Docstoc

RPP & SILABUS SMP IPS BERKARAKTER - BAHAN AJAR PERMUKAAN BUM

Document Sample
RPP & SILABUS SMP IPS BERKARAKTER - BAHAN AJAR PERMUKAAN BUM Powered By Docstoc
					                     KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI


 Standar Kompetensi :
 1. Memahami lingkungan kehidupan manusia
 2. Memahami kehidupan sosial manusia
 3. Memahami kegiatan ekonomi masyarakat

 Kompetensi Dasar       :
 1.1 Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya
     terhadap kehidupan (utama)
 2.4 Menguraikan proses interaksi sosial (tautan)
 6.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk, penggunaan lahan dan pola
     permukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi (tautan)

       Tujuan Pembelajaran:
       Setelah mempelajari pokok bahasan ini siswa diharapkan dapat
       mendiskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan
       dan dampaknya terhadap kehidupan, bentuk-bentuk serta interaksi
       yang terjadi di muka bumi.




                                  GARIS BESAR MATERI

                                                                         Relief Daratan
                                          I. Bentuk-bentuk
                                             muka bumi dan
                                                                        Relief Samudera
                                             dampaknya

                                                                     Tenaga endogen:
                                                                     Diastropisme
                                                                     Vulkanisme
                                                                     Seisme dan mitigasi
                                                                      bencana
                                   II. Proses Pembentukan
   KERAGAMAN                           muka bumi dan
BENTUK MUKA BUMI                       dampaknya                    Tenaga Eksogen:
                                                                     Pelapukan
                                                                     Erosi
                                                                     Sedimentasi
                                                                     Upaya
                                                                     penanggulangannya


                                                                     Proses interaksi social
                                   III.   Proses interaksi social
                                          dan pola kegiatan          Pemanfaatan sumber daya
                                          ekonomi penduduk           yang terbatas untuk
                                                                     memenuhi kebutuhan


                                                                                         150
                                                               MATERI I



Amatilah sebuah Globe! Globe merupakan miniature bumi. Pada permukaannya tergambar
benua-benua dan samudera. Benua digambarkan dengan warna hijau untuk dataran rendah,
                                           kuning     untuk   dataran    tinggi,   cokelat    untuk
                                           pegunungan tinggi, dan putih untuk permukaan
                                           yang tertutup es/salju. Samudera digambarkan
                                            dengan warna biru bergradasi.
                                           Gb. 1.
                                           Permukaan Hemisfer Utara dan Selatan
                                           Sumber :Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE
                                           II


                                           Warna biru muda untuk laut dangkal, biru tua untuk
laut dalam, dan biru tua sekali untuk palung-palung laut yang sangat dalam. Dengan demikian,
permukaan bumi itu tidak rata, baik di atas daratan maupun di dasar lautan (samudera), Tinggi
rendahnya permukaan bumi disebut relief.            Amatilah kembali perbedaan warna pada
permukaan globe atau peta dunia dan pelajarilah penjelasan berikut ini, agar kalian dapat
menunjukkan tempat-tempat di daratan maupun di dasar laut yang berpegunungan, yang
merupakan dataran rendah, yang bergunung api, yang berlembah, dan sebagainya, serta dapat
mengidentifikasi keuntungan dan kerugian adanya bentuk-bentuk tersebut bagi kehidupan
manusia.


I. Bentuk-Bentuk (Relief) Muka Bumi
  A. Relief Muka Bumi di Daratan
            Perhatikan bentuk permukaan bumi ciptaan Tuhan yang terdapat pada Gambar 1.
       samudera meliputi 71% dan daratan 29% dari seluruh permukaan bumi. Belahan bumi
       (hemisfer) utara daratan lebih luas daripada di hemisfer selatan. Baik di daratan maupun
       di dasar samudera terdapat relief muka bumi. Lihatlah pegunungan yang memanjang,
       gunung-gunung yang tinggi, bukit-bukit yang menggelombang, dataran rendah yang
       luas, dan lembah (ngarai) yang dalam? Tahukah kalian bahwa bentuk yang kalian lihat
       itu tidak abadi, melainkan sedang dalam proses perubahan secara perlahan. Tuhan
       telah berfirman bahwa semua yang ada di alam semesta ini tidak ada yang abadi,
       termasuk diri kita, suatu saat pasti akan kembali kepada Nya.         Marilah kita pelajari
       bentuk-bentuk muka bumi yang terdapat di daratan.


       1. Gunung
           Apa yang kalian pikiran ketika melihat gunung? Gunung adalah bentuk kerucut
           maupun kubah pada muka bumi yang berdiri sendiri.


                                                                                                151
  Namun ada pula beberapa gunung yang berdekatan saling bersambung, Gunung-
  gunung yang tinggi pada umumnya merupakan gunung api (Gb. 2)




  Gb. 2. Gunung Api
  (Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE II)


  Gunung api yang masih aktif mempunyai kawah atau kepundan dipuncaknya.
  Kawah atau kepundan adalah lobang keluarnya lava dari dari dalam bumi ke
  permukaan. Contoh gunung api yang masih aktif yaitu G. Galunggung (Jawa
  Barat), G. Slamet. Dan G. Merapi (Jawa Tengah), Gunung Semeru, G. Ijen,
  dan G. Bromo (Jawa Timur), G. Agung (Bali), G. Gamalama (Maluku Utara),
  dan carilah pada peta yang digambar dengan segitiga berwarna merah.
  Gunung api yang sudah tidak aktif lebih banyak lagi jumlahnya, seperti G.
  Sumbing, G. Lawu, dan semua gunung pada peta yang digambar dengan
  segi tiga warna hitam. Gunung api sering menimbulkan bencana pada saat
  erupsi (letusannya), bahkan kadang menelan korban ribuan jiwa penduduk
  sekitarnya. Namun tidak sedikit keuntungan yang dianugrahkan Tuhan
  kepada umatnya antara lain kesuburan tanah di daerah tumpahan bahan-
  bahan yang dikeluarkan. Secara spesifik, G. Merapi di Yogyakarta dan G.
  Galunggung di Jawa Barat menghasilkan pasir yang sangat bagus untuk
  bangunan, sedangkan G. Rinjani di P. Lombok menghasilkan batu apung
  (pumice) yang ditambang oleh masyarakat sebagai bahan industri.        Di
  samping itu, keadaan alam di sekitar gunung mempunyai potensi sebagai
  objek wisata, dengan adanya kawah, sumber air panas, dan juga udara
  sejuk, dan pemandangan indah.


