Docstoc

RPP Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Document Sample
RPP Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Powered By Docstoc
					                    PEMERINTAH KOTA SURAKARTA
               DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

KOMPETENSI KEAHLIAN : - AKUNTANSI                    - USAHA PERJALANAN WISATA
                      - ADM. PERKANTORAN              - MULTI MEDIA
                      - PEMASARAN
   Jl. L.U. Adisucipto No. 38 Telp/ Fax. 0271- 726036/740932 Surakarta kode pos 57143
             Website : www.smkn6solo.com email : smk6solo@yahoo.com




SATUAN PENDIDIKAN                      : SMK NEGERI 6 SURAKARTA
BIDANG KEAHLIAN                        : MANAJEMEN BISNIS
PROGRAM STUDI KEAHLIAN                 : AKUNTANSI
KOMPETENSI KEAHLIAN                    : AKUNTANSI
STANDAR KOMPETENSI                      : MENERAPKAN KESELAMATAN,
                                         KESEHATAN, KEAMANAN KERJA DAN
                                         LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
                                         (K3LH)
KELAS                                  : X AK
SEMESTER                               : GASAL
TAHUN PELAJARAN                        : 2011/2012

                   SMK NEGERI 6 SURAKARTA
                    JL. LU. ADI SUCIPTO NO. 38
                                SURAKARTA
                  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                          (RPP)


   Satuan Pendidikan           : Sekolah Menengah Kejuruan
   Bidang Keahlian             : Manajemen Bisnis
   Kompetensi Keahlian         : Akuntansi
   Kelas                       : X AK 2
   Semester                    : Gasal
   Alokasi Waktu               : 2 x 45 menit


1. Standar Kompetensi           : Menerapkan keselamatan, kesehatan, keamanan kerja dan
   lingkungan hidup (K3LH)

2. Kompetensi Dasar             :    Menerapkan     ketentuan   pertolongan   pertama   pada
   kecelakaan (P3K)
3. Indikator pencapaian kompetensi

   3.1. Dapat menjelaskan pengertian P3K
   3.2 . Dapat menyebutkan perlengkapan yang harus ada dalam kotak P3k
   3.3. Dapat menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan
4. Tujuan pembelajaran
   Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan mampu :
   4.1. Menjelaskan pengertian P3K
   4.2. Menyebutkan perlengkapan yang harus ada dalam kotak P3K
   4.3. Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.
5. Materi Pembelajaran

