MENINGKATKAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA by 1SK82w

VIEWS: 1,923 PAGES: 54

									MENINGKATKAN DISIPLIN DAN TANGGUNG J AW AB SISWA

  MELALUI S ANKSI BERJENJ ANG P ADA SISW A KELAS III

      SD NO I S ANUR TAHUN PELAJ ARAN 2009/2010




     LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
           TENTANG SIKAP DISIPLIN DAN
             TANGGUNG JAWAB SISWA
                   DI SEKOLAH




                           Oleh
                      I KTUT TRI ANA
                 NIP.19660101 200604 0128




 SEKOLAH DAS AR NO I SANUR DES A S ANUR KAUH
       KECAM AT AN DENP AS AR SELAT AN
              KOTA DENP AS AR
                 TAHUN 2009




I Ktut Triana KTI online2008                           1
                                KATA PENGANTAR

             Puji syukur penulis panjatakan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

       karena atas        berkat-Nyalah akhirnya penulis dapat menyelesaikan

       sebuah karya tulis yang berbentuk PTK ( Penelitian Tindakan Kelas ).


             Penulis menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini masih jauh

       dari sempurna, masih banyak kekurangan            baik dalam   tata cara

       penulisannya , pengkajian datanya         serta     bahasa yang saya

       pergunakan. Namun penulis merasa bangga karena baru pertama kali

       dapat menyelesaikan karya tulis berbentuk PTK. yang kebetulan

       diselenggarakan oleh P4TKTKPLB.        Semoga karya tulis yang perdana

       ini menjadi bahan pelajaran bagi Penulis untuk menulis karya tulis karya

       tulis ilmiah lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas menulis karya

       ilmiah lainnya..


             Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih

       kepada teman teman yang telah membantu menyelesaikan karya tulis

       ini.. Khusus kepada pembibing karya tulis online Bapak Musa Sukardi

       saya menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingannya sehingga

       karya tulis ilmiah ini dapat saya selesaikan tepat pada waktunya yang

       telah penulis rencanakan.


              Pada akhir kata ijinkan saya minta maaf bila ada hal hal yang

       kurang berkenan yang tidak sengaja dan tidak sadar mungkin pernah

       saya ucapkan atau tulis. Atas perhatinnya penulis ucapkan banyak

       terima kasih


                                               Denpasar, 22 September 2009


                                                          Penulis




                                                     I KTUT TRIANA



I Ktut Triana KTI online2008                                                  2
         MENINGKATKAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA

             MELALUI SANKSI BERJENJANG PADA SISWA KELAS III

                    SD NO I SANUR TAHUN PELAJARAN 2009/2010




                                    ABSTRAKSI

                                   I KTUT TRIANA




             Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang ideal sesuai

       dengan undang undang       sistem pendidikan nasional pasal 3, maka

       salah satu faktornya yang harus diperhatikan adalah bila   siswa selalu

       bersikap     disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi

       disekolah.


             Kenyataan terjadi pada saat ini dilapangan, anak selalu kurang

       disiplin dan kurang memiliki rasa tanggung jawab     di sekolah, tidak

       membuat pekerjaan rumah, mencoret coret bangku, tidak biasa

       mengantre, pada saat upacara bendera tidak tertib, tidak berpakian

       dengan rapi, sering datang terlambat, menyerahkan tugas tidak tepat

       waktu, di dalam kelas selalu mengganggu teman, sering berkelahi,

       kurang hormat pada guru. Hal hal ini


       merupakan dasar dalam pembentukan watak dan kepribadian siswa.

       Kalau kebiasan ini tidak menemukan pemecahan masalahnya maka

       tujuan penedidikan nasional akan sulit terwujud.


             Berbagai faktor yang mempengaruhi anak kurang menunjukkan

       sikap tersebut, diantaranya lemahnya perhatian orang tua kepada putra

       putrinya dikarenakan orang tua selalu sibuk dengan urusan ekonomi,

       orang tua yang otoriter, keluarga yang home broken, pengaruh

       pergaulan dilingkungan sekitar anak ,    adanya perkembangan media




I Ktut Triana KTI online2008                                                3
       yang elektronik, kurang demokratisnya pendekatan dari orang tua

       maupun guru yang ada di sekolah.


              Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat

       disiplin dan rasa tanggung jawab siswa kelas III SD I Sanur tahun

       pelajaran 2009/2010. Hal ini dianggap penting oleh peneliti karena faktor

       tersebut akan berpengaruh terhadap tercapainya tujuna pendidikan di

       sekolah ( tujuan institusional ), Dengan demikian maka yang menjadi

       obyek dan subyek penelitian adalah siswa kelas III SD I Sanur tahun

       pelajaran 2009/2010.


              Langkah penelitian ini adalah mulai dari perencanaan, observasi

       sebelum pelaksanaan, penelitian, observasi pada saat          pelaksanaan

       penelitian dari siklus I sampai dengan siklus II dan dilakukan pengolahan

       data secara diskriptif komperatif serta diadakan refleksi dari masing

       masing siklus..


              Berdasarkan       hasil   pengamatan   diketahui,   bahwa   sebelum

       diterapkan sanksi berjenjang pada siswa kelas III SD I Sanur, tingkat

       disiplin siswa sangat rendah dibawah nilai rata-rata standar yaitu 5,2.

       Begitu pula nilai rata rata rasa tanggung jawab siswa dengan rata rata

       katagori D yaitu dengan nilai 4,9. Dan kalau digabungkan antara nilai

       sikap disiplin dan rasa tanggung jawab maka nilainya rata rata 5,1 ( D )


              Pada siklus I ini diketahui bahwa pada katagori tingkat disiplin

       siswa nilainya masih rendah yaitu nilai cukup ( C ). Sedangkan pada

       katagori rasa tanggung jawab siswa mencapai nilai cukup ( C ) yaitu rata

       rata nilainya 6,7. namun pada poin mengerjakan tugas rumah dengan

       nilai ( D ) yaitu 5,4,


              Dengan adanya kekurangan kekurangan yang ditemukan pada

       siklus I     ini, maka peneliti mencari solusi pemecahan dengan

       meningkatkan sanksi sanksi terhadap siswa yang melanggar ataupun

       dengan cara cara lain namun siswa tidak merasa terpaksa melakukan


I Ktut Triana KTI online2008                                                      4
       atau melaksanakan tugas ( tindakan ) secara tulus dan ikhlas. Cara cara

       tersebut adalah dengan memberikan pembinaan kepada siswa, agar

       mereka secara sadar dan ikhlas melakukan kegiatan yang bersikap

       disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab penuh terhadap tugas tugas

       hariannya.


            Dengan perbaikan tersebut maka pada siklus II hasilnya diketahui

       bahwa tingkat disiplin siswa kelas III SD I Sanur tahun pelajaran

       2009/2010 di sekolah, mencapai nilai rata rata 8,6 ( dalam katagori

       sangat baik ). Sedangkan pada tingkat tanggung jawab siswa mencapai

       nilai 8,5 ( sangat baik ). Namun yang menjadi catatan pada penelitian ini

       adalah bahwa, pada katagori mengerjakan tugas rumah yang hanya

       mampu mencapai nilai pada katagori cukup ( C ) yaitu dengan nilai rata

       rata 6,7


             Terjadinya peningkatan tingkat disiplin dan tanggung jawab siswa

       dari siklus I sampai siklus ke II karena dilakukan perbaikan pada teknik

       dalam meberikan sanksi berjenjang secara         bervariasi, pembinaan

       dengan kontinu serta motivasi kepada siswa itu sendiri.




I Ktut Triana KTI online2008                                                  5
                           DAFTAR ISI


                                                                  Halaman


 HALAMAN JUDUL.......................................................      1
KAT PENGANTAR..............................................       .........2
ABSTRAKSI.....................................................    ..........3
DAFTAR ISI.....................................................   ..........4
BAB I      PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang Masalah....................................... . 8
    B. Identifikasi Masalah............................................. .9
    C. Batasan Masalah.................................................10
    D. Pengertian Tentang Istilah......... ...........................11
    E. Rumusan Maslah................................................ 12
    F. Tujuan Penelitian................................................13
   G. Manfaat Penelitian............................................... 13
BAB II    :LANDASAN TEORI DAN RUMUSAN MASALAH
  A. Landasan Teori
          1. Konsep Penerapan Sikap Disiplin
             Dalam Pendidikan..........................................15
          2. Penerapan Disiplin Melalui Pembiasaan ........... .17
          3. Pendidikan Melalui Tanggung Jawab.................18
          4. Interaksi Pendidikan.......................................19
          5. Faktor faktor Yang Mempengaruhi
            sikap Kurang Disiplin......................................21
          6. Sanksi Sebagai Alat Pendidikan.......................22
          7. Hal hal yang perlu diperhatikan guru dalam
            menerapkan       sikap disiplin dan tanggung
            jawab kepada siswa........................................23
   B.Kerangka Berpikir.................................................25
   C.Hipotesa Tindakan............................................... 25
BAB III    :METODE PENELITIAN
   A. Seting Penelitian.................................................27
          a. Waktu Penelitian...........................................27
           b. Tempat Penelitian.........................................27
   B. Subyek Penelitian................................................28
   C. Sumber Data.......................................................28
    D. Metode Dan Instrumen Penelitian...........................28
           a. Teknik Pengumpulan Data..............................28
          b. Alat Pengumpulan Data..................................29



I Ktut Triana KTI online2008                                               6
   E. Validasi Instrumen...............................................29
         a. Validasi Teoritik............................................29
          b. Validasi Empirik............................................29
   F. Analisis Data..................................................... 30
   G. Indikator Kinerja................................................. 30
   H. Prosodur Penelitian............................................. 31
        a. Tahap perencanaan........................................ . 31
      b. Observasi sebelum pelaksanaan p enelitian...........32
      c. Tahap pelaksaan penelitian................................32
     d. Tahap observasi pada saat penerapan
         sanksi berjenjang............................................ 33
      e. Tahap evaluasi dari hasil pelaksaan penelitian..... 33
      f. Tahap Refleksi.................................................34
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  A. Deskripsi Kondisi Awal......................................... 35
   B. Deskripsi Hasil Siklus I.......................................      36
          a. Perencanaan Tindakan...................................36
          b. Pelaksanaan Tindakan.................................         37
          c. Hasil Pengamatan ........................................39
          d. Repleksi Siklus I.......................................... 39
   C. Deskripsi Hasil Siklus II....................................... 41
   D. Pembahasan Tiap Siklus Dan Antar Siklus ................43
   E. Kesimpulan Dari Hasil Penelitian............................45
BAB V    :PENUTUP
   A. Kesimpulan..................................................... ....48
   B. Saran.................................................................48


  Daftar Pustaka
  Lampiran lampiran




I Ktut Triana KTI online2008                                                7
                                         BAB I


                                  PENDAHULUAN




       A. Latar Belakang Masalah


              Dalam pasal 3 undang undang sistem pendiikan nasional

       disebutkan,     ”Pendidikan     nasional     berfungsi    mengembangkan

       kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang

       bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan

       untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang

       beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,

       sehat, berilmu ,cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang

       demokratis serta bertanggung jawab” ( Undang Undang Sisdiknas, Asa

       Mandiri 2006; 53 )


              Dengan demikian apa yang diharapkan dalam tujuan pendidikan

       tersebut selain kreatif, mandiri cakap dan berilmu dan sehat yang paling

       mendasar adalah memiliki akhlak mulia, bertakwa pada Tuhan Yang

       Maha Esa dan bertanggung jawab. Harapan ideal tersebut dapat dicapai

       bila salah satu faktornya yang harus diperhatikan adalah bila          siswa

       selalu bersikap disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab di sekolah

       dengan nilai rata rata baik (7,0 -8,4) dan sangat baik ( 8,5 – 10 ).


              Kenyataan terjadi pada saat ini dilapangan, anak selalu kurang

       disiplin dan kurang memiliki rasa tanggung jawab          di sekolah, tidak

       membuat pekerjaan rumah, mencoret coret bangku, tidak biasa antre,

       pada saat upacara bendera tidak tertib, tidak berpakian dengan rapi,

       sering datang terlambat, menyerahkan tugas tidak tepat waktu, di dalam

       kelas selalu mengganggu teman, sering berkelahi, kurang hormat pada

       guru. Hal hal ini merupakan dasar dalam pembentukan watak dan




I Ktut Triana KTI online2008                                                     8
       kepribadian siswa. Kalau kebiasan ini tidak menemukan pemecahan

       masalahnya maka tujuan pendidikan nasional akan sulit terwujud.


                Berbagai faktor yang mempengaruhi anak kurang menunjukkan

       sikap tersebut, diantaranya lemahnya perhatian orang tua kepada

       anaknya dikarenakan orang tua selalu sibuk dengan urusan ekonomi,

       orang tua yang otoriter, keluarga yang home broken, pengaruh

       pergaulan dilingkungan sekitar anak ,      adanya perkembangan media

       elektronik, kurang demokratisnya pendekatan dari orang tua maupun

       guru yang ada disekolah.


                Dengan memberikan sanksi berjenjang di sekolah pada siswa

       diharapkan dapat merubah sikap dari kurang disiplin dan kurang

       bertanggung jawab menjadi anak yang berdisiplin dan bertanggung

       jawab.


       B. Identifikasi Masalah


                Yang dimaksud dengan identifikasi adalah tanda diri, bukti diri,

       penentu atau penetapan , indentitas seseorang, benda dan sebagainya,

       proses psikologi yang terjadi pada diri seseorang karena secara tidak

       sadar membayangkan dirinya seperti orang lain yang dikaguminya, lalu

       dia meniru tingkah laku orang yang dikaguminya ( kamus lingkap Bahasa

       Indonesia, Sofiah Ramdhani; 2002, hal 248 ).


                Jadi yang dimaksud dengan identifikasi masalah dalam penelitian

       ini adalah penetapan atau menentukan masalah yang berkaitan dengan

       meningkatkan disiplin dan tanggung jawab siswa. Adapun identifikasi

       masalah yang peneliti dapatkan adalah sebagai berikut.


       1. Bahwa pendidikan itu adalah suatu proses perkembangan pribadi

       seseorang yang banyak dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun dari

       luar seseorang . Faktor luar salah satunya adalah pengaruh lingkungan

       terhadap diri siswa seperti alat pendidikan, metoda pendidikan, media



I Ktut Triana KTI online2008                                                  9
       pendidikan,   sarana   dan   prasarana. Alat    pendidkan   salah     satu

       diantaranya sanksi yang berjenjang. Hal ini tentu akan memberikan

       dampak terhadap pola tingkah laku dan kebiasaan siswa di sekolah dan

       selanjutnya akan dibawa dalam kehidupan selanjutnya.


       2. Dalam proses pendidikan yang berlangsung secara formal di sekolah

       guru sebagai pendidik, motivator, fasilitator akan sangat memberikan

       dampak terhadap perilaku dan kebiasan murid itu sendiri. Sebagai

       pendidik guru disekolah akan menjadi toladan bagi anak didik. Sikap dan

       perilakunya biasanya akan ditiru oleh anak didik.


       3.   Sekolah dasar       yang merupakan jenjang pendidikan dasar

       seharusnya    menegakkan tata tertib sekolah seperti pada sekolah

       sekolah formal pada tingkat lebih tinggi. Dengan penegakaan peraturan

       yang berlaku disekolah tentu akan menjadi kebiasaan bagi siswa itu

       sendiri untuk belajar bertanggung jawab dan berdisiplin. Sekolah yang

       tidak menegakkan tata tertib, siswanya akan acuh tak acuh, karena

       apapun yang mereka ( siswa ) lakukan tidak akan pernah merasa ada

       resiko, beban yang akan dikenakan akibat bertingkah laku yang kurang

       baik atau bertingkah laku yang salah.


       4. Di dalam lingkungan sekolah siswa perlu mendapat pengawasan

       sehari hari dalam bertingkah laku dan bertindak. Pola tingkah laku itu

       hendaknya diarahkan kepada etika dan tata krama , sehingga menjadi

       kebiasaan yang      mereka sehari hari. Jadi semua komponen dan

       pelaksana yang di sekolah harus pula berpola dan berbuat            sesuai

       dengan etika dan tata krama yang berlaku.




       C. Batasan Masalah


             Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini terbatas pada :




I Ktut Triana KTI online2008                                                  10
       Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab siswa melalui sanksi

       berjenjang pada kelas III SD No. I Sanur tahun pelajaran 2009/2010.


       D. Pengertian tentang istilah.


              Dalam penelitian ini yang berjudul ” Meningkatkan Disiplin dan

       Tanggung Jawab Siswa Melalui Sanksi Berjenjang Pada Siswa Kelas III

       SD No I Sanur pada Tahun Pelajaran 2009/2010” Sesuai dengan judul

       penelitian ini, maka peneliti perlu memberikan pengertian istilah yang

       dipergunakan dalam variabel judul tersebut, yaitu:


       a. Meningkatkan. Kata meningkatkan berasal dari kata tingkat yang

       artinya ” tangga, jenjang, tingkatan, jabatan kemajuan, derajat,

       berangsur-angsur naik, bertambah sedikit sedikit, naik setingkat demi

       setingkat, bertamnbah tinggi” ( Sofiyah Ramdhani E.S,2002; 597 ). Jadi

       sesuai dengan pendapat tersebut maka yang dimaksud meningkat

       dalam penelitian ini adalah membuat perilaku dan sikap siswa berangsur

       angsur naik atau lebih baik dari sebelumnya. Meningkatkan disini juga

       berarti membuat atau membentuk watak dan perilaku siswa menjadi

       lebih baik.


       b. Disiplin dan Tanggung Jawab


       Sesuai dengan Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Oleh Sofiyah

       Ramdhani E.S halaman 158 bahwa kata disiplin sepadan dengan tata

       tertib. Peneliti sependapat dengan pendapat ini bahwa disiplin tersebut

       berkaitan dengan hal-hal yang seharusnya ditaati yaitu berupa peraturan

       dan tata tertib. Karena disiplin ini erat kaitannya dengan pola tingkah laku

       seseorang untuk mentaatinya. Jadi apabila seseorang kurang berdisiplin

       dapat diartikan bahawa seseorang tersebut kurang bertingkah laku tertib

       sesuai dengan norma-norma atau peraturan yang berlaku. Jadi dengan

       demikina pengertian disiplin dalam penelitian ini adalah sikap dan pola

       tingkah laku siswa untuk mentaati norma norma, peraturan tata tertib

       yang berlaku disekolah.


I Ktut Triana KTI online2008                                                   11
       Tanggung Jawab. Tanggung jawab adalah ” keadaan wajib menanggung

       segala sesuatu kalau ada sesuatu hal, boleh dituntut, dipersalahkan,

       diperkarakan dsb. Menanggung segala akibatnya” ( Sofiyah Ramdhani

       E.S, tahun 2002 halaman 555 ). Berdasarkan pendapat Ramdhani

       tersebut diatas maka       tanggung jawab dalam penelitian ini dapat

       diartikan bahwa memberikan beban dan rasa memiliki dan terhadap

       tugas-tugas yang telah diberikan dan apabila tidak melaksanakannya

       ada resiko yang harus diterimanya.


       c. Sanksi Berjenjang.


       Kata sanksi berjenjang di bagi menjadi dua yaitu sanksi dan berjenjang.

       Sanksi adalah hukuman , tindakan paksaan atas pelanggaran ( Sofiyah

       Ramdhani , 2002; 493 ) sedangkan Berjenjang adalah berasal dari kata

       jenjang atau janjang yang artinya tangga atau tingkat. Jadi berjenjang

       adalah bertingkat tingkat. Dengan demikian sanksi berjenjang dapat

       diartikan hukuman, ganjaran yang bertingkat. Dalam penelitian ini sanksi

       yang diberikan mulai yang paling ringan sampai pemanggilan orang tua

       siswa. Sanksi sanksi yang diberikan secara bertingkat yang diterapkan

       dalam batas sewajarnya atau mendidik agar pola dan tingkah laku siswa

       mau berubah kehal-hal yang lebih baik dan tidak sampai memberikan

       sanksi fisik yang menyebabkan siswa menderita secara fisik.




       E. Rumusan Masalah


              Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas maka

       dapat dirumuskan masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas ini sebagai

       berikut:


          1. Apakah dengan melalui sanksi berjenjang dapat meningkatkan

              disiplin   siswa,   pada siswa Kelas III SD No I Sanur tahun

              pelajaran 2009/2010 ?



I Ktut Triana KTI online2008                                               12
          2. Apakah melalui sanksi berjenjang dapat meningkatkan rasa

                tanggung      jawab siswa, pada siswa kelas     III SD No 1 Sanur

                tahun pelajaran       2009/2010 ?


          3. Bagimana perilaku          siswa kelas     III SD No 1 Sanur tahun

                pelajaran 2009/2010 setelah sanksi        berjenjang diterapkan ?




       F. Tujuan Penelitian


                Sesuai dengan dengan latar belakang, identifikasi masalah dan

       rumusan masalah tersebut di atas maka tujuan penelitian ini adalah

       untuk:


          1. Mengetahui dan mendiskripsikan melalui sanksi              berjenjang

                dapat      meningkatkan disiplin siswa kelas III SD No 1 Sanur

                tahun pelajaran       2009/2010


          2. Mengetahui dan mendeskripsikan melalui sanksi              berjenjang

                dapat   meningkatkan tanggung jawab siswa, pada siswa kelas

                III SD No I     Sanur tahun pelajaran    2009/2010


          3. Mengetahui         dan    mendeskripsikan    perilaku   siwa   setelah

                penerapan sanksi         berjenjang pada siswa kelas III SD No I

                Sanur      tahun        pelajaran   2009/2010


       G. Manfaat Hasil Penelitian


                Setelah selesai penelitian ini dilakukan maka hasilnya dapat

       diharapkan bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis sabagai

       berikut.


       1.Manfaat secara teoritis.


       Manfaat secara teoritik bahwa hasil penelitian yang peneliti lakukan ini

       merupakan dasar bagi peneliti peneliti selanjutnnya demi kesempuraan



I Ktut Triana KTI online2008                                                   13
       dan tercapainya hasil penelitian yang lebih berkualitas, akurat dan

       bermanfaat


       2. Bagi siswa .


       Membiasakan diri bersikap disiplin dan rasa tanggung jawab dalam

       semua tugas dan kegiatan sehari hari, sehingga dikemudian hari menjadi

       anak yang percaya diri, berdisiplin, memiliki budi pekerti yang luhur dan

       rasa tanggung jawab yang          tinggi terhadap tugas tugas yang

       dihadapinya.


       3. Bagi Guru.


       Sebagai dasar bagi guru bahwa dengan menerapkan disiplin dan

       tanggung jawab kepada siswa tentu akan dapat meningkatkan prestasi

       siswa di sekolah dan sebagai acuan bawa disiplin dan tanggung jawab

       tersebut perlu diberikan secara     kontinu dan tetap diawasi dalam

       kesehariannya di sekolah. Disamping itu dapat mengatasi anak anak

       yang kurang berdisiplin dan kuarang memiliki rasa tanggung jawab di

       sekolah, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.


       4 Bagi Sekolah.


       Dengan tumbuhnya sikap disiplin dan rasa tanggung jawab siswa maka

       proses   pendidikan dan pembelajaran akan dapat berlangsung dengan

       lancar dan pada       akhirnya diharapkan akan tercapainya tujuan

       instutusional dengan baik.


       Dapat membuat kebijakan dan peraturan tata tertib sekolah maupun tata

       tertib kelas sehingga proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah

       berlangsung dengan lancar.




I Ktut Triana KTI online2008                                                14
                                          BAB II


              LANDASAN TEORI DAN RUMUSAN MASALAH


       A. Landasan Teori


       1. Konsep Penerapan Sikap Disiplin Dalam Pendidikan.


            Dalam arti yang luas disiplin mencakup setiap macam pengaruh

       yang ditujukan untuk membantu siswa agar mereka dapat mamahami

       dan menyesuaikan diri dengan tuntutan yang mungkin ingin ditujukan

       siswa terhadap lingkungannya. Dengan disiplin siswa              diharapkan

       bersedia untuk tunduk dan mengikuti peraturan tertentu dan mejauhi

       larangan tertentu. Kesedian semacam ini harus dipelajari dan harus

       secara sabar diterima dalam rangka memelihara kepentingan bersama

       atau memelihara kelancaran tugas di sekolah, sehingga tujuan

       pendidikan dapat tercapai. Jadi menegakkan desiplin tidak bertujuan

       untuk” mengurangi kebebasan dan kemerdekaan peserta didik akan

       sebaliknya ingin memberikan kemerdekaan yang lebih besar kepada

       peserta didik   dalam batas batas kemampuannya . Akan tetapi jika

       kebebasan   peserta      didik   terlampau   dikurangi,   dikekang   dengan

       peraturan maka peserta didik akan berontak dan mengalami frustasi dan

       kecemasan” ( Drs. Ahmad Rohani HM dkk, ; 126 )


             Sesuai dengan pendapat tersebut desiplin            yang dilaksanakan

       disekolah terhadap siswa, siswa akan belajar hidup dengan pembiasaan

       yang baik, positif dan bermanfat bagi dirinya dan lingkungannya baik

       pada saat bersekolah maupun untuk bekal hidup dikemudian hari. Tetapi

       pendekatan dengan penegakan disiplin tersebut janganlah sampai

       membuat siswa tertekan, dan penerapannya harus pula demokratis

       dalam artian mendidik.


             Namun demikian mulianya tujuan penegakan disiplin seringkali

       tidak mendapat respons yang positif dari siswa hal ini dikarenakan oleh



I Ktut Triana KTI online2008                                                   15
       beberapa faktor yaitu: a) kepemimpinan guru atau kepala sekolah yang

       otoriter yang menyebabkan sikap siswa yang agresif ingin brontak akibat

       kekangan    dan   perlakuan    yang   tidak   manusiawi,   b)   kurang

       diperhatikannya kelompok minoritas baik yang berada diatas rata-rata

       maupun yang berada dibawah rata-rata dalam berbagai aspek yang ada

       hubungannya dengan kehidupan di sekolah, c) siswa kurang dilibatkan

       dan diikutsertakan dalam tanggung sekolah, d) latar belakang kehidupan

       keluarga dan e) sekolah kurang mengadakan kerja sama dan saling

       melepas tanggung jawab. Diantara penyebab pelanggaran tersebut

       pelanggaran yang umum sering terjadi karena       1) kebosanan siswa

       dalam kelas,   dikarenakan yang dikerjakan siswa monoton tidak ada

       variasai dalam proses pembelajaran. 2) Siswa kurang mendapat

       perhatian dan apresiasi yang wajar bagi mereka yang berhasil. Untuk

       mengatasi hal ini seorang guru sebagai pendidik harus memilih strategi,

       metoda dan berbagai pendekatan yang bervariasi agar tujuan yang telah

       direncanakan dapat tercapai.


              Dalam rangka meningkatkan disiplin dan rasa tanggung jawab

       siswa di sekolah, seorang guru harus menyatakan peraturan dan

       konsekuensinya bila siswa melanggarnya ” konsekuensi ini dilakukan

       secara bertahap dimulai dari peringatan, teguran, memberi tanda cek ,

       disuruh menghadap Kepala Sekolah dan atau dilaporkan kepada orang

       tuanya tentang pelanggaran yan dilakukannya di sekolah ”,       ( Drs.

       Ahmad Rohani HM dkk, 1991; 131 ).


              Sesuai dengan pendapat ini bahwa pendidikan bertujuan untuk

       menumbuhkan perilaku dan sikap mental dengan melatih serta

       mengembangkannya ke arah nilai sikap yang positif. Untuk membina,

       menumbuhkan sikap mental dan perilaku yang        baik ini, maka   alat

       pendidikan seperti menerapkan disiplin, memberi tugas dan tanggung

       jawab kepada siswa sesuai dengan kemampuannya perlu dilakukan.




I Ktut Triana KTI online2008                                              16
               Pembinaan mental dan sikap ini dapat dilakukan melalui sanksi

       yang berjenjang . Dengan demikian bekal pendidikan yang berisi

       penambahan pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai serta sikap-sikap

       haruslah darahkan untuk ”..........4. Mengembangkan sikap sikap yang

       cocok untuk tuntutan hidup dan kehidupan kini, disini dan akan datang

       seperti sikap-sikap : hemat, sederhana, disiplin, selalu berikhtiar,

       menghargai waktu, berorientasi pada masa depan, berusaha mengatasi

       alam, misalnya       menggunakan payung bila hujan, percaya pada diri

       sendiri, bekerja untuk menaikkan prestasi, meminta upah atau bayaran

       bila telah selesai menunaikan tugas dan sebagainya” ( Tim Dosen FIP-

       IKIP Malang, Usaha Nasional,1980; 224 )


       2. Penerapan Disiplin Melalui pembiasaan.


              Pembiasaan        dengan     disiplin    di   sekolah   akan   mempunyai

       pengaruh yang positif bagi kehidupan peserta didik di masa yang akan

       datang. Pada mulanya memang disiplin dirasakan sebagai suatu aturan

       yang mengekang kebebasan peserta didik. Akan tetapi bila aturan ini

       dirasakan sebagai suatu yang memang seharusnya dipatuhi secara

       sadar untuk kebaikan diri sendiri dan kebaikan bersama, maka lama

       kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan yang baik menuju ke arah

       disiplin diri sendiri ( self discipline ).


               Disiplin tidak lagi merupakan suatu yang datang dari luar yang

       memberikan keterbatasan tertentu akan tetapi disiplin telah merupakan

       aturan yang datang dari dalam dirinya sebagai suatu hal yang wajar

       dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.


               Pengalaman          utama            dalam   pelaksanaan   disiplin   akan

       memberikan kerangka dalam keteraturan hidup selanjutnya. ”Disiplin diri

       sendiri hanya akan tumbuh dalam suatu suasana di mana antara guru

       dan para peserta didik terjalin sikap persahabatan yang berakar pada

       dasar saling hormat menghormati dan saling mempercayai,” ( Drs



I Ktut Triana KTI online2008                                                          17
       Ahmad Rohani HM dkk,1991;134 ). Jadi sesuai dengan pendapat ini

       berarti disiplin harus diterapkan dalam kerangka dan batas yang

       demokratis serta pedagogis.


       3. Pendidikan Melalui Tanggung Jawab.


              Dalam buku” On Becoming A Personal Excellent”, tahun 2006,

       hal 104, oleh Drs. Waidi, MBA.Ed, yang dikutif dari buku ” Quantum

       Teaching, Dobbi Deporter dkk, menyebutkan bahawa salah satu

       keberhasilan mendidik siswa adalah dengan cara memberinya tanggung

       jawab” Demikian juga Soemarno Soedarsono              dalam bukunya”

       Character Building” mengatakan bahwa karakter seseorang dapat

       dibentuk dengan pemberian tanggung jawab.


             Tanggung jawab merupakan indikator penting bahwa seseorang

       memiliki nilai lebih : kualitas merupakan dambaan banyak orang. Dalam

       setiap tindakan apabila tidak dilandasi tanggung jawab biasanya

       seseorang    akan    ceroboh.   Lebih   jauh   Soemarno    Soedarsono

       mengatakan bahwa tanggung jawab merupakan hal yang sangat urgen

       dalam pembentukan watak seseorang . Oleh karena itu sudah saatnya

       dunia pendidikan kita harus merubah orientasinya dari orientasi kognitif

       ke arah orientasi     afektif ( tanggung jawab ) atau dari orientasi

       kecerdasan intlektual ( IQ ) ke arah kecerdasan spiritual ( SQ ) dan

       emosional ( ESQ ).


             Seseorang yang tidak mengambil tanggung jawab tidak akan

       pernah belajar. Di dalam tanggung jawab ada sejumlah media

       pembelajaran, seperti resiko, kesulitan dan keberanian mental. Hal ini

       akan menyebabkan seseorang tumbuh dewasa. Orang yang pintar,

       cerdas dan terampil apabila tidak memiliki tanggung jawab tidak ada

       orang yang akan memanfaatkan keterampilannya tersebut.


             Untuk itulah seorang anak dalam proses pendidikan baik formal

       maupun non formal perlu dilatih agar memiliki rasa tanggung jawab.


I Ktut Triana KTI online2008                                                18
       4. Interaksi Pendidikan.


              Di dalam pendidikan, komunikasi antara komunikator dan

       komunikan di dalamnya terjadi umpan balik antara guru dan murid.

       Intraksi semacam ini disebut interaksi edukatif, yaitu interaksi yang

       berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan. Dalam interaksi semacam

       ini terjadi siswa yang belajar dan guru yang mendidik serta mengajar

       keduanya untuk mencapai tujuan pendidikan.


              Siswa yang belajar mengembangkan potensi seoptimal mungkin,

       sehingga tujuan tercapai sesuai dengan apa yang dicita-citakan di dalam

       dirinya. Dalam interaksi seperti ini siwa membutuhkan situasi dan kondisi

       yang memungkinkan serta menunjang berkembangnya potensi dalam

       dirinya. Siswa tidak sekedar sebagai objek saja, tetapi terutama sebagai

       subyek yang belajar.


              Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interaksi antara guru dan

       murid adalah. ”1). Interaksi bersifat edukatif, 2). Dalam interaksi terjadi

       perubahan tingkah laku pada siswa sebagai hasil belajar-mengajar, 3).

       Peranan dan kedudukan guru yang tepat dalam proses interaksi belajar-

       mengajar, 4). Interaksi dalam proses belajar-mengajar, 5). Sarana

       kegiatan proses belajar-mengajar yang tersedia, yang membantu

       tercapainya interaksi belajar-mengajar secara efektif dan efesien”, (

       Dra.Ny.Roestiyah NK,.1986; 37 )


              Jadi menurut pendapat tersebut diatas maka dalam interaksi

       antara guru dan murid, guru berfungsi sebagai pendidik, pengajar,

       pemimpin, fasilitator dan pengganti orang tua dirumah. Sebagai pengajar

       artinya guru menyediakan situasi dan kondisi belajar siswa untuk

       mencapai    tujuan     pendidikan   artinya   menyediakan     seperangkat

       pengetahuan, sikap dan ketrampilan serta sarana maupun prasarana.

       Guru sebagai pemimpin artinya harus bersikap demokratis, terbuka mau

       mendengarkan pendapat orang lain, keluhan, perasaan, ide muridnya,



I Ktut Triana KTI online2008                                                  19
       serta bersedia bekerjasama, saling mengerti dan toleransi. Jadi guru

       tidak berkuasa penuh, bertindak atas pertimbangan menguntungkan

       dirinya saja, tanpa memikirkan kepentingan siswanya. Disamping itu

       guru tidak boleh bersifat masa bodoh, melainkan mau bekerjasama

       dalam mencapai tujuan bersama untuk kesejahteraan siswanya.


             Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan hubungan guru dan

       murid, sering terjadi hambatan-hambatan      dalam rangka mencapai

       tujuan pendidikan. Hambatan-hambatan itu dikarenakan siswa kurang

       berdisiplin tidak menghormati guru dan selalu mengganggu temannya

       yang sedang belajar kurang memiliki rasa tanggung jawab. Dalam hal

       seperti inilah, maka peranan guru sebagai pemimpin dalam menentukan

       strategi, memilih metode dan pendekatan yang bervariasi untuk

       mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Perilaku siswa

       dalam interaksi seperti ini ada yang positif dan negatif. Perilaku yang

       positif perlu mendapat apresiasi, pujian, dan pemberian hadiah. Seorang

       ahli yang terkenal Thorndike, dalam buku psikiologi pendidikan oleh

       Toya,1985, 42 menyebutkan ”respons yang dihargai cenderung diulang

       pada situasi tertentu, sedang respons yang tidak diberi penghargaan

       cenderung untuk tidak diulang”.


             Sesuai dengan pendapat ini berarti, tingkah laku apapun yang

       dilakukan siswa baik didalam kelas maupun di luar kelas yang bersifat

       positif perlu diberikan aspresiasi. Disamping memberikan penghargaan

       dalam interaksi dikenal pula hukuman atau sanksi. Hukuman atau sanksi

       serta penghargaan, apresiasi yang diberikan kepada siswa harus

       didasarkan atas pertimbangan sebagai berikut: a. Penghargaan atau

       hukuman diberikan atas dasar fungsi yang sebenarnya artinya pada

       situasi tertentu penghargaan atau hukuman perlu diberikan secara tepat.

       b. Penghargaan atau hukuman diberikan disesuaikan dengan tingkah

       laku dan kepribadian siswa. c. Penghargaan atau hukuman harus




I Ktut Triana KTI online2008                                              20
       dikaitkan   dengan    tujuan      yang   jelas   artinya   diarahkan   untuk

       mempermudah proses pendidikan.


             Jadi dalam memberikan sanksi atau hukuman kepada siswa

       dapat menekan tingkah laku yang kurang baik. Sedangkan apresiasi

       atau penghargaan dapat menumbuhkan sikap dan perilaku yang dapat

       diulang pada situasi dan kondisi yang tepat. Dengan demikian apapun

       bentuk dan model intraksi edukatif disekolah pada umumnya untuk

       mencapai tujuan pendidikan. Sesuai dengan pendapat bahwa,” intraksi

       belajar mengajar pada hakekatnya          bermaksud mengantarkan siswa

       mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya” ( Suprayekti,

       M.Pd, 2003; 6 )


       5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap Kurang Disiplin


             Sikap siswa kurang desiplin di sekolah dipengaruhi dari berbagai

       faktor. Hal ini karena siswa        berasal dari berbagai latar belakang

       kehidupan sosial ekonomi maupun derajat pendidikan orang tuanya.

       Faktor –faktor tersebut diantaranya adalah


          a. Sekolah kurang menerapkan disiplin. Sekolah yang kurang

             menerapkan disiplin, maka siswa biasanya kurang bertanggung

             jawab karena siswa menganggap tidak melaksanakan tugas pun

             di sekolah tidak dikenakan sanksi, tidak dimarahi guru.


          b. Teman bergaul. Anak yang bergaul dengan anak yang kurang

             baik perilakunya akan berpengaruh terhadap anak yang diajaknya

             berintraksi sehari hari..


          c. Cara hidup di lingkungan anak tinggal.          Anak yang tinggal di

             lingkungan hidupnya kurang baik, maka anak akan cendrung

             bersikap dan berperilaku kurang baik pula.


          d. Sikap orang tua. Anak yang dimanjakan oleh orang tuanya akan

             cendrung kurang bertanggung jawab dan takut menghadapi



I Ktut Triana KTI online2008                                                    21
             tantangan dan kesulitan kesulitan, begutu pula seballiknya anak

             yang sikap orang tuanya otoriter, maka anak akan menjadi

             penakut dan tidak berani mengambil keputusan dalam bertindak.


          e. Keluarga yang tidak harmonis. Anak yang tumbuh dikeluarga yang

             kurang harmonis ( home broken ) biasanya akan selalu

             mengganggu teman dan sikapnya kurang disiplin.


          f. Latar belakang kebiasan dan budaya. Budaya dan tingkat

             pendidikan orang tuanya akan berpengaruh terhadap sikap dan

             perilaku anak. Anak yang hidup dikeluarga yang baik dan tingkat

             pendidikan orang tunya bagus maka anak akan cendrung

             berperilaku yang baik pula.


             Bedasarkan uraian tersebut di atas maka sikap disiplin dan

       bertanggung jawab siswa sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal.

       Bukan semat-mata dipengaruhi oleh faktor internal. Hal ini sesuai

       dengan pendapat ahli filsafat John Locke ( 1632 – 1704) mengajarkan”

       bahwa perkembangan pribadi ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan

       terutama pendidikan. Beliau berkesimpulan bahwa tiap individu lahir

       sebagai kertas putih dan lingkungan tersebutlah yang akan ”menulisi”

       kertas putih tersebut” ( Tim Dosen IKIP Malang,1980,12).


              Jadi dengan demikian, bahwa lingkungan yang baiklah yang

       dapat membentuk dan membina pribadi yang ideal, dan buakan semata-

       mata dari bakat anak tersebut.


       6. Sanksi Sebagai Alat Pendidikan.


             Alat pendidkan adalah segala usaha atau tindakan yang dengan

       sengaja digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Penggunaan alat

       pendidikan harus disesuaikan dengan tujuan , keadaan siswa, situasi

       pendidikan dan lingkungan pendidikan.




I Ktut Triana KTI online2008                                            22
              Sering terjadi tindakan para pendidik memberikan kesan kurang

       mendidik bagi siswa. Hal ini akan menimbulkan hilangnya kepercayaan

       siswa terhadap para pendidik atau guru di sekolah. Kerena banyak siswa

       yang selalu mengidentifikasikan diri dengan citra ( profil ) para pendidik

       yang selalu dihormati. Hal ini sesuai dengan pendapat seorang tokoh

       pendidik Salzman, Beliua menulis buku ” Buku Semut” , ”Buku Kepiting”.”

       Dalam Buku Kepiting terlihat gambar pada halaman buku seekor induk

       kepiting dan anaknya sedang mengikuti induknya: ” Nak, jalan ikuti ibu”.

       Anak menjawab” Ya, bu saya memang mengikuti jalannya ibu. Karena

       ibu berjalan begitu, maka saya juga berjalan demikian” ( Tim Dosen IKIP

       Malang, 1980,34 )


              Dengan demikian dapat dikatakan bahwa proses pendidikan akan

       berlangsung dengan cara meniru atau mengikuti pola tingkah laku

       seorang tokoh. Dalam hal ini gurulah yang menjadi tokoh bagi anak di

       sekolah di samping pula orang tua di rumah.


       7. Hal-hal yang perlu diketahui guru dalam menerapkan sikap        disiplin

       dan tanggung jawab pada siswa.


               Dalam menerapkan sanksi terhadap tindakan melanggar disiplin

       dan tanggung jawab pada siswa, perlu diperhatikan informasi tentang diri

       siswa itu sendiri. Tanpa mengetahui informasi tersebut guru akan

       kesulitan dalam menerapkan bimbingan menuju kearah perubahan

       perilaku yang positif.


              S Nasuton ( 2002 ) memerinci hal-hal yang harus diketahui guru

       tentang diri anak adalah:”


          a) Keterangan pribadi anak, nama orang tua/wali,tanggal masuk


          b) Kepandaian : angka rapor,hasil-hasil tes dan tingkat kelas


          c) Kesehatan”penyakit-penyakit,cacat badan dan kebiasaan hidup,

              serta perkembangan berat badan, tinggi badan dan sebagainya



I Ktut Triana KTI online2008                                                  23
          d) Keadaan rumah , pekerjaan ibu, bapak, pendidikan orang tua,

                 agama orang tua, suasana rumah dan sebagainya


          e) Riwayat sekolah: kerajinan bersekolah, kemangkiran, hukuman

                 yang diperoleh, hadiah dan pujian


          f) Kesanggupan siswa istimewa, hobi


          g) Sifat-sifat pribadi ( watak ), suka bergaul, pendiam, jujur dan

                 sebagainya


          h) Cita cita untuk kemudian hari” ( Heri Sukarman, M.Sc.Ed, 20037 )


       Sejalan dengan pendapat ini bahwa tanpa mengenal pribadi siswa

       seacara dekat maka proses pendidikan akan sulit dilakukan, karena

       siswa memiliki berbagai latar belakang, watak atau karakter tersebut

       diatas.


       Semakin mengetahui pribadi siswa maka penerapan tindakan disiplin

       dan memberikan tugas serta tanggung jawab semakin mudah. Pada

       akhirnya      dapat    membantu    kelancaran   proses   pendidikan   dan

       pembelajaran disekolah.


       B. Kerangka Berpikir


          Berdasarkan pengamatan secara umum dari tahun ke tahun tingkat

       disiplin siswa umumnya siswa SD No. I Sanur dan khususnya siswa

       kelas III menunjukan penurunan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya

       siswa yang datang terlambat, berpakian kurang rapi, sering mengganggu

       siswa yang lain pada saat belajar, petugas piket tidak melaksanakan

       tugasnya dengan semestinya, tidak mengumpulkan tugas sesuai dengan

       waktu yang telah ditentukan, tidak menyelesaikan tugas rumah, kurang

       hormatnya terhadap guru di sekolah.


                 Banyak faktor yang menyebabkan anak kurang disiplin seperti ini

       diantaranya kurang pengawasan guru secara rutin, tidak ditegakkannya



I Ktut Triana KTI online2008                                                 24
       tata terib yang ada di sekolah, perhatian orang tua dirumah kurang pada

       anaknya, pengaruh teman sebaya, dalam penegakkan disiplin dan

       tanggung jawab tidak ada sanksi yang tegas.


             Kebiasan dari sejak kecil merupakan cikal bakal pembentukan

       watak, sikap dan prilaku seseorang      dikemudian hari. Kebiasaan yang

       baik akan menyebabkan watak, sikap dan prilaku seseorang akan baik

       pula di kemudian hari, demikian juga sebaliknya kebiasaan yang tidak

       baik dari kecil akan menentukan watak, sikap dan perilaku yang kurang

       baik pula. Kalau kebiasaan yang tidak baik selalu dibiasakan maka

       tujuan pendidikan yang dicanangkan tidak akan tercapai.


             Berdasarkan      kajian   dan   kerangka   berpikir   diatas dengan

       menerapkan     disiplin dan tanggung jawab siswa melalui sanksi

       berjenjang diduga dapat merubah sikap dan perilaku siswa dari yang

       negatif kearah yang positif, sehingga pelaksanaan proses pendidikan di

       sekolah berjalan dengan lancar        dengan harapan hasil belajar yang

       menyangkut asfek kognitif, afektif dan psikomotor dapat tercapai dengan

       ditandainya dengan kematangan IQ, SQ, ESQ.


       C. Hipotesa Tindakan


       Berdasarkan kajian dan kerangka berpikir berpikir di atas maka dapat

       dirumuskan hipotesa tindakan sebagai berikut:


          1. Dengan melalui sanksi berjenjang dapat meningkatkan disiplin

             siswa, pada siswa kelas III SD No I Sanur tahun pelajaran

             2009/2010.


          2. Dengan melalui sanksi berjenjang dapat meningkatkan tanggung

             jawab siswa pada siswa kelas III SD No I Sanur tahun pelajaran

             2009/2010.


          3. Setelah sanksi berjenjang diterapkan sikap dan perilaku siswa

             kelas III SD No I Sanur tahun pelajaran 2009/2010 dapat berubah



I Ktut Triana KTI online2008                                                 25
            dari yang tidak baik ( negatif ) dapat menjadi berperilaku yang

            baik ( positif ).




I Ktut Triana KTI online2008                                           26
                                          BAB III


                                METODE PENELITIAN


       A. Seting Penelitian


       a. Waktu penelitian


              Penelitian Tindakan Kelas yang saya lakukan merupakan

       penelitian mengenai sikap dan perilaku siswa, maka penelitian yang

       tepat adalah mulai bulan Juli sampai September, karena pada

       pertengahan bulan juli adalah awal siswa sekolah. Pada awal sekolah,

       siswa biasanya mengikuti orientasi pengenalan lingkungan terutama bagi

       siswa baru. Khusus untuk kelas tiga dan kelas kelas yang lebih tinggi

       merupakan siswa yang sudah mengetahui lingkungan sekolah secara

       umum. Namun kebiasaan kebiasan yang kurang positif masih dibawa

       dari kebiasaan pada kelas kelas sebelumnya. Diharapkan semakin tinggi

       kelas, tingkat disiplin dan tanggung jawab siswa semakin tinggi pula.

       Untuk itulah mengapa peneliti memilih waktu yang tepat yaitu antara

       bulan Juli sampai September pada tahun pelajaran berjalan. Dalam hal

       ini peneliti ingin mengetahui secara jelas peningkatan disiplin dan

       tanggung jawab melalui sanksi berjenjang.


       b.Tempat Penelitian


              Peneliti melakukan penelitian pada Sekolah Dasar No I Sanur

       pada tahun pelajaran 2009/2010. Tempat penelitian ini saya pilih, karena

       tempat ini merupakan tempat saya bertugas sehari hari. Dalam

       melaksanakan     tugas    sehari    hari,   peneliti   menemukan   sesuatu

       kejanggalan dalam sikap disiplin dan tanggung jawab siswa dari tahun

       ketahun mengalami penurunan. Dalam pikiran peneliti hal ini kalau terus

       dibiarkan akan mempengaruhi watak, sikap dan kebiasan serta perilaku

       siswa dikemudian hari yang tentunya akan mempengaruhi tercapainya

       tujuan dari pendidikan itu sendiri, terutama dari kualitasnya.



I Ktut Triana KTI online2008                                                  27
              Harapan ideal peneliti, siswa yang disiplin dan bertanggung jawab

       di sekolah prestasi belajarnya pun akan meningkat pula. Dengan

       harapan hasil penelitian ini agar menjadi bahan pertimbangan bagi rekan

       rekan sejawat         dalam mendidik dalam proses pendidikan dan

       pembelajaran di tempat peneliti bertugas. Itulah alasan peneliti memilih

       tempat penelitian ini, yang sekaligus tempat peneliti bertugas sehari hari.


       B. Subyek Penelitian


              Sebagai subyek Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang saya

       lakukan adalah siswa kelas III SD No.I Sanur tahun pelajaran 2009/2010.

       Jumlah siswa yang saya teliti sebanyak 42 orang. Penelitian Tindakan

       Kelas ini tidak menggunakan teknik sampling. Jadi yang diteliti adalah

       semua siswa kelas tiga SD No. I Sanur tahun pelajaran 2009/2010.


       C. Sumber Data


              Sumber data yang peneliti dapatkan adalah dari siswa kelas III SD

       No. I Sanur tahun pelajaran 2009/2010, sekaligus sebagai obyek

       penelitian.


       D. Metode Dan Instrumen Penelitian


       a. Teknik Pengumpulan Data


       1. Teknik observasi


              Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan

       teknik observasi. Spradly tahun      1980 yang dikutip oleh       Dra. Ari

       Pudjiastuti, M.Pd., Widyaiswara P4TK PKn dan IPS Malang,              2007

       menyebutkan, bahwa teknik observasi adalah suatu pengamatan dan

       pencatatan sistimatis dan teratur mengenai objek yang sedang diteliti,

       observasi menjadi teknik pengumpulan data yang baik bagi penelitian

       yang ingin menjaring data tentang perilaku/sikap. Observasi terutama

       ditujukan untuk memperoleh data berkaitan dengan apa yang dikerjakan



I Ktut Triana KTI online2008                                                   28
       (cultural behavior) dan apa yang dibuat dan dipergunakan (cultural

       artifacts) oleh partisipan. ( Spradly, 1980 ).


