Docstoc

KUE SERABI

Document Sample
KUE SERABI Powered By Docstoc
					KUE SERABI




Dengan cita rasa yang gurih dan dipadu saus santan yang manis, kue serabi memang sajian yang
memanjakan lidah. Warna maupun ukuran bisa dibuat sesuai seleara. Misalnya, hijau saja
dengan bentuk yang lebih mungil.

BAHAN:

       500 gram tepung terigu
       1 sdt garam
       1 sdt baking powder
       3 butir telur, kocok sebentar
       1250 ml santan, dari 1 butir kelapa
       50 ml air daun suji-pandan

SAUS:

       200 gram gula merah, sisir
       1 sdm gula pasir
       750 ml santan, dari 1 butir kelapa
       1/2 sdt garam
       6 cm kayu manis
       2 butir cengkih
       4 lembar daun pandan, potong-potong

CARA MEMBUAT KUE SERABI:

   1. Campur tepung, garam dan baking powder dalam wadah, aduk rata. Tambahkan telur kocok dan
      400 ml santan ke dalamnya, aduk rata. Tepuk-tepuk adonan dengan telapak tangan selama 20
      menit hingga adonan licin dan terasa ringan.
2. Masukkan sisa santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Masukkan air daun suji-
   pandan ke dalam adonan, aduk rata. Aduk dengan sendok kayu, agar udara bisa masuk ke dalam
   adonan. Diamkan adonan kurang lebih 2 jam.
3. Siapkan wajan kecil berdasar tebal atau wajan tanah liat, panaskan di atas api sedang, olesi
   dengan minyak goreng. Tuang 1 sendok sayur (kurang lebih 75 ml) adonan putih ke dalam
   wajan.
4. Masak hingga adonan berlubang-lubang mulai dari bagian pinggirnya, tunggu hingga lubang
   cukup banyak, tutup wajan, masak hingga serabi matang. Congkel dan keluarkan serabi dari
   wajan. Lakukan hingga semua adonan habis.
5. Saus: Taruh semua bahan saus di dalam panci, masak diatas api sedang. Timba-timba santan
   hingga mendidih agar santan tidak pecah. Masak terus hingga gula larut dan bau harumnya
   keluar, angkat. Sajikan sebagai pelengkap serabi.
LOPIS HITAM PUTIH




Untuk memasaknya butuh waktu yang lama, tetapi hasilnya adalah ketan yang legit dan kenyal.
Untuk variasi buat lopis dari ketan putih dan ketan hitam. Rasanya lebih istimewa dengan
siraman kinca nangka.

BAHAN LOPIS:

      200 gram beras ketan putih
      200 gram beras ketan hitam
      2 sdm air kapur sirih
      2 sdt garam
      daun pisang untuk membungkus
      tali untuk mengikat
      air untuk merebus
      garam

KINCA:

      200 gram gula merah, sisir
      50 gram gula pasir
      400 ml air
      3 lembar daun pandan, potong-potong
      3 sdm nangka potong dadu 1/2 cm

