RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan
Bidang Keahlian : Manajemen Bisnis
Kompetensi Keahlian : Akuntansi
Kelas : X AK 1, X AK 2, X AK 3
Semester : Gasal
Alokasi Waktu : 8 x 45 menit (4x pertemuan)
1. Standart Kompetensi : Menerapkan keselamatan, kesehatan, keamanan kerja dan
lingkungan hidup (K3LH)
2. Kompetensi Dasar : Mendiskripsikan Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan
Kerja (K3)
3. Indikator pencapaian kompetensi
3.1. Menjelaskan pengertian K3
3.2. Menjelaskan perananan K3 dalam produktivitas kerja.
3.3. Mengidentifikasi tujuan K3
3.4. Menjelaskan K3 dalam perspektif hukum.
4. Tujuan pembelajaran
4.1 Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian K3
4.2 Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat menjelaskan peranan K3 dalam
produktivitas kerja.
4.3 Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat mengidentifikasi tujuan K3
4.4 Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat menjelaskan K3 dalam perspektif
hukum.
5. Materi Pembelajaran
Pertemuan 1
Pengertian kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3)
Kesehatan kerja
Menurut undang-undang kesehatan, yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan
sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial dan ekonomis.
o Individu yang sehat adalah yang bebas dari penyakit, cedera, serta masalah mental
dan emosi yang biasa menggganggu aktivitas manusia normal umumnya.Sedangkan
kesehatan kerja (occupational health) atau sering disebut kesehatan industi yaitu
berkaitan dengan usaha-usaha penyakit-penyakit dalam pekerjaan (accupational
deseances), suatu upaya untuk menjaga kesehatan pekerjaan dan mencegah
pencemaran di sekitar tempat kerjanya.
Keselamatan kerja
Keselamatan merujuk pada perlindungan terhadap kesehjateraan fisik
seseorang.Menurut kamus bahasa Indonesia keselamatan adalah perihal (kedaan)
selamat, kesejahteraan, kebahagiaan dan sebagainya.jadi keselamatan dan kesehatan
kerja adalah pengawasan terhadap orang, mesin, material, dan metode yang
mencangkup lingkungan kerja agar supaya pekerja tidak mengalami cedera.
Keamanan kerja
Menurut kamus bahasa Indonesia adalah keadaan aman, ketentraman, menjaga
(memelihara) ketertiban nasional;kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-
nilai internalnya dari ancaman eksternal.
Keamanan di pabrik atau keamanan kerja adalah melindungi fasilitas pengusaha dan
peralatan yang ada dari akses-akses yang tidak sah serta untuk melindungi para
karyawan ketika sedang bekerja atau melaksanakan penugasan pekerjan.
Pengertian Keselamatan, Kesehatan. Keamanan Kerja (K3)
Adalah satu upaya guna memperkembangkan kerja sama, saling pengertian, dan
partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat
kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan,
kesehatan, dan keamanan kerja dalam rangka melancarkan usaha produksi.
Pertemuan 2
Peranan K3 dalam Produktivitas Kerja
Pemerintah membina perlindungan kerja yang mencakup :
Norma keselamatan kerja
Norma kesehatan kerja dan higene perusahaan atau Hiperkes
Norma kerja
Pemberian ganti kerugian perawatan dan rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja.
Berkaitan dengan hal di atas, terdapat Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang
keselamatan kerja yang pada dasarnya merupakan ketentuan pokok di bidang keselamatan
dan kesehatan kerja. Undang-Undang ini menegaskan ruang lingkup keselamatan dan
kesehatan kerja sebagai berikut :
Ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja berlaku di setiap tempat kerja yang
mencakup 3 unsur pokok yaitu tenaga kerja, bahaya kerja dan usaha baik yang bersifat
ekonomi maupun sosial.
Ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja berkaitan dengan perlindungan:
1. tenaga kerja
2. alat, bahan, pesawat, mesin dan sebagainya.
3. lingkungan
4. proses produksi
5. sifat pekerjaan
6. cara kerja.
Persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja diterapkan sejak tahap perencanaan,
pembuatan, pemakaian barang maupun produk teknis dan seterusnya.
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tanggung jawab semua pihak, khususnya
pihak yang terkait dengan proses penyelanggaraan suatu usaha.
