Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

teori-belajar-skinner

VIEWS: 46 PAGES: 5

									Teori Belajar Skinner
1.     Behaviorisme RadikalSkinner mengadopsi dan mengembangkan filsafat ilmiah yang
dikenal sebagai radical behaviorism ( bahaviorisme radikal ). Teori belajar behavioristik
menggunakan istilah seperti dorongan, motivasi, dan tujuan untuk menjelaskan aspek tertentu
dari perilaku manusia dan non manusia. Skinner menolak jenis istilah ini karena istilah itu
merujuk pada pengalaman mental yang bersifat pribadi dan menurutnya menyebabkan psikologi
kembali kebentun non ilmiah. Menurut Skinner, aspek yang dapat diamati dan dapat diukur
dengan lingkungan, dari perilaku organisme, dan dari konsekuensi perilaku itulah yang
merupakan materi paling penting untuk penelitian ilmiah.
2.     Perilaku Responden dan OperanSkinner membedakan dua jenis perilaku yaitu
:a.     Responden Behavior ( perilaku responden ), yang ditimbulkan oleh suatu stimulus yang
dikenali.b.    Operant Behavior ( perilaku operan ), yang tidak diakibatkan oleh stimulus yang
dikenal tetapi dilakukan sendiri oleh organisme.Skinner tidak mengatakan bahwa perilaku
operan terjadi secara independent stimulasi ; dia mengatakan bahwa stimulus yang menyebabkan
perilaku tersebut tidak diketahui dan bahwa kita tidak perlu mengenali penyebabnya karena hal
itu tidak penting. Berbeda dengan perilaku responden, yang bergantung pada stimulus yang
mendahuluinya, perilaku operan dikontrol oleh konsekuensinya.
3.     Pengkondisian Tipe S Dan Tipe R.Dengan adanya dua macam perilaku tersebut, ada dua
macam pengkondisian yaitu :a.       Respondent Conditioning ( pengkondisian responden ) atau
pengkondisian tipe SIndentik dengan pengkondisian klasik, karena menekan arti penting
stimulus dalam menimbulkan respons yang diinginkan. ( berdasarkan besaran / magnitude dan
respons yang terkondisikan).b.     Operant Conditioning ( pengkondisian operan ),
pengkondisian tipe RTipe kondisi yang menyangkut perilaku operan dinamakan tipe R karena
penekanannya pada respons.
4.     Prinsip Pengkondisian Operana.        Setiap respons yang diikuti stimulus dengan
stimulus yang menguatkan cenderung akan diulang.b.        Stimulus yang menguatkan adalah
segala sesuatu yang memperbesar rata – rata terjadinya respons operan.
5.     Kotak Skiner ( skiner box )Kotak skiner merupakan perkembangan dari puzzle box
Thorndike. Skiner menggunakan binatang ( tikus dan merpati ) untuk percobaannya. Kotak
Skiner biasanya menggunakan lantai berkisi – kisi, cahaya, tuas, atau pengukit dan cangkir
makanan. Ketika hewan tersebut menekan tuas, maka secara otomatis, secuil makanan akan jatuh
ke cangkir makanan.
6.     Pencatatan KomulatifUntuk mencatat perilaku hewan dalam kotak Skiner, Skiner
menggunakan pencatatan komulatif ( Comulative Recording ). Waktu dicatat pada sumbu X dan
total exsperimen respons dicatat Y. Pencatatan komulatif ini tidak pernah turun, garisnya naik
atau tetap sejajar dengan sumbu X.Ketika catatan komulatif menunjukkan garis yang sejajar atau
paralel dengan sumbu X, maka hal itu berarti tak ada respons, artinya hewan tidak menekan tuas.
Ketika hewan merespons dengan menekan tuas, maka penulisan garis akan naik dan akan tetap
di level itu sampai hewan merespons lagi.
7.     Pengkondisian Respons Penekanan TuasLangkah yang digunakan daam pengkondisian
respons tuas yaitu :a.    DeprivasiAdalah perangkat prosedur yang dihubungkan dengan
bagaimana suatu organisme melakukan tugas tertentu. Pada proses ini hewan percobaan
diletakkan dalam jadwal deprivasi. Jika makanan akan dipakai sebagai penguat, hewan itu tidak
diberi makan selama 23 jam selama beberapa hari sebelum percobaan. Jika yang dipakai sebagai
penguat adalah air minum, maka hewan tidak diberi minum selama 23 jam sebelum percobaan. (
kotak skinner didesain untuk memberi secuil makan atau beberapa tetes air ).
