Bagaimana

Document Sample
Bagaimana Powered By Docstoc
					                        Bagaimana: Orang Tua Melarang Jihad?
                    15 Jun 2005 | 01:29:23 WIB | Penulis Ulang: admin | Print Out
                 Kategori: Berbakti - Durhaka | Dibuka: 4 x | Ulama: Syaikh Ibnu Baz

Pertanyaan:
Saya ingin turut serta berjihad, hal itu telah membahana di lubuk hati saya, rasanya sudah tidak sabar
lagi. Saya telah mencoba meminta restu ibu saya, tapi beliau tidak setuju. Karena itu, sering kali hal
ini membuat saya kecewa dan saya tidak bisa men-jauhkan diri dari jihad .. Syaikh yang mulia, angan-
angan saya dalam hidup ini adalah jihad fi sabilillah dan terbunuh di jalan Allah, tapi ibu saya tidak
menyetujui. Tolong beri saya petunjuk ke jalan yang sesuai. Jazakumullah khairan.



Jawaban:
Jihad anda dengan berbakti (mematuhi) ibu anda adalah jihad yang besar. Berbaktilah kepadanya dan
berbuat baiklah ter-hadapnya, kecuali bila penguasa menugaskan anda untuk ber-jihad, maka
sambutlah,          berdasarkan        sabda         Nabi       -shollallaahu'alaihi       wasallam-,
èîÅðÐîÇ                                ÇÓòÊïæòáðÑòÊïåò                                 áîÇæòáðÑïèòÇ
"Dan jika kalian diperintahkan untuk pergi berperang, maka berangkatlah." (HR. Al-Bukhari dalam Jaza’
ash-Shaid             (1834);           Muslim            dalam            al-Hajj            (1353)).

Selama penguasa tidak memerintahkan anda, maka tetaplah anda berbuat baik kepada ibu anda dan
menyayanginya. Perlu diketahui, bahwa berbakti kepadanya termasuk jihad yang agung yang lebih
didahulukan oleh Nabi -shollallaahu'alaihi wasallam- daripada jihad fi sabilillah, sebagaimana disebutkan
dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah -shollallaahu'alaihi wasallam-, bahwa seseorang berkata
kepada beliau, "Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling utama?" Beliau menjawab,
ÅðêòåîÇæì                                      ÈðÇääçð                                       èîÑîÓïèòäðçð
"Beriman               kepada               Allah              dan                 RasulNya.            "
Ditanyakan           lagi,         'Lalu          apa          lagi?           "Beliau         menjawab,
ÈðÑñï                                                                                      ÇäòèîÇäðÏîêòæð
"Berbakti               kepada               kedua                orang                 tua.            "
Ditanyakan         lagi,        'Lalu        apa         lagi?         "         Beliau        menjawab,
ÇîäòÌðçîÇÏï                         áêð                          ÓîÈðêòäð                           Çääçð
"Jihad di jalan Allah." (Disepakati keshahihannya. HR. Al-Bukhari dalam Mawaqit ash-Shalah (527);
Muslim         dalam           al-Iman          (58)         dengan            sedikit        perbedaan).

Beliau mendahulukan berbakti kepada kedua orang tua daripada jihad. Pernah seorang laki-laki
menghadap Rasulullah -shollallaahu'alaihi wasallam-, untuk meminta izin, laki-laki tersebut berkata,
"Wahai Rasulullah, aku ingin berjihad bersamamu." Beliau bertanya, "Apakah kedua orang tuanya masih
hidup?" Ia menjawab, "Masih." Beliau bersabda, "Kalau begitu, berjihadlah pada keduanya." (HR. Al-
Bukhari      dalam         al-Jihad       (3004);     Muslim        dalam       Al-Birr     (2549)).

Dalam          riwayat         lain        disebutkan,        bahwa         beliau        bersabda,
ÇðÑòÌðÙò ÅðäîêòçðåîÇ áîÇÓòÊîÃòÐðæòçïåîÇ áîÅðæò ÃîÐðæîÇ äîãî áîÌîÇçðÏò èîÅðäÇñî áîÈðÑñîçïåîÇ
"Kembalilah kepada mereka berdua lalu mintalah izin dari mereka. Jika mereka mengizinkanmu, maka
berjihadlah, tapi jika tidak, maka berbaktilah kepada mereka. " (HR. Abu Daud dalam al-Jihad (2530);
Ahmad                (27320)             dari            hadits             Abu               Sa’id).

Sementara anda, itu adalah ibu anda, maka sayangilah ia dan berbuat baiklah kepadanya sampai ia rela
terhadap anda. Ini berlaku untuk jihad karena keinginan sendiri dan selama penguasa/pemerintah tidak
memerintahkan                                     untuk                                  berangkat.

Namun bila datang serangan menghampiri anda, maka pertahankanlah diri anda atau saudara-saudara
anda seiman, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah. Begitu juga bila penguasa memrintahkan
anda untuk berangkat berperang, walau-pun tanpa restu ibu anda, hal ini berdasarkan firman Allah -
subhanahu                                                                                 wata'ala-,

"Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu, 'Berangkatlah (untuk
berperang) pada jalan Allah' kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu. Apakah kamu puas
dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia
(dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk
berperang, niscaya Allah akan menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum
yang lain, dan tidak akan dapat memberi kemudharatan kepadaNya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas
segala                 sesuatu.               "                 (At-Taubah:               38-39).

Dan                 sabda              Nabi               -shollallaahu'alaihi             wasallam-,
"Dan jika kalian diperintahkan untuk pergi berperang, maka berangkatlah. " (Disepakati keshahihannya.
HR.     Al-Bukhari    dalam    Jaza’    ash-Shaid    (1834);    Muslim     dalam   al-Hajj    (1353)).

Semoga Allah menunjukkan semuanya kepada apa yang dicintai dan diridhaiNya.


Sumber:
Majalah al-Buhuts, nomor 34, hal. 146-147, Syaikh Ibnu Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Kirimkan artikel di atas ke teman:

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: bagaimana
Stats:
views:1
posted:2/16/2012
language:
pages:2
Gye Teenagers Gye Teenagers Blog-ID http://www.blog-id.info
About User and Blogger