Docstoc

PROPOSAL AGAMA

Document Sample
PROPOSAL AGAMA Powered By Docstoc
					PERAN GURU PAI DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR
    SISWA PADA BILANG STUDY AL – QUR’AN HADIST
       DI MIN MEUNASAH TEUNGOH NURUSSALAM



                  SKRIPSI

                 Diajukan Oleh


              FITRIANI A, MA
MAHASISWA STAIN MALIKUL SALEH LHOKSEUMAWE

          PROGRAM STRATA SATU (S.I)

                NIM : 210919964




   SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
          ( STAIN ) MALIKUL SALEH
               LHOKSEUMAWE
                     2011
1. Pendekatan Penelitian

       Disekolah ada pendekatan penelitian adalah : penilaian guru kepada murid,

agar murid mudah memahami apa yang dijelaskan oleh guru. Sejauh mana daya

tangkap anak didik dalam memahami pelajaran yang guru ajarkan



2. Tempat Penelitian

       Pada Madrasah yang penulos bimbing kurang memahami pelajaran Al-

Qur’an Hadist, dikarenakan kurangnya perhatian dan factor keluarga, masyarakat

dan lingkungan yang kurang memperhatikan terhadap sekolah.



3. Subjek Penelitian

       Yang menjadi sumber datadalam penelitian ini adalah subjek dari mana

data tersebut diperoleh. (Ari KUnto, 1996 : 114).

Sumber data dalama penelitian ini adalah : Kepala Sekolah, Wakil Kepala

Sekolah, Guru, Siswa dan Pegawai Tata Usaha yang ada di MIN. Pada penentuan

sumber data tersebut didasarkan pada asumsi bahwa subjeknya menjadi sumber

data mengetahui pelaksanaan proses belajar mengajar.



4. Instrumen Penelitian

       Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada

alat ukur yang baik, alat ukur dalam penelitian disebut instrument penelitian. Jadi

instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena-

fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifikasi fenomena disebut

variabel.
        Jumlah instrument penelitian tergantung pada jumlah variabel penelitian

yang ditetapkan untuk diteliti :

            Dalam hal ini ada 3 instrumen yang perlu dibuat :

1. Instrument untuk mengukur kepeminpinan

2. Instrument untuk mengukur iklim kerja sekolah

3. Instrument untuk mengukur prestasi belajar siswa

5. Tehnik Pengumpulan Data

        Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa tehnik dalam mengumpulkan

data, seperti yang dikemukakan Sevilla dan Kawan-kawan (1993) bahwa dalam

pengumpulan data penelitian dalam pendidikan dapata meliputi hal-hal sebagai

berikut :

a. Wawancara

    Pada wawancara penulis penelitian karya ilmiah melewati hal-hal sebagai

berikut :

    1. Pengamatan

        Pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses penelitian dalam

melihat situasi penelitian. Tehnik ini sangat relavan digunakan dalam penelitian

kelas yang meliputu pengamatan konduksi interaksi pembelajaran, tingkah laku

anak dan interaksi anak dan kelompoknya.



6. Tehnik Analisis Data

        Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia

dari berbagai sumber yaitu :

Wawancara dan angket
          Menurut Patton 1980, dalam (Lexy J. Moleon 2002 : 103.) Menjelaskan

bahwa analisis data adalah proses mengatur urutkan data, mengorganisasikan

kedalam suatu pola.

          Kategori dan satuan uraian dasar, sedangkan menurut Taylor, (1975 : 79)

mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal

untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan

sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. (one line).

www.google.com. ardana12.Wordpress.com/2008/02/03.



B. Angket atau Kuesioner (Questionnaire)

          Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara

tidak langsung (penelitian tidak langsung bertanya jawab dengan responden).

Instrument atau alat pengumpulan data juga disebut angket, berisi sejumlah

pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab arau respon oleh responden.

          Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon

sesuai dengan resepsinya.1




6
    Sevilia, consvelo, 6 1993. Pengantar Metode Penelitiab DIterjemahkan oleh Alimutu tuwu,
    Jakarta, Universitas Indonesia Press. One Line.
                                    BAB II

                             LANDASAN TEORI

A. Hakikat Guru Pai

   1. Pengertian Guru PAI

             Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam atau kerap disingkat

      menjadi guru agama Islam adalah orang yang memberikan materi

      pengetahuan agama Islam dan juga mendidik murid-muridnya, agar

      mereka kelak menjadi manusia yang takwa kepada Allah SWT. Disamping

      itu, guru agama Islam juga berfungsi sebagai pembimbing agar para murid

      sejak mulai sekarang dapat bertindak dengan prinsi-prinsip Islam dan

      dapat mempraktikkan syariat islam (Tim Penyusun Buku Pedoman Guru

      Agama SD, 1976 : 8).

             Menurut M. Arifin, guru agama Islam adalah orang yang

      membimbing, mengarahkan dan membina anak didik menjadi manusia

      yang matang atau dewasa dalam sikap dan kepribadiannya sehingga

      tergambarlah dalam tingkah lakunya nilai-nilai agama Islam. (M. Arifin,

      1987 : 100)

             Muhammad Athiyah Al-Abrasyi, sebagaimana dikutip oleh Samsul

      Nizar (Nizar, 2002 : 45-46), memberikan batasan tentang karakteristik

      guru agama Islam, yaitu :

      a. Memiliki sifat zuhud, yaitu mencari keridaan Allah

      b. Bersih fisik fan jiwanya

      c. Ikhlas dan tidak riya dalam melaksanakan tugasnya
d. Bersifat pemaaf, sabar, dan sanggup menahan amarah, terbuka dan

   menjaga kehormatan

e. Mencintai peserta didik

f. Mengetahui karakter peserta didik

g. Menguasai pelajaran yang diajarkannya dengan professional

h. Mampu menggunakan metode mengajar secara bervariasi dan mampu

   mengelola kelas

i. Mengetahui kehidupan piskis peserta didik.

       Sementara itu Abdurrahman Al – Nahlawi (Al-Nahlawi, 1989 :

239-246) memberikan gambaran tentang sifat-sifat pendidik muslim yaitu

sebagai berikut :

a. Hendaknya tujuan, tingkah laku dan pola piker guru tersebut bersifat

   rabbani

b. Hendaknya guru bersifat jujur menyampaikan apa yang diajarkannya

c. Hendaknya guru senantiasa membekali diri dengan ilmu pengetahuan

   dan kesediaan untuk membiasakan mengajarkannya.

d. Hendaknya guru mampu menggunakan berbagai metode mengajar

   secara bervariasi dan menguasainya dengan baik serta mampu

   memiliki metode mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran serta

   situasi belajar mengajarnya.

e. Hendaknya guru mampu mengelola siswa, tegas dalam bertindak serta

   meletakkan berbagai perkara secara professional.
         f. Hendaknya guru mempelajari kehidupan psikis para pelajar selaras

             dengan masa perkembangannya ketika ia mengajar mereka sehingga

             guru dapar memperlakukan anak didiknya sesuai dengan kemampuan

             akal dan kesiapan psikis mereka.

         g. Hendaknya guru tanggap terhadap berbagai kondisi dan perkembangan

             dunia yang mempengaruhi jiwa dan pola berpikir angkatan muda.

         h. Hendaknya guru bersifat adil di antara mereka serta tidak

             mengistimewakan seseorang diantara lainnya.



     2. Guru dan Kemampuan Profesionalisme

                 Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang

         memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa didik. Guru dalam pandangan

         masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat

         tertentu, tidak mesti dilembaga pendidikan formal, tetapi bias juga

         dimesjid, disurau, musalla, rumag dan sebagainya.2

                 David Hansen dalam bukunya The Call to Teach (1995),

         mengungkapkan        bahwa     menjadi    guru    adalah    panggilan     hidup.

         Menurutnya, ada dua segi dalam panggilan, yaitu : Pekerjaan itu

         membantu mengembangkan orang laun (ada unsur social), dan pekerjaan




2
    Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Siswa Didik Dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan
    Teoritis Psikologis, cet. Kedua (Jakarta; Rhineka Cipta, 2005), hal. 31
         itu juga mengembangkan dan memenuhi diri kita sebagau pribadi (Paul

         Suoarno, 2004 : 9).3

                  Jabatan guru sebagai suatu pekerjaan professional, atinya jabatan

         ini memerlukam suatu keahlian khusus, sebagaimana orang menilai bahwa

         dokter, insinyur, ahli hokum dan sebagainya sebagai profesi tersendiri.

                  Peran guru sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar

         mengajar (KBM), memiliki peran yang sangat menentukan keberhasilan

         pembelajaran, karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola,

         melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran.4

                  Disamping itu, kedudukan guru dalam kegiatan belajar mengajar

         juga sangat strategis dan menentukan. Strategis karena guru yang akan

         menentukan kedalaman dan keluasan materi pelajaran, selain itu ia bersifat

         menentukan karena guru yang memilah dan memilij bahan pelajaran yang

         akan disajikan kepada peserta didik. Semua itu tidak akan dapat dicapai

         apabila guru itu sendiri tidak memiliki keprofesionalitasan dalam dirinya.

                  Melihat begitu pentingnya peran guru dalam proses pendidikan dan

         sekaligus sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaam

         proses       pendidikan       (kegiatan       belajar      mengajar        “KBM”)

         disekolah/madsarsah, dituntut untuk memiliki sikap yang positif terhadap

         jabatannya. Guru merupakan suatu jabatan yang memerlukan keahlian,


3
    Hujair AH. Siswa, Kompetensi dan Sertifikat Guru “Sebuah Pemikiran” (on-line), 26 Juni
    2006, Selasa, Http://www.Google.com, diakses 20 Maret 2008. Hal 3.
4
    Mulyana, S.Pd. Sikap Profesional Guru Madrasah Tsanawiyah (Survei di Provinsi Banten),
    (Jakarta, Balai Penelitian dan Pengembangan Agama, 2006), (on-line), 26 Juni 2006, Selasa,
    Http://www.Google.com. Diakses 4 Desember 2008. hal.3.
           tanggung jawab dan jiwa rela memberikan layanan social diatas

           kepentingan pribadi. Sesuai dengan tuntutan jabatan guru tersebut, maka

           jabatan guru merupakan jabatan “profesi”.5

                  Oleh karena itu, tujuan program pendidikan akan dapat dicapai

           oleh guru yang mempunyai sikap professional yang positif. Sehubungan

           dengan eksistensi mereka di lembaga pendidikan, maka perlu diwujudkan

           kesadaran itu dalam tindakan proses belajar mengajar.

                  Keberhasilan     guru   dalam   melaksanakan     mengajar/mendidik

           dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain :

                  -   Fasilitas

                  -   Biaya

                  -   Minat

                  -   Sikap

                  -   Kemampuan guru itu sendiri. Sikap professional tidak akan

                      tercapai    tanpa   didukung    oleh   beberapa   factor   yang

                      mempengaruhinya, salah satunya adalah lingkungan (baik

                      lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan disekitar

                      sekolah). Factor lain yang dapat mendukung terbentuknya

                      sikap professional adalah status kepegawaian (negeri maupun

                      swasta), masa kerja sebagai guru, latar belakang pendidikan

                      serta jenis kelamin.6



5
    Ibid
6
    Ibid
                    Dalam kamus besar bahasa Indonesia istilah Profesional ditemukan

           sebagai berikut : profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi

           pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruam dan sebagainya) tertentu.

           Sikap professional adalah :

                    1. Bersangkutan dengan profesi

                    2. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya

                    3. Mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya.

                    “Profesionalisasi ialah proses membuat suatu badan organisasi agar

           menjadi professional” (Moeliono, 1988 : 702).

                    Dari ketiga pengertian itu tersirat bahwa dalam profesi digunakan

           teknik dan prosedur intelektual yang harus dipelajari secara sengaja,

           sehingga dapat diterapkan untuk keselamatan orang lain. Milerson (1964)

           memberikan beberapa cirri khas dari seorang professional, termasuk

           dibidang keguruan yaitu :7

                    1. Suatu       profesi    melibatkan       suatu     keahlian      berdasarkan

                        pengetahuan yang bersifat teori.

                    2. Keahlian yang dimiliki memerlukan pelatihan dan pendidikan

                    3. Professional harus menunjukkan persaingan yang ketat melalui

                        tes.

                    4. Integrasi merupakan hal yang dijaga dengan ketat untuk suatu

                        kode perintah.

                    5. Pelayanan terhadap masyarakat


7
    Mukhtar, Ervin A. Priambodo, Mengukir Prestasi, (Jakarta : Misaka Zalika, 2003), hal. 24.
                   6. Profesi adalah sesuatu yang diatur.

                   Dari pengertian profesi diatas tersirat tentangan-tantangan yang

           harus disambut jika kita ingin memprofesinalitaskan jabatan guru itu.

           Dengan perkataan lain, hakikat keprofesionalan jabatan guru tidak akan

           terwujud hanya dengan mengeluarkan pernyataan bahwa guru adalah

           jabatan/pekerjaan professional, meskipun pernyataan itu dikeluarkan

           dalam bentuk peraturan resmi. Khusus untuk jabatan guru. National

           Education Asociation (NEA) (1984) mencoba untuk menyusun kriterianya

           berikut : 8

                   1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual

                   2. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus

                   3. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama

                         (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan

                         umum belaka)

                   4. Jabatan yang memerlukan “latihan dalam jabatan” yang

                         berkesinambungan.

                   5. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang

                         permanen

                   6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri.

                   7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keuntungan

                         pribadi




8
    Ibid
                  8. Jabatan yang memepunyai organisasi professional yang kuat

                      dan terjalin erat.

                  Dari uraian cirri-ciri dan criteria-kriteria profesi diatas dapat

          diambil suatu hubungan bahwa suatu profesi itu adalah jenis pekerjaan

          yang khas atau pekerjaan dimana memerlukan pengetahuan beberapa

          keahlian atau ilmu pengetahuan yang digunakan dalam aplikasi untuk

          berhubungan dengan orang lain, intansi atau sebuah lembaga.

                  Pekerjaan guru terlihat dengan suatu pekerjaan yang memepunyai

          arti dan nilai social, yaitu berguna bagi perkembangan kpribadian orang

          lain. Dalam pekerjaan guru, sangat jelas bahwa mereka melakukan sesuatu

          pekerjaan    yang    berguna     bagi    perkembangan   hidup   siswa-siwa,

          dilingkungan sekolah dan bahkan masyarakat dimana mereka tinggal.

                  Seorang guru dituntut memiliki keterampilan keguruan, dengan

          mempelajarinya      dilembaga-lembaga      pendidikan   keguruan,   hal   ini

          diperlukan supaya seorang guru diharapkan mampu menyampaikan ilmu

          pengetahuan atau bidang studi secara luas dan dalam, guru matematika

          secara dituntut untuk mengetahui bidang studi matematika secara

          mendalam, jauh melampaui materi yang akan diberikan kepada siswanya.

          Demikian juga bidang studi yang lain.

                  Selain pengetahuan dan keterampilan, beberapa sifat dan sikap

          yang harus dimiliki oleh guru profesional:9




9
    Nana Syaodah Sukamadinata, Landasan….hal. 25
1. Fleksibel, guru adalah orang yang dinilai telah mempunyai prinsip

   yang kuat, pendirian dan keyakinan yang teguh, baik dalam nilai-nilai

   kehidupan maupun pengetahuan, sehingga dalam menyikapi sikap dan

   prinsip ini dia harus, luwes, bijaksana, tidak kaku, sesuai dengan

   situasi, sesuai dengan tahap perkembangan siswanya, kemampuan,

   sifat-sifat siswa dan latar belakang siswa.

2. Bersikap terbuka, seorang guru hendaknya memiliki sikap terbuka,

   baik dalam menerima siswa, menjawan pertanyaan siswa, dalam

   mengoreksi diri, sehingga ketika saat dia dituntut untuk memperbaiki

   siswa dia telah siap untuk memperbaiki diri sendiri.

3. Berdiri sendiri, guru adalah manusia dewasa, yang telah mandiri baik

   secara intelektual, social maupun emosional.

4. Peka, seorang guru harus peka, sensitive (cepat tanggap) terhadap

   siswa, baik gerak-gerik, ekspresi muka, jalan nafas, bahkan perasaan

   siswa.

5. Tekan, pekerjaan seorang guru membutuhkan ketekunan, baik dalam

   mempersiapkan,       melaksanakan,        menilai      maupun   dalam

   menyempurnakan pengajaran.

6. Realistik, guru harus memiliki pandangan dan pemikiran yang

   realistik, artinya dia mampu melihat dengan kenyataan, apa adanya,

   objektif, baik dalam memberikan ilmu pengetahuan maupun dalam

   memberikan penilaian.
           7. Melihat masa depan, selanjutnya tugas guru adalag untuk membina

               siswa melihat masa depan.

           8. Rasa ingin tahu, tanpa rasa ingin tahu yang besar, guru akan sulit untuk

               mengembangkan pengembangan kedepan sesuai dengan kemajuan

               zaman.

           9. Ekspresif, tidak bias dipungkiri jika pada saat tertentu belajar

               merupakan hal yang membosankan bagi siswa, oleh karena itu guru

               harus menciptakan hal-hal yang menyenangkan, memancarkan emosi

               yang positif, baik lewat gerak-gerik suara yang ekspresif, tidak datar,

               tawar.

           10. Menerima diri, serlain ia harus realistik ia juga harus bisa menerima

               dierinya dengan segala kelebihan dan kekurangan dengan wajar

               dengan cara aktif bukan pasif, dan berusaha memperbaiki menjadi

               lebih baik.

                   Dengan menjalankan tugas sebagai guru yang baik, baik dengan

           membantu siswa-siswa untuk berkembang dalam semua aspek kehidupan,

           seorang guru merasa hidupnya berarti, menemukan identitas dirinya, serta

           semakin merasakan kepuasan batin yang mendalam (Paul Suparni, 2004 :

           11-12).10

                   Jadi hemat penulis, Guru harus selalu berusaha untuk melakukan

           hal-hal sebagai berikut : memahami tuntutan standar profesi, jika ingin

           meningkatkan profesionalismenya, mencapai kualifikasi dan kompetensi


10
     Hujair AH. Siswa, Kompetensi…hal.4
      yang dipersyaratkan, membina jaringan kerja atau networking, yang akan

      memperoleh      akses    terhadap   inovasi-inovasi   dibidang   profesinya,

      mengembangkan etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan

      pelayanan bermutu tinggi kepada pengguna pendidikan.’

             Guru selayaknya memberikan pelayanan prima kepada pengguna

      pendidikan yaitu siswa, orang tua dan sekolah sebagai stakeholder. Tugas

      guru termasuk pelayanan publik yang didanai, diadakan, dikontrol oleh

      dan     untuk         kepentingan     publik.    Maka,       guru      harus

      mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada publik, guru

      harus berusaha mengadopsi inovasi atau mengembangkan kreativitas

      dalam pemanfaatan media agar dapat membangkitkan minat para siswanya

      terhadap pelajaran.



B. Hakikat Minat Belajar

   1. Pengertian, Fungsi dan Tujuan Minat Belajar

             Menurut Burhanuddin, dkk. Minat suatu pemusatan perhatian yang

      tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang

      tergantung dari bakat dan lingkungan (Sujanto Agus : 1981). Sementara

      Sardiman (1992:76) mengemukakan minat merupakan “suatu kondisi yang

      terjadi apabila seseorang melihat cirri-ciri atau arti sementara situasi yang
          dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya

          sendiri.”11

                  Jadi minat besar pengaruhnya terhadap belajar atau kegiatan.

          Bahkan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan

          disimpan karena minat menambah kegiatan belajar. Untuk menambah

          minat seorang siswa di dalam menerima pelajaran disekolah siswa

          diharapkan dapat mengembangkan minat untuk melakukannya sendiri.

          Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu factor yang

          dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Apabila seseorang mempunyai

          minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk

          melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesua dengan

          keinginannya.

                  Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang

          dipelajari dapat dipahami; sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang

          sebelumnya tidak dapat dilakukan, maka terjadi suatu perubahan kelakuan.

          Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitif,

          psikomotor maupun efektif. Untuk meningkatkan minat, maka proses

          pembelajaran dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan

          mengalami apa yang ada dilingkungan secara berkelompok.

                  Biasanya pengajaran tradisional menitik beratkan pada metode

          imposisi, yaitu pengajaran dengan cara menuangkan hal-hal yang dianggap

          penting oleh guru kepada murid. Cara ini tidak mempertimbangkan apakah
11
     Burhanuddin dkk, Tindakan Kelas (Ptk) Upaya Meningkatka Minat Belajar Geografi Melalui
     model Pembelajaran Group Investigation Kelas XI IPS SMA Muhammadiyah Limojosari –
     Mojokerto, (On-line). 19 Mei 2008. Http://www.Google.com, diakses 20 Maret 2008. Hal 1.
           bahan atau materi pelajaran yang akan sesuai dengan kesanggupan siswa,

           kebutuhan,      minat      dan    tingkat     kesanggupan/perkembangan,            serta

           pemahaman siswa, metode ini juga tidak memperhatikan apakah materi

           yang diberikan didasarkan atas motif-motif dan tujuan yang ada pada

           siswa.

                    Akan tetapi, sejak adanya penemuan-penemuan baru dalam bidang

           psikologi     tentang kepribadian           dan   tingkah     laku    manusia,     serta

           perkembangan dalam bidang ilmu pendidikan maka pandangan tersebut

           kemudian berubah, factor siswa justru menjadi unsure yang menentukan

           berhasil atau tidaknya pengajaran yang disampaikan oleh guru.

                    Tokoh pendidikan yang memulai pandangan baru ini, antara lain :

           Dr. Ovide Dicroly, yang terkenal dengan pengajaran berdasarkan “Pusat

           Minat” anak makan, pakaian, permainan/bekerja. Kemudiam menyusul

           tokoh pendidikan lainnya seperti Jhon Dewey, yang terkenal dengan

           “Pengajaran Proyeknya”, yang berdasarkan pada masalah yang menarik

           minat siswa, system persekolahan lainnya. Sehingga sejak itu pula para

           ahli berpendapat, bahwa tingkah laku manusia didorong-dorong oleh

           motif-motif tertentu, dan perbuatan belajar akan berhasil apabila

           didasarkan pada motivasi yang ada pada siswa, murid dapat dipaksa untuk

           megikuti suatu perbuatan, tetapi ia tidak dapat dipaksa untuk menghayati

           untuk mencapai tujuan.12




12
     Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar ket. Ke – 8, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008), hal. 160
                    Hamalik (1986) juga dalam Media Pembelajaran, karangan Prof.

           Dr. Azhar Arsyad, M.A. menyebutkan bahwa pemakaian media

           pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan

           keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan

           kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis

           terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi

           pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan

           penyampaian pesan dan isi pelajaran.13

                    Jadi, yang dimksud dengan minat belajar adalah aspek psikologi

           seseorang yang menempatkan diri dalam beberapa gejala, seperti : gairah,

           keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku

           melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan

           pengalaman, dengan kata lain, minat belajar itu adalah perhatian, rasa

           suka, ketertarikan seseorang (siswa) terhadap belajar yang ditunjukkan

           melalui keantusiasan, partisipasi dan keaktifan dalam belajar.



       2. Fungsi dan tujuan

                    Pada setiap minat manusia, minat memegang peranan penting

           dalam kehidupannya dan mempunyai dampak yang besar atas prilaku dan

           sikap, minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar, siswa yang

           berminat terhadap sesuatu kegiatan baik itu bekerja maupun belajar, akan

           berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


13
     Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1997), hal.16
                    William Amstrong menyatakan bahwa kontrasi tidak ada bila tidak

            ada minat yang memadai, seseorang tidak akan melakukan kegiatan jika

            tidak ada minat, Lesterdan Alice Crow juga menekankan beberapa

            pentingnya minat untuk mencapai sukses dalam hidup seseorang, suatu

            dalam minat belajar merupakan suatu kejiwaan yang menyertai siswa

            dikelas dan menemani siswa dalam belajar.14

                    Minat mempunyai fungsi sebagai pendorong yang kuat dalam

            mencapai prsetasi dan minat juga dapat menambah kegembiraan pada

            setiap kegiatan yang ditekuni oleh siswa.

                    Peranan minat dalam proses belajar mengajar adalah untuk

            pemusatan pemikiran dan juga untuk menimbulkan kegembiraan dalam

            usaha belajar seperti adanya kegairahan hati dapat memperbesar daya

            kemampuan belajar dan juga membantunya tidak melupakan apa yang

            dipelajarinya, jadi belajar dengan penuh gairah, minat dapat membuat rasa

            kepuasan dan kesenangan tersendiri. Ada beberapa fungsi minat dalam

            belajar antara lain :15

                    a. Menciptakan, konsentrasi atau perhatian dalam belajar

                    b. Menimbulkan kegembiraan atau perasaan senang dalam belajar

                    c. Memperkuat daya ingat siswa tentang pelajaran yang atelah

                        diberikan guru

                    d. Melahirkan sikap belajar yang positif dan kontruktif


14
     Zanikhan. MinatBelajar Siswa, (on-line), 26 Juni 2006, Selasa, Http://www.Google.com. Diakses
     3 on Nov 25. 08 2:52..hal 7.
15
     Ibid
           e. Memperkecil kebosanan siswa terhadap studi/pelajaran

           Demikianlah pentingnya peranan dan fungsi minat bagi seorang

     siswa dalam belajar sehingga apa yang tujuan pendidikan akan dengan

     mudah dicapai.

C.
                            KATA PENGANTAR




       Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, dengan taufiq dan

inayah – Nya penulis mampu menyelesaikan tugas akhir (Skripsi) yang

merupakan perjalanan Licency penulis dan salam kepada Rasulullah Muhammad

SAW. Dengan risalah dakwah beliau kepada seluruh umat manusia didunia ini.

Islam adalah Agama Fitrah dan merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta

tidak hanya manusia.

       Dalam rangka menyelesaikan dan memenuhi beban studi sebagai Strata – I

pada jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikul Saleh

Lhokseumawe. Tugas akhir (Skripsi) penulis ini diberi judul “PERAN GURU

PAI DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA BIDANG

STUDY AL – QUR’AN HADIST DI MIN MEUNASAH TEUNGOH

NURUSSALAM”.

       Penulis Skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dari semua pihak

terutama Ibu Pembimbing yang telah dengan sabar membimbing dari awal hingga

akhir, penulis juga menghanturkan terima kasih kepada para dosen seluruh civitas

akademik yang telah memudahkan segala bentuk administrasi penulis selama

menempuh pendidikan disini.

       Dalam penulisan skripsi ini penulis akui masih banyak terdapat

kekurangan-kekurangan disana-sini, untuk itu kritik dan saran sebagai perbaikan

selalu penulis rindukan untuk itu penulis memohon diperbanyak maaf.
      Akhirnya hanya kepada Allah SWT penulis kembalikan segalanya,

semoga berkat dan rahmat selalu tercurahkan kepada kita semua, billahi taufiq

walhidayah.



                                                        Lhokseumawe

                                                           Penulis




                                                     FITRIANI, A. MA
                                                   DAFTAR ISI

                                                                                                                 Halaman

KATA PENGANTAR ..................................................................................

DAFTAR ISI ................................................................................................

DAFTAR TABEL ........................................................................................

ABSTRAK              ................................................................................................



BAB I           PENDAHULUAN ......................................................................

                A. Latar Belakang Masalah ........................................................

                B. Rumusan Masalah .................................................................

                C. Tujuan Penelitian ..................................................................

                D. Manfaat Penelitian ................................................................

                E. Metode Penelitian..................................................................

                       1. Pendekatan Penelitian ....................................................

                       2. Tempat Penelitian...........................................................

                       3. Subjek Penelitian............................................................

                       4. Instrumen Penelitian.......................................................

                       5. Tehnik Pengumpulan Data .............................................

                             a. Wawancara ..............................................................

                             b. Angket ....................................................................

                       6. Tehnik Analisis Data ......................................................
BAB       II LANDASAN TEORI .................................................................

               A. Hakikat Guru PAI .................................................................

                    1. Pengertian Guru PAI ......................................................

                    2. Guru dan Kemampuan Profesionalisme ........................

               B. Hakikat Minat Belajar ...........................................................

                    1. Pengertian, Fungsi dan Tujuan Minat Belajar................

                    2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat

                             Belajar Siswa ..............................................................

                    3. Tehnik Pengembangan MInat Belajar Siswa .................

                    4. Usaha-Usaha Menumbuhkan Minat Belajar Siswa........



BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................

                         A. Hasil Penelitian..........................................................

                         B. Analisis Data .............................................................



BAB IV PENUTUP ..................................................................................

                   A. Kesimpulan ......................................................................

                   B. Saran – Saran ...................................................................

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:186
posted:2/10/2012
language:
pages:24
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl