proposal 1 BAB I PENDAHULUAN A by anamaulida

VIEWS: 1,641 PAGES: 30

									                                                                              1




                                    BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

       Pendidikan Agama Islam sebagai sebuah bidang studi sama halnya dengan

mata pelajaran yang lain, harus menggunakan teori-teori pengajaran dan teori

pendidikan. Bila kita melihat dari metodik yang diajarkan dalam bidang studi

Agama Islam kita akan menemukan langkah – langkah pengajaran keterampilan

yaitu latihan. Seperti praktik ibadah dengan latihan berwudhu, shalat,

memandikan jenazah dan ayat-ayat Al – Qur’an dan Tajwidnya.

       Inti dari beragama adalah sikap didalam Islam sikap beragama intinya

ialah iman. Jadi, iman dalam pembahasan yang mendalam ditemukan bahwa iman

itu adalah keseluruhan Islam, sehingga yang menjadi fokus kita adalah bagaimana

menjadikan anak didik kita menjadi orang yang beragama, atau beriman.

       Apa yang harus dilakukan oleh seorang guru sehingga menjadikan anak

didiknya berminat terhadap ajaran agama yang diajarkan sehingga pengajaran

yang diberikan efektif.

       Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat

penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Karena itu lingkungan

sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Kartono (1995 :

6) mengemukakan “Guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan




                                        1
                                                                                             2




diajarkan,    dan    memiliki     tingkah     laku    yang    tepat    dalam     mengajar”.1

Permasalahanya :

-   Minat siswa yang sangat kurang dan malas belajar

-   Peran guru PAI dalam memancing dan memicu kemauan dalam belajar Al –

    Qur’an hadist di MIN Meunasah Teungoh.

        Oleh sebab itu, guru kelas harus dituntut agar bisa menguasai bahan

pelajaran yang disajikan, bisa memiliki metode yang tepat dalam mengajar.

Sebagai guru sudah sepantasnya bisa memunculkan minat dalam diri siswa yang

mendidiknya dengan menggali memotivasi dengan baik yaitu : (a) motivasi

instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan

motivasi yang sumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran

sendiri unruk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. Sedangkan motivasi ekstrinsik

dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang siswa yang

menyebabkan siswa tersebut melakukan kegiatan belajar.2 Disinilah fungsi guru

diharapkan dapat memainkan perannya dengan baik.

        Berdasarkan permasalahan diatas, penulis tertarik untuk meneliti terlebih

lanjut tentang peran guru PAI dalam menumbuhkan minat belajar siswa pada

Bidang Studi Al – Qur’an Hadist di MIN Meunasah Teungoh Nurussalam.



B. Rumusan Masalah

        Berpijak pada latara belakang Masalah diatas, penulis menarik beberapa

permasalahan yang akan penulis rumuskan sebagai berikut :
1
  Ridwan, Ketercapaian Prestasi Belajar Kegiatan Terhadap Prestasi Belajar, (On-Line, Selasa 15
Juli 2008, Http://www.Google.com, Diakses 13 November 2008. Hal. 5
2
  Ibid Hal 5
                                                                             3




    1. Bagaimanakah peran Guru PAI dalam proses pembelajaran sehingga

       mampu menumbuhkan minat belajar siswa pada MIN Meunasah Teungoh

       Nurussalam?



C. Tujuan Penelitian

   1. Untuk mengetahui faktor bagaimanakah peran Guru PAI dalam proses

       pembelajaran sehingga mampu menumbuhkan minat belajar siswa pada

       MIN Meunasah Teungoh Nurussalam.



D. Manfaat Penelitian

        Yang menjadi tujuan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1. Manfaat teoritis, dapat menambah ilmu pengetahuan bagi penulis sendiri,

    selanjutnya bagi guru-guru atau orang yang berkecimpungan dalam dunia

    pendidikan.

2. Manfaat praktis penelitian ini sangat bermanfaat bagi penulis dan guru dalam

    melaksanakan proses pembelajaran disekolah.
                                                                                  4




E. Metode Penelitian

   1. Pendekatan Penelitian

               Pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan

       pada filsafat post posititivesm`e, digunakan untuk meneliti pada kondisi

       obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana

       peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampek sumber

       data dilakukan secara pupposive dan snow baal, teknik pengumpulan

       dengan trianggulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif/kualitatif dan

       hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.3

               Metode penelitian kualitatif sering disebut juga metode penelitian

       naturalistic karena penelitian dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural

       setting), disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya

       metode ini lebih banyak digunakan untuk pebelitian bidang antropologi

       budaya, disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan

       analisisnya lebih bersifat kualitatif.



