PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI by anamaulida

VIEWS: 1,063 PAGES: 156

									PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI
TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG




                       SKRIPSI


       Diajukan Guna Menyelesaikan Studi Strata I
      Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan




                     Disusun oleh :
                 Nama : Dyah Wahyuni
                 NIM    : 1214000001




        PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
        FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
      UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                         2005
                     HALAMAN PERSETUJUAN



                     Profil pembinaan Anak Usia Dini
                Di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang




                                    Oleh :

                          Nama      : Dyah Wahyuni
                          Nim       : 1214000001
                          Jurusan   : Pendidikan Luar Sekolah




Pembimbing I                                      Pembimbing II



Drs. K. Nurhalim, M.Pd.                           Dra. Trie Suminar
NIP. 130870431                                    NIP. 132137919




Dekan FIP                                         Ketua Jurusan PLS




Drs. Siswanto, M.M                                Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd
NIP. 130515769                                    NIP. 131413232




                                      ii
                          HALAMAN PENGESAHAN




         Telah dipertahankan di hadapan sidang panitia Ujian Skripsi Jurusan

Pendidikan Luar Sekolah fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

pada :

         Hari         :

         Tanggal      : 8 September 2005


Panitia Ujian

Ketua                                            Sekertaris




Drs. Siswanto, M.M                               Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd
NIP. 130515769                                   NIP. 131413232

                                               Penguji I



                                               Drs. Zoedindarto. B
                                               NIP. 130345749

                                               Penguji II



                                               Drs. K. Nurhalim, M.Pd.
                                               NIP. 130870431

                                               Penguji III


                                               Dra. Trie Suminar
                                               NIP. 132137919



                                      iii
                            KATA PENGANTAR


          Puji syukur pada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan

taufiq hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan SKRIPSI dengan Judul

“PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN

PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG.”

          Penelitian ini dilaksanakan guna melengkapi syarat-syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah pada

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

          Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya

bimbingan, pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis

mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Drs. Siswanto, M.M. Dekan FIP atas bantuannya dalam memberikan ijin

   untuk melaksanakan penelitian.

2. Drs. Achmad Rifa’i RC, M.Pd. Ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah atas

   bantuannya dalam memberikan ijin untuk penelitian.

3. Drs. Khomsun Nurhalim, M.Pd Dosen pembimbing I yang tiada hentinya

   memberikan bimbingan dalam penulisan skripsi ini.

4. Dra. Tri Suminar, M.Pd Dosen pembimbing II yang dengan penuh kesabaran

   telah memberikan bimbingan, pengarahan, motivasi sehingga penulisan

   skripsi ini dapat terselesaikan.




                                      iv
5. Ny Moeljono S Trastotenojo sebagai pimpinan TPA Melati Semarang.

6. Berbagai fihak yang tidak dapat penulis cantumkan satu-persatu yang telah

   memberikan bantuan dan motivasi dalam penulisan skripsi ini.

           Atas segala bantuannya penulis ucapkan banyak terima kasih, dengan

segala keterbatasan, kemampuan dan pengetahuan penulis yakin bahwa skripsi ini

jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi

kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi

pembaca.



                                                 Semarang, Agustus 2005


                                                 Penulis




                                       v
                                  ABSTRAK


Dyah Wahyuni, 2005, “ Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di
Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang “. Skripsi Jurusan Luar Sekolah,
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
        Taman penitipan anak usia dini, taman pengasuhan anak Melati Semarang
merupakan salah satu lembaga penyelenggara pengasuhan anak usia dini yang
dikelola sejak tahun 1994. kegiatan yang dilakukan di TPA Melati berupa
pengasuhan dalam rangka membina, mendidik, dan mengasuh anak usia dini serta
sebagai wahana pembinaan kesejahteraan yang berfungsi sebagai pengganti
keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tua mereka berhalangan atau
tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengasuh anaknya karena bekerja atau
sebab lain. Adapun permasalahan yang muncul adalah bagaimana profil
pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang,
apa saja faktor penunjang dan penghambat pembinaan anak usia dini di TPA
Melati.
        Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang profil
pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati, dan mengidentifikasi faktor –
faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di TPA
Melati. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif, pengumpulan
data dilakukan dengan cara observasi terfokus dan wawancara struktural diakhiri
dengan observasi selektif dan wawancara kontras. Dalam pengumpulan data tidak
diabaikan juga penggunaan sumber – sumber non manusia seperti dokumen dan
catatan – catatan yang tersedia. Informan terdiri dari kepala TPA, Tenaga
pengasuh dan orang tua anak didik di TPA Melati. Fokus penelitian ini adalah
profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang yang meliputi
: Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.
        Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan
kurikulum dibuat oleh pengelola dan tenaga pendidik yang disarikan dari berbagai
literatur tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Pengorganisasian
disusun atas musyawarah bersama para penyelenggara TPA dengan mengacu pada
pemberdayaan ibu – ibu Dharma wanita Universitas Diponegoro dan anggapan
bahwa mereka dipandang mampu dan mau serta mempunyai latar belakang
pengalaman yang cukup meskipun mereka tidak meneruskan ke jenjang
pendidikan yang lebih tinggi. Pelaksanaan pembinaan dilakukan sesuai jadwal
yang telah ditetapkan yaitu setiap Senin sampai kami mulai pukul 07.30 sampai
pukul 15. 30 Wib, sedangkan untuk hari Jumat mulai pukul 07.00 sampai 12.30
Wib. Secara keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 – 8
jam per hari. Pembinaan dilakukan dengan menyesuaikan seluruh kegiatan dengan
usia dan tingkat perkembangan anak. Evaluasi dilakukan oleh tenaga pendidik
dengan memberikan blangko isian setiap satu bulan sekali. Daya dukung dari
penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain:            Pada
pengorganisasian kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh
para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk
pengambilan keputusan tentang kegiatan pembinaan, pada perencanaan daya


                                       vi
dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai,
penggunaan metode dan teknik pembinaan, sarana dan prasarana, evaluasi, letak
TPA. Daya dukung Pelaksanan pembinaan meliputi sumber belajar yang
berpengalaman dibidang pengasuhan anak, metode dan teknik yang disesuaikan
dengan tingkat perkembangan anak, sarana dan prasarana yang digunakan sesuai
dengan fungsinya. Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat
dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk
lembar evaluasi yang sangat baik. Sedangkan faktor penghambat antara lain :Pada
pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari
ikatan pengurus dan pengelola untuk memantau kinerja pengasuh, sarana
prasarana yang kurang atau perlu diperbaiki. Pada perencanaan penghambatnya
adalah penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya penggantian dengan
yang baru. Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah pernedaan minat dan
pola asuh orang tua, solusi yang diambil pengasuh adalah dengan tetap
menbiarkan anak – anak tersebut bermain dengan anak – anak yang lain secara
bebas tanpa paksaan dari siapapun. Evaluasi akan terhambat jika kedatangan anak
– anak ke TPA Melati hanya dalam waktu singkat, kadang kadang datang. Jalan
keluar yang diambil pengasuh tetap memantau dan mengisi lembar evaluasi
meskipun nantinya lembar tersebut tidak sampai pada orang tua anak didik.
        Berdasarkan temuan – temuan dalam penelitian disarankan agar dalam
perencanaan semua anggota organisasi dilibatkan, pembuatan kurikulum yang
mengacu pada beberapa literatur buku tentang perkembangan dan pertumbuhan
anak serta perlunya peningkatan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam
pengorganisasian perlu dipertimbangkan latar belakang pendidikan, pengalaman
dan kemampuan anggota. Perlu ditingkatkan kerja sama yang lebih baik antara
pengelola dan tenaga pendidik, pengelola sebaiknya lebih memberikan
kesempatan kepada tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan dengan
cara mengikutkan mereka pada kegiatan – kegiatan pelatihan. Dalam pelaksanaan
pembinaan       perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus dan
berkesinambungan dari pengelola agar kesalahan dalam kegiatan pembinaan dapat
dibenahi secara dini. Sistem evaluasi pembinaan yang dilakukan oleh pendidik
melalui pengamatan dan observasi terhadap perkembangan anak yang melibatkan
orang tua peserta didik melalui blangko isian yang telah diterapkan agar
dipertahankan dan ditingkatkan. Agar fasilitas penunjang yang ada dapat
dipertahankan, untuk media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang
baru. Perlu dilakukan kerjasama dalam setiap kegiatan perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi yang lebih baik antara pengelola
dengan tenaga pengasuh.




                                      vii
                 MOTTO DAN PERSEMBAHAN




MOTTO

      ‘Kesatuan akan menimbulkan kekuatan, kedamaian dan kemenangan,

      namun meskipun sulit dicapai tetapi kesatuan layak diperjuangkan untuk

      mencapai keberhasilan’.

      ‘Kesabaran merupakan modal utama mewujudkan semua impian’.



PERSEMBAHAN

   Skripsi ini saya persembahkan untuk :

      1. Bapak dan Ibu tercinta atas kasih sayang, doa, serta pengorbanannya.

      2. Kakak-kakakku yang selalu memberi motivasi dan bantuan.

      3. Adik-adikku makasih suportnya.

      4. Buat “Ayah” Gue Tersayang Thanks a lot




                                    viii
                                                DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL ......................................................................................               i

HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................................                       ii

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................                      iii

KATA PENGANTAR ...................................................................................               iv

ABSTRAK .....................................................................................................    vi

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................................                                      viii

DAFTAR ISI ..................................................................................................    ix

DAFTAR DOKUMENTASI .........................................................................                    xii

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................              xiii

BAB I           PENDAHULUAN ........................................................................              1

                A. Latar Belakang .......................................................................         1

                B. Permasalahan............................................................................       4

                C. Tujuan Penelitian ...................................................................          4

                D. Manfaat Penelitian .................................................................           5

                E. Penegasan Istilah ....................................................................         6

                F. Sistematika Skripsi .................................................................          9

BAB II          KAJIAN PUSTAKA

                A. Pendidikan Anak Usia Dini ...................................................                 10

                B. Pembinaan Anak Usia Dini ....................................................                 19

                C. Taman Pengasuhan Anak (Penitipan Anak) ..........................                             26



                                                         ix
       D. Penyelenggaraan Program ......................................................              28

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

       A. Pendekatan Penelitian ............................................................          30

       B. Lokasi Penelitian ....................................................................      31

       C. Fokus Penelitian .....................................................................      31

       D. Sumber Data Penelitian ..........................................................           32

       E. Metode Pengumpulan Data ....................................................                33

       F. Keabsahan Data .....................................................................        37

       G. Analisis Data ..........................................................................    39

BAB IV HASIL PENELITIAN

       A. Hasil Penelitian ......................................................................     41

            1. Sejarah Singkat Berdirinya TPA Melati Semarang .........                               41

            2. Letak Geografis ...............................................................        42

            3. Organisasi dan Ketenagaan TPA ....................................                     42

            4. Program Pembinaan .........................................................            46

            5. Sarana dan Prasarana .......................................................           62

            6. Anak Didik .......................................................................     71

            7. Identitas Responden .........................................................          72

            8. Hasil Wawancara .............................................................          73

       B. Pembahasan Hasil Penelitian .................................................              119

            1. Perencanaan Pembinaan ...................................................             119

            2. Pengorganisasian ..............................................................       120

            3. Pelaksanaan Pembinaan ...................................................             122



                                                x
                   4. Evaluasi Pembinaan .........................................................           123

                   5. Faktor Pendukung dan Penghambat .................................                      123

BAB V         SIMPULAN DAN SARAN

              A. Simpulan ................................................................................   126

              B. Saran - saran ...........................................................................   130

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................          131

LAMPIRAN




                                                       xi
                        DAFTAR DOKUMENTASI PENELITIAN




Gambar

1. Wawancara informan tenaga pengasuh .....................................................      161

2. Kegiatan bercengkrama pengasuh dengan anak .......................................            161

3. Kegiatan anak istirahat setelah makan siang .............................................     162

4. Kegiatan anak bermain di luar ruangan .....................................................   163




                                                 xii
                                           DAFTAR LAMPIRAN




Lampiran

1. Kisi – kisi instrumen                 ..............................................................................   133

2. Format evaluasi tingkat perkembangan motorik anak usia 0-1 tahun .......                                               135

3. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia 1-2 tahun ............                                            136

4. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia 2-3
   tahun ..........................................................................................................       137

5. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia > 3-4 tahun ........                                              138

6. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia > 4-5
   tahun ........................................................................................................ 139

7. Satuan kegiatan harian ..............................................................................                  140

8. Format evaluasi tingkat perkembangan moral dan nilai – nilai agama .....                                               141

9. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik ............................................                                142

10. Format evaluasi tingkat perkembangan bahasa .........................................                                 143

11. Format evaluasi tingkat perkembangan kognitif .......................................                                 144

12. Format evaluasi tingkat perkembangan sosial emosional .........................                                       145

13. Format evaluasi tingkat perkembangan seni .............................................                               146

14. Pedoman wawancara ................................................................................                    147

15. Lembar Observasi ....................................................................................                 154

16. Surat ijin penelitian ...................................................................................             159

17. Surat keterangan penelitian ......................................................................                    160

18. Dokumentasi penelitian ............................................................................                   161




                                                            xiii
                                    DAFTAR TABEL DAN SKEMA




Tabel

1. Data ketenagaan TPA Melati ...................................................................              46

2. Lembar observasi lingkungan fisik ..........................................................                66

3. Data anak didik .........................................................................................   71

4. Identitas pimpinan dan tenaga pengasuh ..................................................                   72

5. Identitas orang tua anak didik ..................................................................           72

Skema

1. Proses teknik pengumpulan data menurut Spradley .................................                           40

2. Struktur organisasi TPA Melati ................................................................             44




                                                        xiv
                                   BAB I


PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

            Undang - Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk

  mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan

  menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan

  Undang - Undang. Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya

  demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia

  Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur

  berdasarkan pancasila dan undang - undang dasar 1945, yang memungkinkan

  warganya mengembangkan diri sebagai manusia Indonesia seutuhnya. Untuk

  mewujudkan pengembangan nasional dibidang pendidikan tersebut diperlukan

  peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional, yang

  disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta

  kesenian, perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan.

            Menurut penjelasan umum UU No. 20 tahun 2003, tentang Sistem

  Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 dikemukakan bahwa pada dasarnya

  pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

  belajar    dan   proses   pembelajaran   agar   peserta   didik   secara   aktif

  mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

  ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.




                                      xv
       Iklim pendidikan perlu diciptakan pada semua jalur, seperti yang

tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

yang menyatakan jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal,

dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya, agar

perkembangan pendidikan menjadi wahana yang tepat untuk mempertinggi

kualitas sumber daya manusia, untuk meletakkan dasar yang kuat demi

tercapainya masyarakat yang terbuka, demokratis, adil dan sejahtera

perkembangan pendidikan dengan kecenderungan baru harus diarahkan agar

dapat menampung salah satu tujuan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan

bangsa.

       Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan

menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab PAUD merupakan

fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan

sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik ,

mental, yang itu akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja

dan produktivitas.

       Taman penitipan anak adalah lembaga kesejahteraan sosial yang

memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan, perawatan dan pendidikan

bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya.

Perlu diketahui bahwa keberadaan taman penitipan anak atau taman

pengasuhan anak merupakan suatu kebutuhan masyarakat yang mengalami

perubahan struktur keluarga pada umumnya dan pada khususnya di kota-kota

besar seperti Semarang. Dalam Undang-undang No: 20 tahun 2003,



                                   xvi
menyatakan Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur

pendidikan formal, non formal dan atau informal yang berfungsi sebagai

pengganti, penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka

mendukung pendidikan sepanjang hayat.

         Pendidikan anak usia dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang

pendidikan dasar. PAUD yang diselenggarakan pada jalur pendidikan non

formal dapat berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak

(TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Dalam pasal 28 ayat 1 dijelaskan

Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai

enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan

dasar.

         Semakin meningkatnya jumlah orang tua yang bekerja diluar rumah

membuat fungsi keluarga sebagai tempat untuk mendidik anak semakin

berkurang,   kompleknya    kebutuhan    pendidikan   anak   selaras   dengan

perkembangan IPTEK, juga telah menuntut perlunya lembaga atau pihak lain

yang mampu menangani pendidikan anak secara lebih profesional. Salah satu

lembaga yang diharapkan mampu melaksanakan fungsi tersebut adalah Taman

Penitipan Anak atau Taman Pengasuhan Anak ( Depdiknas, 2001 ).

         Taman Penitipan anak adalah Wahana pendidikan dan pembinaan

kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka

waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu

yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. Adapun

maksud dan tujuan Taman Penitipan Anak adalah memberikan pelayanan



                                 xvii
   kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang

   optimal berdasarkan konsep pendidikan anak usia dini.

          Menanggapi kondisi yang demikian maka penulis akan berusaha

   mengungkap tentang :

   Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Tempat Pengasuhan Anak Melati

       Semarang.

   Faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Melati

       Semarang.



B. PERMASALAHAN

        Permasalahan dapat timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang
diinginkan dengan kenyataannya. Adapun permasalahannya yang timbul dalam
penelitian ini adalah:
    Bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan

       Anak Melati Semarang ?

   Apa faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di

       Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ?



C. TUJUAN PENELITIAN

         Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
   1. Untuk Mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini

      di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang.

   2. Untuk mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambat pembinaan

      Taman Penitipan Anak Usia Dini Melati Semarang.




                                    xviii
D. MANFAAT PENELITIAN

         Melalui penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
   Manfaat Teoritis

       Sebagai bahan masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang

           berkaitan dengan PAUD khususnya pada teknik penyelenggaraan

           PAUD di Taman Pengasuhan Anak.

       Sebagai bahan masukan dalam teknik manajemen penyelenggaraan

           PAUD di TPA.

   Manfaat Praktis

       Menambah wawasan peneliti tentang profil penyelenggaraan penitipan

           anak mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,      dan

           evaluasi TPA.

       Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian

           lanjutan.

       Dapat memberikan manfaat bagi pembaca sebagai bahan pemikiran

           tentang permasalahan yang berkaitan dengan tema pendidikan anak

           usia dini dan taman penitipan anak ( TPA ).



E. PENEGASAN ISTILAH

       Untuk menghindari kesalahan pengertian dan kesimpangan serta
kekaburan kemungkinan penafsiran dalam pemakaian istilah-istilah yang
berkaitan dengan judul penelitian ini, maka peneliti perlu memberikan penegasan
dan pembatasan tentang istilah-istilah atau kalimat-kalimat yang terangkum dalam
judul penelitian. Adapun istilah-istilah yang perlu mendapatkan penegasan dan
batasan adalah sebagai berikut :
    Profil




                                      xix
Dalam American Peoples Encyclopedia (1962:996) profil adalah suatu

gambaran yang memperhatikan tingkatan dasar pada bermacam-macam hal

sesuai dengan lokasinya. Penggambaran seperti ini berdasarkan data yang

dikembangkan oleh pengukuran tentang profil.

         Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002:897) profil adalah

   grafik-grafik atau iktisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus.

         Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa profil adalah diskripsi

   atau gambaran sesuatu yang mencakup ciri-ciri yang melekat pada objek

   tersebut. Profil pendidikan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak

   Melati mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan

   evaluasi.

Pembinaan

         Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu

   proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan

   tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan

   mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan

   hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun

   Hardjana, 1986:12).

         Pembinaan adalah suatu bentuk dari serangkaian kegiatan untuk

   merubah sikap, mental dan perilaku kearah yang lebih baik atau segala

   usaha yang mengacu pada intensitas pembelajaran dalam kegiatan

   pendidikan untuk mempelajari hal-hal yang baru dengan tujuan




                                   xx
   mengembangkan pengetahuan, mengarahkan dan membetulkan kearah

   yang lebih baik.

          Pembinaan merupakan bagian dari pendidikan, namun pembinaan

   menekankan pengembangan manusia pada segi praktis.

Taman Penitipan Anak

          Taman penitipan anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan

   kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk

   jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak

   memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau

   sebab lain (Depdiknas, 2001: 3).

Anak Usia Dini

          Anak usia dini merupakan masa yang paling baik dan sangat kritis

   bagi perkembangan fisik, motorik, moral – emosional dan intelektual.

   Usia dini juga merupakan periode penting bagi pembentukan kepribadian

   anak di kemudian hari. Banyak aspek – aspek kepribadian yang dapat

   ditanamkan pada anak. Aspek perkembangan anak yaitu aspek – aspek

   yang    dikembangkan    dalam      diri   anak   melalui   PAUD.   Aspek

   perkembangan anak tersebut meliputi :

   a. Perkembangan fisik – motorik.

   b. Perkembangan kognitif.

   c. Perkembangan moral, disiplin, etika.

   d. Perkembangan sosial, empati, kerjasama.

   e. Perkembangan emosional, harga diri dan aktualisasi diri.



                                   xxi
      f. Perkembangan bahasa dan literasi

      g. Perkembangan kreativitas dan daya cipta.

          ( Suyanto, Slamet ; 2003 : 53 – 81 )

  Tempat Pengasuhan Anak “Melati”

             Istilah lama diartikan tempat penitipan anak, untuk memperhalus

      bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan.

             Tempat     pengasuhan     anak    sebagaimana   dimaksudkan   diatas

      merupakan bagian dari pada pendidikan anak usia dini pada jalur

      pendidikan formal, seperti yang tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003

      bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal

      berbentuk kelompok bermain ( KB ), Taman Penitipan Anak ( TPA ), atau

      bentuk lain yang sederajat.



F. SISTEMATIKA SKRIPSI

          Skripsi ini dibagi dalam lima bab yang didahului dengan halaman

  judul, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, kata pengantar,

  daftar isi dan intisari skripsi.

          Sistematika yang digunakan adalah sebagai berikut:

  BAB I          : Pendahuluan, yang membahas alasan pemilihan judul,

                      permasalahan, tujuan, manfaat, penegasan istilah dan

                      sistematika skripsi.




                                        xxii
BAB II         :   Tinjauan pustaka, bab ini menguraikan tentang berbagai

                   teori, konsep dan pendapat para ahli yang ada hubungannya

                   dengan permasalahan penelitian.

BAB III        :   Metode penelitian, bab ini menguraikan tentang pendekatan penelitian, lokasi penelitian,
                   subjek penelitian, metode pengumpulan data, keabsahan data dan analisis data.

BAB IV         :   Hasil penelitian dan pembahasan, bab ini berisi uraian hasil

                   penelitian dan pembahasan hasil penelitian.

BAB            :   Penutup, bab ini menguraikan tentang simpulan dari hasil

                   penelitian yang dilakukan sekaligus memberikan saran

                   terhadap obyek yang telah diteliti serta pihak tersebut.

          Bagian akhir dari skripsi ini berisi daftar pustaka untuk menyusun

skripsi dan lampiran.




                                             xxiii
BAB II
KAJIAN PUSTAKA


Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD )

  Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini

            Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang

     ditujukan pada anak dan sejak usia dini yang dilakukan melalui pemberian

     berbagai rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan

     perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam

     memasuki pendidikan dasar dan dalam kehidupan tahap berikutnya

     (Depdiknas, 2001: 2).

            Pendidikan anak usia dini merupakan upaya yang terencana dan

     sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-8 tahun

     dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki

     secara optimal (Rahman. S. Hibana, 2002: 2).

            Berdasarkan      pengertian     diatas   dapat   disimpulkan   bahwa

     pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan             anak usia dini

     (0-8 tahun) yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan

     pendidikan dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi

     yang dimiliki secara optimal.

