Docstoc

[Skripsi Administrasi Niaga] Penerapan Metode Peramalan Terhadap Penjualan Barang Dagangan - BAB II

Document Sample
[Skripsi Administrasi Niaga] Penerapan Metode Peramalan Terhadap Penjualan Barang Dagangan - BAB II Powered By Docstoc
					                                       BAB II


                           ANALISIS DAN PEMBAHASAN


A. Landasan teori

   1. Anggaran

    a. Definisi anggaran

    Penganggaran perusahaan merupakan suatu proses perencanaan dan pengendalian

    kegiatan operasi perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang, yang bertujuan

    untuk memproyeksikan operasi perusahaan       tersebut dalam proyeksi laporan

    keuangan . Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun

    berdasarkan program-program yang telah disahkan dan merupakan rencana tertulis

    mengenai kegiatan       suatu organisasi yang dinyatakan secara kualitatif dan

    dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu (nafarin, 2000 :9).

    Anggaran sangat diperlukuan bagi manajemen perusahaan karena anggaran tersebut

    digunakan oleh manajemen perusahaan sebagai alat bantu dalam pengambilan

    keputusan.penyusunan anggaaran serta pemanfaatan anggaran perusahaan sebagai

    alat bantu perencanaan, koordinasi dan pengawasan terhadap     seluruh kegiatan

    perusahaan yang telah disusun dengan penganggaran         ( budgeting ). Definisi

    lain dari anggaran yaitu perencanaan secara formal dari seluruh kegiatan

    perusahaan di dalam jangka waktu atau periode tertentu yang dinyatakan di dalam

    unit kuantiatif (moneter) rupiah   (ambarwati dan jihadi, 2003 : 1 ). Sebelum

    anggaran disusun, hal –hal yang harus dilakukan yaitu menetapkan rencana besar

    perusahaan dan membentuk panitia penyusunan anggaran. Penyusunan anggaran
membutuhkan kerjasama antara manajer, semua harus berpartisipasi di dalam

menyusun sasaran, pengembangan rencana dan perumusan kebijakan. Untuk

mengoptimalkan anggaran, penyusunan anggaran perlu memperhatikan :

     1) Realistis

       Artinya tidak terlalu optimis dan tidak pula terlalu pesimis

     2) Luwes

       Artinya tidak terlalu kaku, dan mempunyai peluang untuk disesuikan

       dengan keadaan yang mungkin berubah. Untuk itu pihak manajemen perlu

       mengamati perubahan lingkungan yang terus menerus terjadi agar dapat

       melakukan penyesuaian bilamana diperlukan.

     3) Kontinyu

       Artinya membutuhkan perhatian terus menerus dan tidak merupakan suatu

       usaha yang insidentil

b. Unsur anggaran

   Beberapa hal yang tercakup di dalam pengertian anggaran perusahaan

     1) Perencanan secara resmi

      Anggaran perusahaan merupakan suatu perencanaan secara formal. Dalam

      penentuan tentang segala sesuatu yang akan dilaksanakan perusahaan

      tersebut dilakuan secara formal, yang dihasilkan dengan penerapan resmi di

      dalam perusahan tersebut serta dinyatakan dalam bentuk tertulis

     2) Seluruh kegiatan

      Penyusunan anggaran perusahan mencakup seluruah kegiatan yang akan

      dilakukan oleh semua bagian-bagian yang ada didalam perusahaan
     3) Jangka waktu tertentu

       Anggaran perusahan disusun untuk dipergunakan dalam jangka waktu

       tertentu

     4) Dalam unit moneter

       Yaitu unit (kesatuan) yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan

       peruhaan yang beraneka ragam

c. Fungsi anggaran

Anggaran mempunyai beberapa fungsi yang sangat berguna bagi perusahaan, yaitu

dalam hal perencanan, pelaksanaan, pengawasan, komunikasi dan pengendalian

     1) Fungsi perencanaan

        Membantu atau menunjang kebijaksanaan - kebijaksanaan perusahaan,

        membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia

     2) Fungsi pelaksanaan

        Anggaran merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga

        pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras dalam mencapai tujuan.

