granulasi jaringan parut
 Ada degradasi ECM oleh enzim
 Metalloproteinase (yang keaktifannya
 tergantung ion zinc),ini diproduksi oleh
 fibroblast, macrophage, neutrophil, sel
 synovial, sel epitel, produksi tergantung
 growth factor, cytokines, phagositosis dan
 phisical stress.
 Sintesisnya dihambat oleh steroid
Review Growth factor
yang berpengaruh
 • Macrophage
 • Cytokines yang sebagai mediator
   peradangan, juga terlibat pertumbuhan
   merangsang proliferasi fibroblast,
   sebagai kemotaktik fibroblast,
   merangsang membentuk kolagen.
Penyembuhan luka

 Suatu komplek lanjutan proses
 Rangkaian dimulai dengan pembersihan
 lalu membentuk kerangka perbaikan.
 Ini contoh penyembuhan luka kulit
   sederhana
Penyembuhan jenis
pertama
 Lukanya bersih, tanpa infeksi, dijait.
 Incisi mengenai BM. sedikit kematian epitel dan
   sel jaringan ikat:
 Daerah ini diisi bekuan darah dan fibrin ;
   dehidrasi daerah permukaan terjadi keropeng
   melindungi daerah luka
 Dalam 24 jam, netrophil tampak dipinggir luka,
   bergerak menuju bekuan fibrin.
 Sel Basal ditepi irisan mulai bermitosis
 Dalam 24-48 jam:
  Epitel dari kedua belah pihak mulai migrasi
  dan proliferasi sepanjang permukaan kulit
  Membentuk lapisan tipis yang nyambung

Hari ke 3:
 Netrofil mulai diganti makrofag
 Jar.granulasi dengan progresif menuju
 kedaerah luka
 Serat kolagen ada pada tepi luka tapi
 orientasinya baru vertikal tidak menjadi
 jembatan kedua tepi luka
 Sel-sel epitel berproliferasi jadi tebal
 Hari ke 5:
 Pemb. Darah mencapai jaringan granulasi
  mengisi daerah luka
  Serat kolagen berlebihan menjadi jembatan
  kedua pihak
  Permukaan epidermis dilapisi lapisan keratin
Selama dua minggu:
Terus menerus pengumpulan kolagen dan
  proliferasi fibroblast
  Jaringan yang berlebih pembuatannya
  menghilang
Dalam satu bulan: sempurna,bekas hilang
Penyembuhan jenis kedua
Terjadi bila kerusakan dan kehilangan
  jaringan lebih banyak seperti:
Infark
Luka yang meradang
Abses
Luka bakar
Regenerasi parenkim sendiri tidak dapat
mengembalikan arsitektur asli
Akhirnya lebih banyak terbentuk jar. Granulasi
Perbedaan kedua jenis:

  Akibat banyaknya debris nekrosis, eksudat,
   fibrin yang harus dikurangi berakibat reaksi
   radang lebih intensif
  Akibat banyak jar.granulasi, akhirnya terbentuk
   masa besar jar. Parut
  Cara ini berakibat pengerutan luka (wound
   contraction)
   Contoh dalam 6 minggu 5-10 % berkurang
Kekuatan luka

 Kekuatan perlahan-lahan akan bertambah,

 dan dalam 3 bulan akan kuat, tapi tidak

 pulih normal sekali.
Aspek Patologis Perbaikan

 Faktor yang pengaruhi kualitas perbaikan:
 * Infeksi, menimbulkan penundaan
    penyembuhan, menambah injurynya
 • Nutrisi, defisiensi vit C menghambat
    sintese kolagen, memperlambat sembuh
 • Glococorticoid (steroid) tercatat sebagai
    anti inflamasi sebabkan luka kurang kuat,
    kurangnya fibrosis
 Di kornea steroid bersama antibiotik
  diberikan untuk kurangi kekeruhan akibat
  adanya kolagen
 Mekanis tekanan lokal, putaran sebabkan
  jaringan terpisah atau dehisce, kurang nyatu
 Adanya benda asing, sebabkan penundaan
 Tipe dan volume jaringan, stabil atau tidak,
  bila luas timbulkan regenerasi tidak
  sempurna. Jar. Permanen, akan ada jar.parut
  yang bersama-sama jar.normal berfungsi
 Lokasi, atau karakter jaringan: pleura,
  peritoneum, ruang synovial akan banyak
  eksudat
   Penyimpangan memprodusi ECM, misalnya
   kolagen akan timbul banyak tonjolan jar.parut
    disebut keloid, tanpa epitel.
   Penyimpangan pada Rheumatoid arthritis
    terjadi fibrosis permanen
   Pulmonary fibrosis, cirrhosis hati identik dengan
    penyembuhan luka biasa. Pada peny. Ini terjadi
    perangsangan tetap (persisten) fibrogenesis
    dihasilkan autoimun yang memproduksi growth
    factors, fibrogenic cytokines dan protease
                        INJURY
                           I
            vascular and cellular respons
                           I
         -- acute inflammatory exudation –
        I                                      I
Stimulus masa awal di +             Stimulus tetap ada
        I                                      I
 nekrosis minimal                      nekrosis ada
     I              I                  I               I
Eks dihlangkan Eks di org Jar stabil               jar permanen
   I                   I           Jar labil              I
Jar kembali N Parut              I           I          Parut
Ex:akibat panas       I      Krangka K k rusak          Ex: infark miokard
Ringan           per c        kerja           I
                 per t         utuh         parut
                                 I         Ex;abses bact
                            Reg normal
                          Ex: lobar pneumonia
   W A K T U   A D A L A H

       I B A D A H

								
To top