Docstoc

Artikel Perkembangan Multimedia

Document Sample
Artikel Perkembangan Multimedia Powered By Docstoc
					Artikel Perkembangan Multimedia
Posted: September 25, 2008 by dawamcctn in Artikel
4

Bak rumput di musim hujan, bisnis multimedia mulai tumbuh di Indonesia. Gara-garanya jelas, satelit
DBS sudah meroket. Tapi benarkah bisnis ini cerah? Bagaimana pula persiapan SDM-nya? PADA awal
1993, Satelindo menjadi perusahaan swasta pertama yang terjun di bisnis layanan satelit ketika
meluncurkan Satelit Palapa C1, Satelit Palapa C1, lalu C2. Satelit-satelit ini telah digunakan secara
luas oleh beberapa negara ASEAN.

Indonesia a.l. menggunakannya untuk layanan komunikasi yang dikelola oleh Telkom dan Indosat,
juga untuk layanan siaran 5 teve swasta dan TVRI. Juga digunakan untuk 5 saluran siaran langsung
teve satelit Indovision (Direct Broadcasting Satellite) yang kin udah berkualitas digital (19 saluran).

Di tengah November lalu, PT Media Citra Indostar telah meluncurkan satelit Cakrawarta-1 untuk
menggantikan kerja Satelit Palapa C2 dalam mengudarakan siaran Indovision. Dengan satelit ini
Indovision kelak akan menyelenggarakan layanan yang bisa disebut layanan interaktif, karena akan
tersedia antara lain layanan telekonferensi, video on demand (VoD), home shopping, home banking,
dan komunikasi data (Internet).

Ada dua perusahaan multimedia baru lainnya yang segera akan beroperasi dengan jaringan kabel
serat optik, yaitu PT Indonusa Telemedia dan Multimedia Nusantara. Perusahaan-perusahaan
multimedia lainnya adalah: PT Multi Media Asia Indonesia, PT Yasawirya Tama Cipta, sehingga
Indonesia boleh disebut sekarang telah memasuki era industry multimedia.

Meski layanan multimedia sudah dioperasikan di Indonesia, namun terminologi mengenai
multimedia sendiri belum lagi akrab dengan masyarakat Indonesia. Multimedia lebih akrab dipahami
sebagai satu pencapaian teknologi pada personal computer (PC). Jika sebuah PC disebut multimedia,
maka PC tersebut memiliki kemampuan menampilkan gambar bergerak dan suara, misalnya dari
Video Compact Disc, Audio Compact Disc, serta dapat berkomunikasi antarkomputer atau jaringan
komputer melalui modem. Padahal multimedia memiliki arti yang lebih luas. Multimedia merupakan
keterpaduan teknologi informasi (misalnya komputer) dengan teknologi komunikasi (misalnya
jaringan kabel coaxial atau satelit). Kalau dipisahkan berdasarkan etimologi kata multimedia terdiri
dari “multi” dan “media”. “Multi” berarti “beragam”, sedangkan “media” berarti “sarana
penyampaian informasi”.

Menurut Wahyu Wijayadi dalam sebuah makalah sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat
yang berjudul Perkembangan Teknologi Multimedia dan Implementasinya, multimedia terdiri atas
(1) unsur suara, (2) unsur gambar atau video, (3) unsur teks/data, (4) terpadu dalam satu media
penyampaian, (5) Interaktif/bukan informasi satu arah. Jenis jasa multimedia terdiri dari dua, yaitu
berdiri sendiri (stand alone/off line), dan terhubung dengan jaringan telekomunikasi (network-
online).

Banyak perkembangan-perkembangan baru setelah diluncurkannya Satelit Palapa C1 & C2 beberapa
tahun yang lalu. Seperti misalnya ditaburkannya satelit komunikasi di atas langit Indonesia oleh
perusahaan-perusahaan asing di mana banyak pengusaha Indonesia terlibat dalam kepemilikan
saham di dalamnya, di antaranya adalah PT Bakri Communication Corporation pada Irridium Project,
sebuah proyek telepon satelit dunia untuk memecahkan masalah blank spot pada telepon selular
biasa, AMPS atau GSM. Indosat pun masuk menjadi salah satu pemodal pada konsorsium ICO Global
Communication (ICO-GC), sebuah telepon satelit setelah Irridium.
Sementara di belahan lain dari bumi ini, Microsoft dengan beberapa perusahaan juga telah
merambah pada industri satelit layanan komunikasi yang lain, seperti Internet, video conference
atau video on demand. Proyeknya yang terkenal sekarang ini adalah CyberStar atau “Internet di
Angkasa” yang mungkin akan menyediakan layanannya di Indonesia.

