jbptunikompp gdl s1 2007 euisnanini 4561 bab ii by 6nSg47

VIEWS: 24 PAGES: 22

									                                   BAB II

                   GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN



1.1    Sejarah Singkat Perusahaan

       Di tahun enam puluhan, pemerintah mencanangkan pelaksanaan program

peningkatan produksi pertanian di dalam usaha swasembada pangan. Demi

suksesnya program pemerintah ini maka kebutuhan akan pupuk mutlak harus

dipenuhi mengingat produksi PUSRI 1 waktu itu diperkirakan tidak akan

mencukupi. Menyusul ditemukannya beberapa sumber gas alam di bagian utara

jawa barat, muncullah gagasan untuk membangun pabrik urea di Jawa Barat.

       Sumber biaya untuk pelaksanaan proyek tersebut diperoleh dari pinjaman

pemerintah Iran sebesar 250 juta dolar US, yang digunakan untuk membeli mesin-

mesin dan pipa gas, sebagai Penyertaan Modal Pemerintah (PMP). Perjanjian

dengan pemerintah Iran ditandatangani tanggal 9 Maret 1975 dan mulai berlaku

tanggal 24 Desember 1975.

       Pada tanggal 9 Juni 1975, lahirlah PT. PUPUK KUJANG, sebuah Badan

Usaha Milik Negara (BUMN) di lingkungan Departemen Perindusrtian yang

mengemban tugas untuk membangun pabrik pupuk urea di Desa Dawuan,

Cikampek, Jawa Barat. PT. Pupuk Kujang didirikan berdasarkan Akta Notaris

Solaeman Ardjasasmita, SH No.19 tanggal 9 Juni 1975, kemudian diubah dengan

Akta Notaris yang sama No.40 tanggal 14 Maret 1984.
       Bulan Juli 1976, pembangunan pabrik mulai dilakukan dengan kontraktor

utama Kellog Overseas Corporation (USA) dan Tokyo Engineering Corp (Japan)

sebagai kontraktor pabrik urea. Pembangunan berjalan lancar sehingga pada

tanggal 7 Nopember 1978 pabrik sudah mulai berproduksi dengan kapasitas

570.000 ton/tahun dan ini terjadi 3 bulan lebih awal dari jadwal.

       Pada tanggal 12 Desember 1978, Presedien Soeharto berkenan

meresmikan pembukaan pabrik dan 1 April 1979, PT. Pupuk Kujang mulai

dengan operasi komersial. Daerah pemasaran urea produksi PT. Pupuk Kujang

adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian utara. Dalam hal ini, penerimaan

barang pesanan melalui PT. PUSRI sebagai pemasar, sedangkan PT.Pupuk

Kujang hanya memproduksi saja.

Tujuan dari didirikannya PT. Pupuk Kujang antara lain :

1   Untuk mengelola bahan-bahan mentah menjadi bahan-bahan pokok yang

    diperlukan untuk pembuatan urea dan bahan kimia lainnya, serta mengolah

    bahan pokok tersebut menjadi berbagai jenis pupuk dan hasil barang kimia

    lainnya.

2   Memproduksi pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagai

    tujuan utamanya, khususnya untuk memenuhi kenutuhan pupuk di daerah

    Jawa Barat dan untuk ekspor apabila kebutuhan pupuk di dalam negeri telah

    dapat terpenuhi sehingga dapat menambah penghasilan perusahaan maupun

    negara.
3   Untuk menunjang program pemerintah dalam rangka meningkatkan hasil

    produksi pertanian sehingga dapat meningkatkan penghasilan petani dan

    menunjang peningkatan devisa negara.

4   Pendayagunaan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan penghasilan

    masyarakat.

5   Memberikan jasa-jasa dalam proyek pembangunan industri pupuk, kimia,

    penelitian dan pemeliharaan, serta pabrikasi alat-alat produksi.

Visi dan Misi perusahaan.