        Anggaran penting menyelaraskan (koordinasi ) setiap bagian kegiatan

     3) Fungsi pengawasn

        Anggaran merupakan alat pengawasn ( controlling ) untuk mengawasi

        kegiatan-kegiatan dan pengeluaran dan juga untuk mencegah secara umum

        pemborosan-pemborosan

     4) Fungsi komunikasi

        Apaila organisasi diinginkan berfungsi secara efisien, maka organisasi

        tersebut harus menentukan saluran komunikasi melalui berbagai unit
           dalam organisasi tersebut. Komunikasi merupakan penyampian informasi

           dan pengertian dari satu pihak kepada pihak lain. Dalam penyusunan

           anggaran semua tingkatan dalam perusahaan berkomunikasi dan berperan

           serta dalam proses penyusunan anggaran.

     5) Fungsi pengendalian

           Anggaran dapat berfungsi sebagai alat pengendalian kegiatan karena

           anggaran yang sudah disetujui merupakan komitmen dari para pelaksanan

           yang ikut berperan serta di dalam penyeusunana anggaran tersebut.

           Pengendalian pada dasarnya adalah membandingkan antara rencana

           dengan realisasinya sehingga dapat ditentukan penyimpangan yang terjadi.

           Penyimpangan tersebut dapat digunkan untuk mengevaluasi atau menilai

           prestasi dan umpan balik untuk perubahan di masa yang akan datang




d. Faktor yang mempengaruhi anggaran

Penganggaran akan berfungsi dengan baik apabila taksiran yang dimuat di dalam

anggaran cukup akurat, sehingga tidak jauh berbeda dengan realisasinya.

Penaksiran anggaran yang akurat memerlukan berbagai data, informasi dan

pengalaman yang merupakan faktor yang harus dipertimbangankan dalam

penyusunan anggaran. Faktor-farktor yang mempengaruhi dalam penyusunan

anggaran

   1) Faktor intern
Faktor-faktor intern sering juga disebut sebagai faktor yang controllable ( dapat

diatur ), yaitu faktor yang dalam batasan tertentu masih bisa disesuaikan dengan

keinginan atau kebutuhan untuk periode budget yang akan datang. Misalnya

jika modal yang dimiliki perusahaan saat ini masih kurang untuk periode

penganggaran yang akan datang         maka perusahaan dapat manambahkannya

dengan meminta kredit bank atau semacamnya

      faktor-faktor intern tersebut terdiri dari data penjualan pada tahun-tahuan

yang lalu, kebijaksanaan perusahaan ( yang berhubungan dengan masalah harga

jual, syarat pembayaran harga jual, promosi dan pemilihan saluran distribusi ),

kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan, tenaga kerja yang dimiliki

perusahaan, modal kerja yang dimiliki perusahaan, fasilitas-fasilitas yang

dimiliki perusahaan, dan kebijakan-kebijakan perusahaan yang berkaitan

dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perusahaan.

2) .faktor ekstern

      faktor-faktor ekstern disebut sebagai faktor yang uncontroable ( tidak

dapat diatur ), karena faktor-faktor tersebut tidak dapat diatur dan tidak dapat

disesuaikan dengan keinginan perusahaan sehingga perusahanlah yang harus

menyesuaikan      dirinya.   Faktor-faktor    ekstern   tersebut   adalah   keadaan

persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan masyarakat,

tingkat pendidikan masyarakat, tingkat penyebaran penduduk, agama, adat

istiadat,   dan      kebiasaan-kebiasaan     masyarakat,   berbagai   kebijaksanan

pemerintah (baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya maupun keamanan ),
   dan keadaan perekonomian nasional maupun internasional dan kemajuan

   teknologi

e. Proses penyusunan anggaran

Ditinjau dari siapa yang membuatnya maka penyusunan budget dapat dilakukan

dengan cara:

   1) Otoriter atau top down

   Budget disusun dan ditetapkan sendiri oleh pimpinan, dan budget inilah yang

   harus dilaksanakan bawahan tanpa keterlibatan bawahan dalam penyusunannya.

   2) Demokrasi atau bottom up

   Budget disususn berdasarkan hasil keputusan karyawan. Budget disusun mulai

   dari bawahan sampai atasan.




   3) Campuran atau top down dan bottom up

   Perusahaan menyusun budget dengan memulainya dari atas dan kemudian

   untuk selanjutnya dilengkapi dan dilanjutkan oleh karyawan bawahan.

Kelebihan dan kekurangan penganggaran

Kelebihan penganggaran sebagai berikut :

   1) Hasil yang diharapkan dari suatau rencana tertentu dapat diproyeksikan

      sebelum rencana tersebut dilaksanakan. Bagi manajemen, hasil proyeksi ini

      menciptakan peluang untuk memilih rencana yang paling menguntungkan

   2) Dalam penyusunan anggaran, diperlukan analisis yang sangat teliti terhadap

      setiap tindakan yang akan dilakukan. Analisis ini sangat bermanfaat bagi
      manajemen sekaligus ada pilihan untuk tidak melanjutkan keputusan

      tersebut

   3) Anggaran merupakan penelitian untuk kerja sehingga dapat dijadikan

      patokan untuk menilai baik buruknya suatu hasil yang diperoleh.

   4) Anggaran memerlukan adanya dukungan organisasi yang baik, sehingga

      setiap manjer mengetahui kekuasaan, kewenangan , dan kewajibannya.

      Anggaran sekaligus berfungsi sebagai alat pengendalian pola kerja

      karyawan dan melakukan suatu kegiatan

   5) Mengingat setiap manajer dan atau penyelia dilibatkan dalam penyusunan

      anggaran, maka memungkinkan tercipatanya perasaan ikut berperan serta

Kelemahan penganggaran

   1) Dalam menyusun anggaran, penaksiran yang dipakai belum tentu tepat

     dengan keadaan yang sebenarnya

   2) Seringkali keadaan yang digunakan sebagai dasar penyusunan anggaran

     mengalami perkembangan yang jauh berbeda daripada yang direncanakan

   3) Karena penyusunan     anggaran melibatkan banyak pihak, maka secara

     potensial dapat menimbulkan persoalan- persoalan hubungan kerja ( human

     relation ) yang dapat menghambat proses pelaksanaan anggaran

   4) Penganggaran tidak dapat     terlepas dari penilaian subyektif    pembuat

     kebijakan ( decision maker ) terutama pada saat data dan informasi tidak

     lengkap.

2. Anggaran penjualan dan peramalan penjualan
     Sebelum anggaran penjualan disusun maka perlu         ramalan ( forecast )

penjualan. Forecast penjualan merupakan perkiraan penjualan pada suatu waktu

yang akan datang dalam keadaan tertentu dan dibuatkan berdasarkan data-data

yang pernah terjadi dan atau mungkin akan terjadi ( nafarin, 2000 :24 ). Forecast

penjualan adalah proyeksi secara teknis permintaan konsumen potensial untuk satu

waktu tertentu dengan berbagai asumsi. Hasil dari suatu forecast lebih merupakan

penilaian terhadap kondisi masa depan mengenai penjualan sebagai proyeksi teknis

permintaan konsumen potensial. Hasil perkiraan mungkin saja tidak sama dengan

rencana , hal ini disebabkan :

   a. Forecast lebih merupakan pernyataan atau penilaian yang dikuantifisir

      terhadap kondisi masa depan mengenai subyek tertentu, misalnya penjualan

   b. Forecast penjualan merupakan proyeksi teknis dari permintaan konsumen

      potensial untuk jangka waktu tertentu, dengan menyebutkan asumsu yang

      mendasarinya

   c. Forecast selayaknya hanya dipandang sebagai bahan masukan untuk

      mengembangkan suatu rencana penjualan

   d. Manajemen dapat menerima, memodifikasi atau menolak hasil dari suatu

      forecast

Forecast penjualan diperlukan untuk penyusunan anggaran penjualan, tetapi harus

dipertimbangkan faktor-faktor yang dapat berpengaruah terhadap penjualan. Faktor-

faktor yang berpengaruh tersebut :

     1) Faktor pemasaran
         Faktor pemasaran yang perlu dipertimbangkan yaitu : luas pasar ( apakah

         bersifat lokal, regional, atau nasional ), keadaan persaingan ( apakah

         bersifat monopoli, oligopoli atau bebas ) keadaan konsumen ( bagaimana

         selera konsumen, apakah konsumen akhir atau konsumen industri )