   Pentingnya PAUD

            Pendidikan Anak Usia Dini memegang peranan yang sangat

     penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya,


                                     xxiv
  sebab pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi dasar kepribadian

  anak. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat

  meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, yang akan

  berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas

  dan pada akhirnya anak akan lebih mampu untuk mandiri dan

  mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

           Ditinjau   dari   perkembangan   otak   manusia,   maka   tahap

  perkembangan otak pada usia dini menempati posisi yang paling vital,

  yakni meliputi 80 % perkembangan otak. Lebih jelasnya bayi lahir telah

  mencapai perkembangan otak 25 % orang dewasa. Untuk mencapai

  kesempurnaan perkembangan otak manusia 50 % dicapai hingga usia 4

  tahun, 80 % hingga usia 8 tahun dan selebihnya di proses hingga anak usia

  18 tahun. Oleh sebab itu usia dini disebut sebagai usia emas “Golden Age

  “ karena perkembangannya yang luar biasa (Rahman, 2002: 45). Proses

  PAUD dimulai sejak anak dalam kandungan, masa bayi hingga anak

  berusia kurang dari 8 tahun.

Fungsi dan Tujuan PAUD

  Fungsi

      PAUD berfungsi untuk :

      Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk

           mengikuti pendidikan anak usia dini sesuai dengan potensi yang

           dimiliki, bahkan secara tidak langsung sejak anak masih dalam

           kandungan.



                                  xxv
  Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak secara utuh di

     lingkungan keluarga, masyarakat (kelompok bermain, penitipan

     anak).

  Membantu memperbaiki mutu dan relevansi pendidikan anak usia

     dini.

  Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan

     pendidikan anak usia dini. (Santoso Soegeng, 2002: 25).

     Dengan demikian PAUD berfungsi untuk memberikan kesempatan

  pada anak untuk mengikuti pembinaan dalam mengembangkan

  potensi anak secara utuh.

Tujuan PAUD

         Tujuan PAUD adalah mengembangkan seluruh potensi anak

  (the whole child) agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang

  utuh sesuai dengan falsafah suatu bangsa (Suyanto, Slamet. 2003 :3).

         Secara umum tujuan program PAUD adalah menfasilitasi

  pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh

  sesuai dengan norma- norma dan nilai kehidupan yang dianut. Secara

  khusus tujuan program PAUD tercantum dalam Undang - Undang

  pendidikan prasekolah. Menurut Peraturan Pemerintah Republik

  Indonesia, Pendidikan anak usia dini dikenal dengan istilah pendidikan

  prasekolah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990

  tentang pendidikan prasekolah, menyatakan bahwa pendidikan

  prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan



                              xxvi
      perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan

      keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan

      di jalur sekolah atau pendidikan luar sekolah.

              Menurut    rumusan     keputusan    menteri   pendidikan   dan

      kebudayaan RI Nomor 0486/ 4/ 1992 tentang taman kanak- kanak

      yang menyatakan bahwa taman kanak- kanak bertujuan membantu

      meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, perilaku, pengetahuan,

      keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam

      menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk pertumbuhan dan

      perkembangan selanjutnya ( Rahman, 2002: 48 ).

Pentingnya Memahami Anak Usia Dini

          Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik,
  psikis, sosial, moral dan sebagainya. Masa kanak- kanak juga masa yang
  paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. Sebab masa kanak- kanak
  adalah masa pembentukan fondasi dan dasar kepribadian yang akan
  menentukan pengalaman anak selanjutnya.
          Beberapa hal yang menjadi alasan pentingnya memahami
  karakteristik anak usia dini, yaitu :
  Anak usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap

      perkembangan manusia, sebab usia tersebut merupakan periode

      diletakkannya struktur yang dibangun untuk sepanjang hidupnya.

  Pengalaman awal sangat penting, sebab dasar awal cenderung bertahan

      dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya,

      disamping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan.

  Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa,

      dibanding dengan sepanjang usianya yang sangat membutuhkan

      stimulasi fisik dan mental ( Rahman, 2002: 30-31 ).


                                 xxvii
          Dengan memahami karakteristik anak usia dini adalah diharapkan
   orang dewasa dapat :
   Mengetahui hal - hal yang dibutuhkan oleh anak, yang bermanfaat bagi

       perkembangan hidupnya.

   Mengetahui tugas - tugas perkembangan anak sehingga memberikan

       stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan

       dengan baik.

   Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang

       tepat sesuai dengan kebutuhannya.

   Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis.

   Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan

       keadaan dan kemampuannya.

Cara Belajar Anak Usia Dini

          Anak pada usia dini ( 0-8 tahun ) memiliki kemampuan belajar
   yang luar biasa, khususnya pada masa kanak- kanak awal. Keinginan anak
   untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Anak belajar dengan
   seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu, dan dalam waktu
   singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari.
          Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan
   bertambahnya usia, secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut :
   a. Usia 0 – 1 tahun

            Anak belajar dengan mengandalkan kemampuan pancaindera
      (Pendengaran, penglihatan, penciuman, peraba dan perasa). Secara
      bertahap pancaindera anak difungsikan lebih sempurna. Sehingga usia
      satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan
      menggerakkan seluruh panca indera.
   b. Usia 2 – 3 Tahun

              Anak melaksanakan proses belajar dengan sungguh – sungguh.
      Ia memperhatikan apa saja yang ada dilingkungannya untuk kemudian
      ditiru.
   c. Usia 4 – 6 Tahun




                                 xxviii
            Kemampuan berbahasa anak semakin baik, begitu anak mampu
      berkomunikasi dengan baik maka akan segera diikuti proses belajar
      anak dengan cara bertanya.
   d. Usia 7 – 8 Tahun

              Perkembangan anak dari berbagai aspek sudah semakin baik.
       Anak melaksanakan proses belajar dengan cara yang semakin
       komplek, ia menggunakan pancainderanya untuk menangkap berbagai
       informasi dari luar, mulai mampu membaca dan berkomunikasi secara
       halus.
           Pada penelitian ini peneliti dapat melakukan pengamatan mengenai
   cara belajar anak seiring dengan bertambahnya usia anak dan kebutuhan
   perkembangannya
Karakteristik Program PAUD

           Program pendidikan untuk anak usia dini memiliki karakteristik
   tersendiri, berbeda dengan program pendidikan sesudahnya. Hal utama
   yang membedakan karakteristik program pendidikan anak usia dini adalah
   tuntutan tingkat perkembangan dan cara belajarnya. Tingkat
   perkembangan dan cara belajar anak membawa konsekuensi langsung
   terhadap sifat dan isi program pendidikan anak usia dini , termasuk juga
   cara penyampaian.
           Beberapa karakteristik program pendidikan anak usia dini, antara
   lain :
   a. Karakteristik guru, lebih cenderung menunjukan keceriaan, kerjasama,
       dan keterlibatan secara total dengan kegiatan anak.
   b. Materi pelajaran, lebih terintegrasi, yaitu suatu program pembelajaran
       yang dapat menyajikan suatu aktivitas anak secara terpadu.
   c. Metode pendidikan, lebih menekankan metode yang bersifat rekreatif
       daripada metode ceramah.
   d. Media dan sarana, perlu dipilih sarana yang memudahkan dan
       memancing anak untuk terlibat, aman dan menyenangkan.
   e. Desain ruangan, perlu lebih meriah, kreatif dan menantang bagi anak
       untuk bereksplorasi.
   f. Sistem evaluasi, sistem evaluasi yang dilakukan untuk anak usia dini
       lebih bersifat natural, alamiah.

Prinsip- prinsip PAUD

         Prinsip- prinsip PAUD, yaitu :
   a. Anak adalah peserta didik aktif
   b. Menyediakan fasilitas agar anak belajar melalui bermain dan bermain
      sambil belajar
   c. Memberikan kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif
   d. Mendorong anak untuk membangun dan mengembangkan idenya
      sendiri.


                                 xxix
 e. Memotivasi anak untuk mengembangkan potensi diri tanpa takut
    berbuat salah ( Rahman, 2002: 55 ).

Bentuk- Bentuk Program PAUD

          Program pendidikan anak usia dini ( 0-8 Th ) memiliki beberapa
   bentuk organisasi, bentuk - bentuk program PAUD sebagai berikut :
     Pendidikan keluarga ( 0-3 Th )
            Pada tahap ini pendidikan anak masih berada pada lingkup
        terkecil, yakni keluarga. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan
        pertama dan utama bagi anak, sebab pendidikan keluarga merupakan
        fondasi bagi anak untuk membangun struktur kepribadian
        selanjutnya.
     Taman Penitipan Anak ( TPA )
            Usaha Kesejahteraan Sosial RI, tempat penitipan anak adalah
        lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak, TPA
        adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang
        berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu
        selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang
        cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain.
        (Depdiknas, 2001: 3)
            Menurut Rapat koordinasi anak- anak balita yang dikhawatirkan
        akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya, karena
        ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. Pelayanan ini diberikan
        dalam bentuk peningkatan gizi, pengembangan, intelektual,
        emosional dan sosial.
            Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial
        yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan, perawatan
        dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal
        bekerja oleh orang tuanya (Rahman. S. Hibana, 2002: 59).
     Kelompok bermain
            Taman bermain merupakan tempat bermain dan belajar bagi
        anak sebelum memasuki taman kanak- kanak.
     Taman Kanak- Kanak
            Taman kanak- kanak merupakan jenjang pendidikan setelah
        Playgroup, sebelum anak masuk sekolah dasar.
     TKA ( Taman Kanak- Kanak Al-Qur’an )
            TKA adalah program bagi anak usia 4-6 tahun, yang materinya
        lebih menekankan pada materi Al-Qur’an.
     TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an )
            TPA merupakan program pendidikan bagi anak usia 7-12 tahun,
        yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an.
     Sekolah Dasar
            Sekolah Dasar adalah jenjang pendidikan formal pertama setelah
        taman kanak- kanak (Rahman, 2002: 58-62).



                                 xxx
            Dengan melihat bentuk – bentuk program pendidikan anak usia
     dini dapat disimpulkan bahwa Taman Pengasuhan atau Penitipan Anak
     Melati merupakan salah satu bagian dari program pembinaan anak.

Pembinaan Anak Usia Dini

  Pengertian

           Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu

     proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan

     tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan

     mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan

     hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun

     Hardjana, 1986:12).

           Penitipan anak atau TPA adalah lembaga kesejahteraan sosial yang

     memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan, perawatan dan

     pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh

     orang tuanya ( Rahman, 2002; 59 ).

           Dalam Rapat hasil koordinasi “Usaha Kesejahteraan Anak“

     Departemen sosial RI, dikemukakan TPA merupakan lembaga sosial yang

     memberikan pelayanan kepada anak - anak balita yang dikawatirkan akan

     mengalami hambatan dalam pertumbuhannya, karena ditinggalkan orang

     tua atau ibunya bekerja. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk

     peningkatan gizi, pengembangan intelektual, emosional dan sosial

     (Patmonodewo, 2003: 71).

         Dengan demikian pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati

     merupakan latihan, pendidikan, pembinaan yang dilakukan lembaga



                                  xxxi
   dengan memberikan pelayanan kepada anak usia dini yang dikawatirkan

   akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya selama ditinggal orang

   tua atau ibunya bekerja dalam bentuk pengembangan moral dan nilai –

   nilai agama, pengembangan fisik, pengembangan bahasa, pengembangan

   kognitif, pengembangan sosial - emosional, dan pengembangan seni.

Tujuan Pembinaan Anak Usia Dini

   Tujuan Umum

           Kegiatan pembinaan bertujuan mengembangkan potensi anak

      sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri

      dengan lingkungannya termasuk siap memasuki pendidikan dasar.

   Tujuan khusus

           Kegiatan pembinaan secara khusus bertujuan agar :

      Anak mampu melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan ciptaan

         Tuhan dan mencintai sesama.

      Anak mampu mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan –

         gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan halus dan

         gerakan kasar, serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ).

      Anak mampu berfikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan

         masalah dan menemukan hubungan sebab akibat.

      Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif

         dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk

         berfikir dan belajar.




                                 xxxii
      Anak mampu mengenal lingkungan alam, lingkungan sosial, peranan

           masyarakat dan menghargai keragaman sosial serta mampu

           mengembangkan konsep diri, sikap positif terhadap belajar, kontrol

           diri dan rasa memiliki.

      Anak memiliki kepekaan terhadap irama, nada, birama, berbagai

           bunyi, bertepuk tangan serta menghargai hasil karya yang kreatif (

           Depdikbud, 2002: 4 ).

Penyelenggaraan Program Pembinaan

           Adapun penyelenggaraan program pembinaan anak mencakup :

   Program pembinaan

               Program pembinaan yang dipergunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat
      lembaga sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Adapun prinsip – prinsip pendidikan untuk anak usia
      dini seperti yang dirumuskan oleh Tina Bruce (1987) dalam tulisan Aswarni Sudjud (1997) ada sepuluh
      prinsip – prinsip pendidikan anak usia dini, yaitu :
       Usia anak adalah sebagian dari kehidupan secara keseluruhan, merupakan masa persiapan untuk

            menghadapi kehidupan yang akan datang.

       Fisik, mental dan kesehatan sama pentingnya seperti berfikir dan aspek psikis lainnya.

       Pembelajaran pada anak usia dini saling terkait tidak dapat di pisahkan.

       Motivasi intrinsik akan menghasilkan inisiatif tersendiri (Self Directed Activity) yang sangat bernilai.

       Program pendidikan pada anak usia dini perlu menekankan disiplin.

       Masa peka untuk mempelajari sesuatu pada tahap perkembangan tertentu perlu di observasi.

       Titik tolak hendaknya pada apa yang dapat dikerjakan anak, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan anak.

       Suatu kehidupan terjadi dalam diri anak ( inner life ) khususnya pada kondisi yang menunjang.

       Orang – orang yang ada disekitar anak dalam melaksanakan interaksi dengan anak merupakan hal yang

            penting.

       PAUD merupakan interaksi antara anak dengan lingkungan, dimana dalam lingkungan tersebut termasuk

            orang dewasa dan pengetahuan itu sendiri ( Rahman. S. Hibana, 2002; 53-55 ).

   Prinsip-prinsip pembinaan

      1)    Program pembinaan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan anak secara tepat, bertahap

            dan terpadu.

                 Bertahap adalah mengikuti tahap perkembangan usia anak yaitu usia 3 bulan sampai 3 tahun
            dan usia 3 tahun sampai 6 tahun.



                                               xxxiii
                  Berulang artinya latihan atau simulasi diberikan secara berulang-ulang (anak memerlukan
             pengulangan dalam belajar)
                  Terpadu adalah mengintegrasikan seluruh aspek pengembangan anak (pembentukan perilaku
             melalui pembahasan dan pengembangan kemampuan dasar).
        2)   Program pembinaan disesuaikan dengan usia, minat, kemampuan, bakat, dan tingkat perkembangan

             yang berbeda-beda pada setiap anak secara individual.

        3)   Program pembinaan menekankan proses interaksi dengan orang dewasa, teman sebaya dan benda-

             benda disekitarnya.

        4)   Program pembinaan dikembangkan untuk memberi kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif

             melalui kegiatan permainan (menyentuh, mengenal, mencoba benda-benda).

        5)   Program pembinaan memberikan pengalaman nyata bagi anak sehingga termotivasi dan

             memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. ( Depdikbud, 2001:7-8 )

    Organisasi penyelenggara

                 Organisasi penyelenggaraan taman pengasuhan anak adalah perorangan, keluarga, kelompok dan
        atau organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan pembinaan yang memenuhi syarat sebagai berikut
        :
        1)   Adanya anak didik berusia sekurang - kurangnya 3 bulan sampai dengan 6 tahun (kecuali pada kasus

             khusus) dengan sejumlah lima orang atau lebih.

        2)   Tersedianya sarana dan prasarana pembinaan

        3)   Adanya kurikulum pembinaan

        4)   Adanya tenaga pembinaan yang melaksanakan kurikulum program pembinaan

        5)   Tersedianya sumber dana untuk pelaksanaan pembinaan

   Proses Pembinaan

        1)   Proses pembinaan dalam satu hari minimal 2 jam @ 45 menit atau disesuaikan dengan kebutuhan

             situasi dan kondisi anak.

        2)   Proses pembinaan dalam satu minggu minimal 3 kali pertemuan atau dapat dikembangkan sesuai

             dengan kebutuhan, situasi dan kondisi anak (Depdiknas, 2001:5-6).

Pengorganisasian

   a.   Perencanaan

        Prinsip - prinsip perencanaan

                  Dalam menyusun perencanaan, hendaknya memperhatikan

             prinsip – prinsip sebagai berikut :




                                              xxxiv
          a) Berorientasi pada kebutuhan dan usia anak dalam berbagai

               pengembangan yang ingin dicapai dalam pembinaan.

          b) Pembinaan dilakukan dalam suasana bermain sambil belajar.

     Satuan kegiatan harian

     Satuan kegiatan mingguan

b.   Pelaksanaan

     1) Tema

               Merupakan wadah yang berisi unsur-unsur kegiatan untuk

          mengembangkan kemampuan anak. Tema yang diberikan sesuai

          dengan kemampuan anak dan usia anak yang berisi tentang tema

          keagamaan, pengembangan fisik, pengembangan bahasa,

          pengembangan kognitif, pengembangan sosial-emosional, dan

          pengembangan seni.

     2) Metode pembinaan (bermain sambil belajar)

         a) Persyaratan metode :

              -    Membuat anak aktif dan banyak terlibat

              -    Memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan

                   kreativitas

              -    Sesuai dengan usia dan kemampuan anak

              -    Tidak membosankan anak

              -    Memungkinkan bagi anak untuk memilih aktivitas

         b) Metode pokok (Bermain)

         c) Metode pelengkap (Latihan, bercerita, menyanyi)



                                  xxxv
          3) Persiapan sarana pembinaan

               Persiapan sarana pembinaan anak berupa perlengkapan ruangan,

               sarana dan peralatan pendukung belajar.



          4) Pengelolaan proses pembinaan

               Pengelolaan proses pembinaan dilakukan penyelenggara berupa

               persiapan – persiapan yang dilakukan bersama dengan pengasuh

               mulai dari proses pembinaan (pelaksanaan) yang berakhir pada

               penilaian atau evaluasi.

     c.   Penilaian Pembinaan / evaluasi

          Penilaian pembinaan dilakukan dengan menggunakan instrumen dalam

          bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses

          dan hasil dari suatu aktivitas sehari-hari di TPA

     d.   Komunikasi

          Lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan

          format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk digunakan

          sebagai hasil akhir yang telah ditempuh dalam tiap tahap

          perkembangan anak.



Taman Pengasuhan Anak atau Penitipan Anak

  Pengertian Taman Penitipan Anak

             Istilah lama diartikan tempat penitipan anak, untuk memperhalus

     bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan.




                                           xxxvi
        Tempat Penitipan Anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan

   kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk

   jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak

   memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau

   sebab lain. (Depdiknas, 2001: 3)

        Menurut rapat koordinasi Usaha Kesejahteraan Sosial RI, Tempat

   Penitipan Anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada

   anak- anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam

   pertumbuhannya, karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja.

   Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi, pengembangan,

   intelektual, emosional dan sosial.

        Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang

   memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan, perawatan dan

   pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh

   orang tuanya. ( Rahman. S. Hibana; 2002, 59 ).

Fungsi dan tujuan TPA

   Fungsi TPA

           Fungsi   TPA     adalah      wahana   pendidikan   dan   pembinaan

       kesejahteraan anak sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu

       tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu

       yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain

       (Depdiknas, 2001: 3).

   Tujuan TPA



                                  xxxvii
         1) Memberikan pelayanan kepada anak usia dini dalam mencapai

            pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep

            PAUD.

         2) Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap keluarga yang

            mempunyai anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan

            perkembangan anak secara optimal.



Penyelenggaraan Program

  Perencanaan

          Kegiatan dalam bentuk apapun akan dapat berjalan dengan baik

     apabila direncanakan sebelumnya, sebab hanya dengan perencanaan yang

     baik maka suatu kegiatan tersebut hampir dapat dipastikan akan berjalan

     dengan baik pula. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam

     pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu

     yang akan datang (H.D. Sudjana, 1992: 41). Dikatakan sistematik karena

     perencanaan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip – prinsip tertentu

     dalam proses pengambilan keputusan, penggunaan pengetahuan dan teknik

     secara alamiah, serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi. Menurut

     William Kami (1986) menyatakan untuk mendorong kemampuan berfikir

     anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan

     masing – masing anak untuk mendapatkan kesempatan khusus untuk

     memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih. Pada perencanaan

     kegiatan ini terlebih dahulu pengelola dan tenaga pengasuh membuat



                                  xxxviii
  satuan kegiatan harian dan satuan kegiatan mingguan yang pembuatannya

  dimusyawarahkan dalam forum.



Pengorganisasian

        Pengorganisasian    merupakan       usaha     untuk    mengintegrasikan

  sumber-sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan kedalam

  suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah

  direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Hani

  Handoko,      1994     pengorganisasian        merupakan       suatu      proses

  mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan

  diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai

  dengan efisien. (Didiet Hardjito, 1995 : 76).        Untuk pengorganisasian

  kegiatan dilakukan bersama – sama oleh pengurus dan pengasuh dalam

  musyawarah yang didalamnya dibahas secara teknis penyelenggaraan

  program pembinaan.

Pelaksanaan

        Setelah perencanaan dan pengorganisasian maka fungsi pelaksanaan

  baru dilakukan agar dapat merealisasikan tujuan yang ingin dicapai.

  Dalam proses manajemen pelaksanaan merupakan proses yang sangat

  penting     sebagai   tindak   lanjut   dari      fungsi    perencanaan     dan

  pengorganisasian. Pelaksanaan pembinaan penitipan anak dilakukan secara

  pelan dan pasti yang menyangkut pengembangan moral dan nilai – nilai




                                 xxxix
  agama, pengembangan fisik, pengembangan bahasa, pengembangan

  kognitif, pengembangan sosial - emosional, dan pengembangan seni.




Evaluasi

           Menurut Brewer (1992) penilaian atau evaluasi adalah penggunaan

  sistem evaluasi yang bersifat menyeluruh untuk menentukan kualitas dari

  suatu program atau kemajuan dari seorang anak. (Patmodewo, 2003 : 138).

  Biasanya penilaian dikaitkan dengan penilaian terhadap perkembangan

  sosial, emosional, fisik maupun perkembangan intelektual. Dalam

  pembinaan ini evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengamatan yang

  dijalankan pengasuh untuk mengetahui tingkat perkembangan anak secara

  pasti dalam tiap harinya.




                                   xl
BAB III
                        METODE PENELITIAN



A. Pendekatan Penelitian

  Menurut (FX. Sudarsono, 1999) hakekat penelitian adalah untuk mencari

  kebenaran yang dapat diujikan oleh orang secara obyektif untuk memperoleh

  kebenaran ilmiah. Untuk memperoleh kebenaran tersebut digunakan metode

  pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

  Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu

  pendekatan yang memandang obyek kajian terdiri dari unsur yang saling

  terkait dan mendeskripsikan fenomena yang andal (Arikunto, 1993:203).

  Sesuai dengan judul yaitu tentang Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini

  di Taman Pengasuhan Anak Melati maka, penelitian ini menggunakan

  pendekatan kualitatif karena tidak menggunakan angka-angka, tetapi

  mendeskripsikan, menguraikan dan menggambarkan tentang permasalahan

  yang akan di bahas yang berkenaan dengan profil pembinaan anak usia dini di

  Taman Penitipan Anak dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan.

  Agar peneliti dapat mendeskripsikan secara jelas dan rinci serta dapat

  memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian ini, maka peneliti

  menggunakan metode kualitatif, menurut Bodgan dan Biklen (1982, 27-30)

  dalam Moleong (2002: 4-8) bahwa penelitian kualitatif memiliki lima ciri,

  yaitu :




                                       xli
  1. Dilaksanakan dengan latar alami, karena merupakan alat penting adalah

     adanya sumber data yang langsung dari peristiwa.

  2. Bersifat deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata atau

     gambar daripada angka.

  3. Lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata.

  4. Dalam menganalisis data cenderung cara induktif.

  5. Lebih mementingkan tentang makna (essensial).



B. Lokasi Penelitian

  Lokasi penelitian adalah obyek penelitian dimana kegiatan penelitian

  dilakukan. Penentuan lokasi penelitian dimaksudkan untuk mempermudah dan

  memperjelas obyek yang menjadi sasaran penelitian, sehingga permasalahan

  tidak terlalu luas. Lokasi dalam penelitian ini adalah tempat pengasuhan anak

  Melati Jl. Hayam Wuruk 1A Semarang, pemilihan lokasi penelitian tersebut

  karena TPA Melati berada di tengah lingkungan perkantoran / kampus.




C. Fokus Penelitian

  Fokus penelitian berisi pokok kajian yang menjadi pusat perhatian, yaitu:

  1. Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak

      Melati,   dengan    ruang    lingkup    perencanaan,    pengorganisasian,

      pelaksanaan, dan evaluasi.




                                     xlii
  2. Faktor penunjang serta penghambat pembinaan penitipan anak usia dini

      yang berasal dari penyelenggara, pengasuh, orang tua, anak didik baik itu

      mengenai sarana prasarana maupun lingkungannya.




D. Sumber Data Penelitian

  Menurut Lofland dan Lofland (1984 : 47) Sumber data utama dalam penelitian

  kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan

  seperti dokumen dan lain - lain ( Moleong, 2001 : 112 ).

  Dalam penelitian ini sumber data terdiri dari sumber data primer dan sumber

  data sekunder. Adapun sumber data primer berupa wawancara kepada

  informan dan observasi, sedangkan sumber data sekunder berasal dari

  dokumentasi. Untuk mendukung kegiatan penelitian ini, dilakukan

  pengumpulan data primer melalui wawancara yang bersumber dari informan

  penelitian.

  Informan adalah orang- orang yang dimanfaatkan untuk memberikan

  informasi tentang situasi dan kondisi, latar belakang penelitian ( Moleong,

  2001: 90 ). Pemilihan informan penelitian berdasarkan pada tujuan penelitian

  yaitu untuk mengetahui Profil TPA Melati dan faktor penunjang serta

  penghambat pembinaan. Pengambilan informasi penelitian dilakukan dengan

  mengambil informasi dari satu orang kepala TPA, 4 orang pengasuh, dan 5

  orang tua peserta didik. Adapun penulis memilih 10 informan tersebut

  didasarkan pada keaktifan beliau – beliau berada di TPA Melati diantaranya 1

  orang pimpinan dan 4 orang pengasuh yang selalu ada di TPA dan 5 orang tua

                                     xliii
  anak didik yang aktif menitipkan anaknya disana. Untuk memperoleh data dan

  informasi yang sebanyak banyaknya, peneliti mengobservasi terlebih dahulu

  situasi sosial lokasi penelitian. Adapun yang dilakukan adalah pengumpulan

  data lewat wawancara.




E. Metode Pengumpulan Data

  Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data

  dilakukan bersama dengan pengumpulan data, adapun metode yang digunakan

  dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :

  1. Metode Observasi

             Merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian
     terlebih menggunakan pendekatan kualitatif. Pengamatan atau observasi
     dimanfaatkan sebesar-besarnya seperti yang dikemukakan oleh Guba dan
     Lincoln (1981: 191-193) bahwa:
       a. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung.

       b. Teknik pengamatan juga memungkinkan melihat dan mengamati

           sendiri.

       c. Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat           peristiwa dalam

           situasi proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh

           dari data.

       d. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami

           situasi-situasi yang rumit.

             Untuk mengetahui gambaran awal tentang subyek penelitian, maka
     peneliti harus lebih dahulu mengadakan survey terhadap situasi sosial dan
     kondisi sasaran penelitian.




                                         xliv
          Dalam observasi atau pengamatan ini, peneliti mengadakan
   pengamatan situasi sosial lokasi penelitian serta mengetahui secara
   langsung kegiatan pengasuhan yang terjadi di TPA Melati Semarang.
2. Metode Wawancara

           Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Metode
   pengumpulan data dalam bentuk komunikasi verbal yang dapat
   mengkonstruksikan mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi,
   sesuatu dimasa lalu, memproyeksikan sesuatu yang diharapkan dimasa
   depan (Guba dan Lincoln dalam Moleong, 2000:135).
           Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan
   sumber-sumber non manusia seperti dokumentasi dan catatan-catatan yang
   tersedia. Wawancara dan observasi dipedomani dan dikembangkan
   sebagaimana yang diajukan oleh Spadley (Sanapiah: 1999: 91-108) yang
   diawali dengan observasi dan wawancara struktural serta diakhiri dengan
   observasi selektif dan wawancara kontras.
           Metode wawancara adalah suatu metode pengumpulan data
   dengan jalan wawancara yaitu mendapatkan informasi dengan cara
   bertanya langsung kepada responden. Adapun pengumpulan data pada
   penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur dimana pada
   wawancara ini menggunakan pedoman wawancara yang dijabarkan dalam
   bentuk deskripsi. Wawancara dilakukan melalui tanya jawab langsung
   kepada nara sumber (informan) yang dapat dipercaya kebenarannya.
   Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan orang tua
   anak asuh TPA Melati, tenaga pengasuh di TPA Melati, dan pimpinan
   TPA Melati. Setiap pertanyaan diarahkan pada bidang yang sedang diteliti
   yaitu pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak
   Melati Semarang, hasil pertanyaan atau jawaban ditulis dalam lembaran
   yang disediakan.
           Adapun garis besar pertanyaan yang akan ditanyakan dalam
   wawancara tersebut adalah :
   a. Orang tua anak asuh TPA Melati

      1) Identitas Orang tua, meliputi :

          Nama, tempat/ tanggal lahir, umur, jenis kelamin, pendidikan

          terakhir, pekerjaan dan alamat.

      2) Pendapat orang tua tentang motivasi orang tua dan peran orang tua

          dalam proses, pelaksanaan dan evaluasi pembinaan anak di TPA

          Melati.

   b. Tenaga Pengasuh


                                  xlv
      1) Identitas Tenaga Pengasuh meliputi :

          Nama, tempat / tanggal lahir, umur, jenis kelamin, pendidikan

          terakhir, pekerjaan dan alamat.

      2) Pendapat tenaga pengasuh tentang pembinaan penitipan anak di

          TPA Melati yang berkaitan dengan metode pembinaan, alasan

          pemilihan metode, serta evaluasi akhir dari pembinaan.

      3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan.

   c. Pimpinan TPA

      1) Identitas Pimpinan TPA, meliputi :

          Nama, tempat / tanggal lahir, umur, jenis kelamin, pendidikan

          terakhir, pekerjaan dan alamat.

      2) Pendapat pimpinan tentang pembinaan penitipan anak di TPA

          Melati.

      3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan.

3. Dokumentasi

           Metode dokumentasi adalah suatu metode yang mencari data
   mengenai hal-hal yang berupa catatan suatu buku, surat kabar, majalah
   dan sebagainya. Dokumentasi juga dimaksudkan sebagai rekaman suatu
   peristiwa yang lebih dekat dengan percakapan           dan memerlukan
   interpretasi yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman
   peristiwa. Dokumen ini dimaksudkan untuk melengkapi data dari
   wawancara dan observasi.
           Menurut Guba dan Lincoln dalam Moleong (2000:160) ada
   beberapa alasan dari penggunaan dokumentasi, antara lain :
   a. Dokumen dan record digunakan karena merupakan sumber yang

      stabil, kaya dan mendorong.

   b. Berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian.

   c. Keduanya berguna dan sesuai untuk penelitian kualitatif.


                                  xlvi
     d. Relatif murah dan tidak sukar diperoleh.

     e. Keduanya tidak sukar ditemukan.

             Dalam penelitian ini, peneliti mengambil bahan-bahan sumber dan
     data-data dokumentasi yang ada di Taman Pengasuhan Anak Melati
     berupa foto - foto pelaksanaan kegiatan penelitian, data - data lain berupa
     buku – buku referensi lain yang berkaitan dengan tema pengasuhan anak
     usia dini.

F. Keabsahan Data

  Menurut Lincoln dan Guba (dalam Moleong, 2000:173) ada empat kriteria

  yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk keabsahan data, yaitu :

  1. Derajat kepercayaan (Credibility).

  2. Keteralihan (Transferability).

  3. Kebergantungan (Dependability).

  4. Kepastian (Confirmability).

  Kriteria keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan temuan hasil

  penelitian dengan kenyataan yang diteliti di lapangan. Teknik-teknik yang

  digunakan untuk melacak atau membuktikan kebenaran atau taraf kepercayaan

  data melalui ketekunan pengamatan (persistent observation), triangulasi

  (triangulation), pengecekan dengan teman sejawat. Untuk membuktikan

  keabsahan data dalam penelitian ini, teknik yang digunakan hanya terbatas

  pada teknik pengamatan lapangan dan triangulasi.

  Dezim dalam Moleong (2000:278) membedakan 4 macam triangulasi, yaitu :

  1. Triangulasi sumber maksudnya membandingkan dan mengecek balik

     derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat

     yang berbeda dalam metode kualitatif.

                                      xlvii
  2. Triangulasi    metode    maksudnya        menurut   Patton   dalam   Moleong

      (2000:178) terdapat dua strategi, yaitu :

      a. Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa

          teknik pengumpulan data.

      b. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode

          yang sama.

  3. Triangulasi peneliti maksudnya memanfaatkan peneliti untuk keperluan

      pengecekan kembali derajat kepercayaan data.

  4. Triangulasi teori maksudnya membandingkan teori yang ditemukan

      berdasarkan kajian lapangan dengan teori yang telah ditemukan para

      pakar.

  Teknik triangulasi dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dengan

  pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu

  diadakan croscek antara satu informan dengan informan yang lain sehingga

  akan diperoleh informasi yang benar – benar valid. Informasi yang diperoleh

  Diusahakan dari narasumber yang benar- benar mengetahui akar permasalahan

  dalam penelitian ini.

G. Analisis Data

  Bersamaan dengan proses pengumpulan data dilakukan juga analisis data.

  Alur analisis mengikuti pendapat Spradley dalam Sanapiah (1990:91-108)

  dengan mereduksi banyaknya data yang diperoleh, diklasifikasikan dalam

  domain untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relatif

  menyeluruh dari suatu fokus permasalahan yang diteliti.


                                      xlviii
Analisis data dilakukan bersamaan dalam proses pengamatan dan wawancara

deskriptif, selanjutnya dilakukan analisis taksonomik yang berusaha merinci

lebih lanjut, mengorganisasikan atau menghimpun elemen-elemen yang sama.

Analisis taksonomik dilakukan bersamaan dengan pengamatan terfokus dan

wawancara struktural. Dalam tahap ini terkait dengan fokus penelitian, yaitu :

“Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak

Melati Semarang dan Faktor penunjang dan penghambat pembinaan”.

Selanjutnya dilakukan analisis komponensial dengan mengorganisasikan

kontras antar elemen dalam domain yang diperoleh dari pengamatan dan

wawancara terseleksi dan kemudian dilanjutkan dengan analisis tema untuk

mendeskripsikan secara menyeluruh dan menampilkan makna dari yang

menjadi fokus penelitian.




          Deskriptif

                                          Terfokus
                                                          selektif
                                                           kontras
                                          Struktural
          Deskriptif



       Skema alur analisis data Spradley (Sanapiah, 1990: 91-108)

  Ket: Diawali dengan pengamatan dan wawancara struktural serta diakhiri

       dengan observasi selektif dan wawancara kontras.



                                   xlix
Penjelasan dari skema diatas sebagai berikut : Pengamatan Deskriptif

dilakukan untuk melihat secara umum tentang kondisi TPA Melati, setelah itu

dilakukan pengamatan yang terfokus pada objek yang akan diteliti mengenai

profil. Proses selanjutnya dilakukan pengamatan secara selektif untuk melihat

bagaimana kegiatan pembinaan mulai dari perencanaan, pengorganisasian,

pelaksanaan dan evaluasi, bersama dengan proses pengamatan itu juga

dilakukan wawancara Deskriptif kepada pimpinan TPA untuk memperoleh

gambaran secara umum tentang sejarah singkat, letak geografis. Selanjutnya

dilakukan wawancara terstruktur secara mendalam kepada pengasuh dan

orang tua untuk mengungkap fokus penelitian. Untuk melengkapi dan

mendukung data yang diperoleh, kemudian dilakukan pengambilan

dokumentasi. Melalui kegiatan ini dapat diperoleh berbagai kejadian- kejadian

yang dapat memperjelas dari setiap kegiatan.




                                    l
                             BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Penelitian

           Hasil penelitian pada dasarnya merupakan data yang

   diperoleh    melalui   metode    wawancara,   observasi,   dan

   dokumentasi, tetapi sebelum disampaikan hasil penelitiannya

   terlebih dahulu disampaikan gambaran umum mengenai

   Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang (TPA) mengingat

   TPA tersebut sebagai tempat dilaksanakannya penelitian ini.

   1. Sejarah singkat TPA Melati Semarang.

             Taman Pengasuhan Anak Melati (TPA) Semarang

      berdiri pada tanggal 31 Maret 1994, yang tercatat dalam

      akta notaris nomor 18 tahun 1994 dan       dipelopori oleh

      beberapa Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri

      Diponegoro yang pada saat itu menjabat di Universitas

      Diponegoro. TPA Melati sejak berdiri dikelola oleh para

      istri pendiri dan ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP sampai

      sekarang.




                               li
        Taman        Pengasuhan     Anak     Melati    Semarang

  diresmikan pada tanggal 31 Maret 1994 oleh Prof             dr

  Moeljono Soegiarto Trastotenejo yang pada saat itu

  menjabat sebagai Rektor UNDIP. Peresmian TPA sebagai

  kenang-kenangan beliau mendekati masa pensiun. TPA

  Melati didukung langsung dan dikelola oleh ibu- ibu

  Dharma wanita UNDIP dan dikepalai oleh Ny Moeljono.

  TPA    Melati      berada   dibawah      naungan    Universitas

  Diponegoro dengan tenaga administrasi maupun tenaga

  teknis yang membantu kerja kepala TPA Melati.

        Dasar didirikannya Taman Pengasuhan Anak Melati

  adalah untuk memenuhi hak anak untuk tumbuh kembang

  dan perlindungan dengan menghindarkan kekosongan

  rawatan, asuhan, bimbingan dan pembinaan dalam

  pertumbuhan dan perkembangannya, mendorong peran

  keluarga untuk memenuhi fungsi keluarga, membantu ibu

  pekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja yang

  optimal, membantu program pemerintah dalam bidang

  pendidikan, kesehatan, sosial dan dalam bidang jasa.

2. Letak Geografis


                              lii
        Taman Pengasuhan Anak Melati terletak di jalan

  Hayam Wuruk I A Semarang propinsi Jawa Tengah,

  tepatnya berada di lingkungan Kampus UNDIP. Jarak

  Taman      Pengasuhan   Anak      Melati   dengan    pusat

  pemerintahan kota Semarang kurang lebih 5 km. TPA

  Melati berbatasan langsung sebelah utara dengan kampus

  UNDIP, sebelah barat jalan Pahlawan, sebelah selatan jalan

  Singosari dan sebelah       timur kampus USM. Dengan

  demikian TPA Melati terletak strategis ditengah-tengah

  perkantoran / kampus dimana para ibu-ibu atau orang tua

  bekerja.

3. Organisasi dan Ketenagaan TPA

        Taman    Pengasuhan       Anak   Melati   merupakan

  lembaga pelaksana teknis yang dikelola langsung oleh ibu –

  ibu Dharma Wanita UNDIP dan dibantu oleh beberapa

  pengasuh atau pendidik anak. Landasan dari berdirinya

  Taman Pengasuhan Anak Melati adalah Undang - undang

  no 6 tahun 1974 tentang ketentuan pokok kesejahteraan

  sosial dan UU no. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak.




                           liii
             Susunan kepengurusan Taman Pengasuhan Anak

     Melati Semarang sebagai berikut :

     Pelindung         : Rektor UNDIP

                        Prof. SR. Eko Budihardjo M.Sc

     Pembina           : Prof. Dr. Moeljono S Trastotenejo

                           Prof. DR. Dr. Harjono Soejitno

     Penanggung jawab        : Ketua Persatuan Dharma Wanita

UNDIP

     Ketua                   : Ny. Moeljono S Trastotenejo

     Wakil Ketua             : 1. Ny. Warella

                        2. Ny. Anhari Basuki

     Sekretaris        : Ir. Dewi Handayani Diono Iksan

     Wakil Sekretaris : 1. Ir. Soegiarsih

                        2. Ir. Soemarti Prapto, SH

     Bendahara         : Prof. Ir. Joetata Hadihardaja

     Pembantu Umum           : 1. Djoko Moeljanto            3.

Soewito

                        2. Achmad               4. Saryono

     Tenaga Pendidik : 1. Suparmi               3. Ismiati




                               liv
                      2. Sri Hastuti          4.    Estu     Dwi

Astuti




STRUKTUR ORGANISASI TPA MELATI

SEMARANG




                  Pelindung




                  Penanggung jawab




                  Ketua Pengelola




   Wakil Ketua              Sekretaris             Bendahara


                         Wakil Sekretaris




 TP              TP                      TP             TP



                             lv
                   Pembantu umum




      Ketenagaan yang ada di TPA Melati Semarang

terdiri dari para istri- istri dan pegawai UNDIP yang

menjabat sebagai ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara,

pembantu    umum,     tenaga    pengasuh,    yang   secara

keseluruhan berjumlah 15 orang. Sumber tenaga yang ada

di TPA Melati pada umumnya berusia 30-40 tahun dan

memiliki kualifikasi pendidikan yang beragam mulai dari

lulusan S3, S2, S1, D2, SMA, SMP. Untuk tenaga pengelola

ditinjau dari latar belakang pendidikan cukup potensial

untuk dapat mengembangkan pendidikan anak usia dini di

TPA Melati, sedangkan untuk tenaga pengasuh ditinjau

dari latar belakang pendidikannya kurang mendukung

terhadap perkembangan anak karena rasionalnya tenaga

kependidikan untuk pendidik setidak-tidaknya lulusan


                         lvi
PGTK atau bahkan sarjana terkhusus dari jurusan yang

relevan atau sarjana psikologi, karena mereka harus benar-

benar mendalami paedagogis, psikologi perkembangan

anak dan ilmu jiwa anak.




      Data ketenagaan TPA Melati UNDIP tahun 2005

tercantum dalam tabel berikut ini :

Tabel I

Data Ketenagaan TPA Melati UNDIP Tahun 2005

 No                 Nama           Pendidikan        Ket
 1.   Ny Moeljono S Trastotenojo     SMU        Ketua
 2.   Ny Warella                     SMU        Wakil Ketua
 3.   Ny Anhari Basuki               SMU        Wakil Ketua
 4.   Ir Dwi Handayaani               S1        Sekretaris
 5.   Ir Soegiarsih                   S1        Wakil Sekr


                            lvii
    6.   Ir Soemarti Prapto S               S1      Wakil Sekr
    7.   Prof . Joetata                     S3      Bendahaara
    8.   Djoko Moeljanto                   SMU      Pemb. Umum
    9.   Soewito                           SMU      Pemb. Umum
   10.   Achmad                            SMU      Pemb. Umum
   11.   Saryono                           SMU      Pemb. Umum
   12.   Suparmi                            D2      Tng Pendidk
   13.   Estu Dwiastuti                    SMU      Tng Pendidk
   14.   Sri hastuti                       SMU      Tng Pendidk
   15.   Ismiati                           SLTP     Tng Pendidk


4. Program Pembinaan

          TPA Melati merupakan lembaga yang memberikan

  pelayanan pembinaan berupa pengasuhan anak dalam

  jangka waktu tertentu yang termasuk dalam kategori TPA

  dengan pengasuhan sewaktu–waktu                  (Incidental Day

  Care)     yang     melaksanakan       kegiatan–kegiatan   berupa

  penyuluhan, pelayanan dan pembinaan dengan stimulasi

  psikomotorik dan psiko sosial sewaktu – waktu bila

  diperlukan sesuai dengan kebutuhan orang tua.




          Pada program pembinaan telah dibuat acuan

  pelaksanaan kegiatan pembinaan di TPA Melati sebagai

  berikut :

  a. Pengembangan moral dan nilai-nilai agama


                                lviii
     Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah

kemampuan melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan

ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. Indikator kemampuan dan

cara pencapaian kemampuan adalah:

1). Bersenandung lagu keagamaan

      Pengasuh menyenandungkan lagu-lagu keagamaan pada

   saat di dekat anak dan sesekali mengajak anak untuk ikut

   bersenandung. Hal ini membantu anak untuk lebih mengenal

   ciptaan Tuhan dan mencintai sesama.

2). Mengikuti bacaan doa

      Menyayangi orang tua, orang di sekeliling, teman,

   binatang dan tanaman

      Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan serta

   menirukan     sikap     berdoa.   Pengasuh   membiasakan

   memperdengarkan doa sebelum melakukan sesuatu bersama

   anak. Sesuai perkembangannya, pengasuh mengajak anak

   untuk mengikuti bacaan doa dimaksud dan menunjukkan sikap

   berdoa yang benar.

3). Meniru gerakan beribadah

      Pengasuh mengajak anak untuk menirukan gerakan-

   gerakan beribadah, sesuai agama masing-masing. Pengasuh

   kadang membiarkan bila anak melakukan kesalahan. Secara




                           lix
   bertahap,   sesuai    dengan    perkembangan        daya    pikirnya,

   diberitahukan cara-cara yang benar.

4). Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan

      Pengasuh TPA sering membacakan cerita-cerita tentang

   kebesaran    Tuhan      dan    bila   memungkinkan         pengasuh

   mempergunakan buku cerita untuk melakukan kegiatan ini.

   Sesuai   dengan      perkembangannya,     cerita    bisa    diperluas

   temanya, sehingga tidak sekedar menceritakan tentang ciptaan

   Tuhan. Selain itu pengasuh menceritakan atau membacakan

   buku cerita tentang perlunya menyayangi orang-orang di

   sekitar kita, menyayangi teman, maupun menyayangi binatang

   dan tanaman. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih daya fikir

   dan imajinasi anak.

5). Mengenal "nama" Tuhan ( Sesuai agama masing - masing )

      Pengasuh memberitahukan kepada anak tentang sebutan

   "nama" Tuhan, sesuai agama masing-masing. Setelah itu

   pengasuh meminta anak untuk menirukan dan mengulangi

   setiap ada kesempatan.

6). Merasakan dan menunjukkan rasa sayang, cinta kasih melalui

     belaian rangkulan.

       Pengasuh TPA sering membelai atau memeluk anak dan

   membisikkan       kata-kata    yang   lembut,      yang    disamping




                            lx
      memberikan rasa aman pada anak juga dimaksudkan agar anak

      dapat merasakan rasa sayang dan cinta kasih.

   7). Pengasuh mengajarkan anak untuk mengucapkan terimakasih

        setelah menerima sesuatu (dengan dorongan).

         Pengasuh TPA mengingatkan anak untuk mengucapkan

      terimakasih setiap kali menerima sesuatu. Hal ini dilakukan

      untuk memberikan pengertian anak akan cara menghargai

      pemberian orang lain.

   8). Mengucapkan salam

         Pengasuh membiasakan mengucapkan salam dengan suara

      yang cukup keras setiap kali bertemu dengan anak,hal ini

      dilakukan selain untuk mambantu anak berkomunikasi dengan

      orang lain juga secara tidak langsung membantu anak untuk

      berinteraksi dengan orang disekitarnya.

   9). Mengucapkan kata-kata santun, seperti maaf, tolong.

         Pengasuh TPA membiasakan anak untuk mengucapkan

      kata-kata santun, misalnya minta maaf setelah melakukan

      kesalahan atau mengucapkan tolong sebelum minta tolong

      kepada orang lain. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih

      Kesopanan pada anak.

b. Pengembangan Fisik
       Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah

   kemampuan mengelola dan keterampilan tubuh termasuk gerakan-




                              lxi
gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan halus, dan

gerakan kasar, serta menerima rangsangan sensorik (pancaindera).

      Indikator kernampuan dan cara pencapaian kemampuan ini

adalah:

1).   Berjalan stabil

          Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk melatih

       anak berjalan stabil dan seimbang, apabila pada umur 2

       tahun lebih anak belum dapat berjalan, pengasuh segera

       menyarankan orang tua untuk secepatnya memeriksakan

       anak ke dokter atau therapy dan pengasuh ikut mengawasi

       anak yang berada pada pengawasan dokter untuk proses

       terapi.

2).   Berjalan mundur

          Kemampuan anak untuk berjalan mundur harus makin

       dimantapkan. Pengasuh TPA kadang memvariasikan dengan

       perlombaan berjalan mundur dengan rintangan kecil dengan

       memberikan hadian pada anak bila dapat melewati rintangan

       tersebut agar anak termotivasi untuk terus mencoba dengan

       harapan mendapatkan hadiah.

3).   Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan

          Dalam kegiatan ini pengasuh mengawasi anak saat naik-

       turun tangga. Pengasuh tidak perlu ikut naik-turun bersama




                           lxii
      anak, namun tetap harus mengawasi untuk menjaga berbagai

      kemungkinan yang ada, misalnya anak terjatuh.

4).   Memanjat

         Dalam       kegiatan ini pengasuh membiarkan anak

      memanjat. pengasuh tinggal mengawasi saja dan berusaha

      untuk tidak berteriak saat anak melakukan gerakan yang

      cukup berbahaya, karena akan mengagetkan anak dan dapat

      mematikan niat anak untuk mencoba.

5).   Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar

         Dalam     kegiatan ini pengasuh meminta anak untuk

      berjalan di atas garis lurus atau melingkar yang dibuat di

      atas tanah. Ini merupakan latihan keseimbangan agar anak

      semakin dapat berjalan dengan mantap.

6).   Berlari tanpa jatuh

         Pengasuh mengajak anak berlomba lari sampai jarak

      tertentu, 3 meter misalnya. Pengasuh mencari tempat yang

      cukup lapang, dengan sedikit rintangan misalnya diletakkan

      kardus kecil di antara area tersebut dan meminta anak untuk

      sesekali melompatinya.

7).   Mengikuti gerakan binatang

         Sambil bercerita dengan anak pengasuh memperagakan

      gerakan binatang, misalnya cara angsa berjalan, gerakan

      sayap burung terbang, gerakan cacing berjalan. Pengasuh



                            lxiii
      kemudian meminta anak untuk mengikuti gerakan-gerakan

      binatang tersebut. Selanjutnya       pengasuh dapat pula

      meminta anak untuk menirukan gerakan binatang yang

      dilihatnya sendiri di lingkungan TPA Melati.

8).   Menendang, menangkap dan melempar bola dari jarak dekat

         Dalam kegiatan ini pengasuh memberikan sebuah bola

      kepada anak ( sebaiknya dipilih bola plastik). Pengasuh

      memberitahukan     cara    menendang,    menangkap   dan

      melempar bola. Kadang pengasuh mengajak anak untuk

      bermain dengan bola.

9).   Melompat dengan dua kaki sekaligus

         Pengasuh menunjukkan cara melompat dengan dua kaki

      sekaligus, baru kemudian pengasuh meminta kepada anak

      untuk menirukannya. Sebelum melakukan kegiatan ini,

      pengasuh dapat bercerita tentang katak yang sedang

      melompat.

10). Masuk ke dalam gorong-gorong atau meja-kursi atau kardus

      yang disusun

         Pada kegiatan ini pengasuh menyusun kardus yang

      ukuran agak besar sehingga anak dapat masuk ke dalamnya

      tidak jarang meminta anak untuk masuk ke bawah meja dan

      merangkak ke ujung meja yang lain dengan maksud melatih

      anak bergerak di ruang sempit.



                          lxiv
11). Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui perabaan

        Pengasuh TPA Melati memberikan tiga jenis benda yang

     memiliki permukaan berbeda, misalnya kain wool, kain

     katun, dan amplas. Pengasuh meminta anak untuk meraba

     dan merasakan perbedaan permukaan ketiga jenis benda

     dimaksud untuk menuang (air, beras, biji-bijian), anak

     umumnya suka menuang sesuatu dari satu tempat ke tempat

     lainnya. Pengasuh TPA Melati tinggal memberikan alat-alat

     dan bahan yang dapat dipergunakan untuk melakukan

     kegiatan ini, deangan harapan anak dapat memasukkan

     sesuatu kedalam tempat lain untuk mengetahui kemampuan

     anak dalam membedakan 3 permukaan benda yangberbeda.

12). Menunjuk mata boneka

        Pengasuh TPA Melati menunjukkan cara menunjuk,

     setelah itu meminta anak menunjukkan mana mata boneka.

     Pengasuh mengulangi kegiatan itu sampai anak dapat

     dengan tepat menunjuk pada mata boneka, dan kadang

     pengasuh juga meminta anak untuk menunjuk mata mereka

     masing – masing.

13). Merobek lurus

        Dalam kegiatan ini pengasuh mengajari anak untuk

     merobek kertas secara lurus. Bila perlu pengasuh juga mengajari

     merobek kertas dengan melipat kertas itu terlebih dahulu , harapan



                           lxv
           dari kegiatan ini dapat melatih perkembangan fisik otot tangan

           dengan meremas kertas sesuai keinginan.

     14). Melipat kertas sembarangan

               Pengasuh menunjukkan kertas kepada anak dan mengajak

           anak untuk mulai bermaian melipat kertas, sebaiknya kertas

           berwarna,pengasuh membiarkan saja anak melipat kertas

           tersebut semaunya, dari situ dapat dilihat seberapa kreatifnya anak.

c.   Pengembangan Bahasa
           Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan

     menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat

     berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar.

     Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah:

     1).   Mengenal suara - suara di sekitarnya ( orang-orang terdekat,

           binatang, benda ) dan menirukan suara beberapa binatang

                   Untuk memperkenalkan suara, pengasuh menirukan suara

           beberapa binatang atau suara lainnya. Kemudian pengasuh

           meminta    anak     untuk     menirukan   suara   binatang    sambil

           menyebutkan nama binatangnya, dari kegiatan ini pengasuh secara

           langsung memberikan latihan pada mengenal suara yang didengar

           disekitar mereka.

     2).   Menyatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata

                   Mendengarkan radio atau melihat televisi merupakan

           latihan yang cukup bagus yang diberiakn pengasuh di TPA Melati

           untuk latihan menyusun kalimat. Komunikasi dengan anak secara

                                  lxvi
      intensif akan sangat membantu kemampuan ini, dari kegiatan ini

      dapat dilihat dari cara anak mengungkapkan keinginannya.

3).   Mengerti dan melaksanakan 1 perintah

              Pengasuh dapat meminta anak untuk mengambilkan suatu

      barang yang memang diperlukan, dan melihat respon anak untuk

      perintah yang diberikan apakah anak melakukannya sesuai perintah

      atau tidak.

4).   Mengajukan pertanyaan

              Anak umumnya suka bertanya untuk memuaskan

      rasa ingin tahunya. Pengasuh menjawab setiap pertanyaan

      anak dengan jawaban sejelas mungkin.

5).   Menyebutkan nama benda

              Pengasuh    sering       berkomunikasi    dengan   anak,

      dengan memberikan pertanyaan tentang nama panggilannya,

      nama-nama bagian / anggota tubuh, atau benda-benda yang

      telah    dikenalnya.      Pada     saat   bertanya,    pengasuh

      mengupayakan sambil menunjukkan benda / anggota tubuh

      yang ditanyakan.

6).   Tertarik pada gambar dalam buku

              Pengasuh memberikan buku-buku atau majalah yang

      penuh     dengan   gambar berwarna.        Dari    kegiatan   ini

      pengasuh mencoba memberikan pertanyaan kepada anak




                             lxvii
          untuk menyebutkan dan menceritakan isi gambar sesuai

          versi anak.

d. Pengembangan Kognitif
         Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah

   kemampuan berfikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan

   masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Indikator

   kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah:

   1).   Mengelompokkan benda yang sama

                 Pengasuh    memberikan     anak   beberapa   benda,

          diantaranya lebih dari dua buah, kemudian meminta anak

          untuk mengelompokkan benda-benda yang sama.

   2).   Mengelompokkan bentuk (lingkaran dan bujursangkar)

                 Pengasuh memperkenalkan bentuk lingkaran dan

          bujursangkar dengan menunjukkan gambarnya. Kemudian

          mengumpulkan berbagai gambar yang memiliki dasar

          bentuk lingkaran dan bujur sangkar, kemudian meminta

          anak untuk mengelompokkan gambar - gambar tersebut

          menjadi dua kelompok (lingkaran dan bujursangkar ).

   3).   Membedakan besar - kecil

                 Pengasuh mencari benda sejenis yang ukurannya

          berbeda, misalnya daun atau batu kemudian menujukkan

          mana yang besar dan mana yang lebih kecil. Pengasuh

          mengajak anak untuk membedakan atau menyebutkan benda

          mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil.

                             lxviii
4).   Membedakan rasa

               Untuk membedakan rasa, pengasuh meminta anak

      untuk merasakan makanan yang berbeda rasanya. Misalnya

      garam, gula, asam. Saat anak merasakan sebutkan "nama"

      rasa yang dimaksud (asin, manis, asam). Pada kesempatan

      lain,    pengasuh     meminta     anak    untuk   merasakan     dan

      menyebutkan nama rasa yang dimaksud.

5).   Membedakan bau

               Untuk mengenal bau-bauan, Pengasuh memasukkan

      beberapa jenis minyak ke dalam botol atau masukkan

      beberapa     rempah-rempah,       masing-masing       jenis   dalam

      kantung yang berbeda, kemudian meminta anak untuk

      membaui      dengan     mendekatkan        hidungnya.     Sebutkan

      namanya setiap anak membaui jenis benda tertentu. Setelah

      beberapa kali, pengasuh melakukan hal yang sama namun

      kali ini pengasuh meminta anak untuk menyebutkan nama

      bendanya.

6).   Mengulang bilangan 1,2,3,4,5

               Pengasuh     mengajak      anak    untuk     menyebutkan

      bilangan 1 sampai dengan 5 secara berurutan. Lakukan

      sambil     bermain,    misalnya    saat    berjalan   ajak    untuk

      menghitung langkah kakinya atau sambil menghitung batu.




                             lxix
   7).   Pengelompokan atau pengenalan warna (2 warna)

                 Bersamaan dengan menanyakan nama-nama benda,

          pengasuh menyebutkan atau menanyakan (bila anak sudah

          mengenal) warna-warna dari benda-benda yang disebutkan

          namanya. Secara berulang-ulang pengasuh mengenalkan

          anak dengan 2 warna.

e. Pengembangan Sosial-Emosional
         Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah

   kemampuan mengenal lingkungan alam, lingkungan sosial, peranan

   masyarakat, dan menghargai keragaman sosial dan budaya. Serta

   mampu mengembangkan konsep diri, sikap positif terhadap belajar

   dan rasa memiliki.

         Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini

   adalah:

   1).   Mengenal etiket makan dan jadwal makan teratur.

                Disamping melatih jadwal makan yang teratur,

          pengasuh memperkenalkan anak dengan etiket sederhana,

          misalnya makan harus dengan duduk, jangan berbicara saat

          makan, makan harus dengan tangan kanan. Hal itu dapat

          membantu anak tentang cara makan yang benar.

   2).   Mulai dapat "berbagi"

                Pengasuh mencoba meminta sebagian yang ada

          dalam genggaman anak, misalnya saat anak makan biskuit,




                             lxx
      pengasuh meminta sedikit biskuit dan memberikan pada

      teman yang lain.

3).   Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi), dengan

      bantuan diingatkan.

             Pada saat anak menunjukkan tanda-tanda akan buang

      air dan tidak secepatnya menuju ke toilet, pengasuh

      mengingatkan agar anak segera ke toilet. Dengan bimbingan

      anak diberiakan pengertian kalau merasa sakit perut dan

      terasa ingin pipis kita harus segera ke kamar mandi, dengan

      kebiasaan itu diharapkan anak dapat melakukannya sendiri.

4).   Dapat ditinggalkan oleh orangtuanya

             Pada usia 1-2 tahun, anak belum "bersedia" orang

      tuanya menghilang dari pandangannya, tetapi pada umur 2-3

      tahun pengasuh menyarankan sebaiknya orang tua benar-

      benar meninggalkan anak sendirian agar anak terlatih untuk

      mandiri melakukan kegiatannya.

5).   Dapat memilih kegiatan sendiri

             Pengasuh selalu memberikan kesempatan kepada

      anak   untuk   memilih       sendiri   kegiatan   yang   akan

      dilakukannya bersama-sama temannya, sebagai contoh

      kegiatan untuk bermain anak dibiarkan secara bebas

      melakukannya sendiri.




                            lxxi
  6).   Menunjukkan ekspresi wajar saat marah, sedih, takut.

                 Pengasuh    melatih     anak   untuk   menunjukkan

         ekspresi yang wajar, misalnya tunjukkan bagaimana wajah

         orang marah, atau membiarkan untuk sementara bila anak

         sedang kesal, marah asal anak tidak dibiarkan menangis.

  7).   Menjadi pendengar yang baik

                Pengasuh mengajari anak untuk menjadi pendengar

         yang baik. Misalnya jangan menyela pembicaraan orang

         lain dengan mencontohkan tidak akan menyela pada saat

         anak berbicara. Hal tersebut dicontohkan pengasuh pada

         anak saat salah satu dari anak bercerita tentang dirinya.

  8).   Latihan membereskan alat permainan

                Pengasuh melatih anak untuk membereskan alat

         permainannya setelah selesai bermain, untuk selanjutnya di

         TPA anak dibiasakan merapikan semua alat permainan

         yang telah selesai digunakan.

f. Pengembangan Seni
        Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai kemampuan

  kepekaan terhadap irama, nada, birama, berbagai bunyi, bertepuk

  tangan, serta menghargai hasil karya yang kreatif.

        Indikator kemampuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini

  adalah:

  1). Mendengarkan musik dan mengikuti irama




                             lxxii
              Pengasuh memperdengarkan musik dan memberi

    contoh anak gerakan-gerakan sesuai iramanya. Kesesuaian

    gerakan dengan irama merupakan latihan untuk mengenal

    ritmik.

2). Bertepuk-tangan dengan variasi

              Pengasuh mengajak anak untuk bertepuk tangan

    dengan bermacam-macam jeda tepuk sehingga menghasilkan

    berbagai macam suara yang dihasilkan.

3). Memukul-mukul benda dengan tangan

              Kegiatan    ini        mula-mula    dilakukan      sambil

    mendengarkan musik, setelah itu tanpa iringan musik,

    kemudian pengasuh mengajak anak untuk membuat musik

    dengan memukul-mukul bangku meja misalnya.

      Dengan demikian        pelaksanaan pembinan penitipan anak

dilakukan dengan menggunakan perencanaan kurikulum yang disusun

berdasarkan kemampuan anak ( Rambush, 1994 ). Metode yang

digunakan adalah metode bermain sambil belajar karena sesuai dengan

pendapat Isenberg dan Quisenberry ( 1988 ) bermain merupakan

kegiatan utama anak. Bagi anak, benda apa saja dapat dijadikan

permainan, disaat bermain anak berinteraksi dengan objek dan secara

sadar atau tidak sadar ia belajar atribut dari objek tersebut, oleh karena

itu pembinaan di TPA Melati menggunakan prinsip bermain sambil

belajar.



                            lxxiii
5. Sarana dan prasarana

  a. Kelengkapan ruangan

            Untuk   kelengkapan    ruangan     TPA     Melati

     mempunyai beberapa ruangan diantaranya sebagai

     berikut :

     1). Ruangan pembinaan anak, terdiri atas :

        a). Ruang makan anak

        b). Ruang pemeriksaan anak

        c). Ruang tidur anak

        d). Kamar mandi / toilet anak

        e). Ruang isolasi sementara ( bagi anak yang

             mendadak sakit )

        f). Ruang belajar membaca, menulis, dan berhitung.

        g). Ruang Perpustakaan

        h). Ruangan bermain

        i). Ruangan tempat penyimpanan peralatan bermain

     2). Halaman / tempat bermain di luar ruangan ( out door

        )

     3). Ruang administrasi perkantoran yang terdiri dari :

        a). Ruangan tata usaha


                           lxxiv
     b). Ruangan tunggu orang tua

     c). Ruangan serbaguna

     d). Ruang pimpinan

  4). Ruangan penunjang yang terdiri dari :

     a). Ruang dapur

     b). WC / kamar mandi petugas

     c). Ruang cuci / setrika

     d). Ruangan penjaga

       TPA     Melati     menyiapkan   ruangan-   ruangan

  tersebut dengan memperhatikan tingkat keamanan dan

  kenyamanan ruangan bagi anak selama anak berada di

  TPA Melati agar anak terhindar dari kecelakaan dan

  penularan penyakit.

b. Sarana pendukung

       Sarana pendukung yang disediakan TPA Melati

  antara lain :

  1). Meja dan kursi anak

  2). Karpet / tikar

  3). Rak buku / almari

  4). Rak penyimpanan alat - alat mainan


                          lxxv
  5). Televisi dan Radio

  6). Alat tulis kantor

  7). Telepon

  8). Mesin ketik

  9). Sarana air bersih / ledeng

  10).      Kipas angin

         Adapun penggunaan sesuai dengan kebutuhan

  pembinaan.

c. Peralatan pendukung belajar

         TPA    Melati      menyediakan   juga   peralatan

  pendukung belajar bagi anak sesuai dengan kebutuhan

  anak, diantaranya :

  1). Peralatan pendukung bimbingan belajar, antara lain

     :

     a). Alat belajar mengukur dan menghitung

     b). Alat melukis, alat kerajinan tangan, alat musik

     c). Fasilitas audiovisual ( TV )

     d). Materi miniatur ( Rumah ibadah, rumah -

          rumahan, orang - orangan )

     e). Alat permainan teka - teki / puzzle


                           lxxvi
   f). Alat percobaan ( Air, udara, api, tanah, tumbuhan

      )

2). Peralatan pendukung bermain peran

          Peralatan yang disediakan TPA Melati untuk

   anak - anak bermain peran, antara lain :

   a). Alat - alat untuk peran keagamaan / manusia yang

      baik dan yang jahat

   b). Alat untuk peran kegiatan di dapur, masak -

      masakan

   c). Alat untuk peran binatang

   d). Alat untuk peran profesi medis, dokter - dokteran

   e). Alat untuk peran petani

   f). Alat untuk sandiwara boneka

3). Peralatan pendukung permainan motorik kasar

          TPA   Melati    juga   menyediakan   peralatan

   pendukung permainan motorik kasar, antara lain :

   a). Ayunan

   b). Ban bekas

   c). Alat pemanjat

   d). Papan luncuran / plosotan


                       lxxvii
   e). Arena bermain bola

   f). Bantalan untuk berguling - guling

   g). Balok - balok ringan

   h). Jungkat - jungkit

4). Peralatan pendukung permainan budaya lokal

       Peralatan yang disediakan sebagai pendukung

   permainan anak yang berasal dari budaya Jawa

   tengah, antara lain :

   a). Gambar pahlawan

   b). Pakaian adat Jawa seperti blankon, kebaya

   c). Mainan tradisional seperti dakonan

   d). Lilin malam untuk melatih jari – jari anak

   e). Boneka khas daerah, wayang, dan boneka tangan

5). Sarana Perpustakaan

       Sarana perpustakaan juga disediakan di TPA

   Melati baik untuk anak, orang tua maupun tenaga

   pendidik, antara lain :

   a). Buku keagamaan

   b). Buku kesehatan anak

   c). Buku petunjuk bimbingan anak


                     lxxviii
     d). Buku cerita bergambar

     e). Buku gambar alam dan lingkungan

     f). Majalah anak



  6). Peralatan pendukung permainan luar ruangan

         TPA Melati menyediakan pendukung permainan

     luar ruangan bagi anak untuk mengembangkan

     kreativitas anak, permainan pendukung permainan

     luar ruangan antara lain :

     a). Lapangan rumput sebagai arena berlari, senam

     b). Ayunan

     c). Tanda – tanda lalu lintas

     d). Area berkemah / Rumah – rumahan

     e). Papan plosotan

     f). Jungkat – jungkit

     g). Sepeda – sepedaan

     h). Ban bekas

     Dari keseluruhan sarana yang disediakan TPA

Melati penggunaannya       disesuaikan dengan kondisi dan

kebutuhan pembinaan anak usia dini dan diperhatikan


                          lxxix
      pula tingkat keamanan dan kenyamanan bagi tumbuh

      kembang anak.