   Visi dari PT. Pupuk Kujang :

Menjadi perusahaan di bidang industri pupuk dan petrokimia yang efisien dan

kompetitif di pasar global.

   Misi PT. Pupuk Kujang

Dalam kegiatan operasionalnya, PT. Pupuk Kujang mengemban tiga misi utama,

yaitu:

1   Sebagai Unit Ekonomi (Business Entity).

2   Sebagai Penggerak Pembangunan (Agent of Development).

3   Sebagai Stabilisator.

         Dalam melakukan kegiatan usahanya, PT. Pupuk Kujang bukan hanya

dituntut untuk memperoleh keuntungan saja, namun juga harus dapat menjadi

pelopor dan pemandu dalam pembangunan, serta bersama dengan pabrik-pabrik

pupuk nasional lainnya harus dapat menjadi stabilisator pengadaan pupuk

nasional dalam rangka menunjang swasembada pangan.
1.2      Struktur Organisasi Perusahaan

         Struktur organisasi dibuat dengan tujuan untuk memperjelas dan

mempertegas kedudukan suatu bagian organisasi dalam menjalankan tugasnya

sehingga akan mempermudah dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai

tujuan organisasi.

         Struktur organisasi PT. Pupuk Kujang telah mengalami beberapa kali

perubahan sesuai dengan perkembangan usaha yang semakin luas dan meningkat.

Struktur organisasi yang berlaku pada saat ini yaitu struktur organisasi yang

sesuai dengan Surat Keputusan Direksi No.004/SK/DV/III/2006 yang dutetapkan

pada tanggal 17 Maret 2006.

         Struktur organisasi PT. Pupuk Kujang adalah berbentuk lini dan staf,

karena membentuk garis komando dari tingkat direksi sampai tingkat pelaksana.

Garis koordinasi tersebut diharapkan sesuai dengan wewenang dan tanggung

jawab masing-masing. Uraian mengenai struktur organisasi PT. Pupuk Kujang

adalah sebagai berikut :

1. Dewan Komisaris

2. Direktur Utama yang membawahi:

       Direktur Produksi yang membawahi:

          Unsur Pembantu Pimpinan yaitu Kompartemen produksi yang

             membawahi:

            Biro Pengawasan Proses

            Biro Inspeksi

            Biro Keselamatan dan Lingkungan Hidup
      Biro Material

    Unsur Pelaksana Operasional terdiri dari:

      Divisi Produksi I-A

      Divisi Produksi I-B

      Divisi Pemeliharaan perencanaan dan pemeliharaan Mekanis

      Divisi Pemeliharaan Listrik dan Instrumentasi

 Direktur Teknik dan Pengembangan yang membawahi:

    Unsur Pembantu Pimpinan yaitu Kompartemen Teknik dan Pelayanan

       Jasa yang membawahi:

          Biro Sistem Manajemen

          Biro Pengadaan

          Biro pengembangan

          Biro Rancang Bangun

    Unsur Pelaksana Operasional terdiri dari:

          Divisi Konstruksi

          Divisi Industri Peralatan Pabrik

          Divisi Jasa Pelayanan Pabrik

 Direktur Keuangan

    Unsur      Pembantu       Pimpinan   yaitu   Kompartemen   Administrasi

       Keuangan

          Biro Anggaran

          Biro Keuangan

          Biro Akuntansi
               Biro Teknologi Informasi

               Biro administrasi Perusahaan Patungan

          Unsur Pelaksana Operasional terdiri dari:

               Divisi Pemasaran

               Kantor Pupuk Kujang Jakarta

       Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum yang membawahi:

          Unsur Pembantu Pimpinan yaitu Kompartemen Sumber Daya Manusia

            dan Umum yamg membawahi:

               Biro Ketenagakerjaan

               Biro Pendidikan dan Pelatihan

               Biro Umum

               Biro Kesehatan



1.3      Deskripsi Jabatan

         Tugas Pokok dan Tanggung Jawab Jabatan-Jabatan papa PT. Pupuk

Kujang Cikampek:

1. Direktur Utama

      Direktur utama merupakan pemimpin tertinggi yang tugasnya mengawasi

setiap tindakan yang dilakukan bawahannya guna mencapai tujuan perusahaan.

