Docstoc

Pengantar Biokimia

Document Sample
Pengantar Biokimia Powered By Docstoc
					Pengantar Biokimia

      Dr Marisa Anggraini
      Dr Febrika Wediasari
Pengetian Biokimia

 Mempelajari proses kimia dalam mahluk
  hidup untuk mendukung proses kehidupan
 Unsur terkecil: sel
 Penyusun sel: inti sel, sitoplasma, hormon,
  enzim, protein, lipid, karbohidrat dll
Jenis dan fungsi sel bermacam-
macam
 Sel otot gerak
 Sel retina melihat
 Sel mukosa usus pencernaan
 Sel telur reproduksi
Untuk mendukung reaksi sel
reaksi kimiawi
 Otot: reaksi menghasilkan energi (ATP)
  glikolisis dan lipolisis
 Sel retinasiklus rodopsin
 Mukosa lambung enzim pepsin
  mencerna protein
   Proses kimia dipelajari secara:
     Invivo
     Invitro

   DNA dan kanker dipelajari dari virus dan
    bakteri
Struktur Tubuh Secara Analisis
Biokimia
                               Manusia


                               Sistem


                         Jaringan&organ


                                 Sel


                             Biomolekul


         KH          Lipid                 Prot          As Nukl


     Monosakarida   As lemak            Asam amino   Purin & pirimidin


        Unsur        Unsur                Unsur           Unsur
 Sel merupakan unit terkecil yang
  menunjukkan aktivitas kehidupan (tumbuh,
  bergerak, memperbanyak diri)
 Untuk mendukung tanda
  kehidupanproses metabolisme, sintesis,
  degradasi, regenerasi, respirasi, ekskresi,
  ekstraksi energi.
 Proses tersebut berlangsung di membran,
  nukleus, mitokondria, RE, ribosom,
  aparatus golgi, lisosom.
 Mempelajari fungsi sel hepatosit
 Fungsinya kompleks
Metoda Isolasi

   Ekstraksi
     Dipisahkan dari hepar
     Diteliti dalam pH fisiologis suhu dingin (0-4oC)
      tekanan 1 atm.
   Homogenisasi
       Jaringan hepar dihancurkan dalam larutan HCl
        + larutan bufer tris + larutan fisiologis
   Sentrifugasi
     Dipusingkan fraksi
     Untuk mengetahui jenis fraksi marker
Tabel Fraksi, Marker dan
Fungsinya
         Fraksi          Marker                    Fungsi

1. Nukleus        DNA                    Sintesa RNA

2. Mitokondria    Enzim glutamat         -Sikluskrebs
                  dehidrogenase          -Fosforilasi oksidatif
                                         -ß Oksidasi

3. Ribosom        RNA                    Sintesis protein

4. Lisosom        Fosfatase              Rx hidrolisis

5. Sitosol        Laktat dehidrogenase   Rx Glikolisis
Kaitan Biokimia Dengan
Kehidupan Lain
 Pengetahuan tentang purin dan pirimidin 
  dasar genetika.
 Biokim ilmu hayati karena mempelajari
  fungsi kehidupan dalam tubuh: Fisiologi,
  Imunologi, Farmakologi, Toksikologi, Gizi,
  Kedokteran Klinis.
 Biokimia mempelajari penyakit-penyakti
  yang ada.
 Mis: Cycle cell anemia, thalassemia
  terjadi karena perubahan struktur sel protein
  Hb.
 Contoh lain: albinisme, alkaptonuria,
  sistinuria, DM terjadi karena kelainan
  metabolisme.
   Penyakit karena gangguan enzim:
    intoleransi laktosa.
Biokimia dan Kaitannya Dengan
Penyakit
Untuk menerangkan berbagai epnyakit
  diperlukan dasar-dasar biokimia
 Penyebab fisik
       Trauma mekanis, suhu tinggi/rendah, pH
        tinggi/rendah, radiasi, listrik, tekanan atmosfir
   Penyebab Kimia
       Zat-zat toksis, obat-obatan
   Penyebab biologik
       Berbagai infeksi
   Kekurangan oksigen
       Penurunan kemapuan aliran darah, sumbatan
        aliran, daya angkut, keracunan(hambatan kerja
        enzim pernapasan)
   Genetik
       Gangguan asam nukleat, DNA dalam sintesa
        protein, enzim, hormon.
   Reaksi imunologi
       Alergi, autoimun, shock
   Ketidakseimbangan gizi
       +/- gizi, xerophthalmia, gondok, obesitas,
        mineralopia
   Hormon
       Hipo/hipertiroid, akromegali, gigantisme dll
Komponen Kimiawi Normal
Laki-laki Dewasa (65 kg)
              Kg        Persen(%)
Protein            11           17,0
Lemak               9           13,8
Karbohidrat         1               1,5
Mineral             4               6,1
Air                40           61,6
Matriks Ekstraseluler

