Docstoc

Skripsi Administrasi Niaga - LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Document Sample
Skripsi Administrasi Niaga - LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Powered By Docstoc
					                                    BAB II
     LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS


A.   Perputaran Aktiva Tetap

     1. Pengertian Aktiva tetap

               Menurut Hendi Somantri (2000:121) “Aktiva tetap atau disebut
        plant assets adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan
        dalam kegiatan usaha perusahaan, dan mempunyai masa manfaat lebih
        dari satu tahun”.
               Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu Aktiva dan

        dikelompokan sebagai aktiva tetap apabila :

        a.   Besar kemungkinan bahwa manfaat keekonomian dimasa yang akan

             datang

        b.   Berkaitan dengan entitas tertentu

        c.   Memajukan pengorbanan ekonomi untuk memperoleh aktiva

        d.   Menunjukan proses akuntansi

        e.   Berkaitan dengan dimensi waktu

               Jadi yang dimaksud aktiva tetap adalah aktiva yang diperoleh dalam

        bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan

        dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka

        kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa lebih dari satu tahun.

        Aktiva tetap lazimnya dicatat sejumlah harga perolehan. yang dimaksud




                                          7
harga perolehan adalah sejumlah uang yang dikeluarkan atau hutang yang

timbul untuk memperoleh aktiva tetap, sampai aktiva tetap yang

bersangkutan siap dioperasikan, maka harga perolehan ditetapkan sebagai

berikut :

1)    Aktiva tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai, harga perolehan

      ditetapkan atas dasar harga beli ditambah dengan harga biaya yang

      terjadi sebubungan dengan usaha menempatkan aktiva tetap yang

      bersangkutan. Contoh : biaya pemasangan, percobaan, dll.

2)    Aktiva tetap yang dibangun sendiri, harga perolehan ditetapkan atas

      dasar biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan

      aktiva tetap yang bersangkutan, hingga siap dipergunakan. Contoh :

      biaya tenaga kerja, biaya tak langsung.

3)    Aktiva tetap yang diperoleh melalui pertukaran non moneter, harga

      perolehan ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva diserahkan atau

      harga pasar aktiva diterima, tergantung harga mana yang lebih wajar.

4)    Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan, harga perolehan

      ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva yang terima atau harga

      taksiran yang wajar.




                                   8
2. Pengertian dan Penilaian Perputaran Aktiva tetap

          Menurut Beams ( 2000: 121) perputaran aktiva tetap adalah “Posisi
   aktiva Tetap dan taksiran waktu perputaran aktiva tetap dapat dinilai
   dengan menghitung tingkat perputaran aktiva tetap yaitu, dengan
   membagi penjualan dengan total aktiva tetap bersih“.
           Maka dapat disimpulkan bahwa perputaran aktiva tetap ditentukan

   oleh 2 faktor utama yaitu, penjualan dan total aktiva tetap bersih. Yang

   dimaksud total aktiva tetap bersih adalah total aktiva tetap setelah dikurangi

   penyusutan aktiva tetap.

   Metode perputaran total aktiva adalah :

   Perputaran total aktiva tetap :           Penjualan
                                     Total aktiva tetap bersih




   Waktu perputaran total aktiva :                 365
                                           Peputaran total aktiva



3. Prinsip Penilaian Aktiva tetap

          Penilaian aktiva tetap berkaitan dengan penentuan nilai pertukaran

   dari aktiva tersebut. Ada dua jenis pertukaran yaitu, nilai keluaran dan nilai

   masukan. Nilai keluaran adalah: aliran dana yang diperkirakan akan

   diterima perusahaan dimasa uang akan datang sesuai dengan harga

   pertukaran. sedangkan nilai masukan menunjukan jumlah rupiah yang




                                       9
harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh aktiva yang akan

digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan.