Dalam perinciannya, tugas dan tanggung jawab Direktur Utama adalah sebagai

berikut :
   a. Memberikan petunjuk-petunjuk dan melakukan pengawasan terhadap

      kegiatan-kegiatan yang dilakukan bawahannya. Memberikan petunjuk-

      petunjuk dan melakukan pengawasan dalam bidang keamanan perusahaan.

   b. Memberikan petunjuk-petunjuk kegiatan pengawasan, pemeriksaan dan

      pengecekan intern perusahaan.

   c. Memberikan petunjuk-petunjuk mengenai segala persoalan perusahaan

      termasuk pegawai, perburuhan dan kesejahteraan.

   d. Memimpin rapat Direksi yang diadakan satu kali dalam satu minggu dan

      sewaktu-waktu bilamana perusahaan akan membahas permasalahan yang

      ada di Pupuk Kujang.

   e. Mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas yang diberikan

      kepada masing-masing angota Direksi.

   f. Menetapkan rencana rapat kerja jangka pendek maupun jangka panjang

      termasuk rencana dalam anggarannya.

   g. Menetapkan sitem manajemen yang termasuk organisasi dan informasi

      yang efektif dan efisien sebagai sarana untuk mencapai tujuan perusahaan.

2. Direktur Produksi

   Tugas dan tanggung jawab Direktur Produksi adalah sebagai berikut :

   a. Memberikan petunjuk dan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan

      produksi.

   b. Menetapkan kebijaksanaan jenis-jenis materiil tool, equipment dan mesin-

      mesin untuk pabrik urea dan untuk bangunan yang diperlukan PT. Pupuk

      Kujang.
   c. Menetapkan rencana pembangunan gudang-gudang dan sarana fisik yang

      diperlukan dikompleks PT. Pupuk Kujang.

   d. Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan teknik yang diperlukan oleh

      para kontraktor.

   e. Menetapkan seleksi kualifikasi, pendidikan dan latihan bagi pegawai yang

      akan atau sudah ditetapkan pada bidang industri.

   f. Menetapkan rencana pemanfaatan alat-alat konstruksi untuk kepentingan

      pihak luar yang memberikan laba bagi PT. Pupuk kujang.

   g. Mewakili PT. Pupuk Kujang terhadap pihak luar untuk segala sesuatu

      yang berhubungan dengan produksi.

   h. Membantu Direktur Utama dalam menjalankan tugas yang menyangkut

      masalah produksi

   i. Mempunyai staf produksi yang berguna dalam membantu penyelesaian

      pekerjaan produksi.

3. Direktur Teknik dan Pengembangan.

   Tugas dan Tanggung jawab Direktur Teknik dan Pengembangan

   a. Menetapkan rencana pembangunan gudang dan sarana fisik yang

      berhubungan dengan masalah perlengkapan.

   b. Mengadakan berbagai jenis peralatan, material, serta pekerjaan yang

      berhubungan dengan masalah teknik.

   c. Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan pelaksanaan teknik yang

      dilakukan oleh para kontraktor.
   d. Mewakili PT. Pupuk Kujang terhadap pihak luar untuk segala sesuatu

      yang berhubungan dengan bidangnya.

   e. Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan pelaksanaan teknik.

   f. Mengembangkan perusahaan dari segi fisik, seperti rencana pembangunan

      gedung, perumahaan dan unit produksi serta sarana lainnya.

   g. Melakukan kontrak kerja dengan pihak lain dalam hal pengembangan

      gedung, pengembangan perumahaan, unit produksi dan sarana lainnya.

4. Direktur keuangan

   Tugas dan tanggung jawab Direktur Komersial adalah sebagai berikut :

   a. Menetapkan penyediaan         dana, pengaturan likuiditas, penyaluran dana

      untuk pembangunan-pembangunan proyek yang sedang ditangani oleh PT.

