“ORANG TUA HARUS MENGHADAPI SEBUAH PILIHAN”
Apakah orang tua yang sudah memasuki masa pensiun, harus tinggal dan hidup selamanya bersama di rumah anak-anak atau cucu mereka atau di rumah khusus perawatan ( rumah Panti) ? Apakah orang tua yang sudah memasuki masa pensiun harus tinggal dan hidup selamanya bersama di rumah anak-anak dan cucu menjadi sebuah pilihan pribadi ?, atau pada situasi dan keadaan yang bagaimanakah harus tinggal dan hidup bersama di rumah anak-anak atau cucu selamanya , menjadi suatu pilihan pribadi ? Pertama, adalah melihat kondisi fisik dan psikis orang tua adalah sama seperti melihat bayi, ke dua orang tersebut sama-sama membutuhkan perawatan dan perhatian khusus. Selain itu pula, beberapa orang tua dari mereka karena kondisi medis yang sudah sangat lemah sekali, tentunya sangat memerlukan sekali bantuan dari orang lain yang benar-benar telah berpengalaman dalam merawat orang tua. Kondisi yang yang demikian ini mampukah keluarga menyediakan waktu khusus selama 24 Jam secara terus menerus untuk merawat orang tua dengan kondisi demikian tersebut ? dan apakah keluarga telah memiliki keahlian untuk merawat, jika tidak maka bisa terjadi malapraktek dalam mengasuh dan merawat orang tua. Demi kelangsungan kehidupan orang tua, pada akhirnya mereka menyerahkan sepenuhnya perawatan orang tua di serahkan pada rumah khusus perawatan ( rumah panti ), dengan harapan perawatan orang tua lebih terjamin daripada harus tinggal dan hidup selamanya bersama anak-anak atau cucu. Kedua, pilihan terakhir bagi orang tua yang tinggal dan hidup di rumah khusus perawatan (rumah panti) karena alasan finansial, karena pada umumnya orang tua sudah menjalani masa pensiun, secara finansial sudah tidak memiliki penghasilan tetap sehingga sudah tidak mampu lagi untuk membiayai hidup untuk diri sendiri dan keluarganya. Bagi keluarga yang hidupnya secara finansial pada level rendah, tentunya menjadi beban tersendiri, karena secara ekonomis mereka masih kesulitan untuk menanggung biaya beban hidup yang nilainya semakin bertambah, sedangkan waktu mereka telah habis terserap untuk mencari nafkah, bahkan mereka sering harus kerja ekstra tambahan untuk mendapatkan finansial tambahan. Sehingga mereka terpaksa merelakan orang tua untuk tinggal dan hidup selamanya di rumah khusus perawatan ( rumah Panti ). Ketiga, karena alasan lingkungan sosial, di negara-negara berkembang, seperti di negara indonesia, masih banyak orang tua-tua yang tinggal dan hidup di depan toko, banguan kosong, tanah kosong, menempel di rumah orang lain atau menempati tanah-tanah kosong. Kondisi yang demikian ini sering mendapat penolakan dari berbagai lapisan masyarakat karena sering menimbulkan hal-hal negatif, dan sebenarnya kondisi yang demikian ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, oleh sebab itu pemerintah sering mengadakan kegiatan pembersihan serta sosialisasi, untuk meminta mereka secara sadar dan sukarela untuk bersedia tinggal dan hidup di rumah khusus perawatan ( rumah Panti). Meskipun masih ada sebagian besar yang belum menyadari tetapi sudah ada sebagian yang bisa menerima secara sadar dan sukarela, bagi yang belum bisa menerima ratarata mereka mengatakan bahwa dengan cara hidup yang demikian tersebut mereka bisa setiap hari memperoleh uang, meskipun suatu saat mereka harus menderita sakit-sakitan, harus kehujanan, kedinginan, dan sebagainya. Keempat, karena alasan kesepian, bagi orang tua yang menjalani masa pensiun, masa tersebut telah membuat mereka merasa kesepian, sehingga kebutuhan mereka sering tidak terpenuhi, sedangkan waktu anggota keluarga sudah sangat sedikit sekali karena mereka harus bekerja keras untuk mencari nafkah untuk menghidupi anggota keluarga yang lain ( seperti : biaya sekolah, kesehatan, membangun rumah, dan sebagainya ). Untuk menutup sebagian kebutuhan orang tua yang kurang terpenuhi tadi, pada akhirnya mereka merelakan orang tua harus tinggal dan hidup selamanya di rumah perawatan ( rumah Panti), tentunya dengan harapan mereka tidak merasa kesepian karena
disana mereka bisa bertemu dengan teman-teman yang se usia, dalam jumlah yang cukup banyak. Keempat alasan tersebut di atas belum merupakan alasan mutlak atau alasan yang kuat karena masih ada keluarga lain yang mengabaikan keempat alasan tersebut di atas, karena masih ada yang pegang prinsip dan tradisi (adat) adanya hubungan tiga generasi ( muda, dewasa dan tua ) yang harus tetap terbangun, karena merawat orang tua adalah merupakan tanggung jawab utama dari anak dan cucu, karena bila orang tua masih tetap kumpul bersama maka tercipta suatu kehangatan, saling tukar pengalaman, sehingga hubungan ke tiga generasi tersebut tetap tejalin utuh. Singkatnya, saya serahkan sepenuhnya kepada anggota keluarga untuk menjatuhkan pilihan mereka bahwa orang tua harus hidup dengan anak-anak atau dengan cucu daripada harus tinggal dan hidup selamanya di rumah khusus perawatan ( rumah Panti), karena semua itu banyak faktor dan alasan yang kuat, sebagai pilihan terakhir untuk tinggal dan hidup selamanya dirumah khusus perawatan ( rumah Panti). ==================================== Demak, Agustus 2009, Jam : WIB Diposting oleh = BRAM IRIANTO. E-MAIL = rockyblank@gmail.com Blog = http://www.kencangratis.blogspot.com