TABURAN: Campur jadi satu, kukus

      1/2 butir kelapa, buang kulit ari, parut memanjang
      1/2 sdt garam

CARA MEMBUAT LOPIS HITAM PUTIH:
1. Lopis: Rendam masing-masing beras ketan secara terpisah selama 2 jam, tiriskan, kemudian
   aduk masing-masing bersama 1 sdm air kapur sirih dan 1 sdt garam hingga rata. Kukus masing-
   masing dalam dandang hingga setengah matang, angkat.
2. Ambil selembar daun pisang, buat contong, masukkan beras ketan (hitam atau putih) kukus ke
   dalamnya hingga penuh. Tutup dan bungkus bentuk segitiga, ikat dengan tali erat-erat supaya
   daun tidak sobek sewaktu direbus. Lakukan langkah yang sama untuk semua sisa bahan.
3. Rebus ketan hitam dan putih yang sudah dibungkus dalam panci berisi air yang sudah digarami
   secara terpisah hingga bungkusan terendam seluruhnya. Masak selama kurang lebih 4 jam. Bila
   air perebusnya habis, tambahkan air panas secukupnya. Setelah cukup matang, angkat, tiriskan,
   biarkan dingin.
4. Kinca: Taruh gula merah, gula pasir, air dan daun pandan dalam panci. Masak hingga larut dan
   mengental. Masukkan nangka, aduk sebentar, angkat.
5. Penyajian: Buka lopis dari daun pembungkusnya, taruh di atas piring saji taburi kelapa parut
   dan tambahkan kinca.
                                      DAWET AYU BANJARNEGARA
                                       "NEK MARING BANJARNEGARA, ORA LENGKAP
                                       NEK ORA NCICIPI DAWET KHASE
                                       BANJARNEGARA “DAWET AYU BANJARNEGARA”
                                       WES NYEBAR NENG KOTA-KOTA GEDHE "
                                       A. Selayang Pandang
,Tidak seperti Es Cendol biasanya, Dawet Ayu Banjarnegara ini mempunyai citarasa
tersendiri,dari ramuan ramuan khusus yang di bubuhinya sehingga membuat lidah
ketagihan ( itu kalo anda minum yang asli )
Dawet Ayu adalah sensasi lain yang bisa dijumpai di kota kecil Banjarnegara. Nama Dawet
Ayu justru lebih dikenal orang dibanding Banjarnegara. Tak heran jika oleh pemerintah
dan masyarakat Banjarnegara, Dawet Ayu dijadikan sebagai salah satu duta, ikon ataupun
kekhasan yang melekat pada Banjarnegara.
Dawet Ayu adalah minuman khas Banjarnegara yang sekilas mirip dengan es cendol.
Segelas Dawet Ayu memang terdiri dari cendol, santan dan gula, oleh karena itu sekilas
mirip dengan es cendol yang lazim ditemui di daerah-daerah lain. Yang membedakan
Dawet Ayu dengan es cendol adalah kualitas kekenyalan cendol dan citarasa dari gula.
Cendol Dawet Ayu memiliki tekstur lebih kenyal dibanding dengan cendol biasa. Selain
kekenyalan itu, cendol Dawet Ayu cenderung lebih pendek karena menggunakan bahan
alami.