Tabel 2

Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA

No   Nama Barang                          Keberadaa    Jml   Kondisi

                                          n

                                          Ad   Tidak         Bai   Bur

                                          a                  k     uk

1.   Kelengkapan Ruangan

          Ruang Pembinaan Anak

          o R. Makan                      v            1     v

          o R. Pemeriksaan Anak           v            1     v

          o R. Isolasi Sementara          v                  v

          o R. Tidur                      v            2     v

          o Kamar Mandi                   v            1     v

          o R          Bacaan         / v              1     v

            Perpustakaan                  v            1     v

          o R. Bermain                    v                  v

          o R.         Penyimpangan v                        v




                                   lxxx
        Mainan

      Halaman                       v   1    v

      Ruang          Administrasi v          v

      Perkantoran                   v   1    v

      o R Pimpinan                  v   1    v

      o R. Tata Usaha

      o R. Tunggu Orang Tua         v   1    v

      o R Serbaguna                 v        v

      Ruang Penunjang               v   1    v

      o R. Dapur                    v   1    v

2.    o R. Cuci/ Setrika

      o Kamar mandi                 v   15   v

      o R. Penjaga                  v   35   v

     Sarana Pendukung               v   3    v

      Meja                          v   3    v

      Kursi                         v   1    v

      Karpet                        v   1    v

      Almari                        v        v

      Rak        Penyimpangan v         1    v




                            lxxxi
      Mainan                           v   1   v

      TV/ Radio                        v       v

      Alat Tulis Kantor                v   1   v

3.    Telepon

      Mesin Ketik

      Sarana Air Bersih

      Kipas Angin                      v   5   v

     Peralatan          Pendukung

     Belajar                           v   4   v

      Peralatan         Pendukung

      Bimbingan Belajar                v   1   v

      o Alat               Belajar v       2   v

         Menghitung           Dan

         Mengukur                      v   2   v

      o Alat              Melukis,

         Kerajinan Tangan

      o Fasilitas Audio Visual         v   1   v

      o Alat Permainan Teka-

         Teki/ Puzzle                  v   3   v




                              lxxxii
o Alat Percobaan

Peralatan       Pendukung v        5   v

Bermain Peran

o Alat Pendukung Peran v           3   v

  Keagamaan

o Alat Pendukung Peran v           2   v

  Kegiatan Dapur               v   4   v

o Alat Pendukung Peran

  Binatang

o Alat Pendukung Peran

  Profesi Medis                v   1   v

o Alat Pendukung Peran v           3   v

  Petani                       v   2   v

o Alat Pendukung Peran v           1   v

  Untuk         Sandiwara v        1   v

  Boneka                       v   2   v

Peralatan       Pendukung v        2   v

Permainan Motorik Kasar        v   1   v

o Ayunan




                     lxxxiii
      o Ban Bekas

      o Alat Pemanjat                   v   1   v

      o Papan Luncuran                  v   2   v

      o Arena Main Bola                 v   2   v

      o Bantalan              Untuk v       5   v

         Berguling

      o Balok- Balok Ringan             v   3   v

5.    o Jungkat- Jungkit

      Peralatan       Pendukung v           4   v

      Permainan Budaya                  v   3   v

      o Gambar Pahlawan                 v   2   v

      o Pakaian Adat Jawa

      o Mainan Tradisional              v   5   v

      o Lilin     Malam       Untuk v       5   v

         Melatih Jari- Jari

      o Boneka Khas Daerah              v   5   v

     Sarana perpustakaan

6.    o Buku Keagamaan

      o Buku kesehatan anak




                               lxxxiv
   o Buku           petunjuk v           1    v

      bimbingan anak               v     1    v

   o Buku cerita bergambar         v     4    v

   o Buku gambar alam dan v              2    v

      lingkungan                   v     1    v

   o Majalah anak                  v     1    v

                                   v     1    v

  Peralatan        pendukung v           3    v

  permainan luar ruangan

   o Lapangan

   o Ayunan

   o Tanda- tanda lalu lintas

   o Kemah-kemahan

   o Papan plosotan

   o Jungkat- jungkit

   o Sepeda

   o Ban bekas

6. Anak Didik

        Jumlah warga belajar atau anak didik yang aktif

  sampai dengan Maret 2005 ada kurang lebih 5 anak,


                           lxxxv
selebihnya ada 10 warga belajar yang kadang – kadang

datang ke TPA. Dari banyaknya anak didik dan dengan

ditunjang oleh sarana dan prasarana yang ada, maka TPA

Melati dirasa telah memenuhi syarat sebagai Lembaga

Pembinaan dan Pengasuhan Anak. Adapun data-data dari

anak didik yang aktif di TPA Melati adalah sebagai berikut

:

Tabel 3

Data Anak Didik Tetap TPA Melati UNDIP Tahun 2005

    No.   Nama                  Tempat / tgl Lahir   Usia

    1.    Gebyar Berlianto      14 Juni 2001         4 th

    2.    Moh. Nabil            6 Februari 1999      6 th

    3.    Bagas Izzulhaq        17 Februari 2002     3 th

          Yustisya

    4.    Rafida Safira         28 Mei 1999          6 th

    5.    Alfian Nanda          11 Februari 2000     3 th



          Dari tabel diatas anak didik tetap yang ada di TPA

Melati yang berusia 3 tahun berjumlah 2 anak, usia 4 tahun

berjumlah 1 anak, dan usia 6 tahun berjumlah 2 anak.


                           lxxxvi
      Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya

      usia anak yang dititipkan di TPA Melati adalah anak usia

      antara usia 3 tahun sampai 6 tahun.

               Keadaan ini menunjukkan bahwa usia anak di TPA

      Melati tergolong anak usia dini antara usia 3 - 6 tahun.

      Rentang usia ini merupakan usia dimana mereka memiliki

      kemampuan perkembangan yang sangat luar biasa baik

      secara fisik, psikis, sosial dan moral yang sesuai dengan

      penambahan usia mereka melalui kegiatan pembinaan

      tumbuh kembang anak.

   7. Identitas Responden

               Identitas orang tua, kepala TPA Melati, dan tenaga

      pengasuh TPA Melati Semarang sebagai berikut :

Tabel 4
Identitas Pimpinan dan Tenaga Pengasuh
          No Nama          Usia         Statu   Pendidik Alamat
                                        s       an
          1.   Ibu         45 Th        Kepal SMU       Citandui
               Moeljono                 a               Sltn
          2.   Ibu         34 Th        TP      D2      Sendang
               Suparmi                                  asri



                                  lxxxvii
          3.   Ibu Estu        34 Th     TP    SMU           Jangli
               Dwi
          4.   Ibu Sri         56 Th     TP    SMU           Lamper
               Hastuti
          5.   Ibu Ismiati     31 Th     TP    SMP           Lempong


Tabel 5
     Identitas Orang Tua Anak Didik
      No Nama                  Usia      Pendidik   Alamat
                                         an
      1.       Bp              40 Th     S1         Sendang           Asri
               Suryanto                             Seruni
      2.       Ibu             40 Th     S1         Kompl BPLP
               Sugiatmi
      3.       Ibu             37 Th     S1         Gemah Raya
               Suyatini
      4.       Ibu             33 Th     D3         Sendang Mulya
               Tahmida
      5.       Ibu Romlah 33 Th          SMU        Pucang Gading



   8. Hasil Wawancara dengan informan

               Hasil      penelitian   mengenai     profil    pembinaan

      penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang dapat




                                   lxxxviii
dipahami melalui pembahasan dari 10 (Sepuluh ) orang

responden dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Responden 1

         Responden ini bernama Ny. Moeljono S Trastotenojo, beliau
   sebagai istri sekaligus juga kepala TPA Melati Semarang, berusia 45
   tahun, pendidikan terakhir SMU, tempat tinggal di jalan Citandui
   Selatan Semarang. Beliau aktif diberbagai organisasi sosial. Menurut
   beliau TPA melati berdiri pada tanggal 31 Maret 1994 dan diresmikan
   oleh suaminya Prof dr. Moeljono S Trastotenojo yang pada saat itu
   meresmikan TPA Melati sebagai kenang - kenangan pada akhir masa
   jabatan beliau menjabat sebagai Rektor UNDIP.
         Menurut beliau perencanaan program pembinaan dilakukan
   secara musyawarah oleh para pengelola dan pengasuh. Untuk
   kegiatan harian dibuat oleh tenaga pengasuh yang disetujui oleh
   pengelola dan kepala sedangkan untuk jadwal dimusyawarahkan oleh
   seluruh pihak yang terlibat seperti kepala, pengelola, pengasuh dan
   orang tua. Di sini orang tua diminta saran dan masukan tentang
   jadwal keseharian. Dari hasil perundingan akhirnya untuk jadwal
   ditetapkan setiap Senin sampai Jumat diadakan pembinaan anak
   melalui kegiatan pengasuhan untuk setiap Senin sampai Kamis
   pembinaan dimulai pukul 07.00 WIB sampai 15.30 WIB, sedangkan
   hari Jumat pukul 07.00 WIB sampai 12.30 WIB. Perencanaan kegiatan
   pembinaan harian dibuat oleh tenaga pengasuh dan disetujui oleh
   forum musyawarah. Adapun perencanaan pembinaan dipersiapkan
   secara matang mulai dari persiapan kegiatan harian, peralatan dan
   sarana.
         Menurut beliau isi program pembinaan meliputi kegiatan-
   kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan anak di
   berbagai aspek perkembangan, mulai dari perkembangan moral,
   motorik halus dan motorik kasar anak. Tentang isi program pembinaan
   dituangkan dalam kegiatan harian mulai dari anak datang ke TPA
   sampai waktu mereka dijemput orang tua mereka. Mengenai program
   pembinaan yang digunakan adalah kurikulum program pembinaan
   yang dibuat oleh lembaga yang disesuaikan dengan kebutuhan anak
   usia dini. Untuk kurikulum yang dipakai di TPA Melati yang mengacu
   pada menu penitipan anak. Kurikulum yang dipakai sekarang ini
   adalah mengacu pada menu pembinaan yang disesuaikan pada usia
   anak. Beliau menjelaskan sebenarnya sama kurikulum untuk TK,
   kelompok bermain, hanya saja bobotnya yang berbeda. Selanjutnya
   beliau menjelaskan mengenai tema pembinaan, tenaga pengasuh yang
   menentukan kegiatan dan disetujui oleh pengelola, lebih lanjut beliau
   menjelaskan bahwa kurikulum itu sebenarnya hanya sebagai panduan


                            lxxxix
para tenaga pengasuh dalam membina anak dan dimasukkan dalam
rencana kegiatan harian. Kurikulum yang dibuat sebelum proses
pembinaan disarikan terlebih dahulu dari berbagai literatur dari buku –
buku tentang pertumbuhan anak dan perkembangannya kemudian
dibuat rencana kegiatan harian yang nantinya dijadikan pegangan oleh
tenaga pengasuh sehingga mereka tetap siap untuk kegiatan apa saja
yang akan diberikan pada anak didik untuk setiap hari.
      Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci
untuk tiap - tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak
langsung melatih pengembangan moral dan nilai- nilai agama, dari
kegiatan- kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah
kemampuan beribadah, mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan
serta mencintai sesama. Melatih pengembangan fisik dengan
kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai
kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan –
gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan kasar serta mampu
menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. Melatih
pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari
kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif
maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya
bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. Pengembangan kognitif
yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir
logis, kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah
selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan
hubungan sebab akibat. Melatih pengembangan sosial – emosional
dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan
yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan
alam, lingkungan sosial, peranan masyarakat dan memahami
keragaman sosial serta budaya. Selanjutnya ia mengatakan bentuk
pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu
mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama,
nada, birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya
yang kreatif.
      Tentang metode pembinaan yang diterapkan di TPA Melati
adalah metode bermain sambil belajar. Metode belajar di sini tenaga
pengasuh melibatkan anak untuk banyak terlibat dalam belajar, anak
diberikan kesempatan untuk berkreativitas sesuai dengan kemampuan
anak dan usia sehingga mereka tidak bosan dalam memilih aktivitas
apa yang mereka inginkan. Untuk metode bermain sambil belajar
dengan harapan metode ini dapat menarik minat anak menuju ke arah
belajar dengan metode ini anak secara tidak langsung belajar melalui
kegiatan permainan dengan menghayati proses permainan tersebut
melalui panca indera dan emosi anak , ada berbagai manfaat dari
metode bermain sambil belajar diantaranya anak akan memperoleh
pengalaman baik manis maupun pahit. Pengalaman tersebut diperoleh
sebagai suatu kenyataan dan akan menjadi suatu peristiwa penting


                            xc
yang akan direkam dalam memori anak, dengan bermain anak dapat
meningkatkan        kecerdasan,      mengembangkan          kemampuan
berkomunikasi, meningkatkan kemandirian, mengembangkan
kemampuan bermasyarakat dan bersosialisasi, mengembangkan
toleransi dan anak belajar mengambil sikap positif agar dapat diterima
dalam kelompok. Tentang proses pembinaan pengasuh mengacu pada
rencana kegiatan harian yang telah dibuat dalam keseharian yang
disesuaikan dengan usia anak.
       Tentang cara perekrutan pengasuh beliau membuka lowongan di
koran tentang penawaran sebagai pengasuh anak dengan kriteria
pendidikan maksimal D3 minimal SMP, yang berpengalaman
dibidang pengasuhan anak, wanita, usia minimal 24 tahun, ramah,
mau bekerja keras. Pada saat penerimaan calon pengasuh beliau
langsung menguji calon tersebut, maksudnya untuk melihat apakah
benar - benar ia mampu. Untuk ujian penerimaan tersebut dilakukan
praktek tentang pengasuhan misalnya, bagaimana merawat anak mulai
dari memandikan, memberi makan, menidurkan, mengajak bermain,
menenangkan anak waktu menangis, mengajak bermain yang didalam
permainan tersebut mengandung unsur belajar.
       Untuk perekrutan anak didik beliau menerangkan pada saat
perekrutan syarat- syarat yang harus dipenuhi antara lain : anak usia
antara 1,5 tahun sampai 7 tahun, sehat jasmani maksudnya tidak punya
penyakit dalam yang sewaktu- waktu bisa kambuh di TPA, kalaupun
punya penyakit terlebih dahulu memberitahu jenis penyakitnya, tidak
menular pada anak lain, cara penanganan sementara.
       Kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati
terdiri dari pengelola dan tenaga Pembina. Untuk pengelola ada ketua,
sekretaris, bendahara, untuk tenaga pembina terdiri dari beberapa
pengasuh. Beliau mengatakan untuk berinteraksi dengan anak beliau
sedikit mengalami kesulitan karena pada awal pertemuan anak takut
pada beliau mungkin karena tidak sering bertemu, untuk semua
kegiatan yang sekiranya memerlukan beliau untuk berinteraksi dengan
anak harus didampingi oleh tenaga pengasuh supaya mereka tidak
takut.
       Tentang cara penilaian yang dilakukan tenaga pendidik dengan
menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang
digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas sehari-
hari di TPA untuk melaksanakan pengamatan dengan baik tenaga
pendidik harus menyiapkan format penilaian sesuai dengan keperluan,
caranya setiap anak diamati sendiri-sendiri dan hasil pengamatan
dicatat dalam format penilaian. Beliau mengatakan cara lembaga
mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format
penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk tiap satu bulan sekali
dengan harapan orang tua tahu perkembangan yang terjadi pada
anaknya pada saat dititipkan di TPA Melati dan dapat terus melatih



                            xci
anaknya di rumah seperti apa yang dilakukan tenaga pengasuh di TPA
Melati.
      Untuk persiapan sarana beliau bersama tenaga pengasuh lainnya
mempersiapkan berbagai keperluan untuk pembinaan seperti ruang
pembinaan, alat permainan yang sejauh ini digunakan sebagai sarana
belajar baik dalam ruangan maupun luar ruangan, kamar mandi, ruang
tidur, ruang tunggu, dapur dan halaman luar. Persiapan sarana juga
disesuaikan dengan kebutuhan TPA dan anak didik serta disesuaikan
juga dengan kebutuhan anak karena untuk menunjang kegiatan
pembinaan seperti alat - alat permainan yang digunakan baik untuk
mengembangkan kemampuan motorik kasar maupun halus.
      Harapan TPA setelah anak mengikuti pembinaan di TPA Melati
menurut beliau setelah dibina anak – anak yang dititipkan akan lebih
siap untuk bergaul dengan orang lain, dapat berkembang kemampuan
motoriknya baik itu motorik halus maupun kasar, siap mengikuti
pendidikan formal. Beliau mengatakan untuk penyediaan sarana beliau
selalu berkonsultasi dengan tenaga pengasuh karena pengasuh tenaga
dianggap lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anak baik pada saat
pembinaan berlangsung atau pada saat pembinaan berakhir.
Penyediaan sarana yang ada menurut beliau masih kurang karena
mengingat biaya yang dibutuhkan sangat banyak sedangkan persiapan
biaya operasional yang diterima dari orang tua dan sumbangan
donatur belum mencukupi. Beliau mengatakan untuk persiapan sarana
idealnya harus ditambah mengingat jumlah anak yang dititipkan naik
turun, latar belakang anak berbeda-beda.
      Mengenai manajemen yang dan di TPA Melati beliau
menjelaskan bahwa di TPA Melati ada yang namanya pengelola dan
ada yang namanya tenaga pengasuh. Pengelola ada ketua yang
dikepalai oleh beliau sendiri di bantu oleh dua orang wakil ketua,
seorang sekretaris, dua wakil sekretaris, seorang bendahara dan
pembantu umum sedangkan tenaga pembina disebut pengasuh,
pengelola mengelola masalah manajemen penyelenggaraan TPA,
sedangkan manajemen pembinaan itu menjadi tanggung jawab
pembina.
      Untuk tenaga pembina atau pengasuh TPA Melati mencari
orang-orang yang sudah berpengalaman untuk mengasuh anak dalam
kondisi apapun meski jenjang pendidikan mereka hanya SMU atau
SMP. Mereka diterima karena pengalaman sebagai pengasuh yang
lama, ada juga yang latar belakang pengalaman sebagai baby sister.
      Untuk jaminan kesejahteraan pengasuh lembaga memberikan
gaji dan tambahan uang kesehatan pada pengasuh dan
mengikutsertakan tenaga pengasuh saat ada acara – acara seminar
yang berkaitan dengan anak usia dini dan usaha kesejahteraan anak
dan keluarga dengan biaya yang ditanggung oleh lembaga. Hambatan
yang dialami saat pembinaan yang sedikit menganggu adalah
perbedaan pola asuh orang tua dan perbedaan minat anak, solusi yang


                          xcii
   diambil untuk mengatasi hal itu pengasuh beserta pengelola berusaha
   mengatasi dengan tetap menggabungkan anak- anak tersebut menjadi
   satu kelompok saat bermain bebas, dengan harapan anak – anak yang
   mempunyai perbedaan minat akan dapat berbaur dengan saling
   berinteraksi dengan yang lain melalui permainan tersebut, sedangkan
   untuk anak dengan pola asuh yang berbeda pengasuh melakukan
   pendekatan secara individual dengan menggunakan bahasa tubuh yang
   sebisa mungkin dipahami oleh anak, sebagai contoh telah dilakukan
   penerapan penggunaan bahasa tubuh tersebut pada anak yang dalam
   kesehariannya diasuh dengan pola pengasuhan otoriter dengan
   penggunaan bahasa Inggris dalam tiap percakapan, pengasuh
   menerapkannya pada tiap anak yang mengalami masalah.
b. Responden 2

          Informasi selanjutnya adalah R2 yang berpendidikan D2
   Pendidikan Guru Luar Biasa ( PGSLB ) beliau menjelaskan tentang
   Penyelenggaraan Pembinaan Penitipan anak dilakukan oleh pengurus
   atau pengelola dan tenaga pendidik atau pengasuh.
          Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif
   tercantum beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat
   pengelola yang terdiri dari kepala TPA, dua orang wakil ketua,
   seorang sekretaris, dua orang wakil sekretaris, seorang bendahara,
   dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pendidik yang
   terdiri dari empat orang.
          Dalam pembinaan jadwal pembinaan di musyawarahkan oleh
   tenaga pendidik dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya
   diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin
   sampai jumat, untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07.30
   WIB sampai 15.30 WIB dan setiap Jumat mulai pukul 07.00 WIB
   sampai 12.30 WIB, keseluruhan waktu tiap hari pembina bertatap
   muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari.
          Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak
   melalui pengenalan awal kepada anak, yang didampingi oleh orang tua
   agar anak tidak takut dengan pengasuh. Beliau mengatakan memang
   pada awalnya anak akan menangis dan takut akan suasana baru yang
   ia terima di TPA Melati. Mereka merasa sendirian dan takut dengan
   orang-orang yang baru ia kenal di sana, tenaga pengasuh menemani
   secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan
   bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan, sebagai
   contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul
   dengan teman-teman yang lain di sini peran tenaga pendidik dituntut
   untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul
   dengan teman yang lain caranya tenaga pendidik memberikan mainan
   dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain, karena dengan
   bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman
   bermainnya.


                             xciii
      Sama halnya dengan interaksi, untuk pendekatan yang dilakukan
pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar.
Dalam pembinaan pendidik menyesuaikan isi program dengan
kebutuhan anak, pendidik membuat rencana kegiatan harian yang
nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan.
Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan
bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain
dan solusinya pendidik membantu agar anak dapat bergaul dan
bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. Beliau
menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program
dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun
berbeda pembinaannya, karena perkembangan tubuh dan otaknya
berbeda.
      Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia
misalnya usia 3 sampai 6 tahun. Untuk awal datang pukul 07.00 -
08.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum
dengan tujuan meningkatkan komunikasi, sosialisasi dan etika. Untuk
sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan, tempat
penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08.00 WIB sampai
09.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar. Berjemur kegiatan
yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar, adapun
tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran
jasmani. Jam 09.00 - 09.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan
memberikan susu sambil berbincang-bincang dapat meningkatkan
komunikasi dan sosialisasi dengan anak. Pukul 09.30 - 10.00 WIB
kegiatan bermain dalam ruangan. Pukul 10.00 - 11.00 WIB tidur,
pukul 11.00 - 11.30 WIB makan siang dan minum. Pukul 11.30 -
12.30 WIB bernyanyi, bercerita dan kegiatan bebas. Pukul 12.30 -
13.30 WIB ganti pakaian, membersihkan badan dan tidur siang. Pukul
13.30 - 15.30 WIB Membersihkan diri, ganti baju, minum susu dan
bersiap pulang.
      Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil
belajar. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan
metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak, usia anak
yang berbeda, dan perbedaan pola asuh orang tua. Pada program
pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan
bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih
pengembangan moral dan nilai agama, dari kegiatan yang ada hasil
kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah, mengenal
dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. Melatih
pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan
adalah anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan
tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh,
gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui
panca indra. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil
yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan


                          xciv
  bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi
  dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan
  selanjutnya. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini
  dengan harapan anak dapat berpikir logis, kritis dalam memberikan
  alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung
  dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Melatih
  pengembangan sosial, emosional dari kegiatan yang dilakukan beliau
  mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak
  mempunyai kemampuan alam, lingkungan sosial, peranan masyarakat
  dan memahami keragaman sosial serta budaya. Selanjutnya ia
  mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni
  diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai
  kepekaan terhadap irama, nada, birama dan berbagai bunyi serta
  menghargai hasil-hasil karya yang kreatif.
        Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan
  dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama
  pengelola     dan     pengasuh.      Beliau     mengatakan      untuk
  mengkomunikasikan hasil pembinaan pendidik tinggal memberikan
  blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan
  menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap
  bulannya.
        Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana
  belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok
  susun, mobil-mobilan, boneka, buku cerita, puzzle, rumah-rumahan
  susun. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung
  kegiatan berupa puzzle, buku dongeng, balok-balok susun. Beliau
  mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui
  perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka
  tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan
  harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga
  berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka.
        Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak
  yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak
  mereka, mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan
  kepada anak mereka, orang tua juga turut menyukseskan kegiatan
  tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan
  tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar
  mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua
  juga menerapkan hal yang sama di rumah.
      Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada
awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa, pada awal
mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang,
setelah mengenal lingkungan sekitar TPA, orang-orang yang ada di TPA
teman-teman yang ada, mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan
berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang
pendidik gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain.