    Sel dalam jaringan dikelilingi matriks
     ekstraseluler yang mengansung biomolekul
     yaitu:
1.   Protein strukturalKolagen, elastin, fibrilin.
2.   Protein khususfibrilin, fibronektin, laminin
3.   Proteoglikan KH kompleks glikosaminog
Kolagen

   Komponen utama jaringan ikat.
   Menentukan sifat fisik jaringan. Mis: jaringan
    tulang, kartilago, gigi, kulit, pembuluh darah dll.
   Suatu polipeptida, dipertahankan oleh proses
    hidroksilasi membutuhkan vitamin C.
   Disintesa di ribosom, disekresi sebagai
    prokolagen.
Elastin

 Protein yang bersifat elastis
 Penting pada paru, ligamen, pembuluh
  darah.
 Disintesis sebagai monomer soluble disebut
  tropoelastin
 Juga mengalami hidroksilasi
Fibrilin

 Proteinnya adalah glikoprotein
 Disekresi oleh fibroblast
 Merupakan kompleks stuktural miofibril 
  sebagai kerangka penimbunan elastin.
 Banyak ditemukan pada serat zonuler lensa
  mata, periorteum dan dinding aorta.
Fibronektin

 Glikoprotein utama pada matriks
  ekstraseluler.
 Terdiri dari 2 sub unit polipeptida
 Fibronektin peran penting pada
  perlekatan sel pada matriks extraseluler
Laminin

 Komponen protein utama pada lamina
  glomerulus dan lamina basalis lain, mis:
  otot.
 Terdiri dari 3 rantai polipeptida.
 Fungsi: Filtrasi dan menahan
  protein/molekul besar.
 Pada GNA berubah: hematuri, albuminuri
   GGA
Proteoglikan dan
Glikosaminoglikan
 Proteoglikan merupakan protein yang
  mengandung glikosaminoglikan, contohnya
  sindekan, betaglikan, perlakan, dll.
 Jumlah KH>glikoprotein
 Jenis glikosaminoglikan: asam hialuronat,
  kondroitin sulfat, keratan sulfat, heparin,
  dan dermatan sulfat.
   Bahan tersebut merupakan komponen dasar
    matriks ekstraseluler jaringan, fungsinya:
     Menahan air
     Memperkuat tulang

     Memberi sifat lentur kartilago
 Keratan sulfat membentuk kenyal dan
  transparansi korneabila kornea luka tidak
  menimbulkan sikatrik.
 Heparin antikoagulan (heparan sulfat),
  karena menghilangkan aktivitas protease
  serin (Trombin), juga ikut menyusun
  membran plasma yang berfungsi sebagai
  reseptor dan alat komunikasi antar sel.
 Dermatan sulfat pada tunika intima arteri
  dapat mengikat LDL  arteriosklerosis.
 Proteoglikan berkaitan dengan artritis
  (bertindak sebagai autoantigen).
 Pada usia lanjut: Kondroitin sulfat
  meningkat, keratan sulfat dan asam
  hialuronat osteoartritis
 Pengaruh pada kulit: usia lanjut keriput
Kalsifikasi Tulang dan Gigi

   Kalsifikasi dan
    dekalsifikasi tulang
    dan gigi melibatkan
    sel osteoklas dan
    osteoblas.
 Hormon yang mempengaruhi GH,
  kalsitonin, kalsitriol, serta kortikosteroid
  dan estrogen.
 Kelainan kalsifikasi:
1. Rahitis/riketsia kegagalan kalsifikasi
  pada masa pertumbuhan disebabkan oleh
  defisiensi vitamin D
2.   Osteomalasia:
        Kegagalan mineralisasi tulang pada orang
         dewasa
        Bila kegagalan absorpsi pada ortu
         osteoporosis

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:210
posted:2/17/2012
language:Indonesian
pages:33