"PARENTS MUST Facing AN OPTION"
Are parents who are entering the retirement period, must live and live forever in the house with children or grandchildren in their homes or special care (home Panti)? Are parents who are entering the period of pension should live forever and live at home with children and grandchildren to be a personal choice, or on the situations and circumstances that must be how to live and live together in the home of children or grandchildren forever, be a personal choice? First, is to see physical and psychological condition of parents is the same as to see the baby, two to the same treatment and require special attention. In addition, also, some parents because of their medical condition that is very weak, the very need of assistance from all other people who actually have experience in caring for their parents. Conditions so that families can provide this special time for 24 hours continuously caring for a parent with the condition is so? and whether the family has the expertise to treat, if not then can occur in rear mal practice and caring parents. For the life of parents, in the end they submit a full treatment of parents submitted to the special care home (home residence), with the expectation of parents should be more secure than stay and live forever with the children or grandchildren. Second, the last choice for parents who stay home and live in special care (home institution) because of financial reasons, because most parents have to have a pension, the financial revenue has not already fixed, so it is not longer able to pay for life for themselves themselves and their families. For families whose lives are on the financial level is low, the burden would be withdrawn, because economically they are still difficult to bear the cost burden of life's value was increasing, while their time has been spent be merged to find sustenance, and even they often have to work extra to get additional additional finance. So they are forced to parents willing to stay and live forever in a special care home (home Panti).
Fourth, because of solitude, for parents to have a pension, this period has made them feel lonely, so that their needs are often not met, while the family members have very little because they have to work hard to find living family members to support the others (such as school fees, health care, home building, and so forth). To cover the needs of some parents that were not met before, in the end they merelakan parents must live and live forever in the home care (home Panti), in the hope that they would not feel lonely because there they can meet with friends across the age, in a rather large amount. Third, because of the social environment, in developing countries, in countries such as indonesia, many people still elders who lived and live in front of the store, banguan empty, empty land, stick to other people in the house occupied or vacant lands. Condition that this rejection often get people from different layers as they often cause negative things, and the fact that this condition is the responsibility of government and society, therefore, the government often cleaning activities and socialization, to ask them knowingly and voluntarily are willing to stay and live in a special care home (home Panti). Although there are many who do not realize but there are some who can accept the voluntary and conscious, for that can not receive on average they say that the way of life that is so they can get money every day, although a time they must suffer ill-weakly, must rains, frost, and so forth. Fourth, because of solitude, for parents to have a pension, this period has made them feel lonely, so that their needs are often not met, while the family members have very little because they have to work hard to find living family members to support the others (such as school fees, health care, home building, and so forth). To cover the needs of some parents that were not met before, in the end they merelakan parents must live and live forever in the home care (home Panti), in the hope that they would not feel lonely because there they can meet with friends across the age, in a rather large amount. In short, I submit fully to the family members to impose their choice that parents have to live with children or grandchildren from having to live and live forever in a special care home (home Panti), because all the many factors and reasons for the strong, as the last choice to live and live forever special care at home (home Panti). ========================================= Demak, 23 Agustus 2009, Jam : 19.12 WIB Diposting oleh = BRAM IRIANTO. E-MAIL = rockyblank@gmail.com Blog = http://www.kencangratis.blogspot.com ========================================= MORE NEXT: