Beda Nabi Dan Rasul by ManusiaBiasa3

VIEWS: 56 PAGES: 3

									                     Tegak dan Ittiba' Di Atas Manhaj Salaf
    | Halaman Utama | Berita | Artikel | Info | Galeri | Ragam | Search |
      | Masalah Penting | Tauhid | Info Kitab | Masalah Hati | Annisaa |
Halaman Utama > Artikel > Masalah Penting > Perbedaan Nabi Dan Rasul

Perbedaan Nabi Dan Rasul

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin


Pertanyaan :
Apakah terdapat perbedaan antara nabi dan rasul ?

Jawab :
Memang benar, ada perbedaan antara nabi dan rasul. Ulama mengatakan bahwa
nabi adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah dengan suatu syari'at namun
tidak diperintah untuk menyampaikannya, akan tetapi mengamalkannya sendiri
tanpa ada keharusan untuk menyampaikannya.

Sedangkan rasul adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu
syari'at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya.
Setiap rasul mesti nabi, namun tidak setiap nabi itu rasul. Jadi para nabi itu jauh
lebih banyak ketimbang para rasul. Sebagian rasul-rasul itu dikisahkan oleh Allah
Ta'ala dalam Al-Qur'an dan sebagian yang lain tidak dikisahkan.

Allah Ta'ala berfirman:

       "Artinya : Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum
       kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara
       mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi
       seorang rasul membawa suatu mu'jizat melainkan dengan seizin Allah".
       (Ghafir : 78)
Bertolak dari ayat ini, maka dapat disimpulkan bahwa setiap nabi yang disebutkan
di dalam Al-Qur'an adalah juga sebagai rasul.

Pertanyaan :
Apakah para rasul yang ada itu memiliki keutamaan yang sama di antara mereka ?

Jawab :
Rasul-rasul yang ada tidak memiliki keutamaan yang sama, Allah telah berfirman :

       "Artinya : Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas
       sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata
       (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa
       derajat". (Al-Baqarah : 253)

       "Artinya : Sungguh telah Kami utamakan sebagian nabi-nabi itu atas
       sebagian yang lain". (Al-Isra : 55)

Kita semua wajib beriman dengan seluruh rasul itu bahwa mereka itu benar dan
jujur dalam membawa risalah serta membenarkan apa yang diwahyukan kepada
mereka. Allah berfirman :
       "Katakanlah (hai orang-orang mu'min) : "Kami beriman kepada Allah dan
       apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada
       Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'kub dan anak cucunya, dan apa yang telah
       diberikan kepada Musa dan 'Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi
       dari Rabb-nya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka
       dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (Al-Baqarah : 136)
Dan ini adalah yang diyakini oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam dan orang-orang yang beriman. Allah Ta'ala berfirman:
       "Artinya : Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya
       dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman
       kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya".
       (Al-Baqarah : 285)
Maka kita tidak membedakan salah seorangpun dari rasul-rasul itu dalam hal
mengimaninya; masing-masing benar dan dibenarkan serta risalah yang dibawa
adalah haq.

Akan tetapi kita boleh membedakan dalam dua hal :

Pertama :
Dalam keutamaan. Kita mengutamakan sebagian dari para rasul atas sebagian
yang lain sebagaimana Allah juga mengutamakan sebagian atas sebagian yang lain
serta mengangkat sebagian dari mereka beberapa derajat. Akan tetapi kita tidak
menyatakannya dengan nada membanggakan atau menyatakannya dengan nada
membanggakan atau meremehkan yang diungguli.

Dalam hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa
seorang Yahudi telah bersumpah : "Tidak ! Demi yang memilih Musa atas sekalian
manusia". Maka seorang laki-laki dari Anshar menempeleng muka laki-laki Yahudi
itu ketika mendengar ucapannya seraya mengatakan : "Jangan kau katakan
demikian sedangkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berada di tengah-
tengah kami !". Maka si Yahudi itu datang menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam, dan mengadu kepada beliau. "Aku punya dzimmah (jaminan
perlindungan) dan perjanjian. Lalu apa gerangan yang membuat si fulan
menempeleng mukaku ?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian
bertanya kepada laki-laki anshar tadi : "Kenapa kamu menempeleng mukanya ?".
Maka ia pun mengutarakan permasalahannya, dan Nabi akhirnya murka sampai
terlihat sesuatu di muka beliau. Beliau kemudian bersabda, "Janganlah engkau
melebihkan di antara nabi-nabi Allah!".

Dalam hadits Shahih Al-Bukhari dan yang lain juga disebutkan riwayat dari Abu
Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah
bersabda : "Tidak layak bagi seorang hamba untuk mengatakan, Aku lebih baik
daripada Yunus bin Mata !".

Kedua :
Dalam hal ittiba'. Kita tidak boleh mengikuti rasul kecuali yang memang diutus
untuk kita, yaitu Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena syari'at Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menasakh seluruh syari'at yang sebelumnya.
Allah Ta'ala berfirman :

      "Artinya : Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa
      kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang
      diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu;
      maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan
      janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan
      kebenaran yang datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu,
      Kami berikan aturan (syari'at) dan jalan yang terang (minhaj)". (Al-Maidah :
      48)

Created at 01 December 2001 | Masalah Penting
  Untuk pertanyaan, saran dan kritikan yang berkaitan dengan homepage ini, silakan hubungi kami
                 Tested under IE 5.x, Opera 5.x, Mozilla 0.9.x and Netscape 4.7x

								
To top