Apabila unsur-unsur di atas berhasil maka akan menimbulkan dampak yang lebih luas antara
lain meningkatnya produktivitas, rasa bebas dari takut untuk menghadapi teknologi canggih
dan menimblkan motivasi kerja serta rasa jati diri yang tinggi.
Secara umum, peranan K3 dalam produktivitas kerja adalah :
Setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam
melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta
produktivitas nasional.
Setiap orang yang berada di tempat kerja perlu terjamin keamanannya.
Setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Untuk mengurangi biaya perusahaan jika terjadi kecelakaan kerja dan penyakit akibat
hubungan kerja, karena sebelumnya sudah ada tindakan antisipatif dari perusahaan.
Pertemuan 3
TUJUAN K3
Kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja yang termasuk dalam suatu wadah
higene perusahaan dan kesehatan kerja (hiperkes). Kesehatan, keselamatan dan keamanan
kerja mempunyai tujuan pokok dalam upaya memajukan dan mengembangkan proses
industrialisasi, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan para buruh atau tenaga kerja.
Tujuan manajemen K3 yaitu :
1) Untuk mencapai derajat kesehatan kerja yang setinggi-tingginya, baik buruh, petani,
nelayan, pegawai negeri, maupun pekerja-pekerja bebas.
2) Untuk mencegah dan memberantas penyakit dan kecelakaan-kecelakaan akibat kerja,
memelihara dan meningkatkan kesehatan, mempertinggi efisensi dan daya produktivitas
kerja, serta meningkatkan kegairahan dan kenikmatan kerja.
Ruang lingkup dan tujuan kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja berdasarkan
ketentuan Pasal 2 Undang-undang Nomor 1 tahun 1970, bahwa yang diatur dalam segala
tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara
yang berada di dalam wilayah hukum Republik Indonesia.
Tujuan dan sasaran Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
antara lain sebagai berikut :
Agar tenaga kerja dan setiap orang lainnya yang berada dalam tempat kerja selalu dalam
keadaan selamat dan sehat.
Agar sumber-sumber produksi dapat dipakai dan digunakan secara efisien.
Agar proses produksi dapat berjalan secara lancar tanpa hambatan apapun.
Setiap usaha keselamatan dan kesehatan kerja tidak lain adalah pencegahan dan
penanggulangan kecelakaan di tempat kerja untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan
produksi serta produktivitas nasional.
Selain itu, hal tersebut juga ditujukan untuk memberikan perlindungan bagi
masyarakat sekitar suatu perusahaan agar terhindar dari bahaya pengotoran oleh bahan-bahan
dari proses industrialisasi yang bersangkutan dan perlindungan masyarakat luas dari bahaya-
bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk-produk industri.
Pertemuan 4
Hukum Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja
A. Pengertian hukum kesehatan dan keselamatan kerja
Merupakan salah satu alat atau sarana untuk melindungi tenaga kerja, perusahaan,
lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja
B. Tiga aspek utama K3 dalam perspektif hukum, yaitu :
Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga, yang disebabkan oleh kelalaian
kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif (tidak menyenangkan)
Norma kesehatan kerja merupakan instrumen yang mampu menciptakan dan
memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya.
Norma Kerja merupakan bagian dari manajemen perusahaan, dalam konteks ini
berkaitan dengan masalah pengaturan jam kerja, shift, kerja wanita, tenaga
kerja kaum muda, pengaturan jam lembur, analisis, dan pengelolaan lingkunan
hidup.
C. Keberadaan K3 muncul bersamaan dengan revolusi industri di Eropa
terutama di Inggris, Jerman, Perancis dan Amerika Serikat.
D. Undang-undang yang mengatur K3 :
Undang-Undang Republik Indonesia No 1 Tahun 1970 tentang keselamatan
kerja.
Tujuan dan sasaran Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja antara lain sebagai berikut :
1. Agar tenaga kerja dan setiap orang lainnya yang berada dalam tempat kerja
selalu dalam keadaan selamat dan sehat.
2. Agar sumber-sumber produksi dapat dipakai dan digunakan secara efisien.
3. Agar proses produksi dapat berjalan secara lancar tanpa hambatan apapun.
Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang
ketenagakerjaan, yang dikemukakan khusus paragraf 5 mengenai keselamatan
dan kesehatan kerja.
