SENIN, 6 DESEMBER 2010 B8
WAHYU SETIAWAN (TEMPO)
DA yang berubah dalam situs Cipa- tahun mendatang masih cerah. Batu bara menjadi komoditas yang menjan-
INDUSTRI
BATU BARA A ganti Group di Internet. Di bagian
atas laman perusahaan itu muncul
foto-foto para penambang, lengkap
dengan peralatan beratnya. Di ba-
gian depan terpampang, dalam huruf besar:
coal mining—pertambangan batu bara. Per-
Harga batu bara biasanya mengikuti har-
ga minyak dunia. Sekarang harga si “emas
hitam” naik ke level US$ 80 per barel. Ada-
pun harga batu bara di pasar global seka-
rang pada kisaran US$ 80-120 per ton, ter-
gantung kalorinya.“Tahun depan harga ba-
jikan tahun depan seiring dengan kenaikan
harga. Perusahaan batu bara telah meren-
canakan kenaikan produksi.
juta ton.
Sejauh ini ada empat pemain besar: PT
SI HITAM ubahan dalam situs Cipaganti itu muncul
setelah perusahaan yang berkantor pusat di
Bandung ini secara resmi mulai merambah
bisnis batu bara.
Kamis pekan lalu, Presiden Direktur Ci-
tu bara bisa naik sepuluh-lima belas persen
karena harga minyak dunia akan terus me-
lonjak di atas US$ 80,”katanya.
Naiknya harga batu bara juga tak lepas
dari besarnya kebutuhan beberapa negara
Adaro Indonesia dengan rata-rata produksi
34,7 juta ton per tahun; PT Kaltim Prima
Coal dengan rata-rata produksi 34,2 juta ton
per tahun; PT Kideco Jaya Agung dengan ra-
ta-rata produksi 21,1 juta ton per tahun; dan
MASIH paganti Andianto Setiabudi meresmikan
produksi perdana batu bara milik anak usa-
hanya, PT Cipaganti Inti Resources, di Pena-
jam, satu di antara lima tambangnya di Ka-
limantan Timur.“Target produksinya 80 ribu
terhadap produk energi ini. Salah satunya
Cina. Kebutuhan batu bara Negeri Panda
akan melonjak dua sampai tiga kali lipat da-
ri tahun ini. Belum lagi India, yang pada
2011-2013 membutuhkan batu bara lebih
PT Arutmin Indonesia sekitar 20 juta ton per
tahun.“Dalam kurun waktu itu, belum ada
pemain baru yang produksinya bisa menya-
mai mereka,”kata Sekretaris Direktorat Jen-
deral Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi
MEMBARA ton per bulan,” kata Andianto kepada Tem-
po, Senin pekan lalu.
Empat tambang lainnya terletak di Du-
mai, Kutai Barat, dan sudah siap berproduk-
si. Tiga tambang di Bentian Besar, Kutai Ba-
rat; Sandaran, Kutai Timur; dan Bongan,
dari 150 juta ton setahun.
India memerlukan batu bara guna meme-
nuhi kebutuhan industri dan pembangkit
listriknya. “Kebutuhan kedua negara itu
akan melampaui Jepang, importir terbesar
batu bara selama ini,” kata Ketua Asosiasi
Witoro Soelarno pekan lalu.
Tingginya kebutuhan dalam negeri tentu
kabar bagus buat produsen batu bara. Salah
satu yang akan berekspansi dan meningkat-
kan produksi adalah PT Tambang Batubara
Bukit Asam. Produsen batu bara milik pe-
Kebutuhan batu bara masih sangat Kutai Barat, masih dalam tahap eksplorasi. Perusahaan Batu Bara Indonesia Bob Ka- merintah ini akan menggenjot produksi ta-
Total cadangan batu bara di semua ladang mandanu kepada Tempo. Negeri Sakura hun ini sampai 14-15 juta ton. Tahun depan
tinggi, terutama bagi Cina dan India. mencapai 223 juta ton. Manajemen Cipagan- mengimpor batu bara dari Indonesia sekitar Bukit Asam memproyeksikan produksi naik
ti memproyeksikan, dalam tiga tahun men- 65 juta ton setahun, tapi nilainya konstan 15-20 persen. “Salah satunya dengan cara
datang produksi mencapai tiga juta ton per dari tahun ke tahun. mengakuisisi perusahaan lain,” kata Sekre-
tahun. Dalam lima tahun ke depan, produk- Pasar batu bara di dalam negeri juga sa- taris Perusahaan Achmad Sudarto kepada
si ditargetkan naik menjadi 12 juta ton per ngat cerah. Menurut Norico, konsumsi batu Tempo, Senin pekan lalu.
tahun. bara domestik rata-rata tumbuh 25-30 per- Toh, meningkatkan produksi batu bara
Cipaganti Group sejatinya perusahaan ja- sen per tahun. Melonjaknya pertumbuhan tak semudah membalik telapak tangan. Ba-
sa transportasi. Perusahaan ini menguasai ekonomi Indonesia tahun depan akan men- nyak kendala menghadang. Bob Kamanda-
bisnis antar-jemput penumpang sampai dorong kebutuhan terhadap batu bara.“Per- nu antara lain mengingatkan masalah pa-
tempat tujuan (travel), penyewaan kendara- tumbuhan konsumsi batu bara nasional bisa yung hukum industri pertambangan dan ba-
an, jasa taksi, jasa kargo, penyedia bus turis, mencapai lima puluh persen per tahun di tu bara. Beberapa regulasi pemerintah pusat
serta penyewaan alat-alat berat pertam- masa mendatang,”kata Norico. masih bertabrakan dengan pemerintah dae-
bangan. Pada 2008, Andianto mendapat Kementerian Energi dan Sumber Daya rah, terutama dalam hal eksplorasi di lahan
kuasa pertambangan batu bara di Kaliman- Mineral memproyeksikan produksi batu ba- hutan lindung.
tan Timur. Tapi bisnis ini tak dikembangkan ra nasional mencapai 326 juta ton pada Minimnya fasilitas infrastruktur juga ma-
karena harga batu bara sedang terlibas kri- 2011. Dari target produksi itu, 76 persen sih menjadi hambatan besar bagi perusaha-
sis global. atau sekitar 248 juta ton akan diekspor, dan an batu bara yang lokasi tambangnya jauh
Setelah krisis agak melemah, Andianto sisanya yang 79 juta ton untuk memenuhi di pedalaman atau di tengah hutan. Tanpa
berubah pikiran.“Tiba saatnya kami memu- kebutuhan industri domestik. Di dalam ne- infrastruktur memadai, sulit bagi produsen
lai bisnis ini,” ia mengenang. Naluri bisnis geri, batu bara itu akan memenuhi kebutuh- batu bara menggenjot produksi dan mema-
Andianto ternyata lumayan tepat. Menurut an pembangkit listrik tenaga uap 66,3 juta sarkannya. “Indonesia bisa kehilangan mo-
analis dari BNI Securities, Norico Gaman, ton, industri metalurgi 0,34 juta ton, dan in- mentum bagus bila kendala-kendala itu tak
prospek industri batu bara sampai puluhan dustri semen, pupuk, pulp, serta tekstil 12,35 segera diatasi,”Bob mengingatkan. ●