IMPLEMENTASI KURIKULUM SMK EDISI 2004 MELALUI

Shared by: anamaulida
Categories
Tags
-
Stats
views:
223
posted:
2/10/2012
language:
pages:
157
Document Sample
scope of work template
							    IMPLEMENTASI KURIKULUM SMK EDISI 2004 MELALUI
      PENDEKATAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

            PADA MATADIKLAT SIKLUS AKUNTANSI

(Studi Kasus di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005)




                                Skripsi




         Diajukan dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I
              untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan




                           Disusun Oleh:

                         Nama      : Dwi Marwati
                         NIM       : 1102401002




                 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
          KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
                                 2005
                                  1
                                                                                                   2


                            PERSETUJUAN PEMBIMBING


Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada:

                  Hari              : Rabu

                  Tanggal           : 27 Juli 2005




         Pembimbing I                                                   Pembimbing II




         Drs. Achmad Munib, S.H, M.Si                                   Drs. Haryanto
         NIP. 130371112                                                 NIP. 131404301




                                          Mengetahui,
                  Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan




                                        Drs. Haryanto
                                        NIP. 131404301




                                                 ii
                                                                             3


                        PENGESAHAN KELULUSAN


Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas

Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang pada :

Hari            : Selasa
Tanggal         : 23 Agustus 2005


Panitia Ujian

Ketua                                       Sekretaris




Drs. Siswanto, M.M                          Dra. Hj. Nurussa’dah, M.Si
NIP. 130515769                              NIP. 131469642

Pembimbing I                                Anggota Penguji
                                            Penguji I




Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si              Dra. Hj. Nurussa’dah, M. Si
NIP. 130371112                              NIP. 131469642

Pembimbing II                               Penguji II




Drs. Haryanto                               Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si
NIP. 131404301                              NIP. 130371112

                                            Penguji III




                                            Drs. Haryanto
                                            NIP. 131404301


                                      iii
                                                                                4


                               PERNYATAAN,


Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi atau tugas akhir ini benar-
benar hasil karya sendiri dengan sumbangan pemikiran dari Drs. Achmad Munib
S.H, M.Si Dosen Pembimbing I dan Drs. Haryanto Dosen Pembimbing II, bukan
jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau
temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan
kode etik ilmiah.




                                                    Semarang, ………… 2005




                                                    Dwi Marwati
                                                    NIM. 1102401002




                                        iv
                                                                          5


                                   MOTTO

      Segala problema yang ada di dunia ini akan mudah terpecahkan selama

      kita tetap berusaha dan berdoa kepada Allah SWT.

      Barang siapa tidak berani berjuang, maka dia tidak akan meraih cita-

      citanya.

      Jangan memaksakan diri di luar kemampuan. Jangan mencampuri urusan

      yang tidak Anda kuasai dan tidak menyangkut Anda. Jangan menjanjikan

      sesuatu di luar kesanggupan Anda. Jangan membelanjakan untuk sesuatu,

      kecuali sesuai dengan kemanfaatan (kebutuhan). Jangan menuntut imbalan

      kecuali yang sesuai pekerjaan, dan jangan menangani suatu pekerjaan

      kecuali yang Anda benar-benar ahli dalam bidangnya.



                                PERSEMBAHAN
   Dengan mengucap rasa syukur Alkhamdulillah kepada Allah SWT, skripsi ini
penulis persembahkan kepada :
      Ibunda dan Ayahanda tercinta yang telah memberikan doa, cinta, kasih
      sayang, dan segalanya.
      Drs. Achmad Munib, S.H, M.Si dan Drs. Haryanto.
      Suamiku tercinta ( Jupri, S.E )
      Anakku tersayang ( Iraya Febri Anggana )
      Kakakku (Mba Yuni & Mas Budi) dan Adik-adikku (Sutri, Budi, Restin,
      dan Riska).
      Teman-teman Venus Cost & Hidayah Cost.
      Teman-teman seperjuanganku “Angakatan 2001” Jurusan Kurtekdik.
      SMK Yapek Gombong Kebumen
      Almamater UNNES



                                        v
                                                                              6


                                    SARI
Dwi Marwati. 2005. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui
Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di
SMK Yapek Gombong kebumen Tahun Ajaran 2004/2005. Jurusan Kurikulum
dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Semarang. Dosen Pembimbing I Drs. Achmad Munib, S.H, M.Si, pembimbing II
Drs. Haryanto.

Kata kunci : Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Berbasis KBK

        Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia
yang dinamis dan sarat untuk menuju perkembangan. Oleh karena itu, perubahan
atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi
sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan
pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus untuk dilakukan sebagai
antisipasi kepentingan masa depan. Pemikiran ini mengandung konsekuensi
bahwa penyempurnaan/ perbaikan pendidikan menengah kejuruan dimaksudkan
untuk mengantisipasi kebutuhan dan tantangan masa depan yang perlu dilakukan
dan diselaraskan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha/ industri, ilmu
pengetahuan dan teknologi.

       Penyempurnaan/ perbaikan pendidikan tersebut berupa perubahan
kurikulum, yaitu kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan hasil
penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. Dengan kurikulum SMK edisi
2004 yang berbasis kompetensi diharapkan agar jajaran pendidikan menengah
kejuruan mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk bekerja,
membentuk pribadi yang mandiri, dan mampu menempatkan diri sebagai bagian
dari masyarakat dan warga negara.

       Di samping itu, implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang
menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi juga menuntut adanya
dukungan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas, sehingga dapat
membangkitkan motivasi kerja yang lebih produktif, memberdayakan otoritas
daerah setempat, mengefesiensikan sistem, dan menghilangkan birokrasi yang
tumpang tindih. Dalam hal ini, dituntut pula kemandirian dan kreativitas sekolah
dalam menjalankan pendidikan dan pembelajaran dibalik otonomi yang
dimilikinya.

        Adapun tujuan penelitian ini yaitu : 1) untuk mengetahui bagaimana
implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis
kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi, 2) bagaimana peran serta kepala
sekolah dan orang-orang yang terkait di instansi sekolah dalam memahami
kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi,
khususnya pada mata diklat siklus akuntansi, dan 3) bagaimana pelaksanaan proses
belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang

                                       vi
                                                                                  7


berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada mata diklat siklus
akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.
       Penelitian ini dilakukan di SMK Yapek Gombong Kebumen dengan
mengambil informan sebanyak 9 (sembilan) orang yang terdiri dari kepala sekolah,
wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru mata diklat siklus akuntansi, dan siswa-
siswi SMK Yapek Gombong Kebumen. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan antara
lain penelitian pra lapangan, pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Metode
pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, dan
dokumentasi.

        Sesuai dengan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang telah
dilakukan peneliti, yaitu dengan dilakukan pemeriksaan keabsahan data yang
menggunakan teknik triangulasi akhirnya peneliti memperoleh gambaran bahwa
implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kurikulum
berbasis kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong
Kebumen telah terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan dan petunjuk dari Dinas
Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah dan Direktorat
Pendidikan Menengah Kejuruan.

        Penulis menyarankan kepada pihak-pihak yang terkait dalam instansi
sekolah seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru mata
diklat siklus akuntansi, dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen untuk
selalu meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang sudah baik
agar menjadi lebih optimal dan sempurna sesuai dengan tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan.




                                        vii
                                                                          8


                           KATA PENGANTAR



       Puji syukur Alkhamdulillah atas rahmat dan hidayah yang dilimpahkan

oleh-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang

berjudul “Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 yang Menggunakan

Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Siklus

Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005“.

       Menyadari keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki, maka dalam

penyusunan skripsi ini penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai

pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih

yang sebesar-besarnya kepada :

   1. DR. H. A.T. Soegito, SH, MM, Rektor Universitas Negeri Semarang yang

       telah memberikan ijin untuk menempuh jenjang pendidikan di perguruan

       tinggi.

   2. Drs. Siswanto, M. M, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri

       Semarang yang telah memberikan ijin untuk mengadakan penelitian.

   3. Drs. Haryanto, Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

       Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang sekaligus dosen

       pembimbing II yang telah memberikan pengarahan.

   4. Drs. Achmad Munib, SH, M.Si, dosen pembimbing I yang telah

       memberikan bimbingan, pengarahan, dan saran dalam penyusunan skripsi

       ini.




                                    viii
                                                                               9


   5. Drs. Agus Supriyanto, Kepala sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen

      yang telah memberikan ijin penelitian dan informasi yang berguna bagi

      penulis.

   6. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Ariyani, S.Pd dan Bapak

      Ibu guru, serta siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen yang telah

      meluangkan waktu dan memberikan informasi dalam penelitian ini.

   7. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen jurusan Kurikulum dan Teknologi

      Pendidikan yang telah memberikan pengalaman dan ilmunya kepada

      penulis.

   8. Bapak dan Ibuku, terima kasih atas doa dan kasih sayang serta pengertian

      dan perhatiannya selama ini.

   9. Suamiku, terima kasih atas suport dan kebersamaannya.

   10. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini hingga

      selesai yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

      Kepada beliau-beliau tersebut di atas, penulis menyampaikan terima kasih

yang sedalam-dalamnya semoga segala kebaikan beliau mendapat imbalan yang

setimpal dari Allah SWT. Amiin …

      Dengan penyusunan skripsi ini penulis berharap semoga skripsi ini dapat

berguna dan bermanfaat bagi para pembaca.




                                                   Semarang,            2005

                                                   Penulis


                                       ix
                                                                                                                          10


                                                   DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL ........................................................................................                     i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................                                               ii

HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ................................................ iii

HALAMAN PERNYATAAN ..........................................................................                             iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...................................................................                                  v

SARI ..................................................................................................................   vi

KATA PENGANTAR ...................................................................................... viii

DAFTAR ISI .....................................................................................................           x

DAFTAR TABEL ............................................................................................. xiii

DAFTAR GAMBAR......................................................................................... xiv

DAFTAR BAGAN............................................................................................. xv

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvi

     BAB I            PENDAHULUAN

                 A. Latar Belakang Penelitian ..........................................................                   1

                 B. Fokus Penelitian..........................................................................             5

                 C. Tujuan penelitian ........................................................................             6

                 D. Manfaat penelitian ......................................................................              6

                 E. Penegasan Istilah.........................................................................             7

     BAB II           LANDASAN TEORI

              A. Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi

                   1. Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi ........................... 11


                                                             x
                                                                                                         11


          2. Karakteristik KBK ................................................................... 14

          3. Prinsip-prinsip KBK ................................................................ 16

          4. Kerangka KBK ......................................................................... 19

          5. Komponen KBK ...................................................................... 25

          6. Kompetensi Dalam KBK ......................................................... 26

    B. Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK

          1. Landasan .................................................................................. 28

          2. Program .................................................................................... 34

          3. Struktur Kurikulum .................................................................. 36

          4. Pelaksanaan Pembelajaran ....................................................... 41

          5. Evaluasi .................................................................................... 45

          6. Sertifikasi ................................................................................. 47

    C. Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 48

    D. Administrasi dan Pelaporan Hasil ................................................. 51

BAB III      METODE PENELITIAN

      A. Desain Penelitian ........................................................................ 54

      B. Lokasi Penelitian ........................................................................ 55

      C. Informan Penelitian .................................................................... 55

      D. Tahap-tahap Penelitan dan Jadwal Penelitian ............................ 58

      E. Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 62

      F. Sumber Data ............................................................................... 67

      G. Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data ............................. 67

      H. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ........................................ 73


                                                 xi
                                                                                                                   12


     BAB IV         HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

               A. Setting Penelitian ....................................................................... 75

               B. Hasil Penelitian Informan I ........................................................ 83

               C. Hasil Penelitian Informan II ....................................................... 88

               D. Hasil Penelitian Informan III ..................................................... 92

               E. Hasil Penelitian Informan IV ..................................................... 96

               F. Hasil Penelitian Informan V ....................................................... 97

               G. Hasil penelitian Informan VI ..................................................... 99

               H. Hasil penelitian Informan VII .................................................... 100

               I. Hasil Penelitian Informan VIII ................................................... 102

               J. Hasil penelitian Informan IX ..................................................... 103

               K. Analisis Data .............................................................................. 104

               L. Triangulasi .................................................................................. 115

     BAB V          PENUTUP

               A. Simpulan .................................................................................... 121

               B. Saran ........................................................................................... 123

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 124

LAMPIRAN ...................................................................................................... 126




                                                        xii
                                                                                              13


                                     DAFTAR TABEL



Tabel 1 Struktur Kurikulum Dalam 3 Tahun ..................................................... 38

Tabel 2 Struktur Kurikulum Dalam 1 Tahun ..................................................... 39

Tabel 3 Struktur Kurikulum Dalam 1 Minggu ................................................... 40




                                              xiii
                                                                                      14


                                DAFTAR GAMBAR



Gambar 1 Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi ...................................... 20

Gambar 2 Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi ......................... 25

Gambar 3 Urutan Jabaran Kompetensi Dalam KBK ......................................... 27




                                          xiv
                                                                                                 15


                                      DAFTAR BAGAN



Bagan 1 Tahapan Analisis Data Kualitatif ......................................................... 72

Bagan 2 Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen ........................ 82




                                                xv
                                                                                                      16


                                     DAFTAR LAMPIRAN



Lampiran 1 Permohonan Ijin Penelitian ............................................................ 126

Lampiran 2 Surat Keterangan Penelitian ........................................................... 127

Lampiran 3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ........................................................ 128

Lampiran 4 Biodata Informan Penelitian ........................................................... 132

Lampiran 5 Personalia SMK Yapek Gombong Kebumen ................................. 134

Lampiran 6 Hasil Dokumentasi ......................................................................... 137




                                                  xvi
                                    BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Penelitian

          Tugas utama seorang guru adalah mengelola proses belajar mengajar,

   sehingga terjadi interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.

   Interaksi tersebut sudah barang tentu akan mengoptimalkan pencapaian tujuan

   yang dirumuskan.

          Salah satu contoh proses pembelajaran yang memerlukan keterlibatan

   siswa secara komprehensif adalah matadiklat siklus akuntansi. Dalam proses

   pembelajaran matadiklat siklus akuntansi diperlukan adanya kemampuan guru

   dalam mengelola proses belajar mengajar, sehingga keterlibatan siswa dapat

   optimal dan pada akhirnya berdampak pada perolehan hasil belajar. Selain itu,

   matadiklat siklus akuntansi juga mempunyai peranan yang penting dalam

   kehidupan sehari-hari karena pada kenyataannya siswa tidak dapat lepas

   dengan dunia akuntansi, yaitu yang selalu dekat dengan aktivitas menghitung.

          Dalam dunia pendidikan, akuntansi berperan sebagai bahasa simbolis

   yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat.

   Kegunaan akuntansi bukan hanya memberi kemampuan dalam perhitungan-

   perhitungan kuantitatif, tetapi juga dalam penataan cara berfikir, terutama

   dalam hal pembentukan kemampuan menganalisis dan melakukan evaluasi

   serta kemampuan dalam memecahkan masalah.




                                       1
                                                                           2


       Sesuai dengan kurikulum SMK Edisi 2004 yang telah mencoba

menerapkan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, maka matadiklat

siklus akuntansi yang merupakan rumpun dari kelompok produktif program

keahlian Akuntansi mempunyai tujuan untuk menyiapkan siswa/ tamatan

seperti : 1) memasuki lapangan kerja dan dapat mengembangkan sikap

profesional dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen, khususnya

Akuntansi, 2) mampu memilih karir, berkompetisi dan mengembangkan diri

dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen, khususnya Akuntansi, 3)

menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha

dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup

keahlian bisnis dan manajemen, khususnya Akuntansi dan 4) menjadi warga

negara yang produktif, adaptif dan kreatif.

       Dengan kenyataan itulah matadiklat siklus akuntansi mempunyai

potensi yang sangat besar dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu

pengetahuan secara cermat dan tepat, serta dalam mempersiapkan warga

masyarakat yang mampu mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan

dengan cara berfikir dan bersikap yang tepat pula.

       Untuk    mencapai     tujuan    pendidikan    banyak   variabel   yang

mempengaruhi pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Variabel-

variabel tersebut adalah kurikulum, guru, dan proses belajar mengajar itu

sendiri. Kurikulum disusun untuk perencanaan kegiatan belajar, dan

perencanaan tersebut hendaknya memperhatikan perkembangan siswa,

kesesuaian lingkungan dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi,
                                                                          3


sehingga diharapkan dapat mempersiapkan sumber daya manusia untuk

menghadapi dan menjalani perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

       Perubahan-perubahan tersebut sesuai dengan penjelasan Undang-

Undang No.32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menuntut agar

dilakukannya pembaharuan berupa diversifikasi kurikulum yang memberi

kesempatan kepada daerah untuk mengembangkannya dalam rangka melayani

keberagaman peserta didik, diversifikasi jenis pendidikan secara profesional

yang sesuai dengan kepentingan daerah tentang adanya perubahan kurikulum.

Maka dari itu perlu diadakannya suatu pembaharuan kurikulum. Pembaharuan

kurikulum yang dimaksud yaitu suatu analisis mengenai penerapan kurikulum

berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum) yang dapat membekali

peserta didik dengan berbagai kemampuan dalam melakukan tugas-tugas yang

sesuai dengan standar performansi tertentu.

       Dengan tetap mengacu pada landasan filosofis, ekonomis, dan yuridis,

maka disusun GBPP dan pedoman pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004

yang dalam pengembangannya menggunakan dua pendekatan utama, yaitu

pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dan pendekatan berbasis luas dan

mendasar (Dirjen Dikdasmen dan Dikmenjur, 2004).

       Berdasarkan landasan-landasan tersebut di atas, maka Departemen

Pendidikan Nasional melakukan penyusunan standar nasional untuk seluruh

matadiklat di SMK yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar,

materi pokok dan indikator pencapaian.
                                                                          4


       Di samping berpedoman pada UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan

Daerah dan landasan filosofis, ekonomis, dan yuridis, suatu kurikulum

berbasis kompetensi dipilih sebagai bentuk konkret dari pembaharuan

kurikulum karena kurikulum ini mempunyai beberapa karakteristik seperti : a)

menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual

maupun klasikal, b) berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman, c)

penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang

bervariasi, d) sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar

lainnya yang memenuhi unsur edukatif dan e) penilaian menekankan pada

proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu

kompetensi (Download, http: : //www. Puskur. or.id).

       Dalam penelitian ini penulis mengangkat permasalahan pendidikan

pada matadiklat siklus akuntansi, karena disisi lain banyak anggapan bahwa

matadiklat siklus akuntansi merupakan pelajaran yang sulit seperti halnya

matematika. Sebagai contoh nyata yaitu: 1) terkadang siswa tidak mengikuti

matadiklat siklus akuntansi karena belum mengerjakan tugas yang telah

diberikan oleh guru, 2) siswa malas mengikuti matadiklat siklus akuntansi

karena kegiatan menghitung cenderung lebih banyak dari pada teori yang

diberikan. Untuk menghilangkan atau mengurangi kejadian-kejadian tersebut,

maka guru perlu memberikan informasi yang jelas dan sedapat mungkin

berorientasi kepada pengguna akuntansi di kehidupan sehari-hari. Oleh sebab

itu, guru sebaiknya membuat persiapan yang terencana agar murid

mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan fungsional.
                                                                                 5


         Persiapan yang terencana tersebut diantaranya dengan diberlakukannya

  kurikulum berbasis kompetensi sebagai penerapan kurikulum yang baru dan

  lebih memfokuskan pada kemampuan pengetahuan, keterampilan dan sikap

  yang dikembangkan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk

  kompetensi individual.

         Dengan demikian, maka suatu kurikulum berbasis kompetensi perlu

  dikembangkan dan diterapkan pada tiap-tiap sekolah guna menumbuhkan

  tanggungjawab dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan

  mempengaruhi kebijakan umum, serta memberanikan diri untuk berperanserta

  dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah, masyarakat, bangsa ataupun negara.



B. Fokus Penelitian

         Menurut Moleong (2002:65) fokus pada dasarnya adalah masalah yang

  bersumber dari pengalaman peneliti atau melalui pengetahuan yang

  diperolehnya melalui kepustakaan ilmiah ataupun lainnya.

         Dalam penelitian ini yang dijadikan fokus penelitian adalah 1)

  implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum

  berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek

  Gombong Kebumen, 2) peran serta kepala sekolah, wakil kepala sekolah

  bidang kurikulum, guru matadiklat, siswa-siswi, dan 3) proses belajar

  mengajar yang baik di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004

  melalui pendekatan KBK khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK

  Yapek Gombong Kebumen kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

  KBK pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.
                                                                               6


          Peneliti sengaja memilih SMK Yapek Gombong Kebumen sebagai

   fokus penelitian. Hal ini dikarenakan SMK tersebut merupakan sekolah

   kejuruan swasta yang sudah menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui

   pendekatan kurikulum          berbasis kompetensi, dan pelaksanaannya hampir

   setara dengan sekolah kejuruan yang berstatus negeri.


C. Tujuan Penelitian

           Tujuan dari skripsi ini adalah: 1) untuk mengetahui bagaimana

   implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum

   berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek

   Gombong Kebumen, 2) bagaimana peran serta kepala sekolah, wakil kepala

   sekolah bidang kurikulum, guru matadiklat, dan siswa-siswi dalam

   memahami kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum

   berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK

   Yapek Gombong Kebumen, dan 3) bagaimana pelaksanaan proses belajar

   mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang

   berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus

   akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.


D. Manfaat Penelitian

           Harapan penulis dari hasil penelitian ini agar dapat bermanfaat bagi

   para guru, kepala sekolah, pengawas, instansi terkait dan para orang tua siswa

   dalam upaya peningkatan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui

   pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Adapun manfaat dari penelitian

   ini meliputi 2 hal, yaitu :
                                                                            7


   1. Manfaat Teoritis
      a. Hasil-hasil penelitian ini dapat memberikan masukan-masukan yang
          berharga yang berupa konsep sebagai upaya peningkatan dan
          pengembangan ilmu.
      b. Hasil-hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber bahan yang penting
          bagi para peneliti dibidang pendidikan dan para pengembang
          kurikulum.
      c. Diharapkan dapat menambah wawasan baru tentang implementasi
          kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi, sehingga dapat
          digunakan sebagai upaya peningkatan proses pembelajaran di SMK
          khususnya dan dunia pendidikan umumnya.
   2. Manfaat Praktis
      a. Bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah, manfaat penelitian ini
          sangat membantu dalam meningkatkan pembinaan dan supervisi
          kepada para guru secara efektif dan efesien.
      b. Bagi para guru SMK, manfaat penelitian ini dapat dijadikan tolak ukur
          dan merupakan bahan pertimbangan untuk melakukan pembenahan
          serta koreksi diri terhadap berbagai kekurangan dalam melaksanakan
          tugas profesinya, khususnya pelaksanaan implementasi kurikulum
          SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi.
      c. Bagi SMK Yapek Gombong Kebumen, manfaat penelitian ini dapat
          digunakan untuk mengoreksi dan mengevaluasi dalam melaksanakan
          kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis
          kompetensi agar tercapai hasil belajar yang maksimal.
E. Penegasan Istilah
  1. Implementasi
             Adalah merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan,

      atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak,
                                                                              8


   baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan maupun nilai dan sikap.

   (E. Mulyasa, 2003:93)

2. Kurikulum

   a. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran atau yang diajarkan pada

      lembaga pendidikan atau perangkat mata kuliah mengenai bidang

      keahlian khusus. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:479)

   b. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna

      mencapai tujuan pendidikan. (S. Nasution, 2001:8)

3. Kompetensi

   a. Kompetensi adalah kewenangan / kekuasaan untuk menentukan atau

      memutuskan sesuatu. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990:453)

   b. Kompetensi     adalah   merupakan      perpaduan       dari   pengetahuan,

      keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir

      dan bertindak. (Download, http: // www.puskur.or.id)

4. Kurikulum Berbasis Kompetensi

          Kurikulum berbasis kompetensi adalah merupakan seperangkat

   rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus

   dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar dan pembudayaan

   sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum di sekolah.

   (Download, http: //www.puskur.or.id)

5. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi

          Adalah sebagai suatu proses penerapan ide, konsep dan kebijakan

   kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktivitas pembelajaran

   sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai

   hasil interaksi dengan lingkungan. (E. Mulyasa, 2003:93)
                                                                             9


6. SMK Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek)

          Adalah salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada

  diwilayah Wero kecamatan Gombong kabupaten Kebumen yang telah

  melaksanakan implementasi kurikulum berbasis kompetensi.