       Dalam    hubungannya     dengan    pengeluaran-pengeluaran   yang

berhubungan dengan pengunaan aktiva tetap terdiri dari:

a. Pemeliharaan (Maintenance)

   Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk mempertahankan aktiva tetap

   pada kondisi yang tetap baik. Dengan demikian tidak mengakibatkan

   penambahan manfaat.

b. Reparasi

   Adalah pengeluaran yang bertujuan mengembalikan aktiva tetap pada

   kondisi semula. Manfaat ini hanya untuk kelangsungan jalannya operasi.

c. Penggantian (Replacement)

   Adalah pengeluaran untuk mengantikan sebagian (komponen) aktiva

   tetap yang rusak berat. Akan menambah terhadap usia pengunaan aktiva

   tetap yang bersangkutan .

d. Perbaikan (Betterment)

   Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk meningkatkan akiva tetap dari

   kondisi semula kepada kondisi yang lebih baik.




                                 10
   e. Penambahan (Addition)

       Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk memperluas dan peningkatan

       fasilitas yang sudah ada, misalnya penambahan bangunan.

4. Penyusutan Aktiva Tetap

         Menurut Hendi Somantri (2000:126) penyusutan adalah “Alokasi
   jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat
   yang diestimasi, penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke
   pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung”.
           Nilai perolehan aktiva tetap, selama masa penggunannya akan turun

   setiap saat, sehingga habis masa pengunaannya aktiva tetap dianggap sudah

   tidak mempunyai manfaat lagi bagi perusahaan.          Karena aktiva tetap

   memberikan manfaat selama beberapa periode akintansi, maka kerugian

   tersebut    harus   dibebankan    kepada   periode–periode   selama   masa

   penggunaannya.

           Besarnya penyusutan yang menjadi beban        setiap periode selam

   masa penggunannya. Aktiva tetap, tergantung kepada empat faktor sebagai

   berikut :

   a. Harga Perolehan

   b. Nilai Sisa atau Nilai Residu

               Adalah nilai aktiva tetap setelah habis masa penggunannya,

       biasanya ditetapkan atas dasar taksiran.




                                      11
c. Usia Ekonomis atau Usia Manfaat

d. Metode Penyusutan yang diterapkan

          Metode penyusutan pada dasarnya dirancang atas dasar faktor-

   faktor tertentu contohnya : faktor waktu, faktor penggunaan. Metode

   penyusutan yang berdasarkan kepada faktor waktu antara lain :

   1).   Metode Garis Lurus

         Dimana metode ini , beban penyusutan tiap tahun penggunan

         aktiva tetap jumlahnya sama.

         Penyusutan = Harga perolehan – Nilai Residu
                                 Usia Ekonomis


   2).   Metode Beban Menurun yaitu :

         a). Metode Jumlah Angka Tahun

            Metode ini penyusutan untuk tiap tahun jumlahnya menurun

            Penyusutan :   Sisa usia aktiva tetap x jmlh yang disusutkan
                                  Jmlh angka tahun usia

         b). Metode Menurun Ganda

            Penyusutan ditetapkan atas dasar prosentase tertentu yang

            dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan.




                                 12
                 Sedangkan metode penyusutan yang didasari kepada faktor

           penggunaanya, terdiri dari :

           1.    Metode Satuan Jam Kerja

                 Metode ini, beban penyusutan ditetapkan atas dasar jam kerja yang

                 dapat dicapai dalm periode yang bersangkutan .

                 B. penyusutan : jam kerja yg dicapai x tarif penystan tiap jam kerja

                 Tarif penyusutan tiap jam kerja :     harga perolehan –nilai residu
                                                     Taksiran jam kerja yg dpt dicapai



           2.    Metode Satuan Hasil Produksi

                 Metode ini sama dengan satuan jam kerja, yaitu berdasarkan

                 kepada faktor penggunaannya.

                 Tarif penyusutan tiap satuan :      harga perolehan –nilai residu
                                                  Taksiran jmlh satuan yg dihslkan




B.   Perputaran Piutang Usaha.

     1.   Pengertian Piutang

                Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca

          perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang dan jasa atau

          pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada umumnya




                                          13
diberikan dalam tempo 30 hari (tiga puluh hari) sampai dengan 90 hari

(sembilan puluh hari). Dalam arti luas, piutang merupakan tuntutan

terhadap pihak lain yang berupa uang, barang-barang atau jasa-jasa yang

dijual secara kredit. Piutang bagi kegunaan akuntansi lebih sempit

pengertiannya yaitu untuk menunjukkan tuntutan-tuntutan pada pihak luar

perusahaan yang diharapkan akan diselesaikan dengan penerimaan

jumlah uang tunai.