                            xcv
         Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau
   kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat
   perkembangannya, sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun–3
   tahun kompetensi pengembangan fisik yang diharapkan adalah
   kemampuan anak dalam mengelola ketrampilan tubuh termasuk
   gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan halus dan
   gerakan kasar serta menerima rangsangan sensorik ( panca indera )
   dengan cara berjalan stabil, berjalan mundur, naik turun tangga,
   memanjat, berjalan mengikuti jejak, berlari tanpa jatuh, mengikuti
   binatang, menendang, menangkap dan melempar bola jarak dekat,
   melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4-5 tahun kompetensi
   dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan
   halus dengan cara berjalan stabil, berjalan maju dan mundur, naik
   turun tangga tanpa berpegangan, memanjat menaiki tangga plosotan,
   berlari tanpa jatuh bolak - balik, menirukan gerakan binatang,
   menangkap, menendang dan melempar bola jarak jauh serta
   melompat, menuang air tanpa tumpah. Dari situ dapat dilihat
   perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia.
         Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di
   sekitar mereka langsung bisa akrab, anak-anak merasa ingin tahu
   tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ).
   Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani
   mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka.
         Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman
   sebayanya, anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh
   harus sabar menangani mereka saat berebut mainan.
c. Responden 3

         Informasi selanjutnya adalah R3 yang berpendidikan SMU.
   Beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan
   anak dilakukan oleh pengelola dan pengasuh.
         Untuk susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa di TPA
   Melati terdiri dari para pengelola, tenaga pengasuh. Beliau juga
   mengatakan pengelola terdiri dari kepala TPA, dua orang wakil ketua,
   seorang sekretaris, dua orang wakil sekretaris, seorang bendahara,
   dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh
   yang terdiri dari empat orang.
         Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh
   tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya
   diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin
   sampai jumat, untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07.30
   WIB sampai 15.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07.00 WIB
   sampai 12.30 WIB, keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan
   anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari.
         Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak
   melalui pengenalan awal kepada anak yang didampingi oleh orang tua


                             xcvi
agar anak tidak takut dengan pengasuh, tenaga pengasuh menemani
secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan
bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan.
       Untuk pendekatan yang dilakukan pembina dalam pembinaan
adalah pendekatan bermain sambil belajar. Pengasuh membuat
rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman
dalam kegiatan pembinaan. Sebagai contoh anak yang usianya 2 tahun
dengan anak yang usianya 6 tahun berbeda pembinaannya, karena
perkembangan tubuh dan otaknya berbeda.. Untuk metode yang
digunakan adalah : metode bermain sambil belajar.
       Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan
metode pembinaan biasanya pada respon anak, usia anak yang
berbeda, perbedaan pola asuh orang tua. Pada program pembinaan
beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil
belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan
nilai- nilai agama, dari kegiatan - kegiatan yang ada hasil kegiatan
yang diharapkan adalah kemampuan beribadah, mengenal dan percaya
akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. Melatih pengembangan
fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak
mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk
gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan kasar
serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra.
Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang
diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa
baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik
yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya.
Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan
anak dapat berpikir logis, kritis dalam memberikan alasan dan
memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih
anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Melatih
pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang
dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan
ini agar anak mempunyai kemampuan alam, lingkungan sosial,
peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya.
Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih
pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak
untuk mempunyai kepekaan terhadap irama, nada, birama dan
berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif.
      Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan
dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama
pengelola      dan     pengasuh.     Beliau     mengatakan      untuk
mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan
blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan
menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap
bulannya.



                          xcvii
         Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana
   belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan seperti balok susun,
   mobil - mobilan, boneka, buku cerita, puzzle, rumah – rumah susun.
   Untuk alat - alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan
   berupa puzzle, buku dongeng, balok-balok susun. Beliau mengatakan
   cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan
   anak yang didampingi oleh orang tua anak agar mereka tidak takut,
   untuk selanjutnya pengasuh mengajak mereka bermain dengan
   harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pengasuh juga
   berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka.
         Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak
   yang diberikan sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka,
   mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang ada, orang tua
   juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak
   mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di
   TPA anak dilatih untuk belajar menyebutkan benda – benda yang ada
   disekitarnya, orang tua juga diharapkan memperhatikan dan
   membantu anak memberikan kosakata benda – benda yang baru
   mereka kenal di rumah.
         Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada
   awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa, pada awal
   mereka datang mereka diperkenalkan tempat mereka berada sekarang,
   setelah mengenal lingkungan sekitar TPA, orang-orang yang ada di
   TPA teman - teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk
   bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan
   itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil
   mereka bermain, tidak jarang orang tua mengeluhkan anak mereka
   pada saat tidak datang ke TPA malah rewel dirumah.
         Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau
   kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat
   perkembangannya.
         Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di
   sekitar mereka langsung bisa akrab, anak - anak merasa ingin tahu
   tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. Keingintahuan mereka
   itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan
   mengajak bicara dengan bahasa mereka.
         Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman - teman
   sebayanya mereka menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus
   sabar menangani mereka saat berebut mainan.
d. Responden 4

        Informasi selanjutnya adalah R4 yang berpendidikan SMU
   sebagai pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan
   pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan tenaga
   pengasuh.



                              xcviii
      Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif beliau
menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari
kepala TPA, dua orang wakil ketua, seorang sekretaris, dua orang
wakil sekretaris, seorang bendahara, dibantu oleh empat orang
pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang.
      Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan dahulu
oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola dan
kemudian diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap
hari senin sampai jumat, untuk setiap senin sampai kamis dilakukan
pukul 07.30 WIB sampai 15.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul
07.00 WIB sampai 12.30 WIB, keseluruhan pembina bertatap muka
dengan anak didik selama 7 sampai 8 jam perhari. Perencanaan yang
dilakukan pengasuh sebelum pembinaan dilaksanakan adalah
merencanakan tema kegiatan harian serta mempersiapkan sarana yang
dibutuhkan pada kegiatan tersebut sehingga semua teratur dan berjalan
dengan baik.
      Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak
melalui pengenalan awal kepada anak, yang didampingi oleh orang tua
agar anak tidak takut dengan pengasuh. Menurut beliau memang pada
awalnya anak menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di
TPA Melati. Mereka merasa sendirian dan asing dengan orang-orang
yang baru ia kenal di sana, tenaga pengasuh menemani secara
langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan
bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan, contohnya
ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan
teman - teman yang lain di sini peran tenaga pengasuh dituntut untuk
menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul
dengan teman yang lain cara yang biasa ditempuh adalah dengan
memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang
lain, karena menurut beliau dengan bermain anak akan bisa dengan
sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya.
      Sama halnya dengan interaksi, untuk pendekatan yang dilakukan
pembina      adalah pendekatan bermain sambil belajar. Dalam
pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan
anak, pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya
digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan pembinaan. Sebagai
contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan
bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya
pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dengan anak yang lain
melalui kegiatan bermain dengan tema Pengembangan nilai - nilai
agama dan kasih sayang terhadap sesama, dimana dalam tema ini
terdapat kegiatan bermain yang mengajarkan anak untuk bersosialisasi
secara tidak langsung.. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina
juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh
untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun pembinaannya berbeda, karena
perkembangan tubuh dan otaknya berbeda.


                          xcix
      Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil
belajar. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan
metode pembinaan adalah respon anak atau keinginan anak, perbedaan
pola asuh orang tua, usia anak yang berbeda. Pada program
pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap- tiap kegiatan
bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih
pengembangan moral dan nilai - nilai agama, dari kegiatan - kegiatan
yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan
beribadah, mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai
sesama. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang
diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola
dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol
gerakan tubuh, gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan
sensorik melalui panca indra. Melatih pengembangan bahasa beliau
menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu
menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat
berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam
perkembangan selanjutnya. Pengembangan kognitif yang pengasuh
berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis, kritis dalam
memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak
langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab
akibat. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-
kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin
dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam,
lingkungan sosial, peranan masyarakat dan memahami keragaman
sosial serta budaya. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan
yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan
kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama, nada, birama
dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif.
      Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan
dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama
pengelola     dan      pengasuh.      Beliau     mengatakan      untuk
mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh memberikan blangko
isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan
perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya.
      Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana
belajar yang digunakan seperti alat - alat permainan yang berupa balok
susun, boneka, mobil - mobilan, buku cerita, puzzle, rumah - rumahan
susun. Untuk alat - alat belajar yang digunakan dan mendukung
kegiatan berupa puzzle, buku dongeng, balok-balok susun. Beliau
mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui
pendekatan awal dengan anak yang didampingi orang tua anak agar
mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain
dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu juga
pengasuh berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar.



                            c
       Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak
yang diberikan mereka merasa sangat puas dengan hasil
perkembangan anak mereka, mereka juga mendukung untuk setiap
kegiatan yang diberikan kepada anak mereka, orang tua juga turut
menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang
apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak
dilatih untuk belajar mandiri membereskan alat – alat permainan yang
baru saja ia gunakan untuk bermain dan meletakkan pada tempatnya
dan orang tua saat rumah diharapkan juga mengingatkan anak untuk
membereskan mainannya sendiri dan mengembalikan pada tempat
semula.
       Motivasi anak pada saat mengikuti kegiatan di TPA sama sekali
tidak ada, pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat
mereka berada sekarang, setelah mengenal lingkungan sekitar TPA,
orang-orang yang ada di TPA teman - teman yang ada mereka
mempunyai motivasi untuk bermain dan bertemu teman - teman yang
lain dan pada kesempatan itulah yang digunakan pengasuh untuk
melatih anak belajar sambil mereka bermain, sedangkan motivasi
orang tua lebih memilih TPA Melati karena menurut mereka lokasi
TPA dekat dengan tampat kerja.
       Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau
kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat
perkembangannya, sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3
tahun pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak
dalam mengelola dan ketrampilan tubuh yang didalamnya termasuk
gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan motorik
halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan
pancaindera dengan cara melempar bola jarak dekat, berjalan stabil,
naik turun tangga, memanjat, berjalan mengikuti jejak, mengikuti
binatang, berjalan mundur, menendang, menangkap dan melompat
dan sebagainya sedang untuk usia 4 - 5 tahun kompetensi dan hasil
belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus
dengan cara berjalan stabil, mundur dan berjalan maju, berlari tanpa
jatuh bolak-balik, naik turun tangga tanpa berpegangan, memanjat
menaiki tangga plosotan, menirukan gerakan binatang, menangkap,
menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat, menuang
air tanpa tumpah. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar
berdasarkan usia.
       Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di
sekitar mereka langsung bisa akrab, anak-anak merasa ingin tahu
tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. Keingintahuan mereka
itu yang membuat anak-anak TPA berani mendekat dan mengajak
bicara dengan bahasa mereka.
       Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman
sebayanya anak-anak menikmati permainan meski kadang tenaga
pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan.


                           ci
e. Responden 5

         Informasi selanjutnya adalah R5 yang berusia 31 tahun sebagai
   tenaga pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan
   pembinaan penitipan anak dilakukan oleh para pengelola beserta
   pengurus dan dalam pelaksanaannya di bantu oleh tenaga pengasuh.
         Dalam susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa dalam
   organisasi TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari beberapa
   pengurus ada kepala TPA, dua orang wakil ketua, seorang sekretaris,
   dua orang wakil sekretaris, seorang bendahara, dibantu oleh empat
   orang pembantu umum dan empat orang tenaga pengasuh.
         Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh
   tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya
   diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin
   sampai jumat, untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07.30
   WIB sampai 15.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07.00 WIB
   sampai 12.30 WIB, keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan
   anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari.
         Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak
   melalui perkenalan awal kepada anak, yang didampingi oleh orang tua
   agar anak tidak takut dengan pengasuh, pada awalnya anak akan
   menangis dan takut akan keadaan baru yang ia terima di TPA Melati,
   tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan
   berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang
   membutuhkan bimbingan, contoh ada salah satu anak asuh yang
   mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain karena
   perbedaan cara mengasuh orang tua disini peran tenaga pendidik
   dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa
   bergaul dengan teman yang lain. Usaha ini dilakukan karena dengan
   bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman
   bermainnya, dari kegiatan – kegiatan itulah mengapa saya lebih
   memilih menitipkan anak saya di TPA daripada ditempat lain.
         Hampir sama dengan interaksi, pendekatan yang dilakukan
   pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar .
         Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan
   kebutuhan anak dan usia anak, pengasuh membuat rencana kegiatan
   harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan
   pembinaan. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul
   membutuhkan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain
   dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dan
   bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. Beliau
   menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program
   dengan usia anak karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda.
         Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia
   misalnya usia 3 sampai 6 tahun. Untuk awal datang pukul 07.00 -
   08.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum


                              cii
dengan tujuan meningkatkan komunikasi, sosialisasi dan etika, untuk
sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan, tempat
penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08.00 WIB sampai
09.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar. Berjemur kegiatan
yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar. Adapun
tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran
jasmani. Jam 09.00 - 09.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan
memberikan susu anak diajak berkomunikasi dan sosialisasi dengan
anak. Pukul 09.30 - 10.00 WIB kegiatan selanjutnya bermain dalam
ruangan dengan menggunakan alat – alat permainan dalam ruangan.
Pukul 10.00 - 11.00 WIB waktu ini digunakan untuk istirahat dan
tidur. Pukul 11.00 - 11.30 WIB anak – anak diberikan makan siang
dan minum dari TPA Melati. Pukul 11.30 - 12.30 WIB kegiatan
selanjutnya bernyanyi, bercerita dan kegiatan bebas diluar ruangan.
Pukul 12.30 - 13.30 WIB anak – anak diberi pakaian ganti,
membersihkan badan dan tidur. Pukul 13.30-15.30 WIB
Membersihkan diri, ganti baju, minum susu dan bersiap pulang.
      Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil
belajar.
      Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan
metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak, usia anak
yang berbeda, dan perbedaan pola asuh.
      Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan
dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama
pengelola     dan     pengasuh.      Beliau     mengatakan      untuk
mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan
blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan
menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap
bulannya.
      Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana
belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok
susun, boneka, buku cerita, puzzle, mobil - mobilan, rumah-rumahan
susun. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung
kegiatan berupa puzzle, buku dongeng, balok-balok susun. Beliau
mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui
perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka
tidak takut untuk selanjutnya pendidik mengajak bermain dengan
harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga
berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka.
      Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak
yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak
mereka, mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan
kepada anak mereka, orang tua juga turut menyukseskan kegiatan
tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan
tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar



                           ciii
   mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua
   juga menerapkan hal yang sama di rumah.
         Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada
   awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa - apa, pada awal
   mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada
   sekarang, setelah mengenal lingkungan sekitar TPA, orang-orang yang
   ada di TPA teman-teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk
   bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan
   itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil
   mereka bermain.
         Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau
   kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat
   perkembangannya, sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3
   tahun pengembangan fisik kompetensi yang diharapkan adalah
   kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk
   gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan motorik
   halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan sensorik (
   pancaindera ) dengan cara berjalan stabil, berjalan mundur, naik turun
   tangga, memanjat, berjalan mengikuti jejak, berlari tanpa jatuh,
   mengikuti binatang, menendang, menangkap dan melempar bola jarak
   dekat, melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 - 5 tahun
   Kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih
   motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil, berjalan maju dan
   mundur, naik turun tangga tanpa berpegangan, memanjat menaiki
   tangga plosotan, berlari tanpa jatuh bolak – balik, menirukan gerakan
   binatang, menangkap, menendang dan melempar bola jarak jauh serta
   melompat, menuang air tanpa tumpah. Dari situ dapat dilihat
   perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia.
         Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di
   sekitar mereka langsung bisa akrab, anak - anak merasa ingin tahu
   tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ).
   Keiingintahuan mereka itulah yang membuat anak - anak TPA berani
   mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka.
         Reaksi anak - anak ketika bermain dengan teman - teman
   sebayanya anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus
   sabar menangani mereka saat berebut mainan.
f. Responden 6

         Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan S1 jurusan teknik.
   Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil usia beliau 40 tahun,
   ayah dari Gebyar Berlianto ini mengatakan alasan memilih TPA
   Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang
   memuaskan, tempatnya bersih, dekat dengan tempat kerja istri. Beliau
   juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan,
   karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri dari pada
   sebelumnya, dulu anaknya belum bisa meletakkan sepatunya pada rak


                               civ
sepatu, tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan
meletakkan alas kaki di rak sepatu yang ada di TPA Melati dan itu
sangat membantu kerja ibu di rumah, dengan tanpa disuruh anak dapat
melakukannya sendiri.
      Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan
pembinaan dilakukan setiap senin dan jumat dan beliau juga selalu
menitipkan anaknya pada hari itu, untuk tiap hari beliau sebelum
bekerja mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau
menjemput kembali putranya setelah pulang kerja jam 16.00 WIB.
      Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan
adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih
mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di
kemudian hari, dari kegiatan – kegiatan yang diberikan dengan
anaknya sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar sekali mulai
dari keagamaan, olah tubuh, berbahasa, dan berkomunikasi.
      Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA
Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadang-
kadang anak tidak mau ditinggal kerja.
      Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti
pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng, anak saya lebih
mandiri di rumah dia tidak rewel. Sejak mengikuti pembinaan anak
saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa
harus meminta tolong orang lain. Sebagai contoh untuk mengambil
sepatu dilakukan sendiri, memakai sepatu sendiri, dan mengembalikan
sepatu pada tempatnya semula setelah dipakai tanpa harus disuruh.
Anak saya sekarang lebih lancar berbicara dan tidak takut dengan
orang yang tidak dia kenal, mungkin karena di TPA sering diajak
berbincang-bincang.
      Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari istri saya
yang bekerja di UNDIP, jarak rumah saya dengan TPA Melati kira-
kira 10 km. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis, TPA
dekat dengan jalan raya, dapat dijangkau dengan menggunakan
kendaraan sendiri ataupun angkatan kota, dari hal itu pula yang
membuat beliau lebih memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan
yang lain.
      Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di
TPA Melati, beliau mengatakan sekitar Rp 125.000,- sampai dengan
Rp 400.000,- per bulannya. Beliau telah menitipkan anak di TPA
Melati 3 tahun yang pada saat pertama kali masuk di TPA Melati usia
3 bulan.
      Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau
dan istri dapat bekerja lebih tenang sehingga beliau merasa perlu
sekali menitipkan anaknya agar anaknya tidak kehilangan masa anak-
anaknya dan masa belajarnya.
      Untuk meluagkan waktu dalam memantau perkembangan anak
di TPA beliau selalu datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun


                          cv
   hanya sebentar. Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau
   perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun
   bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan anak
   selanjutnya. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah
   mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati.
g. Responden 7

         Informasi selanjutnya R 7 yang berpendidikan D3 Kesehatan.
   Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil ( BP7 ) usia beliau 40
   tahun, ayah dari Mohammad Nabil ini mengatakan alasan memilih
   TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain atau play group
   sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang
   memuaskan, tempatnya bersih, dekat dengan jalan raya sehingga
   mudah dijangkau oleh angkutan umum. Beliau juga mengatakan
   pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan, karena beliau
   merasakan perbedaan yang mencolok pada anaknya sekarang dulu
   anak saya takut dan cengeng saat berada di sekolah sehingga sangat
   merepotkan gurunya sampai - sampai saya harus menunggui di sana,
   tetapi sekarang mungkin karena telah terbiasa berada bersama anak –
   anak lain ia jadi lebih berani dan tidak cengeng dari pada sebelumnya,
   tentang mengapa memilih TPA dari pada play group menurut beliau
   tempat penitipan yang sekarang dipilih lebih aman dan tepat untuk
   anak beliau, yang menurutnya hanya masalah kepercayaan saja
   mengapa beliau memilih TPA Melati yang pada dasarnya hampir
   sama pelayanannya dengan play group, dari seluruh kegiatan yang
   diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam pengembangan seni
   dan bahasa yang melatih anak untuk menghargai hasil karya yang ada
   dan berkomunikasi yang merupakan hal yang terpenting untuk
   perkembangan anak selanjutnya.
         Untuk jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan jadwal
   telah ditetapkan bersama, pembinaan dilakukan setiap hari senin
   sampai kamis pukul 07.30 sampai pukul 15.30 dan hari jumat mulai
   pukul 07.00 sampai 12.30, dan beliau juga selalu menitipkan anaknya
   setelah pulang sekolah. Dalam sehari – harinya anak beliau tetap
   sekolah, beliau menjemput anak setelah pulang sekolah dan langsung
   mengantarnya ke TPA. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang
   beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu
   anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua
   yang bekerja di kemudian hari.
         Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA
   Melati saat anak sedang sakit sementara pekerjaan saya tidak bisa
   ditinggal, terpaksa saya harus menitipkannya di TPA dan saya setiap
   saat terus memantau keadaan anak dan itu membuat pikiran saya tidak
   bisa tenang.
         Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti
   pembinaan anak beliau lebih mandiri, tidak rewel dan cengeng. Sejak


                              cvi
   mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang
   menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain, tidak
   rewel dan cengeng, malah anak saya rewel dirumah kalau hari minggu
   TPA Melati tutup karena memang tidak ada jadwal, ya terpaksa saya
   mengajak anak saya ke tempat hiburan lain.
         Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari kakak
   saya yang kebetulan melewati jalan Hayam Wuruk dan melihat papan
   nama yang terpampang di depan TPA dan kebetulan juga sejak anak
   saya lahir saya tidak pernah mempekerjakan pembantu rumah tangga,
   karena takut kalau – kalau anak saya tidak bisa menyesuaikan diri
   dengan pembantu saya dan saya memang tidak bisa percaya dengan
   pembantu – pembantu rumah tangga jaman sekarang, dari situ saya
   mencoba mencari informasi dengan langsung datang ke TPA dan
   bertanya – tanya seputar pengasuhan anak, setelah tahu ada lembaga
   yang secara resmi mengasuh dan membina anak- anak di usia dini
   saya langsung tertarik dan mengambil keputusan menitipkan anak di
   sana.
         Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis, TPA dekat
   dengan jalan raya, dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan
   sendiri ataupun angkatan kota, selain itu sarana dan prasarana yang
   ada sangat memuaskan, keramahan dan kesabaran tenaga pengasuh
   yang saya rasakan dapat membantu anak saya dalam belajar
         Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di
   TPA Melati beliau mengatakan sekitar Rp 125.000,- sampai Rp
   400.000,- dengan per bulannya.
         Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau
   dapat bekerja lebih tenang, karena sebelum saya mendapatkan solusi
   menitipkan anak, suami saya terus mendesak saya untuk keluar dari
   tempat kerja untuk mengasuh anak di rumah tapi setelah saya
   menemukan TPA Melati dan suami saya setuju untuk menitipkan anak
   kami memutuskan menitipkan anak di TPA. Sekarang saya dan suami
   tidak lagi khawatir seperti dulu, kami lebih bisa tenang dan dapat
   berkonsentrasi dengan pekerjaan masing – masing.
         Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak
   di TPA beliau lakukan melalui telepon, dengan bertanya kepada
   pengasuh bagaimana keadaan anak di TPA begitu juga sebaliknya
   pihak TPA selalu siap memberikan kabar tentang anak – anak yang
   diasuh kepada orang tua kalau ada masalah pada anak – anak di TPA,
   beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak
   memang harus selalu beliau lakukan sekecil apapun bentuk perhatian
   tersebut sangat berarti. Beliau berharap anak akan dapat mandiri
   setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati.
h. Responden 8

        Informasi selanjutnya R 8 yang berusia 33 tahun, beliau
   berpendidikan D3 dan bertempat tinggal di Sendang Mulyo ini


