VIRUS
PENDAHULUAN
Virus dipelajari dalam ilmu virologi
Virus merupakan oraganisme yang sangat kecil dari bakteri , satuan
ukuran irus mili mikron (1/1000000 mm), sedangkan bakteri
satuannya mikron (1 /1000 mm)
Satuan kehidupannya pada virus adalah Virion sedangkan bakteri
adalah sel
Kata virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun
Virus juga dinamakan meta organisme, genom yang terbungkus di
dalam suatu lapisan pelindung protein
Virus dianggap sebagai jembatan antara makhluk hidup dan makhluk
tak hidup , karena kemampuan dapat dikristalkan (seperti mati) dan
dapat berkembang biak dengan replikasi /proliferasi (seperti
hidup)
BATASAN VIRUS
Virus merupakan organisme yang sangat kecil dan jauh lebih kecil
dari bakteri dan mampu menembus saringan bakteri dan hanya
dapat disaring dengan menggunakan saringan porselin (Dimitri
Ivanowsky dan Beijerinck)
Virus adalah parasit intra seluler ,dan parasit obligat dengan
ukurannya 20-200 nm (mili mikron) bentuk dan komposisi kimianya
bervariasi,
Hanya mengandung satu asm nuklead saja yaitu RNA or asam
nuklead DNA.
Partikelnya secara utuh disebut “VIRION”
Virion terdiri dari “Kapsid” dari bahan Protein yang diambil dari
mahkluk hidup lain, mudahnya virus tidak memiliki perlengkapan
selular untuk bereproduksi sendiri.
karena itulah Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material
hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup
(obligatparasit)
Virus resisten terhadap Antibiotics , sehingga tidak mati dengan
antibiotik , mematikannya dengan Interferon
ASAL USUL VIRUS
Asal-usul virus belum diketahui secara jelas
Ada 3 hipotesis mengenai asal-usul virus :
1. Virus merupakan parasit sel-sel primitif dan keduanya berevolusi
bersama. Banyak virus sekarang tidak menyebabkan kerusakan sel
hospes dan tetap laten dalam tuan rumah (lisogenik)
2. Virus berevolusi dari kuman parasit. Meskipun demikian untuk
organisme intraseluler obligat lainnya misal ada chlamydia, pada
saat ini tidak ada bukti bahwa virus berevolusi ke kuman / bakteri
3. Virus mungkin merupakan komponen sel tuan rumah yg kemudian
menjadi otonom
HISTORITIKAL VIRUS
Virus pertama kali ditemukan oleh Adolf Meyer di Nederland pada
tahun 1883
Penelitian tentang virus dilanjutkan oleh ahli botani berkebangsaan
Rusia yaitu Dimitri Ivanowski (1892), dan Baijerinck (1899)
berkebangsaan Jerman Keduanya meneliti pada Daun tembakau
yang terdapat bercak putih (Mozaik)
Kemudian Keduanya menyimpulkan bahwa penyakit mozaik pada
tembakau disebabkan oleh virus
Loffer dan Frosch (1897) menemukan virus hewan yang
menyebabkan penyakit mulut dan kuku pada ternak ( Mouth and
Mouth Disease)
Reed tahun 1907 menemukan virus yang menyebabkan penyakit
demam kuning pada manusia
Twort (1916) dan d’Herelle (1917) menemukan virus yang
menyebabkan lisis pada bakteri yang disebut dengan bakteriofage.