          Berdasarkan penegasan istilah tersebut di atas, maka dapat ditarik

  pemahaman bahwa dalam penelitian ini implementasi kurikulum SMK edisi

  2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat

  siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah suatu penerapan

  kurikulum SMK edisi 2004 di sekolah kejuruan (SMK Yapek Gombong

  Kebumen) yang pada pelaksanannya menggunakan pendekatan kurikulum

  berbasis kompetensi, yaitu merefleksikan kemampuan dalam mengerjakan

  sesuatu (siklus akuntansi) yang lebih menitik beratkan pada penguasaaan suatu

  pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu serta penerapannya di lapangan

  (dunia industri).
                                                                               10


                                     BAB II

                             LANDASAN TEORI



       Dalam bidang pendidikan, kurikulum merupakan unsur penting dalam

setiap bentuk dan model pendidikan. Tanpa adanya kurikulum, sulit rasanya bagi

para   perencana   pendidikan    dalam      mencapai   tujuan   pendidikan   yang

diselenggarakan. Mengingat sangat pentingnya kurikulum, maka semua pelaksana

pendidikan harus dapat memahami kurikulum dengan baik.

       Beane dalam Suyatno (2000:59) membagi kurikulum dalam empat jenis,

yaitu : 1) kurikulum sebagai produk, 2) program, 3) hasil belajar yang diinginkan,

dan 4) pengalaman belajar bagi siswa. Pemahaman yang benar tentang kurikulum

sangat penting karena akan menentukan arah pembelajaran yang terkait dengan

proses maupun substansinya. Jika kurikulum dipahami dalam arti kata yang

sempit, maka jangan diharapkan kalau pendidikan dan pengajaran yang

dilaksanakan akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang kita inginkan.

       Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang

berarti pelari, dan curere yang artinya tempat berpacu. Dengan demikian, istilah

kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani yang

mengandung pengertian jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis star

sampai finish (Sudirman dalam idi, 1999:118). Secara sederhana pengertian

kurikulum menurut B3PTKSM dalam Edi Waluyo (2002) adalah : 1) sebagai jalan

meraih ijazah, 2) sebagai mata dan isi pelajaran, 3) sebagai rencana kegiatan

pembelajaran, 4) sebagai hasil belajar, dan 5) sebagai pengalaman belajar.



                                       10
                                                                              11


       Suatu kurikulum memiliki komponen utama seperti : tujuan, isi atau

materi, proses atau sistem penyampaian antar media, dan evaluasi. Keempat

komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. Selain itu, kurikulum juga harus

memiliki kesesuaian atau relevansi. Kesesuaian ini meliputi dua hal, yaitu : 1)

kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan, kebutuhan, kondisi, dan

perkembangan masyarakat, dan 2) kesesuaian antar komponen-komponen

kurikulum, yaitu sesuai dengan isi dan tujuan, evaluasi dengan proses, dan isi

dengan tujuan kurikulum.

       Seiring dengan kemajuan jaman dan ilmu pengetahuan teknologi yang

semakin canggih, maka di era globalisasi ini suatu pendidikan juga mengalami

banyak perubahan. Sebagai contoh yaitu dengan adanya perubahan kurikulum

yang lebih memfokuskan pada pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, atau

lebih dikenal dengan sebutan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based

Curriculum).

A. Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi

   1. Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi

               Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

       Nasional Bab I Pasal 1 ayat 19 kurikulum adalah seperangkat rencana dan

       pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang

       digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran

       untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum dalam kaitannya

       dengan pendidikan adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh

       atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah. (Nana Sudjana,

       2001:4)
                                                                           12


       Suatu     pendekatan         kompetensi     merupakan      pendekatan

pengembangan      kurikulum       yang      memfokuskan   pada    penguasaan

kompetensi tertentu berdasarkan tahap-tahap perkembangan peserta didik

(Download, http: //www.puskur.or.id ). Peserta didik berada dalam proses

perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian sebagai

pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan

belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. Setiap tahap

perkembangan      memiliki       sejumlah    potensi   bawaan    yang   dapat

dikembangkan, tetapi pemekarannya sangat bergantung pada kesempatan

yang ada dan kondisi lingkungannya. Pendidikan merupakan lingkungan

utama yang memberikan kesempatan dan dukungan bagi perkembangan

potensi-potensi peserta didik.

       Kurikulum berbasis kompetensi memfokuskan pada pemerolehan

kompetensi-kompetensi tertentu pada peserta didik. Oleh karena itu kurikulum

ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang

pencapaiannya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan peserta

didik sebagai suatu kriteria keberhasilan. Sesuai dengan konsep belajar tuntas

dan pengembangan bakat, maka setiap peserta didik harus diberi kesempatan

untuk mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajar

masing-masing.

       Kurikulum berbasis kompetensi menuntut guru yang berkualitas dan

profesional untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas

pendidikan. Dalam hubungannya dengan pembelajaran, kompetensi menunjuk

kepada perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu
                                                                           13


dalam proses belajar. Kurikulum berbasis kompetensi juga memberikan

keleluasaan kepada sekolah untuk menyusun dan mengembangkan silabus

mata pelajaran sesuai dengan potensi sekolah, kebutuhan, dan kemampuan

peserta didik serta kebutuhan masyarakat di sekitar sekolah tanpa mengurangi

kompetensi yang telah ditetapkan dan berlaku secara nasional (standar

akademis). Standar akademis yaitu merefleksikan pengetahuan dan ketrampilan

esensial setiap disiplin ilmu yang harus dipelajari oleh seluruh peserta didik

dengan merinci tujuan pembelajaran setiap pokok bahasan dan cara mencapai

tujuan (E. Mulyasa, 2003:24).

       Implementasi itu sendiri merupakan “put something Into effect”,

yaitu penerapan sesuatu yang memberikan efek atau dampak. Suatu

implementasi kurikulum berbasis kompetensi juga dapat diartikan sebagai

aktualisasi kurikulum tertulis (written curriculum) dalam bentuk

pembelajaran. Hal tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan Miller

dan Seller (1985:13) bahwa implementasi kurikulum merupakan suatu

proses penerapan konsep ide, program atau tatanan kurikulum kedalam

praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru, sehingga terjadi

perubahan pada sekelompok orang yang diharapkan untuk berubah.

       Dari pernyataan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa

kompetensi merupakan indikator yang menunjuk kepada perbuatan yang

bisa   diamati, dan sebagai       konsep yang mencakup aspek-aspek

pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, serta tahap-tahap pelaksanaannya

secara utuh. Sedangkan kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai suatu
                                                                            14


   konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan

   melakukan (kompeten) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu yang

   hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap

   seperangkat kompetensi tertentu.

2. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi

           Dalam Dikmenjur Depdiknas (2004) sebagai arahan dan bimbingan

   dalam melaksanakan kurikulum, berikut ini merupakan beberapa

   karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yang perlu diperhatikan,

   seperti :

   a. Pemahaman secara utuh dan benar tehadap buku-buku seri kurikulum.

               Buku-buku seri kurikulum tersebut terdiri dari : Buku I

       (Landasan, Program, dan Pengembangan Kurikulum SMK), Buku II

       (Garis-garis Besar program Pembelajaran), dan Buku III (Pedoman

       Pelaksanaan Kurikulum SMK). Dari ketiga buku tersebut bukan

       merupakan suatu harga mati, oleh sebab itu apabila SMK dapat

       menemukan cara-cara pelaksanaan yang lebih baik dari buku-buku

       pedoman tersebut maka dipersilakan untuk memilihnya dengan

       berdasarkan pada prinsip akuntabilitas (bertanggungjawab).

   b. Memiliki Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

               Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini merupakan kebijakan

       pendidikan kejuruan di Indonesia, oleh sebab itu SMK pada saat ini sudah

       milik   bersama    Depdikbud    dan   dunia   usaha/industri   termasuk

       kurikulumnya serta dalam pelaksanaannyapun dilakukan secara taat azas
                                                                        15


   kebersamaan. Kurikulum dilaksanakan di dua tempat, yaitu di SMK dan

   di industri.

c. Mengidentifikasi dan memilih bahan ajar yang mampu menampilkan

   sosok utuh isi kurikulum yang merupakan keputusan esensial yang

   harus dilakukan secara bersama-sama oleh SMK dan industri. Bahan-

   bahan ajar yang dimaksud telah tersedia diberbagai sumber, seperti :

   toko buku, penerbit, dan industri. Jadi tugas guru dan instruktur adalah

   mengidentifikasi dan meilih bahan-bahan ajar yang dapat membantu

   siswa dalam menguasai kompetensi-kompetensi yang ditetapkan.

d. Penerapan Belajar Tuntas (Mastery Learning).

           Menurut Badan Litbang dan Dikmenjur Depdiknas 2004 belajar

   tuntas adalah suatu pendekatan pembelajaran dimana diasumsikan

   bahwa setiap siswa dapat menyelesaikan belajarnya secara tuntas

   asalkan diberi kesempatan sesuai dengan langgam belajarnya (kecepatan

   masing-masing). Pendekatan belajar tuntas mengharapkan bahwa setiap

   siswa harus menguasai apa yang dipelajari secara tuntas. Jadi seorang

   siswa tidak boleh mempelajari pelajaran selanjutnya sebelumnya dia

   menguasai secara tuntas apa yang dipelajarinya saat ini. Pendekatan ini

   sangat cocok untuk SMK karena di SMK menerapkan pendekatan

   kompetensi. Dalam pendekatan kompetensi setiap siswa harus

   menguasai kompetensi yang sedang dipelajari sebelum mempelajari

   kompetensi berikutnya yang lebih sulit.

e. Penerapan Sistem Modul (Modularisasi Pengajaran).

           Modul adalah paket pengajaran mandiri yang terdiri dari

   serentetan pengalaman belajar yang dirancang untuk membantu siswa
                                                                                16


        menguasai tujuan yang telah ditentukan (Badan Litbang dan

        Dikmenjur Depdiknas, 2004:7). Pada umumnya modul dibuat secara

        berseri, dimana modul seri pertama merupakan prasyarat bagi siswa

        untuk mempelajari modul seri kedua, dan modul seri kedua harus

        dikuasai sebelum siswa mempelajari modul seri ketiga, dan begitu

        seterusnya. Jadi, siswa tidak diperkenankan mengambil modul

        lanjutannya sebelum tuntas pada modul sebelumnya.

   f.   Evaluasi siswa dilakukan bersama-sama oleh SMK dan industri.

               Pendidikan Sistem Ganda (PSG) mengharuskan siswa belajar

        di dua tempat, yaitu di SMK dan industri. Oleh karena itu evaluasi

        prestasi belajar siswapun harus dilakukan di dua tempat. Semua

        pembelajaran yang berlangsung di SMK dievaluasi oleh SMK dan

        pelatihan yang berlangsung di industri dievaluasi oleh industri.

   g. Uji Kompetensi dan UAN

               Untuk kepentingan pemasaran tamatan di SMK selain UAN juga

        diberlakukan Uji Kompetensi, yaitu yang sifatnya memberi kesempatan

        kepada siswa untuk memeperoleh sertifikasi (pengakuan) terhadap

        keahlian yang dimiliki sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.

3. Prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Kompetensi

           Sesuai dengan kondisi negara, kebutuhan masyarakat, dan berbagai

   perkembangan serta perubahan yang sedang berlangsung dewasa ini, maka

   dalam      pengembangan       kurikulum     berbasis    kompetensi        perlu

   memperhatikan       dan    mempertimbangkan        prinsip-prinsip      seperti:

   1) keimanan,      nilai dan budi pekerti luhur, 2) penguatan integritas

   nasional, 3) keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinestetika, 4)
                                                                             17


kesamaan memperoleh kesempatan, 5) abad pengetahuan dan teknologi

informasi, 6) pengembangan keterampilan hidup, 7) belajar sepanjang

hayat, 8) berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan

komprehensif      dan    9)   pendekataan     menyeluruh       dan   kemitraaan.

(Depdikbud, 2002).

a.   Keimanan, nilai dan budi pekerti luhur

            Keimanan, nilai-nilai, dan budi pekerti luhur yang dianut dan

     dijunjung tinggi masyarakat sangat berpengaruh terhadap sikap dan

     arti kehidupannya. Oleh karena itu, hal tersebut perlu digali, dipahami,

     dan diamalkan oleh peserta didik melalui pengembangan kurikulum

     berbasis kompetensi (KBK).

b. Penguatan integritas nasional

            Pengembangan        kurikulum      berbasis       kompetensi   harus

     memperhatikan penguatan integritas nasional melalui pendidikan yang

     memberikan pemahaman tentang masyarakat Indonesia yang majemuk

     dan kemajuan peradaban dalam tatanan kehidupan dunia yang

     multikultur dan multibahasa.

c. Keseimbangan etika, logika, estetika, dan kinestetika

            Dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi perlu

     diperhatikan adanya suatu keseimbangan pengalaman belajar peserta

     didik antara etika, logika, estetika, dan kinestetika.

d. Kesamaan memperoleh kesempatan

             Pengembangan       kurikulum      berbasis       kompetensi   harus

     menyediakan tempat yang memberdayakan semua peserta didik untuk

     memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Hal ini tanpa
                                                                    18


   melihat adanya perbedaan dari masing-masing peserta didik, artinya

   bahwa seluruh peserta didik dari berbagai kelompok, baik itu

   kelompok yang kurang beruntung atau yang beruntung dalam status

   ekonomi dan sosial semuanya berhak atas kesamaan dalam

   memperoleh kesempatan untuk menerima pendidikan yang tepat dan

   sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya.

e. Abad pengetahuan dan teknologi informasi

            Kurikulum perlu mengembangkan kemampuan berpikir dan

   belajar dengan mengakses, memilih, dan menilai pengetahuan untuk

   mangatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian, dan

   yang merupakan kompetensi terpenting dalam menghadapi abad ilmu

   pengetahuan dan teknologi informasi.

f. Pengembangan ketrampilan hidup

            Pengembangan     kurikulum    berbasis   kompetensi   perlu

   memasukan unsur ketrampilan untuk hidup agar peserta didik memiliki

   ketrampilan, sikap, dan perilaku adaptif, kooperatif dan kompetitif

   dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari

   secara efektif. Selain itu, kurikulum juga perlu mengintegrasikan

   unsur-unsur penting yang menunjang kemampuan untuk bertahan

   hidup.

g. Belajar sepanjang hayat

            Pendidikan berlangsung sepanjang hidup manusia untuk

   mengembangkan, menambah kesadaran, dan selalu belajar memahami

   dunia yang selalu berubah dalam berbagai bidang. Oleh karena itu,

   pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu memperhatikan
                                                                           19


       kemampuan belajar sepanjang hayat yang dapat dilakukan melalui

       pendidikan formal, non formal, dan pendidikan alternatif yang

       diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat.

   h. Berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan

       komprehensif

               Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus berupaya

       memandirikan peserta didik untuk belajar, bekerja sama, dan menilai

       diri sendiri agar mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya.

       Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting

       dalam rangka pencapaian upaya tersebut.

   i. Pendekatan menyeluruh dan kemitraan

               Pendekatan   yang   digunakan     dalam   mengorganisasikan

       pengalaman belajar harus berfokus pada kebutuhan peserta didik yang

       bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Keberhasilan

       pencapaian pengalaman belajar menuntut kemitraan dan tanggung

       jawab bersama dari peserta didik, guru, sekolah, orangtua, perguruan

       tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat pada umumnya.

4. Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi

           Untuk mewujudkan hasil pendidikan yang berkualitas tinggi, maka

   diperlukan kompetensi dasar tamatan yang dapat dipertanggungjawabkan

   dalam konteks lokal, nasional, dan global. Peningkatan kualitas secara

   nasional memerlukan standar kualitas pendidikan nasional yang memuat

   kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa di seluruh Indonesia.

           Menurut Puskur (2001) kerangka KBK dapat digambarkan sebagai

   berikut .
                                                                                          20


                         Gambar 1. Kerangka kurikulum berbasis kompetensi



                                                                             Pendidikan
                   Potensi                                                   Bermutu
                                                  Standar
                  Anak
                                                  Nasional
                                                                   Kurikulum
                     Diversifikasi                                   Berbasis
                     Kurikulum           Siswa yang beriman,           kompetensi
                                          Sehat, berbudaya,
Masyarakat                                 berakhlak mulia,                               Misi
Majemuk                                     beretos kerja,                                Pendidikan
                                         berpengetahuan, dan                              Masa Depan
                   Manajemen             menguasai teknologi            4 pilar
                      Berbasis           serta cinta tanah air        Pendidikan
                         Sekolah                                    Kesejagatan

                                            Partisipasi
       Sekolah sebagai                           Masyarakat
       Peningkatan
       Peradaban dan                                                       Pendidikan
       Kebudayaan                                                        Kesejagatan

                     Fokus hasil pendidikan yang bermutu adalah siswa yang sehat,

             mandiri, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja, berpengetahuan dan

             menguasai teknologi, serta cinta tanah air. Untuk mewujudkan siswa

             dengan     ciri-ciri    tersebut,    maka   perlu    dikembangkan     kurikulum

             berdasarkan aspek-aspek : a) diversifikasi kurikulum, b) standar nasional,

             c) kurikulum berbasis kompetensi dasar, d) empat pilar pendidikan

             kesejagatan, e) partisipasi masyarakat, dan f) manajemen berbasis sekolah

             (Puskur 2001).

             a.   Diversifikasi Kurikulum

                         Kurikulum         berdiversifikasi      ialah    kurikulum     yang

                  mengakomodasikan berbagai perbedaan siswa dalam kesiapan untuk
                                                                                     21


   belajar, potensi akademik, kecerdasan, minat, lingkungan, dan budaya.

   Dengan kurikulum berdiversifikasi, maka dapat dikembangkan kurikulum

   inklusif     (khusus      seperti    anak     yang     berpotensi   unggul)      yang

   mengakomodasikan pemerataan mutu dan kesempatan belajar yang

   bermakna melalui penyelenggaraan pendidikan yang produktif, interaksi

   belajar mengajar yang bervariasi dan kesempatan mengekspresikan

   keanekaragaman gagasan.

              Keinklusifan         kurikulum     tersebut    dapat     memaksimalkan

   pencapaian hasil belajar karena dapat memberdayakan semua potensi

   yang digali dari kemajemukan sumber daya alam, budaya, dan etnis.

   Dengan       demikian,      maka       kurikulum     yang     berdiversifikasi    ini

   memungkinkan adanya perbedaan, tetapi tetap mengacu pada standar

   minimal yang sama, yaitu standar nasional.

b. Standar Nasional

              Kerangka       ini     disajikan    dalam     bentuk     pengembangan

   penguasaan ilmu-ilmu dasar dengan sistematika keilmuan dan

   kebenaran materi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

   Standar ini juga disertai dengan standar pemahiran keterampilan dan

   pembentukan akhlak mulia yang mengutamakan terbentuknya sistem

   nilai komprehensif untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia

   yang berkepribadian dan beretos kerja.

c. Kurikulum Berbasis Kompetensi Dasar

              Kurikulum disusun sesuai dengan kekinian dan kemasadepanan.

   Oleh karena itu, kurikulum harus relevan, fleksibel, dan dapat
                                                                           22


   dipertanggungjawabkan     baik   secara   akademik     maupun       publik.

   Pertanggungjawaban ini menuntut kejelasan orientasi kurikulum, yaitu

   lebih tertuju pada hasil belajar daripada prosedur pembelajarannya.

   Dengan orientasi ini, maka ditetapkan kompetensi dasar siswa pada

   setiap jenjang pendidikan yang dapat dicapai melalui berbagai cara sesuai

   dengan keadaan sekolah atau daerah.

d. Empat Pilar Pendidikan Kesejagatan

          Landasan pembaruan pendidikan kesejagatan menggali dan

   memberdayakan potensi serta bakat-bakat anak yang terpendam

   seperti : learning to know, learning to do, learning to live together,

   dan learning to be.

          Hakikat learning to know adalah proses pembelajaran yang

   memungkinkan siswa menguasai teknik memperoleh pengetahuan dan

   bukan semata-mata memperoleh pengetahuan. Menurut Scheffler

   (Sudijarta, 2003:21) pilar ini pada hakikatnya terkait dengan relevansi

   epistemologi    yang    mengutamakan      proses     pembelajaran      dan

   memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam proses belajar meneliti

   dan mengkaji. Melalui pilar ini sasarannya adalah pengembangan ilmu

   pengetahuan dan teknologi.

          Hakikat learning to do adalah pendidikan sebagai upaya

   penguasaan seni dalam menggunakan pengetahuan agar melahirkan

   generasi baru yang mempunyai potensi tinggi dalam bekerja,

   memecahkan masalah dan berinovasi. Oleh karena itu, sasarannya adalah

   kemampuan kerja generasi muda untuk mendukung dan memasuki
                                                                          23


   ekonomi industri. Pada pilar yang kedua ini, makna yang terkandung

   yaitu tentang perlunya pendidikan secara konsekuentif dan bermuara

   pada paradigma pemecahan masalah, sehingga dapat memberikan

   kesempatan pada siswa untuk mengintegrasikan pemahaman konsep,

   penguasaan keterampilan teknis, dan intelektual dalam memecahkan

   masalah.

          Hakikat learning to live together adalah proses pembelajaran

   yang dapat hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan

   penuh toleransi, pengertian, dan tanpa prasangka buruk. Dalam

   kaitannya dengan pilar ini, tugas pendidikan adalah memberi

   kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan memiliki

   pengetahuan serta kesadaran tentang hakikat manusia yang beragam,

   tetapi dalam keragaman tersebut terdapat persamaan. Oleh sebab itu,

   pembelajaran di alam terbuka seperti ‘camping’ atau sekolah

   berasrama dapat dijadikan sebagai salah satu implementasi pilar ini.

          Hakikat learning to be adalah proses pembelajaran yang

   mengarahkan siswa untuk memiliki kemantapan emosional dan

   intelektual yang dapat mengenali dan mengendalikan dirinya sendiri

   secara konsisten.

e. Partisipasi Masyarakat

          Masyarakat tempat sekolah atau lembaga pendidikan yang ada

   memiliki berbagai kompetensi. Oleh karena itu, segala potensi yang

   ada dalam masyarakat perlu dibangkitkan untuk mendukung
                                                                       24


    terciptanya pendidikan yang bermutu. Perkembangan kehidupan masa

    kini dan yang akan datang menuntut akan kesadaran masyarakat agar

    berperan serta secara aktif dalam proses pendidikan. Namun dilain

    pihak menuntut pula kesiapan sekolah agar membuka diri untuk

    bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan

    program pendidikan.

f. Manajemen berbasis Sekolah

           Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas tinggi, maka

    sekolah harus dikelola secara profesional. Oleh karena itu, pencapaian

    pendidikan yang berkualitas tersebut menuntut agar pengembangan

    sekolah dapat terwujud secara profesional. Keprofesionalan ini sejalan

    dengan pemberian kewenangan sekolah dalam mengambil keputusan

    untuk penyelenggaraan program pendidikan yang berorientasi pada

    standar nasional. Standar ini dapat dicapai melalui cara yang dipilih

    oleh sekolah secara mandiri, khususnya dalam pengelolaan kurikulum.

       Apabila suatu kurikulum telah berkembang berdasarkan aspek-

aspek diversifikasi kurikulum, standar nasional, kurikulum berbasis

kompetensi dasar, empat pilar pendidikan kesejagatan, partisipasi

masyarakat, dan manajemen berbasis sekolah, maka akan terwujud pula

suatu tujuan pendidikan yang telah diharapkan. Tujuan-tujuan itu itu

antara lain: 1) dapat mencapai pendidikan yang bermutu, 2) misi

pendidikan masa depan, 3) pendidikan kesejagatan, 4) sekolah sebagai

peningkatan peradaban dan kebudayaan, 5) masyarakat majemuk, dan 6)

potensi anak yang berkualitas.
                                                                           25


 5. Komponen-komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi

           Komponen dasar kurikulum berbasis kompetensi terdiri dari empat

    komponen yaitu: 1) kurikulum dan hasil belajar, 2) penilaian berbasis

    kelas, 3) kegiatan belajar mengajar, dan 4) pengelolaan kurikulum berbasis

    sekolah.   Adapun     komponen-komponen       dari   kurikulum   berbasis

    kompetensi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

           Gambar 2. Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi



   Kurikulum                                                    Penilaian
   dan Hasil                                                  Berbasis Kelas
    belajar


                                 Kurikulum
                                  Berbasis
                                 Kompetensi
Pengelolaan                                                      Kegiatan
Kurikulum                                                         Belajar
 Berbasis                                                        Mengajar
  Sekolah


    a. Kurikulum dan Hasil Belajar (KHB)

               Memuat perencanaan pengembangan kompetensi peserta didik

       yang perlu dicapai secara keseluruhan dan meliputi kompetensi, hasil

       belajar, dan indikator.

    b. Penilaian berbasis Kelas (PBK)

               Memuat prinsip, sasaran dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan

       yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik melalui

       penilaian terpadu dengan kegiatan belajar mengajar di kelas (berbasis
                                                                               26


      kelas) dengan mengumpulkan         kerja siswa (portofolio), hasil karya

      (produk), penugasan (proyek), kinerja (performance), dan tes tertulis.

   c. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

             Memuat gagasan-gagasan pokok tentang pembelajaran dan

      pengajaran untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan serta

      gagasan-gagasan     paedagogis     dan andragogis       yang mengelola

      pembelajaran agar tidak mekanistik.

   d. Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah (PKBS)

             Memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan

      sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar. Pola ini

      dilengkapi pula dengan gagasan pembentukan jaringan kurikulum,

      pengembangan        kurikulum,      pembinaan       profesional     tenaga

      kependidikan, dan pengembangan sistem informasi kurikulum.