   2. Tempat Penelitian

               Pada Madrasah yang penulis bimbing kurang memahami pelajaran

       Al-Qur’an Hadist, dikarenakan kurangnya perhatian dan factor keluarga,

       masyarakat dan lingkungan yang kurang memperhatikan terhadap siswa-

       siswi MIN Meunasah Teungoh Nurussalam, Jalan Medan Banda Aceh

       Km. 35 Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur.



   3
       Buku Karangan Prof. Dr. Sugiyono
                                                                              5




3. Subjek Penelitian

              Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari

      mana data tersebut diperoleh. 4

      Sumber data dalama penelitian ini adalah : Guru, Kepala Sekolah, Wakil

      Kepala Sekolah, Siswa yang ada di MIN. Pada penentuan sumber data

      tersebut didasarkan pada asumsi bahwa subjeknya menjadi sumber data

      mengetahui pelaksanaan proses belajar mengajar.



4. Instrumen Penelitian

              Pedoman wawancara atau interview merupakan salah satu bentuk

     tehnik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian

     deskriptif dan deskriptik kuantitatif. Wawancara dilakukan secara lisan sab

     pertemuan tatap muka secara individual. Adakala juga wawancara

     dilakukan secara kelompok. Wawancara banyak digunakan dalam

     penelitian kualitatif, malah boleh dikatakan sebagai tehnik pengumpulan

     data utama. Dalam penelitian kualitatif tidak disusun dan digunakan

     pedoman wawancara yang sangat rinci. Bagi peneliti yang sudah

     berpengalaman pedoman wawancara itu hanya berupa pertanyaan lebih

     dari 7 (tujuh) atau 8 (delapan) pertanyaan.

              Dilihat dari aspek Pedoman (quide) wawancara dalam proses

      pengambilan data, wawancara dapat dibedakan menjadi tiga (3) macam

      jenis yaitu terstruktur, bebas dan kombinasi.


4
    Ari Kunto, 1996 : 114 dan Prof. Sukardi PH.D
                                                                      6




-      Wawancara berstruktur yaitu : wawancara dimana penelitian ketika

       melaksanakan tatap muka dengan responden, dengan menggunakan

       pedoman wawancara yang telah bebas disiapkan lebih dahulu.

-      Bebas sering juga disebut tak berstruktur yaitu wawancara dimana

       peneliti dalam menyampaikan pertanyaan pada responden tidak

       menggunakan pedoman.5


           Pedoman observasi (observation) atau pengamatan merupakan

suatu tehnik atau cara pengumpulan data dengan jalan mengadakan

pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung, kegiatan tersebut

bias berkenaan dengan cara gyry mengajar, siswa belajar, kepala sekolag

yang sedang memberikan pengarahan, personil dan sebagai rapat.

           Observasi dapat dilaksanakan secara partisipatif ataupun non

partisipatif. Dalam observasi partisipatif (participatory observation).

Pengamat ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung, pengamat

ikut sebagai peserta rapat atau pelatihan.

           Seperti halnya dalam wawancara, sebelum melakukan pengamatan

sebaiknya peneliti atau pengamat menyiapkan pedoman observasi.

Pedoman observasi dapat juga disusun dalam dalam bentuk sekala,

observasi adalah instrument lain yang sering dijumpai dalam penelitian

pendidikan. Untuk memaksimalkan hasil observasi, biasanya peneliti akan

menggunakan alat bantu yang sesuai dengan kondisi lapangan.



5
    Prof Sukardi Ph.D
                                                                         7




5. Tehnik Pengumpulan Data

         Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa tehnik dalam

  mengumpulkan data, seperti yang dikemukakan Sevilla dan Kawan-kawan

  (1993) bahwa dalam pengumpulan data penelitian dalam pendidikan

  dapata meliputi hal-hal sebagai berikut :

  a. Wawancara merupakan tehnik pengumpulan data melalui komunikasi

      langsung antara penelitian dengan responden dalam bentuk Tanya

      jawab, dan wawancara ini ditujukan kepada Kepala Sekolah MIN

      Meunasah Teungoh Nurussalam.

  b. Observasi adalah Pengamatan langsung dengan mendatangi lapangan

      penelitian pada MIN Meunasah Teungoh Nurussalam, Observasi yang

      dilakukan bertujuan untuk mengamati secara langsung keadaan

      seluruh siswa pada MIN Meunasah Teungoh Nurussalam.

  c. Dokumentasi yaitu data mengenai keadaan seluruh siswa MIN

      Meunasah Teungoh Nurussalam, untuk pedoman penulis dalam

      penulisan Karya Ilmiah ini, penulis menggunakan buku panduan

      menulis Skripsi, penulisan Karya Ilmiah Fakultas bagi Mahasiswa

      Fakultas Tarbiyah IAIN Ar – Raniry yang diterbitkan oleh IAIN Ar –

      Raniry,   Darussalam,    Banda    Aceh   Tahun   2002,   dan   dalam

      menerjemahkan AL – Qur’an penulis menggunakan ayat-ayat Al –

      Qur’an dan terjemahan Departemen Agama RI, CV. TohaPutra

      Semarang Tahun 1989.
                                                                     8




6. Tehnik Analisis Data

   1. Reduksi Data adalah data yang sudah terkumpul lalu diolah dengan

      tujuan untuk mengetahui Peran Guru PAI dalam menumbuhkan minat

      belaja siswa pada bidang study Al – Qur’an Hadist di MIN Meunasah

      Teungoh Nurussalam.