tahun(1935) saientis amerika Wendell Stanley mampu
mengkristalkan virus TMV yang membuat Virus kehidupan yang
serupa benda mati
setelah itu ditemukan mikroskop elektron yang memudahkan
pengamatan virus meskipun satuan ukurannya milimikron OK
SIFAT KHUSUS VIRUS
Menurut Lwoff, Horne dan Tournier (1966) :
1. Bahan genetik virus terdiri dari DNA atau RNA, sehingga tidak
terdiri dari kedua jenis asam nukleat sekaligus
2. Struktur dari virus relatif sangat sederhana, yakni terdiri dari
pembungkus yang mengelilingi asam nukleat (DNA/RNA ) itu dari
bahan Protein yang kemudian disebut kapsid
3. Virus mengadakan reproduksi hanya dalam sel hidup, yakni dalam
sitoplasma, dalam nukleus atau di dalam keduanya dan tidak
mengadakan kegiatan reproduksi jika berada di luar sel hidup
4. Virus tidak membelah diri dengan cara pembelahan karena konsep
membelah diri adalah dibelah jadi dua dengan menggunakan materi
sendiri , sedang Virus meskipun DNA nya bisa meriplikasi tetapi
tetap harus mencari protein untuk membuat kapsid
5. Partikel virus baru dibentuk dengan suatu proses biosintesis
majemuk yang dimulai dari pemecahan suatu partikel virus infektif
menjadi lapisan protein pelindung dan komponen asam nukleat
infektif ( Asembling /Perakitan)
6. Asam nukleat partikel virus yang menginfeksi sel mengambil alih
kekuasaan dan pengawasan sistem enzim sel hospesnya, sehingga
selaras dengan proses sintesis asam nukleat dan protein virus (
Eklipase / Sintesis / Proliferase)
7. Virus menginfeksi sel menggunakan ribosom sel hospes untuk
keperluan metabolisme mendapatkan protein untuk kaopsidnya
8. Komponen-komponen utama virus dibentuk secara terpisah dan
baru digabung di dalam sel hospes tidak lama sebelum dibebaskan /
Lisis
9. Selama dalam proses pembebasan, bebrapa partikel virus
mendapatkan selubung luar yang mengandung protein /glikoprotein
/ Lipid dan bahan lain yang sebagain besar berasal dari dalam sel
hospes
10. Partikel virus lengkap dinamakan virion dan dari inti asam nukleat
yang dikelilingi lapisan protein yang bersifat antigenik yang disebut
dengan kapsid
BENTUK DAN UKURAN VIRUS
Bentuk virus sangat bervariasi.
1. Ada yang berbebtuk bulat
2. oval
3. memanjang
4. silindris
5. dan ada juga yang berbentuk hurut T
Ukuran tubuh virus sangat kecil dan bervariasi yaitu kira-kira
berdiameter 20 nm, Karena sangat kecil maka virus tidak dapat
dilihat dg menggunakan mikroskop biasa, kecuali poxyvirus
SUSUNAN TUBUH VIRUS
1. Kapsid
Kapsid merupakan lapisan pembungkus tubuh virus, yang tersusun
atas protein.
Kapsid terdiri dari sejumlah kapsomer yang terikat satu sama lain
dengan ikatan nonkovalen
Fungsi kapsid :
1. Memberi bentuk virus
2. Sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan
dirinya
3. Mempermudah proses penempelan pada proses penembusan ke
dalam sel
2. Isi (Nucleic acid)
Terdapat di sebelah dalam kapsid berupa materi genetik, yaitu
suatu molekul pembawa sifat keturunan.
Materi genetik ini berupa ARN atau ADn.
Virus hanya memiliki satu asam nukelat saja
Asam nukelat sering bergabung dengan protein sehingga disebut
Nukleoprotein
3. Kepala dan ekor
Ekor virus berfungsi melekatkan tubuh virus pada inang
Struktur virus ada 2 macam yaitu virus telanjang dan virus
terselubung
Virus telanjang terdiri dari 5 kelompok :
1. Piconavirus
2. Reovirus
3. Adenovirus
4. Papovirus
5. Parvovirus
Sedang virus lain di luar kapsid terdapat selubung luar (envelope)
yang terdiri dari protein dan dan lipid
Pengertian tentang asam ukleat virus mempunyai arti penting untuk
memahami proses perkembangbiakan virus, sifat biologiknya dll
REPLIKASI VIRUS
Perkambang biakan virus mempunyai arti penting agar mengetahui
bagaimana virus bisa mematikan atau menstransformasi sel.
Adapun tahap-tahap replikasi virus adalah
1. Adsorpsi
2. Penetrasi sel inang
3. Eklipase
4. Asembling (Pembentukan virus baru)
5. Lisis (Pemecahan sel inang)
1. Adsorpsi
Attachment (adsorption): the phage attaches to a protein or
polysaccharide molecule (receptor) on the surface of the bacterial
cell.