     2) Faktor keuangan

         Apkah modal kerja perusahaan mampu untuk mencapai target penjualan

         yang dianggarkan

     3) Faktor ekonomis

         Apakah dengan meningkatnya penjualanakan meningkatkan laba atau

         sebaliknya

     4) Faktor teknis

         Apakah kapasitas terpasang , seperti mesin dan alat mampu memenuhi

         target penjualan yang dianggarkan

     5) Faktor lainya

         Apakah pada musim tertentu anggaran       penjualan ditambah, apakah

         kebijaksanaan pemerintah tidak berubah sampai beberapa lama anggaran

         yang disusun masih dapat dipertahankan

3. Metode Forecasting

 Metode forecasting dalam peramalan penjualan terdiri dari dua cara yaitu secara

 kualitatif dan kuantitatif.

 a. Metode Kualitatif
      Peramalan     penjualan    dengan     menggunakan     metoda     kualitatif   ini

      menitikberatkan    pada pendapat seseorang ( judgement method). Sumber

      yang dapat dipakai sebagai dasar melakukan forecast penjualan antara lain

      pendapat salesman, manajer perusahaan dan pendapat para ahli atau survei

      konsumen. Cara peramalan semacam ini mempunyai kelemahan yang sangat

      menonjol yaitu bahwa pendapat seseorang sering kali banyak diwarnai oleh

      hal-hal yang bersifat subyektif daripada yang bersifat         obyektif, dengan

      demikian ketepatan hasil ramalan menjadi diragukan.

     b. Metode Kuantitatif

      Teknik yang kedua yaitu dengan menggunakan metode kuantitatif ,

      pendekatan ini menitikberatkan pada perhitungan angka dengan mengunakan

      berbagai metode statistik. Penggunakan peramalan dengan cara kuantitatif

      semacam ini dapat sejauh mungkin menghilangkan unsur-unsur subyektif

      seseorang, sehingga hasil taksiran lebih dapat dipertanggungjawabkan.

      Namun cara ini juga mengandung kelemahan yaitu adanya hal-hal yang tidak

      dapat diukur secara kuantitatif seperti misalnya selera konsumen, kebiasaan

      konsumen, tingkat pendidikan dan cara berfikir masyarakat, struktur

      masyarakat dan sebagianya. Adapun cara penaksiran bisa dilakukan dengan

      mendasarkan diri pada data historis dari satu variabel saja, yaitu variabel yang

      ditaksir dengan cara kuantitatif yaitu:

1)    Metode trend bebas

       Metode ini menentukan bahwa garis patah-patah yang dibentuk oleh data

       historis, diganti atau diubah menjadi garis lurus, dengan cara bebas
     berdasarkan pada perasaan ( intuisi ) dari orang yang bersangkutan. Oleh

     karena perasaan dan pendapat setiap orang berbeda, maka hasil penaksiran

     untuk waktu yang akan datang juga akan banyak bersifat subyektif.

     Akibatnya taksiran yang diperoleh menjadi kurang akurat

2)   Metode least square

     Rumus yang digunakan dalam metode ini yaitu :

     I a=y
         n


     Ii b =xy
              2
           x

3)   Metode moment

     Rumus yang digunakan dalam metode ini yaitu:

     I y         = n.a + b x
                                 2
     Ii xy       = a  x + b. x

4)   Metode semi rata-rata

     Rumus yang digunakan dalam metode ini yaitu:

     a = rata- rata kelompok i

     B = ( x kelompok ii ) – ( x kelompok i )
               n

5)   Metode kuadratik

     Metode kuadratik ini sesuai digunakan bagi perusahaan – perusahaan yang

     mempunyai deretan data historis yang cenderung mengarah ke bentuk garis
                                                           2      2
     lengkung ( non linier ) persamaanya adalah y = a + bx + cx       dan rumus

     rumus dasar yang digunakan adalah :
                                     2
          I.    y      = n.a + c  x

                                2
          Ii    xy     = b.x

                  2             2          4
          Iii   x y    = a.x b + c. x

     Sebelum melakukan peramalan penjulan ada langkah-langkah              yang perlu

     ditempuh dalam penyusunan anggaran sebagai berikut :