2. Pegunungan
      Apa beda antara gunung dan pegunungan? Pegunungan adalah daerah
yang bergunung-gunung. Gunung-gunung tersebut ada yang berapi, ada pula
yang tidak berapi. Contohnya Pegunungan Himalaya di Asia Selatan (tidak



                                                                       152
berapi), dan Pegunungan Bukit Barisan di Sumatera (berapi). Di seluruh dunia
ada dua jalur (rangkaian) pegunungan yang sangat panjang yaitu Circum Pasific
(pegunungan yang melingkari Samudera Pasifik) dan Circum Mediteran (jalur
pegunungan yang pangkalnya melingkari Laut Mediteran atau L. Tengah).
                                                         Kedua jalur tersebut bertemu di
                                                         Indonesia, sehingga negara kita
                                                         sering   terjadi     gempa     (Gb.   3).
                                                         Carilah pada peta, pegunungan-
                                                         pegunungan         baik   di   Indonesia
                                                         maupun di seluruh dunia, sebutkan
                                                         namanya dan di mana letaknya.


Gb. 3. Jalur Pegunungan (warna cokelat)
(Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE II)


         Pegunungan, digambar dengan warna cokelat, makin tinggi, makin tua
warna cokelatnya.             Adanya igir-igir pegunungan menyebabkan timbulnya
masyarakat terisolir seperti Suku Asmat di Lembah Baliem Papua.                            Untuk
membangun jalur transportasi darat, daerah pegunungan merupakan kendala
yang besar, sehingga teknik pemangkasan dan pengurugan (cutting and filling)
yang memakan biaya tinggi harus dilakukan.                        Namun demikian daerah
pegunungan membawa berkah tersendiri.                    Pegunungan tinggi yang berhutan
merupakan kawasan penyerap CO2 yang mencemari udara, kemudian diubah
menjadi O2. Pegunungan yang berhutan lebat juga menyerap panas matahari
sehingga udara selalu sejuk, sehingga uap air lebih cepat mengembun menjadi
awan, dan awan yang padat (mendung) pertanda segera jatuh hujan. Hujan yang
jatuh di daerah pegunungan berhutan lebat, ditangkap oleh mahkota daun,
diserap oleh seresah dedaunan dan humus di bawahnya, dan diresapkan ke
dalam tanah melalui celah-celah akar pepohonan menjadi air tanah. Mahkota
daun dan humus di lereng-lereng pegunungan merupakan pelindung permukaan
tanah terhadap erosi dan banjir. Di samping itu hutan juga merupakan sumber
devisa kedua setelah minyak bumi. Dewasa ini ada kebijakan dunia yang disebut
”perdagangan karbon (carbon trade)”, artinya negara-negara yang banyak membuang
karbon ke udara, harus memberi kompensasi dana (membayar) kepada negara-negara
yang memiliki hutan sebagai pendaur-ulang karbon. Dengan demikian negara kita tidak
perlu lagi mengeksploitasi hutan untuk mendapatkan devisa, karena hutan kita
akan mendapatkan dana dari negara-negara industri. Oleh karena itu jadilah



                                                                                               153
kalian orang bijak yang ikut serta mempertahankan hutan demi menyelamatkan
umat manusia dari berbagai bencana (polusi udara, kekeringan, banjir, badai,
lahan kritis, penipisan sumber-sumber alam, dll.).



3. Dataran Tinggi
        Dataran luas yang letaknya di daerah pegunungan disebut dataran tinggi.
   Dataran tinggi sering juga dinamakan plato (plateau), misalnya Dataran Tinggi
   Dekkan (India), Dataran Tinggi Gayo dan Dataran Tinggi Alas (Aceh), Dataran Tinggi
   Malang Jawa Timur), Dataran Tinggi Bandung (Jawa Barat), dan Dataran Tinggi
   Dieng (Jawa Tengah). Carilah pada peta dataran-dataran tinggi baik di Indonesia
   maupun di dunia, yaitu yang tergambar dengan warna kuning. Dataran tinggi,
   pegunungan dan gunung, merupakan tempat yang indah dan berudara segar,
   sehingga banyak dijadikan objek pariwisata dan tempat peristirahatan. Pariwisata
   merupakan jenis usaha (industri) yang menjual jasa layanan. Di Indonesia objek
   wisata pegunungan sangat banyak, namun belum semunya dikelola secara
   profesional.   Ini merupakan peluang bagi kalian untuk menjadi pengusaha
   kepariwisataan yang handal, yang mampu menyumbang pendapatan negara.


4. Dataran Rendah
   Dataran rendah adalah tanah datar yang luas dengan ketinggian tidak lebih dari 200
   m di atas permukaan laut. Pada umumnya dataran rendah terbentang dari kaki
   pegunungan sampai ke pantai. tetapi ada juga yang terletak di pedalaman seperti
   Dataran Rendah Yogyakarta-Surakarta, terletak antara Pegunungan Selatan dan
   Pegunungan Kendeng di pantai Utara. Lihatlah peta Indonesia dan carilah dataran-
   dataran rendah yang tergambar dengan warna hijau. Dataran rendah pada
   umumnya merupakan hasil endapan sungai yang disebut dataran aluvial. Dataran
   aluvial yang terdapat di kiri-kanan sungai disebut dataran banjir. Dataran ini
   tanahnya subur, sehingga penduduknya lebih padat bila dibandingkan dengan
   daerah pegunungan. Kota-kota besar sejak awal sejarah seperti Mesopotamia (di
   Irak), Aleksandria (di Mesir), Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogyakarta), Majapahit
   (Jawa Timur) dibangun di dataran rendah.        Dataran rendah memiliki banyak
   kemudahan untuk pembangunan di segala bidang.