   2. Display Data yaitu membuat rangkuman temuan penelitian secara

      sistematis terhadap Peran Guru PAI dalam menumbuhkan minat

      belaja siswa pada bidang study Al – Qur’an Hadist di MIN Meunasah

      Teungoh Nurussalam.

   3. Verivikasi Data yaitu dalam kegiatan ini penelitian melakukan

      pengujian atau kesimpulan yang diambil dan membandingkan dengan

      teori-teori dan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya.
                                                                          9




                                       BAB II

                               LANDASAN TEORI

A. Hakikat Guru PAI

  1. Pengertian Guru PAI

               Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam atau kerap disingkat

     menjadi guru agama Islam adalah orang yang memberikan materi

     pengetahuan agama Islam dan juga mendidik murid-muridnya, agar

     mereka kelak menjadi manusia yang takwa kepada Allah SWT. Disamping

     itu, guru agama Islam juga berfungsi sebagai pembimbing agar para murid

     sejak mulai sekarang dapat bertindak dengan prinsi-prinsip Islam dan

     dapat mempraktikkan syariat islam.6

               Menurut M. Arifin, guru agama Islam adalah orang yang

     membimbing, mengarahkan dan membina anak didik menjadi manusia

     yang matang atau dewasa dalam sikap dan kepribadiannya sehingga

     tergambarlah dalam tingkah lakunya nilai-nilai agama Islam. (M. Arifin,

     1987 : 100)

               Muhammad Athiyah Al-Abrasyi, sebagaimana dikutip oleh Samsul

     Nizar (Nizar, 2002 : 45-46), memberikan batasan tentang karakteristik

     guru agama Islam, yaitu :

     a. Memiliki sifat zuhud, yaitu mencari keridaan Allah

     b. Bersih fisik fan jiwanya

     c. Ikhlas dan tidak riya dalam melaksanakan tugasnya


     6
         Tim Penyusun Buku Pedoman Guru Agama SD, 1976 : 8


                                          9
                                                                      10




d. Bersifat pemaaf, sabar, dan sanggup menahan amarah, terbuka dan

   menjaga kehormatan

e. Mencintai peserta didik

f. Mengetahui karakter peserta didik

g. Menguasai pelajaran yang diajarkannya dengan professional

h. Mampu menggunakan metode mengajar secara bervariasi dan mampu

   mengelola kelas

i. Mengetahui kehidupan piskis peserta didik.

       Sementara itu Abdurrahman Al – Nahlawi (Al-Nahlawi, 1989 :

239-246) memberikan gambaran tentang sifat-sifat pendidik muslim yaitu

sebagai berikut :

a. Hendaknya tujuan, tingkah laku dan pola piker guru tersebut bersifat

   rabbani

b. Hendaknya guru bersifat jujur menyampaikan apa yang diajarkannya

c. Hendaknya guru senantiasa membekali diri dengan ilmu pengetahuan

   dan kesediaan untuk membiasakan mengajarkannya.

d. Hendaknya guru mampu menggunakan berbagai metode mengajar

   secara bervariasi dan menguasainya dengan baik serta mampu

   memiliki metode mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran serta

   situasi belajar mengajarnya.

e. Hendaknya guru mampu mengelola siswa, tegas dalam bertindak serta

   meletakkan berbagai perkara secara professional.
                                                                                   11




    f. Hendaknya guru mempelajari kehidupan psikis para pelajar selaras

        dengan masa perkembangannya ketika ia mengajar mereka sehingga

        guru dapar memperlakukan anak didiknya sesuai dengan kemampuan

        akal dan kesiapan psikis mereka.

    g. Hendaknya guru tanggap terhadap berbagai kondisi dan perkembangan

        dunia yang mempengaruhi jiwa dan pola berpikir angkatan muda.

    h. Hendaknya guru bersifat adil di antara mereka serta tidak

        mengistimewakan seseorang diantara lainnya.



2. Tugas dan Tanggung Jawab Guru PAI

            Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang

    memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa didik. Guru dalam pandangan

    masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat

    tertentu, tidak mesti dilembaga pendidikan formal, tetapi bias juga

    dimesjid, disurau, musalla, rumag dan sebagainya.7

            David Hansen dalam bukunya The Call to Teach (1995),

    mengungkapkan        bahwa     menjadi     guru    adalah    panggilan     hidup.