      Pada umumnya piutang timbul akibat dari transaksi penjualan

barang dan jasa perusahaan, dimana pembayaran oleh pihak yang

bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli.

Mengingat piutang merupakan harta perusahaan yang sangat likuid maka

harus dilakukan prosedur yang wajar dan cara-cara yang memuaskan

dengan para debitur sehingga perlu disusun suatu prosedur yang baik

demi kemajuan perusahaan.

      Piutang dapat digolongkan dalam dua kategori yaitu piutang usaha

dan piutang lain-lain”.

      Menurut Soemarso (2002:338) piutang usaha adalah:

      “Perusahaan mempunyai hak klaim terhadap seseorang atau
perusahaan lain dengan adanya hak klaim ini perusahaan dapat
menuntut pembayaran dalam bentuk uang atau penyerahan aktiva
atau jasa lain kepada pihak dengan siapa ia berpiutang”.




                              14
     Piutang usaha menunjukkan klaim yang akan dilunasi dengan uang

yang tidak didukung dengan janji tertulis yang timbul dari penjualan

barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan.

     Piutang usaha meliputi piutang yang timbul karena penjualan

produk atau penyerahan jasa dalam rangka kegiatan usaha normal

perusahaan.

     Piutang usaha adalah tagihan yang tidak didukung dengan janji

tertulis yang hanya dilengkapi oleh surat jalan, faktur/tanda terima

lainnya yang telah ditandatangani oleh debitur sehingga pernyataan telah

menerima barang ada didalam surat-surat tersebut.

     Selain itu pengertian piutang yang pada umumnya digolongkan

dalam aktiva lancar yang berarti bahwa tagihan-tagihan pada pihak lain

yang nantinya akan diminta pembayarannya dalam jangka waktu yang

tidak lama (kurang dari satu tahun) yang biasanya digolongkan dalam

piutang jangka pendek.

Piutang usaha jangka pendek dapat dibagi atas dua yaitu:

a.   Piutang usaha/piutang terhadap langganan

     Piutang usaha/piutang terhadap langganan dalam perkiraan piutang

     usaha dicatat sebagai tagihan yang timbul dari penjualan barang atau

     jasa yang merupakan usaha perusahaan yang normal/kurang dari 1




                               15
     tahun, disajikan dalam neraca sebagai aktiva lancar, tetapi apabila

     telah lebih dari jangka waktu 1 tahun maka akan dilaporkan sebagai

     aktiva tidak lancar. Jadi tagihan kepada langganan yang biasanya

     disebut piutang dagang adalah tuntutan keuangan terhadap pihak lain

     baik perorangan maupun organisasi-organisasi atau debitur-debitur

     lainnya.

b.   Piutang yang akan diterima

     Piutang yang akan diterima merupakan kontrak prestasi yang

     sebenarnya sudah menjadi hak perusahaan, akan tetapi belum/tidak

     saatnya untuk diterima, piutang ini timbul pada suatu akhir periode

     dimana sebenarnya tagihan tersebut akan diterima pada periode yang

     akan datang.

     Hal-hal yang termasuk dalam piutang yang akan diterima adalah:

     1) Bunga yang masih harus diterima yang timbul dari aktiva yang

        dimiliki perusahaan, seperti wesel tagih dan bon.

     2) Piutang sewa yang masih harus diterima yang timbul dari hasil

        penyewaan, seperti gedung, mobil dan alat-alat besar lainnya.

     3) Pendapatan piutang merupakan pendapatan yang akan diterima

        sebagai hasil investasi dalam perusahaan.