             Bentuk    observasi yang peneliti pakai adalah       observasi secara

       langsung. Yang dimaksud dengan observasi secara langsung adalah

       pengamatan langsung pada obyek yang diamati yaitu siswa itu sendiri


       2. Teknik wawancara.


              Yang dimaksud dengan wawancara adalah ”proses memperoleh

       keterangan dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka dengan

       responden      atau   tanpa   menggunakan        pedoman    (guide).   Materi

       wawancara persoalan yang ditanyakan kepada responden berkisar

       masalah dan tujuan penelitian. ( Dra. Ari Pudjiastuti, M.Pd., Widyaiswara

       P4TK PKn dan IPS Malang, 2007 )


              Wawancara yang peneliti lakukan adalah dengan siswa yang

       berkaitan dengan disiplin yang dilaksanakan di sekolah dan rasa

       tanggung jawab setelah diadakannya sanksi berjenjang.


       b. Alat Pengumpulan Data


              Alat yang dipakai pengumpulan data adalah melalui lembaran

       pengamatan ( observasi ) dan lembaran wawancara.


       E. Validasi Instrumen


       a. Validasi Teoritik Dan Validasi empirik.


              Yang dimaksud dengan validasi instrumen adalah ketepatan alat

       yang dipakai untuk mengukur dari indikator yang akan diteliti. Sesuai

       dengan hal tersebut maka untuk mengukur tingkat disiplin dan tanggung

       jawab siswa menggunakan pedoman pengamatan atau observasi.

       Sebagai hasil dari observasi berupa sikap dan tingkah laku, disiplin dan

       tanggung jawab siswa di sekolah




I Ktut Triana KTI online2008                                                    29
       F. Analisis Data


              Dalam penelitian ini tidak menggunakan analisis uji stastistik

       namun menggunakan analisis diskriptif dan komperatif. Hasil observasi

       yang telah dilakukan diolah dan dianalisis secara diskriptif komperatif

       yaitu membandingkan nilai antar siklus             maupun indikator dalam

       penelitian. Observasi dengan analisis diskriptif ini berdasarkan hasil

       observasi dan refleksi tiap siklus.


       G. Indikator Kinerja


              Kondisi akhir yang kita harapkan setelah melakukan Penelitian

       Tindakan Kelas ( PTK ) ini, bahwa disiplin dan tanggung jawab siswa

       kelas III SD No 1 Sanur tahun pelajaran 2009/2010                   mengalami

       peningkatan. Peningkatan disiplin dan tanggung jawab siswa ini dapat

       dilihat dari sikap dan tingkah laku          sehari hari, yaitu dari kurang

       berdisiplin menjadi berdisiplin        serta memiliki rasa tanggung jawab

       terhadap tugas tugas di sekolah.


              Berdasarkan pengamatan atau observasi sebelum menerapkan

       sanksi berjenjang siswa memiliki sikap kurang berdisiplin dan kurang

       memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas tugasnya.


              Rentangan       nilai   yang    dipakai   sebagai   tolak   ukur   untuk

       menentukan tinggi rendahnya sikap disiplin dan rasa tanggung jawab

       siswa adalah sebagai berikut:


       ”Sangat baik ( A )        = 8,5 – 10


       Baik   (B)               = 7,0 – 8,4


       Cukup ( C )               = 5,5 - 6,9


       Kurang ( D )              = 4,0 – 5,4


       Sangat kurang ( E )       = 0.0 – 3,9”, ( Drs. Safari, MA; 2003, 54 )



I Ktut Triana KTI online2008                                                       30
              Indikator kinerja yang saya tetapkan bahwa sebelum menerapkan

       sanksi berjenjang sikap dan tanggung jawab siswa nilai rata ratanya

       adalah berkisar     pada rentangan 5,5 – 6,9 ( Cukup/ C ). Setelah

       menerapakan sanksi berjenjang nilai rata rata siswa tingkat disiplin dan

       tanggung jawabnya diharapkan berkisar pada rentangan 8,5 – 10 (

       sangat baik/A). Indikator terendah yaitu dengan nilai rata rata C, Dan

       diasumsikan bahwa siswa secara umum sudah mengetahui disiplin dan

       rasa tanggung jawab di sekolah. Namun hal ini peneliti akan buktikan

       setelah melakukan observasi secara kontinu selama melakukan

       penelitian.


       H. Prosodur Penelitian


              Bentuk penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan

       kelas ( classroom acttion research ). Tindakan yang dilakukan dalam

       penelitian ini dengan menerapkan sanksi berjenjang pada siswa siswa

       yang    kurang    disiplin   dan   kurang   bertanggung   jawab   dalam

       melaksanakan tugas sehari hari di sekolah.


              Rancangan penelitian ini menggunakan prosodur yang telah saya

       tetapkan, kemudian dilaksanakan dengan harapan hasil penelitian betul

       betul valid dan tepat. Prosodur yang saya pergunakan adalah melalui

       beberapa tahap yaitu :


          1. Tahap perencanaan penellitian


          2. Tahap observasi sebelum pelaksanaan penelitian


          3. Tahap Pelaksanaan penelitian


          4. Tahap observasi saat penerapan sanksi berjenjang.


          5. Tahap evaluasi dari hasil pelaksanaan penellitian


          6. Tahap repleksi


       a. Tahap Perencanaan Penelitian.


I Ktut Triana KTI online2008                                               31
              Dalam tahap ini peneliti merencanakan penelitian diawali dengan

       adanya permasalahan bahwa di tempat bertugas banyak siswa yang

       kurang berdisiplin dan kurang bertanggung jawab sehingga akan

       mempengaruhi pembelajaran dan pada akhirnya akan berpengaruh

       terhadap prestasi siswa itu sendiri di sekolah. Untuk mengetahui

       persoalan ini, maka peneliti ingin membuktikan kebenaran tersebut.

       Kebiasaan yang kurang disiplin dan kurang bertanggung jawab siswa di

       sekolah, diperkirakan salah satu penyebabnya karena alat pendidikan

       yang kurang diterapkan di sekolah yaitu ” sanksi berjenjang ”. Untuk

       menjawab hal tersebut kemudian peneliti mulai membuat proposal

       penelitian tindakan kelas


       b.Tahap Observasi Sebelum Pelaksanaan Penelitian


              Untuk mengetahui secara jelas sikap disiplin dan tanggung jawab

       siswa di sekolah maka peneliti membuat pedoman observasi terhadap

       sikap disiplin dan tanggung jawab siswa dengan indikator indikatornya.

       Observasi ini saya lakukan untuk mengetahui secara jelas sikap disiplin

       siswa sebelum diterapkan sanksi berjenjang dan sikap kurang berdisiplin

       serta rasa bertanggung jawab setelah dilterapkannya sanksi berjenjang

       di sekolah. Observasi pada tahap awal ini peneliti juga menggunakan

       pedoman observasi yang telah ditentukan indikator indikatornya.


       c. Tahap Pelaksanaan penelitian.


             Pada tahap ini peneliti memberikan pengarahan kepada siswa

       dan membuat kesepakatan dengan siswa, bahwa bagi siswa yang tidak

       tertib dan tidak disiplin di sekolah akan dikenakan sanksi berjenjang.

       Pada tahap ini juga peneliti memberitahu kepada siswa, bahwa yang

       berdisiplin dan bertanggung jawab juga akan diberikan penghargaan (

       apresiasi ). Peneliti menentukan sanksi sanksi yang akan dikenakan

       kepada   siswa    yang      melanggarnya.   Observasi   pada   tahap   ini




I Ktut Triana KTI online2008                                                  32
       dilaksanakan dengan menggunakan pedoman pengamatan ( pedoman

       observasi ) dengan indikator indikator yang telah ditetapkan.


              Bagi siswa yang melanggar kesepakatan dipanggil kemudian

       diberikan sanksi ”


          1. Sanksi berupa teguran atau peringatan.


          2. Sanksi berdiri di depan kelas sambil membaca.


          3. Sanksi membersihkan halaman sekolah


          4. Sanksi membersihkan wc dan kamar mandi


          5. Sanksi fisik jongkok bangun didepan kelas dengan hitungan

             sendiri


          6. Sanksi fisik Berlari dihalaman sekolah


          7. Sanksi pemanggilan siswa oleh kepala sekolah


          8. Sanksi pemanggilan orang tua siswa




       d. Tahap observasi saat penerapan sanksi berjenjang.


              Setelah diamati beberapa hari dengan pedoman pengamatan

       mulai berlangsungnya pelaksanaan dan pada saat penerapan sanksi

       berjenjang tersebut diatas, maka selanjutnya peneliti mengamati kembali

       dengan pedoman pengamatan yang telah ditetapkan dengan indikator –

       indikatornya. Kemudian nilainya dirata ratakan.


       e. Tahap evaluasi dari hasil pelaksanaan penellitian.


              Setelah   dilakukan    observasi   sebelum       penerapan   sanksi

       berjenjang dan sesudah dilaksanakan penerapan sanksi berjenjang,

       selanjutnya dilakukan perbandingan hasil observasi sebelum diterapkan

       sanksi berjenjang dengan hasil observasi setelah diterapkan sanksi


I Ktut Triana KTI online2008                                                 33
       berjenjang pada siswa kelas III SD No I Sanur tahun pelajaran

       2009/2010.


       f. Tahap repleksi.


              Setelah diketahui hasill perbandingannya kemudian diulangi lagi

       observasinya mulai dari tahap pelaksanaan penelitian sampai pada

       tahap penerapan sanksi berjenjang. Hal ini gunanya untuk mengetahui

       secara jelas pengaruh penerapan sanksi berjenjang dibandingkan

       dengan tanpa mengunakan sanksi berjenjang untuk meningkatkan

       disiplin dan tanggung jawab siswa. Setelah diketahui secara jelas

       pengaruhnya, maka bagi siswa yang tidak melanggar disiplin dan

       tanggung jawab peneliti juga memberikan penguat berupa apresiasi dan

       motivasi. Dengan demikian siswa yang kurang bersikap disiplin dan

       bertanggung jawab akan terdorong keinginannya untuk berlomba-lomba

       bersikap berdisiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya.




I Ktut Triana KTI online2008                                                 34
                                       BAB IV


                    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN




       A. Diskripsi Kondisi Awal


               Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan disekolah tidak

       lepas dari sarana prasarana, manajemen sekolah serta lingkungan

       termasuk orang tua untuk tercapainya tujuan pendidikan. Salah satu

       faktor yang tidak kalah pentingnya adalah alat pendidikan yaitu “sanksi

       berjenjang “.


               Sanksi berjenjang adalah salah satu alat pendidikan untuk

       mencapai tujuan pendidikan disamping metoda, dan administrasi

       pendidikan.     Penerapan   sanksi   berjenang   terhadap   siswa   yang

       melanggar disiplin dan kurang bertanggung jawab di sekolah hendaknya

       dilaksanakan      secara kontinu, sinergi dan terkoordinasi dengan

       komponen-komponen yang         lain yang ada di sekolah, merupakan

       keharusan.


              Melihat hal-hal tersebut di atas kondisi di SD I Sanur kurang

       melaksanakan peraturan secara teratur dan belum ada aturan yang jelas

       mengenai tata tertib yang harus dilakukan oleh siswa. Hal ini terlihat

       banyaknya siswa yang datang terlambat ke sekolah, setiap upacara

       bendera tidak disiplin, banyaknya siswa tidak mengerjakan tugas tugas

       rumah dan sekolah, kurang menghormati antara teman dan guru, tidak

       melaksanakan tugas piket dengan teratur, tidak terbiasanya mengantre

       pada saat menyetor tugas, menyontek pada saat ulangan, di dalam kelas

       selalu mengganggu teman, berpakian kurang rapi, tidak terbiasa

       membuang sampah pada tempatnya, di kelas tidak tertib dan lain-lain.


              Semua indikator indikator tersebut tentu akan mempengaruhi

       prestasi siswa dan pada akhirnya mutu dan tujuan pendidikan di sekolah

I Ktut Triana KTI online2008                                                35
       tidak tercapai dengan maksimal. Khususnya kelas III SD I Sanur hal ini

       sangat mempengaruhi prestasi siswa di dalam kelas dan guru selalu

       mengalami kesulitan dalam pengelolaan kelas dikarenakan faktor faktor

       tersebut.


             Untuk itulah Peneliti ingin melaksanakan penelitian dibidang sikap

       terutama pada sikap disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah.

       Menurut anggapan peneliti hal ini merupakan faktor utama dalam rangka

       tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah.


              Baimanapun kemampuan, bakat dan minat siswa tersebut

       bersarnya apabila tidak disertai dengan disiplin dan rasa tanggung jawab

       yang tinggi terhadap tugas-tugasnya tentu semuanya itu akan sia-sia.


       B. Diskripsi Siklus I


              Dalam siklus I ini akan diuraiakn untuk mengetahui secara jelas

       proses mulai dari perencanaan sampai hasil dari siklus pertama ini.


       a. Perencanaan Tindakan


               Dalam tahap perencanaan tindakan pada siklus I ini diawali

       dengan mengadakan pengamatan dengan pedoman pengamatan yang

       telah disusun sebelum melakukan penelitian. Setelah data data masuk

       dan diketahui hasilnya bahwa tingkat disiplin siswa sangat rendah

       dibawah nilai rata-rata standar ( kurang   (D)             = 4,0 – 5,4 ).

       Nilai rata rata tersebut adalah 5,2. Begitu pulai nilai rata rata rasa

       tanggung jawab siswa dengan rata rata katagori D yaitu dengan nilai 4,9.

       Dan kalau digabung antara sikap disiplin dan rasa tanggung jawab maka

       nilainya rata rata 5,1 ( D )




I Ktut Triana KTI online2008                                                  36
       Adapun hasil dari pengamatan tersebut adalah sebagai berikut.


       Katagori sikap disiplin



                   Tidak terlambat datang ke sekolah     = 4,9


                   Berpakaian rapi                       = 5,8


                   Kebiasan mengantre                    = 5,1


                   Menghormati guru dan teman            = 5,9


                   Pulang dengan tertib                  = 4,4


       Katagori tanggung jawab siswa



                  Menyerahkan tugas tepat waktu        = 4,3


                  Mandiri ( tidak mencontek )          = 5,1


                  Mengerjakan tugas rumah                = 5,1


                  Melaksanakan tugas piket kelas         = 5,3


                  Menjaga kebersihan lingkungan          = 5,1




       b. Pelaksanaan Tindakan Penelitian


            Kemudian peneliti mulai memberikan pengarahan dan pemahaman

       terhadap siswa mengenai hal hal yang harus diperhatikan dalam

       menuntut ilmu di sekolah terutama sikap disiplin dan bertanggung jawab

       terhadap     tugas-tugas,     akan   mennetukan     tingkat   keberhasilan

       pendidikan. Hanya dengan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab yang

       tinggi kualitas pendidikan di sekolah akan tercapai.




I Ktut Triana KTI online2008                                                 37
             Untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik maka, dalam

       menerapan disiplin dan tanggung jawab siswa, perlu diterapkan sanksi

       berjenjang bagi siswa yang melanggar.


             Disini peneliti menentukan tingkatan sanksi yang akan diterapkan

       bagi siswa yang melanggar yaitu


          1. Sanksi berupa teguran atau peringatan.


          2. Sanksi Berdiri di depan kelas sambil membaca.


          3. Sanksi membersihkan halaman sekolah


          4. Sanksi membersihkan wc dan kamar mandi


          5. Sanksi fisik jongkok bangun didepan kelas dengan hitungan

             sendiri


          6. Sanksi fisik Berlari dihalaman sekolah


          7. Sanksi pemanggilan siswa oleh kepala sekolah


          8. Sanksi pemanggilan orang tua siswa


       Pemahaman kepada siswa atau obyek penelitian ini dilakukan selama

       satu minggu.


           Memasuki tahap pelaksanan tindakan ini bagi siswa yang melanggar

       setiap indikator indikator yang telah ditetapkan dalam pedoman

       pengamatan akan dikenakan sanksi berjenjang sesuai dengan sanksi

       sanksi tersebut diatas. Dengan ketentuan pelanggaran pertama

       diterapkan sanksi tingkat I, melanggar yang ke II diterapkan sanksi yang

       ke II dan seterusnya.


              Disini peneliti juga memberikan motivasi dan apresiasi bagi anak

       yang tidak melanggar, dengan tujuan bagi anak yang melanggar agar

       termotivasi untuk mencontoh temannya yang tidak melanggar ketentuan

       tersebut.


I Ktut Triana KTI online2008                                               38
       c. Hasil Pengamatan


                  Pengamatan yang peneliti pergunakan dengan pedoman

       pengamatan atau observasi dan pedoman konversi nilai atau tolak ukur

       yang dipakai adalah dengan menggunakan rentangan nilai sebagai

       berikut.


       Sangat baik ( A )     = 8,5 – 10


       Baik       (B)         = 7,0 – 8,4


       Cukup ( C )            = 5,5 - 6,9


       Kurang ( D )           = 4,0 – 5,4


       Sangat kurang ( E )    = 0.0 – 3,9”, ( Drs. Safari, MA; 2003, 54 )




       d. Refleksi Tindakan Siklus I


              Tahap refleksi tindakan, dilakukan pada setiap akhir siklus. Pada

       refleksi peneliti harus dapat mengkaji kelemahan dan kelebihan dari

       penerapan sanksi berjenjang demi untuk meningkatkan tingkat disiplin

       dan rasa tanggung jawab siswa di sekolah. Disamping itu harus dapat

       mencari solusi sanksi ataupun cara yang lain yang relevan dalam artian

       mendidik dan bukan memberikan sanksi         yang bersifat balas dendam

       terhadap siswa. Dengan demikian diharapkan dapat mencapai titik

       kesempurnaan khususnya dalam meningkatkan disiplin dan rasa

       tanggung jawab siswa di sekolah.




I Ktut Triana KTI online2008                                                39
       Adapun hasil dari pengamatan pada siklus 1 adalah sebagai berikut.:

       a. Katagori sikap disiplin



                   Tidak terlambat datang ke sekolah           = 6,9


                   Berpakaian rapi                             = 7,4


                   Kebiasan mengantre                          = 6,8


                   Menghormati guru dan teman                  = 7,0


                   Pulang dengan tertib                        = 6,6




      b. Katagori tanggung jawab siswa




                 Menyerahkan tugas tepat waktu                = 6,3


                 Mandiri ( tidak mencontek )                   = 6,8


                 Mengerjakan tugas rumah                       = 5,4


                 Melaksanakan tugas piket kelas                = 7,2


                 Menjaga kebersihan lingkungan                 = 8,1




               Pada siklus I ini diketahui bahwa pada katagori tingkat disiplin

        siswa rata rata mencapai nilai cukup yaitu 6,9, kalau ditinjau secara rinci

        maka    pada poin kebiasan mengantre dengan nilai cukup ( 6,8 ) dan

        pulang dengan tertib dengan nilai rata rata ( 6,6 ) . Jadi nilainya masih

        rendah yaitu nilai cukup ( C ).


               Sedangkan pada katagori rasa tanggung jawab siswa mencapai

        nilai cukup ( C ) yaitu rata rata nilainya 6,7 dan kalau dilihat secara rinci

        maka, pada poin menyerahkan tugas tepat waktu masih rendah dengan


I Ktut Triana KTI online2008                                                     40
       nilai ( C ) yaitu nilainya 6,3 pada poin mandiri dengan nilai ( C ) yaitu

       nilainya 6,8.       Serta pada poin mengerjakan tugas rumah dengan nilai (

       D ) yaitu 5,4, Kalau digabungkan antara tingkat disiplin dan rasa

       tanggung jawab maka nilainya rata rata 6,8 ( cukup )


                    Karena penelitian ini dilakukan secara sinergi dengan guru

       bidang studi yang lain, yaitu guru bahasa inggris, agama dan bidang

       studi olah raga. Pada point point tersebut perlu mendapat perthatian

       yang lebih serius


                Dengan adanya kekurangan kekurangan yang ditemukan pada

       siklus   I   ini,    maka   peneliti   mencari   solusi   pemecahan   dengan

       meningkatkan sanksi sanksi terhadap siswa yang melanggar ataupun

       dengan cara cara lain namun siswa tidak merasa terpaksa melakukan

       atau dengan kata lain secara ikhlas.


                Cara lain yang dilakukan adalah dengan memberikan pembinaan

       kepada siswa, agar mereka secara sadar dan ikkhlas melakukan

       kegiatan yang bersikap disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab penuh

       terhadap tugas tugas hariannya.


       C. Diskripsi Siklus II


                 Dari data yang didapat dari pedoman pengamatan terjadi

       peningkatan tingkat disiplin dan rasa tanggung jawab siswa di sekolah.

       Hal ini dikerenakan penerepan sanksi selalu ditingkatkan, bila siswa

       melanggar poin pon tertentu pada setiap item dari masing masing

       katagori yang telah ditetapkan disertai dengan pembinaan pembibaan

       secara kontinu.


                 Penerapan sanksi berjenjang dalam rangka meningkatkan

       disiplin dan rasa tanggung jawab siswa disekolah pada silklus II ini juga

       mencatat hal hal penting               yang dipandang perlu dalam rangka

       meningkatkan kualitas rasa disiplin dan          rasa tanggung jawab siswa



I Ktut Triana KTI online2008                                                    41
       disekolah. Hal yang dipandang perlu            adalah memperbaiki teknik

       pemberian sanksi berjenjang demi kesempurnaan hasil yang diharapkan.


              Dari     katagori   sikap   disipin   siswa   secara    umum   terjadi

       peningkatan, namun ada beberapa poin yang masih pelu mendapat

       perhatian yaitu pada poin mengerjakan tugas rumah. Sedangkan untuk

       point pulang dengan tertib sudah cukup bagus.


              Pada katagori rasa tanggung jawab tedapat poin yang perlu

       mendapat perhatian yaitu mengerjakan tugas rumah.


              Adapun hasil dari pengamatan tersebut adalah sebagai berikut.


       Katagori sikap disiplin



                     Tidak terlambat datang ke sekolah       = 8,9


                     Berpakaian rapi                         = 8,9


                     Kebiasan mengantre                       = 8,0


                     Menghormati guru dan teman               = 8,7


                     Pulang dengan tertib                     = 8,5


       Katagori tanggung jawab siswa




                 Menyerahkan tugas tepat waktu                   = 8,9


                 Mandiri ( tidak mencontek )                         = 9,0


                 Mengerjakan tugas rumah                             = 6,7


                 Melaksanakan tugas piket kelas                      = 9,0


                 Menjaga kebersihan lingkungan                       = 8,9




I Ktut Triana KTI online2008                                                    42
       Dari table tersebut di atas maka dapat diketahui bahwa tingkat disiplin

       siswa di sekolah mencapai rata rata 8,6 ( dalam katagori sangat baik / A

       ). Sedangkan pada tingkat tanggung jawab siswa mencapai nilai 8,5 (

       sangat baik / A ) . Dan kalau digabungkan antara sikap disiplin dan rasa

       tanggung jawab maka nilainya rata rata 8,5 ( sangat baik / A )


                     Dari kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya bahwa bila

       mencapai nilai rata rata 8,5 sampai 10, maka dapat dikatakan tingkat

       disiplin dan tanggung jawab siswa sangat tinggi setelah diterapkan

       sanksi berjenjang dan mendapat pengawasan secara kontinu dan secara

       sinergi antara guru guru bidang studi dan komponen komponen yang

       ada disekolah’


       D. Pembahasan Tiap Siklus dan Antar Siklus


              Dalam pembahasan tiap ssiklus ini akan ditampilkan hasil

       pengamatan padamsikluspertama dan hasil pengamatan pada siklus ke

       dua. Adapun hasilnya kita akan bandingkan adalah sebagai nberikut.


       Tabel perbandingan nilai antara siklus 1 dan siklus 2


       Disiplin




                  Indikator                           Siklus 1   Siklus 2


                  Tidak terlambat dating ke sekolah     6,9         8,9


                  Berpakian rapi                        7,4         8,9


                  Kebiasaan mengantre                   6,8         8,0


                  Menghormati guru dan teman            7,0         8,7


                  Pulang dengan tertib                  6,6         8,5




I Ktut Triana KTI online2008                                                43
     Tanggung Jawab




               Indikator                            Siklus 1   Siklus 2


              Menyerahkan tugas tepat waktu          6,3         8,9


              Mandiri( tidak mencontek )             6,8         9,0


              Mengerjakan tugas rumah                 5,4        6,7


              Melaksanakan tugas piket kelas          7,2        9,0


              Menjaga kebersihan lingkungan           8,1        8,9


              Nilai rata rata                         6,8         8,5

       Perbandingan dengan pra penelitian antara siklus I dan siklus II adalah

       sebagai berikut:



       Pra penelitian           Siklus I           Siklus II


       5,1                       6,8                8,5




               Kalau kita lihat perbandingan nilai antara pra penelitian, siklus

       satu dengan siklus kedua tentu peningkatannya cukup signifikan dari

       katagori kurang ( D ) lalu mencapai nilai cukup ( C ) pada siklus I dan

       nilai sangat baik ( A ) pada siklus II. Namun yang perlu mendapat

       perhatian dalam peningkatan disiplin dan rasa tanggung jawab siswa

       adalah pada poin mengerjakan tugas rumah, yang hanya mampu

       mencapai hasil katagori cukup yaitu dengan nilai 6,7.


             Hal ini disebabkan karena anak dirumah kurang mendapat

       perhatian yang cukup dari orang tua, karena berbagai alasan

       diantaranya orang tuanya selalu sibuk mencari nafkah sehingga kurang

       memperhatikan anaknya belajar dirumah.