Cendol Dawet Ayu terbuat dari perpaduan tepung beras dan tepung tapioka (tepung
jagung). Sedang warna hijau cendol Dawet Ayu diperoleh dari sari daun pandan. Sari
inilah yang membuat cendol dawet ayu mempunyai aroma wangi. Saat masih berupa adonan,
cendol kemudian disaring menggunakan ayakan bambu dengan lubang antara 0,25 hingga
0,5 cm. Kandungan alami dalam adonan tersebut membuat cendol yang disaring tidak bisa
panjang. Kualitas ini tidak bisa dijumpai pada pembuatan cendol yang menggunakan bahan
kimia. Rata-rata panjang cendol Dawet Ayu hanya mencapai 1-2 cm.
Setelah tersaring dan terbentuk, adonan tersebut dididihkan hingga muncul ke
permukaan. Cendol yang masih hangat ini juga bisa menjadi penanda kualitas cendol Dawet
Ayu. Semakin berkualitas cendol yang telah dididihkan akan semakin kuat pula aroma
wangi pandan. Selain itu, kekenyalannya tetap terjaga. Cendol yang telah matang tersebut
lantas dimasukkan ke dalam santan kental. Terkadang ada juga penjual yang langsung
mencampur cendol dengan santan yang lebih encer. Namun air yang berlebih dalam santan
biasanya akan membuat cendol memuai dan seringkali hancur. Kualitas santan ini juga
menandakan kualitas Dawet Ayu. Penjual Dawet ayu yang asli biasanya hanya
mencampurkan cendol pada santan kental, saat akan disajikan barulah santan yang lebih
cair ditambahkan.
Selain cendol dan santan, bahan lain yang menentukan kualitas Dawet Ayu adalah gulanya.
Gula yang digunakan dalam Dawet Ayu bukanlah gula merah cair (palm sugar/gula kelapa)
melainkan gula aren. Gula ini terbuat dari tetesan nira pohon aren (Arenga pinnata). Aren
adalah jenis pohon palem terpenting kedua setelah pohon kelapa (Cocus nucifera). Gula
aren ini selain memiliki rasa manis yang natural, juga berbau harum. Dalam Dawet Ayu,
gula aren pertama kali harus dicairkan. Setelah jadi, kemudian dicampur dengan potongan
buah nangka atau durian. Perpaduan dari buah dan gula inilah yang menghasilkan aroma
dan rasa yang khas. Gula inilah yang menjadi penanda pokok perbedaan dawet ayu dengan
es cendol.
Dalam penyajiannya, Dawet Ayu biasanya disajikan dingin dengan menambahkan es batu.
Biasanya, selain sebagai pelepas dahaga, dawet ayu juga digunakan sebagai pendamping
makanan utama, karena itu di beberapa tempat di Banjarnegara, warung makan atau
restoran juga menyajikan menu dawet ayu sebagai menu minuman andalan.
B. Keistimewaan
Dawet Ayu adalah jenis minuman yang sukar untuk dilupakan karena memiliki aroma yang
khas. Meskipun berwujud minuman, Dawet Ayu mewakili ikon rempah dan hasil bumi yang
juga dihasilkan di Banjarnegara, seperti jagung, buah aren dan durian. Keistimewaan
aroma ini jarang bisa ditemui pada jenis minuman dingin. Karena itu Dawet Ayu bisa
mewakili salah satu keistimewaan minuman dingin tersebut. Keistimewaan inilah yang juga
menjadi pemikat wisatawan maupun warga Banjarnegara yang hidup di perantauan.
C. Lokasi
Untuk mencicipi Dawet Ayu, wisatawan bisa berkunjung ke Banjarnegara. Salah satu
penjual dawet terkenal terletak di sebelah utara terminal Banjarnegara. Selain di
Banjarnegara, Dawet Ayu juga bisa dinikmati di kota-kota tujuan wisata terutama di
kawasan Banyumas, propinsi Jawa Tengah serta DIY Selain dilokasi-lokasi tersebut,
dawet ayu yang kini semakin menasional juga dapat dinikmati di hampir seluruh kota besar
di Indonesia bagian barat, seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung. Di Jakarta bahkan
dawet ayu sudah diwaralabakan.
D. Harga
Harga segelas dawet ayu berkisar antara Rp. 2.000,00 sampai Rp. 4.000,00
Minuman ini sangat khas rasanya, dan banyak sekali peminatnya, baik di nikmati
padawaktu musim panas maupun hujan, Dawet Ayu Banjarnegara sudah menyebar di kota2
besar; Yogyakarta Surabaya, Jakarta, Bandung oh ya Di Pemalang juga sudah ada tuh
Dox,Tidak seperti Es Cendol biasanya, Dawet Ayu Banjarnegara ini mempunyai citarasa
tersendiri,dari ramuan ramuan khusus yang di bubuhinya sehingga membuat
lidahketagihan ( itu kalo anda minum yang asli )nih gambar tempat asli warung Dawet Ayu.
Kalo anda singgah di Kota Banjarnegara tidak akan susah untuk memenukan kios Dawet
Ayu, yang letaknya sangat dekat dengan Terminal antarkota, hanya berjarak 10 meter
anda sudah bisa menemui kios tersebut rasakhas Durian asli yang di campur di Gula
merahnya akan semakin membuat anda menggoyangkan lidah and
Jangan Salah lho ya, Dawet Ayu Asli Banjarnegara sudah banyak yang di modifikasi
( halah koyo motor aja ) maksudnya banyak yang berusaha menjual Dawet dengan nama
DAWET AYU di embel-embeli ASLI Banjarnegara, namun sesuatu yang asli itu hanya akan
ada satu dan tidak ada Copynya, Cabang-cabang Deawt ayu ini sudah banyak, jangan salah
untuk membelinya
KOKO T'S




CAMPURAN BUAH KEMAR BIKIN SIRUP CARICA LEBIH FANTASTIS

      Jika sudah diolah menjadi sirup, buah Carica tetap berwarna kuning. Begitu pula dengan airnya.
Tetapi, Miyanto dan kelompok usahanya di desa Sikunang memiliki kreasi tersendiri. Warna sirup bisa
dibuat menjadi ungu tua. Tanpa bahan pewarna apalagi pengawet. Bagaimana caranya?

POSMO EXCLUISVE-Keunggulan sirup Carica bukan hanya pada rasanya yang khas. Tetapi juga
daya tahannya yang bisa mencapai setahun lebih tanpa obat pengawet kimia. Menurut Miyanto, daya
tahan sirup Carica sangat bergantung pada proses pembuatannya. Kecuali itu, juga kualitas buah Carica
yang bagus. Jika sudah bicara kualitas, terang Miyanto, sirup Carica juga sangat dipengaruhi oleh jenis
buahnya. “Dari pohon biji atau dari pohon setek”, katanya.

