Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Hormon

VIEWS: 875 PAGES: 123

									     Hormon

Prof Zainal Nang Agus
      Dr Marisa
      Dr Febrika
              Introduction
• Hormon dihasilkan kelenjar
  buntudarah target hormon
• Dibutuhkan dalam jumlah
  sedikitmempengaruhi metabolisme
• Kadar hormon dalam darahparameter
• Macam: polipeptida, molekul lipid, derivat
  molekul asam amino
                Introduction
•    Kerja hormon ditentukan oleh:
1.   Kecepatan sintesis & sekresi
2.   Alat transpor
3.   Perubahan bentuk hormon
4.   Reseptor
5.   Degradasi hormon

             Variasi efek & aktivitas hormon
               Introduction
• Aktivitas hormon feed back control
Hypothalamus    Releasing factor

Hypofise ant     Tropic hormon

End organ         Target organ
                    hormon
               Introduction
• Kerja hormon dimulai dari pengikatan hormon
  dengan reseptor
• Hormon dapat digolongkan berdasarkan
  keberadaan reseptor dan sifat sinyal/pembawa
  sinyal sekunder (second messenger)
• Kadar dan aktivitas hormondiagnosis
• Kerja hormonberbeda dengan makromolekul
  lain
                  Introduction
•    Dipengaruhi efektor
•    Kerja hormonefektif dan terkendali
     reseptor &feed back.
•    Pengaruh hormon terganggu bila:
    1.   Aktivitas 
    2.   Kadarnya 
    3.   Reseptor /-
    4.   Efektor tidak bekerja
                 Introduction
•    Respon sel targer kemampuan mengikat
     hormon.
•    Pengikatan Ciri khas interaksi hormon &
     reseptor
1.   Pengikatan tidak mengubah aktivitas biologis
     hormon
2.   Spesifik
3.   PengikatanJenuh
4.   Pengikatan kisaran kadar yang mampu
     menimbulkan respon biologik
      Mekanisme Umum Kerja
             Hormon
A. Induksi sintesis kerja hormon
• Hormon hidrofobik (tiroksin &steroid) terikat
  pada protein pengangkut
• Hormon memacu kerja RNA tertentu dalam
  target sel percepatan sintesis molekul protein
  tertentu yang diinginkan
• Hormon steroid dimulai dari pengikatan dengan
  reseptor khusustransformasitransfer ke
  nukleusintraksi dengan kromatinmempunyai
  akumulasi messenger RNAtemplate
     Mekanisme Umum Kerja
            Hormon
B. Pacuan sintesis enzim pada tingkat ribosom
• Hormon memacu kecepatan translasi dari
  informasi genetik.
• Ribosom dari hormon pertumbuhan pada
  hewan mempunyai kemampuan untuk
  memodifikasi sintesis protein pada level
  normal messenger RNA
      Mekanisme Umum Kerja
             Hormon
C. Kerja hormon pada tingkat membran sel
• Insulin dan katekolamin menyebabkan
   perubahan metabolik sekunder dalam jaringan,
   tetapi efek yang kecil terhadap aktivitas
   metabolik pada membran.
• Hormon ini akan efektif memacu sistem
   membran enzim yang berbeda karena berikatan
   dengan protein membran integral
   spesifik/reseptor
     Mekanisme Umum Kerja
            Hormon
• Protein reseptor sensitif terhadap
  pengaruh lingkungan dan perubahan
  metabolik.
  Contoh: Pemberian insulinreseptor 
  feed back
     Mekanisme Umum Kerja
            Hormon
D. Kerja hormon dihubungkan dengan siklik AMP
• Siklik AMP (cyclic 3’5’AMP) suatu
   nukleotida
• Peran   efektivitas hormon. Misalnya:
   glukagon  aktivitas C AMP di hepar.
   Epinefrin aktivitas C AMP di otot.
   Insulin  aktivitas C AMP di hepar
      Mekanisme Umum Kerja
             Hormon
•    Kadar C AMP di jaringan tergantung
     kepada:
1.   Hormon
2.   As Nikotinat             mempengaruhi
3.   Imidazol                 sintesis &
4.   Metil xantin             degradasi
             Reseptor Hormon
•    Reseptor hormon molekul protein mempunyai
     2 bagian fungsionil/domain
    1. Domain pengenalmengenali hormon
    2. Domain sinyal meneruskan respon yang diterima
       oleh sel
•    Hormon polipeptida dan katekolamin bekerja
     lewat enzim
•    Hormon steroid dan tiroksin langsung
•    Reseptor katekolamin :2, , , .
•    Reseptor insulin: 2, 2
       Penggolongan Hormon
I.   Berdasarkan reseptor
•    Hormon yang berikatan pada reseptor
     intraseluler
•    Hormon yang berikatan pada reseptor
     permukaan sel
           Penggolongan Hormon
II.    Penggolongan hormon berdasarkan sifat

Tipe               Steroid,yodotironin,kalsi- Polipeptida,prot,gliko-
                   triol,retinoid             prot,katekolamin
Solubilitas        Lipofilik                  Hidrofilik
Prot pengangkut    Ada                        Tidak
T1/2 plasma        Panjang                    Pendek
Reseptor           Intraseluler               Membran plasma
                   Kompleks reseptor-         C AMP,C
Mediator                                      GMP,Ca2+,Metabolit
                   hormon
                                              inositol, lint kinase

                           Grup I                     Grup II
  Peran Kalsium Pada Kerja dan
        Sekresi Hormon
• Posisi kunci sinyal terminal untuk sekresi
  hormon dan berperan untuk kerja hormon
• Sumbangan kalsium intrasel=ekstrasel
• Kadar dapat  mobilisasi Ca intra sel.
• Hormon prot  uptake Ca ekstrasel diawali
  oleh pacuan C AMP untuk mobilisasi
  terikat jaringan pompa Ca H ATP ase
  pertukaran Ca & ion H
  Peran Kalsium Pada Kerja dan
        Sekresi Hormon
• Ca berikatan dengan kalmodulin 
  perubahan konformasi  perubahan
  aktivasi enzim dan membran sel.
• Kalmodulin terlibat dalam aktivasi Ca
  dalam sekresi hormon, adenilat siklase,
  fosforilasi prot kinase, miosin kinase,
  membran, ATP ase, depolarisasi
  mikrotubulus dan transport Ca.
  Peran Kalsium Pada Kerja dan
        Sekresi Hormon
• Sekresi hormon dari tempatnya membutuhkan Ca.
  Stimulator dapat meningkatkan uptake Ca
  dengan/tanpa  C AMP.
• C AMP dapat memacu kerja stimulator awal
  melalui mobilisasi Ca intrasel.
• Beberapa hormon  uptake Ca melalui
  depolarisasi sel. Sekresi hormon  oleh  kadar
  ion K oleh pacuan stimulator yang menimbulkan
  depolarisasi ion intrasel.
  Peran Kalsium Pada Kerja dan
        Sekresi Hormon
• Contoh: Glukosa  depolarisasi sel B yang
  merupakan bagian dari mekanisme stimulasi
  sekresi insulin. Insulin mempunyai efek utama
  dan cepat terhadap membran transport dalam
  jaringan adiposa dan otot.
• Dalam hepar  Enzim fosforilasi dan mengatur
  sintesa energi pada tingkat nuklease.
             Analisis Hormon
A. Analisis Biologik
• Analisis biologik melakukan pengukuran
   aktivitas hormon secara in vitro (Lab) atau in
   vivo (di jar hidup)
• Penting dapat mengukur tingkat aktivitas
   fungsional hormon.
• Kekurangan sering mempunyai ketelitian
   (precision) dan kepekaan (sensitivity) yang
   kurang tepat & kurang spesifik
           Analisis Hormon
B. Analisis Kimia
• Teknik ini biasanya dikerjakan dengan
   penggunaan isotop dan isolasi serta teknik
   pemurnian molekul hormon.
• Teknik ini meliputi krommatografi gas &
   liquid, elektroforesis, & ekstasi pelarut
   yang berbeda.
• Teknik sulit jarang dipakai
          Analisis Hormon
C. Analisa kimia dengan teknik label
• Senyawa hormon yang akan dianalisa
   diberi tanda (label) dengan menggunakan
   radioaktif tertentu diikat pada protein
   hormon sehingga menjadi berlabel dan
   dibedakan dengan hormon lain yang tidak
   berlabel sebagai pembanding dalam
   analisis.
          Analisis Hormon
• Teknik ini dipakai pada analisa protein
  antibodi, reseptor membran dan protein
  pentransport dalam serum
• Sangat peka kadar hormon yang rendah
  dapat dideteksi/dianalsis.
 Hormon hipotalamus &hipofise
• Hipotalamus merupakan organ pengatur
  sekresi hormon yang lebih utama.
• Hipotalamus mempengaruhi hipofise
  anterior  untuk mensekresi hormon
  tropik/hormon yang mempengaruhi
  pertumbuhan dan fungsi kelenjar hormon
  lain (terutama proses metabolisme)
 Hormon hipotalamus &hipofise
• Pengaruh hipotalamus pada hipofise
  posterior mensekresi hormon yang
  mengatur keseimbangan air tubuh dan susu.
• Faktor pengatur yang dihasilkan
  hipotalamus akan ditranspor darah
  hipofise
 Hormon hipotalamus &hipofise
• Ada 10 macam hormon hipotalamus yang
  berperan sebagai faktor pelepas (releasing
  hormone) & penghambat (inhibiting
  hormone).
• Contoh hormon hipotalamus CRH, TRH,
  LH-RH, FSH-RH, GH-RH,GH-RIH, PRIH,
  PRH, MRIH, MRH
 Hormon hipotalamus &hipofise
• Faktor pelepas & dan penghambat semuanya dapat
  ditemukan dalam sistem syaraf otak & di jaringan,
  antara lain SRIF, GHRIH.
• Sekresi & produksi faktor pengatur dipengaruhi
  oleh berbagai neurotransmitter meliputi Dopamin,
  epinefrin, norepinefrin, serotonin, histamin,
  asetilkolin, &  aminobutirat.
 Hormon hipotalamus &hipofise
• Peningkatan faktor pengatur dari
  hipotalamus menjelaskan bahwa pacuan
  neurologik & stres dapat meningkatkan
  pelepasan hormon & respon metabolik.
    Hormon Hipofise Anterior
I. GH
II. Prolaktin
III. Hormon glikoprotein:
     •   TSH
     •   FSH
     •   LH
IV. ACTH
      I. Hormon Pertumbuhan
A. Tinjauan kimia
• Kadar di hipofise 5-15 mg, > dari kadar hormon
   lain.
• Polipepdtida rantai tunggal mengandung 191
   AA, BM = 21.5000
• Efek mirip prolaktin
• Stuktur kimia hormon pertumbuhan pada
   beberapa hewan = mirip manusiaderajat
   keasaman efek imunologik & biologik yang
   signifikan dari reaksi silang.
     I. Hormon Pertumbuhan
B. Fungsi
• Berikatan langsung dengan reseptor
• Efek memacu sintesis somatomedin
   (sulfation factor) di hepar & ren 
   mendukung efek anabolik dari hormon
   pertumbuhan.