                                                                                 154
                                                           Gb.4 menunjukkan dataran rendah di
                                                           sebelah timur dan batar Pegunungan
                                                           Avallachia, Amerika Serikat. Perhatikan!
                                                           Warna hijau adalah dataran rendah dan
                                                           warna cokelat adalah igir-igir
                                                           pegunungan.


  Gb. 4. Lembah dan igir-igir Peg. Apallachia, USA
  (Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE II)



5. Lembah




  Gb. 5. Lembah Besar Colorado, USA
  (Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE II)



  Lembah adalah permukaan lekuk yang diapit oleh tebing-tebing curam pada kedua
  sisinya (Gb. 5). Bila pada dasar lembah mengalir sebuah sungai, maka lembah
  tersebut terbentuk oleh erosi selama jutaan tahun. Bila dasar lembah merupakan
  dataran rendah yang memanjang, maka lembah tersebut adalah sebuah graben
  atau slenk, yaitu lembah yang terbentuk karena tanah turun. Lembah di daerah
  yang bergunung-gunung disebut lembah antar pegunungan. Pada peta yang
  dilengkapi dengan garis-garis kontur (contour), lembah adalah tempat-tempat yang
  garis konturnya rapat dan menyudut Garis kontur adalah garis yang menghubungkan
  tempat-tempat yang ketinggiannya sama. Pernahkah kalian melihat peta kontur?
  Tanyakan kepada bapak/ibu guru apa bila di sekolah kalian mempunyai peta
  tersebut, kalian dapat mengamatinya dengan saksama.




                                                           Gb. 6. Peta Contour
                                                           (Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE II)




                                                                                                             155
   Dinding-dinding lembah merupakan jendela keilmuan untuk mempelajari masa lalu.
   Lembah Bengawan Solo telah berhasil menyingkap asal-usul manusia di Pulau
   Jawa, dengan ditemukannya fosil Pithecantropus Erectus oleh Von Koningswal.
   Lembah besar sungai Colorado (Grand Canyon Colorado) di Amerika Serikat juga
   telah membuka sejarah perkembangan bumi sejak jaman awal kehidupan. Lapisan-
   lapisan batuan endapan yang telah berubah menjadi batuan metamorfik dapat
   digunakan sebagai petunjuk umur kulit bumi secara absolut.                       Inginkah kalian
   mengetahui caranya? Pasti bisa, setelah kalian belajar di perguruan tinggi.


6. Daerah Aliran Sungai (DAS)
   Daerah aliran sungai adalah daerah yang terkurung igir pegunungan; di dalamnya
   menyalir sebuah sungai induk dengan sejumlah anak-cabangnya; air hujan yang
   jatuh pada daerah tersebut seluruhnya mengalir melalui anak-anak sungai, masuk
   ke sungai induk dan bermuara di laut. Contoh DAS Bengawan Solo di P. Jawa, DAS
   Kapuas di Kalimantan Barat, DAS Musi di Sumatera Selatan, DAS Mississippi di
   Amerika Serikat, DAS Amazon di Amerika Selatan, dll. Carilah DAS lain pada peta.


   Gb. 7. Daerah Aliran Sungai
   (Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE II)



   DAS yang baik memiliki hutan lebat dibagian hulu, dan merupakan daerah pertanian
   subur di bagian hilir, serta merupakan daerah perikanan yang produktif di sekitar
                                                            muaranya. Dalam sebuah DAS dapat
                                                            ditemukan gunung, pegununan, dataran
                                                            tinggi, dataran rendah dan juga lembah.
                                                            Pengelolaan    sebuah    DAS    secara
                                                            terpadu merupakan pentuk pengelolaan
                                                            lingkungan.         Sebagai     contoh
                                                            Pengembangan       Tennesee      Valey
                                                            Authority (TVA) di Amerika Serikat yang
   membangun lembah Sungai Tennesee secara lengkap, ada bendungan, irigasi,
   pembangkit tenaga listrik, daerah pertanian, industri, dan pemukiman dengan
   memperhatikan kelestarian lingkungan.


B. Relief Dasar Samudera
           Amati kembali globe atau peta dunia. Perhatikan gradasi warna biru pada
   samudera, makin tua warna birunya, bersarti makin dalam. Pada permukaan dasar
   samudera juga terdapat bentuk-bentuk seperti di daratan, ada yang menonjol ada
   pula yang lekuk.            Variasi bentuk-bentuk pada dasar samudera lebih banyak
   daripada di daratan. Pelajarilah dengan saksama penjelasan berikut ini, dan pelajari
   pula materi ini pada buku pelajaran IPS SMP jilid I.


                                                                                               156
                                  Gb. 8. Relief Dasar Samudera
                        (Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE II)



Bentuk Reliaf dasar samudera meliputi:
1. Dangkalan atau shelf (paparan benua) adalah laut di tepi benua sampai dengan
   kedalaman 200 m Gb.9).         Dasar laut ini masih merupakan bagian dari benua.
   Dangkalan merupakan jalur laut yang paling kaya kehidupan, mulai dari jenis yang
   mengapung di permukaan (plkakton), melayang di dalam air (necton), dan
   menempel di dasar laut (bentos), karena sinar matahari dapat sampai ke dasar laut.
   Contohnya Dangkalan Sunda (Indonesia bagian barat) dan Dangkalan Sahul
   (Indonesia bagian timur). Perhatikan pada peta, warna biru muda pada laut di tepi
   benua-benua, itulah dangkalan/shelf. Sangat disayangkan bahwa dangkalan yang
   kaya sumberdaya laut ini telah banyak tercemar oleh limbah yang barasal dari
   buangan industri, rumah tangga, transportasi, bahkan juga dari limbah pertanian.