6. Kompetensi Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi

   a. Hakikat Kompetensi

      1) Kompetensi merupakan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai

           dasar yang terefleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak

           (Pusku, 2002:1). Kebiasaan berpikir dan bertindak secara

           konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjaadi

           kompeten,     artinya   seseorang     itu   memiliki    pengetahuan,

           pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan

           sesuatu.

      2) Konsep kompetensi ini digunakan dalam kurikulum baru didasarkan

           pada pemikiran sebagai berikut: 1) kompetensi berkenaan dengan

           kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks, 2)
                                                                       27


        kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk

        menjadi kompeten, 3) Kompeten merupakan hasil belajar (learning

        outcome) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah

        melalui proses pembelajaran, dan 4) kehandalan kemampuan siswa

        melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam

        suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur

        (Puskur, 2002:1).

 b. Kompetensi Dalam KBK

    Kompetensi KBK merupakan jabaran dari tujuan pendidikan nasional

    (TPN). TPN secara urut dijabarkan menjadi kompetensi lintas

    kurikulum (KLK), kompetensi tamatan, kompetensi rumpun pelajaran,

    dan kompetensi dasar mata pelajaran. Penjabaran hasil belajar untuk

    tiap-tiap mata pelajaran dikelompokan berdasarkan aspek, dan setiap

    aspek dijabarkan menjasi hasil belajar dan indikator (Puskur, 2002:7).

    Adapun urutan jabaran kompetensi dalam KBK tampak pada diagram

    berikut ini :

            Gambar 3. Urutan Jabaran Kompetensi dalam KBK
                        Kompetensi Lintas Kurikulum

                              Kompetensi Tamatan

                            Kompetensi Rumpun Mata
  Tujuan                           Pelajaran
                                                                    Silabus
Pendidikan
                             Kompetensi Dasar Mata
 Nasional                         Pelajaran

                               Kompetensi Dasar

                                 Hasil Belajar

                                   Indikator
                              (Sumber : Puskur 2002)
                                                                           28


        1) Kompetensi Lintas Kurikulum (KLK) merupakan pernyataan

           tentang pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yang

           direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang

           mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan ketrampilan

           hidup yang harus dimiliki. Hasil belajar dari KLK ini perlu dicapai

           melalui pembelajaran-pembelajaran dari semua rumpun mata

           pelajaran.

        2) Kompetensi tamatan merupakan pengetahuan, ketrampilan, sikap,

           dan nilai-nilai yang direleksikan dalam kebiasaan berpikir dan

           bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu jenjang tertentu.

        3) Kompetensi rumpun mata pelajaran merupakan pernyataan tetnang

           pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai yang direfleksikan

           dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang seharusnya dicapai

           setelah siswa menyelesaikan rumpun mata pelajaran tertentu.

        4) Kompetensi dasar merupakan pernyataan minimal atau memadai

           tentang pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai yang

           direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan berindak setelah siswa

           menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran tertentu.



B. Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK

  1. Landasan

           Pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia

     dan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Undang-

     Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan
                                                                     29


kehidupan     bangsa    serta   agar   pemerintah   mengusahakan   dan

menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan

undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional.

       Sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan

menengah kejuruan merupakan pendidikan pada jenjang pendidikan

menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik

untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu, kemampuan beradaptasi di

lingkungan kerja, melihat peluang kerja, dan mengembangkan diri di

kemudian hari.

       Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, maka dalam

menyusun kurikulum SMK sangat memperhatikan tahap perkembangan

siswa dan kesesuaian dengan jenis pekerjaan, lingkungan sosial,

kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi, serta kesenian. Oleh sebab itu, maka penyusunan kurikulum

SMK edisi 2004 bertumpu pada landasan filosofis, ekonomis, dan yuridis.

a. Landasan Filosofis

            Landasan filosofis yang dijadikan acuan adalah demokratis,

   pragmatis, dan humanistis. Ini berarti kurikulum SMK dirancang

   untuk mengembangkan nilai-nilai demokratis. Implikasinya, peserta

   didik diberi kebebasan untuk berkembang sesuai dengan minat dan

   kebutuhannya, dan diberikan peluang untuk mengembangkan nilai-

   nilai demokratis pada dirinya. Di samping itu kurikulum SMK edisi

   2004     dirancang   untuk    memberi   kesempatan   berkembangnya
                                                                    30


kompetensi kerja yang relevan dengan perkembangan permintaan

pasar kerja, serta memberi ruang gerak pada diri peserta didik untuk

mengembangkan dan melakukan berbagai aktivitas yang dapat

memberi kontribusi terhadap kecakapan hidup di lingkungan

masyarakat.

       Pendidikan adalah salah satu wujud kebudayaan manusia yang

selalu tumbuh dan berkembang, tetapi dengan secara perlahan-lahan

ada kalanya mengalami penurunan kualitas sesuai perkembangan

jaman. Kurikulum SMK disusun untuk mengemban misi agar dapat

turut mendukung perkembangan kebudayaan pada arah yang positif.

Oleh karena itu, kurikulum SMK edisi 2004 harus memperhatikan

beberapa hal mendasar sebagai berikut :

1. Pendidikan harus menanamkan tata nilai yang kuat dan jelas

   sebagai    landasan    pembentukan      watak   dan   perkembangan

   kehidupan manusia.

2. Pendidikan harus memberikan sesuatu yang bermakna, baik yang

   ideal maupun pragmatis, sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

3. Pendidikan harus memberikan arah yang terencana               bagi

   kepentingan bersama peserta didik, keluarga, masyarakat, bangsa,

   dan negara.

       Secara    filosofis,   penyusunan     kurikulum   SMK    perlu

mempertimbangkan perkembangan psikologis peserta didik dan

perkembangan/ kondisi kehidupan social budaya masyarakat.
                                                                    31


a) Perkembangan Psikologi Peserta Didik

          Landasan psikologisnya yaitu jika filosofi “apa” yang

  seharusnya diajarkan kepada peserta didik, maka psikologi

  mempersoalkan “bagaimana” cara mengajarkan “apa” tersebut.

  Pendidikan kejuruan melandasi diri pada kenyataan bahwa manusia

  itu memiliki perbedaan dalam dimensi-dimensi fisik, intelektual,

  emosional, dan spiritual. Oleh karena itu, kita harus menggunakan

  cara-cara penyampaian yang berbeda-beda, sehingga muncul

  model-model pembelajaran yang beragam yang penggunaannya

  disesuaikan dengan kebutuhan individual yang berbeda-beda pula.

          Secara    umum,      manusia   mengalami      perkembangan

  psikologis sesuai dengan pertambahan usia dan berbagai faktor

  lainnya yaitu latar belakang pendidikan, ekonomi keluarga, dan

  lingkungan pergaulan yang mengakibatkan perbedaan dalam

  dimensi fisik, intelektual, emosional, dan spiritual. Pada kurun usia

  peserta didik di SMK, mereka memiliki kecenderungan untuk

  mencari identitas atau jati diri.

          Fondasi kejiwaan yang kuat diperlukan oleh peserta didik

  agar berani menghadap, mampu beradaptasi dan mengatasi

  berbagai masalah kehidupan, baik kehidupan profesional maupun

  keseharian yang selalu berubah bentuk dan jenisnya serta mampu

  meningkatkan diri dengan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi.
                                                                      32


  b) Kondisi Sosial Budaya

             Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara

     keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Pendidikan yang diterima

     dari lingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah akan

     menyatu dalam diri peserta didik dan menjadi satu kesatuan yang

     utuh, saling mengisi, dan diharapkan dapat saling memperkaya

     secara positif.

         Adapun        landasan   sosiologinya   yaitu   merupakan   ilmu

  pengetahuan yang memusatkan perhatian pada hubungan antar

  manusia, kelompok, dan system. Pendidikan kejuruan mendasarkan

  pada sosiologi, sehingga segala upaya yang dilakukan harus selalu

  berpegang teguh pada keharmonisan hubungan antar sesama individu

  dalam masyarakat luas yang dilandasi dengan akhlak dan budi pekerti

  yang luhur, serta keharmonisan antar system pendidikan dengan

  system-sistem yang lain (ekonomi, social, politik, religi, dan moral).

  Secara sosial budaya, kurikulum SMK edisi 2004 dikembangkan

  dengan memperhatikan berbagai dinamika, kebutuhan masyarakat,

  dan tidak meninggalkan akar budaya Indonesia.

b. Landasan Ekonomis

         Landasan ekonomi yang dimaksud disini yaitu suatu ilmu

  ekonomi yang menekankan pada efisiensi dan investasi dasar

  penyelenggaraan pendidikan kejuruan. Artinya, pendidikan kejuruan

  dijalankan atas dasar prinsip-prinsip efisiensi, baik internal maupun
                                                                     33


   eksternal. Selain itu, pendidikan kejuruan juga dijalankan atas dasar

   prinsip investasi, yang artinya bahwa kita berpedoman pada semakin

   tinggi pendidikan dan pelatihan seseorang, maka semestinya orang

   yang bersangkutan semakin produktif. Dengan demikian, maka orang

   yang lebih produktif akan mendapatkan upah yang lebih besar. Inilah

   esensi human capital theory yang menjadi dasar penyelenggaraan

   pendidikan kejuruan.

          Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan yang

   menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang produktif dan dapat

   bekerja langsung di bidangnya setelah melalui pendidikan dan

   pelatihan berbasis kompetensi (Dirjen Dikdasmen, 2004:3). Dengan

   demikian, pembukaan program diklat di SMK harus responsif tehadap

   perubahan pasar kerja. Penyiapan manusia untuk bekerja bukan berarti

   menganggap manusia semata-mata sebagai faktor produksi, hal ini

   dikarenakan pembangunan ekonomi memerlukan kesadaran sebagai

   warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

c. Landasan Yuridis

          Peraturan perundang-undangan yang mendasari dan menjadi

   acuan dalam penyusunan kurikulum SMK edisi 2004 adalah :

   1) UUD 1945

            Undang-undang Dasar 1945 yang mengamanatkan kepada

      pemerintah, kaitannya dengan pendidikan nasional, yaitu: a) untuk

      mencerdaskan kehidupan bangsa, b) agar mengusahakan dan

      menyelenggarakan     satu   system   pendidikan   nasional   yang
                                                                         34


        meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam

        rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan

        undang-undang.

     2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang

        Sistem Pendidikan Nasional.

              Yaitu   berfungsi     mengembangkan        kemampuan     serta

        membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam

        rangka   mencerdaskan      kehidupan   bangsa,    bertujuan   untuk

        mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang

        beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhal

        mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga

        negara yang demokratis.

     3) Keputusan     Menteri     Pendidikan   dan   Kebudayaan       Nomor

        323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda

        pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

     4) Ketentuan-ketentuan lain (yang akan disusun) berkaitan dengan

        Sistem Pendidikan Nasional Indonesia pada umumnya dan

        Pendidikan Menengah Kejuruan pada khususnya.

2. Program

  a. Jenis Program Keahlian

             SMK menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat)

     berbagai program keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan

     lapangan kerja. Program keahlian tersebut dikelompokan menjadi

     bidang keahlian sesuai dengan kelompok bidang industri/ usaha/
                                                                          35


   profesi. Penamaan bidang keahlian dan program keahlian pada

   kurikulum SMK edisi 2004 yang dikembangkan mengacu pada nama

   bidang dan program keahlian yang berlaku pada kurikulum SMK edisi

   1999. Jenis keahlian baru diwadahi dengan jenis program keahlian

   baru atau spesialisasi baru pada program keahlian yang relevan. Jenis

   bidang dan program keahlian ditetapkan oleh Direktur Jenderal

   Pendidikan Dasar dan Menengah.

b. Substansi Pendidikan

             Substansi atau materi yang diajarkan di SMK disajikan dalam

   bentuk berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu bagi

   peserta     didik   dalam   menjalani     kehidupan        sesuai   dengan

   perkembangan jaman.

             Kompetensi yang dimaksud meliputi kompetensi-kompetensi

   yang dibutuhkan untuk menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan

   pekerja yang kompeten sesuai dengan standar kompetensi yang

   ditetapkan oleh industri/ dunia usaha/ asosiasi profesi.

c. Masa Pendidikan

             Masa pendidikan di SMK pada prinsipnya sama dengan masa

   pendidikan tingkat menengah lainnya yaitu 3 (tiga) tahun. Dengan

   mempertimbangkan keluasan dan jumlah kompetensi yang harus

   dipelajari, dan jika Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

   (SKKNI) menuntut masa pendidikan lebih dari tiga tahun, maka masa

   pendidikan dapat diperpanjang paling banyak 2 (dua) semester atau

   sampai dengan 4 (empat) tahun.
                                                                        36


3. Struktur Kurikulum

          Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh

   industri/ dunia usaha / asosiasi profesi, substansi diklat dikemas dalam

   berbagai matadiklat yang dikelompokan dan diorganisasikan menjadi

   program normative, adaptif, dan produktif.

   a. Program Normatif

             Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta

      didik sebagai pribadi yang utuh, yang memiliki norma-norma sebagai

      mahluk individu maupun sosial (anggota masyarakat), sebagai warga

      negara Indonesia maupun sebagai warga dunia. Program normatif

      diberikan agar peserta didik biasa hidup dan berkembang selaras dalam

      kehidupan pribadi, sosial, dan bernegara. Program normatif dijabarkan

      menjadi matadiklat yang memuat kompetensi-kompetensi tentang

      norma, sikap, dan perilaku yang harus diajarkan dan dilatihkan pada

      peserta didik.

  b. Program Adaptif

             Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta

      didik sebagai individu agar memiliki dasar yang kuat untuk

      berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan.

      Program adaptif memberi kesempatan kepada peserta didik untuk

      memahami dan menguasai konsep dan prinsip dasar keilmuan yang

      dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan atau melandasi suatu

      kompetensi untuk bekerja.
                                                                       37


          Program adaptif diberikan agar peserta didik tidak hanya

   memahami dan menguasai “apa” dan “bagaimana” suatu suatu

   pekerjaan yang dilakukan, tetapi memberi pemahaman dan penguasaan

   tentang “mengapa” hal tersebut harus dilakukan.

c. Program Produktif

          Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membekali peserta

   didik agar memiliki kompetensi standar atau kemampuan produktif

   pada suatu pekerjaan/keahlian tertentu yang relevan dengan tuntutan

   dan permintaan pasar kerja.

          Substansi pembelajaran terdiri dari 2 (dua) kelompok, yaitu : 1)

   substansi instruksional, dan 2 ) substansi noninstruksional.

   1)   Substansi Instruksional

             Substansi instruksional adalah substansi pembelajaran yang

        dirancang secara terstruktur dalam kurikulum dan dikemas dalam

        berbagai matadiklat yang dikelompokan dalam program normatif,

        adaptif, dan produktif. Pengorganisasian materi program normatif

        dan adaptif mengacu pada UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003

        pasal 37, yaitu berupa nama matadiklat. Sedangkan program

        produktif berupa nama kompetensi yang mengacu pada Standar

        Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

   2)   Substansi Noninstruksional

             Substansi noninstruksional berisi hal-hal yang dianggap

        penting dan perlu bagi peserta didik dan dirancang secara tidak

        terstruktur dalam kurikulum. Penyajiannya terintegrasi dengan

        substansi instruksional yang dituangkan pada saat merencanakan
                                                                           38


           strategi   pembelajaran   dan   penyusunan    modul.      Substansi

           noninstruksional   meliputi     pendidikan    kecakapan      hidup,

           kompetensi kunci, lingkungan hidup, dan isu-isu lain seperti

           muatan lokal, narkoba, dan pendidikan seks.

       Matadiklat pada SMK program keahlian akuntansi adalah sebagai

berikut:

       Tabel 1. Struktur kurikulum dalam 3 tahun (kelas 1, 2, 3)

                  Bidang Keahlian        : Bisnis dan Manajemen
                  Program Keahlian       : Akuntansi

 No                        MATADIKLAT                                     DURASI
 I     NORMATIF
 1.    Pendidikan Agama                                                     192
 2.    Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah                               288
 3.    Bahasa Indonesia                                                     192
 4.    Pendidikan Jasmani dan Olah Raga                                     288
 II    ADAPTIF
 1.    Matematika                                                           403
 2.    Bahasa Inggris                                                       550
 3.    Keterampilan Komputer dan pengelolaan Informasi                      203
 4.    Kewirausahaan                                                        192
 5.    Ekonomi                                                              112
 III   PRODUKTIF
 1.    Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan                             12
 2.    Bekerja sama dengan lingkungan sosial yang berbeda                   12
 3.    Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili                          30
 4.    Mengerjakan persamaan dasar akuntansi                                20
 5.    Mengelola bukti transaksi                                            30
 6.    Mengelola buku jurnal                                                70
 7.    Mengelola buku besar                                                 65
 8.    Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang            460
 9.    Mengelola administrasi kas bank                                      80
 10.   Mengelola administrasi dana kas kecil                                70
 11.   Mengelola order penjualan                                            40
 12.   Mengelola proses kredit                                              20
 13.   Mengelola kartu piutang                                              40
 14.   Mengelola penagihan piutang                                          60
 15.   Mengelola administrasi pembelian                                     60
 16.   Mengelola kartu utang                                                60
                                                                   39


 17.   Mengelola penerimaan barang supplies                          10
 18.   Mengelola kartu persediaan supplies                           16
 19.   Mengelola kartu persediaan barang dagangan                    30
 20.   Mengelola administrasi gudang                                 20
 21.   Mengelola aktiva tetap                                        80
 22.   Mengelola buku jurnal                                         70
 23.   Mengelola buku besar                                          65
 24.   Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang     460
 25.   Mengelola administrasi gaji dan upah                          80
 26.   Mengelola kartu biaya produksi                                45
 27.   Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan manufaktur          465
       JUMLAH                                                       4396
                 (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)


                    Tabel 2. Struktur kurikulum I tahun
              PROGRAM KEAHLIAN             : AKUNTANSI
              TINGKAT                      : I (SATU)


NO                        MATADIKLAT                               WAKTU

I.     PROGRAM NORMATIF
1.     Pendidikan Agama                                             80
2.     Pendidikan Kewarganegaraan                                   120
3.     Bahasa Indonesia                                             80
4.     Pendidikan Jasmani dan Olah Raga                             120
II.    PROGRAM ADAPTIF
1.     Matematika                                                   200
2.     Bahasa Inggris                                               200
3.     Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi              160
4.     Kewirausahaan                                                80
5.     Ekonomi                                                      80
6.     Mengetik Manual dan elektronik                               200
III.   PROGRAM PRODUKTIF
1.     Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan                     20
2.     Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang berbeda            20
3.     Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili                  40
                                                                  40


      Matadiklat Siklus Akuntansi :
4.    Mengerjakan persamaan dasar akuntansi
5.    Mengelola bukti transaksi
6.    Mengelola buku jurnal
7.    Mengelola buku besar
8.    Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang    480
9.    Mengelola administrasi kas bank
10.   Mengelola administrasi dana kas kecil
11.   Mengelola order penjualan
IV.   PROGRAM MUATAN LOKAL
1     Bimbingan dan penyuluhan                                     40
                                JUMLAH                             1920
                 (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)



                       Tabel 3. Struktur kurikulum 1 minggu

NO                          MATADIKLAT                            WAKTU
I.    PROGRAM NORMATIF
1.    Pendidikan Agama                                              2
2.    Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah                        3
3.    Bahasa Indonesia                                              2
4.    Pendidikan Jasmani dan Olah Raga                              3
II.   PROGRAM ADAPTIF
1.    Matematika                                                    5
2.    Bahasa Inggris                                                5
3.    Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi               4
4.    Kewirausahaan                                                 2
5.    Ekonomi                                                       2
6.    Mengetik Manual dan Elektronik                                5
                                                                      41


  III.   PROGRAM ADAPTIF
  1.        -   Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan
            -   Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang               2
                Berbeda
            -   Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili
  2.     Matadiklat Siklus Akuntansi :
            -   Mengerjakan persamaan dasar akuntansi
            -   Mengelola bukti transaksi
            -   Mengelola buku jurnal
            -   Mengelola buku besar                                    12
            -   Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan
                jasa dan dagang
            -   Mengelola administrasi kas bank
            -   Mengelola administrasi dana kas kecil
            -   Mengelola order penjualan
  3.     Bimbingan dan penyuluhan                                       1
         JUMLAH                                                         48
                 (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)


4. Pelaksanaan Pembelajaran

         Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara

  peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku

  ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut berbagai faktor yang

  mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam diri

  individu maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan.

  a. Kegiatan Pembelajaran

             Pelaksanaan pembelajaran adalah proses kegiatan belajar

       peserta diklat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan guna
                                                                    42


mencapai penguasaan kompetensi. Pembelajaran dapat dilaksanakan di

sekolah dan atau di dunia kerja (Dirjen Dikdasmen, 2004, Bag. III:16).

       Prosedur pelaksanaan pembelajaran di SMK merupakan

tatacara pembelajaran, pembimbingan, dan pelatihan yang dilakukan di

sekolah dan di dunia kerja. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah

merupakan realisasi pembelajaran program produkif yang ditekankan

pada penguasaan dasar-dasar keahlian yang luas, kuat, mendasar, dan

penguasaaan alat serta teknik bekerja yang tepat. Sedangkan

pelaksanaan pembelajaran di dunia industri (kerja) yaitu peserta yang

mengikuti pelatihan di industri adalah mereka yang memenuhi

persyaratan minimal yang telah ditetapkan, baik pada saat penerimaan

maupun pada saat pemilihan program diklat.

       Pelaksanaan pembelajaran dituangkan dalam bentuk kegiatan-

kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.

1) Kegiatan Kurikuler

           Merupakan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan

   struktur   kurikulum    dan   ditujukan   untuk   mengembangkan

   kompetensi peserta didik sesuai dengan bidang keahliannya.

   Kegiatan kurikuler dilakukan melalui kegiatan pembelajaran

   terstruktur sesuai dengan struktur kurikulum.

2) Kegiatan Ekstrakurikuler

           Merupakan kegiatan diklat di luar jam yang tercantum pada

   struktur kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan untuk

   pengembangan bakat dan minat serta untuk memantapkan
                                                                      43


      pembentukan kepribadian peserta didik, antara lain dapat berupa

      kepramukaan, usaha kesehatan sekolah, olah raga, palang merah,

      kesenian, kelompok debat, kegiatan sosial, penyelenggaraan

      kegiatan kesiswaan dan kemasyarakatan.

              Jenis kegiatan yang dipilih harus disesuaikan dengan

      kebutuhan dan kebermaknaan bagi peserta didik, keadaan dan

      kemampuan sekolah, serta situasi dan kondisi sosial, ekonomi,

      maupun budaya masyarakat dimana sekolah berada. Kegiatan

      tersebut dimaksudkan untuk lebih mengaitkan dan menerapkan

      kompetensi yang diperoleh pada program kurikuler dengan

      keadaan dan kebutuhan lingkungan guna              mengembangkan

      kepribadian peserta didik seutuhnya.

b. Pendekatan Pembelajaran

          Pembelajaran berbasis kompetensi harus menganut prinsip

   pembelajaran tuntas (mastery learning). Hal ini dimaksudkan agar

   peserta didik dapat menguasai sikap (attitude), ilmu pengetahuan

   (knowledge), dan keterampilan (skills).

          Untuk dapat belajar secara tuntas, perlu dikembangkan prinsip

   pembelajaran sebagai berikut :

   1). Learning by doing

      Yaitu belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata yang memberikan

      pengalaman     belajar   bermakna      dan   dikembangkan   menjadi

      pembelajaran berbasis produksi.
                                                                         44


   2). Individualized learning

      Yaitu pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap

      individu yang dilaksanakan dengan sistem modular.

