Pengembangan Organisasi Publik by 81F5K4w

VIEWS: 127 PAGES: 39

									  Tata tertib perkuliahan
Pengembangan Organisasi
  1.  Berpakaian rapi dan bersepatu
2. Batas keterlambatan 15 menit, bagi
   yang terlambat harus ketuk pintu dan
             minta ijin masuk
 3. Tempat duduk harus dipenuhi dari
             barisan terdepan
4. Diawali dan diakhiri dengan berdoa.
Pengembangan Organisasi
         Publik
   Oleh SUSARTONO
KD I Pemahaman Bidang dan
      ruang lingkup Pengembangan
      Organisasi Publik
KD II Penjelasan ttg teori,  penelitian
      dan diagnosis     dalam PO
KD III Intervensi dalam
      Pengembangan Organisasi
      Publik
KD IV Isu-isu dalam Pengembangan
      Organisasi Publik
    KD I penjelasan bidang dan
        ruang lingkup POP

 Perubahan Lingkungan dan POP
 Adaptasi, Pertumbuhan dan
  Pengembangan/Pembangunan OP
 Agen perubahan/Kader perubahan dan
  kader pembangunan
       1.Perubahan Lingkungan
   Lingkungan secara tidak disadari selalu
    mengalami perubahan kearah pengembangan.
   Lingkungan fisik juga mengalami perubahan
    sejalan dengan perubahan lingkungan politik
    ekonomi dan sosial .
   Demikian pula lingkungan sosial dan lingkungan
    lainnya selalu berinteraksi dan mengalami
    perubahan
 Mengapa lingkungan selalu
        berubah?
Penyebab utama lingkungan berubah
terutama sekali adalah pada semakin
meningkatnya kemampuan manusia
terutama sekali karena meningkatnya
pendidikan dan semakin meningkatnya
kemampuan manusia untuk selalu
berkreasi dan berinovasi di dalam beluruh
kehidupannya.
  Mengapa pengembangan
       organisasi?
Sejalan dengan pernyataan terdahulu,
lingkungan secara terus menerus selalu
berubah. Organisasi sebagai suatu sistem yang
selalu berinteraksi dengan lingkungannya, mau
tidak mau harus mengadakan perubahan agar
selalu dapat berinteraksi dan mengantisipasi
perubahan tersebut sepaya tetap eksis.
       Lingkup Pengembangan
             Organisasi.
   Organisasi pada umumnya dengan segala
    tipologinya, terutama adalah Organisasi Publik
   Perubahan terutama yang menyangkut
    penyempurnaan organisasi yang meliputi
    efektifitas organ; pengembangan pdkt baru
    dalam pemecahan masalah organ. Dan sajian
    kejiwaan/psychology yang lebih baik bagi semua
    anggota organisasi
               (Smither, et all. 1996.4,5.)
          The cornerstone of
        Organizational success.
   Sebagaimana disebutkan oleh Smither dkk,
    faktor utama keberhasilan suatu organisasi
    adalah pada orang orang yang berada dalam
    organisasi tersebut.
   Oleh karena itu dipercayai bahwa adanya
    pertumbuhan pribadi (personal growth)
    merupakan nilai dasar dalam PO.
   Ahli PO percaya bahwa PO akan dapat dicapai
    dengan melalui pendidikan dan pelatihan dalam
    mengenal perubahan.
              (Smither et al.1996.17)
            Apa Pengembangan
               Organisasi?
   Smither at all, mendefinisikan PO sebagai teori dan
    praktek dari perubahan yang direncanakan dari suatu
    Organisasi
   Porras & Robertson 1992 mendefinisikan PO sbb:
    Organization development is a set of behavioral science-
    based theories, values, strategies, and techniques aimed
    at the planned changed of the organizational work
    setting for the purpose of enhancing individual
    development and improving organizational performance,
    through the alteration of organizational members on the
    job behaviors.
     Tiga unsur utama dalam definisi
           Porras & Robertson
1.   Unsur pertama pengembangan lebih diarahkan pada
     penyempurnaan kinerja organisasi
2.   Unsur kedua pengembangan juga terarah pada
     pengembangan pada individu anggota organisasi.
     Dalam arti mengembangkan pertumbuhan jiwa para
     anggota organisasi dalam kelompoknya maupun
     dalam organisasi secara keseluruhannya.
3.   Unsur ketiga dalam kenyataannya pengembangan
     organisasi tidak dapat dilepaskan dari dasar dasar
     ilmu Sosial, seperti sosiologi dan antropologi dalam
     pengenalan penerapan teknologi dalam organisasi
          2. Perubahan Organisasi:
             Adaptasi, Pertumbuhan,
              dan Pengembangan.
   Pentingnya perubahan yang effektif dan
    ketersediaan SDM – recruitment promosi dan
    penghentian peg. – Badan Pertimbangan
    Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat utk
    organ. pem.)
   Komponen organisasi:
       Sbg entitas Sosial
       Mempunyai batas yang dpt diidentifikasikan.
       Mengarah dan beroientasi pada tujuan
       Mempunyai sistem kegiatan yang distrukturkan
    Model Pertumbuhan dan
    Perubahan Organisasi.
Besar                                                          Sangat besar
                                                   Besar       Berbasis devisional
Ukuran                                             Formal birokratik           Turun
                                                    Birokratik
Organ.                      Menengah               Kompetitif Dinamis         formal
                                                   kompetitif     Kompetitif
                            Formal
                            Kompetitif