    Menurutnya, ada dua segi dalam panggilan, yaitu : Pekerjaan itu

    membantu mengembangkan orang laun (ada unsur social), dan pekerjaan




7
    Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Siswa Didik Dalam Interaksi Edukatif Suatu
    Pendekatan Teoritis Psikologis, cet. Kedua (Jakarta; Rhineka Cipta, 2005), hal. 31
                                                                                        12




    itu juga mengembangkan dan memenuhi diri kita sebagau pribadi (Paul

    Suoarno, 2004 : 9).8

            Masalah utama pekerjaan profesi adalah implikasi dan konsekuensi

    jabatan tersebut terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Jabatan guru

    memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas

    daprolam bentuk pengabdian.tugas guru tidak hanya sebagai suatu profesi,

    tetapi juga sebagai suatu tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan.

            Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan

    melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai

    hidup.mengaajar      berarti    meneruskan       dan     mengembangkan         ilmu

    pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berati mengembangkan

    ketrampilan-ketrampilan pada siswa.

            Tugas kemanusiaan salah satu dari tugas guru. Guru harus

    menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didik, dengan begitu

    anak didik dididik agar mempunyai sifat kesetiakawanan sosial. Di bidang

    kemasyarakatan      guru    mempunyai        tugas     mendidik    dan mengajar

    masyarakat untuk menjadi warga Indonesia yang bermoral pancasila.

    Memang tidak dapat dipungkiri bila guru mendidik anak didik sama

    halnya guru mencerdaskan bangsa Indonesia.

    Tugas guru khususnya guru pendidikan agama Islam ada empat yaitu:

    a. Tugas profesi

    b. Tugas keagamaan

8
    Hujair AH. Siswa, Kompetensi dan Sertifikat Guru “Sebuah Pemikiran” (on-line), 26
    Juni 2006, Selasa, Http://www.Google.com, diakses 20 Maret 2008. Hal 3.
                                                                  13




c. Tugas kemaanusiaan

d. Tugas kemasyarakatan.

       Berdasarkan peranan profesional guru modern maka sudah barang

tentu menimbulkan atau menambah tanggung jawab guru menjadi lebih

besar. Tanggung jawab itu sebagai berikut:

a. Guru harus menuntut murid-murid belajar

b. Turut serta membina kurikulum sekolah

c. Melakukan pembinaan terhadap diri siswa (kepribadian,watak dan

   jasmaniah)

d. Memberikan bimbingan kepada murid

e. Melakukan diagnosa atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan

   penilainaatas kemajuan belajar

f. Menyelenggarakan penelitian

g. Mengenal masyarakat dan ikut serta aktif

h. Menghayati, mengamalkan dan mengamankan pancasila

i. Turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan

   perdamaian dunia

j. Turut menyukseskan pembangunan

k. Tanggung jawab meningkatkan peranan profesional guru.
                                                                               14




      yang dipersyaratkan, membina jaringan kerja atau networking, yang akan

      memperoleh      akses    terhadap   inovasi-inovasi   dibidang   profesinya,

      mengembangkan etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan

      pelayanan bermutu tinggi kepada pengguna pendidikan.

             Guru selayaknya memberikan pelayanan prima kepada pengguna

      pendidikan yaitu siswa, orang tua dan sekolah sebagai stakeholder. Tugas

      guru termasuk pelayanan public yang didanai, diadakan, dikontrol oleh

      dan     untuk         kepentingan    publik.     Maka,      guru      harus

      mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pihak,              guru

      harus berusaha mengadopsi inovasi atau mengembangkan kreatuvitas

      dalam pemanfaatan media agar dapat membangkitkan minat para siswanya

      terhadap pelajaran.



B. Hakikat Minat Belajar

   1. Pengertian, fungsi dan Tujuan Minat Belajar

             Menurut Burhanuddin, dkk. Minat suatu pemusatan perhatian yang

      tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang

      tergantung dari bakat dan lingkungan (Sujanto Agus : 1981). Sementara

      Sardiman (1992:76) mengemukakan minat merupakan “suatu kondisi

      yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri arti sementara situasi yang
                                                                                        15




        dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebututah-kebutuhannya

        sendiri.”9

                Jadi minat besar pengaruhnya terhadap belajar atau kegiatan.

        Bahkan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan

        disimpan karena minat menambah kegiatan belajar. Untuk menambah

        minat seorang siswa di dalam menerima pelajaran disekolah siswa

        diharapkan dapat mengembangkan minat untuk melakukannya sendiri.

        Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang

        dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Apabila seseorang mempunyai

        minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk

        melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan

        keinginannya.

                Dalam belajar diperlukan pemusatan perhatian agar apa yang

        dipelajari dapat dipahami, sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang

        sebelumnya tidak dapat dilakukan, maka terjadi suatu perubahan

        kelakukan. Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa, baik

        kognitif, psikomotor maupun efektif. Untuk meningkatkan minat, maka

        proses pembelajaran dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan siswa bekerja

        dan mengalami apa yang ada dilingkungannya secara berkelompok.

                Biasanya pengajaran tradisonal menitik beratkan pada metode

        imposisi, yaitu pengajaran dengan cara menuangkan hal-hal yang

        dianggap     penting    oleh    guru     kepada     murid.    Cara     ini   tidak
9
    Burhanuddin dkk, Tindakan Kelas (Ptk) Upaya Meningkatkan Minat Belajar Geografi Melalui
    Model Pembelajaran Group Investigation Kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Limojosari –
    Mojokerto, (On-line). 19 Mei 2008. Http//www.Google.com, diakses 20 Maret 2008. Hal. 1
                                                                                             16




        menpertimbangkan apakah bahan atau materi pelajaran yang akan sesuai

        dengan       kesanggupan        siswa,      kebutuhan,       minat      dan     tingkat

        kesanggupan/perkembangan, serta pemahaman siswa, metode ini juga

        tidak memperhatikan apakah materi yang diberikan didasarkan atas motif-

        motif dan tujuan yang ada pada siswa.

                 Akan tetapi, sejak adanya penemuan-penemuan baru dalam bidang

        psikologi tentang kepribadian dan tingkah laku manusia, serta

        perkembangan dalam bidang ilmu pendidikan maka pandangan tersebut

        kemudian berubah, faktor siswa justru menjadi unsure yang menentukan

        berhasil atau tidaknya pengajaran yang disampaikan oleh guru.

                 Tokok pendidikan yang memulai pandangan baru ini, antara lain :

        Dr. Ovide Dicroly, yang terkenal dengan pengajaran berdasarkan “Pusat

        Minat” anak makan, pakaian, permainan/bekerja. Kemudian menyusul

        tokoh pendidikan lainnya seperti Jhon Dewey, yang terkenal dengan

        “Pengajaran Proyeknya”, yang berdasarkan pada masalah yang menarik

        minat siswa, system persekolahan lainnya. Sehingga sejak itu pula para

        ahli berpendapat, bahwa tingkah laku manusia didorong-dorong oleh

        motif-motif tertentu, dan perbuatan belajar akan berhasil apabila

        didasarkan pada motivasi yang ada pada siswa, murid dapat dipaksa untuk

        mengikuti suatu perbuatan, tetapi ia tidak dapat dipaksa untuk menghayati

        untuk mencapai tujuan.10




10
     Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar ket. Ke – 8, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008), hal.160
                                                                                           17




                 Hamalik (1986) juga dalam Media Pembelajaran, karangan Prof.

        Dr. Azhar Arsyad, M.A. menyebutkan bahwa pemakaiana media

        pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan

        keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan

        kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis

        terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi

        pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan

        penyampaian pesan dan isi pembelajaran.11

                 Jadi, yang dimaksud dengan minat belajar adalah aspek psikologi

        seseorang yang menempatkan diri dalam beberapa gejala, seperti : gairah,

        keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku

        melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan

        pengalaman, dengan kata lain, minat belajar itu adalah perhatian, rasa

        suka, ketertarikan seseorang (siswa) terhadap belajar yang ditunjukkan

        melalui keantusiasan, partisipasi dan keaktifan dalam belajar.



     2. Fungsi dan Tujuan

                 Pada setiap minat manusia, minat memegang peranan penting

        dalam kehidupannya dan mempunyai dampak yang besar atas prilaku dan

        sikap, minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar, siswa yang

        berminat terhadap sesuatu kegiatan baik itu bekerja maupu belajar, akan

        berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


11
     Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1997), Hal. 16.
                                                                                        18




                 William Amstrong menyatakan bahwa kontrasi tidak ada bila tidak

        ada minat yang memadai, seseorang tidak akan melakukan kegiatan jika

        tidak ada minat, Lesterdan Alice Crow juga menekankan beberapa

        pentingnya minat untuk mencapai sukses dalam hidup seseorang, suatu

        dalam minat belajar merupakan suatu kewajiban yang menyertai siswa

        dikelas dan menemani siswa dalam belajar.12

                 Minat mempunyai fungsi sebagai pendorong yang kuat dalam

        mencapai prestasi dan minat juga dapat menambah kegembiraan pada

        setiap kegiatan yang ditekuni oleh siswa.