       Miyanto menjelaskan, pohon Carica bisa dikembang-biakkan dengan cara setek. Cara ini untuk
mempercepat masa panen. Namun, cara setek ini berpengaruh pada kualitas buah Carica yang
dihasilkan. Miyanto menuturkan, buah Carica hasil dari pohon aslinya tetap lebih bagus. Pohon asli
yang dimaksudkan Miyanto adalah pohon Carica yang memang tumbuh dari bijinya. Pembudi-dayaan
pohon Carica dengan biji memang membutuhkan watu lama. Bisa mencapai 1,5 tahun baru bisa panen.
Dengan cara setek, tentu jika dahan atau batang yang disetek sudah berbuah tinggal menunggu masak
dan aman dipetik.

       Cara pembudi-dayaan pohon Carica dengan teknik semai sebenarnya cukup mudah. Tak ada
cara khusus, kecuali hanya membutuhkan ketelatenan dan kejelian. Keringkan dahulu biji Carica
selama kurang lebih satu minggu. Sudah itu disemai di polibek. Sesudah tumbuh sekitar 30 senti meter
tingginya, bibit Carica siap ditanam di ladang atau kebun. Dari biji sampai tumbuh menjadi tunas atau
bibit setinggi 30-an senti meter itu memakan waktu sekitar 3 bulan.

        Cara penanaman Carica memang tampak mudah. Tetapi, dari pengalaman warga desa
Sikunang, seringkali bibit Carica mati setelah dipindah dari polibek ke ladang atau kebun. Dari
pengalamannya, Miyanto kemudian menemukan sebuah trik agar bibit Carica hidup dan berbuah
bagus. Caranya, akar bibit dibasahi dengan air sebelum ditanam di ladang. Dengan cara ini,
menurutnya, dijamin bibit Carica akan tetap tumbuh.

         Dalam hal perawatan, pohon Carica hanya perlu dibebaskan dari gangguan rumput di
sekitarnya. Jika musim hujan, pohon Carica tak perlu disiram. Sedangkan pupuknya mengunakan
pupuk kandang. Setelah berusia setahun, pohon Carica mulai berbuah. Pohon Carica bisa berbuah
berkali-kali. Jika kualitas buah yang dihasilkan sudah menurun, warga desa Sikunang biasa
memangkas pucuknya dan akan muncul lagi tunas baru yang bisa menghasilkan buah yang bagus lagi.

Campuran Kemar

        Resep membuat sirup Carica memang tidak rumit. Hanya dibutuhkan kesabaran saja. Namun,
untuk menghasilkan sirup yang tahan sampai satu tahun tanpa bahan pengawet, dibutuhkan
pengalaman cukup panjang. Di desa Sikunang, pengolahan buah Carica menjadi selai, sirup dan
manisan dikerjakan oleh koperasi bersama yang dipimpin oleh Rohman, dibantu oleh beberapa ibu
rumah tangga.

        Sirup Carica, dibuat dengan memisahkan daging buah dan bijinya. Sesudah dicuci, buah Carica
dikupas dan diiris sesuai selera. Siapkan rebusan air gula dan biji Carica untuk sirupnya. Jika sudah
siap, daging buah yang sudah bersih direbus selama satu jam dengan air gula atau sirup tersebut.
Sesudah direbus, sirup Carica yang sudah dikemas dalam botol lalu dikukus supaya benar-benar
terbebas dari kuman dan bakteri yang bisa membuatnya cepat rusak atau kedaluarsa.

        Ingat, terlalu lama merebus bisa membuat daging buah lembek dan tidak kenyal. Rokhimah
(35), ibu rumah tangga setempat yang selalu terlibat dalam pembuatan sirup Carica memberikan tip.
“Agar daging buah Carica terjaga kekekanyalannya, sebelum direbus daging buah direndam dulu
dengan kapur sirih. Dicuci, lalu baru direbus”, katanya.

        Sirup yang dibuat dengan biji Carica menghasilkan rasa manis khas dan warna kuning.
Pembuat sirup di lembah Dieng tak suka dengan bahan pewarna buatan. Untuk membuat warna lain,
Miyanto mencoba mencampurnya dengan buah Kemar. Hasilnya, sirup Carica berwarna ungu tua.
Campuran buah Kemar yang diambil airnya untuk sirup memberi rasa lain Sirup Carica lebih khas dan
fantastis.

        Kemar juga merupakan buah khas Dieng. Belum banyak dikembangkan dan baru Miyanto saja
yang menggunakannya untuk campuran Sirup Carica. Bentuk buah seperti Sawo Kecik tetapi lebih
besar dan kulitnya berwarna merah. Daging buahnya sama dengan Carica. “Kuning dan berbiji. Jika
dimakan mentah, rasanya juga hampir sama tetapi ada rasa pahitnya”, kata Miyanto.

        Untuk membuat Selai Carica, daging buah Carica sengaja dibuat lembek. Setelah itu diayak
atau disaring sampai lembut. Buah Carica sebenarnya sangat potensial dikembangkan. Namun, sampai
sekarang, pemasarannya masih terbatas di wilayah Jawa Tengah. Rokhimah mengaku, banyak peminat
Sirup Carica dalam jumlah besar. Tetapi, jumlah itu tak pernah bisa dipenuhi karena keterbatasan buah
dan permodalan. KOKO T.



keripik jamur dieng




ini nih salah satu oleh-oleh dari wonosobo, 'keripik jamur'. keripik ini terbuat dari jamur kancing. tapi
semenjak tahun 2000an, jamur jadi susah bgt dicari di wonosobo krn pabrik jamur'a bangkrut. jadi
sekarang bnyak bermunculan home industry untuk tetap mempertahankan makanan khas ini.
cara membuat keripik jamur dieng ini gampang banget, bisa dicoba di rumah. cekidot....

bahan:
1kg jamur kancing kalengan
1kg tepung beras
2 telur ayam, kocok lepas

bumbu halus:
4 bawang putih
1sdt ketumbar
garam secukupnya

cara membuat:
1. tiriskan jamur, campur dengan kocokan telur dan bumbu halus sampai tercampur rata.
2. campur jamur dengan tepung sampai tercover semua, goreng sampai kering.
CARA MEMBUAT MENDOAN




Pagenjahan adalah sebuah desa kecil yang termasuk dalam wilayah kelurahan Kalierang Kecamatan
Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Rata - rata penduduk desa Pagenjahan adalah petani.
Sebagian penduduk memiliki kegiatan berupa: produksi Emping Mlinjo, Tempe, dll. Pembuatan
Emping Mlinjo menjadi kegiatan yang hampir merata di setiap rumah, sehingga desa Pagenjahan
terkenal sebagai sentra produksi Emping Mlinjo. Selain Emping Mlinjo sebagian penduduk juga
memproduksi tempe, yang banyak diolah menjadi berbagai jenis makanan, baik digoreng, dibacem
maupun disayur dan dicampurkan pada masakan lain. Salah satunya adalah dibuat menjadi Mendoan.