            kecii
            informal
            tenang
            Th.kelahiran      th.tumbuh      th.dewasa          s th.revival           th.penurunn.



kecil


                           TAHAP TAHAP PENGEMBANGAN ORGAN.
(siklus hidup organisasi diambil dari Miller & Friesen 1984 dlm Smither et all 1996)
   Faktor yang memengaruhi
     Perub.Organanisasi.
1. F. External:
     Perubahan sosial ekonomi dan politik.
     Inovasi teknologi
2. F. Internal:
     Perubahan struktur organisasi.
     Perubahan demografi kepegawaian
  Mengkomunikasikan kebutuhan
        akan perubahan
Mengkomunikasikan kebutuhan akan perubahan
  biasanya dilaksanakan dengan mengadakan
  sosialisasi visi dan misi organisasi.
Visi dan misi organisasi sebenarnya mewujudkan
  usaha ke arah perubahan yang lebih baik dalam
  arti untuk mewujudkan good governance dalam
  rangka optimasi sumberdaya untuk
  meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan
  kesehatan organisasi serta mempertahankan
  prestasi.
       Hambatan-hambatan terhadap
              perubahan.
1.   Berasal dari pribadi anggota organisasi:
        - Kurang mengenal akan adanya perubahan.
        - Adanya salah pengertian akan maksud,proses dan hasil dari
          perubahan.
        - Takut akan ketidaktahuannya.
        - Takut akan kehilangan status dan ancaman ekonominya.
        - Ancaman akan adanya hubungan-hubungan sosial yang terkait.
        - Keengganan meninggalkan kebiasaan dan tugas pekerjaan rutin yang
          lama.
2.   Berasal dari dalam orgsnisasi:
        - Sistem imbalan yang menguatkan cara-cara lama untuk melakukan
                    pekerjaan.
        - Adanya gangguan terhadap keseimbangan kekuasaan
        - Konflik antar kelompok yang menghambat kerjasama
        - Ketidaksesuaian akan proses perubahan dan budaya organisasi
        - Investasi besar dalam kebijakan sebelumnya dan dalam serangkaian
                     tindakan
     Beberapa metode dalam menghadapi
        resistensi terhadap perubahan
1.   Metode pendidikan dan komunikasi
2.   Metode keterlibatan dan partisipasi
3.   Metode pemberian dukungan dan
     fasilitas
4.   Metode kesepakatan dan negosiasi.
5.   Metode manipulasi dan kooptasi
6.   Metode pemaksaan secara implisit dan
     ekspilisit
        Bekerja dengan budaya
              organisasi
Bekerja dengan budaya organisasi dilakukan dengan menanamkan
    nilai kerja dalam organisasi sbb:
        D
1.   Bekerja lebih baik adalah suatu kebajikan
2.   Familier dengan fakta-fakta dan tidak mengingkarinya.
3.   Setiap orang memiliki hak dan kewajiban kehidupannya dalam
     kesertaan organisasi.
4.   Tantangan lingkungan memerlukan sistem yang adaptif terutama
     dalam struktur dan prosesnya.
5.   Perubahan tidak harus menjadi sembarangan.
6.   Hasil-hasil dari tindakan perubahan tidak selalu seratus persen
     dapat diprediksi dan dikendalikan.
7.   Pengetahuan ilmu perilaku dapat mendukung kesehatan
     organisasi.
      Agen perubahan:Siapa mereka?

   Change agents: people with responsibility for
    implementing change in an organization
   Internal change agents: people within the
    organization responsible for implementing
    Organization Development
   External change agents: people hired from
    outside the organization to lead or fecilitate
    change effort.
        (Leathem,1989. dalam Smither 1996.63)
            Agen perubahan sebagai
                  konsultan.

   Dalam perspektif konsultan yang professional, konsultan internal maupun
    konsulten eksternal, hendaknya memiliki kualitas sbb:
         - mendengarkan tetapi tidak
           menjual
         - menyesuaikan dengan organisasi termasuk budaya dan
           misinya
         - mengajar staf profesional internal dan
           membantu mereka mencapai kebebasan
         - menyajikan layanan yang bagus bagi customer
         - melindungi kejujuran
         - penerimaan thd tantangan
         - dikenal sebagai ahli/expert
         - menyajikan perspektif dan objektifitas
         - penerimaan thd staf internal
    Peran Agen perubahan dalam
            organisasi

 Pimpinan sebagai agen perubahan
 Manajer- manajer sebahai agen
  perubahan
 Profesional SDM sebagai agen perubahan
  – Binap
    KD II Ttg teori,penelitian dan
        diagnosis organisasi

   Setelah memahami dan mampu
    menjelaskan alasan POP dan apa POP
    serta lingkupnya, maka selanjutnya harus
    dipelajari mengenai teori, penelitian dan
    diagnosis untuk POP
       Teori yang mendasari PO
   Teori yang mendasari POP adalah teori Oganisasi
    tentunya dan teori teori dari ilmu perilaku untuk
    menganalisis perilaku individu maupun kelompok dan
    perilaku organisasi

   Dalam hal ini teori organisasi dalam aliran perilaku
    adalah teori neo classic.

   Sementara itu unsur utama dari organisasi adalah
    individu untuk mencapai adanya kerjasama yang efektif
    dan efisien maka mau tidak mau harus ada kecocokan
    atau fit antara individu dan organisasi.
        Fit atau kecocokan dalam
                organisasi
   Setiap individu harus teken kontrak dalam
    arti kontrak psikologis kejiwaan seseorang
    masuk menjadi anggota organisasi harus
    sepakat akan semua aturan yang berlaku
    bagi organisasi. Dari sinilah adanya
    kecocokan atau fit yang harus dipelihara
    dalam organisasi
              Diagnosis
 Diagnosis adalah suatu keadaan di mana
  suatu organisasi itu berada dalam arti
  kondisi atau keadaan organisasi tersebut
  dalam rangkaian suatu tingkatan.
 Diagnosis dilakukan dengan mengadakan
  penelitian terhadap organisasi tersebut.
   Contoh fit organisasi dalam
pelaksanaan tugas POP sekaligus
         sbg diagnosis.
   Tugas O.Publik masuk 53 lembar.
   48 lembar diserahkan pada saat kuliah (A)
   4 lembar diserahkan kemudian karena
        terlambat masuk                   (B)
   1 lembar tugas ditaruh di atas meja
      tanpa pengantar sebagai lembar lepas(C)
                    Lanjutan…

   Satu lembar tulisan tangan dalam kertas nota yang
    berlubang lubang di pinggir.          Nilai    D
   Lima (5) lembar, nama ditulis dengan tangan -- dapat
    ditafsirkan punya orang lain. Nilai     C
   Empat lima (45) lembar, nama ditulis di pojok atas
    dengan komputer.                      Nilai    B
   Dua (2) pakai cover dan pakai referensi – dapat
    ditafsirkan sebagai yang sempurna dapat nilai A

   Sementara mereka yang tidak menyerahkan tugas dan
    terdaftar dalam presensi 7 mhs    Nilai   E
                  Lanjutan….
    Kemudian tentang isi dalam arti pemahaman
     Organisasi Publik perlu dirinci:

1.   Mampu menjelaskan OP dan memberi contoh serta
     menggunakan referensi. (A)
2.   Mampu menjelaskan OP dan memberi contoh tapi tidak
     menggunakan referensi.        (B)
3.   Mampu menjelaskan OP tdk memberi contoh dan tdk
     menggunakan referensi.        (C)
4.   Hanya memberikan definisi OP. (D)
               Selanjutnya …

   Perilaku penyerahan tugas…
   Format atau bentuk pembuatan tugas…
   Isi atau pemahaman arti dpd tugas..
   Ketiganya digabung untuk dijumlah penilaiannya
    dalam menentukan keadaan mahasiswa dikelas
    ini atau merupakan hasil diagnosis
     Organizational diagnosis
   A process used by the change agent to gain an
    understanding of an organization’s functioning and to
    develop strategies to enhance its productivity, worker
    satisfaction, and growth.
   (suatu proses yang digunakan agen perubahan untuk
    memperoleh pemahaman akan fungsi-fungsi
    organisasi dan untuk mengembangkan strategi
    peningkatan produktifitasnya, kepuasan kerja
    maupun pertumbuhan)
     Diagnosis organisasi merupakan proses yang
         sistematis yang meliputi lima langkah
1.    Pengembangan esensi tentang bagaimana organisasi
      secara ideal dapat berfungsi.
2.    Memilih model organisasi yang mencerminkan
      organisasi yang ideal.
3.    Membandingkan proses organisasi dalam
      kenyataannya dengan model organisasi dengan
      mengumpulkan data pada bagaimana organisasi itu
      berfungsi.
4.    Mengidentifikasikan perbedaan dan kesenjangan
      untuk mendapatkan wilayah permasalahan dan
5.    Mengembangkan strategi yang membawa perubahan
      yang akan memecahkan permasalahannya.
Teori teori yang digunakan sebagai
          model diagnosis

 Socio technical System
 Organizational System
 Autonomous work groups
 The six box model
                Purposed


Relationship                 Structure



               Leadership




Helpful mechanism           Reward




          Six model menurut
          Marvin Wesboard
Perubahan – berdasarkan kerangka
      kerja organissasional
 Porras and Robertson 1993 memperkenalkan
 suatu model diagnosis dalam empat kategori
 yaitu:

  1.   Organizational arrangement
  2.   Social factors
  3.   Physical setting
  4.   Technology
    Organizational arrangement
 Adalah unsur-unsur formal yang
  mengkoordinasikan perilaku orang-orang
  atau kelompok dalam suatu organisasi.
 Misalnya : tujuan; strategi; struktur;
  kebijakan dan prosedur administrasi;
  sistem reward / imbalan; kepemilikan.
            Social factors

 Karakteristik orang-orang dalam
  organisasi dan hubungan mereka.
 Misalnya : budaya, gaya manajemen,
  proses interaksi, pola pola informal dan
  jaringan kerja, ciri ciri individual
          Physical setting

 Lokasi dan bangunan dimana organisasi
  beroperasi
 Misalnya : konfigurasi ruangan; penataan
  ruang; desain interior; desain arsitektur.
               Technology

   Meliputi peralatan perlengkapan dan
    mesin; teknologi informasi; desain
    pekerjaan; desain arus pekerjaan;
    technical expertise; technical procedures;
    technical system.
                        Lingkungan




                           visi

Organizing
arrangement                          Physical
                                     setting

              Social                            Technology
              factors

                        Individual
                        cognitions
Tiga tingkatan dalam
 analisis organisasi
       Organisasi –       --Struktur organisasi
                              sistem mayor
                                 faktor lingkungan
                                  hasil organisasi
                                    distribusi sumberdaya
        Kelompok -         --Struktur, tugas dan
                                perilaku kelompok
                                     komposisi kelompok
                                       norma kelompok
                                    hubungan2 kelompok
                                      produktifitas,
                           kepuasan
                           dan
                          keahlian dlm kelompok
Individu -       --Ciri2/karakteristik pribadi/personal
                              karakteristik pekerjaan
                                       pengayaan kerja
                                   produktifitas, kepiuasan
    dan keahlian                           individual

								
To top