                                                          Gb. 9. Shelf dan Lereng Benua
                                                          (Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K.,
                                                          GEODE II)



                                                          Akibatnya              penduduk           yang
   mengkonsumsi ikan dari perairan tersebut dapat menderita penyakit tertentu.
   Contohnya adalah penyakit minamata yang diderita penduduk teluk Minamata di
   Jepang. Penyakit tersebut menyerang persendian, sehingga organ-organ kaki dan
   tangan menjadi kaku, dan cacat selama hidup. Kalian tidak ingin menderita penyakit
   itu? Cara mencegahnya adalah meminimalkan limbah, menjaga kebersihan sungai,
   tidak membuang limbah sembarangan.


2. Lereng benua, yaitu dasar laut yang miring terjal, merupakan peralihan dari
   dangkalan ke laut dalam (GB.9). Lereng ini sangat nyata bila terdapat palung laut
   dalam di sepanjang pantai, seperti pada peralihan dari dangkalan Sunda ke Palung
   Sunda di sisi luarnya. Apa manfaat lereng benua? Secara politis setiap negara



                                                                                                         157
   yang mempunyai wilayah lautan, memerlukan ”batas landas kontinen”.                         Masih
   ingatkah kalian dalam pelajaran PKn?        Pada lereng benua itulah batas landas
   kontinen.


3. Palung laut (Trench)
   Palung laut atau trench adalah lembah di dasar laut yang bentuknya memanjang.
   Contohnya, Palung Mindanau (10.830 meter), Palung Sunda (7.450 meter), dan
   palung Mariana (11.000 meter) yang terdalam di dunia. Palung digambar dengan
   warna biru tua sekali. Carilah pada peta, nama dan letak palung yang terdapat
   diseluruh dunia. Palung laut terbentuk pada garis pertemuan antara dua lempeng
   kerak bumi di dasar samudera, sehingga jalur tersebut merupakan zone yang sangat
   labil. Hasil penelitian tentang gempa bumi menunjukkan bahwa titik pusat gempa
   ter-letak di sepanjang palung laut. Jalur gunung api juga terdapat sejajar dan
   berdekatan dengan palung laut (Gb.10 dan Gb.8).




                                           Gb. 10. Palung dan Pulau-pulau Samudera
                                           (Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE II)



   Di sisi lain, palung laut merupakan tempat pembentukan barang-barang tambang
   yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, namun barang-barang tambang tersebut baru
   dapat dieksploitasi ketika palung laut sudah terangkat menjadi daratan.
    Berarti palung laut merupakan lumbung penyimpan harta karun untuk masa depan.
   Siapa yang mengatur itu semua? Beliau, Yang Maha Pengasih. Kalian percaya itu?


4. Dataran abisal, yaitu dasar laut dalam yang datar dan sangat luas dengan
   kedalaman lebih dari 6.000 meter (Cari pada Gb. 11). Di sinilah tumbuh gunung-
   gunung api laut yang magmanya terbentuk dari pencairan kerak bumi bagian bawah
   sebagai akibat tingginya kandungan mineral radioaktif. Pada dataran abisal ini pula
   terjadinya pemekaran dasar samudera, sehingga menyebabkan daratan Pengea
   (satu benua purba) terpecah-pecah menjadi benua-benua seperti saat ini. Amatilah
   peta dunia atau globe, bahwa bentuk pantai barat Afrika dan pantai timur Amerika
   selatan seperti permainan puzzel, klop bila dipasangkan.              Carilah pantai benua
   mana yang juga seperti itu? Manfaatnya bagi kita adalah sebagai sumber keilmuan
   tentang bumi.




                                                                                                    158
                               Gb. 11. Relief Dasar Samudera



5. Lubuk laut atau basin laut adalah cekungan pada dataran abisal yang bentuknya
   membulat (seperti mangkuk), terjadi akibat penurunan dasar samudera secara
   tektonik (Cari pada Gb. 11). Contohnya: Lubuk Sulu, dan Lubuk Sulawesi. Carilah
   pada peta, warna biru tua yang berbentuk membulat. Di sini hidup organisme bersel
   tunggal yang tidak memerlukan sinar matahari, karena mempunyai sumber cahaya
   sendiri yang berwarna merah, yaitu hewan radiolaria.        Warna merah radiolaria
   menjadi ciri khas batuan sedimen laut dalam yang disebut rijang (chert). Batuan ini
   dapat ditemukan di Taman Nasional Geologi Karangsambung, Kebumen, Jawa
   Tengah. Walaupun pengetahuan kita belum sampai menemukan manfaat lubuk laut,
   namun pasti Tuhan mempunyai maksud tertentu dalam menciptakan sesuatu, tiada
   yang sia-sia. Katakanlah bahwa lubuk laut adalah potensi yang menunggu kalian
   untuk mengeksploitasinya.
6. Ambang laut atau drempel adalah punggung laut yang memisahkan dua basin laut.
   Contohnya, Ambang Laut Sulu, Ambang Laut Sulawesi, Ambang Laut Gibraltar, dan
   sebagainya. Pada peta ambang laut digambar dengan warna biru muda.
   Sebagaimana lubuk laut yg dibatasinya, pengetahuan kita belum dapat menemukan
   manfaat ambang laut secara nyata bagi kehidupan umat manusia, pasti masih
   tersembunyi (Cari pada Gb. 11).


7. Gunung laut adalah gunung api yang tumbuh pada dataran abisal dan puncaknya
   tertutup di bawah permukaan laut.     Bila sudah muncul di atas permukaan laut
   disebut pulau gunung api atau pulau samudera (Cari pada Gb. 11). Contohnya,
   Gunung Mauna Loa (Pulau Hawaii), dan Gunung Gamalama (Pulau Ternate).
   Gunung Krakatau tidak termasuk gunung api laut, karena tumbuh pada Dangkalan
   Sunda merupakan bagian dari benua Asia.          Gunung Krakatau sejenis dengan
   gunung-gunung api di Pulau Sumatera dan Jawa. Kepulauan Hawai merupakan
   surga bagi para peneliti volkanologi, dan para wisatawan dari seluruh dunia. Gunung
   api Mauna Loa mengeluarkan lava setiap saat, dengan letusan tenang, dan lava
   mengalir jauh ke kaki gunung. Sehingga di samping manfaat keilmuan, masyarakat
   setempat dapat menangguk keuntungan dari industri pariwisata.