Pasal 86 :
1. Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan
atas :
a. Keselamatan dan kesehatan kerja.
b. Moral dan kesusilaan, dan
c. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta
nilai-nilai agama.
2. Untuk melindungi keselamatan pekerja /buruh guna mewujudkan
produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan
kesehatan kerja.
3. Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2)
dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 87 :
1. Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen.
2. Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan
peraturan pemerintah.
PP 14/1993 Tentang penyelenggaraan program jaminan sosial tenaga kerja.
E. Pedoman dari International Labour Organization (ILO) tentang fungsi
pelayanan kesehatan kerja :
Melindungi pekerja terhadap setiap health hazard (bahaya kesehatan) yang
mungkin timbul dari pekerjaan dan lingkungan kerja.
Membantu pekerja enyesuaikan diri denan pekerjaannya, baik fisik maupun
mental dan menyadari kewajibannya terhadap pekerjaanya.
Memperbaiki atau memelihara keadaan fisik, mental dan sosial para pekerja
sebaik mungkin.
6. Metode Pembelajaran
6.1 Ceramah bervariasi
6.2 Tanya jawab
6.3 Evaluasi
6.4 Diskusi
7. Kegiatan dan Alokasi Waktu
Pertemuan 1
No. Jenis Kegiatan Alokasi Waktu Metode
1 Kegiatan Awal 10 menit Tanya jawab
- Apersepsi :
Memberi salam kepada siswa
Kesiapan siswa dalam
pembelajaran (absensi, mengetahui
keadaan siswa, dan kebersihan
kelas)
- Motivasi : 5 menit Pemberitahuan
Informasi kompetensi yang ingin kompetensi yang
dicapai akan dicapai, dan
Bertanya kepada siswa tentang hal menanyakan
yang berkaitan dengan materi yang pengalaman siswa
akan disampaikan. berkaitan dengan
Guru memberi pengantar tentang materi yang akan
materi baru yang akan disampaikan disampaikan
2 Kegiatan Inti 60 menit Diskusi, presentasi
EKSPLORASI
a. Melakukan kajian literature tentang
pengertian keselamatan, kesehatan
dan keamanan kerja.
ELABORASI
b. Siswa berdiskusi tentang pengertian
keselamatan, kesehatan dan
keamanan kerja dengan
memberikan contoh-contohnya.
c. Siswa mempresentasikan hasil
diskusi ke depan kelas.
KONFIRMASI
d. Guru bersama siswa bertanya jawab
meluruskan kesalahan pemahaman,
memberikan penguatan dan Tanya jawab dan
penyimpulan 15 menit evaluasi
3 Penutup
a. Siswa diberi kesempatan untuk
bertanya tentang hal-hal yang belum
dimengerti.
b. Jika semua siswa telah mengerti
maka guru memberikan beberapa
pertanyaan sebagai evaluasi (tes
tertulis)
c. Guru menutup kegiatan belajar-
mengajar dengan salam
Pertemuan 2
No. Jenis Kegiatan Alokasi Waktu Metode
1 Kegiatan Awal 10 menit Tanya jawab
- Apersepsi :
Memberi salam kepada siswa
Kesiapan siswa dalam
pembelajaran (absensi, mengetahui
keadaan siswa, dan kebersihan
kelas)
- Motivasi : 5 menit Pemberitahuan
Informasi kompetensi yang ingin kompetensi yang
dicapai akan dicapai, dan
Guru menanyakan materi pada menanyakan
pertemuan sbelumnya yaitu tentang pengalaman siswa
pengertian K3. yang berkaitan
Guru bertanya kepada siswa dengan materi yang
tentang hal yang berkaitan dengan akan disampaikan
materi yang akan disampaikan.
2 Kegiatan Inti 60 menit Ceramah bervariasi
EKSPLORASI dan diskusi
a. Guru menyampaikan informasi
tentang bahan ajar secara umum
b. Siswa mengkaji permasalahan yang
berkaitan dengan pentingnya K3 dan
pengaruhnya terhadap produktivitas
kerja
ELABORASI
c. Siswa berdiskusi tentang
permasalahan-permasalahan yang
berkaitan dengan pentingnya K3.
d. Siswa melakukan presentasi secara
berkelompok
KONFIRMASI
e. Memberikan umpan balik
terhadap hasil diskusi siswa.