                         Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

       Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) adalah perawatan pertama yang dapat
           dilakukan oleh penolong yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan
           atau sakit yang mendadak sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang
           lebih baik.
 Tujuan P3K adalah mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah,
      menghentikan pendarahan, mencegah nyeri dan menjaga fungsi saluran nafas,
      sehingga korban dapat terselamatkan dari bahaya maut semaksimal mungkin.
 Penanganan P3K ini harus dilakukan secara tepat dan cepat sebab penanganan
      yang salah dapat berakibat buruk, cacat tubuh bahkan kematian.
 Prinsip-prinsip dasar dalam P3K adalah :
         o Mengetahui arti, tujuan P3K dan praktik P3K.
         o Mampu menggunakan alat-alat P3K.
         o Kreatif mencari solusi peralatan pengganti yang kemungkinan tidak selalu
             ada dalam setiap kejadian dan mampu menguasai keadaan.
         o Pastikan penolong bukan menjadi korban berikutnya.
         o Pakailah metode penolongan yang cepat, mudah dan efisien.
         o Buatlah catatan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah dilakukan,
             identifikasi korban, tempat dan waktu kejadian dan sebagainya.
            Perlengkapan dan isi yang harus ada dan tersedia dalam kotak P3K adalah
             :
 a) Kapas putih
 b) Pembalut gulung
 c) Pembalut segitiga
 d) Pembalut cepat steril
 e) Kasa steril
 f)     Plester lebar
 g) Plester cepat
 h) Gunting
 i)     Buku catatan
 j)     Buku pedoman P3K
 k) Daftar isi kotak P3K
 l)     Obat-obatan, antara lain : obat penawar rasa sakit, obat sakit perut, Norit, Obat
        anti alergi, Obat merah, Soda kue, Obat tetes mata dan Obat gosok.
 Secara umum urutan P3K pada korban antara lain :
 a) Jangan panik
        Penolong harus tetap tenang dan cekatan dalam menghadapi korban. Penolong
        yang panik tidak akan dapat bekerja dengan baik. Pertolongan diutamakan
        diberikan pada korban yang paling parah tetapi dimungkinkan untuk selamat.
 b) Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya
        Korban dijauhkan dari hal yang memungkinkan terjadinya kecelakaan
        selanjutnya, selain itu hal ini dilakukan agar penolong lebih tenang dan dapat
        berkonsentrasi untuk menolong korbannya.
 c) Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban
        Jika pernafasan korban berhenti, segera dilakukan nafas buatan.
 d) Perhatikan tanda-tanda shock
        Korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota
        tubuh yang lain. Jika korban muntah-muntah dalam keadaan setengah sadar,
        telungkupkan korban dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh yang
        lain. Jika korban mengalami cedera di dada atau sesak nafas, letakkan korban
        dalam posisi setengah duduk.
 e) Pendarahan
        Pendarahan yang keluar dari pembuluh darah besar akan dapat menyebabkan
        kematian dalam waktu 3-5 menit. Gunakan sapu tangan atau kain yang bersih,
        tekan tempat pendarahan dengan kuat.
 f)            Pindahkan korban dengan hati-hati dan tidak tergesa-gesa
        Korban tidak boleh dipindahkan dari tempat semula bila belum jelas jenis
        cedera dan keparahan cedera yang dialami.
 g) Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat
        Setelah penanganan P3K, bawalah korban ke fasilitas kesehatan terdekat,
        seperti dokter, rumah sakit dan sebgainya.
 Cara menangani berbagai korban yang kebetulan pada saat itu tidak ada ahli
      kesehatan:
   1. Pertolongan pertama pada kasus pingsan
   a.    Jika tidak ada reaksi, miringkan kepala korban dan periksa pernafasannya
   b.    Jika bernafas, kepalanya tetap dimiringkan tetapi periksa kemungkinan adanya
         cedera kepala dan leher, jangan beri makanan atau minuman.
c.     Jika bernafas tetapi mendengkur, mungkin ada yang menyumbat, beri udara
       segar dan beri selimut.
d.     Jalan nafas dapat dibuka dengan cara mendongakkan kepala ke belakang dan
       gerakan rahang bawah ke atas.
e.     Jangan biarkan terlalu lama, segera bawalah korban ke fasilitas kesehatan.
2.     Pertolongan Pertama pada kasus tenggelam
       Kasus tenggelam merupakan kasus yang sering terjadi pada wilayah perairan
seperti di Indonesia, terutama daerah sungai atau pantai. Perlu diketahui adanya
perbedaan media air sebagai sumber persoalan; air asin atau air tawar. Tetapi pada
prinsipnya dalam P3K kasus tenggelam adalah sesegera mungkin mengangkat
korban tenggelam ke permukaan air atau daratan. Hal ini tentu akan dilakukan oleh
orang yang sangat terlatih dalam hal berenang, sehingga penolong pun tidak
menjadi korban berikutnya. Setelah korban tenggelam ini dapat dikeluarkan dari
air,    maka    mengusahakan     untuk   membebaskan      fungsi   pernapasan;      dan
mengeluarkan air yang sudah terminum dengan cara merangsang terjadinya refleks
muntah (bagi pasien sadar), sedangkan bagi korban tak sadar/ koma kita harus
menghindari terjadinya aspirasi (masuknya air dalam saluran napas) serta sesegera
mungkin dibawa ke fasilitas kesehatan yang memadai. Kegawatan pada korban
tenggelam adalah terjadinya kegagalan fungsi pernapasan akibat masuknya
cairan(air tawar/ asin) ke dalam jaringan paru yang dapat menyebabkan gangguan
fungsi respirasi. Semakin cepat diketahui/ ditolong korban tenggelam maka
semakin lebih baik dan mudah untuk penanganan selanjutnya.
3.     Pertolongan pertama pada kasus luka bakar
       Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera
membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri.
Terbakarnya permukaan tubuh membuat sensasi nyeri yang sangat hebat, terutama
pada luka bakar yang tidak terlalu dalam, sehingga syaraf-syaraf nyeri banyak
mengalami rangsangan. Selain itu juga perlu mendapat perhatian sumber penyebab
luka bakar itu apa? Api dan air/ uap panas sangat berbeda, begitu juga dengan
lokasi tubuh yang terbakar. Sangat berbahaya adalah mengirup uap panas, hal ini
akan segera menyebabkan udema jaringan saluran napas, sehingga terjadi
obstruksi saluran napas.
Mengurangi perasaan nyeri yang paling ideal adalah air bersih yang dingin.
Seringkali terjadi kesalahan dalam penanganan luka bakar pada tahapan ini.
Penggunaan bahan selain air bersih merupakan hal yang sangat tidak
menguntungkan bagi korban, karena selain air yang bersih dapat menyebabkan
semakin kotornya permukaan luka, mempersulit pembersihannya pada saatnya
nanti dan dapat menambah rangsangan nyeri itu sendiri. Kalau memungkinkan
berikanlah siraman air mengalir.
4.   Pertolongan Pertama pada kasus sengatan atau gigitan serangga.
         Sebagai pedoman dasar pada setiap luka gigitan, maka yang utama
dilakukan adalah mengeluarkan racun yang sempat masuk ke dalam tubuh korban
dengan menekan sekitar luka sehingga darah yang sudah tercemar sebagian besar
dapat dikeluarkan dari luka tersebut. Seringkali luka yang ditimbulkan tidak
sampai mengeluarkan darah, seyogyanya luka tersebut diperlebar secukupnya
sampai penolong dapat mengeluarkan darah yang tercemar itu. Tidak dianjurkan
mengisap tempat gigitan, hal ini dapat membahayakan bagi pengisapnya, apalagi
yang memiliki luka walaupun kecil di bagian mukosa mulutnya. Sambil menekan
agar racunnya keluar juga dapat dilakukan pembebatan( ikat) pada bagian
proksimal dari gigitan, ini bertujuan untuk mencegah semakin tersebarnya racun
ke dalam tubuh yang lain. Selanjutnya segera mungkin dibawa ke pusat kesehatan
yang lebih maju untuk perawatan lanjut.
5.   Pertolongan Pertama pada Kasus tersengat listrik
a.   Putuskan aliran listrik yang terkena tubuh korban. Perhatikan cara
     memutuskan aliran listrik, jangan sampai penolong menjadi korban
     berikutnya.
b.   Jika luka tersengat listrik terlihat cukup parah, secepatnya bawa korban ke
     fasilitas kesehatan terdekat.
6.   Pertolongan pertama pada kasus patah tulang
        Dalam penanganan patah tulang (fraktur) yang penting diperhatikan adalah
; mencegah komplikasi lebih parah, mencegah perdarahan, mencegah infeksi.
Secara teoritis patah tulang dibagi menjadi 2; patah tulang terbuka dan patah
tulang tertutup. Penanganan pertama pada patah tulang secara prinsipil adalah
menghindari gerakan-gerakan/gesekan-gesekan pada bagian yang patah. Tindakan
ini dapat dilakukan pembidaian/ pasang spalk dengan menggunakan kayu atau
benda yang dapat menahan agar kedua fraksi yang patah tidak saling bergesekan.
Selain itu, khusus pada patah tulang terbuka, maka penolong juga mencegah agar
luka tersebut tidak terkontaminasi dengan kotoran/ infeksi. Pada patah tulang
vertebra, yang perlu diperhatikan adalah saat pengangkatan korban harus dalam
keadaan vertebranya lurus, artinya korban harus diletakkan pada alas kasur yang
keras, untuk menghindari cedera saraf pada vertebra. Patah tulang vertebra
termasuk yang sangat gawat apabila daerah frakturnya sekitar leher, karena dapat
menyebabkan kelumpuhan total pada seluruh anggota badan. Fraktur pada tulang
tengkorak     dapat   menyebabkan     kematian    mendadak,    sehingga    seringkali
pertolongan pertama pun tidak sempat dilakukan.
7.    Pertolongan Pertama pada Kasus Lemah Jantung
a. Perlu diperhatikan bahwa tidak semuanyeri pada dada merupakan gejala sakit
     jantung. Hal itu dapat terjadi karena gangguan pencernaan, stress dan tegang.
b. Tenangkan korban, istirahatkan, posisi ½ duduk, buka jalan pernafasan dan atur
     nafas, longgarkan pakaian dan barang-barang yang mengikat pada badan,
     jangan beri makanan / minuman terlebih dahulu, jangan biarkan korban sendiri,
     bawalah secepatnya jika keadaan memburuk.
8.    Pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan atau minuman
         Penanganannya ialah dengan cara membawa ke tempat teduh dan segar,
usahakan supaya korban muntah, beri norit (jika ada), istirahatkan, jangan diberi
minum sampai kondisinya lebih baik. Jika korban terlihat parah, secepatnya bawa
ke fasilitas kesehatan.
9.    Pertolongan pertama pada kasus mimisan
         Penanganan mimisan yaitu bawalah korban ke tempat sejuk/nyaman,
tenangkanlah korban, korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung,
korban diminta bernafas lewat mulut, bersihkanlah hidung luar dari darah, buka
setiap 5/10 menit. Jika darah masih keluar maka ulangi pertolongan pertama dan
bawa ke fasilitas kesehatan.
          10. Pertolongan pertama pada kasus kram
              Istirahatkan pada posisi nyaman, relaksasi dan pijat berlawanan arah dengan
             kontraksi/kram.
6. Metode Pembelajaran
     6.1 Ceramah bervariasi
     6.2 Video Pembelajaran
     6.3 Tanya jawab
     6.4 Demonstrasi
     6.5 Evaluasi