          1) Pengumpulan data

          Pengumpulan data tersebut berkaitan dengan hasil penjualan yang diperoleh

          pada masa yang lalu atau sering disebut dengan data historis. Selain itu data

          yang juga sangat diperlukan adalah tentang keadaan umum perekonomian

          dan keadaan pesaing

          2) Pemilihan dan penerapan model

          Dalam pemilihan dan penerapan model peramalan harus disesuaikan dengan

          keadaan perusahaan tersebut

          3) Revisi dan evaluasi

          Walauupun manajemen perusahaan telah mempergunakan model penyusunan

          peramalan yang paling sesuai dengan keadaan perusahaan, ada kalanya

          terdapat hambatan dan penyimpangan dalam pelaksanaannya, untuk itu perlu

          diadakan evaluasi dan revisi terhadap penyusunan anggaran. Dengan adanya

          langkah-langkah penyusunan anggaran tersebut, maka diharapakan anggaran

          penjualan yang telah dibuat lebih efektif.

B.   Analisis Data

      Sebelum anggaran penjualan disususun, terlebih dahulu dibuat ramalan penjualan.

     Metode yang digunakan untuk melakukan ramalan penjualan banyak variasinya.
Pemilihan metode peramalan penjualan produk perusahaan sangat penting karena

penggunaan metode peramalan yang tepat akan membantu perusahaan dalam

menentukan kebijakan yang akan diambil berdasarkan peramalan tersebut. Metode

peramalan yang digunkan oleh PT Trimitra Usaha Niaga adalah dengan

menggunkan      metode   kulitatif,   yaitu   berdasarkan   pendapat   dengan   cara

mengumpulkan, menggunakan dan menginterprestasikan peristiwa-peristiwa di

masa mendatang. Pendapat tersebut sebagian besar berasal dari bagian marketing,

accounting dan manager, dengan begitu peramalan penjualan yang dihasilkan

bersifat subyektif, sehingga ketepatan hasil taksirannya menjadi diragukan

 Oleh karena itu hal tersebut maka penulis menggunakan analisi trend dalam

penentuan ramalan terhadap anggaran penjualan. Analisis trend ini paling sering

digunakan oleh perusahaan dalam menentukan ramalan terhadap anggaran

penjualan, karena perhitungan relatif mudah dan hasil yang diperoleh juga cukup

dapat dipercaya. Menurut data penjualan yang dihasilkan oleh PT Trimitra Usaha

Niaga dalam 5 tahun terakhir, maka dapat dihitung taksiran selanjutnya dapat

diketahuai dan perngaruh dari unsur subyektif dapat dihindarkan.

1)         Metode Least Square

 Metode ini sering digunkan oleh perusahaan karena diangap paling mudah untuk

dipraktekkan. Metode least square ini menggunakan variabel yang sedikit dan

cukup sederhana, sehigga perhitungan lebih mudah dibandingkan dengan metode

lainnya

Persamaanya adalah : Y= a + bx

Dimana :
Y = Variabel yang akan diramal, dalam hal ini adalah penjualan produk

     perusahaan.

a = Konstanta yang akan menunjukkan besarnya harga

b = Variabilitas per x, yaitu menunjukkan besarnya perubahan nilai Y dari setiap

     perubahan satu unit x

x = unit waktu periode, yang dapat dinyatkan dalam minggu,bulan semester, tahun

   dan lain sebagainya tergantung kepada kesesuaian yang ada di dalam

   perusahaan.

Dimana rumus yang digunakan adalah

a = Y
    n

b = XY
      2
    X

Perlakuan dalam perhitungan untuk menentukan nilai prediksi ( X) antara data

genap dan data ganji itu berbeda. Menentukan nilai x dalam data ganjil, yaitu

dengan cara mengambil data yang paling tengah dari data yang tersedia lalu diberi

angka nol (0) sebagai tahun dasar. Selanjutnya selisish untuk setiap tahunnya harus

sama, dimana susudah tahun dasar berarti positif dan sebelum tahun dasar berarti

negatif.

 Penentuan nilai prediksi ( x ) dalam data genap membutuhkan ketelitian tersendiri

dengan tetap memegang konsep bahwa untuk metode least square ini          x = 0 .