      Pupuk Kujang dengan memperhatikan anggaran yang sudah ditetapkan.

   b. Menetapkan pelaksanaan pengadaan barang-barang dan pembayaran

      termasuk jasa yang telah ditetapkan oleh Direktur untuk kepentingan PT.

      Pupuk Kujang.

   c. Menetapkan      pelaksanaan     pengadaan   penyelenggaraan,   pencatatan,

      pengolahan data dan komputerisasi serta penyusunan statistikal dan

      rencana anggaran tahunan perusahaan.

   d. Mewakili PT. Pupuk Kujang terhadap pihak luar dalam menangani segala

      sesuatu dalam bidang ekonomi keuangan dan umum.
5. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum

    Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum bertugas mengatur dan

mengkoordinir unit-unit atau fungsi-fungsi yang berada dibawah kompartemen

SDM dan staf, serta bertanggung jawab kepada direktur utama.

    Dewan direksi bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris yang mewakili

pemerintah sebagai pemegang saham melalui Departemen Pertanian, Departemen

Keuangan dan Departemen Perindustrian.

Unsur Pembantu Pimpinan

    Unsur Pembantu Pimpinan terdiri dari kepala kompartemen yang bertugas

mengarahkan, memberikan tugas dan wewenang kepada para bawahannya,

mengadakan hubungan kerja dengan kepala kompartemen lainnya, serta

koordinasi terhadap biro-biro yang ada dibawahnya.

Unsur Pelaksana Operasional

Unsur Pelaksana Operasional yaitu divisi-divisi yang melakukan kegiatan

operaional perusahaan.

Unsur Penunjang

Unsur Penunjang yaitu biro-biro yang mendukung kegiatan operasional

perusahaan.

Unsur Pengawasan

Unsur Pengawasan yaitu satuan pengawasan intern yang bertugas mengawasi

seluruh pelaksanaan kegiatan atau unit kerja yang setingkat dengan biro atau

divisi.
       Adapun tugas dan tanggung jawab kompartemen administrasi dan

keuangan adalah sebagai berikut :

1. Kepala Bagian Biro Anggaran

   a. Melakukan perencanaan anggaran dan pengendalian aktivitas keuangan

       sesuai dengan sistem dan prosedur yang ditetapkan perusahaan.

   b. Melakukan pembinaan, mengkoordinasikan, memberikan instruksi yang

       disertai dengan pengawasan terhadap personil diruang lingkup kerja.

   c. Berkoordinasi dengan sektor-sektor yang terkait.

   d. Bertanggung jawab kepada Biro Keuangan.

2. Kepala Bagian Biro Akuntansi

   a. Memberikan usulan rencana kerja dan anggaran tahunan yang meliputi

       bidang akuntansi umum dan akuntansi biaya termasuk bidang verifikasi

       keuangan.

   b. Melakukan pencatatan atas seluruh aktivitas keuangan perusahaan sesuai

       prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

   c. Melakukan pembinaan, mengkoordinasikan, memberikan instruksi yang

       disertai dengan pengawasan melekat terhadap personil diruang lingkup

       unit kerja.

   d. Menyajikan laporan keuangan perusahaan dan laporan-laporan manajemen

       lainnya yang bersifat rutin maupun mendadak.

   e. Menerbitkan laporan performansi Biro Akuntansi untuk disampaikan

       kepada kepala kompartemen administrasi dan keuangan pada Direktur

       Komersial secara periodik atau sesuai dengan kebutuhan.
3. Kepala Biro Umum

   a. Menyusun rencana dan anggaran tahunan bagian akuntansi umum meliputi

      bidang pencatatan dan pengolahan data serta laporan keuangan.

   b. Merencanakan dan melaksanakan pengolahan manajemen suplai dan

      pelayanan umum serta sumber daya manusia.

   c. Melakukan pembinaan, mengkoordinasikan, memberikan instruksi yang

      disertai dengan pengawasan melekat terhadap personil diruang lingkup

      unit kerja.

   d. Mengendalikan semua kegiatan operasional unit kerja yang ada dibawah

      pimpinannya untuk mencapai sasaran kualitas yang ditetapkan secara

      efektif dan efisien.

   e. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan meliputu bidang pencatatan

      dan pengolahan data serta laporan keuangan.