7. Kegiatan dan Alokasi Waktu
    No.     Jenis Kegiatan                               Alokasi Waktu   Metode
    1       Kegiatan Awal                                10 menit        Tanya jawab (Rasa
            - Apersepsi :                                                ingin tahu)
               Doa                                                      Ceramah
               Memberi salam kepada siswa                               (Tanggungjawab)
               Kesiapan           siswa         dalam
                    pembelajaran (absensi, mengetahui
                    keadaan siswa, dan kebersihan
                    kelas)
            - Motivasi :
               Informasi kompetensi yang ingin
                    dicapai
               Bertanya kepada siswa tentang hal
                    yang berkaitan dengan materi yang
                    akan disampaikan.
    2       Kegiatan Inti                                65 menit        Menyaksikan video,
            EKSPLORASI                                                   ceramah
            a. Guru menyajikan materi                                    (tanggungjawab),
                - Menjelaskan       pengertian   P3K,                    tanya jawab (Rasa
                     Tujuan P3K dan Prinsip-prinsip                      ingin         tahu),
            P3K                                               Demonstrasi
        - Menjelaskan tentang isi kotak
            P3K
        - Menjelaskan urutan P3K
        - Menjelaskan cara penanganan
            berbagai korban
    ELABORASI
    b. Siswa      menyaksikan    video     yang
        berkaitan dengan cara penanganan
        berbagai korban.
    c. Siswa dipilih secara acak untuk
        mendemonstrasikan                  cara
        penanganan korban patah tulang.
    d. Siswa dipilih secara acak untuk
        mengemukakan             pendapatnya
        berkenaan      dengan   materi     yang
        diajarkan.
    e. Siswa      melakukan     tanya     jawab
        tentang       hal-hal   yang     belum
        dimengerti
    KONFIRMASI
    -   Guru memberikan konfirmasi dan
        memberikan bantuan kepada siswa
        ketika       memngahadapi      kesulitan
        terhadap       materi    yang      telah
        dijelaskan oleh siswa