                 Peranan minat dalam proses belajar mengajar adalah untuk

        pemusatan pikiran dan juga untuk menimbulkan kegembiraan dalam usaha

        belajar seperti adanya kegairahan hati dapat memperbesar daya

        kemampuan belajar dan juga membantunya tidak melupakan apa yang

        dipelajarinya, jadi belajar dengan penuh gairah, minat dapat membuat rasa

        kepuasan dan kesenangan tersendiri. Ada beberapa fungsi minat dalam

        belajar anatara lain:13

        a. Menciptakan, konsentrasi atau perhatian dalam belajar

        b. Menimbulkan kegembiraan atau perasaan senang dalam belajar

        c. Memperkuat daya ingat siswa tentang pelajaran yang telah diberikan

            guru.

        d. Melahirkan sikap belajar yang positif dan kontruktif.

        e. Memperkecil kebosanan siswa terhadap studi/pelajaran.
12
     Zanikhan. Minat Belajar Siswa, (on-line), 26 JUni 2006, Selasa, Http://www.Google.com.
     Diakses 03 on Nov 25. 08 2:52. Hal 7.
13
     Ibid
                                                                                  19




                  Demikianlah pentingnya peranan dan fungsi minat bagi seorang

        siswa dalam belajar sehingga apa yang tujuan pendidikan berikan dengan

        mudah dicapai.



C. Faktor—Faktor Yang Mempengaruhi MInat Belajar Siswa

             Faktor-faktor yang mempengaruhi banyak jenisnya, tetapi digolongkan

     menjadi dua golongan, yaitu faktor intern, dan faktor ekstern.14

             Faktor intern adalah yang ada dalam individu seperti faktor, kesehatan,

     bakat perhatian, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada diluar

     individu (dirinya) seperti Keluarga, sekolah, masyarakat. Dibawah ini akan

     dikemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar tersebut.

     a. Faktor-faktor Intern :

        1. Faktor Biologis

             a) Faktor Kesehatan jasmani dan rohani

                         Faktor kesehatan jasmani dan rohani sangat besar

                  pengaruhnya    terhadap   kemampuan     belajar,   bila   seseorang

                  kesehatannya terganggu, misalnya sakit pilek, demam, pusing,

                  batuk dan sebagainya, dapat mengakibatnya cepet lelah, tidak

                  bergairah, dan tidak bersemangat untuk belajar, kondisi organ yang

                  lemah dapat menurunkan ranah cipta (Kognitif) sehingga materi

                  yang dipelajaripun kurang dapat ditanggapi bahkan tidak


14
     Ibid. Hal. 7 – 13
                                                                                       20




                berbekas.15 Kondisi organ-organ siswa, seperti tingkat kesehatan

                indera pendengaran, penglihatan juga sangat mempengaruhi siswa

                dalam menyerap pendidikan.

                        Demikian halnya jika kesehatan rohani (Jiwa) seseorang

                kurang baik, misalnya mengalami perasaan kecewa karena putus

                cinta atau sebab lainnya, in bisa mengganggu atau mengurangi

                semangat belajar. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan sangat

                penting bagi setiap orang, baik fisik maupun mental, agar badan

                tetap kuat,     pikiran selalu segar dan bersemangat               dalam

                melaksanakan kegiatan belajar.

            b) Cacat Tubuh

                        Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik

                atau kurang sempurna mengenai tubuh. Cacat tubuh seperti buta,

                tuli, patah kaki, lumpuh dan sebagainya bisa mempengaruhi

                belajar, siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Sebenarnya

                jika hal ini terjadi hendaknya siswa tersebut lebih baik

                dilembagakan pada pendidikan khusus supaya dapat menghindari

                atau mengurangi efek psikologis dari kecacatannya itu.



        2. Faktor Psikologis

                    Ada banyak faktor psikologis, tapi beberapa saja yang

            disebutkan, faktor-faktor tersebut adalah :

15
     Nana Syaodah Sukmadinata, Landasan Psikologi Pendidikan Proses Pendidikan, (Bandung :
     Remaja Rosdakarya, 2004), hal. 132.
                                                                            21




                     1) Perhatian untuk mencapai hasil belajar yang baik, maka

         siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya,

         jika bahan atau materi pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka

         minat belajarpun menjadi rendah, jika begitu akan timbul kebosanan,

         siswa tidak bergairah belajar, dan mengakibatkan siswa jadi tidak suka

         lagi belajar. Agar siswa berminat dalam belajar, usahakanlah bahan

         atau materi pelajaran selalu menarik perhatian, salah satunya usaha

         tersebut adalah dengan menggunakan variasu gaya mengajar yang

         sesuai dan tepat dengan materi pelajaran.

                     2) Kesiapan, Kesiapan menurut James Drever adalah,

         Prepanednesto Respond or Reach. Kesiapan adalah kesediaan untuk

         memberikan response atau bereaksi kesediaan itu timbul dalam diri

         seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena

         kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan. Kesiapan

         ini perlu diperhatikan proses belajar mengajar, dalam artian

         memberikan suatu ilmu pengetahuan sesuai dengan kemampuan

         berfikir siswa.