                               16
         Penggolongan piutang dan umur piutang dapat digolongkan ke

   dalam 4 jenis, yaitu:

   a.    Piutang lancar adalah piutang yang diharapkan tertagihnya dalam 1

         tahun atau siklus usaha normal

   b.    Piutang tidak lancar adalah tagihan/piutang yang tidak dapat ditagih

         dalam jangka waktu 1 tahun

   c.    Piutang yang dihapuskan adalah suatu tagihan yang tidak dapat

         ditagih lagi dikarenakan pelanggan mengalami kerugian/bangkrut

         (tidak tertagih)

   d.    Piutang dicadangkan adalah tagihan yang disisihkan sebelumnya

         untuk menghindari piutang tidak tertagih

2. Perputaran Piutang

         Piutang yang dimiliki oleh suatu perusahaan mempunyai hubungan

   yang erat dengan volume penjualan kredit, karena timbulnya piutang

   disebabkan oleh penjualan barang-barang secara kredit dan hasil dari

   penjualan secara kredit netto dibagi dengan piutang rata-rata merupakan

   perputaran piutang.

         Nilai dari perputaran piutang tergantung dari syarat pembayaran

   piutang tersebut. Makin lunak atau makin lama syarat pembayaran yang




                                  17
ditetapkan berarti makin lama modal terikat dalam piutang. Mengenai

perputaran piutang.

      Pendapat mengenai perputaran piutang menurut Drs. Munawir
(2004:75) mengatakan bahwa: “Posisi piutang dan taksiran waktu
pengumpulannya dapat dinilai dengan menghitung tingkat
perputaran piutang turn over receivable yaitu, dengan membagi
total penjualan kredit neto dengan piutang rata-rata”.


       Menurut     Warren Reeve (2005:407) perputaran piutang adalah

“Usaha (account receivable turn over) untuk mengukur seberapa

sering piutang usaha berubah menjadi kas dalam setahun”.

       Dari dua pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa perputaran

piutang itu ditentukan dua faktor utama, yaitu penjualan kredit dan rata-

rata   piutang.    Rata-rata    piutang   dapat       diperoleh   dengan   cara

menjumlahkan piutang awal periode dengan piutang akhir periode dibagi

dua. Adakalanya angka penjualan kredit untuk suatu periode tertentu

tidak dapat diperoleh sehingga yang digunakan sebagai penjualan kredit

adalah angka total penjualan.

       Dari uraian di atas maka perputaran piutang dapat dirumuskan

sebagai berikut:

       Rata-rata piutang   =       Piutang awal + piutang akhir
                                                  2
       Perputaran piutang =        Penjualan kredit bersih
                                       Piutang dagang




                                  18
     Dari definisi dapat diketahui bahwa rasio perputaran yang tinggi

mencerminkan kualitas piutang yang semakin baik. Tinggi rendahnya

perputaran piutang tergantung pada besar kecilnya modal yang

diinvestasikan dalam piutang. Makin cepat perputaran piutang berarti

semakin cepat modal kembali. Tingkat perputaran piutang suatu

perusahaan dapat menggambarkan tingkat efisiensi modal perusahaan

yang ditanamkan dalam piutang, sehingga makin tinggi perputaran

piutang berarti makin efisien modal yang digunakan.

     Selain perputaran piutang yang digunakan sebagai indikator

terhadap efisien atau tidaknya piutang, ada indikator lain yang cukup

penting yaitu jika waktu rata-rata pengumpulan piutang (average

collection periode). “Jangka waktu pengumpulan piutang adalah angka

yang menunjukkan waktu rata-rata yang diperlukan untuk menagih

piutang.” (Munawir 2004:76)

     Perumusan dari uraian di atas adalah sebagai berikut:

     Periode rata-rata pengumpulan piutang =           360
                                                Perputaran piutang


     Periode rata-rata penagihan piutang =        Piutang dagang x 365
                                                  Penjualan kredit




                              19
       Jumlah hari penjualan dalam piutang memberi tolak ukur mengenai

lamanya waktu piutang dagang yang beredar. Semakin besar rasio umur

piutang, semakin besar kemungkinan rasio tidak tertagihnya piutang.