Cara yang digunkan untuk menentukan nilai x dalam data genap, yaitu dengan

mengambil dua data yang paling tengah dari data yang tersedia lalu gunakan

interval untuk prediksi selanjutnya selisih tiap tahunnya harus sama. Apabila
    bergerak menurun maka nilai x berarti negatif dan begitu juga sebaliknya begerak

    naik maka nilai x berarti positif. Menurut data historis total penjualan yang

    dihasilkan oleh PT Trimitria Niaga Usaha

                                      TABEL II.1
                        PERHITUNGAN TREND PENJUALAN
                      METODE LEAST SQUARE TAHUN 2000-2004


tahun     Penjualan             X            2      XY
                                         X
          (Y)

2000      1.638.214.030         -2       4          -3.276.428.060

2001      1.853.534.706         -1       1          -1.853.534.706

2002      3.068.879.529         0        0          0

2003      5.157.026.813         1        1          5.157.026.813

2004      7.521.650.383         2        4          15.043.300.766

          19.239.305.461                 10         15.070.364.813

          Y                             X²        XY



    Menurut penjualan barang pada tahun 2000 sampai 2004 penjualan barang paling

    rendah tahun 2000 karena perusahaan belum menambah kendaraan untuk mengirim

    barang, pada akhir tahun 2001 baru perusahaan menambah 4 kendaraan untuk

    transportasi   dan tenaga kerja untuk mengirim barang dan mencari pelanggan,

    disamping itu juga semakin baiknya ekonomi indonesia khususnya wilayah

    surakarta dengan dibangun dan diperbaikan pasar tradisional. Disamping pasar

    tradisonal pertumbuhan mini marker maupaun supermarket di wilayah Surakarta
juga meningkat, karena hal tersebut membuat parusahaan untuk memperluas pasar

dengan hal tersebut berdampak meningkatnya jumlah penjualan

Persamaan trend-nya yaitu Y = a + bx

   Dimana : a = Y
              n
                 b = XY
                     X2
   Sehingga
            a = 19.239.305.461
                     5

              = 3.847.861.092

             b= 15.070.364.813
                      10

             = 1.507.036.481

Jadi persamaan trend-nya adalah Y= 3.847.861.092 +1.507.036.481(X)

Untuk nilai trend pada setiap tahunnya adalah :

Tahun 2000    Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (-2 )

              = 3.847.861.092 + -3.014.072.962

              = 833.788.130

Tahun 2001    Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (-1 )

              = 3.847.861.092 + -1.507.036.481

              = 2.340.824.611

Tahun 2002    Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (0 )

              = 3.847.861.092 + 0

              = 3.847.861.092

Tahun 2003    Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (1 )

              = 3.847.861.092 + 1.507.036.481
             = 5.354.897.573

Tahun 2004   Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (2 )

             = 3.847.861.092 + 3.014.072.962

             = 6.861.934.054

Tahun 2005   Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (3 )

             = 3.847.861.092 + 4.521.109.443

             = 8.368.970.535

Tahun 2006   Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (4 )

             = 3.847.861.092 + 6.028.145.924

             = 9.876.007.016

Tahun 2007   Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (5 )

             = 3.847.861.092 + 7.535.182.405

             = 11.383.043.497

Tahun 2008   Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (6 )

             = 3.847.861.092 + 9.042.218.886

             = 12.890.079.978

Tahun 2009   Y = 3.847.861.092 + 1.507.0360481 (7 )

             = 3.847.861.092 + 10.549.255..367

             = 14.397.116.459

Menurut hasil perhitungan peramalan penjualan dengan menggunakan metoda least

square ini dapat diketahaui bahwa total penjualan setiap tahunnya rat-rata

meningkat sebesar 1.507.036.481

2) Metode moment
Metode ini digunakan oleh banyak perusahaan karena dianggap mudah disamping

metode least square,

Persamaanya adalah : Y = a + bx

Dimana :

Y = Variabel yang akan diramalkan, dalam hal ini adalah ramalan penjualan

   produk perusahaan

a = Konstanta, yang akan menunjukkan besarnya harga Y ( ramalan ) apabila x

   sama dengan 0

b = Variabilitas per x, yaitu menunjukkan besarnya perubahan nilai Y dari setiap

   perubahan satu unit x

x = Unit waktu/periode yang dapat dinyatakan dalam minggu, bulan, semester,

     tahun, dan lain sebagainya tergantung pada kesesuaian yang ada didalam

     perusahaan.