I Ktut Triana KTI online2008                                                44
             Pada siklus pertama nilainya rata rata cukup, hal ini disebabkan

       bahwa dalam menanamkan sikap disiplin kepada siswa membutuhkan

       waktu yang agak lama, karena merubah kebiasaan kebiasan yang

       kurang baik pada diri siswa tidak dapat dirubah secara spontan.

       Mengubah kebiasan-kebiasan buruk menjadi yang lebih baik tidak bisa

       pula dipaksakan secara tiba tiba perlu memberikan pembinaan secara

       kontinu.


             Hal inilah menyebabkan penanaman sikap disiplin dan tanggung

       jawab disekolah perlu dilaksanakan secara sinergi antara komponen

       komponen pendidikan yang ada di sekolah, guru kelas, guru bidang

       studi, tata usaha , kepala sekolah dan tidak kalah pentingnya orang tua

       dan masyarakat yang ada di lingkungan anak didik itu berada.


       E. Kesimpulan Hasil Penelitian


              Dengan adanya beberapa kekurangan dan kelemahan pada

       siklus pertama yaitu dalam penerapan sanksi berjenjang untuk

       meningkatkan disiplin dan rasa tanggung jawab siswa, terutama tentang

       tatacara menerapkan sanksi sanksi tersebut. Dalam siklus ke dua perlu

       diperbaiki teknis penerapannya. Pada siklus pertama penerapan sanksi

       pada perilaku siswa yang salah, dilakukan secara monoton dan kurang

       bervariasi, namun dalam siklus ke dua dilakukan penerapan sanksi

       berjenjang yang lebih bervariasi dan disenergikan dengan pembinaan

       akan membuat siswa lebih tanggap dan responsip.


             Dengan digabungkan penerapan sanksi berjenjang dengan

       pembinaan    secara    kontinu   maka    siswa    semakin      menyadari

       kesalahannya dan siswa akan termotivasi untuk melakukan hal-hal yang

       lebih baik. Dalam hal ini juga pembinaan juga disertai dengan apresiasi

       kepada siswa yang tidak berbuat kesalahan atau         berdisiplin dan

       bertannggung jawab. Hal ini pula mendorong siswa untuk termotivasi

       berbuat yang lebih baik. Dengan demikian penerapan sanksi kepada



I Ktut Triana KTI online2008                                                45
       siswa seakan akan siswa merasa tidak terbebani oleh sanksi yang

       diberikan kepada mereka. Dan selanjutnya siswa secara sadar tulus dan

       ikhlas melakukan apa yang menjadi peraturan yang berlaku di sekolah

       umumnya dan di kelas III khususnya.


             Hal ini dapat dilihat salah satu contohnya siswa melaksanakan

       piket kelas seperti mengepel tanpa menunggu guru datang terlebih

       dahulu, mereka sudah melakukannya dengan kesadaranya sesuai

       jadwal piket yang di tetapkannya. Begitu pula dalam hal menjaga

       kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya. Dan lain

       lain sesuai dengan indikator yang peneliti tetapkan.


              Namun dalam meningkatkan disiplin dan rasa tanggung jawab

       siswa disekolah yang lebih mendalam, kita tidak boleh berpatokan pada

       10 indikator itu saja, namun      hendaknya dapat dikembangkan lebih

       mendalam      lagi.   Misalnya sikap siswa dalam mengikuti upacara

       bendera, sikap siswa pada saat makan di sekolah, sikap siswa dalam

       mengikuti extrakurikuler dan lain lain.


              Dengan penerapan sanksi berjenjang disertai dengan pembinaan

       secara terus menerus kepada siswa maka siswa akan menyadari tugas

       dan tanggung jawabnya yang ada di sekolah. Penerapan sanksi harus

       dilakukan secara bervariasi tidak boleh monoton. Kalau menerapannya

       monoton siswa sudah menebak terlebih dahulu sanksi apa yang mereka

       dapatkan dengan       melakukan kesalahnanya yang sama. Begitu pula

       apabila dalam penerapan sanksi kepada siswa tanpa disertai dengan

       pembinaan pada saat yang bersamaan, mereka tidak akan mengerti apa

       kesalahan yang telah mereka perbuat         dan apa gunanya bila tidak

       melakukan kesalahan tersebut.


              Jadi dari penelitian yang saya lakukan dapat diambil beberapa

       kesimpulan sebagai berikut :




I Ktut Triana KTI online2008                                              46
          1. Penerapan sanksi kepada siswa yang melanggar harus dilakukan

             secara sinergi dengan komponen lainya yang ada di sekolah

             seperti kepala sekolah, guru bidang studi ( agama, olah raga,

             bahasa inggris, tata usaha ) serta orang tua siswa dan

             lingkungannya.


          2. Penerapan sanksi secara berjenjang hendaknya dilakukan secara

             bervariasi dan tidak boleh monoton.


          3. Penerapan sanksi sanksi kepada siswa harus disertai dengan

             pembinaan       dan     bimbingan      (    mendidik     )    secara

             berkesainambungan serta tidak boleh ada unsur balas dendam.


          4. Dengan penerapan sanksi disertai dengan pembinaan pada

             awalnya siswa merasa berat melakukannya namun hal ini

             dilakukan secara kontinu dan sinergi disiplin dan tanggung jawab

             itu menjadi suatu kebiasan anak dalam keseharianya di sekolah.


          5. Berdasarkan penelitian pada siklus pertama dan kedua terjadi

             peningkatan disiplin dan rasa tanggung jaswab siswa secara

             signifikan. dari nilai rata rata D ( kurang ) pada pra penelitian

             menjadi nilai rata rata C ( cukup ) pada siklus pertama, dengan

             dilakukan perbaikan maka pada siklus kedua peningkatanya

             cukup signifikan yaitu dengan nilai rata rata A ( sangat baik ).


       Namun ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan dan

       belum dapat diselesaikan dalam penelitian ini adalah pada katagori

       siswa mengerjakan tugas rumah. Hal ini semoga menjadi bahan

       penelitian selanjutnya pagi peneliti dibidang sikap siswa.




I Ktut Triana KTI online2008                                                    47
                                        BAB V

                                    PENUTUP



       A. Kesimpulan


              Dalam bab penutup ini ada beberapa hal yang dapat saya

       simpulkan adalah sebagai berikut:


          1. Bahwa melaui penerapan sanksi secara berjenjang dapat

             meningkatkan disiplin siwa kelas III SD I Sanur dalam tahun

             pelajaran 2009/2010


          2. Bahwa melalui penerapan sanksi secara berjenjang dapat

             meningkatkan rasa tanggung jawab siswa kelas III SD I Sanur

             dalam tahun pelajaran 2009/2010


          3. Bahwa melalui penerapan sanksi berjenjang kepada siswa kelas

             III SD I Sanur tahun pelajaran 2009/2010 sikap dan pola tingkah

             laku siswa mengalami perubahan dari yang kurang berdisplin

             menjadi berdisiplin serta bertanggung jawab.


       B. Saran saran


       Ada beberapa hal yang perlu peneliti sarankan di sini yaitu:


          1. Bagi guru guru hendaknyalah dalam memberikan pelajaran selalu

             memperhatikan      sikap   disiplin   siswa   karena   hal   ini   akan

             berpengaruh terhadap tercapainya tujuan pembelajaran yang

             sudah ditetapkan sebelumnya. Dan biasakan dalam memberikan

             sanksi disertai dengan bimbingan secara kontinu


          2. Kepada orang tua murid hendaknya selalu memperhatikan putra

             putrinya dalam belajar di rumah




I Ktut Triana KTI online2008                                                     48
          1. Kepada semua komponen yang terlibat dalam pendidikan di

             sekolah hendaknya memperhatikan tata tertib sekolah yang telah

             ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.


          2. Kepada Dinas Pendidikan terkait hendaknya selalu memberikan

             pengawasan dalam pelaksanaan pendidikan agar berjalan sesuai

             dengan perarturan yang berlaku.


          3. Kepada    semua    guru   guru    hendaknya   selalu   mencoba

             menerapkan    PTK demi inovasi dan kemajuan dalam bidang

             pendidikan.




I Ktut Triana KTI online2008                                            49
                                 DAFTAR PUSTAKA


       Ari Pudjiastuti,M.Pd, Dra,(Widyaiswara P4TK PKN dan IPS, Malang),


                      Instrumen Penelitian, Diklat KTI 2007


       Ahmad Rohani HM, DRS, dkk, Pengelolaan Pengajaran,          Rineka


                     Cipta,   Jakarta, 1990


       Heri Sukaraman, M.Sc.Ed,                  Dasar Dasar Didaktik dan


                     Penerapannya Dalam Pembelajaran,           Depdiknas


                     Dirjen               Pendasmen, Direktorat Tenaga


                     Kependidikan,Jakarta, 2003


       Rosestyah N.K, Ny, Dra,      Masalah       Masalah Ilmu Keguruan,


                    Bina Aksara, Jakarta, 1986


       Rosestyah N.K, Ny, Dra, Masalah Pengajaran            Sebagai suatu


                    Sistem, Bina Aksara,Jakarta, 1986


       Safari, MA, Drs, Evaluasi Pembelajaran,    Departemen Pendidikan


                     Nasional, Dirjen Pendasmen,        Direktorat Tenaga


                     Kependidikan, 2003


       Sofiyah Ramdhani ES, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Karya


                     Agung, Surabaya, 2002


       Suprayekti,M.Pd,Dra,   Intraksi   Belajar Mengajar,       Depdiknas


                    Dirjen Pendasmen, Direktorat                   Tenaga


                    Kependidikan, Jakarta 2003



I Ktut Triana KTI online2008                                                 50
       Tim Dosen FIP-IKIP Malang,     Dasar-Dasar             Pengantar


                   Kependidikan, Usaha Nasional,        Surabaya, 1981


       Toya, Psikologi Pendidikan Untuk SPG, KPG, SGO, PGA,      Untuk


                   Kalangan Sendiri, Denpasar, 1985


       Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional ( UU RI NO 20 Th


                   2003 ), Asa Mandiri, 2006


       Waidi, MBA.Ed,Drs, ON Becoming A Personal Excellent,    PT Elex


                   Media    Komputindo, Jakarta, 2006




I Ktut Triana KTI online2008                                              51
Lampiran 1
                                                    Tabel 1
                                          Data Observasi Pra Penelitian

                                                  Disiplin                        Tanggung Jawab
 No.



             Nama Siswa                                                                                          JML   Rata2
                                     1      2        3        4      5      6      7    8     9        10
1      I Wayan Sugiarsana            3      5        4        6      4      3      3    3     5        5         41      4
2      Ni Wayan Tuwiti Sumartini     2      5        4        6      5      3      3    3     5        5         41     3.5
3      Wayan Agus Antara             3      5        4        6      5      3      3    3     5        5         42      4
4      Kadek Adi Wiraguna            4      5        4        5      5      3      3      3      5      5        42     4.5
5      I.A. Safira                   6      5        4        5      4      2      3      3      5      5        42     5.5
6      Komang Indah Pratami          2      7        4        6      4      3      4      3      5      5        43     3.5
7      Kadek Ayu Ratnasari           6      7        6        6      5      4      6      5      5      5        55     5.5
8      Ahmad Ilham                   6      7        6        6      5      5      6      6      5      5        57     5.5
9      Putu Arya Weda Asmara         7      7        5        6      6      7      6      8      5      5        62      6
10     Kadek Agus Widya Putra        4      6        6        5      5      5      6      6      6      5        54     4.5
11     Putu Sri Ayu Tariza           7      7        5        5      4      6      5      5      6      5        55      6
12     Ni Putu Mia Tresiana          8      8        6        6      6      8      8      8      6      5        69     6.5
13     I Gede Juni Prasetia Putra    5      5        6        6      4      5      6      5      4      5        51      5
14     I Made Reksi Adi Saputra      7      7        7        6      7      7      8      5      6      5        65      6
15     I Gede Aditya Pratama         5      6        7        7      5      5      6      5      6      5        57      5
16     Komang Virginia Ananta        6      7        7        7      2      4      5      6      5      5        54     5.5
17     Luh Putu Srinadi              5      4        4        6      6      5      5      3      6      6        50     5.5
18     Kadek Rery Karma Haditya      7      6        4        6      3      6      6      6      5      6        55     6.5
19     A.A Kryan Gede Intaran        3      6        5        6      5      4      5      6      6      6        52     4.5
20     Eka Sanjaya                   3      5        6        6      4      2      6      5      4      5        46      4
21     Gede Agus Widistira           5      6        6        6      8      3      5      6      5      5        55      5
22     I Putu Billi Sulastra Yasa    2      7        6        6      3      5      5      5      6      6        51      4
23     Gusti Putu Hindi Pertiwi      6      8        7        6      5      4      6      5      6      6        59      6
24     Putu Diah Febryanti           7      7        5        6      4      5      6      6      5      5        56      6
25     Gusti Made Setyawan           6      5        5        6      6      3      5      6      6      5        53     5.5
26     I Wayan Krisna Kurniawan      6      5        6        6      5      3      5      5      5      5        51     5.5
27     I Gede Bayu Sanjaya           6      6        5        6      4      3      5      5      6      6        52      6
28     I Wayan Indra Saputra         6      7        5        6      5      5      6      6      5      5        56     5.5
29     I Komang Arta Marfian C.      7      5        4        6      5      3      5      6      6      5        52      6
30     I Gst Dian Tresnaningsih      6      5        5        6      2      3      5      6      6      5        49     5.5
31     Erik Cahya Pramana            2      7        5        6      3      5      5      5      6      5        49     3.5
32     Qhi Qhuitita Maulina          6      5        7        6      2      5      4      5      6      5        51     5.5
33     Risky Ananda Rosis            7      7        6        6      3      5      5      6      5      5        55      6
34     Natama Ivan Fauzi             2      7        7        6      2      3      6      5      6      5        49     3.5
35     Ali Wardana                   3      5        3        6      2      6      6      6      6      5        48      4
36     Anandita Caesar Sadewa        4      7        6        6      6      5      6      7      5      5        57     4.5
37     I Gede Arya Budiantra         6      4        3        6      5      5      5      6      5      5        50     5.5
38     Galang Dika Perkasa           2      5        3        6      5      5      5      5      5      5        46     3.5
39     Putri Eka Suryani             2      3        3        6      5      3      5      6      4      5        42     3.5
40     Arisita Dewi Komang Putri     4      5        5        6      5      3      5      5      4      5        47     4.5
41     Andreani Novia Lestari        6      6        5        6      4      6      5      6      6      5        55     5.5
42     I Ketut Swidantara            6      4        3        6      4      5      5      3      6      5        47     5.5
                 Jumlah             206    246     214       250    187    183    218    218    225    216
                Rata rata           4.9    5.86    5.1       5.95   4.45   4.36   5.19   5.19   5.36   5.14