                                                                                  159
    8. Igir Tengah Samudera merupakan deretan gunung-gunung api laut yang tumbuh
        pada celah retakan dataran abisal. Celah tersebut merekah akibat benturan arus
        magma di dalam mantel bumi yang menuju ke atas. Lama-kelamaan kerak bumi
        pada dasar samudera tersebut pecah, dan bagian-bagiannya terdorong ke samping
        secara horisontal menjauhi retakan.                 Magma dari mantel bumi kemudian keluar
        melalui celah (rift valley), membeku dan menumpuk di dalam dan di sekitar celah,
        membentuk igir panjang yang terdiri atas deretan gunung-gunung api (Gb. 12).


        Igir ini dikenal dengan nama ”igir tengah samudera (mid oceanic ridge)”. Contoh
        yang sangat terkenal adalah Igir Tengah Samudera Atlantik.




        Gb.12 .
        Igir Tengah Samudera dan Celah di puncaknya
        (Tarbuck, Edward J. & Lutgens, Frederick K., GEODE II)

        Dalam ilmu Geologi, celah itu disebut ”batas lempeng divergen (divergent plate
        boundary)”. Pada peta dapat kalian amati warna biru muda yang memanjang di
        tengah Samudera Atlantik dari kutub utara sampai ke Samudera Pasifik Selatan.
        Carilah jalur-jalur warna biru muda di Samudera seluruh dunia, dan tulislah nama
        tempatnya. Kemanfaatan igir tengah samudera juga baru sebatas sebagai sumber
        keilmuan.       Dengan ekspedisi dasar samudera dari Amerika Serikat, Hess (ahli
        Geologi USA) dapat merumuskan teori ”Pusat Pemekaran Dasar Samudera
        (Spreading Center)”.          Ketika teori tersebut digabung dengan teori ”Pengapungan
        Benua (Continental Drift)” dari Wagener (ahli Geologi Jerman), lahirlah teori geologi
        Dunia Baru yang disebut ”Teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic Theory)”.
        Dengan teori tersebut misteri-misteri tentang bumi dapat dijelaskan dengan logis
        (masuk akal).


II. Proses Pembentukan muka bumi dan dampaknya
  Permukaan bumi terdiri atas berbagai bentuk dari yang datar, bergelombang atau berbukit
  sampai bergunung. Keragaman tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui berbagai
  proses dan waktu yang sangat lama. Berbagai bentuk tenaga bekerja untuk mengubah muka
  bumi, baik dari dalam bumi maupun dari luar bumi yang dikenal dengan sebutan tenaga
  geologi. Tenaga dari dalam bumi mengubah bentuk muka bumi sehingga muncul gunung,
  pegunungan, dan lain-lain. Selanjutnya apa yang telah dilakukan oleh tenaga dari dalam
  bumi, kemudian dirombak oleh tenaga dari luar bumi oleh air, angin, es, dan organisme


                                                                                              160
sehingga nampaklah keragaman muka bumi seperti yang kita lihat sekarang. Keragaman
bentuk ketampakan alam di permukaan bumi tidak terjadi dengan sendirinya melainkan
melalui suaru proses alam yang panjang. Keragaman tersebut terjadi karena adanya tenaga
endogen dan eksogen yang ada di bumi. Bagaimana tenaga eksogen dan endogen
membentuk ketampakan alam di bumi?
1. Tenaga Endogen
  Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Berdasarkan penyebabnya,
  tenaga tersebut dapat dibedakan menjadi: tenaga tektonik (diastropisme), vulkanik
  (vulkanisme) dan gempa (seisme). Ketiga tenaga inilah yang membentuk permukaan
  bumi sehingga permukaan bumi tampak beragam.
  a. Diastropisme
     Diastropisme adalah tenaga yang bekerja dari dalam bumi yang mengakibatkan
     pergeseran dan perubahan posisi lapisan batuan sehingga mengubah bentuk muka
     bumi. Gerakan tersebut dapat dibedakan menjadi gerakan orogenesis dan epirogenesis.
     Semua gerakan tersebut akan mengubah bentuk permukaan bumi berupa munculnya
     sesar dan pelipatan. Epirogenesis adalah pengangkatan jalur kerak bumi sehingga
     membentuk pegunungan yang berlangsung sangat lambat dan meliputi daerah yang
     sangat luas.
     Orogenesis adalah proses pembentukan pegunungan (mountain building) atau
     pengangkatan kerak bumi karena tumbukan lempeng. Proses tersebut menghasilkan
     pegunungan berangkai yang bersamaan dengan itu terbentuk sesar dan lipatan. Misalnya
     Pegunungan Himalaya. Jadi, gunungapi tidak termasuk orogenesis karena tenaga yang
     membentuknya adalah tenaga vulkanisme bukan diastropisme.




  b. Vulkanisme
     Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer menyusup ke
     lapisan yang lebih atas atau sampai ke luar permukaan bumi. Aktivitas tersebut
     menghasilkan bentukan berupa kerucut atau kubah yang berdiri sendiri dan disebut
     gunung api. Di manakah biasanya terbentuk gunung api? Untuk menjawab pertanyaan
     tersebut perhatikanlah gambar berikut!. Pada gambar tersebut tampak bahwa gunungapi
     umumnya terbentuk pada pertemuan lempeng, terutama lempeng yang saling
     bertumbukan.