4. Kepala Biro Keuangan

   a. Merencanakan      atau   menyusun    anggaran,    melaksanakan   aktivitas

      pembiayaan,     melakukan   pencatatan   sesuai   dengan   prinsip-prinsip

      akuntansi serta melaksanakan pengendalian terhadap seluruh aktivitas

      keuangan.

   b. Melakukan pembinaan, mengkoordinasikan memberikan instruksi yang

      disertai pengawasan personil diruang lingkup unit kerja.

   c. Berkoordinasi dengan struktur yang terkait.

   d. Bertanggungjawab kepada Direksi.
2.4     Aspek Kegiatan Perusahaan

        PT. Pupuk Kujang adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri

pupuk, yaitu industri yang mengolah bahan pupuk menjadi barang jadi sesuai

dengan kebutuhan produksi pertanian di dalam usaha swasembada pangan.

        Bidang usaha pada PT. PUPUK KUJANG biasa disebut dengan unit

produksi, karena dengan unit produksi ini maka sejumlah produk milik

perusahaan    dikeluarkan   untuk   dikomersilkan.    Dengan    tidak   menutup

kemungkinan hasik dari setiap unit usaha itu digunakan untuk memproduksi

produk pada departemen yang lainnya. Berikut ini adalah unit–unit produksi yang

ada pada PT. PUPUK KUJANG diantaranya :

1. Unit Pembangkit Uap

       Pada unit produksi ini menghasilkan produk berupa uap air yang digunakan

untuk bahan baku di unit ammonia. Kapasitas unit pembangkit ini terdiri dari satu

unit Waste Heat Boiler dengan kemampuan 97 ton/jam dan dua unit Package

Boiler dengan kemampuan output 100 ton/jam/unit.

2. Unit Pembangkit Listrik

      Untuk memenuhi kebutuhan listrik PT. PUPUK KUJANG mempunayai

pembangkit yang dikelola sendiri sehingga tidak bergantung pada supply

Perusahaan Listrik Negara. Pada Unit Pembangkit Listrik ini mempunyai

seperangkat Gas Turbine Generator kapasitas 15 MW. Selain itu juga mempunyai

tiga Unit Diesel Standby Generator dengan kemampuan supply sebesar 750

KW/jam. Satu yang tak kalah penting dalam komponen pembangkit listrik ini

adalah Emergency Generator dengan kapasitas 375 KW. Unit ini selain untuk
konsumsi mesin pabrik juga digunakan untuk konsumsi perumahan disekitar

komplek PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK.

3. Unit Penjernih Air

   Unit produksi ini mempunyai daya untuk penjernihan air yang digunakan

untuk bahan baku pembuatan ammonia dan urea, juga dapat digunakan sebagai air

bersih yang bisa dikonsumsi. Selain menghasilkan jenis air yang berkualitas untuk

berbagai keperluan di atas juga dihasilkan untuk :

a. Air pendingin dengan kapasitas keluaran sebesar 573 m3/jam.

b. Air minum dengan kapasitas keluaran sebesar 75 m3/jam.

c. Air untuk kebutuhan pemadam kebakaran.

d. Air bebas mineral untuk umpan ketel pada unit pembangkit uap berkapasitas

   180 ton/jam.

4. Unit Pemisahan Udara

     Unit ini bekerja untuk memisahkan Nitrogen dari udara bebas yang

ditangkapnya melalui ketel. Kapasitas keluar nitrogen yang dihasilkan sebesar 260

Nm3/jam.