3   Penutup                                        15 menit
    a. Siswa dibantu oleh guru untuk                          Tanya jawab (Rasa
        menyimpulkan materi yang telah                        ingin   tahu)    ,
        dipelajari                                            evaluasi dan Tugas
           b. Guru          memberikan    beberapa                       (Mandiri)
                pertanyaan sebagai evaluasi (tes
                tertulis)
           c. Guru memberikan tugas
          d. Guru menutup kegiatan belajar-
                mengajar dengan salam


8. Alat dan Bahan/Sumber Belajar
   a.    Alat
        - Kotak P3K
        - Laptop
        - power point
        - Lcd
        - Video
   b.    Bahan/Sumber Belajar
   - Euis Honiatri, dkk (2010).Menerapkan Keselamatan, Kesehatan, Keamanan Kerja, dan
            Lingkungan Hidup.Bandung:Armico
   - Sumber dari internet yang relevan.
9. Penilaian
   a. Soal
   1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan perawatan yang dilakukan
         oleh penolong yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit
         mendadak sebelum         di bawa ke fasilitas kesehatan yang lebih baik. Dalam
         memberikan pertolongan pertama, penolong harus mengetahui prinsip-prinsip P3K
         agar tujuan P3K dapat tercapai. Sebutkan prinsip-prinsip P3K!
   2. Swalayan Vista merupakan swalayan yang mempunyai resiko ringan terhadap
         kecelakaan kerja. Swalayan Vista memiliki 25 orang karyawan. Pada suatu hari, ada
         seorang karyawan yang terjatuh dari tangga dan mengalami patah tulang terbuka.
         Dari kasus tersebut, jawablah pertanyaan di bawah ini:
         a. Kotak P3K bentuk berapa yang harus ada di swalayan Vista?Sebutkan isi kotak
            P3K tersebut!
        b. Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar korban untuk
           menolong pegawai tersebut?