          Mengingat lulusan SMK dapat bekerja sebagai wiraswastawan

   atau pegawai, maka pelaksanaan pembelajaran dengna pendekatan

   tersebut di atas dapat dilakukan melalui dua jalur alternatif, yaitu : 1)

   jalur kelas industri (employed) peserta didik belajar di sekolah dan

   berlatih   di   industri,   dan   2)   jalur   kelas   wiraswasta/mandiri

   (selfemployed) peserta didik belajar dan berlatih berwiraswasta di

   sekolah dan berusaha secara mandiri.

          Pemilihan model pembelajaran kelas industri atau kelas

   wiraswasta mempertimbangkan minat dan kemampuan peserta didik

   serta kondisi sekolah, industri, dan dunia kerja sekitar sekolah. Dalam

   hal ini yang paling menentukan adalah ada tidaknya kesempatan

   berwirausaha pada program keahlian yang diminati peserta didik.

c. Pola Penyelenggaraan

          Pendidikan di SMK dapat menerapkan berbagai pola

   penyelenggaraan pendidikan yang dapat dilaksanakan secara terpadu,

   yaitu pola pendidikan sistem ganda (PSG), multi entry-multi exit

   (MEME), dan pendidikan jarak jauh.

   1) Pola pendidikan sistem ganda (PSG)

              PSG adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola

      bersama-sama antara SMK dengan industri/asosiasi profesi sebagai
                                                                          45


         institusi pasangan (IP) mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan,

         evaluasi, dan sertifikasi. Durasi pelatihan di industri dilaksanakan

         selama 4 (empat) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun pada industri

         dalam dan atau luar negeri. Pola pendidikan sistem ganda ini

         diterapkan dalam proses penyelenggaraan SMK dalam rangka lebih

         mendekatkan mutu lulusan yang berkualitas sesuai dengan

         permintaan dari dunia industri/ usaha.

      2) Pola multi entry-multi exit

                 Pola multi entry-multi exit merupakan perwujudan konsep

         pendidikan dengan sistem terbuka yang diterapkan agar peserta

         didik   dapat   memperoleh     layanan    secara   fleksibel   dalam

         menyelesaikan pendidikannya. Dengan pola ini, peserta didik dapat

         mengambil program/ kompetensi di berbagai institusi pendidikan

         seperti SMK, lembaga kursus, diklat industri, politeknik, dan

         sebagainya. Oleh sebab itu, maka peserta didik di SMK dapat

         mengikuti pendidikan secara paruh waktu.

5. Evaluasi

          Evaluasi (penilaian) adalah penentuan nilai hasil pengukuran

   dinbandingkan   dengan    acuan     atau   standar   tertentu.   Sedangkan

   pengukuran adalah proses kuantifikasi atau pengumpulan bukti-bukti

   suatu gejala atau objek menurut aturan tertentu yang sdapat dilakukan

   baik dengan cara tes maupun nontes (Dirjen Dikdasmen, 2004:22).

          Penilaian hasil belajar peserta didik dalam sistem pembelajaran

   berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan proses penentuan untuk
                                                                      46


memastikan peserta didik apakah sudah kompeten atau belum. Selain itu,

penilaian hasil belajar juga merupakan bagian integral dari proses

pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik dalam

memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar secara

berkesinambungan.

       Pelaksanaan penilaian dapat dilakukan secara langsung pada saat

peserta didik melakukan aktivitas belajar, dan secara tidak langsung

melalui bukti-bukti hasil belajar (learning evidance) yang diperoleh

seorang peserta didik dengan kriteria kinerja (performance criteria) yang

ditetapkan pada standar kompetensi.

       Sesuai dengan pendekatan kompetensi yang digunakan dalam

pengembangan kurikulum SMK edisi 2004, maka sistem penilaian

menitikberatkan pada penilaian hasil belajar berbasis kompetensi

(competency based assesment) dengan ciri sebagai berikut :

1) Menggunakan      penilaian   acuan   patokan    (criterion   reference

   assesment).

2) Diberlakukan secara perseorangan (individualized).

3) Keberhasilan peserta didik hanya dikategorikan dalam bentuk

   kompeten dan belum kompeten.

4) Dilaksanakan secara berkelanjutan.

       Dalam pelaksanaannya penilaian hasil belajar peserta didik dapat

dibagi menjadi penilaian berbasis kelas (classroom based assesment) yang

berguna untuk mengukur tingkat penguasaan suatu kompetensi atau tahap

pembelajaran.
                                                                            47


   a) Penilaian Berbasis Kelas

                 Penilaian berbasis kelas adalah penilaian yang dilaksanakan

       oleh guru dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk :

       1. Memantau kegiatan dan kemajuan belajar peserta didik sebagai

          bahan masukan untuk perbaikan pembelajaran lebih lanjut.

       2. Menetapkan sistem pembimbingan guna membantu kelancaran

          dan keberhasilan belajar peserta didik.

       3. Menetapkan penyelesaian suatu tahap pembelajaran sebagai dasar

          untuk memutuskan kelanjutan pembelajaran tahap berikutnya.

   b) Penilaian Kompetensi

                 Penilaian kompetensi pada dasarnya merupakan penilaian

       sumatif terhadap ketuntasan pencapaian hasil belajar peserta didik

       setelah menyelesaikan satu unit kompetensi. Penilaian tersebut

       bertujuan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik dalam

       menguasai satu unit kompetensi.

                 Penilaian yang berkaitan dengan sertifikasi kompetensi

       dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen sesuai dengan

       keahliannya. Apabila lembaga ini belum tersedia, maka sekolah dapat

       bekerja sama dengan dunia industri/ industri terkait yang mempunyai

       kredibilitas untuk berperan sebagai pengganti lembaga sertifikasi.

6. Sertifikasi

   a. Ijazah

               Mengacu pada Undang-Undang Sisdiknas, maka SMK yang

      telah diakreditasi diberi wewenang untuk menyelenggarakan ujian dan
                                                                              48


        memberikan ijasah yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan

        Nasional kepada peserta didik yang dinyatakan lulus ujian. Ijasah ini

        digunakan sebagai pengakuan terhadap penyelesaian pada jenjang

        pendidikan SMK atau prestasi belajar yang telah diraih oleh peserta

        didik.

     b. Sertifikat Kompetensi

                 Sertifikat kompetensi diberikan kepada peserta didik yang lulus

        uji kompetensi yang diselenggarakan oleh SMK/ lembaga diklat yang

        terakreditasi   sebagai   penyelenggara    uji   kompetensi.   Sertifikat

        kompetensi tersebut diterbitkan oleh lembaga sertifikasi, asosiasi

        profesi, perusahaan/ industri, lembaga diklat yang memiliki kredibilitas

        dalam bidangnya, dan lembaga diklat yang diberi wewenang oleh

        lembaga sertifikasi.


C. Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK

        Arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan memiliki peran

  untuk menyiapkan peserta didik agar siap bekerja, baik bekerja secara

  mandiri (wiraswasta) maupun mengisi lowongan pekerjaan yang ada. Oleh

  karena itu, arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan diorientasikan

  pada pemenuhan permintaan pasar kerja.

        SMK sebagai salah satu institusi yang menyiapkan tenaga kerja,

  dituntut agar mampu menghasilkan lulusan sebagaimana yang diharapkan

  oleh dunia kerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia

  yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaannya, memiliki daya
                                                                         49


adaptasi dan daya saing yang tinggi. Atas dasar itulah, maka pengembangan

kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

kompetensi harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja.

       Pengembangan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan

kurikulum   berbasis   kompetensi    pada   dasarnya   merupakan     upaya

penyempurnaan terhadap kurikulum yang berlaku. Berdasarkan Dikmenjur

Depdiknas (2004) penyempurnaan kurikulum SMK edisi 2004 dirancang

sebagai :

1. Pengelompokan kembali program-program diklat (bidang dan program

   keahlian) berdasarkan kesamaan akar kompetensi untuk menentukan

   dasar-dasar keahlian dan keilmuan sejenis.

2. Tingkat keluwesan keahlian sangat ditentukan oleh keleluasaan bidang

   keahlian yang dijadikan dasar dalam pengembangan isi kurikulum.

   Makin lebar/ luas bidang keahlian dan keilmuan yang dijadikan dasar

   acuan, maka akan makin tinggi derajat keluwesannya, tetapi derajat

   kontekstualnya terhadap dunia kerja akan semakin rendah. Sebaliknya

   jika kontekstual dipertajam, maka tidak mungkin memberikan dasar-

   dasar yang lebih luas yang berarti derajat keluwesannya akan menurun.

   Atas dasar itulah, maka perluasan bidang keahlian dan dasar-dasar

   keilmuan disesuaikan dengan kebutuhan kontekstual pada masing-

   masing karakteristik lapangan kerja.

3. Perkuatan daya suai adaptabilitas tidak cukup dengan memperluas dasar-

   dasar keahlian, tetapi perlu didukung oleh kemampuan-kemampuan
                                                                          50


   generik yang lebih memungkinkan terjadinya proses interaksi individu

   dengan lingkungan yang lebih luas sebagai prasyarat untuk terjadinya

   pengembangan pribadi secara optimal. Oleh karena itu diperlukan

   peningkatan    dan    perkuatan       kompetensi-kompetensi   dasar   (key

   competencies) yang lebih luas.

4. Standarisasi program, yaitu bahwa penggunaan pendekatan kompetensi

   dimaksudkan agar SMK mampu menghasilkan tamatan yang memiliki

   kompetensi (kompeten), yaitu tamatan yang memiliki kemampuan

   sekaligus berkewenangan. Seseorang dapat dikatakan kompeten apabila

   memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan. Oleh karena

   itu penggunaan pendekatan kompetensi mengandung makna bahwa

   program pendidikan di SMK harus terstandar, mulai dari profil

   kompetensi, deskripsi program, bahan pembelajaran, penyelenggaraan

   program, evaluasi, dan sertifikasi.

5. Pentahapan pembelajaran, yaitu perlu pengorganisasian yang tegas

   mengenai materi atau isi kurikulum sesuai dengan kedudukannya,

   sehingga jelas mana yang bersifat dasar, keahlian, dan kontekstual. Hal

   ini akan sangat membantu dalam mengatur pentahapan pembelajaran

   (learning hierarchy), mulai dari penetapan materi dasar keahlian, lanjut

   keahlian, dan spesialisasi (paket keahlian).

6. Berbasis ganda, yaitu bahwa pendidikan di SMK harus berbasis ganda

   (school and industry based) dan tidak bisa hanya berbasis tunggal

   (school based). Dengan demikian, maka program pendidikan di SMK
                                                                              51


      harus dirancang dengan mempertimbangkan bahwa implementasinya

      dalam bentuk pendidikan sistem ganda (dual based program).

  7. Kegiatan ekstrakurikuler, yaitu bahwa tugas SMK menghasilkan tamatan

      yang terdidik sekaligus terlatih tidak seluruhnya dapat diprogramkan

      secara terstruktur dalam kurikulum. Oleh karena itu SMK diharapkan

      dapat mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian integral

      dari pelaksanaan diklat untuk mengembangkan aspek kedewasaan

      emosional peserta didik.


D. Administrasi dan Pelaporan Hasil

          Administrasi    dan    pelaporan   hasil   belajar   adalah   aktivitas

   mengadministrasikan seluruh data hasil belajar peserta didik dengan cara-cara

   yang dapat memudahkan penyimpanan, memeriksa, dan melaporkan data

   tersebut sesuai dengan tujuan masing-masing aktivitas (Dirjen Dikdasmen,

   2004, Bag. III:24).

          Administrasi dan pelaporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan

   untuk : 1) mencatat, menyimpan, dan memelihara data hasil belajar peserta

   didik secara cermat, akurat, aman, dan mudah digunakan, 2) menyediakan

   informasi tentang kemajuan dan prerstasi belajar bagi kepentingan pembinaan

   dan pengembangan peserta didik dalam bentuk/format yang sesuai dengna

   kepentingannya, dan 3) menginformasikan kemajuan dan prestasi hasil

   belajar peserta didik kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bagian

   pertanggung jawaban sekolah dalam rangka akuntabilitas penyelenggaraan

   pendidikan dan pelatihan.
                                                                             52


        Hasil penilaian didokumenkan dalam berbagai bentuk, yaitu dapat

berupa laporan penilaian seperti buku laporan (rapor), paspor keterampilan

(skill passport), leger, transkip, dan ijazah.

1. Buku laporan (Rapor)

            Buku laporan (rapor) berisi informasi hasil belaajr peserta didik

    yang memberi gambaran secara rinci tentang pencapaian kompetensi pada

    tahap waktu pembelajaran tertentu. Buku laporan berisi tentang identitas

    sekolah, identitas peserta didik, nilai hasil belajar matadiklat, pengesahan

    oleh guru pembimbing diketahui oleh orang tua/ wali murid, dan legalitas

    kepala sekolah.

2. Paspor keterampilan (Skill Passport)

            Skill passport dimaksudkan untuk menginformasikan kompetensi/

    sub kompetensi yang telah dicapai dan menginformasikan kepada dunia

    kerja atau pihak lain yang terkait tentang riwayat pencapaian kompetensi/

    sub kompetensi yang dikuasai pemegangnya sebagai bukti dan bahan

    pertimbangan bagi lapangan kerja.

            Skill passport minimal berisi komponen-komponen seperti

    identitas pemegang, identitas sekolah, nama program keahlian, penjelasan

    tentang skill passport, daftar kompetensi dan sub kompetensi, serta

    pencapaian dan legalitas.

3. Leger

            Leger merupakan buku yang berisi informasi pencapaian hasil

    belajar peserta didik dalam satu kelas yang memberi gambaran secara
                                                                         53


   rinci tentang penguasaan kompetensi dan catatan pribadi dalam satu

   tahun. Leger ini diimaksudkan untuk merekam perkembangan kemajuan

   belajar peserta didik dan memberi informasi tentang keadaan hasil belajar

   peserta didik dalam satu kelas.

4. Transkip

            Transkip merupakan kumpulan laporan pencapaian hasil belajar

   pada akhir pendidikan yang memberikan gambaran secara rinci dan

   menyeluruh kompetensi dan prestasi peserta didik selama proses

   pendidikan. Transkip dimaksudkan untuk memberi penjelasan secara rinci

   prestasi peserta didik pada akhir pendidikan. Transkip ini berisi

   komponen-komponen seperti identitas sekolah, identitas peserta didik,

   nilai hasil belajar matadiklat yang dinyatakan dalam angka dan huruf,

   serta pengesahan dan cap oleh kepala sekolah.

5. Ijazah

            Ijazah merupakan keterangan pengakuan penyelesaian suatu

   jenjang pendidikan sekaligus tanda kelulusan yang diberikan setelah

   peserta didik menyelesaikan seluruh program pendidikan jenjang SMK

   dan lulus ujian yang diselenggarakan pada akhir pendidikan. Ijazah

   dimaksudkan untuk memberikan pengakuan bahwa yang bersangkutan

   telah menyelesaikan program dan lulus jenejang pendidikan SMK.
                                                                                   54


                                     BAB III

                        METODOLOGI PENELITIAN


A. Desain Penelitian
          Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan

   menggunakan metode deskripsi, yaitu dengan menggambarkan keadaan dan

   memecahkan masalah yang sedang berlangsung. Dengan pendekatan ini

   diharapkan peneliti dapat menghasilkan data yang deskriptif yang nantinya

   dituangkan dalam bentuk laporan dan uraian, jadi tidak mengutamakan angka-

   angka statistik.

          Istilah penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor        (1975:25)

   yang dikutip oleh Moleong (2002:3) mendefinisikan “Metodologi Kualitatif”

   sebagai prosedur pemilihan yang menghasilkan data dan deskriptif berupa

   kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.

          Penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk menguji hipotesis tetapi

   berusaha mengumpulkan data empiris, dari data tersebut ditemukan pola-pola

   yang mungkin dapat dikembangkan menjadi teori.

          Disamping untuk memberikan gambaran secara objektif tentang

   realitas di lapangan, deskripsi disini tidak terbatas pada pengumpulan data dan

   penyusunan data saja, melainkan meliputi analisis tentang arti data tersebut.

          Pendekatan kualitatif menurut Bodgan dan Biklen yang diterjemahkan

   oleh Munandar (1990:33–36) memiliki 5 sifat yaitu :

   1. Pendekatan kualitatif mempunyai latar belakang alami, karena sebagai alat

       terpenting adanya sumber data yang langsung di lapangan perisetnya.

   2. Pendekatan kualitatif bersifat deskriptif.

   3. Pendekatan kualitatif lebih memperhatikan proses daripada hasil atau

      produk semata.
                                       54
                                                                             55


   4. Periset kualitatif cenderung menganalisis datanya secara induktif.
   5. Makna merupakan bagiana yang esensial untuk rancangan kualitatif.
          Dengan pendekatan kualitatif maka penelitian ini bertujuan untuk
   melihat gambaran secara obyektif dan menguraikan keadaan atau fenomena
   tentang pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui
   kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK
   Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen.


B. Lokasi Penelitian
          Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sekolah Menengah

   Kejuruan Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek), yang beralokasi di Jalan

   Merbabu No. 64 Wero Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Lokasi ini

   dipilih karena peneliti berasal dari Kebumen, dan kebetulan peneliti juga

   merupakan alumni dari SMK tersebut. Dengan demikian, maka antara peneliti

   dan pihak SMK Yapek Gombong Kebumen terjalin hubungan familier. Di

   samping itu, peneliti juga ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan

   implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum

   berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.


C. Informan Penelitian
          Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan

   informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian (Moleong, 2002:90).

   Dalam penelitian kualitatif, keberadaan informan penelitian sebagai informasi

   kunci yang akan diwawancarai secara mendalam sangat dibutuhkan. Oleh

   karena itu, sebagai informan penelitian pada penelitian ini adalah kepala

   sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru matadiklat siklus

   akuntansi dan siswa-siswi yang sedang menempuh mata pelajaran siklus

   akuntansi.
                                                                           56


1. Kepala Sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen
   Peneliti memilih kepala sekolah sebagai informan penelitian karena tugas
   kepala sekolah adalah selaku penanggung jawab dari kegiatan pelaksanaan
   kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis
   kompetensi.     Kepala   sekolah   juga   berperan   sebagai   dinamisator,
   organisator, administrator dan supervisor yang mengelola pelaksanaan
   kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis
   kompetensi. Dengan demikian, maka kepala sekolah dapat dimintai
   keterangan tentang perannya dalam memperdayakan seluruh aspek
   kependidikan yang menyangkut fasilitas, sarana dan prasarana sekolah
   guna mendukung terlaksananya penerapan kurikulum SMK edisi 2004
   melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.
   Selain itu, peneliti juga dapat memperoleh informasi dari kepala sekolah
   mengenai tenaga pengajar, proses pembelajaran, ragam kegiatan belajar,
   waktu belajar, pendukung belajar dan guru yang mengelola proses
   pembelajaran.
2. Wakil kepala sekolah bagian kurikulum SMK Yapek Gombong Kebumen
   Wakil kepala sekolah bagian kurikulum dijadikan informan penelitian
   karena tugas dan wewenang dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum
   adalah mengatur, mengelola, dan menyesuaikan kurikulum yang hendak
   diterapkan dalam sekolah tersebut. Dengan demikian, maka peneliti dapat
   memperoleh informasi dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum
   mengenai penerapan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan
   KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek
   Gombong Kebumen.
3. Guru matadiklat siklus akuntansi
   Tugas dari seorang guru bidang studi adalah sebagai pelaksana kegiatan
   belajar mengajar. Untuk mengetahui proses belajar mengajar dengan
   kkkkk
                                                                         57


   menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK,
   khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong
   Kebumen, maka peneliti sangat memerlukan informasi dari guru bidang
   studi yang bersangkutan. Oleh karena itu, disamping kepala sekolah dan
   wakil kepala sekolah bagian kurikulum, peneliti juga memilih guru
   matadiklat siklus akuntansi sebagai informan penelitian.
4. Siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen

   Selain kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, dan guru

   mata pelajaran siklus akuntansi, siswa-siswi SMK Yapek Gombong

   Kebumen khususnya yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi

   juga perlu dijadikan sebagai informan penelitian. Dalam penelitian ini

   siswa-siswi yang dijadikan informan penelitian hanya sebagian saja, yaitu

   dari tiap-tiap kelas diambil 2 siswa yang merupakan siswa berprestasi.

   Sedangkan di SMK Yapek Gombong Kebumen siswa-siswi yang

   mendapatkan matadiklat siklus akuntansi adalah semua siswa-siswi yang

   duduk di tingkat I program keahlian akuntansi, dan untuk tingkat satunya

   ada 3 kelas. Dengan demikian, siswa-siswi yang dijadikan informan

   penelitian sebanyak 6 siswa. Dari ke-6 informan ini dapat ditanya

   mengenai bagaimana siswa-siswi dalam menerima pelajaran siklus

   akuntansi yang penerapannya menggunakan kurikulum SMK edisi 2004

   yang berpendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.

      Dari informan penelitian yang telah dipilih oleh peneliti, diharapkan

dapat memberikan segala informasi yang diperlukan guna memecahkan

permasalahan yang ada dalam penelitian ini. Dalam mengumpulkan data/

informasi dari masing-masing informan, peneliti dapat melakukannya secara
                                                                               58


   bebas dan tidak terbatas waktu. Artinya, bahwa peneliti dalam meminta

   keterangan dari masing-masing informan tidak terikat alur urutan jabatan,

   tetapi tergantung pada situasi, kondisi, kebutuhan peneliti, dan dapat

   dilakukan kapan saja dengan catatan selama tidak mengganggu jam-jam

   kesibukan para informan. Dengan demikian, apabila pada suatu saat peneliti

   meminta keterangan pada masing-masing informan dan ternyata mengalami

   kegagalan, maka peneliti dapat meminta keterangan dilain hari selama jangka

   waktu penelitian.


D. Tahap-tahap Penelitian dan Jadwal Waktu Penelitian

          Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lebih

   mengacu       pada   perspektif   fenomenologis.   Peneliti   dalam   pandangan

   fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya

   terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu (Moleong, 2002:9).

          Dilihat dari jenisnya, penelitian ini digolongkan pada jenis penelitian

   deskriptif yang bersifat eksploratif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk

   menggambarkan keadaan atau status fenomena.

          Selama melakukan penelitian, peneliti merupakan instrumen utama.

   Oleh karena itu seyogyanya, menurut Bogdan dan Biklen (1982) dalam

   (Utanto, 2002:47) peneliti menyesuaikan diri dengan memahami kenyataan di

   lapangan. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan di lapangan, peneliti

   melakukan wawancara dengan informan, yaitu kepala sekolah, wakil kepala

   sekolah bagian kurikulum, guru matadiklat siklus akuntansi, dan siswa-siswi

   yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi yang sesuai dengan tujuan

   penelitian.
                                                                            59


       Tahap-tahap yang ditempuh dalam penelitian ini terdiri dari persiapan

penelitian sampai dengan pelaksanaan penelitian. Menurut Moleong

(1988:85), tahap-tahap penelitian yang telah disesuaikan dengan keadaan

Indonesia adalah :

a. Tahap pra lapangan, yaitu meliputi menyusun rancangan penelitian,

    memilih lapangan penelitian, mengurus perijinan, menjajagi dan menilai

    keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan informan, menyiapkan

    perlengkapan penelitian dan persoalan etika penelitian.

b. Tahap pekerjaan lapangan, yaitu meliputi memahami latar penelitian dan

    persiapan diri,    memasuki lapangan,      dan berperan serta     sambil

    mengumpulkan data.

c. Tahap analisis data, yaitu meliputi konsep dasar analisis data, menemukan

    tema dan perumusan hipotesis, dan menganalisis berdasarkan hipotesis.

       Tahap-tahap penelitian yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut :

a. Penelitian pra lapangan

   1) Menyusun rancangan penelitian yang sering kita kenal dengan sebutan

        proposal penelitian. Pada tahap awal, tema penelitian terlebih dahulu

        diajukan kepada tim penyeleksi tema di tingkat jurusan untuk

        mendapatkan persetujuan tema. Selanjutnya tema yang telah disetujui

        disusun dalam bentuk proposal penelitian dan diserahkan kepada

        dosen pembimbing I dan II untuk mendapatkan bimbingan dan

        persetujuan.
                                                                           60


2) Memilih lapangan penelitian. Berkaitan dengan tema penelitian yaitu

   pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi,

   maka lembaga yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah SMK

   Yapek Gombong Kebumen.

3) Mengurus perijinan. Pada tahap awal, perijinan penelitian dilakukan

   secara lisan, selanjutnya setelah Bab I, II, dan III skripsi disetujui oleh

   masing-masing dosen pembimbing kemudian perijinan penelitian

   dilakukan secara formal antara lembaga yang menaungi peneliti yaitu

   UNNES dengan Yayasan SMK Yapek Gombong Kebumen.

4) Menjajagi dan menilai keadaan lapangan. Kegiatan ini selain

   dilakukan pada saat memilih lapangan penelitian, dilakukan juga pada

   saat peneliti hampir memasuki lapangan penelitian.

5) Memilih dan memanfaatkan informan penelitian. Informan penelitian

   dipilih dengan cara purposive sample dan dimanfaatkan sesuai dengan

   tujuan pengungkapan data penelitian. Informan penelitian merupakan

   orang-orang yang terkait dalam instansi yang digunakan sebagai

   tempat penelitian, seperti : kepala sekolah, wakil kepala sekolah

   bagian kurikulum, guru matadiklat siklus akuntansi, dan siswa-siswi

   yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi.

6) Menyiapkan kelengkapan penelitian. Perlengkapan penelitian yang

   dipersiapkan antara lain peralatan tulis sebagai peralatan catatan

   lapangan, alat perekam, kamera, garis besar materi wawancara, dan

   panduan observasi.
                                                                           61


   7) Etika penelitian. Dalam penelitian kualitatif, peran keterlibatan

       peneliti sangat dibutuhkan, oleh sebab itu etika peneliti harus selalu

       diperhatikan, sehingga perasaan empati dan kekeluargaan dapat

       terjalin baik dengan konsisten pada tujuan penelitian.

b. Tahap pekerjaan lapangan

   1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri. Pada tahapan ini,

       peneliti diharapkan berusaha untuk melakukan interaksi awal,

       mempelajari kembali proposal serta memperdalam dan memperluas

       kajian literatur penelitian. Dengan adanya persiapan yang matang,

       maka pelaksanaan penelitian dapat dilakukan secara efektif dan

       efesien.

   2) Memasuki lapangan. Setelah seluruh persiapan intern maupun ekstern

       peneliti terpenuhi, kemudian peneliti dapat memulai memasuki

       lapangan penelitian secara proporsional.

   3) Berperan serta sambil mengumpulkan data. Adanya perasaan empati

       dan kekeluargaan antara peneliti dengan informan penelitian di SMK

       Yapek Gombong Kebumen dapat memberi kemudahan bagi peneliti

       untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan di SMK tersebut.

       Peneliti dapat secara langsung melakukan wawancara, dokumentasi,

       maupun observasi. Dalam melakukan wawancara, dokumentasi, dan

       observasi peneliti dapat melakukannya secara bebas (tidak terikat alur

       urutan jabatan), tetapi tergantung pada situasi, kondisi, dan kebutuhan

       peneliti.
                                                                             62


   c. Tahap Analisis Data

      Ada banyak cara yang dapat diikuti oleh para peneliti dalam menganalis

      data. Menurut Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20) salah satu

      cara yang dianjurkan ialah mengikuti langkah-langkah analisis data yang

      umum digunakan, yaitu : (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3)

      display data, (4) mengambil kesimpulan atau verifikasi. Mengenai tahapan

      analisis data akan dibahas lebih lanjut secara luas pada sub G tentang

      proses pencatatan dan teknik analisis data.

         Jadwal penelitian yang direncanakan oleh peneliti ada dua tahap, yaitu

  tahap-1 dimulai tanggal 15 Juli sampai dengan 30 Agustus 2004 dan tahap ke-

  2 dimulai setelah Bab I, II, dan III disetujui oleh dosen pembimbing I dan II.

  Peneliti memilih dua tahap dalam melakukan penelitian di lapangan karena

  pada pelaksanaan tahap I merupakan tahun ajaran baru dan proses belajar

  mengajar baru dimulai, sehinggga peneliti dapat memperoleh informasi dari

  para informan secara langsung mulai dari awal tahun ajaran baru 2004/2005.

  Sedangkan pada tahap II peneliti memilih waktu tersebut karena peneliti

  sambil menunggu bimbingan skripsi dari Bab I, II, dan III yang harus disetujui

  terlebih dahulu oleh dosen pembimbing I dan II.


E. Teknik Pengumpulan Data

         Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menempatkan peneliti

  sebagai instrumen penelitian yang utama, agar peneliti dapat menyelami dan

  memahami realitas sosial di lapangan yang dijumpai (Bogdan & Biklen, 1982;

  Guba & Lincoin, 1985). Dalam kegiatan ini peneliti dilengkapi dengan alat

  perekam mini, catatan kecil, dan dokumentasi fotografi. Ini bisa dilakukan

  setelah peneliti dapat diterima, dipercaya dan bisa menjalin hubungan baik

  dengan para responden.
                                                                           63


         Pengumpulan data dilakukan berulang-ulang dalam beberapa tahap

berdasarkan perkembangan yang muncul sehubungan dengan jawaban-jawaban

atas suatu pertanyaan. Observasi dan wawancara merupakan dua teknik

pengumpulan data yang digunakan sekaligus, sedangkan dokumentasi digunakan

untuk mengumpulkan data tentang beberapa kegiatan yang berhubungan dengan

situasi pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi pada mata pelajaran siklus

akuntansi.

         Berikut dipaparkan pengunaan masing-masing metode pengumpul

data :

1.   Metode Observasi

             Merujuk pendapat Audrey True (1983) dalam Nugroho (1993:18),

     observasi adalah kegiatan mengamati sesuatu tanpa mempengaruhi dan

     secara simultan mencatat atau merekamnya untuk bahan analisis. Disitu

     tekandung pengertian bahwa peneliti sebagai instrumen penelitian harus

     peka dalam mengamati segala sesuatu, dan mampu merekam/mencatat

     segala hal yang menjadi fokus pengamatannya. Syarat yang harus dipenuhi

     dalam penggunaan teknik ini adalah tidak boleh mempengaruhi hal-hal

     yang diobservasi seperti apa yang dikendaki observer.

             Pada tahap ini peneliti mengamati langsung di sekolah yang telah

     dijadikan tempat penelitian. Awal dari tahap ini yaitu peneliti melakukan

     sosialisasi untuk menanamkan rasa saling percaya antara peneliti dengan

     kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru bidang studi,

     dan siswa yang akan diteliti.
                                                                             64


            Setelah terbina hubungan baik dan saling percaya antara peneliti

     dengan pihak-pihak informan, selanjutnya peneliti mengamati kondisi sekolah

     yang meliputi kondisi fisik dan kondisi non fisik, yaitu menyangkut

     ketersediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar

     mengajar.

            Selain itu, observasi dilakukan dengan mengamati situasi pelaksanaan

     kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus

     akuntansi dan mengamati kegiatan guru-guru yang sedang melaksanakan

     proses pembelajaran, dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan

     kurikulum berbasis kompetensi. Hal-hal yang diobservasi meliputi: waktu

     pelaksanaan, implementasi hasil dan evaluasi pelaksanaan kurikulum SMK

     edisi 2004 yang berbasis kompetensi yang diterapkan di SMK Yapek

     Gombong Kebumen, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.

            Setiap data dan informasi yang diperoleh melalui teknik observasi

     ini akan selalu didokumentasikan dalam catatan lapangan, hal ini bertujuan

     untuk menghindari tercecernya data-data yang telah diperoleh saat di

     lapangan. Catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang

     didengar, dilihat, dialami, dan dipikirkan.

2.   Wawancara

            Penelitian ini bersifat kualitatif, maka wawancara merupakan

     teknik yang penting. Banyak fenomena sosial        di lapangan yang sulit

     dijaring melalui angket dan sejenisnya, sehingga penggunaan wawancara

     menjadi sangat cocok karena mampu mengorek kedalaman peristiwa

     maupun setting sosial yang menjadi bingkai terjadinya peristiwa tersebut.
                                                                     65


       Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah

bentuk wawancara mendalam dengan menggunakan teknik wawancara

berencana (standar interview) dan wawancara tanpa rencana (under

standardized interview). Menurut Tim Pengembangan MKDK IKIP

Semarang (1989:104), wawancara berencana adalah suatu bentuk

wawancara dengan merumuskan terlebih dahulu semua aspek-aspek yang

akan dipertanyakan ke dalam suatu daftar, sehingga saat pelaksanaannya

berfungsi sebagai pedoman wawancara. Sedangkan wawancara tak

berencana hanya sebagai teknik pelengkap apabila pewawancara merasa

bahwa data yang diperoleh dari teknik lain belum memadai.

       Dalam penelitian ini, wawancara dilaksanakan secara berencana

terhadap informan-informan yang telah ditentukan di atas tentang hal-hal

yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang

berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. Adapun bahan-

bahan yang menjadi bahan wawancara meliputi : persiapan, makna

pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada

matadiklat akuntansi, waktu pelaksanaan, peran kepala sekolah, wakil

kepala sekolah bagian kurikulum, guru matadiklat siklus akuntansi, dan

siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi dalam

menyikapi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi,

implementasi hasil, dan proses belajar mengajar yang baik., khususnya

pada matadiklat siklus akuntansi.
                                                                              66


3.   Metode Dokumentasi

            Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang

     tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki

     benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-

     peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya (Suharsimi Arikunto,

     1998:148).

            Metode dokumentasi ini adalah mencari data mengenai hal-hal atau

     catatan, transkip, buku, agenda dan sebagainya untuk melengkapi data-

     data yang belum terambil melalui pengisian-pengisian kuesener atau

     dalam mengamati perangkat dokumen yang berkaitan dengan ketentuan

     pelaksanaan proses pembelajaran yang berorientasi pada kurikulum

     berbasis kompetensi.

            Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini dengan alasan: 1)

     selalu tersedia di kantor/lembaga, 2) dokumen merupakan sumber data

     yang stabil, mudah didapat dan digunakan, 3) data/informasi yang ada

     pada dokumen bersifat faktual dan realistis dalam arti memuat apa adanya

     tentang hal-hal yang didokumentasikan.

            Pelaksanaan metode dokumentasi dengan menyelidiki administrasi

     kepala sekolah dan foto kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan

     kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

     kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong

     Kebumen.
                                                                                 67


F. Sumber Data

          Data merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam suatu

   penelitian. Untuk mengumpulkan data-data mengenai implementasi kurikulum

   SMK edisi 2004 melalui kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat

   siklus akuntasi di SMK Yapek Gombong Kebumen penulis menggunakan data

   yang berasal dari :

   1. Data Primer

              Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden,

      yaitu dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru-guru

      mata pelajaran siklus akuntansi SMK Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten

      Kebumen, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kurikulum berbasis

      kompetensi dari Depdiknas.

   2. Data Sekunder

              Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan

      dipakai untuk melengkapi data-data primer. Dalam penelitian ini penulis

      memperoleh data sekunder dari dokumen, catatan-catatan rapat kerja dinas

      yang penting tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan

      kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi.


G. Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data

   1. Proses pencatatan Data

              Kegiatan yang tidak kalah penting dan perlu diperhatikan oleh

      seorang peneliti dalam usaha mengumpulkan informasi adalah proses

      pencatatan data. Alat penelitian penting yang akan digunakan dalam
                                                                       68


pengumpulan data ialah catatan lapangan (field notes), yaitu catatan yang

dibuat    oleh   peneliti   sewaktu   mengadakan    pengamatan/observasi,

wawancara, dokumentasi maupun menyaksikan suatu kejadian tertentu.

Catatan lapangan dalam bentuk kata-kata kunci, singkatan, pokok-pokok

utama saja, kemudian dilengkapi dan disempurnakan.

         Pada saat melakukan proses pencatatan lapangan, peneliti berusaha

mengikuti pedoman yang telah dirumuskan oleh Bogdan dan Moleong

(2002:101) antara lain : a) buatlah catatan secepatnya, jangan menunda-

nunda pekerjaan, sebab makin ditunda pekerjaan, maka makin sulit data

diingat dan kemungkinan data hilang akan semakin besar, b) buatlah garis

besar yang berisi judul-judul tentang sesuatu yang ditemui dalam suatu

pengamatan atau wawancara yang cukup lama dilakukan, c) apa yang

dikatakan atau yang telah diamati sering terlupakan setelah beberapa hari

berlalu, jika teringat segeralah dicatat kembali.

         Pada dasarnya peneliti tidak dapat melakukan dua pekerjaan

sekaligus. Peneliti tidak mungkin melakukan pengamatan sambil membuat

catatan yang baik, dan tidak dapat pula membuat catatan yang baik sambil

mengadakan wawancara secara mendalam dengan seseorang. Dengan

dasar kenyataan tersebut, penggunaan alat-alat perekam kejadian, yaitu

tape recorder maupun kamera sebagai alat dokumentasi dipilih untuk

mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Penggunaan peralatan tersebut

sebagai pencatat data mempunyai keuntungan antara lain dapat diamati

dan didengar secara berulang, sehingga apa yang diragukan dalam

penafsiran data dapat dicek secara langsung, dan dapat memberikan dasar
                                                                            69


   yang kuat tentang apa yang dikatakan oleh peneliti itu benar-benar terjadi

   dan dapat dicek kembali dengan mudah.

2. Teknik Analisis Data

           Menurut Patton dalam Moleong (2002:103) analisis data adalah

   proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola,

   kategori dan suatu uraian dasar. Sedangkan Bogdan dan Taylor

   mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha formal untuk

   menentukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan

   oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada

   hipotesis itu.

           Analisis data dilakukan secara induktif, yaitu dimulai dari lapangan

   atau fakta empiris dengan cara terjun ke lapangan, mempelajari,

   menganalisis, menafsir dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada

   di lapangan. Analisis data di dalam penelitian kualitatif dilakukan

   bersamaan dengan proses pengumpulan data.

           Menurut Miles dan Hoberman dalam Rachman (1999:120), bahwa

   peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan

   hasil observasi dan wawancara di lapangan. Adapun tahapan analisis data

   sebagai berikut :

   a. Pengumpulan data

               Peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya

       sesuai dengan hasil observasi dan interview di lapangan.

   b. Reduksi data

               Yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian.

       Data yang diperoleh dalam lapangan ditulis dalam bentuk uraian terinci
                                                                        70


yang akan terus bertambah sejalan bertambahnya waktu penelitian, oleh

sebab itu laporan tersebut perlu direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang

pokok, difokuskan pada hal yang penting, dan dicari tema atau polanya.

Disamping itu, laporan sebagai bahan mentah juga perlu disingkatkan

direduksi, dan disusun lebih sistematis sehingga lebih mudah

dikendalikan.

       Langkah selanjutnya adalah menyusun data hasil reduksi dalam

bentuk satuan-satuan. Satuan itu tidak lain adalah bagian terkecil yang

mengandung makna yang bulat dan dapat berdiri sendiri terlepas dari

bagian yang lain. Menurut Licoln dan Guba (1985:345) karakteristik ada

dua, yaitu pertama satuan itu harus “heuristic” artinya mengarah pada

suatu pengertian atau tindakan yang diperlukan oleh peneliti atau akan

dilakukannya, dan satuan itu hendaknya juga menarik. Kedua, satuan itu

hendaknya merupakan “sepotong” informasi kecil yang dapat berdiri

sendiri, artinya satuan itu harus dapat ditafsirkan tanpa informasi

tambahan selain pengertian umum dalam konteks latar penelitian

(Moleong, 2002:192).

       Setelah seluruh data penelitian telah tersusun dalam satuan-

satuan, langkah penelitian selanjutnya adalah melakukan kategorisasi.

Kategori disini tidak lain adalah salah satu tumpukan dari seperangkat

tumpukan yang disusun atas dasar pikiran, intuisi, pendapat ataupun

kriteria tertentu. Selanjutnya Licoln dan Guba dalam Moleong (2002:

347–351) menguraikan kategori sebagai berikut : tugas pokok

kategorisasi adalah 1) mengelompokan kartu-kartu yang telah dibuat
                                                                         71


     ke dalam bagian-bagian isi yang secara jelas berkaitan, 2) merumuskan

     aturan yang menguraikan kawasan kategori dan yang akhirnya dapat

     digunakan untuk menetapkan inkluisi setiap kartu pada kategori, 3)

     menjaga agar setiap kategori yang telah disusun satu dengan lainnya

     mengikuti prinsip taat asas.

c.   Penyajian data (display data), yaitu sekumpulan informasi tersusun yang

     memberikan     kemungkinan     adanya   penarikan    kesimpulan    dan

     pengambilan tindakan. Dalam pelaksanaan penelitian penyajian-penyajian

     data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis

     kualitatif yang valid. Untuk menampilkan data-data tersebut agar lebih

     menarik maka diperlukan penyajian yang menarik pula. Dalam penyajian

     ini dapat dilakukan melalui berbagai macam visual, misalnya gambar,

     grafik, chart network, diagram, matrik, dan sebagainya (Milles dan

     Hoberman, 1992:17).

d. Pengambilan keputusan atau verifikasi, yaitu data-data dari hasil

     penelitian setelah direduksi, disajikan langkah terakhir adalah

     kesimpulan-kesimpulan. Hasil dari data-data yang telah didapatkan dari

     laporan penelitian selanjutnya digabungkan dan disimpulkan serta diuji

     kebenarannya. Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari satu

     kegiatan konvigurasi yang utuh, sehingga kesimpulan-kesimpulan juga

     diverifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi data yaitu

     pemeriksaan tentang besar dan tidaknya hasil laporan penelitian.

     Kesimpulan adalah tinjauan ulang pada catatan di lapangan atau

     kesimpulan dapat ditinjau sebagai makna-makna yang muncul dari data
                                                                       72


   yang harus diuji kebenarannya, kekokohannya dan kecocokannya, yaitu

   yang merupakan validitasnya (Milles dan Hoberman, 1992:19).

       Sejak semula peneliti berusaha mencari makna dari data yang

diperoleh. Untuk itu peneliti berusaha mencari pola, model, tema,

hubungan, persamaan, hal-hal yang sering muncul, hipotesis, dan

sebagainya.

       Tahapan analisis data kualitatif tersebut dapat dilihat dalam bagan

di bawah ini :

              Bagan 1. Tahapan analisis data kualitatif

                              PENGUMPULAN DATA




   REDUKSI DATA                                             SAJIAN DATA



                                   PENGAMBILAN
                                  KEPUTUSAN ATAU
                                     VERIFIKASI


     Sumber : Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20)


       Keempat komponen tersebut saling mempengaruhi dan terkait.

Pertama-tama peneliti di lapangan dengan mengadakan wawancara atau

observasi yang disebut tahap pengumpulan data. Karena data yang

dikumpulkan banyak, maka perlu diadakan reduksi data. Setelah direduksi

kemudian diadakan sajian data, selain itu pengumpulan data juga

digunakan untuk penyajian data. Apabila ketiga tahapan tersebut selesai

dilakukan, maka diambil suatu keputusan atau verifikasi.
                                                                                  73


H. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

           Keabsahan suatu data dapat dilakukan dengan teknik pemeriksaan yang

   didasarkan atas kriteria tertentu. Menurut Moleong (2002:173) ada empat kriteria

   dalam teknik pemeriksaan data, yaitu : 1) derajat kepercayaan (credibility), 2)

   keteralihan (transferability), 3) kebergantungan (dependability), dan 4) kepastian

   (confirmability).

           Adapun teknik yang digunakan untuk membuktikan kebenaran data yaitu

   melalui ketekunan pengamatan di lapangan, triangulasi, pengecekan dengan teman

   sejawat, kajian terhadap kasus-kasus negatif, referensi yang memadai, dan

   pengecekan anggota. Dalam penelitian ini, untuk membuktikan keabsahan data,

   maka peneliti menggunakan teknik triangulasi.

           Triangulasi   adalah   teknik    pemeriksaan    keabsahan    data   yang

   memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan

   dan perbandingan terhadap data itu (Moleong, 2002:178). Denzim (dalam

   Moleong, 2002:178) membedakan triangulasi menjadi empat macam yaitu :

   sumber, metode, penyidik, dan teori. Dalam hal ini proses triangulasi yang

   digunakan oleh peneliti adalah triangulasi sumber, yang berarti membandingkan

   dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui

   waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif (Patton dalam Lembaran

   Penelitian, 1993:73). Hal ini dapat dicapai dengan jalan:

   1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil data wawancara.

   2. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa

       yang dikatakannya secara pribadi.

   3. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian

       dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.
                                                                             74


4. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai

   pendapat     dan   pandangan    orang/   masyarakat     biasa,    orang yang

   berpendidikan      menengah    atau   tinggi,   orang   berada,   dan   orang

   pemerintahan.

5. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang

   berkaitan.

       Triangulasi sumber yang digunakan yaitu sebagai teknik pemeriksaan

yang memanfaatkan penggunaan sumber, dengan pertimbangan bahwa untuk

memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan cros cek antara satu

informan dengan informan yang lain, sehingga akan diperoleh informasi yang

benar-benar valid. Informasi ynag diperoleh diusahakan dari nara sumber yang

betul-betul mengetahui akan permasalahan dalam penelitian ini.

        Informasi yang diberikan oleh salah satu informan dalam menjawab

pertanyaan peneliti, kemudian peneliti mengecek ulang dengan jalan menanyakan

ulang pertanyaan yang disampaikan oleh informan pertama ke informan kedua.

Apabila kedua jawaban yang diberikan sama, maka jawaban itu dianggap sah,

tetapi apabila kedua jawaban saling berlawanan atau berbeda, maka langkah

alternatif sebagai solusi yang tepat adalah dengan mencari jawaban atas

pertanyaan itu kepada informan ketiga yang berfungsi sebagai pembanding antara

keduanya. Hal ini dilakukan untuk membahas setiap fokus penelitian yang ada,

sehingga keabsahan data tetap terjaga dan bisa dipertanggungjawabkan.
                                                                           75


                                   BAB IV

                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A.            Setting Penelitian

     1. Tinjauan Historis SMK Yapek Gombong Kebumen

              Pemrakarsa pendirian SMEA Gombong Kebumen atau kini disebut

       dengan SMK Yapek Gombong Kebumen tidak dapat dipisahkan dari

       usaha dan perjuangan para guru SMA Negeri Gombong Kebumen. Niat

       mendirikan sekolah adalah niat yang tulus dan luhur, terutama dalam

       rangka peran aktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui bidang

       pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan. Selain itu, dimaksudkan juga

       untuk mengisi waktu luang bagi para guru SMA Negeri Kebumen pada

       waktu siang maupun sore hari sesudah selesai melaksanakan tugas

       mengajar.

              Setelah melihat daya tampung siswa di SMA Negeri Gombong

       yang masih sangat terbatas dan minat calon siswa lulusan SLTP yang akan

       meneruskan ke jenjang lebih tinggi sangat banyak, maka niat mendirikan

       sekolah semakin mantap.

              Untuk mewujudkan keinginan dalam mendirikan SMEA Gombong

       Kebumen dipandang perlu diadakannya rapat. Pelaksanaan rapat pertama

       kali pada tanggal 15 Agustus 1967. Dari hasil rapat tersebut memutuskan

       bahwa Drs. Soedarman SA sebagai kepala SMEA Gombong Kebumen.

       Kemudian pada bulan Desember 1967 SMEA Yapek Gombong Kebumen

       menerima pendaftaran siswa baru sebanyak 89 siswa, sedangkan tenaga

                                   75
                                                                       76


pengajar sejumlah 10 orang, staf usaha 1 orang, dan tenaga pesuruh 1

orang. Adapun tenaga pengajar tersebut kesemuanya merupakan guru dari

SMA Negeri Gombong Kebumen.

        Kegiatan proses belajar mengajar sementara masih menggunakan

gedung dan fasilitas dari SMA Negeri Gombong Kebumen, yaitu gedung

KWN Kendalgrowong Gombong Kebumen. Kemudian atas anjuran dari

bapak Suparjadi Tjokrodimejo selaku kepala sekolah SMA Negeri

Gombong agar SMEA Gombong diubah namanya menjadi SMEA

Persiapan Negeri Gombong Kebumen.

        Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah bahwa untuk mendirikan

sekolah negeri harus ada persetujuan dari instansi pemerintah setempat,

yaitu Kawedanan atau Kecamatan Gombong maka pada bulan Januari

1968 diadakan rapat di rumah bapak Sosro Mihardjo. Pada rapat ini

dihadiri oleh para pejabat dan tokoh masyarakat di kecamatan Gombong

yang menghasilkan keputusan tentang susunan kepanitiaan pendiri SMEA

persiapan Negeri gombong kebumen.