                                                         Keterangan
          Disiplin                                                               Tanggung Jawab
       1.Tidak terlambat datang ke sekolah                                 6. Menyerahkan tugas tepat waktu
       2.Berpakianrapi                                                     7. Mandiri ( tidak mencontek )
       3. Kebiasaan mengantre                                              8. Mengerjakan tugas rumah
       4 Menghormati guru danteman                                         9. Melaksanakan tugas piket kelas
       5. Pulang dengan tertib                                             10. Menjaga kebersihan lingkungan




I Ktut Triana KTI online2008                                                                                52
Lampiran 2
                                                Tabel 2
                                    Data Observasi Penelitian Siklus I

                                                Disiplin                        Tanggung Jawab
No.




            Nama Siswa                                                                                        JML   Rata2
                                    1      2       3        4      5     6       7    8     9       10
 1    I Wayan Sugiarsana            6      5       8        6      7     3       3    4     5       9         56     7.5
 2    Ni Wayan Tuwiti Sumartini     6      5       8        6      7     3       3    4     7       9         58     7.5
 3    Wayan Agus Antara             6      7       8        6      7     3       3    4     7       9         60     7.5
 4    Kadek Adi Wiraguna            6      7       8        7      7     3      3      4      7      9        61     7.5
 5    I.A. Safira                   6      7       8        7      7     4      3      4      7      9        62     7.5
 6    Komang Indah Pratami          6      7       8        7      7     4      7      4      8      9        67     7.5
 7    Kadek Ayu Ratnasari           6      7       8        7      7     6      7      4      7      9        68     7.5
 8    Ahmad Ilham                   6      7       8        7      7     6      7      5      6      9        68     7.5
 9    Putu Arya Weda Asmara         5      7       8        7      7     8      5      5      7      9        68      7
10    Kadek Agus Widya Putra        5      7       6        7      7     8      5      5      8      9        67      7
11    Putu Sri Ayu Tariza           7      7       5        7      7     8      5      5      7      9        67      8
12    Ni Putu Mia Tresiana          8      7       6        7      6     8      5      5      7      9        68     8.5
13    I Gede Juni Prasetia Putra    7      8       6        7      5     7      7      7      5      9        68      8
14    I Made Reksi Adi Saputra      7      8       7        7      7     7      8      7      6      9        73      8
15    I Gede Aditya Pratama         7      8       7        7      5     6      8      8      9      9        74      8
16    Komang Virginia Ananta        7      8       7        7      5     7      8      6      7      9        71      8
17    Luh Putu Srinadi              7      8       4        7      6     5      8      6      7      8        66     7.5
18    Kadek Rery Karma H            7      8       4        7      5     6      8      6      8      8        67     7.5
19    A.A Kryan Gede Intaran        7      8       5        7      5     6      8      7      8      8        69     7.5
20    Eka Sanjaya                   7      8       6        7      6     7      8      6      8      8        71     7.5
21    Gede Agus Widistira           7      8       6        7      8     7      8      6      8      9        74      8
22    I Putu Billi Sulastra Yasa    7      8       6        7      5     7      8      7      8      8        71     7.5
23    Gusti Putu Hindi Pertiwi      7      8       7        7      5     7      8      5      7      8        69     7.5
24    Putu Diah Febryanti           7      8       5        7      5     5      8      5      7      8        65     7.5
25    Gusti Made Setyawan           7      8       7        7      6     5      8      5      8      8        69     7.5
26    I Wayan Krisna Kurniawan      7      8       8        7      5     7      8      5      8      8        71     7.5
27    I Gede Bayu Sanjaya           8      8       8        7      5     5      8      5      8      8        70      8
28    I Wayan Indra Saputra         8      8       8        7      5     6      8      5      8      8        71      8
29    I Komang Arta Marfian C.      8      8       8        7      8     7      8      5      8      8        75      8
30    I Gst A D Tresnaningsih       8      8       8        7      8     8      8      5      7      8        75      8
31    Erik Cahya Pramana            8      8       8        7      8     5      7      5      8      8        72      8
32    Qhi Qhuitita Maulina          8      8       8        8      8     8      7      5      8      5        73     6.5
33    Risky Ananda Rosis            8      8       8        8      8     8      7      5      8      7        75     7.5
34    Natama Ivan Fauzi             7      7       7        8      8     8      8      5      7      7        72      7
35    Ali Wardana                   7      7       7        8      8     8      8      6      8      7        74      7
36    Anandita Caesar Sadewa        7      7       7        8      8     8      8      7      7      8        75     7.5
37    I Gede Arya Budiantra         8      7       6        8      8     8      8      6      7      7        73     7.5
38    Galang Dika Perkasa           8      7       6        7      8     8      8      7      7      7        73     7.5
39    Putri Eka Suryani             8      7       6        7      8     6      7      6      7      7        69     7.5
40    Arisita Dewi Komang Putri     8      7       6        7      8     8      7      7      7      7        72     7.5
41    Andreani Novia Lestari        6      7       6        7      5     8      7      6      7      8        67      7
42    I Ketut Swidantara            6      7       6        7      5     5      5      6      7      7        61     6.5
                   Jumlah          292    311    287       297    277   267    286    230    306    342
                  Rata rata        6.95   7.4    6.83      7.07   6.6   6.36   6.81   5.48   7.29   8.14

                                                        Keterangan
              Disiplin                                                             Tanggung Jawab
           1. Tidak terlambat datang ke sekolah                              6. Menyerahkan tugas tepat waktu
           2. Berpakian rapi                                                 7. Mandiri ( tidak mencontek )
           3. Kebiasaan mengantre                                            8. Mengerjakan tugas rumah
           4. Menghormati guru dan teman                                     9. Melaksanakan tugas piket kelas
           5. Pulang dengan tertib                                           10. Menjaga kebersihan lingkungan




I Ktut Triana KTI online2008                                                                             53
Lampiran 3
                                                Tabel 3
                                    Data Observasi Penelitian Siklus 2

                                                 Disiplin                 Tanggung Jawab
No




            Nama Siswa                                                                                JML    Rata2
                                      1     2       3     4    5     6    7     8     9       10
 1   I Wayan Sugiarsana               8     9      4     8     4     9     9     3      9      9       72     8.5
 2   Ni Wayan Tuwiti Sumartini        8     9      4     8     8     9     9     3      9      9       76     8.5
 3   Wayan Agus Antara                8     9      4     8     8     9     9     3      9      9       76     8.5
 4   Kadek Adi Wiraguna               8     9      6     8     8     9     9     3      9      9       78     8.5
 5   I.A. Safira                      9     9      6     8     8     9     9     3      9      9       79      9
 6   Komang Indah Pratami             9     9      6     8     8     9     9     7      9      9       83      9
 7   Kadek Ayu Ratnasari              9     9      6     8     8     9     9     7      9      9       83      9
 8   Ahmad Ilham                      9     9      8     8     8     9     9     6      9      9       84      9
 9   Putu Arya Weda Asmara            9     9      8     9     8     9     9     6      9      9       85      9
10   Kadek Agus Widya Putra           9     9      8     9     8     9     9     6      9      9       85      9
11   Putu Sri Ayu Tariza              9     9      7     9     8     9     9     6      9      9       84      9
12   Ni Putu Mia Tresiana             9     9      7     9     8     9     9     7      9      9       85      9
13   I Gede Juni Prasetia Putra       9     9      7     9     8     9     9     7      9      9       85      9
14   I Made Reksi Adi Saputra         9     9      6     9     7     9     9     7      9      9       83      9
15   I Gede Aditya Pratama            9     9      9     9     8     9     9     5      9      9       85      9
16   Komang Virginia Ananta           9     9      9     9     8     9     9     7      9      9       87      9
17   Luh Putu Srinadi                 9     9      9     9     9     9     9     7      9      9       88      9
18   Kadek Rery Karma Haditya         9     9      9     9     9     9     9     7      9      9       88      9
19   A.A Kryan Gede Intaran           9     9      9     9     9     9     9     8     9,3     9       80      9
20   Eka Sanjaya                      9     9      9     8     9     9     9     8      9      9       88      9
21   Gede Agus Widistira              9     9      9     8     9     8     9     8      9      9       87      9
22   I Putu Billi Sulastra Yasa       9     9      9     8     9     9     9     8      9      9       88      9
23   Gusti Putu Hindi Pertiwi         9     9      9     9     9     9     9     6      9      9       87      9
24   Putu Diah Febryanti              9     9      9     9     9     9     9     7     9,5     9       79      9
25   Gusti Made Setyawan              9     9      9     9     9     9     9     7      9      9       88      9
26   I Wayan Krisna Kurniawan         9     9      9     9     9     9     9     7      9      9       88      9
27   I Gede Bayu Sanjaya              9     9      9     9     9     9     9     8      9      9       89      9
28   I Wayan Indra Saputra            9     9      9     9     9     9     9     7      9      9       88      9
29   I Komang Arta Marfian C.         9     9      9     9     9     9     9     8      9      9       89      9
30   I Gst Ayu Dian Tresnaningsih     9     9      9     9     9     9     9     8      9      9       89      9
31   Erik Cahya Pramana               9     8      9     9     9     9     9     8     9.8     9      88.8     9
32   Qhi Qhuitita Maulina             9     8      9     9     9     9     9     8      9      9       88      9
33   Risky Ananda Rosis               9     9      9     9     9     9     9     8      9      9       89      9
34   Natama Ivan Fauzi                9     9      9     9     9     9     9     8      9      9       89      9
35   Ali Wardana                      9     9      9     9     9     9     9     7      9     9,6      79      9
36   Anandita Caesar Sadewa           9     9      9     9     9     9     9     8      9      9       89      9
37   I Gede Arya Budiantra            9     9      9     9     9     9     9     8      9      9       89      9
38   Galang Dika Perkasa              9     9      9     9     9     9     9     8      9      8       88     8.5
39   Putri Eka Suryani                9     9      9     9     9     9     9     7      9      9       88      9
40   Arisita Dewi Komang Putri        9     9      9     9     9     8     9     8      9      9       88      9
41   Andreani Novia Lestari           9     9      9     9     9     8     9     7      9      9       87      9
42   I Ketut Swidantara               9     9      8     9     9     8     9     7      9      8       85     8.5
                   Jumlah            374   376    338   367   357   374   378   282    361    367
                  Rata rata          8.9    9      8    8.7   8.5   8.9    9    6.71   9.02   8.95

                                                     Keterangan
              Disiplin                                                           Tanggung Jawab
           1. Tidak terlambat datang ke sekolah               6. Menyerahkan tugas tepat waktu
           2. Berpakian rapi                                  7. Mandiri ( tidak mencontek )
           3. Kebiasaan mengantre                             8. Mengerjakan tugas rumah
           4. Menghormati guru dan teman                      9. Melaksanakan tugas piket kelas
           5. Pulang dengan tertib                            10. Menjaga kebersihan lingkungan




I Ktut Triana KTI online2008                                                                         54

								
To top