Merupakan tahap penempelan (attachment) virus pada dinding sel
inang. Virus menempelkan sisi tempel atau reseptor site ke dinding
sel bakteri
2. Penetrasi sel inang
Setelah reseptor site, bagian ini kemudian mengeluarkan enzim
untuk membuka dinding sel bakteri
Molekul asam nuklead virus bergerak keluar melalui pipa ekor dan
masuk ke dalam sitoplasma sel melalui dinding sel yang terbuka
Pada virus telanjang, proses penyusupan terjadi dengan cara
fagositosis virion, sedangkan pada virus terselubung dapat terjadi
dengan cara fusi yang diikuti masuknya nukleokapsid ke sitoplasma
3. Eklipase
Asam nukleat virus menggunakan asam nukleat bakteri untuk
membentuk bagian-bagian tubuh virus, seperti protein, asam
nukleat dan kapsid
Bahan yang digunakan berasal dari protein, enzim, san asam nukleat
sel bakteri
4. Pembentukan virus(bakteriofage) baru
Setelah bagian-bagian tubuh virus terbentuk, maka pada fase ini
bagian-bagian itu akan digabungkan untuk menjadi virus yang baru
dari 1 sel bakteri akan dihasilkan 100-300 virus baru
5. Pemecahan sel inang
Akhir dari siklus adalah pecahnya sel bakteri.
Di dalam sel bakteri terbentuk enzim lisosim yang mampu
melarutkan ikatan kimia dinding sel bakteri. Setelah dinding sel
pecah maka keluarlah virus baru itu dan selanjutnya mencari sel
bakteri lainnya
CARA LISOGENIK :
Prinsipnya Inang yang diserang kuat sehinga virus tidak bisa
menghancurkan seperti kasus Lisis namun Virus membentuk PROFAGE
sehingga inang tetap hidup dan bisa berkembang biak tetapi di tubuh
inang tetap ada Profage yang sewaktu waktu akan menghancurkan inang
ketika antibody inang turun OK
Lihat gambar
KLASIFIKASI VIRUS
Pada awalnya kriteria menentukan apakah suatu jasad termasuk
virus atau bukan hanya didasarkan pada kemampuannya melewati
saringan kuman
Dengan lebih diketahuinya penyakit yang ditimbulkan, maka
penggolongan virus lebih dikembangkan.
Tahun 1966 dibentuk Komite Internasional Untuk Penamaan dan
Penggolongan Virus.
Pada saat ini penggolongan virus meliputi pembagian atas famili, subfamili,
genus dan spesies
1. Nama famili virus ditandai dengan akhiran viridae, anggota famili
mempunyai sifat umum sama dan tidak banyak berubah. Anggota
famili tertentu mempunyai morfologi virion, struktur dan replikasi
genom khas.
2. Nama sub famili diberi akhiran virinae
3. Nama akhiran genus diberi akhiran virus
4. Kriteria dasar klasifikasi virus
Jenis asam nukelat, ARN atau ADN
Ukuran dan morfologi
Adanya enzim spesifik yang dimiliki
Kepekaan terhadap zat kimia dan keadaan fisik
Cara penyebaran alamiah
Gejala-gejala yang ditimbulkan
Ada tidaknya selubung
Banyaknya kapsomer
VIRUS DNA
Virus DNA (Deoxybo Nucleat Acid) terdiri dari 6 kelompok :
1. Poxvirus
2. Virus herpes
3. Adenovirus
4. Virus Papova
5. Virus parvo
6. Hepadnavirus
1. Poxvirus
Merupakan virus yang memiliki ukuran cukup besar seperti batu
bata
Ukuran 300x200x100 nm.