3 Penutup 15 menit Tanya jawab dan
a. Siswa diberi kesempatan untuk evaluasi
bertanya tentang hal-hal yang belum
dimengerti.
b. Guru menutup kegiatan belajar-
mengajar dengan salam
Pertemuan 3
No. Jenis Kegiatan Alokasi Waktu Metode
1 Kegiatan Awal 10 menit Tanya jawab
- Apersepsi :
Memberi salam kepada siswa
Kesiapan siswa dalam
pembelajaran (absensi, mengetahui
keadaan siswa, dan kebersihan
kelas)
- Motivasi : 5 menit Pemberitahuan
Informasi kompetensi yang ingin kompetensi yang
dicapai akan dicapai, dan
Guru menanyakan materi pada menanyakan
pertemuan sbelumnya yaitu tentang pengalaman siswa
peranan K3. yang berkaitan
Guru bertanya kepada siswa dengan materi yang
tentang hal yang berkaitan dengan akan disampaikan
materi yang akan disampaikan.
Guru memberi pengantar tentang
materi baru yang akan disampaikan
2 Kegiatan Inti 60 menit Diskusi
EKSPLORASI
a. Siswa menyimak penjelasan
tentang tujuan pokok K3.
ELABORASI
b. Siswa menelaah tentang tujuan
pokok K3
c. Siswa berdiskusi tentang tujuan
manajemen K3 bagi perusahaan.
KONFIRMASI
d. Siswa melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan;
3 Penutup 15 menit Tanya jawab
a. Siswa diberi kesempatan untuk
bertanya tentang hal-hal yang
belum dimengerti.
b. Guru menutup kegiatan belajar-
mengajar dengan salam
Pertemuan 4
No. Jenis Kegiatan Alokasi Waktu Metode
1 Kegiatan Awal 10 menit Tanya jawab
- Apersepsi :
Memberi salam kepada siswa
Kesiapan siswa dalam
pembelajaran (absensi, mengetahui
keadaan siswa, dan kebersihan
kelas)
- Motivasi : 5 menit Pemberitahuan
Informasi kompetensi yang ingin kompetensi yang
dicapai akan dicapai, dan
Bertanya kepada siswa tentang hal menanyakan
yang berkaitan dengan materi yang pengalaman siswa
akan disampaikan. yang berkaitan
Guru memberi pengantar tentang dengan materi yang
materi baru yang akan disampaikan akan disampaikan
2 Kegiatan Inti 60 menit Ceramah bervariasi
EKSPLORASI dan tanya jawab
a. Guru memberikan penjelasan
kepada siswa tentang pengertian
hukum kesehatan dan
keselamatan kerja
b. Guru menjelaskan kepada siswa
tentang tiga aspek utama K3
dalam perspektif hukum .
c. Guru menjelaskan kepada siswa
tentang undang-undang yang
mengatur K3.
ELABORASI
d. Siswa menelaah tentang pedoman
dari International Labour
Organization (ILO) tentang fungsi
pelayanan kesehatan kerja
e. Guru menanyakan hal-hal yang telah
dijelaskan untuk mengetahui
pemahaman siswa.
KONFIRMASI
f. Guru menarik kesimpulan dan
menjelaskan pengertian kesehatan,
keselamatan, dan keamanan kerja
(K3) secara kesatuan.
3 Penutup 15 menit Tanya jawab dan
a. Siswa diberi kesempatan untuk evaluasi
bertanya tentang hal-hal yang belum
dimengerti.
b. Jika semua siswa telah mengerti
maka guru memberikan beberapa
pertanyaan sebagai evaluasi (tes
tertulis)
c. Guru menutup kegiatan belajar-
mengajar dengan salam
8. Alat dan Bahan/Sumber Belajar
a. Alat
White Board
Spidol
Laptop
Power Point
LCD
b. Bahan/Sumber Belajar
- Euis Honiatri, Tintin Astini dan Endang Tri Murti. 2010. Menerapkan KESELAMATAN,
KESEHATAN, KEAMANAN KERJA, DAN LINGKUNGAN HIDUP (K3LH).