Mendoan adalah sejenis masakan yang terbuat dari tempe yang tipis, dan digoreng dengan adonan
tepung sehingga rasanya gurih dan nikmat. Umumnya di wilayah Pagenjahan , mendoan dibuat dari
tempe biasa yang diiris tipis-tipis namun lebar. tetapi mendoan juga dapat dibuat dari jenis tempe
bungkus yang lebar tipis, satu atau dua lembar perbungkus. Dalam membuat gorengan tempe harus
kering, tetapi untuk membuat tempe mendoan yang lebih nikmat adalah tidak terlalu kering. Lebih
nikmat tempe mendoan ini di makan rame-rame Enak disantap saat masih hangat, apalagi makannya
pake cabe rawit.
Bahan Utama untuk membuat Mendoan adalah Tempe, bias juga dicampur dengan Dage. Jadi ada
Mendoan Tempe dan Mendoan Dage.
Tempe adalah Produk yang dihasilkan melalui proses bioteknologi sederhana (fermentasi) Makanan
tradisional yang sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat Jawa, dan ditengarai
sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Agung, tahun 1600-an Tempe itu bisa disayur, bisa pula
digoreng dengan tepung.
Bahan baku tempe umumnya kedelai, namun selain itu, dikenal juga bahan-bahan baku lainnya, seperti:
1 . Ampas kelapa untuk membuat Dage
Dage adalah makanan sebagai varian tempe dengan campuran material kelapa. Dage pada umumnya
makan makanan kecil atau sarapan yang ditemani oleh cabai rawit . Makanan ini biasanya dijual
dengan cara digoreng dage bersama dengan menggoreng makanan lainnya seperti Mendoan Tempe,
pisang goreng, goreng ubi dan lain-lain . Pembuatannya tak jauh berbeda dari pembuatan tempe kedelai.
Dibersihkan,dikukus, lalu diberi laru agar terjadi fermentasi. Tempe jenis ini umumnya bisa disayur,
bisa pula digoreng dengan tepung.Di pasar-pasar, penjual menjajakan dage mentah. Di warung-warung,
dage goreng disajikan berdampingan dengan gorengan lain seperti pisang, ketela, mendoan, dan tahu
2. ampas tahu untuk membuat tempe gembus, randem
Tempe Gembus atau Randem merupakan tempe yang dibuat dari ampas tahu, kadang-kadang dicampur
dengan dedak halus/ampas kelapa segar. Seperti diketahui, tahu dibuat dari sari kedelai yang telah
digiling secara basah, kemudian disaring dan diperas. Ampas sisa proses penyaringan dan pemerasan
tersebutlah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe gembus atau Randem/Kempong.
Bahan tersebut masih kaya akan minyak, sehingga mempunyai rasa gurih. Meski berasal dari ampas
tahu
3. ampas kacang untuk membuat tempe bongkrek
4. biji kecipir untuk membuat tempe kecipir,
5. biji petai cina jenis lamtoro untuk membuat tempe mlanding / tempe lamtoro
6. biji benguk untuk membuat tempe benguk.
Namun di antara semua jenis bahan itu, tampaknya, tempe kedelai lah yang paling digemari masyarakat.
Fermentasi pada tempe kedelai dapat menghilangkan bau langu dari kedelai yang disebabkan oleh
aktivitas dari enzim lipoksigenase. Jamur yang berperanan dalam proses fermentasi tersebut adalah
Rhizopus oligosporus. Secara kuantitatif, nilai gizi tempe sedikit lebih rendah daripada nilai gizi
kedelai. Namun secara kualitatif nilai gizi tempe lebih tinggi karena tempe mempunyai nilai cerna yang
lebih baik. Hal ini disebabkan kadar protein yang larut dalam air akan meningkat akibat aktivitas enzim
proteolitik.
Proses Pembuatan tempe tidak memerlukan tempat khusus, hanya membutuhkan tempat yang cukup
luas. Dalam pembuatan tempe yang diperlukan adalah bahan utama yaitu kedelai yang berkwalitas baik
Selain bahan, diperlukan perlatan yang bersifat sederhana berupa panci besar atau Drum untuk merebus,
kemudian Widig / anyaman dari bambu , untuk menampung kedelai yang siap dibungkus
Proses Pembuatan Tempe
 Bahan :
1.Kedelai
2.Ragi tempe / laru
3.daun pisang atau plastik
 cara :
1. Pertama kedelai dimasak / digodok dalam air sampai mendidih dan matang / lunak. Kemudian Cuci
kedelai tersebut sampai bersih
2.langkah berikutnya mengupas kulitnya sehingga tampak putih bersih
3. Selanjutnya bilaslah kedelai tersebut dengan air bersih dan biarkan beberapa saat supaya airnya
tuntas dan kedelai jadi kering
4.Jika kedelai sudah kering taburilah dengan ragi tempe sampai rata kemudian dibungkus dengan daun
pisang atau plastik yang dilubangi lalu diletakkan di atas widig / anyaman bambu di tempat yang teduh
dan lembab selama kurang lebih 3 hari
5.Jika selama penyimpanan tersebut keluar jamur – jamur agak lembut dan warnanya kelabu maka
berarti pembuatan tempe sudah jadi
Cara Membuat Mendoan :
Sebelum membuat mendoan, harus disiapkan dulu adonannya.Bahan untuk membuat adonan yaitu
• 300 g tempe/ dage, iris lebar tipis 10x15 cm
• tepung terigu protein sedang 100 gram
• tepung beras 75 gram
• air/santan 300 ml
Bumbu Halus Adonan Dasar Mendoan :
• bawang putih 2 siung/kemiri 2 butir
• kunyit 1/2 cm
• ketumbar 1/4 sendok teh
• garam secukupnya
• minyak goreng
Haluskan:
• 2 siung bawang putih
• 1 butir bawang merah
• 1 sdt ketumbar
• ½ sdt merica butiran
• 2 sdt garam
Cara :
• Aduk tepung dengan bumbu halus, daun bawang, dan air hingga rata.
• Celupkan tiap potongan tempe dalam adonan tepung.
• Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung membeku tetapi belum mengeras
( Mendo ), matang tetapi tidak kuning atau kering. Angkat, tiriskan.
• Sajikan hangat dengan cabe atau sambal kecap rawit.
tambahan dikit : mau tau cara membuat krupuk rambak ???
Biji Salak
Pas musim hujan seperti sekarang ini, kayanya pas banget kalo bikin sesuatu yang anget dan
mengenyangkan. Karena pas dingin kan, lebih cepet laper. Hidangan ini bisa jadi desert, bisa jadi
camilan sore-sore, namanya Biji Salak. Tapi dia gak terbuat dari biji salak asli, melainkan dari ubi
merah dan dibentuk bulet-bulet mirip biji salak, makanya dinamakan demikian.




Bahan :
250 gr ubi jepang, dikukus.
2 sdm tepung sagu
100 gr gula merah
2 lembar daun pandan
Air
Santan Kara
Garam

Cara Membuat :
So simple!
1. Rebus air dengan gula merah dan selembar daun pandan hingga mendidih.
2. Kupas ubi dan haluskan, bisa dengan cara diparut dengan parutan keju.
3. Campur dengan tepung sagu, lalu uleni sampai rata dan menyatu.
4. Bentuk bulatan-bulatan sebesar kelereng.
5. Cemplungkan bola-bola kecil ke dalam rebusan air gula merah, hingga mengapung.




6. Rebus santan dengan sedikit garam dan selembar daun pandan.
7. Sajikan biji salak dengan rebusan santan.
Tips :

        Biji salak dapat disajikan hangat maupun dingin dengan cara disimpan di lemari es.
        Biji salak juga bisa dinikmati sebagai tajil untuk berbuka puasa.
        Agar lebih harum, daun pandan yang dipakai dibuat simpul dan dirobek sedikit ujungnya baru
         dimasukkan ke rebusan.
        Untuk variasi rasa, rebusan gula merah bisa diberi seruas jahe yang dimemarkan (jadi semacam
         wedang)

Selamat mencoba :)
     Asam Manis Kolak Tropis
Makanan manis dianjurkan saat berbuka. Kolak tropis menjadi pilihan tepat. Cita rasa manis dengan
kejutan asam amat menyegarkan. Mau coba?

Tak terasa puasa memasuki pekan kedua. Masih kuat kan? Seharian menahan lapar dan dahaga
bukanlah hal istimewa jika Anda berharap sajian yang dapat memuaskan selera saat berbuka.




Takjil nan menggoda pun menanti untuk membatalkan puasa. Umumnya takjil tersaji dalam bentuk
minuman dan kudapan yang manis-manis, seperti kurma, kolak pisang, es cendol, bubur kacang hijau,
kolak biji salak, es kelapa muda... slurp! Tak sabar rasanya mendengar bedug maghrib ditabuh.

Pada bulan puasa, aneka takjil memang mudah didapat, dari para penjual kue dan kolak musiman yang
menjamur di pinggir-pinggir jalan hingga takjil yang didapatkan gratis. “Berburu” takjil sambil
ngabuburit bagi sebagian orang merupakan rutinitas yang menimbulkan kepuasan tersendiri.

Tak jarang, mereka yang irit dan ogah rugi tiba-tiba jadi rajin berkunjung ke masjid yang biasanya
menyediakan takjilan gratis. Namun, terlepas dari niat masing-masing orang, menyantap takjil
bersama-sama memang terasa lebih nikmat.

Bosan menyantap takjil yang itu-itu saja? Cobalah sedikit berkreasi untuk menhasilakn menu takjil
yang berbeda. Seperti yang dilakukan Chef Hotel sari pan pacific Desi Ratna Sari, yang pada momen
ramadhan kali ini mencoba takjil istimewa, yaitu kolak tropis (tropikal “kolak”), puding tape dan sticky
dates cake.