       Perubahan rasio antara penjualan kredit dan rata-rata piutang

disebabkan oleh banyak hal. Munawir (2004:75) mengemukakan bahwa

faktor-faktor penyebabnya adalah sebagai berikut:

1.     Turunnya penjualan dan naiknya piutang

2.     Turunnya piutang dan diikuti turunnya penjualan dalam jumlah

       yang lebih besar

3.     Naiknya penjualan diikuti naiknya piutang dalam jumlah yang lebih

       besar

4.     Turunnya penjualan dengan piutang yang tetap

5.     Naiknya piutang sedangkan penjualan tidak berubah.

       Terlepas dari hal-hal tersebut diatas, dalam piutang, resiko kerugian

akibat piutang yang tidak dapat diterima pembayarannya selalu ada. Ada

dua metode penyisihan piutang yaitu :

1    Metode penghapusan langsung

     Dalam metode ini kerugian piutang yang tidak bisa ditagih, dicatat

     langsung pada periode saat terjadinya penghapusan piutang dengan




                                 20
   perkiraan debet “beban penghapusan piutang” dan kredit perkiraan

   ”piutang dagang”.

2. Metode Penyisihan/cadangan.

   Ada metode ini, setiap akhir periode dilakukan penaksiran terhadap

   piutang yang dimiliki perusahaan, sehingga diperoleh taksiran dari

   piutang yang disangsikan dapat diterima pembayarannya. Taksiran ini

   dicatat pada perkiraan debet “beban piutang“ dan kredit pada perkiraan

   “penyisihan piutang“. Jumlah taksiran kerugian piutang dapat

   ditetapkan atas dasar :

   a. Atas dasar jumlah penjualan

      Piutang terjadi karana akibat dari penjualan kredit maka taksiran

      menhunakan jumlah penjualan selama periode bersangkutan. Yaitu

      dengan membandingkan kerugian piutang yang sebenarnya terjadi

      dengan total pejualan kemudian dilakukan perubahan-perubahan

      atas kemungkinan yang akan datang. Biasanya dalam           bentuk

      persentase.

   b. Atas dasar saldo piutang

      Jumlah ini dihitung dengan cara mengalikan suatu persentase

      tertentu dengan saldo piutang pada akhir periode. Dengan




                                 21
   demikian yang dijadikan dasar adalah jumlah piutang dagang yang

   dimiliki perusahaan pada akhir periode.

c. Atas dasar analisis usia piutang

   Penerapan metode ini pada dasrnya sama dengan penentuan

   taksiran kerugian piutang atas dasar saldo piutang, metode ini

   dikelompokan menjadi kelompok piutang yang belum jatuh tempo,

   dan kelompok yang telah jatuh tempo. Sedangkan kelompok yang

   telah jatuh tempo dikelompokkan atas dasar lamanya jatuh tempo.

   Lamanya tunggakan, dihitung dari tanggal jatuh tempo piutang

   sampai tanggal 31 Desember. Contoh : Jatuh tempo piutang tgl

   10 November 2004 tapi sampai tgl 31 Desember 2004 belum

   dibayar maka dihitung sebagati berikut :

       Bulan November , 30 hari -10 hari      = 20 hari
       Bulan Desember…………………… = 31 hari
                                              51 hari
   Dengan demikian piutang telah lewat jatuh tempo selama 51 hari.

   Dan besarnya presentase taksiran kerugian tiap kelompok piutang,

   ditetapkan atas dasar kelompok usia masing-masing dengan

   demikian jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah :

   ( debet ) Beban piutang sangsi                   xxxx     -
   ( kredit )     Penyisihan untuk piutang sangsi    -      xxxx




                            22
               Beban piutang sangsi akan mempengaruhi secara langsung laporan

               laba – rugi.

C.   Profitabilitas

          Profitabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba

     dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain.

     Profitabilitas adalah sebagai berikut: “Kemampuan suatu perusahaan untuk

     mencapai laba”.

          Menurut G. Sugiyarso dan F. Winarni (2005:118) profitabilitas adalah

     “Menunjukkan        kemampuan      perusahaan      memperoleh      laba    dalam

     hubungan dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri”. Dari

     definisi ini terlihat jelas bahwa sasaran yang akan dicari adalah laba perusahaan.

      1. Jenis-jenis Profitabilitas dan Pengukurannya

                 Adapun jenis-jenis profitabilitas dan pengukurannya adalah sebagai

           berikut: Menurut Sofian Syafri Harahap (2001:304)

          a.      Profit Margin

                  Profit Margin = Pendapatan bersih
                                      Penjualan

                  Angka ini menunjukkan berapa besar persentase pendapatan bersih

                  yang diperoleh setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin




                                           23
     baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan

     laba cukup tinggi.

b.   Retrun on Asset (ROA)

     ROA     =   Laba Bersih
                 Total Aktiva


     Rasio ini menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume

     penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik. Hal ini berarti

     bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba.

c.   Return On Equity (ROE)

     ROE     =            Laba bersih
                 Rata-rata modal (equity)


     Rasio ini menunjukkan berapa persen diperoleh laba bersih bila

     diukur dari modal pemilik. Semakin besar semakin bagus.

d.   Basic Earning Power

     Basic Earning Power             =   Laba sebelum bunga dan pajak
                                         Total aktiva


     Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba

     diukur dari jumlah laba sebelum dikurangi bunga dan pajak

     dibandingkan dengan total aktiva. Semakin besar rasio semakin

     baik.



                                24
e.   Earning Per Share ( EPS )

     Earning Per Share = Laba bagian saham bersangkutan
                                      Jumlah saham


     Rasio ini menunjukkan berapa besar kemampuan perlembar saham

     menghasilkan laba.

f.   Contribution Margin

     Contribution Margin          =      Laba kotor
                                         Penjualan


     Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan melahirkan laba

     yang akan menutupi biaya-biaya tetap atau biaya operasi lainnya.

     Dengan pengetahuan atas rasio ini kita dapat mengontrol

     pengeluaran untuk biaya tetap atau biaya operasi sehingga

     perusahaan dapat menikmati laba.

g.   Rasio rentabilitas

     Ini biasa juga digambarkan dari segi kemampuan karyawan,

     cabang, aktiva tertentu dalam meraih laba, misalnya:

     kemampuan karyawan per kepala meraih laba dapat dihitung:

       Jumlah laba
     Jumlah karyawan




                             25
    Tapi rasio ini dapat juga digolongkan sebagai rasio produktivitas.


2. Manfaat Profitabilitas


   Profitabilitas     yang digunakan seabgai criteria penilaian hasil operasi

   perusahaan mempunyai manfaat yang sangat penting dan dapat dipakai

   sebgai berikut :

   a.     Analisis      kemampuan     menghasilkan   laba   itunjukan    untuk

          mendeteksi penyebab timbulnya laba atau rugi yang dihasilkan

          oleh suatu objek informasi dalam periode akuntansi tertentu.

   b.     Profitabilitas dapat dimanfaatkan untuk menggambarkan kriteria

          yang        sangat diperlukan dalam menilai sukses suatu perusahan

          dalm hal kapabilitas dan motivasi dari manajemen.

   c.     Profitabilitas merupakan suatu alat untuk membuat proyeksi laba

          perusahaan karena menggamberkan korelasi antra laba dan jumlah

          modal yang ditanamkan.

   d.     Profitabilitas merupakan suatu alat pengendalian bagi manajemen,

          profitabilitas dapat dimanfaatkan oleh pihak intern untuk

          menyusun target, budget, koordinasi, evaluasi hasil pelaksanaan

          operasi perusahaan dan dasar pengambilan keputusan .




                                     26
D.   Hubungan antar Variabel

     1. Aktiva tetap dengan profitabilitas

                  Aktiva perlu didefinisikan karena definisi tersebut akan digunakan

        untuk mengidentifikasi peristiwa ekonomi yang harus diukur, diakui, dan

        dilaporkan dalam neraca. Penilaian terhadap aktiva merupakan proses

        penentuan besarnya potensi jasa (aktiva) yang dapat digunakan pada periode

        mendatang. Didalam aktiva juga ada pengeluaran yang di gunakan oleh

        aktiva tetap.

                  Pengeluaran pada dasarnya dapat dibedakan antara pengeluaran

        modal dan pengeluaran pendapatan. Pengeluaran modal adalah pengeluran

        yang manfaatnya dapat dinikmati dalam waktu lebih dari satu periode

        akuntansi, biasanya merupakan biaya yang harus menjadi beban periode-

        periode     selama   umur   manfaatnya,   contoh:   pengantian,   perbaikan,

        penambahan. Dari kesimpulan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa: jika

        mengakibatkan penambahan manfaat dari aktiva dan jumlahnya cukup

        berarti maka akan dianggap sebagai “pengeluaran modal“. Pengeluaran ini

        akan dicatat sebagai berikut: dicatat debit pada perkiraan aktiva tetap dan

        kredit akumulasi penyusutan.

                  Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran yang manfaatnya

        dinikmati hanya dalam periode saat terjadinya. Pengeluaran ini biasanya

        dihubungkan dengan pendapatan, sehingga biaya ini menjadi beban periode



                                           27
   saat terjadinya, contoh : beban pemeliharaan, beban reparasi. Pengeluaran

   ini akan dicatat sebagai berikut :     debit pada perkiraan beban yang

   bersangkutan dan kredit pada perkiraan kas atau hutang. Maka pada

   pengeluaran pendapatan ini akan mempengaruhi dalam perhitungan laba

   rugi perusahaan.

2. Piutang dagang dengan profitabilitas

        Kebijakan penjualan kredit diberlakukan perusahaan untuk menambah

   tingkat penjualannya yang mana dengan bertambahnya penjualan maka

   diperkirakan   akan menambah keuntungan/laba       yang akan diperoleh

   perusahaan. Tetapi kaidah umum, semakin banyak putaran piutang, maka

   semakin banyak     sumber daya perusahaan yang terbenam dalam piutang,

   dan jika perusahan tidak cepat dalam melakukan penagihan piutang maka

   akan terjadi kerugian pada perusahaan. Karena periode penagihan yang

   lebih panjang umumnya berarti kemungkinan penagihan yang lebih rendah.

        Piutang yang ada biasannya dibuatkan tabel piutang dari situ kita

   dapat melihat sudah berapa lama piutang yang kita punya. Dan kita dapat

   menukur berapa besar yang bisa kita dapat .




                                    28
E   Kerangka Pemikiran

         Dalam melakukan penelitian penulis membuat kerangka pemikiran

    sebagai berikut:

                                   Gambar I



             X1 = Perputaran aktiva tetap
                                                            Y = Profitabilitas


             X2 = Perputaran Piutang



         Sumber : penulis


    Keterangan :

    1. Variabel bebas Pertama ( X1 ) = Perputaran Aktiva tetap

    2. Variabel bebas Kedua ( X2 ) = Perputaran Piutang

    3. Variabel Terikat ( Y )       = Profitabilitas




F   Hipotesis

         Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah

    penelitian, karena rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalm bentuk

    kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru




                                            29
berdasarkan pada teori yang relevan. Sedangkan fakta-fakta empiris yang

diperoleh melalui pengumpulan data.

      Penelitian dibedakan menjadi dua jenis yaitu : hipotesis penelitian dan

hipotesis stastitik. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang

mengunakan pendekatan kuantitatif. Sedangkan Pada penelititan statistik adalah

penelitian yang bekerja berdasarkan sample. Hipotesis merupakan pernyataan

sementara mengenai hubungan antara variable-variabel yang menjadi objek

penelitian dalam penelitian ini dapat dirumuskan suatu hipotesis mengenai

apakah ada hubungan yang berpengaruh perputaran piutang dan perputaran

aktiva tetap terhadap profitabilitas yaitu :

      Perumusan Pada penelitian ini hipotesis yang digunakan adalah:

      H1 = Perputaran Aktiva tetap berpengaruh terhadap Profitabilitas

      H2 = Perputaran Piutang berpengaruh terhadap Profitabilitas

     H3 = Perputaran Aktiva tetap dan Perputaran Piutang berpengaruh

           Profiitabilitas




                                        30

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:432
posted:2/13/2012
language:Malay
pages:24