Metode moment merupakan penjabaran dari metode least square, tetapi

mengguankan lebih banyak variabel, sehingga dalam perhitungan lebih rumit.

Rumus- rumus dasar yang digunakan adalah :

Persamaan I : Y = n.a + b X
                                  2
Persamaan II : XY = aX +bX

Rumus I dan II dipergunakan untuk menghitung nilai a dan b yang akan

dipergunkan sebagai dasar penerapan garis linier ( garis trend ).Perlakuan dalam

menentukan nilai prediksi (x) pada metode ini antara data genap dan data ganjil,

yaitu tidak ada perlakukan khusus seperti halnya pada metode least quare. Nilai

prediksi (x) dimulai dari nol (0) untuk tahun pertama sebagai dasar, selanjutnya
  kenaikan nilai prediksi (x) tiap tahunnya harus sama.Apabila data historis total

  penjualan yang dihasilkan oleh PT Trimitra Usaha Niaga             dihitung dengan

  menggunakan metode moment maka :

                              TABEL II.2
                     PERHITUNGAN TREND PENJUALAN
                   METODE MOMENT TAHUN 2000 s/d 2004
                                                                  2
Tahun      X         Penjualan               XY                 X

2000       0         1.638.214.130               0               0

2001       1         1.853.534.706        1.853.534.706          1

2002       2         3.068.879.529        6.137.759.058          4

2003       3         5.157.026.813       15.471.080.439          9

2004       4         7.521.650.383 30.086.601.532               16

          10        19.239.305.461   53.548.975.735              30
          X            Y                XY                   X
                                                                   2




  Y            = n.a + bX

  19.239.305.461                         = 5a + 10b………… ( i )
                            2
  XY           = aX + bX

  53.548.975.735                         = 10a + 30b…………(ii )

  sehingga persamaan sebagai berikut :

  (i ) 19.239.305.461 = 5a + 10b          (x3)

  (ii) 53.548.975.735 = 10a + 30b         (x1)



  57.717.916.383 = 15a + 30b

  53.548.975.735 = 10a + 30b
4.168.940.648 = 5a



             a = 4.168.940.648
                      5

             a = 833.780.130

5a + 10b                   = 19.239.305.461

5.833.780.130 +10 b        = 19.239.305.461

               10b         = 19.239.305.461- 5.833.780.130

               10b         = 15.070.364.813

               b           = 15.070.364.813
                                  10

               b           = 1.507.036.481

Sehingga persamaan trend garis lurus Y = a + bx

                                 Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (X)

Nilai trend setiap tahunnya adalah :

Tahun 2000           Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (0 )

                       = 833.7880130

Tahun 2001           Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (1 )

                       =833.7880130 + 1.507.036.481

                       = 2.340.824..611

Tahun 2002           Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (2 )

                       = 833.7880130 + 3.014.072.962

                       = 3.847.861.092

Tahun 2003           Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (3 )
                     = 833.7880130 + 4.521.109.443

                     = 5.354.897.573

Tahun 2004        Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (4 )

                     = 833.7880130 + 6.028.145.924

                    = 6.861.934.054

nilai trend pada tahun-tahun berikutnya dapat dihitung :

Tahun 2005        Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (5 )

                     = 833.7880130 + 7.535.182.405

                     = 8.368.970.535

Tahun 2006        Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (6 )

                     = 833.7880130 + 9.876.007.016

                     = 9.876.007.016

Tahun 2007        Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (7 )

                     = 833.7880130 + 10.549.255.367

                     = 11.383.043.497

Tahun 2008        Y = 833.788.130 +1.507.036.481 (8 )

                     = 833.7880130 + 12.056.291.848

                     = 12.890.079.978

menurut hasil perhitungan peramalan penjualan dengan menggunkan metode

moment ini dapat diketahaui bahwa ada kenaikan penjualan rat-rata setiap tahunya

yaitu sebesar 1.507.036.3481

C. Standar Kesalahan Peramalan ( SKP )
 Standar Kesalahan Peramalan ( SKP ) merupakan cara yang digunakan dalam

menentukan apakah peramalan ( Forecasting ) yang telah dilakukan sudah

mendekati realisasi penjualan atau belum, dengan kata lain apakah terjadi selisih

yang cukup besar antara anggaran dengan realisasi.