5. Unit Urea

   Pada unit      urea ini mempunayi bahan baku dari unit ammonia yang

menghasilkan Ammonia dan Karbon Dioksida (CO2) yang kemudian diproses

pada unit urea untuk dijadikan urea curah (Urea Prill) dengan bentuk fisik berupa

butiran. Unit produksi urea ini berkapaitas terpasang 1275 MT/hari atau dalam

setahun bisa menghasilkan urea 570.00 MT/tahun
6. Unit Ammonia

   Unit produksi ammonia ini mempunyai karakteristik unit yang lain daripada

yang lain, ini disebabkan karena tipe produk ini berupa bahan kima berupa gas

ammonia (NH3) dengan kapasitas keluaran yang dihasilkan sebanyak 1.000

MT/tahun. Produk selain ammonia yang dihasilkan pada unit produksi ini adalah

gas karbon dioksida dan gas hydrogen dengan masing-masing kapasitas

terpasangnya sebesar 1.300 MT/tahun dan 1.000 MT/tahun.

7. Unit Pengantongan

   Di unit ini PT. PUPUK KUJANG mengakhiri proses produksinya sebelum

jatuh ke tangan konsumen. Dikatakan sebagai proses terakhir karena setelah

dilakukannya posesi pengantongan, maka pupuk tersebut siap di angkut ke dalam

bak truk dan di kirim langsung ke konsumen atau gudang penyimpanan. Dalam

unit ini terjadi beberapa penanganan urea dalam kantong, yang diantaranya adalah

sebagai berikut :

a) Unit Pengolahan Urea Curah (bulk handling system)

   Urea dari prilling tower dikirim ke bagian pengantongan melalui belt conveyor

toyo U-JF 301, lalu ditranfer ke belt conveyor 2801-VA/VB yang disebut juga

dengan transfer conveyor untuk di tampung dalam tempat penyimpanan

sementara yang disebut dengan surge hopper 2801 – F. Surge hopper ini

dilengkapi dengan    fibrating feeder untuk mengatur pengeluaran butiran urea

curah agar lubang hopper tidak tersumbat. Urea curah ini kenudian dikirim ke bin

storage melalui transfer conveyor 2801-VD yang dilengkapi dengan traveling

tripper 2801-VE. Bin storage juga dilengkapi dengan high level dan low level
switch yang menunjukan kondisi bin penuh atau kosong. ada 10 buah bin-storage

di unit pengatongan ini, tetapi pada kondisi normal, perusahaan hanya

menggunakan empat buah bin yang beroperasi. Kapasitas tiap bin adalah 80 ton.

b) Unit Pengantongan Urea

   Pada bagian bawah bin-storage terdapat mesin yang digunakan untuk

menimbang dengan kapasitas 50 kg dengan akurasi timbangan ± 250 gram. Untuk

memuat butiran urea curah kedalam kantong, operator tinggal memasang kantong

pada bagian bawah weighing machine, kemudian menginjak pedal yang disebut

dengan foot pedal switch untuk mencurahkan urea kedalam kantong yang

terpasang. Bila urea dengan takaran yang diinginkan telah tercurah seluruhnya ke

dalam kantong, maka kantong yang terpasang akan melepas dengan sendirinya

dan langsung dibawa oleh belt conveyor menuju bagian penjahitan yang masih

dalam satu area unit produksi.

   Pada kondisi normal kapasitas mesin jahit di unit ini adalah 12

kantong/menit/mesin. Sesuai dengan jumlah bin-storage yang beroperasi, maka

jalur penjahitan ini juga ada empat buah. untuk pengendalian mutu, untuk setiap

20 kantong di ambil satu sample untuk ditimbang ulang dan diteliti jahitannya.

