Tidak Dibenarkan Meminta Allah Sebagai Perantara Kepada Makhluk by ManusiaBiasa3

VIEWS: 3 PAGES: 1

									Tidak Dibenarkan Meminta Allah Sebagai Perantara Kepada
Makhluk-Nya

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab


Diriwayatkan dari Jubair bin Muth'im bahwa ada seorang badui datang kepada Nabi
Shallallahu 'alaihi wa Sallam seraya berkata: "Ya Rasulullah! Orang-orang kehabisan
tenaga, anak-bini kelaparan dan harta benda musnah. Maka mintalah siraman hujan
untuk kami kepada Tuhanmu. Sungguh, kami meminta Allah sebagai perantara
kepadamu dan kami memintamu sebagai perantara kepada Allah." Ketika itu,
bersabdalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam:

"Subhanallah, Subhanallah." Beliau pun tetap bertasbih sampai tampak pada raut
muka para sahabat (perasaan takut karena kemarahan beliau). Kemudian beliau
bersabda: "Kasihanilah dirimu. Tahukah kamu siapakah Allah itu? Sungguh,
kedudukan Allah jauh lebih Agung daripada yang demikian itu. Sesungguhnya, tidak
dibenarkan Allah diminta sebagai perantara kepada siapapun dari makhluk-Nya…"
dan seterusnya. (HR Abu Dawud)

Kandungan tulisan ini:

    1. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menolak dan tidak membenarkan
       orang yang mengatakan: "Kami meminta Allah sebagai perantara kepadamu."
    2. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam marah sekali tatkala mendengar
       ucapan ini dan bertasbih berkali-kali, sehingga para sahabat merasa takut.
    3. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak menolak ucapan orang badui
       tersebut: "Kami memintamu sebagai perantara kepada Allah."
    4. Tafsiran "Subhanallah" (artinya: Mahasuci Allah dari segala hal yang tidak
       layak dengan keagungan dan kebesaran-Nya).
    5. Bahwa kaum muslimin meminta perantaraan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
       Sallam (pada masa hidupnya) untuk memohon (kepada Allah) siraman hujan.

Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

								
To top