 Menurut perhitungan Standar Kesalahan Peramalan ini, maka perusahaan dapat

memilih metode peramalan penjualan yang mempunyai nilai SKP terkecil diantara

kedua metode tersebut yaitu metode least square dan metode moment . Semakin

rendah nilai SKP menunjukkan bahwa peramalan penjualan yang telah disusun

sudah mendekati kenyataan, begitu juga sebaliknya jika nilai SKP semakin tinggi

maka peramalan penjualannya kurang mendekati kenyataan. Adapun rumus dari

Standart Kesalahan Peramalan ( SKP ) menurut Nafarin (2000 : 28) yaitu :


            (X Y )2
SKP =
                n

Dimana :

X = Penjualan riil

Y = Ramalan ( forecast ) penjualan

n = Banyaknya data periode yang dianalisis

a. SKP pada metode least square

berdasarkan data perbandingan riil penjualan dengan trend penjualan dapat

dilakukan perhitungan SKP, yaitu :



                                     TABEL II.3
                             PERHITUNGAN SKP
               METODE LEAST SQUARE ( DALAM JUTAAN )
 Tahun              Realisasi   Nilai Trend          X-Y        ( X- Y )2

                      (X)          (Y)

  2000                1.638        834               804        646.416

  2001                1.853       2.340              -487       237.169

  2002                3.068       3.847              -779       606.841

  2003                5.157       5.354              -197        38.809

  2004                7.521       6.861              660        435.600

                     19.237       19.236              1         1.964.835
                      X           Y                X-Y        (X-Y)2




SKP nya adalah :

         ( X  Y )2
SKP =
             n

         1.964 .835
    =
             5

    =    392 .967

    = 627

b. SKP dengan metode Moment

         berdasarkan perbandingan penjualan riil dengan trend penjualan yang

 dihitung dengan menggunkan metode moment, yaitu :
                                         TABEL II.4
                                  PERHITUNGAN SKP
                     MOTODE MOMENT ( DALAM JUTAAN )

Tahun   Realisasi (X)      Nilai Trend ( Y )   X-Y           (X-Y)2

 2000        1.638                834                 804        646.416

 2001        1.853               2.340                -487       237.169

 2002        3.068               3.847                -779       606.841

 2003        5.157               5.354                -197       38.809

 2004        7.521               6.861                660        435.600

            19.237               19.236                1        1.964.835
             X                   Y                  X-Y       (X-Y)²

    SKP –nya adalah :

             ( X  Y )2
    SKP =
                 n



                1.964 .835
            =
                    5

            = 627

    SKP antara metode least square dan metode moment sama besarnya yaitu 627

    juta, dibawah ini adalah perbandingan antara penjualan riil, anggaran penjualan

    perusahaan, trend penjualan dan SKP –nya
                                            TABEL II.5
PERBANDINGAN PENJULAN RIIL, ANGGARAN PERUSAHAAN, TREND PENJUALAN DAN STANDART KESALAHAN
                                           PERAMALAN
                                  PADA PT TRIMITRA USAHA NIAGA


                                                   Trend Penjualan                       SKP
 Tahun   Penjualan riil     Anggaran       Least Square        Moment            Least         Moment
                            penjualan                                           Square
                           perusahaan
 2000    1.638.214.030    1.500.000.000    833.788.130        833.788.130     627.000.000   627.000.000
 2001    1.853.534.706    2.000.000.000   2.340.824.611      2.340.824.611
 2002    3.068.879.529    3.500.000.000   3.847.861.092      3.847.861.092
 2003    5.157.026.813    5.000.000.000   5.354.897.573      5.354.897.573
 2004    7.521.650.383    6.500.000.000   6.861.934.054      6.861.934.054
 2005                                     8.368.970.535      8.368.970.535
 2006                                     9.876.007.016      9.876.007.016
 2007                                     11.383.043.497    11.383.043.497
 2008                                     12.890.079.978    12.890.079.978
 2009                                     14.397.116.459     14.397.116.459

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:240
posted:2/13/2012
language:Malay
pages:25