Bandung : Armico.
9. Penilaian
a. Soal
Perintah : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !!
1. Jelaskan pengertian hukum kesehatan dan keselamatan kerja !
2. Jelaskan tiga aspek utama K3 dalam perspektif hukum!
3. Sebutkan undang-undang yang mengatur K3!
4. Sebutkan pedoman dari International Labour Organization (ILO) tentang fungsi
pelayanan kesehatan kerja!
b. Kunci
1. Pengertian hukum kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu alat
untuk melindungi tenaga kerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat
sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja
2. Tiga aspek utama K3 dalam perspektif hukum, yaitu :
Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga, yang disebabkan oleh
kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif (tidak
menyenangkan)
Norma kesehatan kerja merupakan instrumen yang mampu menciptakan dan
memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya.
Norma Kerja merupakan bagian dari manajemen perusahaan, dalam konteks
ini berkaitan dengan masalah pengaturan jam kerja, shift, kerja wanita,
tenaga kerja kaum muda, pengaturan jam lembur, analisis, dan pen gelolaan
lingkunan hidup.
3. Undang-undang yang mengatur K3 :
Undang-Undang Republik Indonesia No 1 Tahun 1970 tentang keselamatan
kerja.
Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang
ketenagakerjaan, yang dikemukakan khusus paragraf 5 mengenai keselamatan
dan kesehatan kerja.
PP 14/1993 Tentang penyelenggaraan program jaminan sosial tenaga kerja.
4. Pedoman dari International Labour Organization (ILO) tentang fungsi pelayanan
kesehatan kerja :
Melindungi pekerja terhadap setiap health hazard (baha ya kesehatan) yang
mungkin timbul dari pekerjaan dan lingkungan kerja.
Membantu pekerja enyesuaikan diri denan pekerjaannya, baik fisik maupun
mental dan menyadari kewajibannya terhadap pekerjaanya.
Memperbaikai atau memelihara keadaan fisik, mental dan sosial para pekerja
sebaik mungkin.
c. Penilaian/Norma
Penilaian berdasarkan bobot nilai yang didapat dari masing-masing soal, di mana bobot
masing-masing soal adalah sebagai berikut :
Nomor 1 25
Nomor 2 25
Nomor 3 25
Nomor 4 25
Sehingga apabila semua lengkap dan benar maka akan mendapat total nilai 100.
10. Remidial
Remidi dilakukan dengan memberi soal yang lebih mudah, di mana soal tersebut
menggantikan soal yang paling banyak siswa yang tidak mampu menjawabnya.
10.1. Soal
Perintah : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Jelaskan pengertian hukum kesehatan dan keselamatan kerja !
2. Jelaskan tiga aspek utama K3 dalam perspektif hukum!
10.2. Kunci
1. Pengertian hukum kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu alat
untuk melindungi tenaga kerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat
sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja
2. Tiga aspek utama K3 dalam perspektif hukum, yaitu :
Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga, yang disebabkan oleh
kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif (tidak
menyenangkan)
Norma kesehatan kerja merupakan instrumen yang mampu menciptakan dan
memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya.
Norma Kerja merupakan bagian dari manajemen perusahaan, dalam konteks
ini berkaitan dengan masalah pengaturan jam kerja, shift, kerja wanita,
tenaga kerja kaum muda, pengaturan jam lembur, analisis, dan pengelolaan
lingkungan hidup.
11. Tugas
11.1. Terstruktur
Tugas terstruktur diberikan dengan memberi tugas/pekerjaan rumah kepada siswa, di
mana tugas tersebut harus dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Soal : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Menurutmu, apakah penerapan hukum yang mengatur tentang K3 sudah berjalan
efektif di Indonesia?
Kunci :
1. menurut kamus bahasa Indonesia keselamatan adalah perihal (kedaan) selamat,
kesejahteraan, kebahagiaan dan sebagainya.
11.2. Tidak Terstruktur
Tugas mencari permasalahan K3 di internet.
Mengetahui, Surakarta, Oktober 2011
Kepala Sekolah SMK N 6 surakarta Guru,
Dra. Sri Supartini, MM Sri Hartini, S. Pd
NIP. 19550330 197903 2 001 NIP 195612111986021003