                                                                                     161
      Mengapa terbentuk pada pertemuan dua lempeng yang saling bertumbukan? Pada
      pertemuan lempeng tersebut, lempeng samudera menunjam ke bawah dan lempeng
      benua terangkat. Akibat kaku, lempeng benua mengalami retakan. Magma yang cair
      kemudian masuk melalui retakan-retakan tersebut dan membentuk kantong-kantong
      magma. Sebagian magma mampu mencapai permukaan bumi dan membentuk
      gunungapi. Karena itulah, sebagian besar gunungapi terbentuk pada pertemuan lempeng
      tersebut.


2. Tenaga Eksogen

Selain tenaga endogen, permukaan bumi juga mengalami perubahan atau perombakan oleh
tenaga eksogen. Permukaan bumi yang beragam bentuk dan ketinggiannya sebagai hasil kerja
tenaga endogen, kemudian akan berubah dari bentuk asalnya oleh tenaga eksogen. Contohnya,
bentuk lipatan yang pada awal kejadiannya sempurna lengkungannya, kemudian akan berubah
oleh tenaga eksogen sehingga bentuknya di permukaan tampak berbeda dari awal
pembentukannya. Begitu pula dengan sesar yang awalnya tampak bidang atau garis sesar yang
tegas atau jelas, kemudian akan tampak seperti jajaran perbukitan yang tumpul atau terpisah.
Berbagai jenis batuan beku juga akan berubah bentuk oleh pengaruh tenaga eksogen melalui
proses kimia, fisika, dan biologis. Tenaga eksogen yang mengubah bentuk muka bumi
dipengaruhi oleh tiga proses, yaitu pelapukan, erosi, dan sedimentasi. Pelapukan dapat diartikan
sebagai proses penghancuran masa batuan zat penghancur. Pelapukan dapat dibedakan
menjadi pelapukan kimia, fisika dan biologi.
a. Proses Pelapukan
  Batuan yang telah terbentuk melalui berbagai proses akhirnya lama kelamaan akan
  mengalami proses penghancuran atau pelapukan. Batuan yang berukuran besar akan
  terpecah menjadi batuan yang berukuran lebih kecil, bahkan sampai menjadi debu.
  Pelapukan dapat dibedakan menjadi pelapukan fisika, kimia dan biologik-mekanik. Di alam,
  ketiga proses tersebut seringkali terjadi secara bersamaan dalam proses pelapukan. Namun,
  biasanya terdapat satu proses yang lebih dominan dibanding proses pelapukan lainnya.
  1). Pelapukan fisika/mekanik
      Pelapukan fisika atau disebut pula desintegrasi adalah proses penghancuran batuan
      menjadi bagianbagian yang lebih kecil tanpa mengubah komposisi atau susunan




                                                                                            162
    kimiawianya. Proses ini bisa terjadi karena penyinaran matahari, perubahan suhu, dan
    pembekuan air pada celah-celah batuan.
    a). Penyinaran matahari
        Penyinaran matahari yang terjadi secara terus menerus mengakibatkan batuan
        menjadi panas. Jika batuan yang panas tersebut terkena air hujan secara tiba-tiba,
        batuan tersebut akan pecah-pecah.
    b). Perubahan suhu
        Penyinaran matahari juga akan meningkatkan suhu pada siang hari sehingga batuan
        mengalami pemuaian. Sebaliknya, pada malam hari tidak ada penyinaran matahari
        sehingga batuan mengkerut. Proses memuai dan mengerut tersebut ternyata
        kekuatan dan kecepatannya berbeda antara mineral yang satu dengan lainnya dalam
        batuan sehingga batuan menjadi rapuh dan mudah hancur.
    c). Pembekuan air pada celah-celah batuan
        Di daerah dingin, air yang masuk pada celahcelah batuan akan membeku atau
        menjadi es pada saat suhu udara menurun. Karena volume es lebih besar dibanding
        volume air yang masuk pada celah-celah batuan tadi maka es akan menekan celah
        batuan tersebut dengan sangat kuat, sehingga batuan terpecah-pecah


    2). Pelapukan kimia
        Pelapukan kimia atau disebut pula dekomposisi adalah proses penghancuran batuan
        dengan mengubah susunan kimiawi batuan yang terlapukkan. Berlangsungnya
        proses tersebut memerlukan air sehingga di daerah yang curah hujannya tinggi dan
        banyak ditumbuhi vegetasi seperti di Indonesia, proses pelapukan kimia lebih
        berpengaruh dibanding pelapukan fisika. Proses pelapukan kimia dapat dibedakan
        menjadi beberapa jenis, yaitu di antaranya:
        1. proses oksidasi, jika zat pelapuknya adalah oksigen (O2). Contohnya jika besi yang
           bereaksi dengan oksigen akan terbentuk karat pada besi.
        2. proses hidrolisa, jika zat pelapuknya adalah air. Contoh yang sederhana adalah
           pada peristiwa pelapukan di daerah kapur. Batu kapur (gamping) yang bereaksi
           dengan air akan membentuk endapan kalsium bikarbonat berupa stalaktit dan
           stalagmit.
        3). Pelapukan biologik-mekanik
           Pelapukan biologik-mekanik atau organik adalah pelapukan yang disebabkan oleh
           makhluk hidup, baik tumbuhan maupun binatang. Akar-akar yang masuk ke dalam
           tanah memiliki kekuatan yang sangat tinggi, sehingga dapat menghancurka
           batuan.


b. Proses Erosi dan Penyebabnya
 Erosi adalah suatu proses penghancuran tanah dan kemudian dipindahkan ke tempat lain
 oleh berdasarkan penyebabnya erosi dapat disebabkan oleh air, gelombang air laut, es atau
 gletser, angin, dan gravitasi.
 1). Erosi oleh air


                                                                                         163
     Air mampu membawa partikel-partikel batuan atau tanah dan memindahkannya ke
     tempat lain. Air hujan mampu menghancurkan tanah dan membawanya ke tempat yang
     lebih rendah. Air hujan yang terkumpul dan membentuk sungai juga mampu mengerosi
     tanah pada bagian dasar dan tebingnya sehingga terbentuk parit dan sungai yang lebih
     besar. Di pantai, gelombang air laut juga dapat mengerosi pantai sehingga garis pantai
     semakin mundur ke arah daratan. Erosi oleh gelombang laut di daerah pantai ini dikenal
     dengan istilah abrasi. Hasil abrasi dapat berbentuk dinding pantai yang curam (cliff),
     dataran abrasi, relung (lekukan pada dinding cliff), batu layar (stack), dan gua pantai (sea
     cave).
  2). Erosi oleh angin
     Erosi oleh angin ini melibatkan dua proses, yaitu hilang atau pindahnya partikel-partikel
     yang sangat halus oleh angin (deflasi) dan rusaknya permukaan batuan oleh hantaman
     partikel-partkel yang terbawa bersama-sama dengan angin (aeolian abration). Erosi yang
     disebabkan oleh angin ini banyak terjadi di daerah gurun. Bentukan yang dapat dijumpai
     sebagai hasil pengerjaan oleh angin tersebut antara lain adalah berupa batu jamur.


  3). Erosi oleh es atau gletser
     Aliran es yang mencair dapat mengakibatkan erosi pada permukaan tanah atau batuan
     yang dilaluinya. Selain oleh es itu sendiri, aliran ini juga membawa batuanbatuan hasil
     pelapukan yang bertumbukan dengan permukaan tanah atau batuan yang dilaluinya.


c. Proses Sedimentasi
   Sedimentasi adalah proses pengendapan materi-materi hasil erosi yang dibawa oleh tenaga
   pengangkut seperti air, angin, gelombang laut, dan gletser. Materi-materi hasil erosi tersebut
   pada jarak tertentu akan mengalami penurunan kecepatan gerak atau berhenti sama sekali.
   Materi yang lebih besar tentu akan diendapkan terlebih dahulu dibanding dengan materi
   yang lebih halus. Bentukan-bentukan hasil pengendapan ini di antaranya adalah:
   1). delta, yaitu suatu bentuklahan yang dibentuk dari endapan sedimen pada mulut suatu
      sungai, baik di laut maupun di danau.
   2). gisik (Beach), yaitu pantai (shore) yang berlereng landai yang terbentuk oleh material
      lepas-lepas (tak terkonsolidasi) dan terletak antara titik air surut dan letak air pasang
      tertinggi yang dicapai oleh gelombang badai.
   3). sand dunes/gumuk pasir, yaitu gundukan pasir yang terbentuk karena pengendapan oleh
      angin. Gumuk pasir ini banyak dijumpai di wilayah gurun.
   4). bar, yaitu gosong pasir di pantai yang arahnya memanjang.
   5). tombolo, yaitu gosong pasir yang menghubungkan pulau karang dengan pulau utama.


D. Interaksi Sosial manusia di muka bumi
     Tuhan menciptakan bumi seisinya dengan penuh perhitungan. Keragaman bentuk
muka bumi memberikan kesempatan manusia untuk dinamis. Perbedaan tempat tinggal
bukan sebagai penghalang untuk melakukan interaksi. Sungai, hutan, laut dan gunung



                                                                                             164
bukanlah sebagai penghalang manusia untuk melakukan interaksi. Semua justru dapat
menjadi sarana untuk melakukan interaksi sosial.
      Tuhan menciptakan alam yang berbeda supaya manusia saling mengenal. Mengapa?
Karena dengan perbedaan alam menyebabkan manusia akan selalu berusaha melakukan
interaksi dengan manusia lain. Manusia memiliki kodrat saling membutuhkan. Manusia tidak
mungkin hidup sendiri. Tidak mungkin kita menghindar dari interaksi sosial. Apakah yang
dimaksud interaksi sosial?
      Interaksi sosial adalah hubungan sosial antara orang per orang, kelompok dengan
kelompok yang saling mempengaruhi dalam hubungan timbal balik. Mengapa perlu
melakukan interaksi? Interaksi memiliki beberapa tujuan :
1. Menjalin persahabatan
2. Menjalin hubungan usaha
3. Menyelesaikan masalah bersama
4. Melakukan kerjasama
      Proses interaksi dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Interaksi langsung
artinya interaksi yang dilakukan tanpa melalui perantara atau pihak ketiga. Guru mengajar
siswa, diskusi dalam kelas, jual beli di pasar adalah contoh interaksi langsung. Sedangkan
interaksi tidak langsung merupakan interaksi yang dilakukan melalui media atau perantara.
Kamu menitip pesan untuk temanmu, mengirim surat, berbicara melalui telepon adalah
contoh bentuk interaksi tidak langsung. Dilihat dari polanya, interaksi terdiri dari tiga bentuk
yaitu interaksi antarindividu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi kelompok
dengan kelompok.
   Dalam berinteraksi, baik langsung maupun tidak langsung jika kita menghendaki dapat
memberikan manfaat yang bias dirasakan dalam kehidupan, diperlukan adanya keberanian
untuk tampil percaya diri, serta kemampuan untuk menjadi manusia yang betanggungjawab
terhadap apapun yang muncul dalam perilaku kita.

                    Bentuklah kelompok dengan anggota 3-5 orang.
                    Lakukan pengamatan bersama tentang proses interaksi
                    manusia di lingkungan yang berbeda!



E. Pemanfaatan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan
      Tuhan menciptakan alam seisinya untuk kemakmuran umat manusia. Manusia
dijadikan sebagai khalifah di muka bumi berhak mengelola alam. Sumber daya alam
sifatnya terbatas. Bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya yang terbatas tersebut
untuk memenuhi kebutuhannya?

                       Identifikasilah sumber daya yang terbatas. Carilah contoh
                       10 saja jenis sumber daya yang terbatas. Bagaimana
                       penggunaan sumber daya yang terbatas tersebut untuk
                       memenuhi kebutuhan manusia?


