kode etik penulisan

Document Sample
kode etik penulisan Powered By Docstoc
					          KODE ETIK PENULISAN
DAN HAKIKAT PENDEKATAN ILMIAH




        M. Nur Kholis Setiawan



         Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
                DP2M DIKTI, DIKNAS 2008
Latar Belakang:

     Keterbelakangan dalam publikasi
      (kuan-kualitatif)
     Kerisauan etika
      - pelanggaran kode etik tulisan maupun
      penulis
     budaya membaca menulis rendah
     budaya mendengar dan melihat masih
      dominan
ETIKA: Penegasan Istilah

  Etika - moralitas atau perilaku yang baik
  dan pantas serta patut.
  Secara luas : tata-krama, tata-tertib, disiplin-
  aturan, sopan-santun, pranata, norma, baik
  kemanusiaan maupun agama
A. KODE ETIK PENULISAN

  -Tata krama, tata tertib, sopan santun
  menulis.
  -Tulisan mengikuti tata tertib, aturan-aturan
   baku.
  -Tulisan Ilmiah:
      -   mengikuti tata aturan ilmiah
      -   berbeda dengan tulisan populer atau
          tulisan lainnya
KODE ETIK PENULISAN
(lanjutan)



  -   Tulisan memperhatikan:
      * penggunaan titik, koma, dan tanda-tanda
        baca lainnya.
      * rangkaian kalimat yang baik dan teratur,
        enak dibaca, mudah dipahami oleh
        pembaca.
KODE ETIK PENULISAN
(lanjutan)

     Tulisan memperhatikan:
            * Teknik-Teknik Penulisan:
                 Kata pembuka dan Penutup sesuai
                 proporsi
                 Mengikuti aturan main penulisan
                 sebagai tulisan ilmiah
                 Bagian isi (diskusi) lebih dominan
                 dalam tulisan
                 Tidak boros dalam mengutip
                 langsung
KODE ETIK PENULISAN
(lanjutan)

   Tulisandibuat secara sistematis sesuai dengan
   panduan:
        - judul, anak judul
        - abstrak
        - kata kunci
        - pendahuluan
        - pembahasan
        - simpulan
        - daftar pustaka
KRITERIA TULISAN ILMIAH

 -   Obyektif : Berdasarkan kondisi faktual
 -   Up to date: Tulisan merupakan perkembangan
     ilmu mutakhir
 -   Rasional : berfungsi sebagai wahana
     penyampaian kritik timbal balik.
 -   Reserved : tidak overcliming, jujur, lugas, dan
     tidak bermotif pribadi.
 -   Efektif dan Efisien : Tulisan merupakan media
     komunikasi yang berdaya tarik tinggi.
Aspek Lain yang terkait dengan
etika penulisan

  -   Hindari kekeliruan yang lazim dalam
      penulisan draft:
      - judul
      - abstrak
      - kata kunci
      - pendahuluan
      - pembahasan
      - simpulan
- Judul.
  - Hindari judul yang tidak jelas, menimbulkan
    mis-interpretasi pembaca
- Abstrak
  - tidak mencerminkan isi keseluruhan tulisan
  - tidak fokus, lebih dari ukuran ideal
- Kata kunci
  - tidak mencerminkan hal paling penting
- Pendahuluan
  - Terlalu panjang, tidak proporsional
  - Tidak memuat posisi tulisan, tidak secara
    jelas menyebut metodologi
- Pembahasan
  - Tidak fokus
  - Analisis tidak mendalam
  - Alat bantu tidak jelas
- Simpulan
  - Tidak menjawab masalah yang diangkat
  - Mengulang-ulang statemen yang ada dalam
    pembahasan
Pelanggaran Etika Ilmiah

  Ada banyak definisi, tetapi semua
  menyangkut setidaknya tentang 3 (tiga) hal,
  yaitu:
  -fabrikasi data
  -falsifikasi data
  -plagiarisme.
Fabrikasi data -- ‘mempabrik’ data atau
membuat-buat data yang sebenarnya tidak ada
atau lebih umumnya membuat data fiktif.
Falsifikasi data-- bisa berarti mengubah data
sesuai dengan keinginan, terutama agar sesuai
dengan kesimpulan yang ‘ingin’ diambil dari
sebuah penelitian.
Plagiarisme--- mengambil kata-kata atau
kalimat atau teks orang lain tanpa memberikan
acknowledgment (dalam bentuk sitasi) yang
secukupnya.
B. KODE ETIK PENULIS


   -   Melahirkan karya orisinal, bukan jiplakan
   -   Menjunjung tinggi posisinya sebagai orang
       terpelajar, menjaga kebenaran dan manfaat serta
       makna informasi yang disebarkan sehingga tidak
       menyesatkan
   -   Menulis secara cermat, teliti, dan tepat.
   -   Bertanggung jawab secara akademis atas
       tulisannya.
   -   Memberi manfaat kepada masyarakat pengguna
B. KODE ETIK PENULIS
   (lanjutan)


   -   Menjunjung tinggi hak, pendapat atau
       temuan orang lain.
   -   Memberi manfaat kepada masyarakat
       pengguna
   -   Menyadari sepenuhnya bahwa tiga
       pelanggaran kode etik berakibat pada
       hilangnya integritas penulis jika
       melakukannya.
KODE ETIK PENULIS
(lanjutan)




   -   Secara moral cacat, apalagi dilihat dari
       kacamata agama. Nilai keagamaan
       mencela pelanggaran sebagai bagian dari
       ketidakjujuran, pencurian atau mengambil
       kepunyaan orang lain tanpa hak.
   -   Nurani mengalami proses pengkeruhan.
PENULIS SEHARUSNYA:


  - Jujur pada diri sendiri.
  - Memiliki nurani.
  - Nurani mengalami proses pencerahan.
  - Menuntun pada sikap terbuka secara
    ilmiah:
    - verifikasi
    - tidak memihak
Tiga Mata Jangkar Perbuatan


   - NIAT-TUJUAN –CARA
     - Niat - proporsional
     - Tujuan - mulia
     - Cara -- profesional
C. HAKIKAT PENDEKATAN ILMIAH


   -   Sumber-sumber pengetahuan bisa
       dikelompokkan atas :
       • Pengalaman
       • Otoritas
       • Cara berfikir deduktif
       • Cara berfikir induktif
       • Berfikir ilmiah (pendekatan ilmiah)
a.   Pengalaman adalah sumber pengetahuan yang telah
     banyak digunakan orang. Melalui pengalaman
     seseorang bisa menjadi tahu tentang seluk beluk
     sesuatu. Sejarah misalnya menunjukkan sejak jaman
     nenek moyang cara memasak dipelajari tanpa disadari
     (contoh daging yang dimasak). Selanjutnya akan
     berkembang pada pemahaman informasi dari
     pengalaman, ditambahkan dengan informasi, serta
     adanya kesempatan dan sistem trial and error (contoh
     mendung pertanda hujan)
b.   Otoritas atau wewenang sering dijadikan pegangan
     orang dalam hal-hal yang tidak dapat diketahui melalui
     pengalaman pribadi. Orang mencari jawaban atas
     suatu permasalahan yang sulit melalui seseorang yang
     memiliki wewenang atai otoritas. Sikap tunduk kepada
     orang bijak yang dipercayai, sebagian besar
     berpengaruh selama periode pertengahan, di saat guru
     dan para nenek moyang waktu itu seperti Plato,
     Aristoteles dan pemimpin agama lebih diterima dari
     kepercayaan yang dilakukan berdasarkan berdasarkan
     observasi dan analisa kenyataan
c.   Cara berfikir deduktif diperkenalkan oleh Aristoteles,
     suatu proses berpikir yang bertolak dari pernyataan
     umum ke khusus dengan memakai kaidah logika
     tertentu. Cara berfikir ini dilakukan melalui suatu
     rangkaian pernyataan yang disebut silogisme yang
     terdiri atas :
     Dasar pemikiran utama (premis mayor)
     Dasar pemikiran kedua (premia minor)
     Kesimpulan.
     Contoh :
     Semua manusia adalah makhluk hidup (Premis mayor)
     Socrates adalah seoramng manusia (premis minor),
     karena itu Soctares adalah makhluk hidup (konklusi)
d.   Cara berfikir induktif (Francis Bacon (1561-1626).
     Simpulan umum berdasarkan fakta yang dikumpulkan
     melalui pengamatan langsung.
     Contoh :
     Induktif : Setiap burung yang pernah diamati
                 mempunyai sayap
     Oleh karena itu, setiap burung mempunyai sayap.
     Oleh karena itu, setiap merpati mempunyai sayap.
     Dalam berfikir induktif, kesimpulan diperoleh melalui
     pengamatan contoh-contoh selanjutnya dibuatlah
     generalisasi
e.   Pendekatan ilmiah diperkenalkan oleh Charles Darwin
     dengan menggabungkan aspek-aspek penting dari
     metode induktif dan deduktif. Dari teori Malthus
     tentang Populasi oleh Darwin digunakan menjelaskan
     tentang evolusi setelah menggabungkan data dengan
     baik. Darwin berdasarkan pada teori Malthus menarik
     kesimpulan bahwa datanya mungkin benar. Dia
     memformulasikan suatu hipotesis dari kenyataan yang
     telah diketahui, kemudian menyelediki dengan lebih
     jauh untuk mengetahui apakah hal itu membantu
     kehidupan atau membuktikan hal yang salah dengan
     adanya tambahan yang jelas
f.   Dalam pendekatan ilmiah dikenal
     lima langkah sebagai berikut:
     1. Perumusan Masalah
     2. Pengajuan hipotesis
     3. Berfikir deduktif/induktif
     4. Pengumpulan dan analisis data
     5. Penerimaan dan penolakan
        hipotesis
C. HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN


   -   Ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang diperoleh
       melalui metode ilmiah.Kata kunci disini adalah metode atau
       cara pemerolehan pengetahuan. Pengetahuan yang
       diperoleh secara kebetulan belum merupakan ilmu/sains.

   -   Metode ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan
       pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu
       struktur logis yang diawali dengan perumusan masalah,
       pengumpulan data/informasi/fakta, analisis data, dan
       penarikan kesimpulan.
Perbedaan Metode Ilmiah
dengan non-Ilmiah

 -   Metode Ilmiah:

     1   Perumusan masalah jelas dan spesifik
     2   Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur
         secara empiris.
     3   Jawaban permasalahan didasarkan pada data
     4   Proses pengumpulan dan analisis data, serta
         pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar
     5   Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain
Perbedaan Metode Ilmiah
dengan non-Ilmiah

 -   Metode non- Ilmiah:

     1   Perumusan masalah kabur
     2   Masalah tidak selalu dapat diukur, dapat saja bersifat
         supernatural atau dogmatis
     3   Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data
         lapangan
     4   Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan
         dan analisis data yang logis
     5   Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang
         lain
Wassalam
Selamat Berkarya dan Sukses
Selalu
                     (M. Nur Kholis Setiawan)
               UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


                            m.kholis@gmx.de
                        nkholis@bagais.go.id
                      Mobile: 081 328725909

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:63
posted:2/13/2012
language:
pages:29