Ketiga menu tersebut bisa dipesan di restoran Fiesta Sari Pan Pacific, yang pada Ramadhan ini
menggelar promo bertajuk “Buka Puasa Condet”.

“Kami ingin menawarkan sesuatu yang berbeda. Menunya juga tidak terlalu berat, tinggal berejsplorasi
dari resep yang sudah ada. Kalau biasanya berbuka dengan yang manis dan berat, di sini kami tawarkan
yang ringan tapi tetap sehat,” tuturnya.
Kategori sehat yang dimaksud sari, panggilan akrab Desi Ratna Sari, mengacu pada penggunaan buah-
buahan yang ditambahkan pada setiap item menu.


    Manis & Berkuah untuk Ramadhan




                                   Serbamanis biasanya disajikan untuk membatalkan puasa alias
berbuka.Adapun hidangan yang panas-panas berkuah menjadi hidangan sahur yang membangkitkan
selera.




Aroma menu makanan maupun takjil yang manis saat berbuka dan hidangan berkuah saat santap sahur
disajikan Kafe Delima Hotel Santika Premiere Semarang selama Ramadan. Beragam menu takjil bisa
menjadi pilihan tamu hotel. Antara lain,aneka kolak seperti pisang, kolang-kaling (bisa dingin/panas),
aneka jenang seperti mutiara, kacang ijo, sumsum, ketan ireng, dan cenil.

Selain itu, ada juga aneka es, mulai dari blewah, campur cocktail, hingga es campur, juga aneka
manisan seperti dondong, mangga, cerme, dan salak. Ada pula sajian ronde dan wedang blung yang
serbamanis dan hangat sebagai “pendamping” aneka gorengan seperti bakwan sayur.

Menu berbuka dengan aneka kolak hingga gorengan tersebut merupakan sajian Kafe Delima yang
mengusung kembali ke aroma masakan Jawa. ”Yang manis dan segar adalah keinginan kami saat
berbuka puasa,” kata Assisten Food & Beverage Manager Hotel Santika Premiere Semarang Buntoro
BR.

“Dan menu makanan sebagai takjil yang pas adalah menyajikan kembali ke „Jowo‟ seperi kolak, jenang
hingga wedang. Jadi tidak harus menyajikan kurma,” imbuhnya.

Untuk menikmati semua aneka kolak hingga gorengan, menurut Sous Chef Hadi Waluyo, cukup
dituangkan ke dalam mangkuk ukuran sedang. “Untuk menikmati aneka kolak agar terasa lezat, cukup
dituangkan di mangkuk kecil ataupun sedang,” ujar Waluyo. “Sedangkan untuk menikmati gorengan,
idealnya sebagai pendamping teh manis dengan kalori ringan,” ujarnya.
Restoran Puncak Gunung Salak




                         Es Kelapa Thai, nah yang ini juaranya rumah makan ini. Hampir sama
dengan kelapa muda, kelapa thai ini mempunyai bentuk yang lebih kecil. Daging kelapanya yang tebal
tetap terasa lembut ketika kita gigit. Istimewanya, tanpa gula ataupun sirup, air kelapa ini sudah terasa
manis. Benar-benar menyegarkan dan untuk menikmatinya siapkan uang Rp. 15.000,-




Ice Tea, buat minum salah satu rekomendasi saya adalah es teh manis. Loh, apa spesialnya? Karena
jika anda memesan minuman ini, anda bisa mendapatkan free refill hehehe. Jadi kadang bisa diminum
untuk berdua. Kalo abis, tinggal minta isiin lagi. Irit kan… Bisa ditebus dengan harga Rp. 6.000,-




                                   Oh ya… Sehabis bersantap, luangkanlah sedikit waktu dan rongga
perut anda untuk dapat menikmati complimentary dessert yang disediakan resto ini yaitu Singkong
dan Teh Thai. Santan manis kental dengan aroma khas dituangkan di atas singkong rebus, suatu
makanan penutup yang benar-benar memanjakan indera pengecap kita. Ditutup dengan secangkir kecil
teh thai tawar, menyempurnakan makan malam kita di Restoran Puncak. Selamat Menikmati….

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:392
posted:2/10/2012
language:
pages:16
About I'm a teacher. I want to share knowledge and get knowledge. It is important to me to know something and share it to all people. if you want to contact me please send it to docforcash@gmail.com Thank you