• Somatomedin menyerupai insulin.
     I. Hormon Pertumbuhan
• Hormon pertumbuhan mempunyai berbagai
  efek pada jaringan yang berbeda termasuk
  otot, adiposa, hepar.
• Peran: pertumbuhan tubuh menyeluruh
• Over produksi  gigantisme
• Defisiensi       dwarfisme
      I. Hormon Pertumbuhan
• Efek meliputi:
1. Sintesis protein
    – Hormon pertumbuhan dapat memacu sintesis protein
      melalui pacuan sintesis DNA & RNA serta sebagai
      akibat adanya retensi nitrogen & fosfat.
    – Memacu sintesis kolagen
    – Urea & AA kadarnya  dalam darah karena ditransfer
      ke dalam sel.
    – Kadar glukosa darah  efek GH sinergis insulin.
     I. Hormon Pertumbuhan
2. Metabolisme lipid
   GH berpengaruh pada metabolisme lipid
   pada jaringan adiposa yaitu memacu
   lipolisis sehingga  kadar asam lemak
   bebas & gliserol. Keadaan ini  oksidasi
   asam lemak di sel hepar.
      I. Hormon Pertumbuhan
3. Metabolisme KH
  –   Pengaruh GH terhadap insulin di otot bertolak
      belakang.
  –   Di otot menghambat glikolisis & transport
      glukosa di otot.
  –   Di hepar memacu glikogenesis
  –   Pemberian jangka panjang pelepasan
      insulin.
      I. Hormon Pertumbuhan
4. Metabolisme mineral
  –   Hormon pertumbuhan memacu absorpsi Ca di usus &
      sekresi di urin
  –   Memacu pertumbuhan tulang
  –   Retensi Ca
  –    pengikatan sulfat pada cartilago
  –   Retensi Na, K, Cl, Fosfat
  –   Kadar fosfat  pada akromegali dan serum fosfat
      digunakan sbg parameter GH
     I. Hormon Pertumbuhan
5. Sifat prolaktin
   GH punya sifat seperti prolaktin
   memacu pertumbuhan kelenjar mammae
   & laktasi
      I. Hormon Pertumbuhan
C. Kontrol sekresi
  –   GH kadar  pada bayi &  pada lansia.
  –   Sekresi GH dikontrol oleh hipotalamus
  –   Kontrol +  GHRH
  –   Kontrol -  GHRIH, disebut juga SRIH
  –   Disekresi menit permenit, tidak sekaligus
  –   Kadar pada orang dewasa tidak stabil, juga
      pada stres, nyeri, olahraga, bedah.
       I. Hormon Pertumbuhan
• Pacuan olahraga wanita > laki-laki 
  berhubungan dgn estrogen.
• Pada stres  diperantarai  katekolamin pada
  hipotalamus.
• Pacuan GH  setelah intake protein (arginin).
• Akromegali ditandai dengan pertumbuhan
  tulang yang berlebih  terjadi karena kontrol Gh
  terganggu/hilang karena pacuan
  arginin/ketidakmampuan menekan peningkatan
  hormon setelah pemberian glukosa yg .
                II. Prolaktin
• Sintesis & stuktur
  – Hormon protein, BM 23.000
  – Disekresikan oleh laktotrop (sel asidofilil pada
    hipofise anterior
  – Meningkat pada kehamilan.
• Kerja fisiologi & biokimia prolaktin
  – Mempertahankan laktasi
  – Bekerja pada jaringna payudara wanita
             II. Prolaktin
– Kadar berlebihan  memicu perkembangan
  pada pria & wanita (yang ovariumnya sudah
  diangkat)  ginekomasti/impotensi (pada pria).
– Terutama karena tumor pada sel yang
  mensekresi prolaktin pada wanita amenore &
  galaktore
 III. Hormon glikoprotein (FSH,
           LH, TSH)
• FSH, TSH, LH termasuk hormon glikoprotein
• Ditemukan pada hewan menyusui
• Bereaksi dengan reseptor permukaan
  mengaktifkan adenilat siklasememakai C AMP
  sebagai messenger intrasel
• FSH & LH hormon gonadotropin
  bertanggung jawab pada proses gametogenesis &
  streroidogenesis (BM 25.000)
 III. Hormon glikoprotein (FSH,
           LH, TSH)
1. FSH
   Terikat dengan reseptor pada membran plasma
   sel sasaran, yakni sel folikel dalam ovarium &
   sel sertoli dalam testis.
2. LH
   –   Merangsang produksi progesteron oleh sel korpus
       luteum& produksi testosteron oleh sel leydig.
   –   Keterpaparan LH yang lama desensitisasi jumlah
       reseptorsarana KB
 III. Hormon glikoprotein (FSH,
           LH, TSH)
3. TSH
 –   Glikoprotein dengan BM 30.000
 –   TSH berikatan dengan reseptor
     mengaktifkan adenilat siklase
 –   Efek TSH:
     •   Akut  sintesa T3&T4 , konsentrasi Iodida,
         organifikasi, perangkaian, hidrolisis tiroglobulin
     •   Kronis sintesa protein, fosfolipid, asam
         nukleat.
                  IV. ACTH
• Polipeptida rantai tunggal, terdiri dari 39 asam
  amino.
• Mengatur pertumbuhan dan fungsi korteks
  adrenal
• ACTH meningkatkan sintesis & pelepasan
  hormon steroid adrenal dengan menggalakkan
  konversi kolesterol menjadi pregnolon.
• Stimulasi ACTH yang lama  produksi
  glukokortikoid, mineralokortikoid, &
  dehidroepiandosteron
                   IV. ACTH
• ACTH yang berlebih sindrom cushing
• Manifestasi: atrofi otot & redistribusi
  lemakobesitas
• Akibat peningkatan hormon steroid adrenal
  –   Keseimbangan N,P,F yang –
  –   Retensi Natriumhipertensi, oedem
  –   Intoleransi glukosa DM
  –   Kadar asam lemak plasma meningkat
  –    eosinofil & limfosit,  PMN.
              IV. ACTH
• Defisiensi ACTH disebabkan oleh tumor,
  infark, infeksi pada kelenjar hipofise
  gejala berlawanan.
           Hipofise posterior
I.    Vasopresin
II.   Oksitosin
               I. Vasopresin
• Disebut juga ADH (Anti Diuretic Hormon).
• Fungsi penyerapan kembali air dari tubulus ginjal.
• Diproduksi di hipotalamus, diangkut lewat aliran
  eksoplasmik ke ujung syaraf hipofise posterior
  stimulasi darah.
• ADH terutama disintesis di nucleus supraopticus
  dibawa oleh protein spesifik neurofisin.
• Pengaturan sekresi stimulus ( osmolaritas
  plasma) dengan perantara osmoreseptor
  (hipotalamus) & baroreseptor (jantung) & sistem
  vaskular
               I. Vasopresin
• Hemodilusi efek berlawanan
• Stimulus lain: stres fisik/emosional, preparat
  farmakologi (asetil kolin, nikotin, morfin)
  peningkatan sintesa ADH & neurofisin.
• Epinefrin & etanol menghambat sekresi ADH
• ADH bekerja pada tubulus kontortus dan saluran
  pengumpul.
• ADH  permeabilitas terhadap air. Reseptor
  terletak pada membran mujkosa berikatan
  dengan adenilat siklase, C AMP menjadi perantara
  kegiatan ADH
              I. Vasopresin
•  Ca menginhibisi adenilat siklase
  volume urin>> normal = o,5 L/hari.
• Defisiensi ADH  Diabetes Insipidus
  ditandai dengan volume urin 25-30 liter
  perhari
• Etiologi  kerusakan hipotalamus-
  hipofiseal ( fraktur basis cranii, tumor,
  infeksi), kelainan bawaan
              II. Oksitosin
• Untuk membantu proses kelahiran, dengan
  meningkatkan kontraksi otot polos.
• Pengeluaran ASI
• Diproduksi di Nukleus paraventikularis dan
  diangkut oleh neurofisin, mekanisme
  pembentukan sampai masuk ke darah sama
  dengan vasopresin.
• Mekanisme impuls: rangsangan papila mammae,
  distensi vagina& uterus
              II. Oksitosin
• Estrogen merangsang produksi oksitosin &
  neurofisin
• Kerja hormon oksitosin belum jelas, diduga
  merangsang kontraksi otot polos induksi
  persalinan.
• Merangsang kontraksi mioepitel pada
  alveoli mammae ASI
                        Tiroid
• Menghasilkan 2 hormon
   – 3,5,3’ triyodotironin (T3)
   – 35,3’,5’ Tetrayodotironin (T4/tiroksin)
• Mengatur ekspresi gen, diferensiasi jaringan,
  perkembangan umum.
• Biosintesis:
   – Tiroglobulin adalah prekursor T3 & T4.
   – 70% dari yodida di tiroglobulin terdapat sebagai
     prekursor in aktif yaitu monoyodotirosin (MIT) dan
     diyodotirosin (DIT)
                Tiroid
– 30% berada sbg yodotironil
– T3:T4 = 7:1
– Tiroglobulin merupakan simpanan T3 & T4
  pada koloid, setelah stimulasi oleh TSH
  dilepas ke darah
– Kebutuhan perhari 150-200 g
                   Tiroid
• Metabolisme yodida:
1. Konsentrasi yodida (I-)
  –   Kelenjar tiroid mampu memekatkan I- dengan
      pompa I- & difusi masuk ke kelenjar tiroid.
  –   Radioisotop untuk mengukur pengangkutan I-
      TcO4-.
  –   Penghambat perklorat (ClO4-),perhenat
      (ReO4-) & perteknetat (TcO4-).
  –   Konsentrasi I- diukur dengan I 131
                 Tiroid
2. Oksidasi I-
   Tahapan ini melibatkan enzim peroksidase
   penghambat tiourea
3. Yodinasi tirosin
    I- yang teroksidasi  reaksi dengan
   residu tirosil  MIT & DIT disebut
   organifikasi
                      Tiroid
4. Perangkaian Yodotirosil
    –   2 molekul DIT dirangkai  T4
    –   1 DIT + 1 MIT             T3
    –   Katalis  enzim tiroperoksidase
•   Pengaruh utama T3/T4 menggalakkan
    sintesa protein, mengatur proses tumbuh
    kembang.
                      Tiroid
•   Patofisiologi
    –   Pembesaran tiroid  goiter
    –   Etiologi: defisiensi I-, kelebihan I- diikuti
        kegagalan autoregulasi & cacat metabolisme.
                   Tiroid
– Cacat metabolisme:
  1.Cacat pengangkutan I-
  2.Cacat pada yodinasu
  3.Perangkaian
  4.Defisiensi enzim deyodinase
  5.Produksi protein teryodinasi abnormal
                  Tiroid
• Hipotiroid jumlah T3/T4 bebas tidak
  cukup, gejala: denyut jantung , lambat,
  hipertensi diastolik, mudah ngantuk,
  konstipasi, kulit & rambut kering, sensitif
  dingin, muka pucat  tubuh kecil, retardasi
  mental -.
                   Tiroid
• Hipertiroid graves desease terjadi
  karena produksi Ig G perangsang tiroid
  merangsang reseptor TSH.
• Terapi dengan ablatio kelenjar dengan
  radioisotop, obat anti tiroid, pengangkatan
  kelenjar tiroid.
       Hormon yang mengatur
          metabolisme Ca
• Ion Ca mengatur neuromuskuler, koagulasi
  darah, sekresi, integritas membran,
  pengangkutan membran plasma, reaksi
  enzim, pelepasan hormon &
  neurotransmitter, kerja intrasel, mineralisasi
  tulang.
          Hormon yang mengatur
             metabolisme Ca
•       Ca disimpan + 99% di tulang.
•       Proses pengangkutan melibatkan:
        I.    Hormon paratiroid
        II.   Hormon kalsitriol.
•       Terdapat 3 bentuk:
    –     Bentuk kompleks dengan asam organik
    –     Bentuk terikat protein
    –     Bentuk terionisasi
        Hormon yang mengatur
           metabolisme Ca
•   Ca 2+ normal = 1,2 - 1,3 mmol/L.
•   Bila kadar   kejang
•   Bila kadar   paralise otot.
•   Ca diikat oleh protein
•   Bila asidosis Ca 2+ mudah terionisasi
         I. Hormon paratiroid
• Kecepatan sintesis tidak berpengaruh kadar Ca 2+
• Peningkatan sintesis dengan cara peningkatan
  jumlah reseptor & ukuran
• PTH dibentuk dari Pro PTH.
• Kadar Ca = 4 mg/dL-10mg/dL kadar  PTH di
  darah menurun.
• Adanya PTH di darah tapi kadar Ca> 10 mg/dL
  hiperparatiroid
         I. Hormon paratiroid
• Mekanisme kerja
  – PTH terikat pada protein reseptor membran,
    dengan BM 70.000.
  – Reseptor di dapat pada tulang dan ginjal 
    aktivasi adenilat siklase C AMP kadar
    Ca intrasel  fosforilasi prot aktivasi enzim
    yang memperantarai kerja PTH.
        I. Hormon paratiroid
• Kerja PTH
  –  disolusi tulang mengggerakkan Ca 2+ ke
    ECF.
  – Mengurangi eksresi Ca 2+ di ginjal.
  –  absorpsi Ca di usus dengan  sintesis
    kalsitriol.
• PTH mempunyai homeostasis fosfat yang
  dilepas bersama Ca.
         I. Hormon paratiroid
• PTH   hipoparatiroid kadar Ca 2+ 
  kram otot, tetani bila berat  paralise
  tetanik otot respiratorius, laringospasme,
  konvulsi berat  meninggal.
• Hipokalsemi yang lama perubahan
  kutaneus, katarak & kalsifikasi ganglia,
  etiologi: ekstirpasi tidak sengaja, autoimun.
            I. Hormon paratiroid
• Pseudoparatiroidisme
   – Kelainan ada pada end organ,
   – Manifestasi anomali pertumbuhan, kecil, pendek,
     retardasi mental +.
• Hiperparatiroid
   –   Etiologi adenoma, hiperplasia ektopik.
   –   Kadar PTH,Ca 2+ , fosfat .
   –   Gejala: batu ginjal,  fungsi ginjal, infeksi.
   –   Hiperparatiroid sekunder pada gagal ginjal progressif
       ditandai dengan absorpsi Ca .
 II. Kalsitriol {1,25 (OH)2-D3}
• Rakhitis  defisiensi mineralisasi tulang kerangka
  pada anak-anak oleh karena kurangnya intake,
  dapat diobati dengan levertran/vitamin D.
• Osteomalasia  pada orang dewasa.
• Kalsitriol hormon yang menggalakkan
  translokasi kasium dengan melawan gradien
  konsentrasi yang terdapat dengan memintas
  membran sel intestinum.
 II. Kalsitriol {1,25 (OH)2-D3}
• Mekanisme kerja:
  – Kulit reaksi fotolisis menghasilkan vitamin D untuk
    sintesis kalsitriol, dihasilkan oleh lapisan malpighi.
  – Hati vit D diangkut oleh protein dari kulit ke hati &
    menjalani reaksi hidroksilasi untuk membentuk
    kalsitriol.
  – Ginjal  25 OH D3  senyawa lemah hidroksilasi
    kembali agar punya aktivitas penuh di ginjal.
  – Jaringan lain  pada placenta.
 II. Kalsitriol {1,25 (OH)2-D3}
• Sintesis kalsitriol dipengaruhi kadar Ca 2+
  dengan melibatkan PTH. Mekanisme
  belum diketahui.
• Peran kalsitriol mengalihkan ion Ca 2+
  dan PO4 3+ melewati brush border &
  mikrovili, melintasi membran sel mukosa
  dibawa ke ECF. Mekanisme belum
  diketahui.
 II. Kalsitriol {1,25 (OH)2-D3}
• Patofisiologi
  – Rakhitis tipe I & tipe II
  – Tipe I gangguan konversi 25-OH
  – Tipe II kelainan autosomal resesif 
    reseptor tidak berfungsi.
  – Osteomalasia orang dewasa.
       Hormon korteks adrenal
• Hormon yang dihasilkan korteks adrenal dibagi
  menjadi tiga kelompok besar:
   – Mineralokortikoid
   – Glukokortikoid
   – Androgen
• Hormon berikatan dengan reseptor berikatan
  dengan regio spesifik DNA untuk mengatur
  ekspresi gen  sintesa protein mempengaruhi
  metabolisme : glukoneogenesis, keseimbangan
  Na+, K+.
       Hormon korteks adrenal
• Korteks adrenal memiliki 3 lapisan:
   – Zona glomerulosa (daerah subkapsuler) 
     menghasilkan mineralokortikoid.
   – Zona fasikulata + Zona retikularis  menghasilkan
     androgen + glukokortikoid.
• Glukokortikoid
   – merupakan 21- karbon
   – Fungsi glukoneogenesis.
   – Yang dominan pada manusia: kortisol
      Hormon korteks adrenal
• Mineralokortikoid
  – merupakan 21 karbon
  – Fungsi  retensi Na +, ekskresi K+, H+.
  – Yang dominan Aldosteron.
• Androgen
  – Prekursor dehidroepiandosteron,
    androstenedion.
  – Akan dibahas lebih lanjut dalam hormon gonad.
       Hormon korteks adrenal
• Semua hormon steroid mempunyai rumus bangun:
  siklopentanoperhidropenantren
• Sintesa hormon steroid dari kholesterol plasma.
• Pada perangsangan adrenal oleh ACTH esterase
  diaktifkan & kholesterol bebas diangkut ke
  mitokondriapregnonolon.
• Sekresi : hanya sedikit yang disimpan di
  gonad/adrenal.
• Glukokortikoid diangkut oleh protein plasma.
       Hormon korteks adrenal
• Mineralokortikoid membentuk ikatan lemah
  dengan albumin.
  Sintesa hormon glukokortikoid tergantung ACTH.
  Sintesa mineralokotikoid diatur sistem renin-
  angiotensin.
• Patofisiologi
  – Insufisiensi perimer korteks adrenal (addison)
    mengakibatkan hipoglikemi, kepekaan terhadap insulin
    berat badan, nausea, lemah, intoleran terhadap stress,
    anoreksia.
Hormon korteks adrenal
        Angotensin
                       Renin
       Angiotensin I
                       Enzim konversi
       Angiotensin II
                     Aminopeptidase
      Angiotensin III
                     Angiotensinase
    Hasil-hasil degradasi
      Hormon korteks adrenal
• Penderita addison desease mempunyai
  tekanan darah yang rendah,  laju filtrasi
  glomerulus &  kemampuan untuk
  mengekskresikan kelebihan air,
  pigmentasi .
• Addison desease dapat terjadi sekunder
  pada tumor, infark infeksi gejala tanpa
  hiperpigmentasi.
      Hormon korteks adrenal
• Sindrom cushing  karena penggunaan
  steroid meningkat, adenoma, Ca. Gejala
  hiperglikemi, intoleran si glukosa karena
  glukomeoenesis  karena ACTH
  meningkat.
• Kelainan kelebihan meineralokortikoid:
  sindrom kohn.
       Hormon medula adrenal
• Menghasilkan hormon katekolamindopamin,
  norepinefrin, epinefrin.
• Fungsi : adaptasi terhadap stres, dibantu oleh
  hormon pertubuhan glukokortikoid, vasopresin,
  glukagon, angiotensin II.
• Merupakan derivat 3-4 dihidroksi fenilerilamina &
  disintesa dalam sel kromafin pada medula adrenal.
      Hormon medula adrenal
• Tirosin merupakan prekursor katekolamin.
• Katekolamin tidak bisa memintas sawar
  otak di otak mengadakan sintesis sendiri.
• Pada parkinson defisiensi sintesis
  dopamin  terapi: preparat L Dopa.
• Medula adrenal mengandung granul
  kromafin  untuk biosintesis, pengambilan
  penyimpanan & sekresi katekolamin.
        Hormon medula adrenal
• Mekanisme kerja: 1, 2, 1, 2.
• 1
   – Peningkatan glikogenolisis
   – Kontraksi otot polos pada Traktus genitourinarius.
• 2
   – Relaksasi otot polos: GI tract
   – Kontraksi otot polos: vaskuler
   – Inhibisi: lipolisis, pelepasan renin, agregasi platelet,
     sekresi insulin.
         Hormon medula adrenal
• 1
  – Stimulasi liplolisis
  – Kontraksi miokardial   kecepatan & kekuatan.
• 2
  –     glukoneogenesis hepatik
  –     glikogenolisis hepatik
  –     glikogenolisis otot
  –     Insulin, glukagon, renin
  –    Relaksasi otot polos: pembuluha darah, bronkus, GI
       tract, Urogenital Tract.
           Hormon gonad
       (hormon seks laki-laki)
• Dwifungsi gonad: memproduksi sel benih &
  hormon seks.
• Dilaksanakan oleh 3 jenis sel:
  – Spermatogonia
  – Sel leydig
  – Sel sertoli
• Hormon disintesis oleh sel leydig.
            Hormon gonad
        (hormon seks laki-laki)
• Prekursor hormon: kholesterol konversi
  pregnenolon memerlukan 5 macam enzim, antara
  lain 3  hidroksisteroid dehidrogenase.
• Testosteron merupakan hormon dominan dalam
  janin.
• Aldosteron dibuat setelah lahir 7 diikat oleh
  globulin plasma yagn di sintesa di hati.
• Kecepatan sekresi testosteron 5 mg/hari.
           Hormon gonad
       (hormon seks laki-laki)
• Testoteron prohormon, karena harus di
  ubah menjadi poten  Dihidrotestoteron
  (DHT). Lewat reaksi aromatisasi diubah
  menjadi estradiol.
• LH merangsang steroidogenesis & produksi
  testosteron.
• Spermatogenesis diatur oleh FSH &
  testoteron.
             Hormon gonad
         (hormon seks laki-laki)
• Androgen, terutama testoteron & DHT,
  terlibat dalam:
  –   Diferensiasi seks
  –   Spermatogenesis
  –   Perkembangan organ seks
  –   Metabolik anabolik
  –   Perilaku jantan
           Hormon gonad
       (hormon seks laki-laki)
• Sasaran DHT prostat, vesicula seminalis,
  genitalia eksterna, kulit genital.
• Sasaran testoteron stuktur wolfii
  embrionik, spermatogonia, otot, tulang,
  ginjal, otak.
• Androgen bekerja melalui mekanisme
  nukleus yang serupa dengan yang
  digunakan oleh korteks adrenal.
             Hormon gonad
         (hormon seks laki-laki)
• Sasaran androgen ginjal pembesaran ginjal
  dan peningkatan sintesis beberapa enzim &
  mernagsang replikasi sel  bila tidak terkendali
  BPH.
• Patofisiologi
   – Defisiensi testosteron hipogonadisme.
   – Bila tejadi sebelum puber ciri seks sekunder –
   – Bila terjadi pada orang dewasa regresi
         Hormon gonad
     (hormon seks laki-laki)
– Primer berbagai proses yang mempengaruhi
  testis.
– Sekunder gangguan sekresi gonadotropin
– Sindrom feminisasi testikular gangguan
  reseptor. Fenotip  wanita tapi genotipnya
  XY.
            Hormon gonad
         (hormon seks wanita)
• Ovarium memproduksi hormon seks wanita
  (estrogen & progestin) & sel benih wanita (ovum).
• Biosintesis & metabolisme serupa dengan pria.
• Estrogen (17 estradiol)  ovarium.
• Saat hamil  placenta memproduksi hormon
  estriol.
• Estrogen dalam jumlah berarti dihasilkan melalui
  reaksi aromatisasi hormon androgen.
            Hormon gonad
         (hormon seks wanita)
• Dalam suatu kompleks melibatkan 3 tahap
  hidroksilasi yang masing-masing memerlukan O2
  & NADPH.
• Hati mengubah estradiol & estron  estriol yang
  merupakan enzim untuk metabolisir estrogen.
• Progesteron tidak efektif peroral, karena dipecah
  oleh hati menjadi beberapa senyawa. Karena itu
  digantikan oleh senyawa sintetik derivat 17 
  hidroksi progesteron & 19 norestosteron 
  preparat KB.
             Hormon gonad
          (hormon seks wanita)
• Mematangkan & mempertahankan sistem
  reproduksi wanita merupakan fungsi utama
  hormon ovarium, melalui:
  –   Mematangkan sel beih primordial
  –   Mengembangkan jaringan untuk implantasi
  –   Pengaturan hormon untuk ovulasi
  –   Mempertahankan kehamilan
  –   Pengaruh untuk laktasi
           Hormon gonad
        (hormon seks wanita)
• Hormon merangsang perkembangan
  jaringan dengan meningkatkan sintesa
  protein, r RNA,t RNA, m RNA, & DNA.
• Di bawah rangsang estrogen proliferasi
• Progestin menurunkan akrtivitas
  proliferasi siklus menstruasi, 25-35 hari
  (+ 28 hari)  melalui fase folikular, fase
  luteal, fase menstruasi.
           Hormon gonad
        (hormon seks wanita)
• Fase folikular
  – Pembesaran folikel, kadar estrogen meningkat
    seiring pembesaran folikel
  – E2 mencapai kadar puncak sebelum kadar LH
    mencapai puncaknya, & membuat hipofise peka
    terhadap GnRH.
  – Pemberian preparat KB   pelepasan LH.
  – Kadar progesteron selama fase luteal .
           Hormon gonad
        (hormon seks wanita)
• Fase luteal
  – Sel granulasi  ruptur  membentuk corpus
    luteum yang akan memproduksi progesteron &
    estradiol.
  – Fungsi progesteron mempertahankan
    endometrium, LH untuk memelihara corpus
    luteum sebelum diambil alih HCG.
         Hormon gonad
      (hormon seks wanita)
– HCG merupakan hormon glikoprotein yang
  disintesis oleh sel sinsitiotropoblas.
– Kadar HCG meningkat dalam darah & urin
  segera setelah implantasi.
– Bila implantasi tidak terjadi corpus luteum akan
  regresi menstruasi.
            Hormon gonad
         (hormon seks wanita)
• Selama kehamilan hormon estrogen
  perlahan naik.
• Saat persalinan  oksitosin merangsang
  kontrakstilitas uterus, serviks berdilatasi
  (dilatasi servik terjadi karena regangan
  uterus) reflek neural pengeluaran
  oksitosin.
             Hormon gonad
          (hormon seks wanita)
•   Estrogen  pertumbuhan ductus.
•   Progestin  proliferasi alveolus.
•   Prolaktin  sintesa protein susu.
•   Laktasi dimulai saat kadar progesteron
    mulai turun.
            Hormon gonad
         (hormon seks wanita)
• Patofisiologi
  – Hipogonadisme primer
  – Hipogonadisme sekunder sindroma turner =
    kelainan genetik XO.
  – Jumlah hormon abnormal
     • sindrom stein leventhal (=sindrom ovarium
       polikistik) produksi = hirsutisme, obesitas, haid
       tidak teratur, gangguan kesuburan.
      Hormon gonad
   (hormon seks wanita)
• Tumor sel leydig & arrhenoblastoma  kelainan
  kelenjar yang memproduksi testosteron.
• Tumor sel theca granulosa  memproduksi
  estrogen>>.
• Mola hydatidosa & chorio carcinoma produksi
  HCG dalam jumlah>>.
   Hormon pankreas &GI Tract
• Pankreas fungsi eksokrin dan fungsi
  endokrin.
• Terdiri dari pulau langenhans, sedikitnya
  memproduksi 4 hormon  insulin,
  glukagon, somatostatin, polipeptida
  pankreatik.
                    Insulin
• Merupakan polipeptida yang terdiri atas 2 rantai A
  & B, dengan BM 5734.
• Disintesis sebagai suatu prepohormon, diubah
  menjadi molekul proinsulin  diangkut ke
  aparatus golgi  mematangkan diri
• Pankreas mensekresi 40-50 unit insulin yang turut
  terlibat dalam pelepasan insulin: Glukosa,
  epinefrin, obat2an( tolbutamid, sulfonilurea).
                        Insulin
•    Insulin tidak memiliki protein pembawa.
•    Insulin tdi metablolisme oelh 2 mekanisme:
    1. Protease
    2. Glutation insulin transhidrogenase
•    Manifestasi DM hiperglikemia, karena:
    –    jumlah glukosa yang masuk ke dalam sel.
    –    penggunaan glukosa oleh jaringan
    –    glukoneogenesis
                       Insulin
• Gejala DM: poliuri, polidipsi,  BB.
• Bila kadar glukosa > 180 mg/dL taraf maksimum
  reabsorpsi dilalui, glukosa di ekskresi lewat urin.
  Volume urin meningkat karena diuresis osmotik.
• Glukosa:
   – 50% energi (glikolisis)
   – 30-40% lemak
   – 10% glikogen
                 Insulin
• Hormon insulin , glikolisis dengan 
  aktivitas & jumlah enzim penting:
  glukokinase, fosfofruktokinase & piruvat
  kinase.
• Insulin  aktivitas glukosa 6 fosfatase 
  pada hati tidak dapat keluar dari
  membran plasma retensi glukosa di hati.
                 Insulin
• Insulin merangsang lipogenesis dalam
  jaringan adiposa dengan:
  – Menyediakan asetil Ko A & NADPH untuk
    sintesis asam lemak.
  – Mempertahankan kadar enzim asetil Ko A
    karboksilase, sebagai katalisas
  – Menyediakan gliserol.
                    Insulin
• Pelepasan asam lemak dalam jumlah besar
  menghambat lipogenesis.
• Efek terhadap metabolisme glukosa: insulin 
  glukosa darah.
• Terhadap metabolisme protein merangsang
  sintesis protein & menghambat penguraian
  protein.
• Terhadap replikasi sel: merangsang proliferasi
  sejumlah sel.
                   Insulin
• Insulin   diabetes melitus.
  – Tipe I  tergantung insulin
  – Tipe II tidak tergantung insulin.
• Antagonis insulin glukagon
• Glukagon menimbulkan mobilisasi sumber
  energi yang potensial
                Glukagon
• Antagonis insulin glukagon
• Glukagon menimbulkan mobilisasi sumber energi
  yang potensial ke dalam glukosa, dengan
  merangsang glikogenolisis & ke dalam asam
  lemak dengan merangsang lipolisis.
• Glukagon juga merupakan hormon glukoneogenik
  yang paling poten, bersifat ketogenik.
             Somatostatin
• Ditemukan pada jaringan gastrointestinal
• Fungsi menghambat growth hormon,
  menurunkan pengangkutan nutrien dari GI
  Tract ke darah.
       Hormon gastrointestinal
    Hormon            Lokasi       Kerja Utama
• Gastrin        •Antrum gaster, •Sekresi asam
                 duodenum        lambung
                                 &pepsin
• Kolesistokinin •Duodenum,      •Sekresi amilase
(CKK)            jejenum
• Sekretin       •Duodenum,      •Sekresi
                 jejunum         bikarbonat
                                 pankreas
       Hormon gastrointestinal
    Hormon         Lokasi      Kerja Utama
• GIP          •Usus halus   • Menggalakkan
(polipeptida                 pelepasan
inhibitor                    insulin yang
lambung                      diperantarai
                             glukosa.
                             • Menghambat
                             sekresi asam
                             lambung
      Hormon gastrointestinal
    Hormon          Lokasi     Kerja Utama
• VIP           •Pankreas    •Relaksasi otot
(polipeptida                 polos.
pankreas yg                  •Merangsang
bekerja aktif                sekresi
pada pembuluh                bikarbonat
darah usus)                  pankreas
       Hormon gastrointestinal
    Hormon          Lokasi     Kerja Utama
• Motilin       •Usus halus   •Mengawali
                •Lambung,     motilitas usus
                              selama
                              pencernaan.
                              •Sejumlah efek
•Somatostatin   •duodenum,    penghambatan.
                pankreas
                              •Menghambat
•Polipeptida    •Pankreas     sekresi
pankreas(PP)                  bikarbonat &
                              prot pankreas
         Hormon gastrointestinal
    Hormon         Lokasi      Kerja Utama
• Enkefalin    •Lambung,     •Kerja seperti
               duodenum,     opiat
               kandung
               empedu
               •Seluruh GI   •Belum pasti
•Zat P         Tract
      Hormon gastrointestinal
   Hormon           Lokasi    Kerja Utama
• BLI           •Lambung,    •Merangsang
(bombesinlike   duodenum     pelepasan
immuno-                      gastrin dan
reactivity)                  CKK
      Hormon gastrointestinal
   Hormon            Lokasi        Kerja Utama
• Neurotensin   •Ileum            •Tidak diketahui
•Enteroglukagon •Pankreas, usus   •Tidak diketahui
                halus

								
To top