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa
Terdiri dari inti DNA dengan bagian tengah cekung
Ada 4 kelompok :
1. virus mamalia
2. virus unggas
3. onkogenik virus dan lain-lain
Virus mamalia :
1. Variola
2. Vaksinia
3. Cacar sapi
4. Ektro melia
5. Cacar kelinci
6. Cacar monyet
Virus unggas :
1. Virus burung
2. Virus kalkun
3. Virung onkogenik
4. Miksoma
5. Fibroma
Lain-lain :
Virus dermatitis pustula menular
Virus bintik-bintik pemerah susu
Virus stomatitis pustula sapi
2. Virus herpes
Berselubung, ikosahedron
Berkembang biak dalam inti sel
Dibungkus selubung yang peka eter
Ukuran 100-150 nm
Ada 5 macam Herpes karena Virus :
Herpes simplek
Varicella
Herpes zooster
Sitomegalovirus
Virus epstein barr
Herpes simplek
Menyebabkan erupsi kulit vesikuler ringan
Ada 2 type :
1. Tipe infeksi pada mulut, mata, SSP
2. Tipe infeksi pada alat kelamin
Varicella
Morfologi identik dengan herpes simplek
Menyebabkan cacar air pada anak-anak
Gejala berupa erupsi vesikel pada kulit dan selaput lendir, timbul
tidak serentak
Sumber penderita cacar atau herpes zoster
Herpes Zoster
Pada infeksi varicella infeksi menyeluruh, tetapi pada herpes
zoster terlokalisasi
Yang paling sering terkena adalah daerah kulit yang dipersyarafi
oleh segmen sumsum tulang belakang T2 – L2 dan nervus trigeminus
Sitomegalovirus
Mirip virus herpes yang lain
Menyebabkan pembengkaan sel host
Bila sistemik menyebabkan pembengkakan hati
Virus Epstein Barr
Tidak dapat dibedakan dengan virus herpes yang lain
Memiliki afinitas terhjdap sel limfoblast
Menginfeksi sel limfosit
Menyebabkan leukopenia
3. Adeno Virus
Virus DNA tidak berselubung
Berbentuk bulat diameter 70-90 nm
Stabil pada suhu 4-36o C
Mati pada suhu 56 derajad Celsius
Misal : Adenovirus manusia hanya hidup pada sel manusia
Memiliki efek mengelompokkan dan mirip gumpalan sehingga
terjadi sarkomamembulatkan sel host
4. Virus Papova
Berkembang dalam inti sel
Tahan terhadap eter
Menyebabkan kutil pada manusia
5. Virus parvo
Virus berukuran kecil
Diameter 18-22 nm
Kebal terhadap eter
Ditemukan pada binatang
Pada manusia belum jelas
6. Hepadnavirus
Virion : berselubung (HBsAg), berdiamter 42 nm
Replikasi di hepatosid
Misal : Virus hepatitis B
VIRUS RNA
Virus RNA terdiri dari 9 kelompok :
Virus picorna
Orthomyxo virus
Paramyxo Virus
Virus Rubella
Rhabdo Virus
Arbovirus
Virus Corona
Virus Leuko
Virus Rheo
1. Virus Picorna
Ukuran kecil 20-30 nm, tak terselubung kebal terhadap eter
Terdiri dari 2 tipe :
1. Virus polio
2. Orthomyxo Virus
Virus polio
Berdiameter 30 nm, Bulat, Kebal eter, Kloroform Garam emepedu
Dapat hidup pada pH rendah dan suhu rendah
Menyebabkan penyakit Poliomyelitis pada manusia
Virus Coxsachie
Menyebabkan faringitis vesikuler, ISPa ringan dan meningitis
2.Orthomyxo Virus
Virus RNA berselubung yangmampu diserap oleh reseptor eritrosit
Ukuran 80-120 nm
Berbentuk bulat
Yang termasuk golongan virus ini adalah virus influenza
Virus Influenza menyebabkan infeksi saluran pernafasan,
Virus masuk (port de entri ) mukosa saluran nafas.