        Adapun susunan kepanitiaan tersebut adalah sebagai berikut :

Penasehat I : Bapak Mayor Suripto (komando Garnizun Gombong)

Penasehat II : Bapak M. Koesni (wedono Gombong)

Ketua         : Bapak Mas Soekarno, BA (Camat Gombong)

Sekretaris    : Bapak Pitojo Soesilo (Kepala SD Wonokriyo I Gombong)

Bendahara I : Bapak Sosro Mihardjo (Pemborong)

Bendahara II : Bapak Drs. Soedarman SA (Kepala SMEA Negeri

                Karanganyar Kebumen)
                                                                         77


Seksi Usaha : 1. Bapak Lie Chan San (Pengusaha Pabrik Nusantara

                      Gombong)

                2. Bapak Kwee Kie Shoo (Pengusaha pabrik Sarawita

                      Gombong)

                3. Bapak Atmowinangun (Carik Wero Gombong)

                4. Bapak Soekiran (Guru SMEP Gombong)

       Adapun tujuan mendirikan SMEA Persiapan Negeri Gombong

adalah: 1) ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya

masyarakat Gombong dan sekitarnya, dan 2) agar masyarakat Gombong

dan sekitarnya dapat menikmati pendidikan yang lebih tinggi tanpa harus

pergi ke luar kota.

       Sesuai dengan waktu pertama kali diadakan rapat yaitu pada

tanggal 15 Agustus 1967, maka tanggal tersebut dijadikan hari jadi

berdirinya SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen atau yang kini

disebut dengan SMK Yapek Gombong Kebumen.

       Dengan keuletan dan kegigihan dari para seksi usaha dan segenap

panitia, akhirnya pada tahun 1969 SMEA Persiapan Negeri Gombong

berhasil membeli sebidang tanah yang beralokasi di Jalan Merbabu No.64

Wero Gombong Kebumen. Adapun jumlah tenaga pengajar pada tahun

1972 sebagian besar masih tetap guru dari SMA Negeri Gombong

Kebumen. Perkembangan jumlah siswa terus meningkat, sehingga di

sekolah ini dibuka 3 jurusan yaitu jurusan tata usaha (sekarang sekretaris),

tata buku (sekarang akuntansi), dan tata niaga (sekarang penjualan).
                                                                      78


       Perkembangan jumlah siswa tiap tahun selalu meningkat, sehingga

kegiatan belajar mengajar terpaksa dilaksanakan pada pagi dan siang hari.

Dengan demikian tenaga pengajarpun ditambah dari SMEA Negeri

Karanganyar Kebumen, khususnya guru bidang studi kejuruan ekonomi.

       Kepemimpinan bapak Drs. Soedarman SA berlangsung hanya

sampai tahun 1972, hal ini dikarenakan pada bulan Februari 1972 beliau

diangkat menjadi Kepala SMEP Negeri Prembun Kebumen. Dengan

demikian, maka kepemimpinan SMEA Persiapan Negeri Gombong

digantikan oleh bapak Tjetjep Supandi, BcHk.

       Selaku kepala sekolah beliau mulai melakukan upaya beberapa

pembenahan dalam kegiatan proses belajar mengajar, selain itu secara

bertahap beliau juga mulai memberhentikan guru-guru negeri yang kurang

efektif, baik itu dari SMA Negeri Gombong maupun SMEA Negeri

Karanganyar Kebumen.

       Usaha untuk menjadikan SMEA Persiapan Negeri Gombong

Kebumen agar menjadi sekolah yang berstatus negeri terus dilakukan,

tetapi karena Peraturan Pemerintah yang menetapkan bahwa setiap

kabupaten hanya ada dua SMEA Negeri yaitu di Kebumen dan

Karanganyar, maka harapan SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen

untuk menajdi SMEA Negeri Gombong Kebumen gagal. Dengan

demikian, maka SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen harus

menjadi sekolah swasta.
                                                                     79


        Sesuai dengan Peraturan Pemerintah sekolah swasta harus dikelola

oleh suatu badan atau yayasan. Oleh karena itu pada tanggal 27 Agustus

1973 didirikan Badan Usaha yang berbentuk yayasan, yaitu yang diberi

nama “YAYASAN PENDIDIKAN EKONOMI (YAPEK) GOMBONG

KEBUMEN”. Yayasan ini kemudian didaftarkan ke Notaris Soetardjo

Sastro Atmodjo di Purwokerto dengan Akta no. 21 tanggal 27 Agustus

1973.

        Dengan adanya kerja keras dan semangat tinggi dari pihak kepala

sekolah, guru, karyawan, dan seluruh siswa, maka SMK Yapek Gombong

Kebumen ini mengalami kemajuan dan keberhasilan yang cukup pesat.

Hal ini terbukti dengan adanya subsidi yang diberikan dari pemerintah

mulai tahun 1979, baik itu berupa materi, sarana prasarana sekolah,

maupun bantuan guru negeri.

        Sementara itu berlaku Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang

status sekolah-sekolah swasta dengan cara akreditasi. Adapun status yang

dimaksud adalah “Terdaftar, Diakui, dan Disamakan”. Berdasarkan hasil

tim akreditasi, maka status SMK Yapek Gombong Kebumen sejak tahun

1986 “DIAKUI”, dengan SK Nomor 001/C/Kep/I.86 tanggal 6 Januari

1986.

        Setelah puluhan tahun bapak Tjetjep Supandi, BcHk memimpin

SMK Yapek Gombong Kebumen, akhirnya pada tanggal 19 Juli 1999

beliau purna tugas, dan sebagai gantinya yaitu bapak Drs. Agus
                                                                    80


  Supriyanto. Dalam kepimpinan bapak Drs. Agus Supriyanto selalu

  menekankan pada kedisiplinan dan kebersamaan. Kemudian mulai tahun

  1999 kurikulum yang berlaku di SMK adalah kurikulum SMK edisi 1999

  yang pada akhirnya mulai tahun pembelajaran 2004/2005 berubah menjadi

  kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

  kompetensi.

2. Letak Geografis SMK Yapek Gombong Kebumen

         Secara geografis SMK Yapek Gombong Kebumen terletak di

  perkotaan, tepatnya jalan Merbabu No. 64 Wero Gombong Kebumen Jawa

  Tengah.

  Dengan batas- batas :

  1. Sebelah Barat        : Perkampungan Wero Gombong

  2. Sebelah Utara        : Perkampungan Wero Gombong

  3. Sebelah Timur        : Hotel Marsiwo Gombong

  4. Sebelah Selatan      : Jalan Yos Sudarso Timur

         Lokasi sekolah terletak di perkotaan, sehingga mudah untuk

  ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Jarak orbitasi SMK

  Yapek Gombong Kebumen dengan pusat kecamatan sekitar 2 km.
                                                                                    81


    3. Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen

                           Bagan 2 Struktur Organisasi


    KOMITE SEKOLAH                         KEPALA SEKOLAH                      MS




WAKA KURIKULUM           WAKA KESISWAAN                 WAKA HUMAS       WAKA SAPRAS




 KPK AKUNTANSI            KPK SEKRETARIS                       KPK PENJUALAN




            WALI KELAS                     BP                        DEWAN GURU




                                                SISWA




                 (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen 2004/ 2004)



    4. Keadaan Guru SMK Yapek Gombong Kebumen

                 Pada tahun pembelajaran 2004/2005 SMK Gombong Kebumen

       dipimpin oleh 1 kepala sekolah, dan memiliki tenaga pengajar sebanyak

       42 orang guru. Dari ke 42 tenaga pengajar tersebut yang laki-laki

       berjumlah 23, sedangkan tenaga pengajar perempuan berjumlah 19 orang
                                                                           82


  guru. Guru yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah guru yang

  mengajar program keahlian akuntansi, khususnya matadiklat siklus

  akuntansi (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen, 2004/2005). Adapun

  daftar personalia organisasi di SMK Yapek Gombong Kebumen terlampir.

5. Keadaan Siswa SMK Yapek Gombong Kebumen

         Program keahlian yang dimiliki SMK Yapek Gombong Kebumen

  ada 3, yaitu : 1) Akuntansi, 2) Administrasi Perkantoran, dan 3) Penjualan.

  Pada tahun pembelajaran 2004/2005 jumlah siswa keseluruhan yang

  sekolah di SMK Yapek Gombong Kebumen berjumlah 1400 siswa, yaitu :

  1) kelas I berjumlah 441 siswa, 2) kelas II 478, dan 3) kelas III 480.

         Sejak SMK Yapek Gombong Kebumen berdiri hingga sampai

  diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

  kurikulum berbasis kompetensi, sekolah tersebut merupakan sekolah

  swasta yang favorit. Hal ini terbukti dengan banyaknya kapasitas

  pendaftar calon siswa baru yang selalu meningkat setiap tahun ajaran baru.

  Selain itu masih banyak bukti-bukti lain yang dapat dilihat, yaitu

  banyaknya prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswi SMK Yapek

  Gombong Kebumen dari tahun ke tahun, baik itu di tingkat kabupaten

  maupun propinsi.

6. Keadaan Sarana dan Prasarana SMK Yapek Gombong

         Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK Yapek Gombong

  Kebumen antara lain laboratorium komputer, mengetik, ruang kelas,
                                                                             83


        pertokoan, bank mini, kafetaria/ kantin, perpustakaan, kepala sekolah,

        wakil-wakil kepala sekolah, ketua program keahlian, guru, penyelenggara,

        BP, BKK, tata usaha, UKS, mushola, gudang, dapur, kamar kecil,

        lapangan bola volly, bola basket, rumah dinas karyawan, tempat parkir,

        dan tanah.

B.            Hasil Penelitian Informan I (Kepala Sekolah/A) Tentang :

     1. Impelementasi Kurikulum SMK Edisi 2004

             Sebelum kepala sekolah menjelaskan tentang persiapan apa saja

       yang dilakukan dalam rangka mengimplementasikan kurikulum SMK edisi

       2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada

       matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu kepala sekolah menerangkan

       tugas dan tanggung jawabnya selaku pemimpin di SMK Yapek Gombong

       Kebumen.

             Secara umum kepala sekolah mempunyai tugas untuk bertanggung

       jawab dan mengkoordinator terhadap sekolah yang dipimpin, baik itu

       mulai dari pengelolaan sekolah maupun penataan segala administrasi

       dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui

       pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong

       Kebumen.

             Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah kepala sekolah salah

       satunya adalah kepemimpinan, yang artinya suatu proses untuk

       mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok dalam usaha menuju

       pencapaian tujuan. Kepala sekolah sebagai pemimpin juga memiliki tugas

       pokok untuk mempengaruhi, mendorong, dan mengajak guru-guru dan
                                                                     84


karyawan lainnya agar mereka bersedia untuk berbuat sesuatu yang dapat

menyokong pencapaian tujuan sekolah sebagai suatu institusi.

      Selain itu, dijelaskan pula bahwa tugas dan tanggung jawab kepala

sekolah meliputi :

1) Merencanakan seluruh kegiatan sekolah dengan dibantu oleh

    pembantu kepala sekolah sesuai dengan urusan masing-masing.

2) Mengorganisasikan semua sumber daya dan dana secara efektif sesuai

    dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai tujuan yang telah

    ditetapkan.

3) Mengarahkan semua pembantu kepala sekolah termasuk guru dan

    staff tata usaha untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai sesuai

    dengan bidang dan tugas masing-masing.

4) Mengkoordinasikan semua pembantu agar terjalin hubungan kerja

    yang baik dan serasi dalam rangka memberikan motifasi kepada

    semua unsur/ personil sekolah, sehingga membangkitkan partisipasi

    dan dedikasi yang sebesar-besarnya.

5) Secara terus menerus melaksanakan pengawasan / monitoring kepada

    semua personil sekolah, sehingga apabila terjadi ketimpangan/

    hambatan dapat segera diatasi.

6) Secara rutin mengadakan supervisi/ pembinaan setiap seminggu sekali

    pada hari sabtu atau senin dalam rangka mengatasi hambatan-

    hambatan.

7) Menyelenggarakan rapat-rapat sesuai dengan keperluan yang meliputi:

    a) membicarakan program tahunan, b) persiapan evaluasi, c) persiapan
                                                                      85


    UAN, d) kemajuan pengembangan pengajaran, dan e) penerimaan

    siswa baru.

8) Mengadakan evaluasi terhadap semua kegiatan sekolah dalam rangka

    mengurangi hambatan dan meningkatkan hasil yang sesuai tujuan.

9) Menjalin hubungan erat dengan industri dan dunia usaha.

     “Adapun persiapan yang dilakukan oleh saya selaku pemimpin
dalam mengkoordinator pengelolaan sekolah, yaitu dengan cara
mensosialisasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan
kurikulum berbasis kompetensi kepada wakil kepala sekolah bagian
kurikulum dan guru-guru serta staff karyawan yang ada di SMK
Yapek Gombong Kebumen” (A).

       Sedangkan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut yaitu dengan

mengambil langkah-langkah sebagai berikut : 1) menyelenggarakan

pertemuan-pertemuan rutin dengan orang-orang yang terkait di instansi

sekolah, 2) pemantauan secara rutin terhadap hasil-hasil yang telah

dirapatkan secara bersama-sama, dan 3) mengadakan sering dengan wakil-

wakil kepala sekolah, guru-guru, dan staff karyawan lainnya, yaitu sejauh

mana pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004, apakah sudah

dapat terlaksana dengan baik atau belum.

       Dengan adanya pensosialisasian tentang implementasi kurikulum

SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi,

khususnya pada matadiklat siklus akuntansi, diharapkan agar pelaksanaan

kurikulum tersebut dapat berjalan lebih baik lagi, sehingga dapat

diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah.

       Selain mensosialisasikan tentang kurikulum SMK edisi 2004

melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, dipersiapkan pula

sarana dan prasarana serta alat dan bahan yang merupakan sarana
                                                                      86


penunjang dalam kegiatan belajar mengajar. Sarana penunjang tersebut

antara lain dengan adanya ruang kelas yang nyaman dan memadai serta

ruang praktek seperti : ruang komputer, mengetik, pertokoan, bank mini,

dan perpustakaan sekolah.

       Di samping mensosialisasikan implementasi kurikulum SMK edisi

2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, dijelaskan pula

tentang bagaimana kepala sekolah dalam memaknai kurikulum tersebut.

        “Menurut saya, makna dari adanya kurikulum SMK edisi
2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya
pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen
adalah 1) siswa dituntut adanya kemandirian dalam menguasai
masing-masing kompetensi, 2) kedudukan guru hanya sebagai
fasilitor, sehingga siswa-siswi harus dapat mengikuti kegiatan belajar
mengajar secara aktif, dan 3) penilaian tidak dilakukan secara global,
melainkan dinilai dari kompetensi per kompetensi” (A).

       Dalam matadiklat siklus akuntansi maksud dari kompetensi per

kompetensi yaitu bahwa setiap peserta didik dalam menguasai materi

hendaknya secara bertahap dari yang dasar dulu lalu meningkat ke yang

lebih tinggi. Sebagai contoh yaitu peserta didik dalam menguasai materi

matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu harus menguasai matadiklat

secara runtut dari kompetensi yang satu ke kompetensi yang berikutnya.

Matadiklat yang dimaksud adalah : 1) mengerjakan persamaan dasar

akuntansi, 2) mengelola bukti transaksi, 3) mengelola buku jurnal, 4)

mengelola buku besar, 5) menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa

dan dagang, 6) mengelola administrasi kas bank, 7) mengelola

administrasi dana kas kecil, dan 8) mengelola order penjualan.

       Kepala sekolah juga menyadari bahwa implementasi kurikulum

SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi
                                                                       87


   masih merupakan tahap awal yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan

   lebih lanjut lagi guna mencapai hasil belajar yang maksimal. Meskipun

   masih tahap awal dan baru dimulai pada tahun ajaran 2004/2005, namun

   pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum

   berbasis kompetensi sudah dapat berjalan baik. Hal ini dikarenakan

   kurikulum SMK edisi 2004 merupakan penyempurnaan dari kurikulum

   sebelumnya, yaitu kurikulum SMK edisi 1999.

2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004

         Dalam    pelaksanaan   kurikulum    SMK    edisi   2004   melalui

   pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus

   akuntansi selalu melibatkan orang-orang yang terkait di dalam instansi

   sekolah, diantaranya yaitu peran serta dari kepala sekolah yang sangat

   mendukung diberlakukannya kurikulum tersebut.

          “Adapun peran serta saya sebagai kepala sekolah adalah : 1)
   memberikan masukan, arahan, bimbingan, dan motifasi serta
   pengawasan terhadap guru, khususnya guru matadiklat siklus
   akuntansi, dan 2) menyediakan keperluan yang dibutuhkan dalam
   pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 seperti sarana dan
   prasarana, alat dan bahan, serta blangko administrasi”(A).

          Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004

   melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus

   akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK

   edisi 1999, sehingga dalam pelaksanaannya pun tidak begitu masalah.

   Akan tetapi agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat dikatakan

   baik dan maksimal, maka dituntut adanya pembuatan modul bahan ajar.

   Sedangkan pembuatan modul bahan ajar tersebut memerlukan biaya yang
                                                                              88


      cukup banyak. Oleh sebab itu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004

      melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi bisa saja mengalami

      keterlambatan apabila kendala biaya tidak dapat terpenuhi

   3. Proses Belajar Mengajar yang Baik

             Teori dari matadiklat siklus akuntansi yang diperoleh oleh tiap-tiap

      peserta didik setiap kompetensinya lebih sedikit apabila dibandingkan

      dengan prakteknya.

            “Oleh karena itu, agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar
      mengajar secara aktif, maka menurut saya setiap siswa harus
      memiliki modul sebagai bahan ajar. Dengan demikian siswa dapat
      memperbanyak latihan-latihan soal secara mandiri sesuai penekanan
      pada praktek studi kasus” (A).

             Evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian integral

      dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta

      didik dalam memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar

      secara berkesinambungan. Proses evaluasi terhadap implementasi

      kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

      kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek

      Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap, yaitu guna mengetahui

      kelebihan, kekurangan, kendala, dan bagaimana cara mengatasinya.

C. Hasil Penelitian Informan II (Waka Bidang Kurikulum/B) Tentang :

   1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004

             Sebelum wakil kepala sekolah bidang kurikulum menjabarkan

      secara luas tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui

      pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, Informan B terlebih dahulu

      menuturkan bahwa apa yang hendak diungkapkan pada dasarnya sama
                                                                          89


dengan     yang   diungkapkan    oleh   kepala   sekolah,   karena     dalam

mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 wakil kepala sekolah

bidang kurikulum selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah.

         Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggung jawab kepada

sekolah atas berlangsungnya semua kegiatan, mulai dari perencanaan,

koordinasi,    pelaksanaan,     pengendalian,    dan   evaluasi      terhadap

implementasi kurikulum yang berlaku di sekolah secara optimal. Selaku

pembantu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum

mempunyai tugas-tugas seperti : 1) menyusun program tahunan dan

semesteran yang berkaitan dengan implementasi kurikulum di sekolah, 2)

mengkoordinasikan pembagian kelas di awal tahun pelajaran, 3)

mengkoordinasikan penyusunan jadwal proses belajar mengajar, 4)

mengkoordinasikan        penyusunan       kalender      pendidikan,        5)

mengkoordinasikan pembagian tugas bahan pengajaran, 6) mengawasi

kelancaran kegiatan proses belajar mengajar, 7) mengkoordinasikan

kegiatan pengadaan bahan pengajaran, 8) mengumpulkan dan menganalisa

absensi murid, 9) mengkoordinasikan kegiatan evaluasi/ UNAS, dan 10)

mengkoordinasikan keseluruhan pengajaran di semua jurusan.

       “Selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum, maka
persiapan-persiapan    yang     dilakukan    oleh    saya    dalam
mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui
pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada
matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen
adalah 1) rapat koordinasi dengan ketua program keahlian akuntansi
dan guru produktif akuntansi untuk menentukan pencapaian materi
yang harus dicapai pada tiap-tiap semester dan tiap-tiap tingkat, 2)
bersama ketua program keahlian dan guru produktif akuntansi
menentukan alokasi waktu tiap minggunya, 3) bersama ketua
program keahlian menginventarisasi kebutuhan dokumen yang
                                                                       90


  diperlukan untuk praktek siswa, 4) mempersiapkan blangko-blangko
  administrasi guru, dan 5) koordinasi dengan pembina perpustakaan
  untuk mempersiapkan buku materi pelajaran yang diperlukan
  sebagai acuan untuk persiapan penyusunan modul bahan ajar” (B).

         Seperti halnya yang dijelaskan oleh informan A dalam memaknai

  implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi, wakil

  kepala sekolah bidang kurikulum juga menerangkan bahwa dengan

  diberlakukannya kurikulum ini maka dituntut adanya kemandirian pada

  peserta didik untuk dapat menguasai masing-masing kompetensi yang ada,

  dimana penilaian disini tidak dilakukan secara global melainkan dinilai

  dari kompetensi perkompetensi. Dengan menggunakan kurikulum SMK

  edisi 2004 yang berbasis kompetensi, maka guru selaku fasilitator harus

  mempersiapkan materi seoptimal mungkin agar batas nilai yang dicapai

  siswa dapat terwujud secara maksimal sesuai tujuan pendidikan yang telah

  ditetapkan sebelumnya.

         Informan B juga menuturkan bahwa implementasi kurikulum SMK

  edisi 2004 yang berbasis kompetensi diberlakukan mulai tahun pelajaran

  2004/ 2005, sehingga pelaksanaan kurikulum ini baru diterapkan untuk

  tingkat I, sedangkan untuk tingkat II dan III masih tetap mengacu pada

  penerapan kurikulum SMK edisi 1999.

2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004

         Peran serta dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga

  berpengaruh besar terhadap keberhasilan implementasi kurikulum SMK

  edisi 2004 yang berbasis kompetensi.

        “Peran serta saya selaku kepala sekolah bidang kurikulum
  antara lain : 1) menyediakan blangko-blangko administrasi, 2)
  menyusun jadwal pembelajaran, 3) mengkoordinir guru-guru
                                                                         91


   produktif akuntansi melalui ketua program keahlian, dan 4)
   mengkoordinir penyiapan alat-alat praktek siswa melalui guru
   diklat” (B).

          Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004

   melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus

   akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK

   edisi 1999, sehingga dalam pelaksanaannya pun dapat berjalan dengan

   baik. Akan tetapi masih ada sedikit kendala yang terjadi di lapangan,

   khususnya dalam penyiapan modul bahan ajar, baik dari segi tenaga,

   pikiran, waktu, dan biaya. Hal ini dikarenakan pelaksanaan kurikulum

   SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi baru dimulai tahun pelajaran

   2004/ 2005, sedangkan sosialisi kurikulum SMK edisi 2004 terlambat.

3. Proses Belajar Mengajar yang Baik

          Jika dibandingkan dengan praktek, teori dari matadiklat siklus

   akuntansi yang diperoleh oleh setiap peserta didik lebih sedikit.

   “Dengan adanya perbandingan yang demikian, maka saya selaku
   wakil kepala sekolah bidang kurikulum menganjurkan agar setiap
   siswa harus memiliki modul sebagai bahan ajar, penyediaan bahan
   dan alat praktek juga harus memadai” (B).

          Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian

   integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja

   peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan. Adapun evaluasi

   terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

   kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus

   akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap,

   yaitu guna mengetahui kelebihan, kekurangan, kendala, dan bagaimana

   cara mengatasinya.
                                                                                   92


D. Hasil Penelitian Informan III (Guru Matadiklat/C) Tentang :

   1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004

              Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang

      berbasis kompetensi, maka kedudukan guru hanya sebagai fasilitator,

      sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi

      dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri. Meskipun

      guru hanya sebagai fasilitator, guru juga harus betul-betul menguasai

      kompetensi yang diajarkan.

              Selaku guru matadiklat siklus akuntansi (C) memiliki tugas-tugas

      seperti :

      1) Menyiapkan perangkat mengajar semesteran, analisis program satuan

          pelajaran, dan kisi-kisi serta perangkat evaluasi.

      2) Melaksanakan administrasi siswa, seperti : daftar nilai, daftar hadir,

          dan daftar kemajuan kelas.

      3) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar, seperti :

          a) Mempersiapkan      bahan ajaran,      bahan       praktek,   ruang,   dan

             pembagian tugas.

          b) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar praktek dan penilaian.

          c) Mengkoordinir dan mengevaluasi pembersihan dan penyimpangan

             alat serta ruangan setelah pelajaran praktek.

          d) Mempertanggung jawabkan semua fasilitas yang digunakan.

      4) Mengembangkan alat bantu sebagai sarana penunjang kegiatan belajar

          mengajar.
                                                                     93


5) Mengembangkan bahan ajaran sesuai dengan perkembangan IPTEK

   dan kebutuhan lokal.

6) Mengembangkan kemampuan potensi melalui kegiatan/ keterampilan

   yang diberikan, baik secara formal maupun informal.

7) Mengajar tepat pada jam pelajaran dan membina budi pekerti siswa

   serta menyusun laporan.

       Jika dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya,

maka dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi

2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi menurut perlu

adanya persiapan-persiapan yang lebih matang, baik tenaga, pikiran,

maupun waktu.

       Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004, maka

penguasaan materi cukup banyak. Oleh sebab itu, siswa dituntut adanya

kemandirian dan keaktifan dalam menguasai kompeten per kompeten. Di

samping itu, guru yang hanya berkedudukan sebagai fasilitator juga harus

berusaha semaksimal mungkin agar peserta didik dapat mencapai hasil

belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

       “Adapun persiapan-persiapan yang saya lakukan selama ini
adalah 1) penguasaan kompetensi yang hendak diajarkan, 2)
mengembangkan alat bantu guna menunjang kegiatan belajar
mengajar, 3) mempersiapkan bahan-bahan untuk praktek, 4)
pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar,
dan 5) menarget pencapaian materi yang harus dicapai pada tiap-tiap
semester” (C).
                                                                          94


           Mengingat adanya kemandirian, keaktifan, dan target nilai yang

   harus dipenuhi oleh tiap-tiap peserta didik dari kompetensi per

   kompetensi, maka selaku guru dalam memaknai implementasi kurikulum

   SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus

   lebih giat, siap, dan bekerja keras. Oleh karena itu, siswa harus benar-

   benar menguasai kompetensi per kompetensi guna mencapai target nilai

   yang telah ditentukan.

           Seperti yang diungkapkan oleh (A & B) informan (C) juga

   mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis

   kompetensi baru dimulai pada awal tahun ajaran 2004/ 2005, sehingga

   baru tingkat I saja melalui kurikulum ini. Sedangkan untuk tingkat II dan

   III masih menggunakan kurikulum lama, yaitu kurikulum SMK edisi

   1999.

2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004

          “Dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 selaku guru
   saya berperan serta sebagai fasilitator dan pembimbing siswa”(C).

           Mengingat pendapat guru matadiklat seperti di atas, maka selaku

   guru harus benar-benar siap dan mampu untuk mengajarkan peserta didik

   agar pada akhirnya siswa benar-benar menguasai kompetensi yang

   diajarkan dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing

   kompetensi. Hal ini merupakan tanggung jawab dari guru secara utuh,

   karena dengan adanya siswa yang tidak lulus kompetensi, maka mau tidak

   mau     guru   harus   mengulang/mengajarkan    kembali   dari   tiap-tiap

   kompetensi sampai siswa mencapai target lulus kompetensi.
                                                                        95


           Kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan penyempurnaan dari

   kurikulum SMK edisi 1999 pada dasarnya hampir sama, sehingga

   pelaksanaannya pun tidak begitu sulit, hanya saja dengan menggunakan

   kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi harus lebih

   memfokuskan pada pengetahuan, nilai, dan sikap. Hal ini dikarenakan

   adanya tuntutan kemandirian dan keaktifan dari tiap-tiap peserta didik

   untuk   lulus   setiap   kompetensinya.   Sedangkan     untuk   mencapai

   kemandirian dan keaktifan tersebut, tiap-tiap siswa harus menggunakan

   modul sebagai bahan ajar. Adapun biaya yang diperlukan untuk dapat

   memiliki modul bahan ajar tidaklah sedikit, maka dari itu pelaksanaan

   kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

   kompetensi harus memiliki dana yang dapat mencukupi kebutuhan.

3. Proses Belajar Mengajar yang Baik

         “Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004
   khususnya pada matadiklat siklus akuntansi, maka proses belajar
   mengajar yang baik menurut saya selaku guru matadiklat yaitu
   dengan memperbanyak latihan-latihan soal” (C).

           Semakin banyak mengerjakan latihan-latihan soal, maka peserta

   didik memiliki keterampilan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan

   dengan kemampuan afektif, kognitif, dan psikomotorik.

           Proses evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses

   pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik yang

   dilakukan guna memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar

   secara berkesinambungan. Adapun evaluasi terhadap implementasi

   kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis
                                                                              96


      kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek

      Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap, yaitu guna mengetahui

      kelebihan, kekurangan, kendala, dan bagaimana cara mengatasinya.

E. Hasil Penelitian Informan IV (Siswa/D1) Tentang :

      1.   Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004

             Dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi

      2004 yang berbasis kompetensi, maka persiapan-persiapan yang dilakukan

      oleh seorang siswa adalah mempersiapkan diri semaksimal mungkin

      terhadap matadiklat yang hendak dipelajari dan berusaha untuk dapat

      mandiri serta aktif tanpa harus didampingi oleh guru.

             Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang

      merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999, maka dalam

      memaknai kurikulum ini selaku siswa harus belajar lebih giat. Hal ini

      dikarenakan siswa dalam memperoleh materi tidak selalu didampingi oleh

      guru, melainkan berpedoman pada modul bahan ajar.

             Kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum

      berbasis kompetensi baru diterapkan pada awal tahun ajaran 2004/2005.

      2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004

             Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis

      kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi, maka peran serta

      dari siswa yaitu belajar secara mandiri dan berusaha untuk dapat memiliki

      berbagai modul yang diperlukan sebagai bahan ajar. Pelaksanaan

      kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada dasarnya sudah
                                                                              97


      terlaksana dengan baik, tetapi siswa terkadang mengalami kendala

      mengenai modul yang hendak digunakan sebagai bahan ajar.

   3. Proses Belajar Mengajar yang Baik

             Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini, maka kegiatan

      belajar mengajar yang baik adalah : 1) sebelum masuk kelas siswa

      hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu, 2) siswa harus lebih

      banyak latihan soal-soal, dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru,

      tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru.

             Evaluasi sering dilakukan oleh guru, hal ini dimaksudkan agar guru

      dapat mengetahui perkembangan hasil belajar yang telah dicapai oleh

      siswa dari kompeten per kompeten. Adapun evaluasi yang sering

      dilakukan oleh guru adalah diberikan tugas-tugas secara rutin.

F. Hasil Penelitian Informan V (Siswa/D2) Tentang :

   1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004

             Dengan diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

      kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus

      akuntansi, maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin

      untuk dapat mengikuti proses belajar mengajar yang berbeda dari

      kurikulum sebelumnya.

             Selaku siswa kejuruan, maka dalam memaknai kurikulum SMK

      edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dituntut adanya kepribadian

      yang mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain.
                                                                       98


           Pada awal tahun ajaran 2004/ 2005 di SMK Yapek Gombong

  Kebumen mulai diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui

  pendekatan kurikulum berbasis kompetensi.

2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004

           Untuk mensukseskan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004

   yang berbasis kompetensi, maka siswa ikut berperan serta. Dalam hal ini

   peran serta dari siswa yaitu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan

   baik secara mandiri dan tidak harus bergantung pada guru. Implementasi

   kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

   kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan

   baik.

           Hal ini dapat dilihat pada kepribadian tiap-tiap siswa dalam

   mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara mandiri tanpa

   harus bergantung pada orang lain (guru).

3. Proses Belajar Mengajar yang Baik

           Dengan   diterapkan   kurikulum    SMK   edisi   2004   melalui

   pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat

   siklus akuntansi, maka kegiatan belajar mengajar yang baik yaitu dengan

   memperbanyak latihan-latihan soal yang lebih menekankan pada praktek

   studi kasus.

           Untuk mengetahui seberapa besar tingkat perkembangan yang

   telah dicapai dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, maka guru

   sering melakukan evaluasi secara rutin. Evaluasi tersebut dapat berupa

   pemberian tugas-tugas yang lebih menekankan pada praktek.
                                                                              99


G. Hasil Penelitian Informan VI (Siswa/D3) Tentang :

   1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004

               Sehubungan dengan adanya kurikulum SMK edisi 2004 yang

       diterapkan di SMK Yapek Gombong, maka selaku siswa perlu

       mempersiapkan diri sedini mungkin, baik fisik maupun mental. Hal ini

       dikarenakan matadiklat siklus akuntansi merupakan materi yang perlu

       dipahami secara mendasar.

               Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004

       melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada

       matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat

       diperlukan adanya peran aktif dari siswa, sehingga guru hanya bertindak

       sebagai fasilitator saja.

               Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

       kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek

       Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005.

   2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004

               Peran    serta      yang   sangat   penting   dalam   mensukseskan

       implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi

       adalah dengan belajar lebih giat lagi agar mencapai hasil belajar yang

       maksimal dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing kompeten

       per kompeten yang telah ditentukan.

               Meskipun masih ada beberapa kendala, namun implementasi

       kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

       kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah dapat dikatakan
                                                                               100


       baik. Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat

       dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004, yaitu siswa

       belajar secara aktif dan mandiri.

   3. Proses Belajar Mengajar yang Baik

              Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini, maka kegiatan

       belajar mengajar yang baik adalah: 1) sebelum masuk kelas siswa

       hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu, 2) siswa harus lebih

       banyak latihan soal-soal, dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru,

       tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru.

              Agar siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai target yang telah

       ditentukan, maka guru sering mengadakan evaluasi. Evaluasi yang

       dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari akhir proses belajar

       mengajar untuk tiap-tiap kompeten.

H. Hasil penelitian Informan VII (Siswa/D4) Tentang :

   1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004

              Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 melalui

       pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat

       siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong, maka selaku siswa perlu

       mempersiapkan diri sedini mungkin, baik fisik maupun mental tanpa ada

       paksaan dari pihak lain.

              Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004

       melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada

       matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu siswa dituntut

       untuk mandiri dan berfikir secara kreatif dalam mengembangkan materi

       yang telah dipelajari.
                                                                         101


           Pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

   kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek

   Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005.

2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004

           Dalam rangka mencapai keberhasilan dari implementasi kurikulum

   SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi, maka peran serta siswa sangat

   dibutuhkan. Adapun peran serta tersebut yaitu dengan belajar lebih giat

   dan   berusaha      mencari   pengetahuan   dari   luar   guna   mengikuti

   perkembangan jaman.

           Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

   kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah

   dapat dikatakan baik. Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang

   sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004, yaitu

   siswa belajar secara aktif dan mandiri.

3. Proses Belajar Mengajar yang Baik

           Proses belajar mengajar yang baik yaitu : 1) sebelum jam pelajaran

   dimulai siswa perlu mempelajari materi terlebih dahulu, sehingga pada

   saat jam pelajaran siswa sudah menguasai materi yang diajarkan, dan 2)

   perbanyak latihan soal-soal yang menekankan pada praktek studi kasus.

           Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam melaksanakan

   kegiatan belajar mengajar diketahui, maka sering dilakukan evaluasi.

   Evaluasi tersebut berupa tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang

   telah dipelajari.
                                                                               102


I.   Hasil penelitian Informan Penelitian VIII (Siswa/D5)

     1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004

            Selaku siswa, maka persiapan-persiapan dalam mengimplementasikan

        kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan

        belajar dan menyiapkan mental sebaik mungkin. Hal ini dikarenakan

        pentingnya persiapan mental guna menghadapi berbagai kesulitan yang

        dihadapi.

            Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui

        pendekatan kurikulum berbasis kompetensi sudah dapat dikatakan bagus,

        karena melalui pendekatan tersebut dapat mendorong siswa untuk belajar

        secara aktif dan mandiri tanpa harus ada guru yang mendampingi.

            Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

        kurikulum berbasis kompetensi dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/

        2005.

     2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004

                Peran serta siswa dalam rangka memajukan implementasi

        kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

        kompetensi adalah dengan turut serta mensukseskan kurikulum tersebut

        (belajar).

                Hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

        kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi adalah

        baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

     3. Proses Belajar Mengajar yang Baik

                Dengan menggunakan kurikulum ini, maka tugas guru hanya

        sebagai fasilitator, sehingga siswa harus belajar secara aktif dan mandiri.
                                                                                103


          Dengan demikian, maka proses belajar mengajar yang baik adalah guru

          tidak perlu memberi materi sebanyak mungkin, melainkan guru harus

          memberikan latihan-latihan soal semaksimal mungkin. Akan tetapi guru

          juga harus banyak menguasai materi dari kompeten per kompeten yang

          akan diajarkan.

                  Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan kegiatan

          rutin setelah pembelajaran selesai. Dengan demikian, maka proses

          evaluasi sangat penting. Adapun evaluasi terhadap implementasi

          kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

          kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan penugasan terstruktur

          yang mengacu pada modul bahan ajar.

J.   Hasil penelitian Informan IX (Siswa/D6)

     1.    Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004

                  Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis

          kompetensi, maka melatih siswa untuk belajar secara aktif. Oleh sebab itu,

          perlu diadakan persiapan-persiapan yang lebih lanjut. Adapun persiapan-

          persiapan yang dilakukan oleh seorang siswa adalah dengan belajar

          sungguh-sungguh tanpa harus menunggu perintah dari guru.

                  Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004

          melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada

          matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat

          diperlukan adanya peran aktif dari siswa, sehingga guru hanya bertindak

          sebagai fasilitator saja.
                                                                           104


             Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

      kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen

      dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/ 2005.

   2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004

             Peran serta selaku siswa dalam implementasi kurikulum SMK edisi

      2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar lebih giat agar

      mencapai hasil belajar yang maksimal.

             Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

      kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah

      terlaksana dengan baik.

   3. Proses Belajar Mengajar yang Baik

             Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis

      kompetensi, maka proes belajar mengajar yang baik adalah guru harus

      memperbanyak praktek daripada teori, dan guru juga harus memperbanyak

      latihan-latihan soal. Dengan demikian, maka akan melatih siswa untuk

      belajar secara mandiri.

             Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam proses belajar

      mengajar diketahui, maka dilakukan evaluasi. Evaluasi tersebut berupa

      tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang diberikan oleh guru dengan

      berpedoman pada modul bahan ajar.

K. Analisis Data

          Dalam melakukan proses analisis data dimulai dari menelaah seluruh

   data yang tersedia dari berbagai sumber wawancara, catatan lapangan dan

   komentar peneliti, gambar, foto, dokumen berupa laporan, biografi, artikel,
                                                                          105


dan sebagainya (Moleong, 2002: 103). Setelah dibaca, dipelajari, dan ditelaah

maka langkah berikutnya adalah mengadakan reduksi data dan menyusunnya

dalam satuan-satuan yang selanjutnya akan dikategorikan.

       Berdasarkan data temuan hasil wawancara dengan ke-9 informan

penelitian yaitu (A, B, C, D1, D2, D3, D4, D5, D6), hasil observasi, dan hasil

dokumentasi, di bawah ini disajikan data yang kemudian akan dilakukan

kategorisasi. Kategorisasi ini didasarkan pada tujuan dan kemiripan isi dengan

menggunakan kriteria-kriteria implementasi, peran serta, dan pelaksanaan

proses belajar mengajar dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui

pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi

di SMK Yapek Gombong Kebumen dapat disajikan sebagai berikut.

1.   Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan
     Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi
     di SMK Yapek Gombong Kebumen

            Dengan menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui

     pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus

     akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen pada dasarnya merupakan

     kegiatan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. Dalam hal ini

     sekolah sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar harus

     mempunyai rencana yang matang guna menunjang pelaksanaan

     kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

     kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.

            Diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis

     kompetensi, maka pengelola pendidikan harus senantiasa berjuang keras
                                                                   106


untuk menentukan rencana-rencana yang akan diajarkan sesuai kebutuhan

sekarang dan yang akan datang. Dengan demikian tidak menutup

kemungkinan untuk tercipta kurikulum yang idealis.

       Adanya kurikulum yang idealis akan membawa peserta didik ke

dalam kerangka pemikiran yang jauh ke depan. Selain itu, penerapan

kurikulum ini juga memberikan kemudahan bagi penyelenggara

pendidikan untuk memasukan perkembangan-perkembangan yang ada

dalam masyarakat.

       Sesuai yang dipaparkan oleh kepala sekolah (A) bahwa pengertian

kurikulum berbasis kompetensi adalah suatu pemberlakuan kurikulum

yang lebih memfokuskan pada perpaduan pengetahuan, keterampilan,

nilai, dan sikap yang direfleksikan ke dalam kebiasaan berfikir dan

bertindak, maka dalam pelaksanaannya pun harus didasarkan pada 3 (tiga)

landasan teoritis. Ketiga landasan tersebut antara lain : 1) adanya

pergeseran dari pembelajaran kelompok ke arah pembelajaran individu, 2)

pengembangan konsep belajar tuntas, dan 3) pendefinisian kembali

terhadap bakat.

       Adanya perpaduan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap

yang menonjol pada pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang

berbasis kompetensi, kepala sekolah dengan dibantu oleh wakil-wakil

kepala sekolah, guru, dan staf karyawan yang lain harus lebih bekerja

keras secara utuh dalam rangka mempersiapkan dan memaknai

pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum

berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK

Yapek Gombong Kebumen.
                                                                     107


       Hal tersebut juga dibenarkan oleh informan penelitian II (B)

mengenai persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi kurikulum

SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Persiapan itu antara lain

dengan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut kepada orang-orang

yang terkait di instansi sekolah dan mempersiapkan sarana prasarana, alat

dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar.

       Berkaitan dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

kurikulum berbasis kompetensi, maka secara garis besar persiapan-

persiapan tersebut dapat dilakukan dengan cara :

1. Melakukan peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai oleh

   sekolah melalui kemandirian dan inisiatif kepala sekolah dan orang-

   orang yang terkait di instansi sekolah dalam mengelola dan

   memberdayakan sumber-sumber yang tersedia.

2. Melakukan peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan

   penggunaan sumber-sumber pendidikan melalui pembagian tanggung

   jawab yang jelas, transparan, dan demokratis.

3. Melakukan peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan

   masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan

   pembelajaran yang dicapai melalui pengambilan keputusan bersama.

4. Menumbuhkan kemandirian dan ketidak tergantungan di kalangan

   warga sekolah agar memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi.

5. Mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif dan menciptakan

   iklim sekolah yang aman, nyaman, serta tertib.

6. Melakukan proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
                                                                    108


7. Pengelolaan sarana dan sumber belajar mulai dari pengadaan,

   pemeliharaan, perbaikan hingga pengembangan.

       Pemaparan (A dan B) dibenarkan dan dikuatkan oleh (C) yaitu

bahwa persiapan-persiapan yang dilakukan terhadap implementasi

kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen perlu dilaksanakan

secara optimal dalam rangka untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.

Persiapan-persiapan yang dilakukan dengan cara mensosialisasikan

kurikulum SMK edisi 2004 kepada orang-orang yang terkait di instansi

sekolah sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan

menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi di

kehidupan sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih antara yang satu

dengan yang lain. Selain itu, sosialisasi ini dapat pula digunakan untuk

memasyarakatkan program pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004

melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, baik di sekolah

ataupun di masyarakat melalui berbagai kegiatan-kegiatan seperti :

pertemuan, penataran, seminar, pelatihan, dan sebagainya.

       Berdasarkan pemaparan dari ke-tiga informan (A, B, C) dapat

disimpulkan bahwa persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi

kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong

Kebumen sangat penting guna memasyarakatkan pelaksanaan kurikulum

tersebut di lingkungan sekolah. Sosialisasi kurikulum SMK edisi 2004
                                                                         109


     yang berbasis kompetensi dapat dilakukan melalui rapat rutin, penataran,

     seminar, dan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh pendidikan.

2.   Peran Serta Orang-orang yang Terkait Dalam Instansi Sekolah
     terhadap Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui
     Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus
     Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen

            Peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi sekolah

     terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis

     kompetensi seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang

     kurikulum, guru, dan siswa-siswi merupakan aspek penting dalam

     mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

     kurikulum berbasis kompetensi.

            Dengan adanya peran serta dari orang-orang tersebut, maka dapat

     saling bekerja sama dalam pembuatan berbagai keputusan dan saling

     memahami, mengawasi, dan membantu sekolah dalam pengelolaan

     kegiatan belajar mengajar. Selain itu, peran serta dari kepala sekolah,

     wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa-siswi terhadap

     implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi

     bertujuan untuk memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak

     serta meningkatkan kualitas hidup.

            Kepala sekolah sebagai penanggung jawab pelaksanaan kurikulum

     di sekolah dan berperan sebagai pembina kurikulum serta koordinator

     pembinaan kurikulum, maka kepala sekolah harus dapat menciptakan

     hubungan baik antara orang-orang yang terkait di instansi sekolah

     terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

     kurikulum berbasis kompetensi secara efektif. Dengan demikian, maka
                                                                        110


sekolah dalam hal kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi

sekolah akan terlihat unsur transparan.

         Hal ini juga dituturkan oleh (B) bahwa kerja sama yang terbentuk

dengan     orang-orang   yang   terkait   di   instansi   sekolah   terhadap

implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum

berbasis kompetensi sangat erat, sehingga pelaksanaan kurikulum ini

dapat terlaksana dengan baik dan sesuai peraturan-peraturan dari

Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar

Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

         Dari pendapat (A dan B) dipertegas oleh pendapat (C) yaitu bahwa

kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap

implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada

matadiklat siklus akuntansi sagat erat hubungannya. Berkaitan dengan

dunia pendidikan, peran serta dari orang tersebut merupakan peran yang

sangat penting, baik dalam bentuk gagasan/ pemikiran, partisipasi

langsung dalam kegiatan pendidikan ataupun dalam bentuk bantuan

sarana dan prasarana. Peran serta tersebut diperlukan juga dalam rangka

peningkatan mutu pelayanan pendidikan sehingga tercipta kondisi yang

memenuhi standar minimal.

         Pendapat-pendapat tersebut diperkuat lagi melalui pendapat

(D1,D2,D3,D4,D5,D6) bahwa kerja sama antara kepala sekolah, wakil

kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru terjalin dengan baik, bahkan

bentuk kerja sama juga sudah dibentuk dengan badan yang berdiri sendiri

yaitu komite sekolah.
                                                                        111


            Adanya peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi

     sekolah dapat menimbulkan beberapa kelebihan dan kelemahan.

     Kelebihan tersebut adalah bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan

     yang menyangkut pengambilan keputusan, monitoring, dan evaluasi dapat

     terjalin secara kebersamaan. Sedangkan kelemahan dari peran serta

     orang-orang tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan adalah apabila

     kurang saling pengertian, maka akan menimbulkan permasalahan dan pro

     kontra antara sekolah dengan komponen-komponen pendidikan.

            Dari berbagai pendapat para informan yang telah memberikan

     pernyataan, maka dapat disimpulkan bahwa peran serta antara kepala

     sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa-siswi

     SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terjalin baik. Hal ini terbukti

     pada   pendayagunaan    potensi   dalam   kelancaran   penyelenggaraan

     pendidikan di sekolah sehingga pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004

     melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat

     siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana

     dengan baik dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

3.   Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Dengan Menggunakan
     Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis
     Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek
     Gombong Kebumen

            Belajar juga merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun

     makna atau pemahaman. Sedangkan pembelajaran pada hakekatnya

     adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya,

     sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam
                                                                    112


interaksi tersebut banyak faktor yang mempengaruhi, baik faktor internal

yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang

dari luar lingkungan.

       Tanggung jawab belajar berada pada diri siswa, tetapi guru juga

harus bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong

prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar. Oleh karena

itu, maka dalam proses pembelajaran tugas guru yang paling utama

adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan

perilaku bagi peserta didik dan memberikan dorongan kepada siswa untuk

menggunakan seluruh kompetensinya.

       Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan adalah pembelajaran

yang memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai

kompetensi yang diharapkan, sehingga mendorong individu untuk belajar

sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Sedangkan proses

pembelajaran di sekolah dimaksudkan untuk mengembangkan potensi

akademis dan kepribadian siswa, serta menguasai ilmu pengetahuan dan

teknologi sehingga mampu mengembangkan diri sesuai dengan

kebutuhan dan perkembangan dunia kerja.

       Secara umum kegiatan belajar mengajar dilandasi oleh prinsip-

prinsip seperti : a) berpusat pada siswa, b) mengembangkan kreativitas

peserta didik, c) menciptakan kondisi menyenangkan dan manantang, d)

mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai, e)

menyediakan pengalaman belajar yang beragam, dan f) belajar melalui
                                                                          113


berbuat. Sedangkan kegiatan belajar mengajar yang berbasis kompetensi

dilandasi oleh: a) standar kompetensi, b) kompetensi dasar yang akan

dicapai, c) strategi pencapaian, dan d) sistem evaluasi.

