Docstoc

Tentang Ucapan Andaikata

Document Sample
Tentang Ucapan Andaikata Powered By Docstoc
					                     Tegak dan Ittiba' Di Atas Manhaj Salaf
    | Halaman Utama | Berita | Artikel | Info | Galeri | Ragam | Search |
      | Masalah Penting | Tauhid | Info Kitab | Masalah Hati | Annisaa |
Halaman Utama > Artikel > Tauhid > Tentang Ucapan: "Andaikata"

Tentang Ucapan: "Andaikata"

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab


Firman Allah Ta'ala (artinya):

"Mereka (orang-orang munafik) mengatakan: 'Andaikata kita memiliki sesuatu (hak
campur tangan) dalam urusan ini, niscaya (kita tidak akan terkalahkan dan) tidak
akan ada yang terbunuh di antara kita di sini (maksudnya: dalam perang Uhud)'.
Katakanlah: 'Kalaupun kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah
ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Dan
Allah (berbuat demikian) untuk menguji (keimanan) yang ada dalam dadamu dan
untuk membuktikan (niat) yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi
segala hati." (Ali Imran: 154)

"Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak
turut pergi berperang: 'Andaikata mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak
terbunuh.' Katakanlah: 'Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang
yang benar'." (Ali Imran: 168)

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut apa yang bermanfaat bagimu dan
mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah
sekali-kali kamu bersikap lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kegagalan,
janganlah kamu berkata: 'Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan
begini atau begitu', tetapi katakanlah: 'Ini telah ditakdirkan oleh Allah; dan Allah
berbuat apa yang Dia kehendaki'; karena ucapan 'seandainya' akan membuka
(pintu) perbuatan syetan."

Kandungan tulisan ini:

   1. Tafsiran kedua ayat dalam surah Ali Imran. Kedua ayat di atas
      menunjukkan larangan mengucapkan "Andaikata" atau "Seandainya" dalam
      hal-hal yang telah ditakdirkan oleh Allah terjadi, dan ucapan demikian
      termasuk sifat-sifat munafik; juga menunjukkan bahwa konsekwensi iman
      ialah pasrah dan ridha kepada takdir Allah, serta rasa khawatir seseorang
      tidak akan dapat menyelamatkan dirinya dari takdir tersebut.
   2. Dilarang dengan tegas untuk mengucapkan "andaikata" atau "seandainya"
      apabila mendapat suatu musibah atau kegagalan.
   3. Alasannya, bahwa ucapan tersebut akan membuka pintu perbuatan syetan.
    4. Bimbingan yang diberikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam (ketika
       menjumpai suatu kegagalan atau mendapat suatu musibah), yaitu supaya
       mengucapkan perkataan yang baik (dan bersabar serta mengimani bahwa
       apa yang terjadi adalah takdir Allah).
    5. Diperintahkan supaya bersungguh-sungguh dalam menuntut segala yang
       bermanfaat (untuk di dunia dan di akhirat), dengan senantiasa memohon
       pertolongan Allah.
    6. Dilarang bersikap sebaliknya, yaitu bersikap lemah.

Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

Created at 03 January 2004 | Tauhid
   Untuk pertanyaan, saran dan kritikan yang berkaitan dengan homepage ini, silakan hubungi kami
                  Tested under IE 5.x, Opera 5.x, Mozilla 0.9.x and Netscape 4.7x

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1
posted:2/16/2012
language:
pages:2
Gye Teenagers Gye Teenagers Blog-ID http://www.blog-id.info
About User and Blogger