                             cvii
mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan
anak mereka karena fasilitas yang bagus, tempatnya bersih, dan yang
penting anaknya nyaman berada di TPA Melati.
      Tentang pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan, terlebih
lagi anak – anak di TPA dapat lebih mandiri mengerjakan segala
sesuatu kegemarannya sendiri tanpa harus minta bantuan kalau tidak
benar – benar terpaksa. Karena menurut beliau anaknya sekarang lebih
mandiri, dulu anaknya tidak mau melakukan segala sesuatunya sendiri
misalnya mengambil botol minumnya sendiri di meja semuanya harus
saya yang mengerjakan, tapi setelah dua minggu pertama saya
menitipkan anak saya mengalami perkembangan yang pesat, saya
tinggal memberi perintah meletakkan botol minuman yang sudah
habis isinya ke meja langsung dikerjakannya, dan itu sangat
membantu pekerjaan saya di rumah. dari seluruh kegiatan yang
diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam melatih
pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah
anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan
tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh,
gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui
panca indra yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan
anak saya selanjutnya.
      Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan
pembinaan dilakukan setiap hari senin dan jumat dan beliau juga
selalu menitipkan anaknya pada hari itu, untuk setiap hari sebelum
bekerja beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya
beliau menjemput kembali setelah pulang kerja.
      Gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan
yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak
selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari.
      Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA
Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadang-
kadang anak tidak mau ditinggal kerja.
      Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti
pembinaan anak beliau lebih mampu berinteraksi dengan anak lain,
lebih mandiri untuk melakukan kegiatannya sendiri, saya tinggal
memantau kegiatan apa saja yang dilakukannya, saya juga lebih
fleksibel untuk membiarkan anak saya melakukan aktivitasnya sendiri
tanpa harus memberikan tekanan – tekanan yang nantinya mematikan
kreativitasnya.
      Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman
kerja saya yang dulu sebelum mempunyai pembantu menitipkan
anaknya di TPA, dan setelah mempunyai pembantu ia berhenti
menitipkan anaknya, dan memilih pembantu yang mengasuh anaknya,
beliau juga mengaku lebih percaya kepada TPA Melati dari pada
tempat lainnya karena anak saya kelihatan menikmati sekali selama di



                          cviii
     TPA,” Saya takut memindahkan anak saya ke tempat lain, ya kalau
     anak saya cocok, kalau tidak malah saya yang repot”.
           Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis, TPA dekat
     dengan jalan raya, dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan
     sendiri ataupun angkatan kota.
           Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau keberatan
     menyebutkannya, karena beliau beranggapan berapapun biaya yang
     harus dikeluarkan untuk kebutuhan anak akan beliau keluarkan yang
     terpenting anak tercukupi baik soal pendidikan maupun pengasuhan
           Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena
     pengalaman pribadi beliau yang tidak mengenakan yang pernah beliau
     alami sewaktu kecil, dimana beliau dulu kurang perhatian yang cukup
     soal perkembangan fisik, kurang bergaul dengan anak – anak seusia
     sehingga beliau merasa kehilangan masa kanak – kanaknya, itu terjadi
     karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. Dari pengalaman itu saya
     tidak mau anak saya mengalaminya, maka saya monomer satukan
     kebutuhan – kebutuhan anak saya, dan menitipkan anak dulu sebelum
     anak saya masuk sekolah.
           Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak
     di TPA beliau selalu datang menanyakan kondisi anak di TPA dan
     tidak jarang saya datang sekali – kali ke TPA saat istirahat kerja
     meskipun hanya sebentar. Selain itu beliau juga mengatakan untuk
     memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil
     apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan
     selanjutnya.
i.   Responden 9

           Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan SMU, Ibu dari
     Rafida Safira ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai
     tempat penitipkan anak karena fasilitasnya bagus untuk kenyamanan
     anak, pembinaan yang dilakukan pengasuh memuaskan dapat
     membantu perkembangan anak. Dari kegiatan yang diberikan beliau
     senang kegiatan yang mencakup pengembangan kognitif, karena
     menurut beliau hal itu penting bagi anak beliau.
           Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau menyesuaikan
     dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis
     pukul 07.30 WIB sampai pukul 15.30 WIB dan hari jumat mulai
     pukul 07.00 WIB sampai 12.30, WIB dan beliau juga selalu
     menitipkan anaknya pada hari itu tentunya setelah pulang sekolah,
     untuk tiap hari beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu
     langsung setelah pulang sekolah selanjutnya beliau menjemput
     kembali putranya setelah pulang kerja. Beliau memberikan gambaran
     pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat
     sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri karena kesibukan
     beliau sebagai wiraswasta berdagang di pasar yang kurang
     memberikan perhatian yang penuh kepada anak.


                               cix
           Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA
     Melati saat anak sedang bandel karena tidak mau dititipkan dan
     menangis minta diajak ke tempat saya dagang, dan itu tidak
     memungkinkan saya untuk meninggalkan anak di tempat pengasuhan.
           Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti
     pembinaan, anak beliau lancar berbicara dan lebih berani untuk
     berbicara dengan orang lain dan tidak malu – malu baik dirumah atau
     disekolah, mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang
     oleh pengasuh.
           Saya mengetahui keberadaan TPA Melati dari keponakan saya
     yang kuliah di UNDIP yang mengatakan ada tempat pengasuhan anak,
     yang sebelumnya saya cari – cari keberadaannya karena TPA yang ada
     dipasar – pasar kebanyakan sekarang sudah tidak ada lagi kalaupun
     ada kegiatan yang ada didalamnya tidak jalan.
           Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis sekali, TPA
     dekat dengan jalan raya, dapat dijangkau dengan menggunakan
     kendaraan sendiri ataupun angkatan kota.
           Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp
     125.000,- per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati. Beliau
     baru menitipkan anak di TPA Melati 3 bulan ini.
           Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau
     dan suami dapat bekerja lebih tenang, beliau menggunakan
     kesempatan ini untuk bekerja mencari nafkah demi pendidikan yang
     baik untuk anak – anaknya, beliau menjelaskan lebih memilih TPA
     Melati daripada tempat lain karena anak saya terlanjur menikmati
     tempat itu dari awal. “ Anak saya itu dari pertama saya ajak langsung
     senang melihat anak –anak yang ada bermain disana dan kesenangan
     awal itu yang tidak pernah saya lihat sebelumnya dari anak, makanya
     saya tidak berani ambil resiko memindahkan anak ke tempat lain.
     Menurut beliau nanti saja dipindahkan ke TK setelah usianya
     mencukupi.
           Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak
     di TPA beliau menggunakan jasa telepon untuk mengetahui kondisi
     anaknya. Beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan
     anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian
     tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya.
           Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti
     semua kegiatan yang ada di TPA Melati.
j.   Responden 10

           Informasi selanjutnya seorang Perempuan yang usia 37 tahun,
     beliau bekerja di PEMDA, ibu dari Alfian Nanda ini menuturkan
     alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka
     karena fasilitas yang memuaskan, tempatnya bersih, dekat dengan
     jalan raya yang memudahkan transportasi. Beliau juga mengatakan
     pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan, karena menurut beliau


                                cx
anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya, dulu anaknya
belum bisa mengambil baju sendiri, tapi setelah dilatih untuk mandiri
di TPA Melati dengan mengambil pakaiannya sendiri dari tas yang
mereka bawa dari rumah, memang perubahan itu belum berarti tapi
beliau yakin dari pelajaran itu setidaknya anak akan tambah
pengetahuannya.
      Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan
beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap
hari senin sampai kamis pukul 07.30 sampai pukul 15.30 dan hari
jumat mulai pukul 07.00 sampai 12.30 WIB. Untuk tiap hari beliau
sebelum bekerja terlebih dahulu mengantar anak ke TPA selanjutnya
beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. Beliau
memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah
pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih
mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di
kemudian hari.
      Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA
Melati saat anak sedang rewel karena sakit. Pembinaan yang
dilakukan TPA Melati secara keseluruhan sangat membantu anak saya
mulai dari perkembangan moral dan nilai- nilai agama, pengembangan
fisik, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif anak, dan
pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni.
      Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti
pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng, anak saya lebih
mandiri di rumah dia tidak rewel. Sejak mengikuti pembinaan anak
saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa
harus meminta tolong orang lain. Saya mengetahui keberadaan TPA
Melati UNDIP dari teman saya, dari informasi tersebut saya langsung
percaya dan memasukkan anak disana, tentang masalah mengapa tidak
memilih play group atau TPA lain beliau mengungkapkan, karena
terlanjur percaya baik sama pengasuhnya dan tidak bisa dibohongi
adalah saat perkembangan yang mencolok sekali pada saat dirumah
anak saya tidak rewel dan lebih mandiri.
      Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis, TPA dekat
dengan jalan Raya, dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan
sendiri ataupun angkatan kota.
      Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp
125.000,- sampai dengan Rp 400.000,-            per bulannya untuk
menitipkan anak di TPA Melati.
      Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau
dan istri dapat bekerja lebih tenang selain itu beliau merasa agar
anaknya tidak kehilangan masa anak-anaknya dan masa belajarnya
perlu sekali menitipkan anaknya..
      Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak
di TPA beliau datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya
sebentar.


                           cxi
             Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti
         semua kegiatan yang ada di TPA Melati.




B. Pembahasan Hasil Penelitian

           Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitian seperti

   yang telah dipaparkan di depan yang meliputi : perencanaan

   pembinaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi

   pembinaan.

   1. Perencanaan Pembinaan

             Taman     Pengasuhan       Anak   Melati    merupakan

      lembaga pengelola penitipan anak yang dikelola oleh para

      ibu - ibu Dharma wanita UNDIP dan dalam perencanaan

      pembinaan yang ada di TPA Melati dirancang oleh

      pengelola dan para tenaga pengasuh yang mengacu pada

      pembelajaran anak usia dini. Kurikulum yang dipakai saat

      ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan beberapa

      literatur dan buku - buku tentang pertumbuhan dan

      perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan

      dalam kegiatan harian. Dalam kurikulum dibuat program

      kegiatan harian yang nantinya akan digunakan pengasuh

      sebagai pedoman pembinaan.

                                 cxii
     Dalam kegiatan harian yang dilakukan didasarkan

pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak usia

dini antara 0 - 8 tahun, Adapun tingkat perkembangan

yang ingin dicapai meliputi pengembangan moral dan nilai

– nilai agama, pengembangan fisik, pengembangan bahasa,

pengembangan kognitif, pengembangan sosial – emosional

dan pengembangan seni. Adapun penjabaran dari tiap –

tiap kegiatan dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan

dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat oleh para

pengasuh dan disetujui oleh kepala TPA Melati melalui

proses musyawarah. Penentuan metode dan media yang

digunakan secara keseluruhan mengacu pada tujuan

pembinaan berdasarkan usia dan tingkat perkembangan

dan pertumbuhan anak dengan memanfaatkan lingkungan

sekitar. Pembinaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang

telah dibuat bersama - sama tenaga pengasuh, pengelola

dan sesuai kebutuhan orang tua.

     Dari temuan tersebut dapat        diketahui   bahwa

perencanaan yang ada di TPA Melati Semarang dibuat

sebelum   pembinaan    dilakukan   dengan    menentukan


                       cxiii
   kegiatan harian, metode dan media yang disesuaikan

   dengan usia perkembangan anak serta melibatkan orang-

   orang yang ada dalam organisasi. Dengan demikian

   langkah-langkah yang ditempuh sesuai dengan saran

   Williams dan Kami (1986) yang menyarankan untuk

   mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru

   merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masing-

   masing anak mendapatkan kesempatan khusus untuk

   memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih. Hal ini

   dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan

   kegiatan harian yang telah dibuat TPA Melati.

2. Pengorganisasian

            Pengorganisasian adalah usaha mengintegrasikan

   sumber - sumber manusiawi dan non manusiawi yang

   diperlukan ke dalam suatu kesatuan dalam melaksanakan

   kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai

   tujuan yang telah ditetapkan.

           Dalam pembentukan organisasi di TPA Melati Semarang didasarkan

  atas keputusan bersama-sama ikatan ibu - ibu dharma wanita UNDIP

  dengan pertimbangan bahwa mereka dipandang mampu dan mau dalam

  artian    mereka    dipandang   berpotensi,   berkemampuan   dan   cukup


                                  cxiv
berpengalaman untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan jabatan yang

diberikan dalam organisasi tersebut. Perekrutan pengasuh didasarkan pada

pengalaman di bidangnya serta ketelatenan dan kesabarannya mengurus

anak, sedangkan perekrutan anak didik didasarkan pada usia anak yang

tidak lebih dari 1,5 tahun sampai 7 tahun, tidak berpenyakit dalam

      Pembagian tugas serta wewenang dalam organisasi ini cukup jelas

dimana masing-masing anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas dan

tanggung jawabnya dalam organisasi ini. Tugas pengelola adalah

bertanggung jawab terhadap manajemen penyelenggaraan, sedangkan para

tenaga pembina atau pengasuh bertanggung jawab terhadap manajemen

pembinaan. Dari informasi yang didapat tersebut dapat diambil kesimpulan

sementara, bahwa pengorganisasian TPA merupakan suatu proses

pengatur, mengelompokkan dan membagi tugas serta pekerjaan diantara

para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan

efisien. Dari keterangan yang diperoleh dapat diambil kesimpulan

sementara bahwa pengorganisasian di TPA Melati merupakan suatu proses

pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas – tugas atau pekerjaan

di antara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai

dengan efisien Hani Handoko. 1994 ( didiet Hardjito, 1995 : 76 ). Hal ini

dapat dilihat dari kepengurusan yang ada di TPA Melati, para Pengurus

sudah paham betul tugas dan kewajibannya sebagai suatu kesatuan dalam

organisasi, hal ini di pelopori oleh kepala TPA Melati itu sendiri, beliau

sebagai sosok pimpinan yang mengayomi anggotanya dan seorang yang



                                cxv
  dapat membedakan antara tanggung jawab pekerjaan dengan urusan

  pribadi.

3. Pelaksanaan Pembinaan

        Setelah   perencanaan      pengorganisasian   selanjutnya   fungsi

  pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasi tujuan pembelajaran

  yang ingin dicapai dari beberapa komentar para informan bahwa

  pelaksanaan dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam

  satuan kegiatan harian yang didasarkan pada usia anak, semua kegiatan

  dilaksanakan tanpa hambatan yang berarti. Semua kegiatan yang dilakukan

  dipilih dalam rangka perkembangan moral dan nilai- nilai agama,

  pengembangan fisik, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif anak,

  dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni..

        Pelaksanaan kegiatan pembinaan dilakukan menganut prinsip-

  prinsip perkembangan anak usia dini dan bermain sambil belajar. Pada

  pelaksanaan kegiatan diharapkan semua tujuan pembinaan tercapai mulai

  dari Pengembangan moral dan nilai – nilai agama, pengembangan fisik,

  pengembangan bahasa, pengembangan kognitif, pengembangan sosial –

  emosional, pengembangan seni.

        Metode yang dipakai adalah metode bermain dan belajar atau belajar

  sambil bermain, kurang beragamnya alat permainan yang ada sehingga

  proses belajar menjadi kurang sempurna, TPA Melati mengatasinya

  dengan penggunaan media alami bermain yang ada di TPA misal tanah

  berumput.



                                  cxvi
4. Evaluasi pembinaan

         Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu

  program. Dari hasil informsasi yang didapat penilaian atau evaluasi di TPA

  Melati sesuai dengan pendapat Brewer ( 1992 ) yang menyatakan penilaian

  adalah penggunan sistem evaluasi yang bersifat komprehensif, menyeluruh

  untuk menentukan suatu program atau kemajuan dari seorang anak. Dari

  data yang diperoleh dari para responden diatas evaluasi pembinaan di TPA

  Melati dilaksanakan oleh pengasuh dengan melibatkan orang tua peserta

  didik. Evaluasi dilaksanakan melalui pengamatan dan observasi dalam

  setiap kegiatan, hal ini telah diterapkan oleh TPA Melati dengan

  menggunakan alat ukur berupa pengisian lembar pengamatan yang

  dilakukan oleh pengasuh yang dalam evaluasi melibatkan orang tua peserta

  didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada

  orang tua.

5. Faktor – faktor pendukung dan penghambat

         Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia

  dini antara lain:

   a. Pengorganisasian

               Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh

       para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu

       untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan.

   b. Perencanaan




                                 cxvii
            Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah

    persiapan sumber belajar yang memadai, penggunaan metode dan

    teknik pembinaan yang tepat, sarana dan prasarana, evaluasi, letak

    yang strategis.

c. Pelaksanaan

            Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar

    yang berpengalaman dibidang pengasihan anak, metode dan teknik

    pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan

    anak, sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya.

d. Evaluasi

      Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari

respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk

mengisi lembar evaluasi.

      Sedangkan faktor penghambat adalah:

a. Pengorganisasian

            Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari

    perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan

    pengelola untuk melihat kinerja pengasuh, sarana dan prasarana yang

    kurang dan perlu diperbaiki.

b. Perencanaan

            Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan

    sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang




                              cxviii
   sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. Solusi sebelum media

   diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama.

c. Pelaksanaan

                    Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah

   perbedaan minat dan pola asuh orang tua, jalan keluar yang diambil

   pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan teman-

   teman yang lain dan harapan pengasuh, minat anak dapat tumbuh

   dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain.

d. Evaluasi

          Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya

   dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA

   Melati. Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang

   dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua

   anak didik.




                             cxix
                                  BAB V

                        SIMPULAN DAN SARAN



A. SIMPULAN

          Berdasarkan temuan data sebagaimana tersebut pada Bab IV, dapat

  disimpulkan. Adapun beberapa kesimpulan tersebut sebagai berikut :

  1. Pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati

     a. Perencanaan Pembelajaran

                 Pembuatan kurikulum dilakukan oleh pengelola dan tenaga

         pendidik yang dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku

         tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan

         kemudian dijabarkan ke dalam rencana kegiatan harian. Tema, metode

         dan media ditentukan oleh pengasuh yang dikoordinasikan kepada

         pengelola yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak.

     b. Pengorganisasian

                 Pembentukan organisasi TPA Melati disusun berdasarkan

         keikutsertaan anggotanya dalam dharma wanita UNDIP dengan

         pertimbangan keaktifan dalam organisasi dan dianggap mempunyai

         kemampuan serta kompetensi dalam mengembangkan TPA Melati.

         Pembagian tugas dan wewenang jelas dalam artian pengelola

         bertanggung jawab terhadap menajemen penyelenggaraan, pengasuh

         bertanggung jawab terhadap menajemen pembinaan. Perekrutan

         pengasuh didasarkan pada pengalaman dan ketelatenan, sedangkan



                                    cxx
   perekrutan anak didik didasarkan pada usia yang tidak lebih dari 1,5 –

   7 tahun dan tidak berpenyakit dalam

c. Pelaksanaan Pembinaan

           Pelaksanaan pembinaan dilakukan dengan menganut prinsip

   perkembangan anak usia dini dan menggunakan metode bermain

   sambil belajar. Bimbingan dan pemantauan dari pengelola masih

   diperlukan oleh pengasuh dalam setiap proses pembinaan. Pada

   pelaksanaan pembinaan yang dilakukan mencakup kegiatan yang

   melatih pengembangan moral dan nilai – nilai agama, pengembangan

   fisik, pengembangan bahasa dan seni, pengembangan kognitif dan

   pengembangan sosial emosional.

d. Evaluasi Pembinaan

           Evaluasi pembinaan dilaksanakan oleh pengasuh melalui

   lembar pengamatan dengan melibatkan orang tua peserta didik melalui

   buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua.

   Pada pelaksanaan digunakan acuan pelaksanaan yang mencakup

   berbagai aspek diantaranya pengembangan moral dan nilai – nilai

   agama, pengembangan fisik, pengembangan bahasa, pengembangan

   kognitif,   pengembangan    sosial-emosional,   pengembangan     seni,

   sebagai contoh evaluasi pada anak dilakukan saat anak sedang aktif

   melakukan kegiatan bermain di TPA, dari situ dapat dilihat dan dinilai

   perkembangan anak untuk kemudian dituangkan dalam lembar

   evaluasi.



                              cxxi
2. Faktor Pendukung dan Penghambat

   a. Faktor pendukung

      1) Pengorganisasian

                 Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang

         oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih

         dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan

         pembinaan.

      2) Perencanaan

                 Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan

         adalah persiapan sumber belajar yang memadai, penggunaan

         metode dan teknik pembinaan yang tepat, sarana dan prasarana,

         evaluasi, letak yang strategis.

      3) Pelaksanaan

                 Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar

         yang berpengalaman dibidang pengasihan anak, metode dan teknik

         pembinaan     yang    tepat   sesuai   dengan   tingkat   usia   dan

         perkembangan anak, sarana dan prasarana yang digunakan sesuai

         dengan fungsinya.

      4) Evaluasi

                 Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat

         dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa

         digunakan untuk mengisi lembar evaluasi.




                                  cxxii
b. Faktor Penghambat

   1) Pengorganisasian

             Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat

      dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus

      dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh, sarana dan

      prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki.

   2) Perencanaan

             Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan

      sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar

      yang sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. Solusi sebelum

      media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar

      yang lama.

   3) Pelaksanaan

             Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan

      minat dan pola asuh orang tua, jalan keluar yang diambil pengasuh

      dengan membiarkan anak bermain bersama dengan teman-teman

      yang lain dan harapan pengasuh, minat anak dapat tumbuh dengan

      sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain.

   4) Evaluasi

             Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya

      dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA

      Melati. Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang




                             cxxiii
            dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua

            anak didik.



B. SARAN

         Berdasarkan temuan penelitian di lapangan yaitu tentang profil

  pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati secara keseluruhan sudah

  sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, namun kekurangannya masih saja

  tetap harus dibenahi diantaranya pada perencanaan yang harus terus

  melibatkan seluruh anggota organisasi, perlunya peningkatan pendidikan

  pengasuh ke jenjang yang lebih tinggi dan pengelola hendaknya memberikan

  kesempatan bagi para pengasuh untuk meningkatkan jenjang pendidikannya,

  pemantauan pelaksanaan kegiatan perlu dilakukan, penggunaan media dan

  sarana yang tepat perlu ditingkatkan dan untuk penggunaan media belajar

  yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru.




                                   cxxiv
                          DAFTAR PUSTAKA

Hardjito, Didiet.1995. Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian. Jakarta.
                    PT Grafindo Persada.

Joesoef , Soelaiman.1992. Konsep Dasar PLS. Surabaya. Bumi Aksara.

………………….2001. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Pada Taman
          Penitipan Anak. Depdiknas.

Moleong. Lexy, J. 2001. Metodologi Penelitian kualitatif. Bandung Remaja.
                  Rosdakarya Offset.

Pasaribuan, Simanjutak. 1984. Pengantar Psikologi Perkembangan. Bandung.
                   Tarsito.

Patmono Dewo, Soemiarti. 2000. Pendidikan Anak Pra Sekolah. Jakarta. Rineka
                 Cipta.

…………… Acuan Menu Pembelajaran Pada Taman Penitipan Anak. Jakarta.
            2002. Depdikbud.

………….... Model Pengembangan Motorik Anak Pra Sekolah. 2002. Jakarta .
               Dirjen Olahraga Depdiknas.

R. Moeslihatoen. 1999. Metode Pengajaran di TK. Jakarta. Rineka Cipta.

Rimm, Sylvia. 2003. Mendidik Dan Menerapkan Disiplin pada Anak Pra
                 sekolah (Pola Asuh Anak Masa Kini). Jakarta. Gramedia.
                 Pustaka Utama.

Sanapiah Faisal. 1990. Penelitian kualitatif Dasar – Dasar dan Aplikasi. Malang
                    : YA3 Malang.

Santoso, Soegeng. 2002. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta. Citra Pendidikan.