b.     Magazine TrainingSetelah menjalani deprivasi, hewan kemudian diletakkan di dalam
kotak skinner. Eksperimenter menggunakan tombol eksternal dan secara periodik menarik
mekanisme pemberian makanan ( yang juga dinamakn Magazine ), dan memastikan hewan itu
tidak dekat – dekat dengan cangkir makanan saat eksperimenter menekan tombol ( sebab jika
tidak, hewan itu akan belajar untuk tetap dekat – dekat dengan cangkir makanan ). Ketika
mekanisme pemberian makanan diaktifkan dengan tombol eksternal, akan menghasilkan bunyi
klik yang cukup nyaring sebelum potongan makanan jatuh ke cangkir makanan. Pelan – pelan
hewan itu akan mengasosiasikan ( mengaitkan ) suara klik dari magazine itu dengan adanya
makanan.
c.     Penekanan tuasHewan dibiarkan sendiri dikotak skinner. Pada akhirnya hewan itu akan
menekan tuas, yang akan mengaktifkan magazine makanan, menimbulkan bunyi klik dan
memberi sinyal bagi hewan itu untuk mendekati cangkir makanan. Menurut prinsip
pengkondisian operan, respons penekanan tuas, setelah diperkuat, akan cenderung di ulang, dan
saat di ulang, respons itu diperkuat lagi, yang meningkatkan probabilitas pengulangan respons
penekanan tuas.
8.    PembentukanPembentukan terdiri dari dua komponen, yaitu :a.          Differential
Reinforcement ( penguatan defernsial )Adalah sebagian respons diperkuat dan sebagian lainnya
tidak.b.     Succesive approximation ( keadaan suksesif )Adalah fakta bahwa hnnya respons –
respons yang yang semakin sama dengan yang diinginkan oleh eksperimenterlah yang akan
diperkuat.
9.    Pelenyapan / ExtentionAdalah mencabut penguatan dari situasi pengkondisian operan.
Setelah pelenyapan, respons akan kembali kepada respons dimana penguat belum diperkenalkan.
Selama akuisisi hewan mendapatkan secuil makanan setiap kali dia menenekan tuas. Dalam
situasi ini hewan belajar menekan tuas dan akan terus melakukannya sampai ia kenyang. Jika
mekanisme pemberian makanan mendadak dihentikan dan karenanya penekanan tuas tidak akan
menghasilkan makanan
10. Pemulihan Spontan/Spontaneous RecoverySetelah melakukan pelenyapan, hewan
dikembalikan lagi keasalnya selama waktu tertentu, kemudian dikembalikan lagi kesituasi
percobaan, ia akan menekan tuas tanpa dilatih lagi. Inilah yang dinamakn pemulihan spontan.
11. Perilaku Takhayul ( superstitious bahavior )Perilaku ritualistik, kecakapan bahwa yang
akan dilakukannya akan menghasilkan makanan terjadi setelah pengkondisian operan ketika
mekanisme pemberian makanan diaktifkan, respons akan diperkuat kemudian akan mengaktifkan
respons ritualistik.
12. Operant diskriminatif                    Pada kotak skinner dikondisikan sedemikian rupa
agar hewan menekan tuas saat lampu menyala hewan mendapatkan secuil makanan. Dan jika
lampu padam, hewan tidak menekan tuas dan tidak mendapatkan makanan. Dalam kondisi ini
cahaya menyala didefinisikan ( SD ), cahaya padam ( SΔ ). Itu adalah pengembangan dari
operant deskriminatif, yang merupakan respon operan yang diberikan untuk satu situasi tetapi
tidak untuk situasi lainnya. Tatanan ini dapat disimbolkan sbb : SDÃ R Ã SR di mana R adalah
respons operan dan SR adalah stimulus yang menguatkan. Jadi operan diskriminatif melibatkan
suatu sinyal yang menimbulkan respons yang pada gilirannya menimbulkan penguatan.
Contohnya pada kehidupan sehari – hari. Saat sedang mengendarai sepeda motor, kita bertemu
dengan lampu merah ( SD ), yang menyebabkan berhenti (R). oleh sebab itu kita tidak terkena
tilang atau kecelakaan (SR).
13. Penguat SekunderBerdasarkan prinsip penguatan sekunder , pemasangan cahaya dengan
makanan akan menyebabkan cahaya memiliki properti penguatan tersendiri. Cara untuk
mengujinya adalah dengan melenyapkan respons penekan tuas, sehingga ketika hewan menekan
tuas tidak ada makanan atau miuman yang dieberikan. Pada saat tingkat respon penekan tuas ini
menurun ke level operan, penekanan tuas itu diatur agar menyalakan cahaya tetapi tidak
menghasilkan makanan. Dalam hal ini skinner mencatat ada peningkatan respons. Karena cahaya
itu meningkatakan tingkat respon dan cahaya itu juga memperlama pelenyapan. Dapat dikatakan
bahwa cahaya itu memiliki karakteristik penguat tersendiri melalui asosiasinya dengan makanan
pada masa training.