       Adapun        pelaksanaan   pembelajaran        dengan   menggunakan

kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi mencakup 3 hal

pokok, yaitu a) pre tes, b) proses, dan c) pos test.

a. Pre Tes (Tes Awal)

             Dalam     menjajagi    proses     pembelajaran      yang    akan

    dilaksanakan, suatu pre tes mempunyai peranan yang cukup penting.

    Adapun fungsi dari pre tes tersebut antara lain :

    1) Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar.

    2) Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan

       dengan proses pembelajaran yang dilakukan.

    3) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta

       didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topik dalam

       proses pembelajaran.

    4) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran

       dimulai, tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan

       tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian

       khusus.

b. Proses

             Proses disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan

    proses    pembelajaran,    yakni    bagaimana       tujuan-tujuan   belajar

    direalisasikan melalui modul. Proses pembelajaran perlu dilakukan
                                                                         114


   dengan tenang dan menyenangkan, bahkan menuntut aktivitas dan

   kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

          Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan hasil.

   Dari segi proses, pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila

   seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 % peserta didik

   terlibat secara aktif, baik fisik mental maupun sosial dalam proses

   pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan

   berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri peserta

   didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 %. Oleh sebab

   itu, suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila

   masukan merata, menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi,

   serta sesuai dengan kebutuhan, perkembangan masyarakat, dan

   pembangunan.

c. Pos Test

          Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan pos

   test. Sama halnya dengan pre tes, pos test juga memiliki banyak

   kegunaan, terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Fungsi

   pos test tersebut diantaranya yaitu :

   a) Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap

      kompetensi yang telah ditentukan, baik secara individu maupun

      kelompok.

   b) Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai

      oleh peserta didik serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum

      dikuasainya.
                                                                           115


          c) Untuk mengetahui para peserta didik yang perlu mengikuti

              kegiatan remedial dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan

              pengayaan serta untuk mengetahui tingkat kesulitan dalam

              mengerjakan modul (kesulitan belajar).

          d) Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap

              komponen-komponen modul dan proses pembelajaran yang telah

              dilaksanakan, baik terhadap perencanaan, pelaksanaan maupun

              evaluasi.

                 Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui

          pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus

          akuntansi, maka proses belajar mengajar yang baik menurut pendapat

          (A, B, C) yang juga dibenarkan oleh (D1, D2, D3, D4, D5, D6) yaitu

          dengan memperbanyak praktek yang mengacu pada modul bahan ajar

          dan memperbanyak soal-soal latihan dengan penekanan pada praktek

          studi kasus. Dengan demikian, maka metode belajar yang sesuai

          dengan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah

          dengan cara tidak memberi materi yang sebanyak-banyaknya kepada

          siswa, melainkan penguasaan praktek yang dapat dilakukan melalui

          latihan-latihan soal.

L. TRIANGULASI

       Dalam konteks implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui

  pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di

  SMK Yapek Gombong Kebumen, setidaknya ada aspek utama yang diungkap

  dalam penelitian ini, yakni : 1) implementasi kurikulum SMK edisi 2004, 2)
                                                                         116


peran serta kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru

matadiklat, siswa, dan 3) proses belajar mengajar yang baik.

        Dari beberapa permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, jika

dianalisis lebih mendalam akan menemukan berbagai gambaran mengenai

implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum

berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen.

        Secara integratif, permasalahan yang ditelaah dalam implementasi

kurikulum SMK edisi 2004 merupakan satu sistem yang saling berhubungan,

diantaranya yaitu dalam hal persiapan, makna implementasi kurikulum SMK

edisi 2004, dan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004.

        Persiapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang dilakukan di

SMK Yapek Gombong Kebumen ditandai dengan penyiapan sarana dan

prasarana sebagai penunjang keberhasilan dari pelaksanaan kurikulum tersebut.

Dengan adanya sarana dan prasarana yang dapat mendukung berjalannya

penerapan kurikulum SMK edisi 2004, maka usaha keras dan kerjasama yang

kuat juga merupakan salah satu ciri khas dari pelaksanaan kurikulum SMK

edisi 2004.

        Pada umumnya, persiapan-persiapan yang telah dilakukan bertujuan

untuk mencapai hasil yang optimal dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan

sebelumnya. Persiapan-persiapan tersebut merupakan tugas utama bagi kepa

sekolah yang berkedudukan sebagai pemimpin dalam mengkoordinator

pengelolaan sekolah. Meskipun demikian, kepala sekolah dalam melaksanakan

tugas    utamanya    selalu   melibatkan   orang-orang   yang   berkedudukan
                                                                       117


dibawahnya. Fenomena tersebut ditanggapi oleh wakil kepala sekolah bidang

kurikulum, menurutnya apa yang dilakukan kepala sekolah adalah merupakan

bentuk kerjasama yang harus dibina secara erat guna mencapai keberhasilan

secara maksimal.

     “Bagaimanapun juga, pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 ini
merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, maka wakil-
wakil kepala sekolah, guru, staf, dan siswa-siswi juga terlibat didalamnya”
(B).

      Mengenai makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui

pendekatan KBK, semua informan penelitian memaknai implementasi

kurikulum SMK edisi 2004 sebagai proses awal dari perubahan kurikulum

SMK edisi 1999 menjadi kurikulum SMK edisi 2004 yang lebih difokuskan

pada kemandirian dan keaktifan masing-masing siswa dalam menguasai materi

dari kompeten per kompeten. Informan penelitian kepala sekolah dan wakil

kepala sekolah bidang kurikulum mengatakan bahwa guru matadiklat bertindak

sebagai fasilitator.

     Hal tersebut langsung ditanggapi oleh guru matadiklat : “memang
kedudukan saya sebagai guru matadiklat hanya sebagai fasilitator,
sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi
dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri” (C).

      Berkenaan dengan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004

melalui pendekaran KBK, semua informan penelitian mengungkapkan bahwa

waktu pelaksanaan kurikulum tersebut dimulai pada awal tahun pembelajaran

2004/2005. Meskipun kurikulum SMK edisi 2004 merupakan bentuk

penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999, namun dalam hal ini kepala

sekolah beserta informan penelitian yang lainnya juga menyadari bahwa dalam

melaksanakan kurikulum SMK edisi 2004 setiap guru hendaknya benar-benar
                                                                         118


memperhatikan situasi dan kondisi sekitar, baik itu tenaga, waktu, pemikiran,

dana, maupun keadaan siswa itu sendiri.

      Dari beberapa pernyataan di atas dapat dipahami bahwa pelaksanaan

kurikulum SMK edisi 2004 yang masih baru ini, seyogyanya dilaksanakan

dengan baik dan selalu berpedoman pada modul-modul yang diberlakukan oleh

Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur.

      Dalam konteks yang aplikatif, keberhasilan implementasi kurikulum

SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK sangat tergantung dari konsistensi

komponen yang terkait, yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang

kurikulum, guru matadiklat, dan siswa-siswi. Secara logis, konsistensi

komponen-komponen       tersebut     diawali   adanya   pemaknaan   terhadap

pemberlakuan kurikulum SMK edisi 2004 yang dilaksanakan dengan tepat dan

sesuai tujuan pendidikan nasional.

      Sehubungan dengan implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK

edisi 2004, informan penelitian (A) mengatakan bahwa guru matadiklat sudah

berusaha menjalankan tugas mengajar dengan baik dan sesuai peraturan-

peraturan yang berlaku. Terhadap pernyataan tersebut, informan (B)

menyatakan bahwa implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004

merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999, sehingga

pada pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik, hanya saja masih perlu

ditambah beberapa modul sebagai bahan ajar. Selanjutnya, informan penelitian

(C) juga lebih menitikberatkan dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana

penunjang seperti ; penambahan modul sebagai bahan ajar, tenaga, waktu,

pikiran, dan biaya.
                                                                        119


     Perlunya ketersediaan sarana dan prasarana terhadap implementasi hasil

pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK dikatakan

pula oleh kepala sekolah, yaitu:

      “Sarana dan prasarana seperti : penambahan modul, tenaga, waktu,
pikiran, biaya, dan penyediaan ruangan praktek yang memadai
merupakan sarana penunjang untuk mencapai suatu keberhasilan” (A).

     Menanggapi hal tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwa proses

belajar mengajar yang baik yaitu apabila siswa sudah dapat menguasai materi

dari masing-masing kompeten per kompeten secara aktif dan mandiri.

     Dengan berjalannya proses belajar mengajar yang baik, maka akan

berdampak positif bagi proses evaluasi pelaksanaan implementasi kurikulum

SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus

akuntansi. Adapun     proses evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui

sejauh mana keberhasilan tujuan yang telah dicapai. Menurut informan

penelitian (A) wujud evaluasi dari implementasi kurikulum SMK edisi 2004

tidak dilakukan secara global, melainkan bertahap, yaitu dari kompetensi per

kompetensi. Dalam pelaksanaannya, baik kepala sekolah maupun informan

penelitian yang lain sama-sama melaksanakan evaluasi. Dengan demikian,

maka implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada

matadiklat siklus akuntansi mampu memberikan kontribusi bagi upaya

peningkatan proses belajar mengajar di SMK Yapek Gombong Kebumen

khususnya, dan sekolah kejuruan lain pada umumnya.

     Mengacu pada uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa secara teoritis,

implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada

matadiklat siklus akuntansi mampu mencapai hasil belajar sesuai dengan
                                                                  120


tujuan pendidikan nasional dan mampu menciptakan keaktifan serta

kemandirian pada tiap-tiap peserta didik dalam menguasai materi dari

kompeten per kompeten, sehingga dapat mengembangkan kemampuan afektif,

kognitif, dan psikomotorik.
                                                                           121


                                  BAB V
                        SIMPULAN DAN SARAN


A. Simpulan

         Berdasarkan analisis data seperti terurai di atas, maka peneliti dapat

  menyimpulkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum

     berbasis kompetensi pada matadiklat di SMK Yapek Gombong Kebumen

     merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999, dan baru

     dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2004/2005 yang merupakan

     bagian dari rencana jangka panjang, yaitu sebagai upaya untuk lebih

     meningkatkan kualitas kelulusan sekolah menengah kejuruan. Melalui

     kurikulum ini diharapkan agar jajaran pendidikan menengah kejuruan

     lebih mampu mengembangkan potensi anak didik, sehingga siap untuk

     bekerja, membentuk pribadi yang mandiri, dan mampu menempatkan diri

     sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. Meskipun implementasi

     kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

     kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong

     Kebumen baru diberlakukan pada awal tahun ajaran 2004/2005, namun

     pelaksanaannya sudah berjalan baik dan sesuai dengan peraturan dan

     petunjuk-petunjuk yang diatur oleh Departemen Pendidikan Nasional

     Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah, dan Direktorat

     Pendidikan Menengah Kejuruan tahun 2004. Hal ini terbukti bahwa proses

     belajar mengajar yang dilakukan sesuai dengan persiapan-persiapan yang

     telah direncanakan sebelumnya.

                                      121
                                                                      122


2. Peran serta dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum,

   guru matadiklat siklus akuntansi dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong

   Kebumen terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui

   pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat

   siklus akuntansi merupakan suatu dukungan yang sangat menunjang

   keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan

   sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun

   2003. Sebagai wujud nyata yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah

   bidang kurikulum, dan guru matadiklat rela mengorbankan waktu, tenaga,

   dan pikiran tanpa mengenal lelah.

3. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan

   kurikulum berbasis kompetensi, maka dalam proses belajar mengajar

   kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. Dengan demikian, maka proses

   belajar mengajar yang baik dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui

   pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat

   siklus akuntansi adalah dengan memperbanyak praktek studi kasus dengan

   berpedoman pada modul bahan ajar. Kurikulum SMK edisi 2004 ini juga

   memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik untuk

   belajar secara aktif dan mandiri tanpa didampingi oleh guru dengan cara

   menggunakan modul bahan ajar.
                                                                         123


B. Saran

           Berdasarkan simpulan di atas, saran yang diajukan adalah :

  1. Sehubungan dengan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui

      pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus

      akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen, perlu kiranya untuk selalu

      dipertahankan dan selalu menjalin kerja sama dengan pihak luar seperti

      dunia industri/ usaha. Dengan demikan, maka pelaksanaan kurikulum

      SMK edisi 2004 ini mampu meluluskan siswa-siswi yang berkompeten

      dan banyak dibutuhkan oleh dunia industri/ usaha.

  2. Berkaitan dengan peran serta dari pihak-pihak yang bersangkutan di

      instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004

      melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus

      akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen diharapkan agar tetap

      berpartisipasi dan mendukung diberlakukannya kurikulum SMK edisi

      2004 dengan cara selalu menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan

      bidangnya masing-masing dan membantu berbagai hal yang diperlukan

      guna terlaksananya kurikulum tersebut.

  3. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang menggunakan

      kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis

      kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong

      Kebumen, dari pihak sekolah agar tetap menyediakan modul bahan ajar

      sesuai dengan kebutuhan siswa dan selalu menjalin kerja sama dengan

      dunia industri/ usaha, sehingga setiap siswa dapat melaksanakan praktek

      studi kasus sesuai program keahliannya masing-masing.
                                                                            124


                            DAFTAR PUSTAKA


Abdullah, Idi. 1999. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Jakarta : Gaya
      Media Pratama.

Achasius, Kaber. 1988. Pengembangan Kurikulum. Jakarta : Depdikbud.

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
      Jakarta : PT Rineka Cipta.

Bogdan, Robert dan Steven J. 1991. Kualitatif Dasar-dasar Penelitian
      (Terjemahan A. Khozin Afendi). Surabaya : Usaha Nasional.

Depdiknas. 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Badan
      Penelitian dan Pengembangan Depdiknas.

Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur. 2004. Modul I, II, dan
       III Kurikulum SMK edisi 2004. Jakarta : Depdiknas

Download, http : // www.puskur.or.id

E. Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : PT Remaja
     Rosdakarya.

Lexy J, Moleong. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja
      Rosdakarya.

Licoln & Guba. 1985. Part Analysis (Terjemahan Nasution). Jakarta : UI Press.

Miles, Matthew B dan Huberman, Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif
       (Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi). Jakarta : UI Press.

Munandar SC Utami. 1990. Mengembangkan Bakat dan Kreatifitas Anak Sekolah,
     Petunjuk Bagi Guru dan Orangtua. Jakarta : PT. Gramedia.

Nugroho. 1993. Hasil Penelitian (Ruang Hidup Psikologis dan Kinerja Guru SD
      di Jateng 1993/1994). Tidak Dipublikasikan.

Rahman, Maman. 1999. Strategi dan Langkah-langkah Penelitian. Semarang :
     IKIP Semarang Press.

S. Nasution. 2001. Asas-Asas Kurikulum. Jakarta : Bumi Aksara.

S. Nasution. 1993. Pengembangan Kurikulum. Bandung : Citra Aditya.
                                                                        125


Sudjana, Nana. 2002. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah.
      Bandung : Sinar Baru Algensindo.

Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang. 1989. Proses Belajar Mengajar dan
      Prinsip-prinsip Belajar. Semarang : IKIP Semarang Press.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1995. Kamus
      Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Tim. 2004. Profil Sekolah Menengah Kejuruan Yapek Gombong Kebumen.
      Kebumen : SMK Yapek Gombong Kebumen.

Utanto, Yuli. 2002. Manajemen Kurikulum Sekolah di SLTP I Wonosobo. Skripsi.
       Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Waluyo, Edi. 2002. Kesiapan Pengembangan Kurikulum Model Grass Roots
      Dalam Rangka Otonomi Daerah. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri
      Semarang.
126
Lampiran 2
             127
                                                                                    128
Lampiran 3
          KISI-KISI DAN LAY OUT INSTRUMEN PENELITIAN

               Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004
          Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi
   pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen
                       Tahun Pelajaran 2004/2005

        Fokus Penelitian              Indikator Penelitian            Instrumen    Nomor
  (Aspek-aspek yang Diungkap)                                         Penelitian    Item
 1). Implementasi kurikulum         a). Persiapan                    Wawancara     A 1a
      SMK edisi 2004 melalui
      pendekatan kurikulum          b). Makna implementasi           Wawancara     A 1b
      berbasis kompetensi pada      kurikulum SMK edisi 2004
                                    melalui pendekatan
      mata pelajran siklus          kurikulum berbasis
      akuntansi.                    kompetensi pada matadiklat
                                    siklus akuntansi.

                                    c). Waktu pelaksanaan
                                        kurikulum SMK
                                        edisi 2004 melalui
                                        pendekatan
                                        kurkulum berbasis            Wawancara     A 1c
                                        kompetensi pada
                                        matadiklat siklus
                                        akuntansi.
 2). Peran serta kepala sekolah,    a). Peran serta kepala           Wawancara     A 2a
     wakil kepala sekolah bidang    sekolah, wakil kepala sekolah
                                    bidang kurikulum, guru
     kurikulum, guru matadiklat,    matadiklat, dan siswa-siswi.
     dan siswa-siswi terhadap
     implementasi kurikulum         b). Implementasi hasil
     SMK edisi 2004 melalui              pelaksanaan
     pendekatan kurikulum                kurikulum SMK
     berbasis kompetensi pada            edisi 2004 melalui          Wawancara,    A 2b
     matadiklat siklus akuntansi.        pendekatan                  Observasi     B1
                                         kurikulum berbasis
                                         kompetensi pada
                                         siklus akuntansi.
 3). Pelaksanaan proses belajar     a). Pelaksanaan proses belajar   Wawancara,    A 3a
     mengajar yang baik dengan      mengajar yang baik.              Observasi,    B2
     menggunakan kurikulum                                           Dokumentasi   C1
     SMK edisi 2004 yang            b). Evaluasi pelaksanaan
     berpendekatan kurikulum            kurikulum SMK        Wawancara,            A 3b
     berbasis kompetensi pada           edisi 2004 melalui   Observasi             B3
     matadiklat siklus akuntansi.       pendekatan
                                        kurikulum berbasis
                                        kompetensi pada
                                        matadiklat siklus
                                        akuntansi.
                                                                          129


A. DRAF PEDOMAN WAWANCARA

               Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004
          Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi
   pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen
                       Tahun Pelajaran 2004/2005

1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum
    Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi.
    a. Bagaimana persiapan kepala sekolah dalam mengimplementasikan
       kurikulum SM edisi 2004 melalui pendekatan kurkulum berbasis
       kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di Smk Yapek
       Gombong Kebumen ?
    b. Bagaimana anda memaknai implementasi kurkulum SMK edisi 2004 yang
       berpendekatan kurkulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus
       akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ?
    c. Sejak kapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan
       kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus
       akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dimulai ?

2. Peran serta kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru
    matadiklat, dan siswa terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004
    melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat
    siklus akuntansi di SM Yapek Gombong Kebumen.
    a. Bagaimana peran serta kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian
        kurikulum, guru matadiklat siklus akuntansi, dan siswa-siswi SMK Yapek
        Gombong Kebumen yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi
        terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan
        kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus
        akuntansi ?
    b. Sejauh mana kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru
        matadiklat siklus akuntansi, dan siswa-siswi dalam mengimplementasikan
        hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan
        kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK
        Yapek Gombong Kebumen ?

3. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
    a. Dengan menggunakan kurkulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan
       kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus
       akuntansi, menurut Anda bagaimana proses belajar mengajar yang baik ?
                                                                         130


   b. Sejauh mana proses evaluasi implementasi kurikulum SMK edisi 2004
      melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus
      akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ?
B. DRAF PEDOMAN OBSERVASI


                 Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004
           Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi
   pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen
                        Tahun Pelajaran 2004/2005




   1. Implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui
      pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus
      akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.
   2. Proses belajar mengajar yang baik, khususnya pada matadiklat siklus
      akuntansi dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang
      berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi.
   3. Evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang
      berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus
      akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.
                                                                           131


C. DRAF PEDOMAN DOKUMENTASI


               Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004
          Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi
  pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen
                       Tahun Pelajaran 2004/2005




  1. Kegiatan belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK
     edisi 2004 yang berpendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi.
  2. Dokumen/gambar mengenai waktu/situasi pelaksanaan observasi.
                                                                        132


Lampiran 4


                  BIODATA INFORMAN PENELITIAN


1. Informan Penelitian I (Kepala Sekolah/A)
   Nama              : Drs. Agus Supriyanto
   Jabatan           : Kepala Sekolah
   Jenis Kelamin     : Laki-laki
   Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen, 18 Desember 1964
   Agama             : Islam
   Alamat            : RT 02/ IV Tangeran Sruweng Kebumen

2. Informan Penelitian II (Waka Bidang Kurikulum/B)
   Nama              : Sri Ariyani, S.Pd
   Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen, 29 Februari 1968
   Jenis Kelamin     : Perempuan
   Jabatan           : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
   Agama             : Islam
   Alamat            : Gg. Bogowonto No. 5A Rt 01/I Wero Gombong
                       Kebumen

3. Informan Penelitian III (Guru Matadiklat/C)
   Nama              : Musriyati, S.Pd
   Tempat/ Tgl Lahir : Purworejo, 7 Oktober 1979
   Jenis Kelamin     : Perempuan
   Jabatan           : Guru Mata Diklat Siklus Akuntansi
   Agama             : Islam
   Alamat            : Kemujen Adimulyo Kebumen

4. Informan Penelitian IV (Siswa/D1)
   Nama              : Ratih
   Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen, 11 Juni 1989
   Jenis Kelamin     : Perempuan
   Jabatan           : Siswa I AK 1
   Agama             : Islam
   Alamat            : Penimbun RT 03/ III Krajen Karanganyar Kebumen

5. Informan Penelitian V (Siswa/D2)
   Nama              : Warti Agustina
   Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen, 29 Agustus 1989
   Jenis Kelamin     : Perempuan
   Jabatan           : Siswa Kelas I AK 1
   Agama             : Islam
   Alamat            : Wonokriyo RT 01/VI Gombong Kebumen
                                                                  133


6. Informan Penelitian VI (Siswa/D3)
   Nama              : Reni Purwasih
   Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen, 21 April 1989
   Jenis Kelamin     : Perempuan
   Jabatan           : Siswa Kelas I AK 2
   Agama             : Islam
   Alamat            : Kalitengah RT 03/ VI Gombong Kebumen

7. Informan Penelitian VII (Siswa/D4)
   Nama              : Kuswati
   Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen, 24 Agustus 1989
   Jenis Kelamin     : Perempuan
   Jabatan           : Siswa Kelas I AK 2
   Agama             : Islam
   Alamat            : Gunung Mujil RT 03/ VI Kuwarasan Kebumen

8. Informan Penelitian VIII (Siswa/D5)
   Nama              : Eti Astuti
   Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen, 16 Mei 1989
   Jenis Kelamin     : Perempuan
   Jabatan           : Siswa Kelas I AK 3
   Agama             : Islam
   Alamat            : Kenteng RT 02/ I Sempor Kebumen

9. Informan penelitian IX (Siswa/D6)
   Nama              : Siti Umi Rukoyah
   Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen, 27 Juli 1989
   Jenis Kelamin     : Perempuan
   Jabatan           : Siswa Kelas I AK 3
   Agama             : Islam
   Alamat            : Banjareja RT 01/ V Kuwarasan Kebumen
             134
Lampiran 5
135
136
                                                              137
Lampiran 6
                    HASIL DOKUMENTASI
             DI SMK YAPEK GOMBONG KEBUMEN




                   Pintu Gerbang SMK YAPEK




      Tujuan SMK YAPEK              Visi dan Misi SMK YAPEK
                          138




Ruang Praktek Perbankan




Ruang Praktek Komputer




Ruang Praktek Pertokoan
                                                                    139




                    Wawancara dengan Kepala Sekolah




Wawancara dengan Waka Kurikulum          Wawancara dengan Guru Matadiklat




 Wawancara dengan Siswa – Siswi            Wawancara dengan Siswa - Siswi
                                     140




Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas




Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas
141

						
Shared by: mr doen
About
just a nice girl
Related docs
Other docs by anamaulida
Which Babolat Tennis Racket
Views: 12  |  Downloads: 0
Arthritis & Joint Pain
Views: 1  |  Downloads: 0
Importance Of Romance Literature
Views: 5  |  Downloads: 0
Bab 1 12-09-2009
Views: 28  |  Downloads: 0
MI Kiat memburu dan menjaring naskahlst
Views: 4  |  Downloads: 0
Askep Pneumonii
Views: 162  |  Downloads: 0
Patologi gangguan sirkulasi darah dr helmiza
Views: 429  |  Downloads: 0