Sudono, Anggani. 2000. Sumber Belajar dan Alat permainan Untuk PAUD.
                  Jakarta. Grasindo.

Suyanto, Slamet. 2003. Konsep Dasar PAUD. Universitas Negeri Yogyakarta.

Undang-undang RI Nomor 2 tahun 1989. Sistem Pendidikan Nasional . Jakarta.
                 Depdikbud Jakarta.




                                     cxxv
………………….2003. Undang- undang Republik Indonesia No.20 Tahun
          2003 Tentang SISDIKNAS. Semarang. C V Duta Nusindo.

Yb. Suparlan, 1987, Kamus Istilah Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta. Pustaka
                   Pengarang.




                                  cxxvi
FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK
                          ANAK USIA 0-1 TAHUN
No            Keterampilan Motorik                       Tingkat Keterampilan
1  Bermain dengan tangan

2     Mengamati mainan yang ada dalam genggaman

3     Mencoba meraup suatu benda

4     Melempar dan mengambil barang              yang
      dilemparkan sambil diamati yang terjadi

5     Menahan barang yang dipegangnya

6     Memegang benda kecil dengan telunjuk dan ibu
      jari

7     Menunjuk titik tertentu misalnya mata boneka.

8     Membuka lembaran buku atau majalah

9     Mengangkat kaki dan memainkan jari tangan di
      depan matanya

10    Mengangkat kepala ketika ditengkurapkan

11    Duduk dengan bantuan dan kepala tegak

12    Mengangkat dada saat         tengkurap    dengan
      bertumpu pada tangan

13    Duduk tanpa ditopang

14    Mencoba berdiri sendiri dengan berpengangan

15    Berjalan jika dipengangi / berpengangan

     Keterangan tingkat keterampilan     :

     Dapat melakukan sendiri             :

     Perlu bantuan                       :

     Perlu bantuan yang bersifat paksaan :



                                       cxxvii
      FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK
                             ANAK USIA 1- 2 TAHUN


No                  Keterampilan Motorik              Tingkat Keterampilan

1.     Meletakkan gelas di atas gelas

2.     Mencoret-coret

3.     Menyusun balok dua sampai tiga balok

4.     Mencoba makan sendiri dengan sendok atau

       membuka buku

5.     Senang mendengarkan musik dan mengikuti

       irama

6.     Latihan berjalan tanpa dipegang

7.     Berjalan mantap

8.     Berjalan mundur satu sampai tiga langkah

9.     Berlari tanpa jatuh

10.    Naik turun tangga dengan berpegang

11.    Memanjat kursi orang dewasa, merangkak naik

       tangga

12.    Mulai meloncat dan melompat walau sederhana

      Keterangan tingkat keterampilan             :

      Dapat melakukan sendiri                     :

      Perlu bantuan                               :

      Perlu bantuan yang bersifat paksaan         :

                               FORMAT EVALUASI

                                        cxxviii
                      TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK
                  ANAK PRA SEKOLAH USIA 2-3 TAHUN



No                Keterampilan Motorik                 Tingkat Ketrampilan

1.     Meronce / merangkai manik-manik

2.     Mengaduk air di gelas dengan sendok

3.     Membuka      tutup   botol yang      bergulir

       (membuka dengan memutar tutup botol)

4.     Menggambar garis lurus

5.     Menyusun balok tiga hingga lima buah

6.     Berjalan mantap

7.     Berjalan mundur

8.     Naik turun tangga

9.     Memanjat

10.    Melompat dengan dua kaki sekaligus

       berjingkat-jingkat

11.    Belajar meniti



      Keterangan tingkat keterampilan         :

      Dapat melakukan sendiri                 :

      Perlu bantuan                           :

      Perlu bantuan yang bersifat paksaan     :




                                     cxxix
FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK
ANAK
                                 USIA > 3-4 TAHUN


 No               Keterampilan Motorik                      Tingkat Keterampilan
 1.    Meremas kertas
 2.     Memakai dan membuka pakaian dan
                     sepatu sendiri
 3.    Menggambar garis lingkaran dan garis
       silang (garis tegak dan datar)
 4.       Menyusun menara empat samapai
                      tujuah balok
 5.    Mengekspresikan motorikan tari dengan
       irama sederhana
 6.    Melempar bola
 7.    Berjalan dengan baik (keseimbangan tubuh
       makin baik)
 8.    Berlari dengan baik (keseimbangan tubuh
       makin baik)
 9.    Berlari di tempat
 10.   Naik turun tangga tanpa berpengangan
 11.   Melompat      dengan   satu      kaki       secara
       bergantian
 12.   Merayap dan merangkak lurus ke depan
 13.   Melakukan     senam     dengan        mengikuti
       contoh.


Keterangan tingkat ketrampilan          :

Dapat melakukan sendiri                 :

Perlu bantuan                           :



                                            cxxx
Perlu bantuan yang bersifat paksaan :




               cxxxi
                             FORMAT EVALUASI
                 TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK
                             USIA > 4-5 TAHUN
                                                                 Tingkat
No                     Keterampilan Motorik
                                                               Keterampilan
1.    Menempel
2.    Mengerjakan teka- teki (puzzle)
3.    Menyusun potongan-potongan gambar )
4.    Menjahit sederhana
5.    Makin terampil menggunakan jari tangan (mewarnai
      dengan rapi)
6.    Mengisi pola sederhana (dengan sobekan kertas, dan
      stempel)
7.    Mengancingkan kancing baju
8.    Menggambar dengan motorik naik turun bersambung
      (seperti gunung atau bukti)
9.    Menarik garis lurus, lengkung, dan miring
10.   Mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi
11.   Melempar dan menangkap bola
12.   Melipat kertas
13.   Berjalan di atas papan titian (keseimbangan tubuh)
14.   Berjalan dengan berbagai variasi (maju mundur, ke
      samping, di atas satu garis)
15.   Memanjat dan bergelantungan (berayun)
16.   Melompati parit atau guling
17    Melakukan senam dengan motoriknya sendiri
Keterangan tingkat ketrampilan       :

                       Dapat melakukan sendiri             :

Perlu bantuan                        :

Perlu bantuan yang bersifat paksaan :


                                         cxxxii
                       KISI-KISI INSTRUMEN
          PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TPA
                          MELATI SEMARANG


NO   VARIABEL      SUB VARIABEL                INDIKATOR                  ITEM

A.   Pembinaan    1. Perencanaan        a. Perencanaan kegiatan    A 1, 2, 3. B1

     Penitipan                          b. Isi program             A4

     Anak                               c. Bentuk pembinaan        A 5, 6. C2, 4

                                        d. Metode pembinaan        A 7. B6, 10

                                        e. Motivaswi anak          B 23, 24

                                        f. Motivasi orang tua      C 1, 7, 11, 13

                                        g. Harapan TPA             A 14. C15



                  2. Pengorganisasian   a. Susunan                 A 9. B2

                                             Kepengurusan

                                        b. Perekrutan Pengurus     A 17, 19

                                        c. Perekrutan anak didik   A 18. C12

                                        d. Jaminan                 A 20

                                             kesejahteraan

                                        e. Lokasi                  C 8,9

                                        f. Biaya                   C 10



                  3. Pelaksanaan        a. Persiapan sarana        A 11, 15. B15,

                                             prasarana             16




                                   cxxxiii
                    b. Pengembangan            C 6, B25, 26,

                         kemampuan anak        19

                    c. Waktu dan jadwal        B 3, 4 C.3, 14

                    d. Tahap pembinaan         A 8. B9, 12

                    e. Kemampuan               A 16. B7, 8.

                         pengasuh              B 17, 18 C.6

                    f. Interaksi dengan anak   A 10. B5

                    g. Kendala                 B 11. C5



4. Evaluasi .       a. Proses penilaian        A 12. B13

                    b. Komunikasi Hasil        A 13. B14. B

                                               20

                    c. Respon orang tua        B 21, 22




                cxxxiv
Lembar Observasi
Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA



No   Nama Barang                     Keberadaa    Jml   Kondisi
                                     n
                                     Ad   Tidak         Bai   Bur
                                     a                  k     uk
1.   Kelengkapan Ruangan
       Ruang Pembinaan Anak
       o R. Makan
       o R. Pemeriksaan Anak
       o R. Tidur
       o Kamar Mandi
       o R. Isolasi Sementara
       o R          Bacaan       /
         Perpustakaan
       o R. Bermain
       o R.         Penyimpangan
         Mainan
       Halaman
       Ruang         Administrasi
       Perkantoran
       o R Pimpinan
       o R. Tata Usaha
       o R. Tunggu Orang Tua
       o R Serbaguna


                             cxxxv
      Ruang Penunjang
      o R. Dapur
      o Kamar Mandi
      o R. Cuci/ Setrika
      o R. Penjaga
     Sarana Pendukung
      Meja, Kursi
      Karpet
      Almari
      Rak           Penyimpangan
2.
      Mainan
      TV/Radio
      Alat Tulis Kantor
      Telepon
      Mesin Ketik
      Sarana Air Bersih
      Kipas Angin
     Peralatan        Pendukung
     Belajar
      Peralatan       Pendukung
      Bimbingan Belajar
      o Alat               Belajar
         Menghitung           Dan
         Mengukur
3.    o Alat              Melukis,
         Kerajinan Tangan



                             cxxxvi
o Fasilitas Audio Visual
o Alat Permainan Teka-
  Teki/ Puzzle
o Alat Percobaan
Peralatan        Pendukung
Bermain Peran
o Alat Pendukung Peran
  Keagamaan
o Alat Pendukung Peran
  Kegiatan Dapur
o Alat Pendukung Peran
  Binatang
o Alat Pendukung Peran
  Profesi Medis
o Alat Pendukung Peran
  Petani
o Alat Pendukung Peran
  Untuk          Sandiwara
  Boneka
Peralatan        Pendukung
Permainan Motorik Kasar
o Ayunan
o Ban Bekas
o Alat Pemanjat
o Papan Luncuran
o Arena Main Bola



                      cxxxvii
 o Bantalan              Untuk
    Berguling
 o Balok- Balok Ringan
 o Jungkat- Jungkit
 Peralatan       Pendukung
 Permainan Budaya
 o Gambar Pahlawan
 o Pakaian Adat Jawa
 o Mainan Tradisional
 o Lilin     Malam       Untuk
    Melatih Jari- Jari
 o Boneka Khas Daerah
Sarana perpustakaan
 o Buku Keagamaan
 o Buku kesehatan anak
 o Buku              petunjuk
    bimbingan anak
 o Buku cerita bergambar
 o Buku gambar alam dan
    lingkungan
 o Majalah anak
Peralatan        pendukung
permainan luar ruangan
 o Lapangan
 o Ayunan
 o Tanda- tanda lalu lintas



                         cxxxviii
     o Kemah-kemahan
     o Papan plosotan
     o Jungkat- jungkit
     o Sepeda
5.   o Ban bekas




6.




                       DOKUMENTASI
                        PENELITIAN
                Profil Pembinaan Penitipan Anak
          Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati



                            cxxxix
1. Dokumentasi wawancara informan tenaga pengasuh




2. Foto peneliti bersama tenaga pengasuh dan anak didik TPA Melati




3. Kegiatan anak istirahat




                                     cxl
4. Kegiatan bermain di luar ruangan




                       PEDOMAN WAWANCARA



                                      cxli
A. Informan Pimpinan

   I.    Identitas subyek

         1. Nama                   :

         2. Tempat /Tgl lahir      :

         3. Umur                   :

         4. Jenis Kelamin          :

         5. Pendidikan terakhir    :

         6. Pekerjaan              :

         7. Alamat                 :

         8. Hari/ Tgl wawancara    :



   II.   Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati

         1. Kapan TPA Melati berdiri ?

         2. Siapakah yang merencanakan pembinaan di TPA Melati ?

         3. Bagaimanakah perencanaan pembinaan dilakukan ?

         4. Bagaimanakah isi program pembinaan di TPA Melati ?

         5. Bagaimanakah prinsip – prinsip pembinaan yang dilakukan di TPA

            Melati ?

         6. Bagaimanakah bentuk pembinaan Penitipan anak usia dini di TPA

            Melati ?

         7. Apa metode pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ?

         8. Bagaimanakah proses pembinaan dilakukan ?



                                       cxlii
9. Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif

   tersusun di TPA Melati ?

10. Bagaimanakah anda melakukan interaksi dengan anak ?

11. Bagaimanakah persiapan sarana pembinaan di TPA Melati ?

12. Bagaimanakah cara penilaian dilakukan ?

13. Bagaimanakah lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan kepada

   orang tua anak didik ?

14. Bagaimanakah harapan TPA Melati setelah anak mengikuti

   pembinaan ?

15. Bagaimanakah sarana dan prasarana yang disediakan oleh TPA

   Melati untuk pembinaan ini ?

16. Bagaimanakah kemampuan tenaga pengasuh dalam melaksanakan

   pembinaan terhadap anak usia dini ?

17. Bagaimanakah cara merekrut tenaga pengasuh ?

18. Bagaimanakah cara merekrut anak didik ?

19. Syarat apa saja yang ditentukan oleh lembaga dalam merekrut tenaga

   pengasuh?

20. Bagaimanakah lembaga memberikan jaminan kesejahteraan

   pengasuh ?




                              cxliii
                           PEDOMAN WAWANCARA



B. Informan Tenaga pengasuh

   I.   Identitas subyek

        1. Nama                       :

        2. Tempat Tgl lahir           :

        3. Umur                       :

        4. Jenis Kelamin              :

        5. Pendidikan Terakhir        :

        6. Pekerjaan                  :

        7. Alamat                     :

        8. Hari/ Tgl wawancara        :



   II. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati

        1. Siapa yang menyelenggarakan pembinaan penitipan anak di TPA

           Melati ?

        2. Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif yang

           tersusun di TPA Melati ?

        3. Berapa lamakah waktu pembinaan dilakukan ?

        4. Berapa lama pembina bertatap muka dengan anak dalam satu hari ?

        5. Bagaimana cara pembina melakukan interaksi pada saat pembinaan ?

        6. Pendekatan apa yang dilakukan pembina dalam pembinaan?




                                          cxliv
7. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan

   kebutuhan anak ?

8. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan

   tahap perkembangan anak ?

9. Bagaimanakah tahap – tahap kegiatan pembinaan di TPA Melati ?

10. Apa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembinaan ?

11. Kendala apa saja yang ditemui pembina saat menggunakan metode –

   metode pembinaan ?

12. Bagaimanakah kegiatan rutin keseharian dalam pembinaan ?

13. Bagaimana     penilaian   yang     anda   lakukan    dalam     memantau

   perkembangan anak ?

14. Bagaimana anda mengkomunikasikan hasil pembinaan baik kepada

   lembaga maupun kepada orang tua ?

15. Apa saja sarana belajar yang anda gunakan untuk pelaksanaan

   pembinaan ?

16. Apa saja alat belajar yang mendukung kegiatan yang dilakukan di

   TPA?

17. Usaha apa yang dilakukan pembina dalam berinteraksi dengan anak

   didik ?

18. Bagaimana cara pembina membimbing anak usia dini agar dapat

   terjalin interaksi antara anak dengan orang lain di sekitar ?

19. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan

   orang lain ?



                                cxlv
20. Bagaimana anda mengkomunikasikan perkembangan anak di TPA

   kepada orang tua ?

21. Bagaimanakah respon orang tua pada saat anda menunjukkan hasil

   perkembangan anak mereka ?

22. Bagaimanakah tanggapan orang tua pada pembinaan yang dilakukan

   oleh pembina ?

23. Bagaimana motivasi anak untuk mengikuti kegiatan di TPA Melati ?

24. Bagaimana kemampuan belajar anak ditinjau dari usia mereka ?

25. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan

   orang lain disekitar TPA Melati ?

26. Bagaimana   reaksi anak     ketika   bermain   dengan   teman-teman

   sebayanya?




                              cxlvi
                         PEDOMAN WAWANCARA



C. Informan Orang tua

   I. Identitas subyek

      1. Nama                     :

      2. Tempat Tgl lahir         :

      3. Umur                     :

      4. Jenis Kelamin            :

      5. Pendidikan Terakhir      :

      6. Pekerjaan                :

      7. Alamat                   :

      8. Hari/ Tgl wawancara      :



   II. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati

      1. Mengapa anda memilih TPA Melati untuk menitipkan anak ?

      2. Bagaimana pembinaan yang dilakukan oleh pembina pada anak anda ?

      3. Bagaimana waktu atau jadwal anda menitipkan anak anda ?

      4. Bentuk pembinaan yang seperti apa yang anda harapkan di TPA

         Melati ?
      5. Kesulitan apa saja yang anda hadapi selama menitipkan anak anda ?

      6. Perubahan apa saja yang mencolok dari anak selama mengikuti

          pembinaan di TPA Melati ?

      7. Anda mengetahui keberadaan TPA Melati dari siapa ?

      8. Berapa jarak antara rumah anda dengan TPA Melati ?


                                      cxlvii
9. Menurut anda bagaimana letak TPA Melati ?

10. Berapa biaya yang anda keluarkan untuk menitipkan anak di TPA

   Melati ?

11. Berapa lama anda telah menitipkan anak anda di TPA Melati ?

12. Berapakah usia anak anda saat pertama kali anda titipkan di TPA

   Melati ?

13. Apa motivasi anda menitipkan anak anda di TPA ?

14. Bagaimana   cara   anda    meluangkan   waktu     dalam   memantau

   perkembangan anak ?

15. Bagaimanakah harapan anda dengan menitipkan anak anda di TPA

   Melati ?




                              cxlviii
SATUAN KEGIATAN HARIAN


  Hari      Pukul         Kegiatan         Kemampuan             Sarana
            07.00-   Proses pemeriksaan   Meningkatkan      - Tempat cuci kaki
            08.00    umum                 sosialisasi dan     tangan dan
                                          etika               penyimpanan
                                                              pakaian

            08.00-   Kegiatan bebas       Belajar           - Alat permainan
            09.00    diluar berjamur      sosialisasi,        luar
                                          meningkatkan
                                          kesegaran
                                          jasmani
            09.30-   Kegiatan bermain     Meningkatkan      - Alat permainan
            10.00    dalam ruangan        sosialisasi,        dalam ruangan
                                          komunikasi,
                                          kreativitas
Senin s/d   10.00-   Istirahat            Relaksasi         - Tempat tidur,
 Jumat      11.00                         badan/              bantal, guling
                                          pengembangan
                                          fisik
            11.00-   Makan siang dan      Pengembangan      - Peralatan makan
            11.30    minum                komunikasi,
                                          etika
            11.30-   Kegiatan bebas       Kemampuan         - Alat-alat
            12.30                         kognitif, moral     permainan
                                          etika,
            12.30-   Istirahat            Pengembangan      - Tempat tidur,
            13.30                         fisik               bantal, guling
            13.30-   Berbenah             Kemampuan         - Peralatan yang
            15.30                         sosialisasi dan     dibawa anak dari
                                          melatih             rumah
                                          kemandirian




                                  cxlix
   FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN
MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA



 No      Keterampilan Moral dan Nilai-nilai     Tingkat Pengembangan
                       agama
  1    Bersenandung lagu agama
  2    Mengikuti bacaan doa
  3    Menirukan gerak ibadah
  4    Mendengarkan cerita tentang kebesaran
       Tuhan
  5    Mengenal “Nama” Tuhan
  6    Menanyakan dan mengajukan rasa sayang,
       cinta kasih melalui belaian, rangkulan
  7    Mengucapkan terima kasih
  8    Mengucapkan salam
  9    Mengucapkan kata-kata santun (maaf,
       tolong)



Nama anak                   :
Tempat/Tgl. Lahir           :


      Keterangan kemampuan
      Dapat melakukan sendiri               :
      Perlu bantuan                         :
      Perlu bantuan yang bersifat paksaan :




                                       cl
                     FORMAT EVALUASI
                TINGKAT PENGEMBANGAN FISIK


 No                  Keterampilan Fisik              Tingkat Pengembangan
  1    Berjalan Stabil
  2    Berjalan Mundur
  3    Naik-turun tangga dengan atau tanpa
       berpegangan
  4    Memanjat
  5    Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau
       melingkar
  6    Berjalan tanpa jatuh
  7    Mengikuti gerakan binatang
  8    Menendang, menangkap, dan melempar bola
       dari jarak dekat
  9    Melompat dengan dua kaki sekaligus
 10    Masuk kedalam lorong-lorong atau meja kursi
       atau kardus yang di susun
 11    Membedakan permukaan 3 jenis benda
       melalui rabaan
 12    Menunjuk mata boneka
 13    Merobek lurus
 14    Melipat kertas sembarang


Nama anak                     :
Tempat/ Tgl. Lahir            :


       Keterangan kemampuan
       Dapat melakukan sendiri              :


                                      cli
       Perlu bantuan                          :
       Perlu bantuan tapi dipaksakan          :
                    FORMAT EVALUASI
              TINGKAT PENGEMBANGAN BAHASA


 No               Keterampilan Bahasa             Tingkat Pengembangan
  1    Mengenal suara di sekitar
  2    Mengatakan dalam kalimat pendek 2-4
       kata
  3    Mengerti dan melaksanakan 1 perintah
  4    Mengajukan pertanyaan
  5    Menyebutkan nama benda
  6    Tertarik pada gambar dalam buku


Nama anak                   :
Tempat/ Tgl. Lahir          :


       Keterangan kemampuan
       Dapat melakukan sendiri                :
       Perlu bantuan                          :
       Perlu bantuan tapi dipaksakan          :




                                       clii
                    FORMAT EVALUASI
             TINGKAT PENGEMBANGAN KOGNITIF


 No               Keterampilan Kognitif            Tingkat Pengembangan
  1    Mengelompokkan benda yang sama
  2    Mengelompokkan ( lingkaran dan bujur
       sangkar)
  3    Membedakan besar kecil
  4    Membedakan rasa
  5    Membedakan bau
  6    Mengulang bilangan 1,2,3,4,5
  7    Mengelompokkan atau pengenalan warna


Nama anak                   :
Tempat/ Tgl. Lahir          :


       Keterangan kemampuan
       Dapat melakukan sendiri     :
       Perlu bantuan               :
       Perlu bantuan tapi dipaksakan           :




                                       cliii
FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SOSIAL
                 EMOSIONAL


 No              Keterampilan Sosial Emosional         Tingkat Pengembangan
  1    Mengenal etika makan dan jadwal makan
       teratur
  2    Mulai dapat “berbagi”
  3    Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar
       mandi)
  4    Dapat ditinggalkan oleh orang tuanya
  5    Dapat memilih kegiatannya sendiri
  6    Menunjukkan ekspresi wajar saat marah, sedih,
       takut
  7    Menjadi pendengar yang baik
  8    Latihan membereskan alat permainan


Nama anak                    :
Tempat/ Tgl. Lahir           :


       Keterangan kemampuan
       Dapat melakukan sendiri      :
       Perlu bantuan                :
       Perlu bantuan tapi dipaksakan           :




                                        cliv
                     FORMAT EVALUASI
                TINGKAT PENGEMBANGAN SENI


 No    Keterampilan Seni                          Tingkat Pengembangan
  1    Mendengarkan musik dan mengikuti irama
  2    Bertepuk tangan dengan variasi
  3    Memukul benda-benda dengan tangan



Nama anak                   :
Tempat/ Tgl. Lahir          :


       Keterangan kemampuan
       Dapat melakukan sendiri                :
       Perlu bantuan                          :
       Perlu bantuan tapi dipaksakan          :




                                        clv
clvi

								
To top