Embed
Email

Koran Tempo

Document Sample
Koran Tempo
Description

Berita korna tempo

Shared by: Rosi Diana Sari
Stats
views:
17
posted:
2/11/2012
language:
pages:
1
SENIN, 6 DESEMBER 2010 B8

WAHYU SETIAWAN (TEMPO)









DA yang berubah dalam situs Cipa- tahun mendatang masih cerah. Batu bara menjadi komoditas yang menjan-

INDUSTRI

BATU BARA A ganti Group di Internet. Di bagian

atas laman perusahaan itu muncul

foto-foto para penambang, lengkap

dengan peralatan beratnya. Di ba-

gian depan terpampang, dalam huruf besar:

coal mining—pertambangan batu bara. Per-

Harga batu bara biasanya mengikuti har-

ga minyak dunia. Sekarang harga si “emas

hitam” naik ke level US$ 80 per barel. Ada-

pun harga batu bara di pasar global seka-

rang pada kisaran US$ 80-120 per ton, ter-

gantung kalorinya.“Tahun depan harga ba-

jikan tahun depan seiring dengan kenaikan

harga. Perusahaan batu bara telah meren-

canakan kenaikan produksi.



juta ton.

Sejauh ini ada empat pemain besar: PT







SI HITAM ubahan dalam situs Cipaganti itu muncul

setelah perusahaan yang berkantor pusat di

Bandung ini secara resmi mulai merambah

bisnis batu bara.

Kamis pekan lalu, Presiden Direktur Ci-

tu bara bisa naik sepuluh-lima belas persen

karena harga minyak dunia akan terus me-

lonjak di atas US$ 80,”katanya.

Naiknya harga batu bara juga tak lepas

dari besarnya kebutuhan beberapa negara

Adaro Indonesia dengan rata-rata produksi

34,7 juta ton per tahun; PT Kaltim Prima

Coal dengan rata-rata produksi 34,2 juta ton

per tahun; PT Kideco Jaya Agung dengan ra-

ta-rata produksi 21,1 juta ton per tahun; dan







MASIH paganti Andianto Setiabudi meresmikan

produksi perdana batu bara milik anak usa-

hanya, PT Cipaganti Inti Resources, di Pena-

jam, satu di antara lima tambangnya di Ka-

limantan Timur.“Target produksinya 80 ribu

terhadap produk energi ini. Salah satunya

Cina. Kebutuhan batu bara Negeri Panda

akan melonjak dua sampai tiga kali lipat da-

ri tahun ini. Belum lagi India, yang pada

2011-2013 membutuhkan batu bara lebih

PT Arutmin Indonesia sekitar 20 juta ton per

tahun.“Dalam kurun waktu itu, belum ada

pemain baru yang produksinya bisa menya-

mai mereka,”kata Sekretaris Direktorat Jen-

deral Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi







MEMBARA ton per bulan,” kata Andianto kepada Tem-

po, Senin pekan lalu.

Empat tambang lainnya terletak di Du-

mai, Kutai Barat, dan sudah siap berproduk-

si. Tiga tambang di Bentian Besar, Kutai Ba-

rat; Sandaran, Kutai Timur; dan Bongan,

dari 150 juta ton setahun.

India memerlukan batu bara guna meme-

nuhi kebutuhan industri dan pembangkit

listriknya. “Kebutuhan kedua negara itu

akan melampaui Jepang, importir terbesar

batu bara selama ini,” kata Ketua Asosiasi

Witoro Soelarno pekan lalu.