14. Penguat yang digeneralisasikan.                     Generalized reinforce ( penguat yang
digeneralisasikan ) adalah penguat sekunder yang dipasangkan dengan lebih dari satu penguat
utama. Keuntungan dari penguat yang digeneralisasikan adalah tidak tergantung pada kondisi
deprivasi agar bisa efektif. Contohnya makanan dan uang, hanya akan memperkuat untuk
organisme yang kelaparan, tetapi uang dapat dipakai sebagai penguat tanpa tergantung seseorang
kelaparan atau tidak. Setiap aktivitas yang pernah menybabkan penguatan mungkin akan menjadi
penguatan itu sendiri.    Skiner terkenel dengan konsep Functional Autonomi ( autonimi
fungsional ) dari Gordon Allport (1961) berpendapat bahwa meskipun suatu aktivitas pernah
dilakukan karena aktivitas itu menimbulkan penguatan, setelah beberapa waktu aktivitas itu
sendiri menjadi suatu penguat.
15. Perantaian                      Yang disebut dengan proses perantaian atau proses berantai
adalah Suatu respon dapat membawa organisme berhubungan dengan stimuli yang bertindak
sebagai SD untuk respons lainnya, yang pada gilirannya akan menyebabkannya mengalami
stimuli yang menyebabkan respons ketiga, dan seterusnya. Misalnya, tindakan menekan tuas
dalam kotak skinner bukan merupakan proses yang tunggal. Stimulus dalam kotak skinner
bertindak sebagai SD menyebabkan hewan mendekati tuas. Saat melihat tuas hewan akan
mendekatinya dan menekannya. Penekan mekanisme pemberi makanan bertindak sebagai SD
tambahan, yang menyebabkan hewan mendekati makanan. Tindakan memakan makanan
berperan sebagai SD, yang menyebabkan hewan mendekati tuas dan menekannya kembali.
Dalam hal ini potongan makanan bertindak sebagai penguat positif utama. Dapat dikatakan
bahwa berbagai elemen rantai perilaku disatukan oleh penguat – penguat sekunder, namun
keseluruhan rantai perilaku tergantung pada penguat utama.
16. Penguat positif dan negatif.                       Untuk mempersingkat pandangan Skinner,
pertama adalah primary positive reinforcement ( penguat positif primer ). Sesuatu yang
memperkuat organisme secara alamiah dan berkaitan dengan survival, seperti makanan atau
minuman. Kedua primary negative reinforcement ( penguat negatif primer ) adalah sesuatu
yang membahayakan secara tidak alamiah bagi organisme, seperti setrum listrik atau suara yang
tinggi. Penguatan positif tidak disebut positif lantaran respons menghasilkan sesuatu yang
menyenangkan atau diinginkan. Demikian pula, penguatan negatif tidak disebut negatif lantaran
respons menghasilkan sesuatu yang buruk atau menyenangkan
17. Hukuman ( punishment )                           Punishment terjadi ketika suatu respons
menghilangkan sesuatu yang positif dari situasi atau menambahkan sesuatu yang negatif.
Hukuman didesain untuk menghilangkan terulangnya perilaku yang ganjil, berbahaya, atau
perilaku yang tidak diinginkan lainnya dengan asumsi bahwa seseorang yang dihukumakan
berkurang kemungkinannya mengurangi perilaku yang sama. ( Skinner 1971 ).            Argumen
utama Skinner menentang penggunakan hukuman adalah bahwa hukuman itu dalam jangka
panjang tidak efektif. Jadi hukuman sering kelihatannya sangat berhasil padahal ia sebenarnya
hanya menghasilkan efek temporer. Ada beberapa argumen yang menentang hukuman yaitu
:a.     Hukuman menyebabkan efek samping emosional yang burukb.           Hukuman
menunjukkan apa yang tidak boleh dilakukan organisme, bukan apa yang seharusnya
organisme.c.      Hukuman menjustifikasi tindakan menyakiti pihak laind.     Berada dalam
situasi dimana perilaku yang dahulu dihukum kini dapat dilakukan tanpa mendapat hukuman lagi
mungkin akan akan menyebabkan anak mersa diperbolehkan melakukannya lagi.e.            Hukuman
akan menimbulkan agresi terhadap pelaku penghukum pihak lain.f.          Hukuman sering
mengganti respons yang tidak diinginkan dengan respons yang tak diinginkan lainnya.
18. Alternatif untuk hukuman           Situasi yang menyebabkan perilaku yang tidak diinginkan
bisa diubah, dan itu akan mengubah perilaku. Misalnya, memindahkan gelas hiasan dari ruang
keluarga akan mengeliminasi problem anak memecahkan barang itu. Respons yang tidak
diinginkan dapat diubah menjadi menjemukan dengan cara membiarkan organisme melakukan
respons yang tak diinginkan itu sampai ia bosan. Cara lainnya, adalah membiarkan waktu yang
menentukan, tetapi cara ini boleh jadi akan terlalu lama. Kebiasaan tidak mudah dilupakan.