Bila hasilnya kurang baik maka mesin penimbang di set ulang dan mesin jahit

diperbaiki atau diperkecil kapasitas jahitnya.

c) Unit Pengelolaan Kantong

   Urea yang telah dikemas dengan apik dalam karung plastik dan dijahit dengan

kuat akan dibawa ke sarana angkutan atau gudang penyimpanan dengan belt

conveyor. Sarana angkutan yang tersedia di sana adalah truk dan kereta api.
   Untuk urea yang akan dibawa ke truk di gunakan short conveyor sebanyak

empat buah dengan kapasitas normal rata-rata 1920 kantong/jam/conveyor,

sedangkan untuk urea yang dibawa       ke kereta api dipakai mobile transfer

conveyor, kemudian conveyor 2804-VA/VB, bag flattener, lalu ke overhead

covenyor I, berputar ke arah stationery rail car loading, dan masuk ke gerbong

kerta api. Untuk mengarahkan kantong-kantong urea agar menuju gerbong dipakai

bag diverter U. Urea kantong yang tidak termuat dalam truk atau kereta api,

disimpan didalam gudang yang akan menjadi persediaan barang dagangan. Sistem

penyimpanan yang digunakan dalam sistem pindang, agar kapasitas penyimpanan

dapat maksimal dan pengambilannya mudah. Kapasits penyimpanan adalah

35.000 ton urea bagged.

   Dalam perkembangan yang terjadi sekarang ini, PT. Pupuk Kujang merasa

perlu untuk melakukan pengembangan usaha. Oleh karena itu, maka dilaksanakan

pembangunan beberapa unit produksi untuk menunjang pelaksanaan produksi di

PT. Pupuk Kujang. Selain itu, usaha tersebut diperuntukkan dalam menunjang

program pemerintah antara lain menumbuhkan usaha keterkaitan industri dan

meningkatkan ekspor hasil industri atau mensubstitusi produk impor. Pabrik-

pabrik tersebut antara lain adalah :

1. Pabrik Asam Formiat.

   Pabrik ini dibangun di Kawasan Industri Kujang Cikampek dan dikelola oleh

PT. Sintas Kurama Perdana, yang merupakan salah satu perusahaan patungan PT.

Pupuk Kujang. Asam formiat mulai diproduksi sejak bulan Agustus 1988 dan

diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 November 1988. kapasitas
produksi 11.000 MT/tahun, sedangkan pemasarannya 60% dalam negeri dan 40%

ekspor.

2. Pabrik Gasket.

   Pabrik Gasket yang dikelola oleh PT. Kunisel Nusantara ini menghasilkan

gasket dengan kapasitas 2.260 MT/tahun untuk keperluan industri otomotif,

industri kimia, industri perkapalan, dan lain-lain. Jenis gasket yang diproduksi

adalah Joint sheet, steel beston, dan spiral wound. Pabri ini mulai beroperasi bulan

April 1989. Ekspor pertama gasket atau sealing material yaitu ke Jepang pada

tanggal 2 Agustus 1989.

3. Pabrik Katalis.

   Pabrik ini dibangun di Kawasan Industri Kujang Cikampek dengan kapasitas

produksi 11.000 MT/tahun. Pengelola pabrik ini adalah PT. Pupuk Kujang Sud

Cheni Catalyst, yaitu sebuah perusahaan patungan PT. Pupuk Kujang. Produk

katalis ini sangat diperlukan bagi industri pupuk dan pengolahan minyak bumi.

Jenis katalis yang diproduksi adalah katalis HTS (C-12), katalis LTS (C-18), Zn

Oxide Absorbent (C-7), katalis Primary reformer (C-11), dan katalis Secondary

reformer (C-14).

4. Pabrik Kemasan.

   Pabrik    ini   dibangun   di   Kawasan    Industri   Kujang    Cikampek     dan

pengelolaannya oleh PT. Megayaku Kemasan Perdana, dengan kapasitas produksi

640.000 buah/tahun. Pabrik ini mulai berproduksi pada bulan Januari 1990. Pabrik

ini memproduksi Jerry Can yang diperlukan untuk pengemasan bahan-bahan

seperti asam formiat, asam nitrat, hidrogen peroksida, dan lain-lain.
5. Pabrik Ammonium Nitrat.