                     3) Bakat atau Intelegensi, bakat adalah kemampuan untuk

         belajar. Secara umum bakat (aptitude) adalah kemampuan potensial

         yang dimiliki seseorang dalam mencapai keberhasilan (Chaplin, 1972;

         reber, 1988).16 Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi

         kecakapan yang nyata sesudah belajar, misalkan orang berbakat


16
     Ibid, Hal 135
                                                                            22




           menyanyi, suara, nada lagunya terdengar lebih merdu dibading dengan

           orang yang tidak berbakat menyanyi. Bakat mempengaruhi belajar,

           jika bahanpelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakat, maka

           siswa akan berminat terhadap pelajaran tersebut, begitu juga

           intelegensi, orang yang memiliki intelegensi (IQ) tinggi, umumnya

           mudah belajar dan hasilnyapun cenderung baik, sebaliknya jika

           seseorang yang “IQ” nya rendah akan mengalami kesukaran dalam

           belajar.

                      Jika kedua aspek kejiwaan ini besar sekali pengaruhnya

           terhadap minat belajar dan keberhasilan belajar. Bila seseorang

           memiliki intelegensi tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang

           dipelajari, maka proses belajarnya akan lancar dan sukses disbanding

           dengan orang yang memiliki “IQ” rendah dan berbakat, kedua aspek

           tersebut hendaknya seimbang, agar tercapai tujuan yang hendak

           dicapai.



     b. Faktor-Faktor Eksternal




D.
                                                                             23




                           SOAL DAN WAWANCARA
Petunjuk Pengisian
   c. Bacalah pertanyaan dibawah ini dengan teliti
   d. Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat yang
        sesuai dengan pemikiran anda pada salah satu huruf abjad yang ada.


                   IDENTITAS SOAL DAN WAWANCARA

Nama          : MIN Meunasah Teungoh Nurussalam
Kelas         : V (Lima)
Umur          :-


   1. Bagimana hubungan siswa dengan guru PAI baik atau tidak?
   a. Ya
   b. Tidak
   2. Apakah menyenangkan belajar mata pelajaran PAI di sekolah?
   a. Ya
   b. Tidak
   3. Apakah guru PAI sering memberi tugas, baik berupa PR atau tugas hafalan
        tentang ayat Al – Qur’an?
   a. Ya
   b. Tidak
   4. Apakah diluar jam pelajaran guru PAI mau membimbing siswa yang
        mengalami kesulitan dalam belajar?
   a. Ya
   b. Tidak
   5. Apakah guru menyampaikan materi pelajaran dengan berceramah saja?
   a. Ya
   b. Tidak
   6. Apakah belajar PAI dan Al – Qur’an Hadist menarik bagi siswa?
   a. Ya
   b. Tidak
                                                                          24




7. Apakah guru PAI pernah memberikan tugas kepada siswa untuk
   menuliskan Kaligrafi dan menghafal Ayat Al-qur’an dan ayat-ayat
   pendek?
a. Ya
b. Tidak
8. Apakah ketika belajar mata pelajaran PAI dan Al – Qur’an Hadis Kepala
   Sekolah pernah bertanya kepada Guru Bidang Studi. Bagaimana siswa
   keadaam dalam mereaksi pelajaran Al – Qur’an Hadis?
a. Ya
b. Tidak
9. Apakah belajar dengan disertai cerita seperti sebab lahirnya suatu hadist
   atau hukum, membuat siswa tertarik untuk lebih tertarik belajar PAI?
a. Ya
b. Tidak
10. Apakah materi mata pelajaran PAI memberikan pengaruh untuk
   kehidupan siswa ketika sedang berada diluar sekolah?
a. Ya
b. Tidak
11. Apakah dalam menyampaikan bahan (materi) guru PAI pernah
   menggunakan media seperti memakai peta, Ayat AL – Qur’an?
a. Ya
b. Tidak
12. Apakah guru PAI pernah mengajarkan mengaji kepada para siswa/siswi di
   kelas?
a. Ya
b. Tidak
13. Apakah guru PAI pernah mengadakan cerdas cermat antar kelas guna
   meningkatkan motivasi belajar siswa?
a. Ya
b. Tidak
                                                                           25




14. Apakah guru PAI pernah mendorong minat belajar siswa dengan
   memberikan misalnya ptaktek mata pelajaran ibadah seperti praktek
   mengaji, sholat Jenazah dan lain sebagainya?
a. Ya
b. Tidak
15. Apakah jika siswa tidak mengerjakan tugas guru akan menghukum siswa?
a. Ya
b. Tidak




                                                           Responden



                                                       (               )
                                                                             26




          Pedoman Wawancara Dengan Kepala Madrasah Dan Guru



1.   Bagaimana minat siswa terhadap pelajaran PAI dan Al – Qur’an Hadist?

2. Bagaimana pengaruh pelajaran PAI terhadap perilaku siswa?

3. Bagaimana pengaruh kehidupan dalam keluarga terhadap penerimaan materi

     pelajaran PAI serta Al – Qur’an Hadist untuk siswa sehari-hari?

4. Apakah ada metode/inovasi pembelajaran yang digunakan guru PAI kepada

     siswa sehingga menarik minat siswa terhadap pelajaran PAI dan Al – Qur’an

     Hadist?

5. Bagaimana perhatian ketertarikan dan daya ingat siswa terhadap pelajaran PAI

     dan Qur’an Hadist?
                                                                             27




KATA PENGANTAR



       Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, dengan taufiq dan

inayah – Nya penulis mampu menyelesaikan tugas akhir (Skripsi) yang

merupakan perjalanan Licency penulis dan salam kepada Rasulullah Muhammad

SAW. Dengan risalah dakwah beliau kepada seluruh umat manusia didunia ini.

Islam adalah Agama Fitrah dan merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta

tidak hanya manusia.

       Dalam rangka menyelesaikan dan memenuhi beban studi sebagai Strata – I

pada jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikul Saleh

Lhokseumawe. Tugas akhir (Skripsi) penulis ini diberi judul “PERAN GURU

PAI DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA BIDANG

STUDY AL – QUR’AN HADIST DI MIN MEUNASAH TEUNGOH

NURUSSALAM”.

       Penulis Skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dari semua pihak

terutama Ibu Pembimbing yang telah dengan sabar membimbing dari awal hingga

akhir, penulis juga menghanturkan terima kasih kepada para dosen seluruh civitas

akademik yang telah memudahkan segala bentuk administrasi penulis selama

menempuh pendidikan disini.

       Dalam penulisan skripsi ini penulis akui masih banyak terdapat

kekurangan-kekurangan disana-sini, untuk itu kritik dan saran sebagai perbaikan

selalu penulis rindukan untuk itu penulis memohon diperbanyak maaf.
                                                                          28




      Akhirnya hanya kepada Allah SWT penulis kembalikan segalanya,

semoga berkat dan rahmat selalu tercurahkan kepada kita semua, billahi taufiq

walhidayah.



                                                        Lhokseumawe
                                                           Penulis



                                                     FITRIANI, A. MA
                                                                                                                         29




                                                   DAFTAR ISI

                                                                                                                 Halaman

KATA PENGANTAR ..................................................................................                        i

DAFTAR ISI ................................................................................................             ii

DAFTAR TABEL ........................................................................................

ABSTRAK              ................................................................................................

BAB I           PENDAHULUAN ......................................................................                       1
                A. Latar Belakang Masalah .......................................................                        1
                B. Rumusan Masalah ................................................................                      2
                C. Tujuan Penelitian ..................................................................                  3
                D. Manfaat Penelitian ................................................................                   3
                E. Metode Penelitian .................................................................                   4
                   1. Pendekatan Penelitian .....................................................                        4
                   2. Tempat Penelitian ...........................................................                      4
                   3. Subjek Penelitian ............................................................                     5
                   4. Instrumen Penelitian .......................................................                       5
                   5. Tehnik Pengumpulan Data ..............................................                             7
                   6. Tehnik Analisis Data.......................................................                        8

BAB        II LANDASAN TEORI .................................................................                           9
               A. Hakikat Guru PAI .................................................................                     9
                  1. Pengertian Guru PAI .....................................................                           9
                  2. Tugas dan Tanggung Jawan Guru PAI .........................                                        11
               B. Hakikat Minat Belajar ..........................................................                      14
                  1. Pengertian, Fungsi dan Tujuan Minat Belajar...............                                         17
                  2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat
                      Belajar Siswa.................................................................                    20
                  3. Tehnik Pengembangan Minat Belajar Siswa ................                                           28
                  4. Usaha-Usaha Menumbuhkan Minat Belajar Siswa.......                                                 31

BAB        III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................
               A. Hasil Penelitian.....................................................................
               B. Analisis Data ........................................................................


BAB       IV PENUTUP ..................................................................................
          A. Kesimpulan .............................................................................
          B.  Saran – Saran ....................................................................................
                                                    30




PERAN GURU PAI DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR
    SISWA PADA BIDANG STUDY AL – QUR’AN HADIST
       DI MIN MEUNASAH TEUNGOH NURUSSALAM




                        SKRIPSI



                          Oleh



                       FITRIANI


               Mahasiswa Fakultas Tarbiyah
        Prodi/Jurusan Guru Pendidikan Agama Islam
                     NIM : 210919964




          FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AR – RANIRY
        DARUSSALAM BANDA ACEH
                  2011

								
To top