                                                                                            165
Simpul IPS
         Baik permukaan daratan maupun dasar laut mempunyai berbagai bentuk
(relief), sehingga ada relief daratan dan relief dasar samudera. Relief Daratan
meliputi gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, lembah, dan
daerah aliran sungai (DAS). Gunung adalah bentuk kerucut yang menjulang di
atas permukaan. Ada gunung api, ada pula yang bukan gunung api. Gunung
api dapat menimbulkan bencana pada saat meletus, tetapi menjadikan tanah
subur, dan potensi objek wisata yang menarik. Pegunungan merupakan
rangkaian gunung-gunung yang memanjang, sedangkan dataran tinggi adalah
daerah datar di pegunungan.

       Gunung, pegunungan dan dataran tinggi yang ditumbuhi hutan lebat
sangat berarti    dalam menjaga kelestarian lingkungan, sumber air dan
kesuburan tanah. Berarti pula jika gundul merupakan sumber bencana banjir
dan tanah longsor. Dataran rendah merupakan daerah yang mempunyai
kemudahan untuk berbagai kepentingan. Pada umumnya dijadikan lahan
persawahan, permukiman, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi, social, budaya
dan pemerintahan. DAS adalah daerah yang ketika hujan turun airnya mengalir
ke sebuah sungai yang mengalir di dasar lembah. Pengelolaan DAS secara
terpadu merupakan pembangunan masyarakat secara menyeluruh, baik fisik
wilayahnya, maupun kondisi sosial-ekonomi penduduknya. Relief dasar
samudera, terdiri atas dangkalan (shelf), lereng benua, palung laut, lubuk laut,
ambang laut, dataran abisal, gunung api laut, Igir tengah samudera.

        Tuhan menciptakan alam seisinya dengan penuh perhitungan.
Perbedaan bentuk permukaan bumi membuktikan bahwa Tuhan menciptakan
makhluknya dengan penuh perbedaan. Umat manusia selalu terdorong
melakukan melakukan interaksi. Tuhan juga menciptakan manusia sebagai
khalifah di muka bumi. Sudah selayaknya kita memanfaatkan sumber daya yang
terbatas dengan arif dan bijak.




                                                                                   166
Uji Kompetensi

Soal Objektif (10 butir)

1. Keuntungan bidang ekonomi dari gunung, pegungan dan dataran tinggi adalah ….

       a. Menyuburkan tanah

       b. Menangkap air hujan

       c. Beropensi sebagai objek wisata

       d. Menimbulkan pemandangan indah

2. Gunung api yang menghasilkan batu apung adalah …

       a. G. Merapi di Jawa Tengah

       b. G. Galunggung di Jawa Barat

       c. G. Gamalama di P. Ternate

       d. G. Rinjani di P. Lombok

3. Lembah yang menyimpan sejarah sejarah nenek moyang manusia adalah …..

       a. Lembah Bengawan Solo

       b. Lembah Baliem

       c. Lembah Besar Colorado

       d. Lembah Amazon

4. Daerah Aliran Sungai adalah daerah disekitar sungai yang ……

       a. Menjadi sumber air sungai

       b. Memanfaatkan air sungai

       c. Terletak di hilir sungai

       d. Merupakan endapan sungai

5. Kebijakan carbon trade merupakan keuntungan bagi Indonesia atas adanya …..

       a. Gunung api

       b. Hutan tropic

       c. Dataran rendah

       d. Daerah aliran sungai

6. Shelf adalah jalur dasar laut paling kaya kehidupan, karena ….

       a. Merupakan bagian dari benua

       b. Kedalamannya > 200 meter



                                                                                167
          c. Sinar matahari mencapai dasar laut

          d. Banyak mendapat limbah dari daratan

   7. Bentuk dasar laut yang digunakan sebagai batas landas kontinen suatu Negara
      adalah ….

          a. Palung laut

          b. Igir tengah samudera

          c. Ambang laut

          d. Lereng benua

   8. Pulau Bunaken yang menjadi objek wisata bahari di Manado adalah bentuk …..

          a. Ambang laut

          b. Dangkalan

          c. Pulau gunung api

          d. Pulau karang cincin

   9. Magma gunung api di Kepulauan Hawai berasal dari ………..

          a. Tumbukan lempeng kerak bumi

          b. Pecahnya lempeng kerak bumi

          c. Bahan cair-liat mantel bumi

          d. Konsentrasi bahan radio aktif

   10. Penelitian tentang Igir tengah samudera dan bukti-bukti pergeseran benua
       menghasikan teori tektonik dunia baru yaitu teori …..

          a. Continental drift

          b. Plate Tektonic

          c. Sea floor spreading

          d. Jigsaw puzzel

KUNCI:    1=c      2=d 3=a 4=a 5=b
          6=c      7 = d 8 = c 9 = d 10 = b


A. Soal Uraian (   4 butir)

   1. Apakah keuntungan dan kerugian bagi suatu daerah yang memiliki gunung,
      pegunungan dan dataran tinggi?

   2. Mengapa shelf merupakan jalur laut yang paling produktif?

   3. Apakah upaya yang harus dilakukan untuk menjaga kelestarian sumberdaya laut
      pada shelf?

   4. Bagaimana proses terjadinya igir tengah samudera?


                                                                                    168
   TUGAS

1. Lakukan pengamatan keadaan alam di sekitar rumah tempat tinggalmu (individual).

2. Identifikasi bentuk-bentuk muka bumi yang dapat diamati dengan jelas.

3. Deskripsikan masing-masing bentuk tentang keadaan alamnya, serta keuntungan dan
   kerugiannya.

4. Tulislah laporan kalian dalam bentuk ketikan dengan jarak 1.5 spasi, huruf Arial 11,
   dengan kertas A-4, lengkapi pula dengan gambar atau foto-foto yang terkait.



                            ************* msm ****************




                                                                                          169

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:714
posted:2/15/2012
language:Malay
pages:20
Description: RPP & SILABUS SMP IPS BERKARAKTER