   Ammonium nitrat digunakan sebagian besar untuk bahan baku peledak. Bahan

baku pembuatan Ammonium nitrat adalah ammonia dan asam nitrat, dimana asam

nitrat sendiri diperoleh dari reaksi ammonia, udara, dan air. Kapasitas produksi

pabrik ammonium nitrat 49.510 ton/tahun dan pabrik ini dibangun di Kawasan

Industri Kujang Cikampek dan dikelola oleh PT. Multi Nitrotama Kimia, salah

satu perusahaan patungan PT. Pupuk Kujang. Pabrik ini mulai beroperasi pada

bulan Oktober 1990.

6. Pabrik Hidrogen Perokside.

   Hidrogen perokside sangat berguna untuk industri kertas dan tekstil. Bahan

baku yang digunakan adalah gas hidrogen yang diperoleh dari pemurnian gas

buangan dari hidrogen recovery unit pabrik ammonia. Pabrik ini dibangun di

Kawasan Industri Kujang Cikampek dan pengelolaannya dilakukan oleh PT.

Peroksida Indonesia Pratama. Kapasitas produksi 10.500 ton/tahun H2O2 dengan

konsentrasi 50%.

7. Proyek Kujang 1 B.

   Proyek ini bertujuan membangun pabrik amonia atau urea sebagai pengganti

dari pabrik amonia atau urea yang ada yang telah beroperasi sejak akhir tahun

1978. Kapasitas pabrik sama seperti pabrik yang ada yaitu amonia 330.000

ton/tahun dan pabrik urea 570.000 ton/tahun. Proses yang akan digunakan adalah

proses hemat energi. Pabrik ini direncanakan mulai beroperasi tahun 2005.
8. Industri Peralatan Pabrik.

   PT. Pupuk Kujang telah mengembangkan industri peralatan pabrik untuk

Pabrikasi peralatan pabrik bagi keperluan industri pupuk dan industri kimia

lainnya. Kapasitas produksi 500 ton/tahun.

9. Unit Jasa Pelayanan Industri.

   Merupakan unit kerja yang terdiri dari beberapa tenaga ahli dalam bidangnya

masing-masing guna melayani setiap permintaan jasa dalam bidang Operasi dan

pemeliharaan pabrik, rancang bangun dan perekayasaan konstruksi, laboratorium,

inspeksi dan keselamatan kerja. Beberapa perusahaan telah memanfaatkan jasa

pelayanan industri PT. Pupuk Kujang antara lain pabrik-pabrik pupuk, pabrik

rayon, pabrik tekstil, pabrik polyethylene dan lain-lain.

10. Pusdiklat Industri.

   Kegiatan pusdiklat industri PT. Pupuk Kujang dikembangkan dan didukung

oleh tenaga ahli dan berpengalaman dalam bidang operasi dan pemeliharaan

pabrik, rancang bangun dan manajemen konstruksi. Seluruh kegiatan pusdiklat

industri ini selalu diperuntukkan bagi kepentingan intern PT. Pupuk Kujang

sendiri guna menambah pengetahuan dan wawasan, juga disediakan untuk

memenuhi     permintaan     pihak    luar.   Perusahaan-perusahaan   yang   telah

memanfaatkan jasa diklat industri ini antara lain industri pupuk, pengelolaan

minyak PERTAMINA, dan Perokimia Nusantara Interindo.
11. Kawasan Industri.

   PT. Kawasan Industri Kujang Cikampek (KIKC) adalah anak perusahaan PT.

Pupuk Kujang yang telah berdiri sejak tahun 1990 untuk mengelola kawasan

industri di komplek PT. Pupuk Kujang Cikampek dengan luas area 140 Ha. KIKC

juga menyediakan jasa yang diperlukan untuk memperoleh semua perijinan

pendirian pabrik, impor bahan baku dan ekspor produk.

								
To top