Sembuh sendiri dalam waktu 3-7 hari apabila tanpa infeksi
sekunder
4. Paramyxo Virus
Virus besar berukuran 100-250 nm
Yang termasuk golongan virus ini adalah :
Parotitis epidemica (Mumps)
Menyebabkan infeksi akut pada kelenjar ludah
Tanda khas berbicara dengan bergumam
Inaktif pada suhu kamar, UV, eter dan formaldehida
Port de entri mukosa saluran nafas dan konjungtiva
Respiratory syncytial virus
Menyebabkan bronkiolitis dan pneumonia
Campak
Menyebabkan infeksi akut sangat menular ditandai dengan ruam
makulopapular menyeluruh didahului oleh demam, batuk, radang
konjungtiva berair, biasanya sembuh sendiri
4. Virus Rubella
Merupakan virus RNA berselubung
Pada anak menyebabkan limfadenopati
Pada dewasa menyebabkan infeksi sendi dan perdarahan bawah
kulit
Pada masa awal kehamilan embriopati
Ukuran 50-70 nm
berbentuk bulat
tidak tahan pemanasan
inaktif oleh eter dan kloroform
Port de entrée mukosa saluran nafas
Berkembang biak pada KGB leher
Bagi petugas kesehatan hati-hati terhadap bayi yang terinfeksi
virus ini
5. Rhabdo virus
Berbentuk seperti peluru, ukuran 120-200 x 60-80 nm
Berkembang biak pada sitoplasma sel host
Yang termasuk virus ini adalah :
1. Virus rabies
Mati oleh sinar UV , pemanasan, eter, asam kuat dan basa kuat,
berkembang biak pada hewan berdarah panas (anjing)
Apabila manusia melalui serabut syarafterinfeksi digigit anjing
virus masuk luka sumsum tulang belakang
dan SSP menyebar ke tempat lain
GEJALA RABIES
Gejala awal lesu
Nafsu makan menurun
Mual
Muntah
Sakit kepala
Demam
Gejala lanjut sensitif terhadap rangsangan
kejang
koma dan mati
6. Arbo Virus
Virus RNA
berbentuk bulat
diameter 20-60 nm
berselubung lipid
peka terhadap eter, garam empedu
Berkembang biak pada serangga oleh karena itu ditularkan oleh
srangga
Dalam tubuh manusia berkembang biak dalam sel limfosit dan
trombosit
Misal :
1. Virus Ensefalitis
2. Virus penyebab penyakit demam
7. Virus corona
Berbentuk lonjong atau bulat
Peka terhadap eter
Menyebabkan batuk pilek, ispa dan hepatitis pada mencit
8. Virus Leuko
Merangsang timbulnya tranaformasi keganasan pada sel leukosit
Menyebabkan leukemia
9. Virus Reo
Virus RNA berserat rangkap
Tanpa selubung
Kebal terhadap eter
Penyebab infeksi saluran nafas dan saluran pencernaan
Unclassified virus
Penyebab ensefalopati
Misal
virus hepatitis C
virus hepatitis Delta
KEUNTUNGAN
Dapat dibuat Vaksin : yaitu virus dilemahkan daya toksisnya , dimasukkan
ketubuh untuk sparing parten darah putih ( antibody) sehingga melatih
darah putih menyerang antigen yang masuk.
Vaksin diberikan ke orang yang sehat , sehingga konsentrasi antibody kita
mutlak untuk hanya bekerja menyerang ke kuman yang dimasukkan
tersebut. biasanya bertahap sesuai toksisitas yang diberikan . OK
Jadi Vaksin itu kuman yang dimasukkan dengan kadar racun yang telah
dikurangi
Interferon , virus tanpa dikurangi daya racunnya di serangkan ke bacteri
agar bacteri membuat perlawanan, dengan membuat antibody , Antibody
yang telah bisa mengalahkan virus itu kemudian di ekstrak untuk obat
VIRUS
Virus berarti racun. karena hampir semua virus dapat menimbulkan
penyakit pada organisme . ia selalu parasit obligat karena jika dikembang
biakan di media bukan mahkluk hidup misalnya media agar atau glukosa
tidak bisa berkembang biak , namun jika di jaringan mahkluk hidup OK
banget
Ciri ciri Virus
Saat ini virus adalah mahluk yang berukuran paling kecil diukur
satuannya mili mikron ( 1/1000000 mm.
Dari ukurannya ia hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron
dan lolos dari saringan bakteri (bakteri filter)
virus adalah kehidupan transisi antara benda mati dan hidup karena
ia bisa sebagai benda mati ketika dikristalkan tetap bisa hidup
(Wendell Stanley) , dan mampu reproduksi sebagai mahkluk hidup
Reproduksinya selalu di jaringan mahkluk hidup misalnya di
embryo/telur , jaringan tumbuhan
Reproduksinya secara Replikasi /Proliferasi , tidak bisa membelah
diri karena ada bagian tubuhnya yaitu Kapsid disusun oleh protein
yang mereka tidak bisa membuatnya sendiri
Maka Virus selalu parasit (Parasit obligat) karena ia hanya ingin
membentuk dirinya dengan mengambil protein untuk membentuk
kapsidnya
protein tidak bisa ia buat karena ia tidak memiliki ribosom , dan
bagian sel lainnya mengingat ia memang tak punya sel karena
ukurannya ( sel satuan terkecilnya mikron)
selain itu tubuh virus hanya tersusun oleh satu asam nuklead RNA
atau DNA , perlu diketahui semua mahkluk hidup mempunyai
keduanya RNA dan DNA
dengan hanya mempunyai satu asam nuklead ya jelas meraka tak
bakal bisa membuat Protein karena sintesa protein itu dibuat Kerja
sama antara DNA dan RNA. DNA sebagai Arsitek/perancangmya
dan RNA sebagai pelaksananya OK
SEJARAH PENEMUAN
D. Iwanowsky (1892) dan M. Beyerinck (1899) adalah ilmuwan yang
menemukan virus, sewaktu keduanya meneliti penyakit mozaik daun
tembakau.
Kemudian W.M. Stanley (1935) seorang ilmuwan Amerika berhasil
mengkristalkan virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau
(virus TVM).
STRUKTUR TUBUH
Tubuhnya masih belum dapat disebut sebagai sel, hanya tersusun
dari selubung protein (Kapsid) di bagian luar dan asam nukleat
(ARN atau ADN) di bagian dalamnya.
Berdasarkan asam nukleat yang terdapat pada virus, kita mengenal
virus ADN atau dan virus ARN.
Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang
hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan).
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus
baru, berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi.
Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup.
Oleh karena itu, virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel
tumbuhan untuk bereproduksi.
Cara reproduksi virus disebut proliferasi atau replikasi.
Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam,
yaitu daur litik dan daur lisogenik.
Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel induk setelah
berhasil melakukan reproduksi, sedangkan pada daur lisogenik,
virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi
dengan DNA sel bakteri, sehingga jika bakteri membelah atau
berkembangbiak virus pun ikut membelah.
Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun
pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofage,
yaitu melalui fase adsorpsi, sintesis, dan lisis.
Ada 2 daur Infeksi virus :daur Litik - daurLisogenik
DAUR LITIK
1. Fase adsorpsi dan Penetrasi / infeksi
Dengan ujung ekornya, fag melekat atau menginfeksi bagian
tertentu dari dinding sel bakteri, daerah itu disebut daerah
reseptor (receptor site : receptor spot). Daerah ini khas bagi fag
tertentu, dan fag jenis lain tak dapat melekat di tempat tersebut.
Virus penyerang bakteri tidak memiliki enzim-enzim untuk
metabolisme, tetapi rnemiliki enzim lisozim yang berfungsi merusak
atau melubangi dinding sel bakteri.Sesudah dinding sei bakteri
terhidrolisis (rusak) oleh lisozim, maka seluruh isi fag masuk ke
dalam hospes (sel bakteri). Fag kemudian merusak dan
mengendalikan DNA bakteri.n Perakitan
2. Fase Replikasi (fase sintesis)/ Eklipase dan Perakitan
DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) menggunakan
DNA bakteri sebagai bahan, serta membentuk selubung protein.
Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA baru virus yang
lengkap dengan selubungnya.
3. Fase Pembebasan virus fag - fag baru / fase lisis
Sesudah fag baru terbentuk, sel bakteri akan pecah (lisis),
sehingga keluarlah fag yang baru. Jumlah virus baru ini dapat
mencapai sekitar 200. Pembentukan partikel bakteriofag
memerlukan waktu sekitar 20 menit.
DAUR LISOGENIK
Daur lisogenik melalui fase-fase berikut ini:
1. Fase adsorpsi dan infeksi
Fag menempel pada tempat yang spesifik. Virus melakukan
penetrasi pada bakteri kemudian mengeluarkan DNAnya ke dalam
tubuh bakteri.