Tingginya kebutuhan dalam negeri tentu

kabar bagus buat produsen batu bara. Salah

satu yang akan berekspansi dan meningkat-

kan produksi adalah PT Tambang Batubara

Bukit Asam. Produsen batu bara milik pe-

Kebutuhan batu bara masih sangat Kutai Barat, masih dalam tahap eksplorasi. Perusahaan Batu Bara Indonesia Bob Ka- merintah ini akan menggenjot produksi ta-

Total cadangan batu bara di semua ladang mandanu kepada Tempo. Negeri Sakura hun ini sampai 14-15 juta ton. Tahun depan

tinggi, terutama bagi Cina dan India. mencapai 223 juta ton. Manajemen Cipagan- mengimpor batu bara dari Indonesia sekitar Bukit Asam memproyeksikan produksi naik

ti memproyeksikan, dalam tiga tahun men- 65 juta ton setahun, tapi nilainya konstan 15-20 persen. “Salah satunya dengan cara

datang produksi mencapai tiga juta ton per dari tahun ke tahun. mengakuisisi perusahaan lain,” kata Sekre-

tahun. Dalam lima tahun ke depan, produk- Pasar batu bara di dalam negeri juga sa- taris Perusahaan Achmad Sudarto kepada

si ditargetkan naik menjadi 12 juta ton per ngat cerah. Menurut Norico, konsumsi batu Tempo, Senin pekan lalu.

tahun. bara domestik rata-rata tumbuh 25-30 per- Toh, meningkatkan produksi batu bara

Cipaganti Group sejatinya perusahaan ja- sen per tahun. Melonjaknya pertumbuhan tak semudah membalik telapak tangan. Ba-

sa transportasi. Perusahaan ini menguasai ekonomi Indonesia tahun depan akan men- nyak kendala menghadang. Bob Kamanda-

bisnis antar-jemput penumpang sampai dorong kebutuhan terhadap batu bara.“Per- nu antara lain mengingatkan masalah pa-

tempat tujuan (travel), penyewaan kendara- tumbuhan konsumsi batu bara nasional bisa yung hukum industri pertambangan dan ba-

an, jasa taksi, jasa kargo, penyedia bus turis, mencapai lima puluh persen per tahun di tu bara. Beberapa regulasi pemerintah pusat

serta penyewaan alat-alat berat pertam- masa mendatang,”kata Norico. masih bertabrakan dengan pemerintah dae-

bangan. Pada 2008, Andianto mendapat Kementerian Energi dan Sumber Daya rah, terutama dalam hal eksplorasi di lahan

kuasa pertambangan batu bara di Kaliman- Mineral memproyeksikan produksi batu ba- hutan lindung.

tan Timur. Tapi bisnis ini tak dikembangkan ra nasional mencapai 326 juta ton pada Minimnya fasilitas infrastruktur juga ma-

karena harga batu bara sedang terlibas kri- 2011. Dari target produksi itu, 76 persen sih menjadi hambatan besar bagi perusaha-

sis global. atau sekitar 248 juta ton akan diekspor, dan an batu bara yang lokasi tambangnya jauh

Setelah krisis agak melemah, Andianto sisanya yang 79 juta ton untuk memenuhi di pedalaman atau di tengah hutan. Tanpa

berubah pikiran.“Tiba saatnya kami memu- kebutuhan industri domestik. Di dalam ne- infrastruktur memadai, sulit bagi produsen

lai bisnis ini,” ia mengenang. Naluri bisnis geri, batu bara itu akan memenuhi kebutuh- batu bara menggenjot produksi dan mema-

Andianto ternyata lumayan tepat. Menurut an pembangkit listrik tenaga uap 66,3 juta sarkannya. “Indonesia bisa kehilangan mo-

analis dari BNI Securities, Norico Gaman, ton, industri metalurgi 0,34 juta ton, dan in- mentum bagus bila kendala-kendala itu tak

prospek industri batu bara sampai puluhan dustri semen, pupuk, pulp, serta tekstil 12,35 segera diatasi,”Bob mengingatkan. ●


Related docs
Other docs by Rosi Diana Sar...
Berita Politik SBY
Views: 15  |  Downloads: 0
Berita Ekonomi Koran Tempo
Views: 42  |  Downloads: 0
Koran Tempo
Views: 17  |  Downloads: 0
By registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!