Alternatif lainnya adalah memperkuat perilaku yang tidak sesuai dengan perilaku yang tidak
diharapkan ( misalnya, anak diajak untuk membaca sebelum ia bermain korek api ketimbang
menemukannya karena bermain korek api ).
19. Perbandingan Skiner dan Thorndike                Antara Skiner dan Thorndike terdapat banyak
persamaan pendapat dalam sejumlah isu penting, tetapi juga mempunyai perbadaan diantara
keduanya. Perbedaan ini diantaranya pengkondisian operan Skiner dengan pengkondisian
Instrumental Thorndike mengilustrasikan bahwa dua pendekatan itu berbeda dan istilah operan
dan instrumental tidak dapat digantikan. Sehingga Skiner dianggap revolusioner dalam sejarah
teori belajar.
20. Jadwal Penguatan                    Meskipun Pavlov (1927, h. 384-386) melakukan
penelitian penguatn parsial, menggunakan pengkondisian klasik, tetapi Skinnerlah yang secara
meneliti secara menyeluruh topik ini. Skinner telah memublikasikan data tentang efek dari
penguatan parsial ketika Humphreys (1939a, 1939b) mengguncang dunia psikologi dengan
menunjukkan bahwa proses pelenyapan adalah lebih cepat sesudah penguatan 100 persen
ketimbang sesudah penguatan parsial. Artinya, jika suatu organisme menerima penguat setiap
kali ia membuat respon yang tepat selama proses pelenyapan,maka responnya akan lenyap lebih
cepat ketimbang organisme dengan respons benar yang tidak mencapai 100 persen. Skiner telah
mempublikasikan tentang penguatan parsial. Penguatan parsial akan menyebabkan resistensi
yang lebih besar terhadap pelenyapan ketimbang penguatan yang berkelanjutan atau pengutan
100 persen, dan fakta ini dinamakan Partian Reinforcement Effect ( PRE).Skinner mempelajari
efek penguatan parsial ini secara ekstensif dan akhirnya menulis sebuah buku bersama Ferster
yang diberi judul Schedules of Reinforcement (Ferster & Skinner,1957).Ada beberapa penguatan
yang lazim dipakai yaitu :
1.     Continuous Reinforcement Schedule ( CRF ), jadwal penguatan
berkelanjutan.Dengan menggunakan CRF, setiap respons yang tepat selama akuisisi akan
diperkuat. Dalam studi penguatan parsial, hewan dilatih dahulu pada jadwal penguatan 100
persen dan kemudian dipindah kepenguatan parsial.
2.     Fixed Interval Reinforcement Schedule ( FI ), jadwal penguatan internal
tetap.Dengan menggunakan FI, hewan akan diperkuat untuk satu respons yangg dibuat hanya
setelah sederet interval waktu. Pada awal interval waktu tetap, hewan merespons dengan lambat
atau bahkan tidak merespons sama sekali. Saat akhir waktu interval makin dekat, hewan pelan
– pelan meningkatkan kesepatan responsnya, dan tampak mengantisipasi moment penguatan.
Jenis respons ini menghasilkan suatu pola pada pencatatan komulatif yang disebut Fixed interval
scallop.
3.    Fixed Ration Reinforcement Schedule ( FR ), jadwal penguatan rasio tetap. Setiap
respons ke – n yang dilakukan hewan akan diperkuat. Faktor penting menentukan kapan suatu
respons diperkuat adalah jumlah dari respons yang diberikan. Secara teori, hewan pada jadwal
interval tetap dapat membuat satu respons saja disetiap akhir interval dan diperkuat setiap kali ia
merespons. Dengan jadwal rasio tetap hal itu tidak mungin ; hewan harus merespons sejumlah
tertentu sebelum diperkuat. Postreinforcement pause terdaji saat penguatan FI dan FR, respons
yang diperkuat diikuti oleh depresi ( penurunan) tingkat respons. Jadwal FR biasanya
menghasilkan garis seperti undak – undakan, yang menunjukkan bahwa hewan secara
temporer berhenti memberi respons setelah suatu respons diperkuat dan kemudian, pada satu titik
tertentu, kembali merespons dengan cepat.
4.    Variable Interval Reinforcement Schedule ( VI ), jadwal penguatan interval
variabel.Hewan diperkuat setelah memberi respons pada akhir interval dari durasi variabel.
Yakni, alih – alih menggunkan interval waktu tetap, seperti dalam jadwal FI, hewan itu
diperkuat pada rata – rata. Jadwal ini mengeliminasi efek yang menyebabkan garis berlekuk
– lekuk seperti yang dijumpai di jadwal FI dan menghasilkan tingkat respons yang tetap dan
moderat.
5.

								
To top