2. Fase penggabungan
DNA virus bersatu dengan DNA bakteri membentuk profag. Dalam
bentuk profag, sebagian besar gen berada dalam fase tidak aktif,
tetapi sedikitnya acla satu gen yang selalu aktif. Gen aktif
berfungsi untuk mengkode protein reseptor yang berfungsi
menjaga agar sebagian gen profag tidak aktif.
3. Fase pembelahan
Bila bakteri membelah diri, profag ikut membelah sehingga dua sel
anakan bakteri juga mengandung profag di dalam selnya. Hal ini
akan berlangsung terus-menerus selama sel bakteri yang
mengandung profag membelah. Jadi jelaslah bahwa pada virus tidak
terjadi pembelahan sel, tetapi terjadi penyusunan bahan virus (fag)
baru yang berasal dari bahan yang telah ada dalam sel bakteri yang
diserang.
BEDA LITIK DAN LISOGENIK
Siklus/daur litik
• Waktu relatif singkat
• Menonaktifkan bakteri
• Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri
Siklus/daur lisogenik
• Waktu relatif lama
• Mengkominasi materi genetic bakteri dengn virus
• Terikat pada kromosom bakteri
Tahap-tahapnya DIATAS bisa disederhanakan menjadi APEAL
1. Adsorpsi, yaitu virus menempel pada dinding sel bacteri
Escherichia coli dengan ujung ekornya.
2. Penetrasi, yaitu virus melobangi dinding sel bacteri kemudian
memasukan DNA-nya (materi geneti)
3. Eklipase, DNA virus dalam bacteri akan mempengaruhi metabolisme
bacteri kemudian dibentuklah DNA virus dan protein yang baru.
4. Pembentukan virus baru (Asembling) , komponen-komponen virus
dalam sel bacteri dirakit kembali dan terbentuklah bacteriofage
yang baru.
5. Pemecahan sel inang ( LISIS), bacteriofage-bateriofage yang baru
melepaskan diri dari bacteri sehingga sel bacteri pecah dan
munculah virus-virus baru (antara 200 - 300 ekor) yang siap
menginfeksi bacteri Escherichia coli yang lain.
REPRODUKSI PADA SEL MAHKLUK HIDUP
Virus dapat berkembangbiak dalam sel bacteri, sel hewan dan sel
tumbuhan tingkat tinggi.
Karena itu virus dapat dibedakan :
Virus bacteri : virus yang dapat berkembangbiak pada sel bacteri,
asam nukleat virus ini umumnya ADN
Virus tumbuhan : virus yang dapat berkembangbiak pada sel
tumbuhan tingkat tinggi, asam nukleat virus ini umumnya ARN
Virus hewan : virus ini dapat berkembangbiak pada sel hewan asam
nukleat virus ini umumnya ADN atau ARN
Virus pada Manusia : virus ini bisa menyebabkan penyakit AIDS ,
Hepattis dll
PERAN VIRUS
Peranan virus dalam kehidupan manusia :
a. Menguntungkan :
Dengan berkembangnya rekayasa genetika, virus banyak dipakai
dalam penelitian dan percobaan kedokteran. Bahkan virus banyak
digunakan untuk mengobati penyakit menular dan untuk membuat
peta kromosom.