b. Kunci
   1.   Prinsip-prinsip dasar P3K
        a) Mengetahui arti, tujuan P3K dan praktik P3K
        b) Mampu menggunakan alat-alat P3K
        c) Kreatif mencari solusi peralatan pengganti yang kemungkinan tidak selalu ada
           pada setiap kejadian
        d) Pastikan penolong bukan menjadi korban berikutnya.
        e) Pakailah metode penolongan yang cepat, mudah dan efisien.jangan sok pahlawan.
        f) Buatlah catatan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah dilakukan, identifikasi
           korban, tempat dan waktu kejadian dan sebagainya.
   2.
    A. Kotak P3K yang harus ada di swalayan Vista adalah kotak P3K bentuk I
         Isi kotak P3K tersebut yaitu:
         a) Kapas putih
         b) Pembalut gulung
         c) Pembalut segitiga
         d) Pembalut cepat steril
         e) Kasa steril
         f)   Plester lebar
         g) Plester cepat
         h) Gunting
         i)   Buku catatan
         j)   Buku pedoman P3K
         k) Daftar isi kotak P3K
         l)   Obat-obatan, antara lain : obat pelawan rasa sakit, obat sakit perut, Norit, Obat
              anti alergi, Obat merah, Soda kue, Obat tetes mata dan Obat gosok.
        B. Yang harus dilakukan oleh orang-orang disekitar korban untuk menolong pegawai
            tersebut adalah:
            Penanganan patah tulang terbuka, penolong harus mencegah agar luka tersebut tidak
            terkontaminasi     (tercemar) dengan kotoran/infeksi. Buat pembalut cincin untuk
            menstabilkan posisi tulang yang mencuat, tutup tulang dengan kaca steril, plastik,
            pembalut cincin, ikat dengan ikatan V. Setelah itu periksa gerakan apakah bagian
            tubuh yang luka bisa digerakkan atau diangkat), ukur bidai disisi yang sehat, pasang
            kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh bawah, pasang bantalan di daerah patah
            tulang, pasang bidai meliputi dua sendi di samping luka, ikat bidai hati-hati, bawalah
            ke fasilitas kesehatan secepatnya.


      2. Penilaian/Norma
        Penilaian berdasarkan bobot nilai yang didapat dari masing-masing nomor pada soal, di
        mana bobot masing-masing poin adalah sebagai berikut :
        Soal 1  40
        Soal 2  60
        Sehingga apabila semua lengkap dan benar maka akan mendapat total nilai 100.


10. Remidial
       Remidi dilakukan dengan memberi soal yang lebih mudah.
       10.1. Soal
            Perintah : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
           1. Apakah pengertian P3K?
       10.2. Kunci
            1. Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) adalah perawatan pertama yang
            dapat dilakukan oleh penolong yang diberikan kepada orang yang mendapat
            kecelakaan atau sakit yang mendadak sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan
            yang lebih baik.
11.           Tugas
       11.1. Terstruktur
            Tugas terstruktur diberikan dengan memberi tugas/pekerjaan rumah kepada siswa, di
            mana tugas tersebut harus dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
     Soal : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
     1. Bagaimana cara penanganan korban kasus serangan panas?
     Kunci :
     Langkah penanganan korban kasus serangan panas:
     Bawa ke tempat teduh dan sejuk. Posisikan senyaman korban.
     Lepaskan pakaian tebal pada korban, jika perlu korban tidak usah memakai
       pakaian à agar keringat dapat menguap.
     Selimuti korban dengan kain yang sudah dibasahi dengan air.
     Kompres pada daerah ketiak, pergelangan tangan, leher, dan lipat paha korban
       dengan es batu yang dilapisi kain atau plastik
     Jika korban sadar, berikan air minum yang sejuk atau minuman dengan kandungan
       elektrolit (mis. air bergaram atau jus) dengan jumlah banyak tapi tidak terlalu
       cepat, kurang lebih sekitar 1 gelas air setiap 15 menit
     Awasi pernapasan dan denyut nadi korban.


11.2. Tidak Terstruktur
     Tugas mencari penanganan korban karena tersedak!




Mengetahui,                                          Surakarta,     November 2011

 Kepala Sekolah                                 Guru,

 SMK Negeri 6 Surakarta




 Dra. Sri Supartini,MM                          Sri Hartini, S.Pd

NIP. 1955030 197903 2 001                       NIP 195506081982112001

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags: K3LH
Stats:
views:2010
posted:2/14/2012
language:
pages:14