Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

PENDARAHAN

VIEWS: 74 PAGES: 7

									                                 BAB I

                           PENDAHULUAN



A. PENDARAHAN

        Pendarahan/bleeding,      secara    teknis    dikenal     sebagai

  haemorrhaging atau haemorrhaging yang adalah berarti kehilangan darah

  atau keluarnya darah dari sistem sirkulasi karena pembuluh tersebut

  mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh benturan fisik,

  sayatan, atau pecahnya pembuluh darah yang tersumbat.

        Pendarahan umumnya dapat menjadi berbahaya, atau bahkan

  fatal ketika sampai menyebabkan hipovolemia (volume darah rendah)

  atau hipotensi (tekanan darah rendah). Dalam keadaan ini, berbagai

  mekanisme ikut bermain untuk menjaga tubuh homeostasis.

        Penyakit tertentu atau kondisi medis tertentu, seperti haemophilia

  dan kekurangan jumlah platelet (trombositopenia), dapat meningkatkan

  resiko pendarahan atau memungkinkan sebaliknya saat berdarah kecil

  dapat mengganggu kesehatan atau bahkan mengancam nyawa. Obat –

  obatan antikoagulan seperti warfarin bisa meniru efek dari hemofilia,

  mencegah pembekuan dan memungkinkan aliran darah bebas.



B. JENIS-JENIS PENDARAHAN

        Berdasarkan letak keluarnya darah, pendarahan dibagi menjadi 2

  macam, yaitu pendarahan terbuka dan pendarahan tertutup. Pada

  pendarahan terbuka, darah keluar dari dalam tubuh. Tekanan dan warna

  darah pada saat keluar tergantung dari jenis pembuluh darah yang rusak.

  Jika yang rusak adalah pembuluh arteri (pembuluh nadi), maka darah
memancar dan berwarna merah terang. Jika yang rusak adalah pembuluh

vena (pembuluh balik), maka darah mengalir dan berwarna merah tua.

Jika yang rusak adalah pembuluh kapiler maka darah merembes seperti

titik embun dan berwarna merah terang.

         Pada pendarahan tertutup, darah keluar dari pembuluh darah dan

mengisi daerah disekitarnya, terutama dalam jaringan otot. Pendarahan

ini dapat diidentifikasi dengan adanya memar pada korban. Bentuk lain

dari pendarahan tertutup adalah pendarahan dalam. Pada pendarahan

dalam, darah yang keluar dari pembuluh darah mengisi rongga dalam

tubuh, seperti rongga dalam perut. Pendarahan ini dapat diidentifikasi

dari tanda-tanda pada korban, seperti setelah cidera korban mengalami

syok, tapi tidak ada tanda-tanda pendarahan, tempat cidera mungkin

terlihat memar yang terpola, lubang tubuh mungkin mengeluarkan

darah.

         Berdasarkan letak terjadinya pendarahan dibagi menjadi 3 tempat

   Pendarahan pada pembuluh kapiler

    Kapiler adalah pembuluh darah terkecil di dalam tubuh manusia;

    bentuknya setipis rambut di kepala. Ketika terjadi goresan kecil atau

    memotong beberapa kapiler, perdarahan hampir selalu sangat lambat

    dan kecil dalam kuantitas. Tubuh langsung mengalami mekanisme

    pembekuan yang mampu menghentikan sebagian besar kasus

    pendarahan kapiler dalam beberapa detik untuk menit. Tanda klinis,

    keluarnya darah merembes dari permukaan.
   Pendarahan pada pembuluh darah vena

    Pemotong/luka yang dalam memiliki potensi untuk memotong

    pembuluh darah vena. Apabila terjadi pemotongan pembuluh darah

    vena, biasanya relative stabil dan lambat aliran darahnya dan

    biasanya berwarna merah gelap. Cara terbaik untuk menghentikan

    sebagian besar kasus perdarahan vena adalah untuk meletakkan

    tekanan langsung pada luka. Tanda klinisnya darah mengalir dengan

    aliran yang tetap. Warna darah merah gelap.



   Pendarahan pada pembuluh darah arteri

    Ini adalah pendarahan yang paling umum dan paling berbahaya dari

    jenis pendarahan. Melibatkan darah merah yang keluar dalam volume

    besar, dan menyembur yang sesuai dengan setiap detak jantung

    Anda. Dalam kebanyakan kasus pendarahan arteri, cara terbaik untuk

    menghentikannya adalah memberi tekanan yang sangat kuat dan

    langsung pada luka. Jika tekanan kuat dan tidak langsung diterapkan,

    pendarahan arteri dengan luka yang parah dapat menyebabkan mati

    karena kehabisan darah dalam beberapa menit. Tanda klinisnya,

    warna darah merah terang. Darah keluar dengan menyemprot

    dengan aliran yang intermitten, sesuai dengan denyut jantung.

    Berdasarkan waktu terjadinya pendarahan dibagi menjadi 3 jenis


 Pendarahan primer, ialah pendarahan yang terjadi pada waktu

    terputusnya pembuluh darah karena kecelakaan atau operasi. Di

    dalam pendarahan primer darah tidak berhenti setelah 4 -5 menit

    sesudah operasi selesai.
    Pendarahan intermediet, terjadi dalam waktu 24 jam setelah

     kecelakaan atau setalah operasi. Selama operasi tekanan darah pasien

     mungkin akan turun karena semisyok. Dan ketika tekanan darah

     kembali normal, sejalan dengan membaiknya pasien, inilah yang

     disebut pendarahan intermediet atau rekuren.


    Pendarahan sekunder, pendarahan yang terjadi setelah 24 jam atau

     beberapa hari setelah kecelakaan atau operasi. Ini yang biasanya

     menyebabkan pembekuan darah terbongkar diikuti infeksi.

    Perdarahan ini terbagi menjadi empat kelas oleh American College of

Surgeons Advanced Trauma Life Support (ATLS)

   Kelas I Pendarahan melibatkan sampai 15% dari volume darah.

    Biasanya tidak ada perubahan dalam tanda-tanda vital dan resusitasi

    cairan biasanya tidak diperlukan.

   Kelas II Pendarahan melibatkan 15-30% dari total volume darah..

    Pasien sering tachycardic (denyut jantung cepat) dengan penyempitan

    perbedaan antara sistolik dan diastolik tekanan darah. Tubuh mencoba

    untuk mengkompensasi dengan vasokonstriksi perifer. Kulit mungkin

    mulai tampak pucat dan dingin bila disentuh. Pasien dapat

    menunjukkan perubahan-perubahan kecil dalam perilaku. Volume

    resusitasi dengan kristaloid (solusi Saline atau Ringer Lactated solusi)

    adalah semua yang biasanya diperlukan. Transfusi darah biasanya

    tidak diperlukan.

   Kelas III Pendarahan melibatkan hilangnya 30-40% dari volume darah

    yang bersirkulasi. Tekanan darah pasien turun, maka detak jantung

    meningkat, perfusi perifer (syok), seperti isi ulang kapiler memburuk,
      dan status mental memburuk. Cairan resusitasi dengan kristaloid dan

      transfusi darah biasanya diperlukan.

     Pendarahan melibatkan kelas IV kehilangan> 40% dari volume darah

      yang bersirkulasi. Batas kompensasi tubuh tercapai dan resusitasi

      agresif diperlukan untuk mencegah kematian.



Perawatan Perdarahan luar (terbuka), Pengendalian pendarahan bisa

bermacam-macam, tergantung pada jenis dan tingkat pendarahannya. Untuk

pendarahan terbuka, pertolongan yang bisa diberikan antara lain:

-   tekan langsung pada cidera

    Penekanan ini dilakukan dengan kuat pada pinggir luka. Setelah

    beberapa saat, sistem peredaran darah akan menutup luka tersebut.

    Teknik ini dilakukan untuk luka kecil yang tidak terlalu parah (luka

    sayatan yang tidak terlalu dalam).

-   elevasi

    Teknik dilakukan dengan mengangkat bagian yang luka (tentunya

    setelah dibalut) sehingga lebih tingggi dari jantung. Apabila darah masih

    merembes, diatas balutan yang pertama bisa diberi balutan lagi tanpa

    membuka balutan yang pertama.

-   tekan pada titik nadi

    Penekanan titik nadi ini bertujuan untuk mengurangi aliran darah

    menuju bagian yang luka. Pada tubuh manusia terdapat 9 titik nadi, yaitu

    temporal artery (di kening), facial artery (di belakang rahang), common

    carotid artery (di pangkal leher, dekat tulang selangka), brachial artery (di

    lipatan siku), radial artery (di pergelangan tangan), femoral artery (di
   lipatan paha), popliteal artery (di lipatan lutut), posterior artery (di belakang

   mata kaki), dan dorsalis pedis artery (di punggung kaki).

- Immobilisasi

   Immobilisasi bertujuan untuk meminimalkan gerakan anggota tubuh

   yang luka. Dengan sedikitnya gerakan diharapkan aliran darah ke bagian

   yang luka tersebut menurun.

- Tekanan dengan torniket (torniquet)

   Torniket ialah balutan yang menjepit sehingga aliran darah di bawahnya

   terhenti sama sekali. Sehelai pita kain yang lebar, pembalut segi tiga yang

   dihpat-lipat, atau sepotong karet ban sepeda dapat dipergunakan untuk

   keperluan ini. Panjang torniket haruslah cukup untuk dua kali melilit

   bagian yang hendak dibalut.Tempat yang terbaik untuk memasang

   torniket ialah lima jari di bawah ketiak (untuk perdarahan di lengan) dan

   lima jari di bawah lipat paha (untuk perdarahan di kaki).

   Cara memasang torniket:

  A. Buat ikatan di anggota badan yang cedera.

  B. Selipkan sebatang kayu di bawah ikatan itu.

  C. Kencangkan kedudukan kayu itu dengan memutarnya.

  D. Agar     kayu    tetap    erat   kedudukannya,       ikat   ujung     satunya

     Caranya: lilitkan torniket di tempat yang dikehendaki. Lebih baik lagi

     apabila sebelumnya dialasi dengan kain atau kain kasa, untuk

     mencegah lecet di kulit yang terkena torniket.
Perawatan Perdarahan dalam (tertutup), Berbeda dengan pendarahan

terbuka, pertolongan yang bisa diberikan pada korban yang mengalami

pendarahan dalam adalah sebagai berikut:

-   rest

    Korban diistirahatkan dan dibuat senyaman mungkin.

-   ice

    Bagian yang luka dikompres es hingga darahnya membeku. Darah yang

    membeku ini lambat laun akan terdegradasi secara alami melalui

    sirkulasi dan metabolisme tubuh.

-   commpression

    Bagian yang luka dibalut dengan kuat untuk membantu mempercepat

    proses penutupan lubang/bagian yang rusak pada pembuluh darah.

-   elevation

    Kaki dan tangan korban ditinggikan sehingga lebih tinggi dari jantung.

								
To top