b. Merugikan :
Pada manusia :
Polio melitis jenis Virus RNA
Influenza jenis virus RNA yaitu Orthomyxovirus
Cacar (voricella) jenis Virus DNA yaitu Orthopox Virus
Hepatitis jenis Virus RNA meliputi Hepatitis C, B, A dan D serta E
Herpes yaitu Virus DNA yaitu Herpes Virus
Morbili (campak)
Rabies (gila anjing) jenis Virus DNA yaitu rhabdovirus dan Lyzza
virus
Trakom (radang selaput mata) Jenis Virus DNA yaitu Trachoom
Virus
Demam kuning (yellow fever)
Demam berdarah jenis Virus DNA yaitu Virus Dengue atau
Togovirus - thrombocyt kurang
Gondongan (parototis) Jenis Virus RNA Paramyxovirus A
Menginitis (radang selaput otak)
Rubella
Herpes simpleks (penyebab sakit cacar air, infeksi genital dan
kanker)
Kanker jenis virus DNA yaitu virus Onkogen
AIDS oleh HIV menyerang Lympocyt ( Leucocyt Agranuler)
sehingga defisiensi immun
Ebolla Jenis virus RNA yaitu Fillovirus/ virus ebola
Flu Burung Jenis Virus RNA yaitu Avian influensa virus (H5N1)
SARS ( Severe Acute Respiratory Syndrom ) Jednis Virus DNA
yaitu Corona virus
VIRUS HEWAN
o Rabies pada anjing, monyet, kucing. jenis Virus DNA yaitu
RhabdoVirus
o Tetelo / NCD (New Caste Disease ) jenis Virus DNA pada
ayam menyerang sistem syaraf
o Parrot fever (pada unggas).
o Foot and mouth disease /FMD (penyakit kuku dan mulut)
disebabkan Virus DNA yaitu FMDV pada sapi dan kerbau dan
ternak .
o Kanker pada Ayam ( Rouse Sarcoma Virus) jenis Virus DNA
yaitu RSV.
VIRUS TUMBUHAN
o Mozaik atau bercak kuning pada tembakau (Tobacco Mozaic
Virus), mentimun (Cucumber Mozaic), buncis (Bean cane
mozaic dan Bean mozaic), gandum (Wheat mozaic), tebu
(Sugar cane mozaic).
o CVPD ( Citrus Vien Phloem Degeneration) menyerang pada
pembuluh tapis jeruk.
o Tungro , kekerdilan pada padi.
o Potato yellow dwarf pada kentang.
o Tobacco necrosis pada tembakau.
Catatan:
o HIV : Human Immunedeficiency Virus
o AIDS : Acquired Immune Deficiency Syndrome
o Gejala-gejala yang timbul akibat AIDS :
berat badan menurun, kelenjar getah bening membesar,
badan lemah, panas dingin seperti sakit flu dan bekeringat.
o
o Cara penularan AIDS :
menular meallui cairan tubuh seperti cairan darah, getah
bening, air liur, air seni, keringat, air mata dan sperma, yang
menular dengan jarum suntik, donor darah, pembuatan tato,
sikat gigi, alat cukur, air susu, keturunan dari placenta ibu
dan hubugnan seksual.
ecegahan diri dari serangan virus dapat dilakukan dengan
cara pemberian vaksin sehingga muncul kekebalan pada suatu
individu tersebut. Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah
dilemahkan. Sampai sekarang ini penyakit karena virus dan
belum ditemukan vaksinnya adalah influensa dan AIDS.
VIRUS BAKTERI
o Bakteriofage.
Cara pencegahan penyakit karena virus dilakukan dengan tindakan
vaksinasi.
o Vaksin pertama yang ditemukan di tubuh manusia
o vaksin cacar, dicoretkan di lengan , ditemukan oleh Edward Jenner
(1789),
o vaksin polio vaksinasi oral ditemukan oleh Jonas Salk (1952) dalam
menanggulangi penyebab polio.
o Manusia secara alamiah dapat membuat zat anti virus di dalam
tubuhnya, yang disebut Interferon, meskipun demikian manusia
masih dapat sakit karena infeksi virus, karena kecepatan replikasi
virus tidak dapat diimbangi oleh kecepatan sintesis interferon
LATIHAN SOAL
21. Jelaskan mengapa virus dikatakan sebagai bentuk peralihan antara
benda mati ke makhluk hidup!
22. Gambarlah bakteriofag dan tunjukkan bagian-bagiannya!
23. Jelaskan manfaat virus bagi kehidupan!
24. Jelaskan mengapa embrio ayam dapat digunakan sebagai medium
untuk mengembangkan virus!
25. Hampir semua orang pernah menderita influenza. Bahkan selama
hidupnya, orang berkali-kali menderita influenza. Seringkali obat
yang pernah berhasil meredakan influenza tidak lagi berhasil
meredakan influenza yang selanjutnya. Mengapa hal tersebut bisa
terjadi?
Dipos