Selain bisnis, ternyata politik pun ikut mengembangkan multimedia di Indonesia. Sejak Pemilu
beberapa bulan lalu tidak ada satu kecamatan pun di Indonesia yang tidak bisa dihubungi lewat
sambungan telepon dengan teknologi satelit VSAT (very small aperture terminal). Sayangnya fasilitas
yang sudah dimiliki ini tidak berfungsi pada saat kebakaran hutan dan bencana kelaparan di
Indonesia. Entah kenapa


Situs Multimedia Indonesia

Untuk mengantipasi datangnya era ini, kini telah tersedia satu homepage yang berisi kumpulan
informasi mengenai perkembangan multimedia di Indonesia dan di dunia secara umum
(http://www.angelfire.com/id/jojor). Homepage ini bisa disebut satu-satunya yang secara khusus
berbicara mengenai multimedia. Di dalam homepage ini tersedia banyak link ke situs-situs yang
berkaitan dengan multimedia, sehingga bisa diandalkan bagi yang ingin melihat perkembangan
multimedia dari waktu ke waktu. Tulisan atau artikel mengenai multimedia harus diakui sangat
jarang, bahkan pada surat kabar besar seperti Kompas, Suara Pembaruan, dan Republika. Bahkan
kita belum punya majalah atau terbitan berkala yang khusus menyajikan perkembangan industri
multimedia di Indonesia, seperti yang terbit di negara-negara lain.

Meski demikian berita mengenai kegiatan bisnis multimedia kerap muncul. Ini menggambarkan
maraknya perkembangan bisnis multimedia di Indonesia. Rupanya secara intelektual bidang ini
kurang dilirik oleh para akademisi. Atau sebaliknya berarti para akademisinya sudah terjun langsung
menjadi praktisi multimedia di perusahaan-perusahaan multimedia dan tidak sempat untuk
membagi pengetahuan ini ke publik, membagi informasi perkembangan multimedia kepada publik
akan menstimulasi pengembangan industi multimedia.

Andil pengusaha

Jika apa yang sudah dilakukan Peter Gontha selama ini, yaitu terjun mengembangkan multimedia di
Indonesia, diikuti oleh banyak pengusaha lain tentu kita bisa berharap bahwa era informasi di
Indonesia dapat lebih cepat menghampiri. Meski pemerintah Indonesia tidak seperti Pemerintah
Malaysia yang telah mencanangkan program nasionalnya secara khusus, yaitu Multimedia Super
Corridor (MSC), Indonesia cukuplah memiliki Peter Gontha, Abu Rizal Bakri, Youk Tansil, dan bahkan
Sudwikatmono (tanpa mengurangi respek saya kepada orang-orang yang giat mengembangkan
multimedia di Indosat dan Telkom) sebagai pelopor dan pejuang pengembangan multimedia di
Indonesia.

Mudah-mudahan kita bisa optimis bahwa masa depan Indonesia akan lebih baik dari sekarang.
Karena saat itu semua orang dapat meraih salah satu sisi baik multimedia yaitu memberikan
kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk mencerdaskan dirinya melalui tersedianya akses-
akses kepada informasi yang seluas langit sebagai salah satu tempat di mana infrastruktur
multimedia ditempatkan.

Industri Multimedia diam-diam telah menjadi ladang baru yang menggiurkan dan dibutuhkan,
sebaliknya industri lain, seperti pesawat terbang dan otomotif hingga kini terus diliputi masalah yang
berkepanjangan. Barangkali memang pondasi informasi yang kuat harus lebih dulu diletakkan
sebelum kita menjejakkan kaki dan bertarung di medan industri yang lain.

Memang, saya harus katakan bahwa seluruh layanan multimedia saat ini adalah bukan bisnis yang
selalu menguntungkan. Contohnya adalah salah satu layanan multimedia adalah layanan televisi
satelit Indovision. Bisnis ini di Indonesia kurang menajamkan kekuatan pemasarannya sehingga
layanan Indovision ini menjadi sangat ekslusif.

Ada 1 juta antena parabola yang bertebaran di seluruh Indonesia yang diharapkan beralih ke
Indovision pada saat peluncuran pertama Indovision. Sementara itu perilaku pemirsa pada saat itu
belum mengenal kebiasaan membayar siaran teve dan acara-acara yang 100% asing (berbahasa
Inggris). Indovision hingga sekarang masih membutuhkan upaya yang lebih keras untuk
mendapatkan pelanggan sebanyak yang diharapkannya. Meski pertumbuhan pelanggan Indovision
ini tergolong lambat, namun Indovision telah membuka jalan bagi perusahaan Pay TV lain untuk
terjun di industri ini, sehingga perusahaan lain akan lebih mudah memasuki pasar yang telah
terbentuk untuk menerima siaran teve bayar dan asing, apa pun sistem dan teknologinya.

Multimedia dan peradaban manusia

Sepuluh tahun yang lalu kebutuhan pada alat telekomunikasi seperti telepon belum seperti
sekarang, terutama di kota besar. Ketika jalan-jalan semakin macet dan waktu terasa semakin
pendek, komunikasi melalui telepon menjadi kebutuhan yang tak terelakkan untuk tetap lancar
dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Padahal sepuluh tahun yang lalu itu sedikit yang menyadari bahwa telepon adalah kebutuhan mutlak
pada 10 tahun mendatang di kota-kota besar. Demikian juga keberadaan PC yang sekarang seperti
peralatan audio atau TV berwarna di rumah-rumah pada 10 tahun yang lalu. Atau sekarang
kebutuhan akses ke internet bagi kantor-kantor dalam rangka agar tidak tercerabut dari trend dari
bidang yang digelutinya serta untuk mendapatkan layanan e-mail yang mulai menggantikan mesin
faks.

Perlahan tapi pasti layanan interractive data communication seperti Internet ini akan mengulang
sejarah yang sama bagi telepon atau PC beberapa tahun lampau. Itu memang sudah tampak dari
usaha-usaha yang telah dilakukan untuk mengembangkan layanan ini. Contohnya adalah Web TV.

Perkembangan multimedia dalam beberapa tahun belakangan ini telah melahirkan suatu pertanyaan
malu-malu, yaitu apakah yang terjadi dengan pembatasan terhadap akses informasi dan kebebasan
berekspresi yang dulu diberlakukan? Harus diakui, perlahan, kemilau dari kemajuan teknologi
multimedia terutama dari 5 stasiun teve swasta telah memurukkan pembatasan itu.

Pertanyaan berikutnya adalah: ke manakah arah perkembangan multimedia 5 tahun mendatang?
Atau, ke manakah arah peradaban manusia? Jawabannya mungkin akan bergantung pada ke mana
kita akan mengarahkannya.

SDM industri multimedia

Perkembangan industri multimedia yang demikian cepat harus didukung oleh tersedianya sumber
daya manusia Indonesia yang kompetitif, sehingga lahan yang empuk ini tidak diserbu oleh tenaga
kerja asing yang sudah terlalu banyak merambah di Indonesia.
Terjun di bidang teknologi multimedia merupakan profesi baru yang sedang dibutuhkan pada saat
sekarang dan yang akan datang. Imajinasi yang kuat diperlukan di bidang ini untuk dapat
membayangkan, melihat potensi, menciptakan apa yang tidak terbayangkan oleh kebanyakan orang
saat ini.

Usaha pengembangan industri multimedia di Indonesia membutuhkan lebih banyak orang seperti itu
untuk menyiapkan jalan menuju peradaban baru manusia di masa mendatang. Mereka bukan hanya
para konglomerat yang mudah baginya untuk terjun ke dalam industri apa pun. Namun tanpa
didukung oleh sumber daya manusia yang andal, apalah artinya.

http://jojor.blogspot.com/2004/10/situs-tentang-multimedia-i_109903418364607196.html

Multimedia Merangsang Kehidupan Sosial
Ciri_ciri Perkembangan multimedia saat ini sudah tidak lagi terbatas pada sebuah konsep ruangan
saja, tetapi mengarah pada sebuah pengalaman multimedia di mana saja.

Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Perancis di Beijing baru-baru ini dalam rangka merayakan
Hari Kebudayaan Perancis yang kerap diadakan setiap tahun di Tiongkok, dengan mengandalkan
perangkat multimedia sebagai ajang pertukaran pameran kebudayaan di kedua negara masing-
masing, setelah diadakannya pembicaraan kerja sama dan pertukaran melalui masing-masing
pemimpin kedua negara.

Pada pagelaran Hari tersebut, dengan dibantu berbagai peralatan multimedia canggih, pemerintah
Perancis kali ini menampilkan wajah-wajah dan fasilitas kota metropolis utama di seluruh dunia di
antaranya Shanghai, Beijing, Chongqing, Paris, Berlin, Barcelona, Kairo dan Chicago yang
diproyeksikan di atas dua belas helai layar lebar. Dengan demikian pengunjung yang hadir akan
dapat melihat dengan jelas garis-garis arsitektur dari bangunan-bangunan tersebut, angkutan dan
fasilitas umum kota ini lewat layar, teleskop dan proyektor LCD.

Tampilan dari peragaan multimedia tersebut membentuk perjalanan visual yang luar biasa, di mana
sedikitnya memberikan pengetahuan kepada pengunjung untuk mempelajari bagaimana
menanggapi persoalan ekologi, lalu lintas, dan perencanaan kota.

Pameran ini mendapat sambutan positif dan meriah dari para pengunjung. Banyak pengunjung yang
mengagumi pertunjukkan ini. Kecanggihan dari perangkat multimedia tersebut serasa membawa
pengunjung benar-benar berada di kota-kota tersebut. Dengan kata lain kehadiran multimedia ini
sedikit banyak merangsang daya pikir serius dari masyarakat, dan juga merupakan alat pelengkap
kehidupan sosial, seiring dengan perkembangan zaman yang serba digital ini. Dan keterkaitan antara
perkembangan teknologi antara perkembangan teknologi komunikasi informasi dengan kebiasaan,
kepercayaan, dan bahkan kebudayaan setempat merupakan faktor penting yang menentukan
keberhasilan diterimanya teknologi tersebut.

Written by Rene L. Pattiradjawane

Wednesday, 12 March 2008

Mobilitas menjadi fitur penting dalam perkembangan gadget, memenuhi kebutuhan orang-orang
untuk bekerja dan berhibur, memanfaatkan kemajuan teknologi yang memungkinkan melakukan
berbagai aktivitas digital di mana saja. Kemajuan teknologi multimedia dengan banyaknya video dan
musik digital, mengarah pada tren baru untuk bisa menikmati kemajuan tersebut di mana saja.
Memiliki gadget di tengah derasnya perkembangan multimedia digital menjadi keharusan yang tidak
terhindari. Berbagai kemudahan untuk mendengarkan musik, menonton video, serta menikmati
hasil foto digital, menjadikan berbagai gadget sekarang memberikan berbagai ragam fitur.

Perangkat seperti iPod adalah salah satu contohnya. Walaupun sudah mengalami perubahan bentuk
dan menambah fitur video, produk buatan Apple ini terus digemari mereka yang memiliki mobilitas
tinggi, untuk menikmati berbagai produk multimedia di mana saja kapan saja.

Berbagai perangkat sejenis iPod pun banyak dijajakan di pasaran, memiliki beragam fitur serta
mengkombinasikan berbagai teknologi seperti kapasitas penyimpanan yang lebih besar, kemampuan
akses nirkabel, dan sebagainya. Bahkan, beberapa perangkat pun mulai mengombinasikan
kemampuan selular, memungkinkan gadget futuristik ini

Perangkat untuk keperluan multimedia digital pun mulai berkembang, tidak hanya sekedar
menghasilkan kualitas suara yang baik ketika mendengarkan musik, tapi juga kualitas gambar
menjadi penting dalam menyaksikan tayangan video. Ukuran layar pun tidak lagi kecil yang tidak
nyaman untuk menonton, tapi condong membesar tapi tetap mempertahankan faktor bentuk yang
ringkas yang memudahkan mobilitas.

Layar sentuh

Bagi perusahaan Perancis, Archos, yang memperkenalkan konsep multimedia sejak tahun 1988,
menghadirkan produk yang dimintai orang banyak memang bukan sebuah pekerjaan yang mudah.
Ini antara lain terlihat dari ragam gadget multimedia yang diperkenalkannya dengan beragama fitur
yang mencoba membuka berbagai kemungkinan di tengah derasnya akses ke jaringan internet.

Produk seperti Archos 605 WiFi, misalnya, adalah penerus produk sebelumnya Archos 604 WiFi (lihat
Kompas 23/4/07), dengan perbedaan harganya lebih murah dari seri sebelumnya, serta perbaikan
beberapa fitur teknologi seperti layar sentuh yang diperbaharui yang mendekati definisi tinggi dalam
ukuran 4,3 inci (sekitar 10,9 cm diagonal).

Selain itu, Archos 605 WiFi ini juga dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan untuk akses
langsung terhadap berbagai produk musik dan film digital melalui Archos Content Portal
memungkinkan untuk membeli film dari situs CinemaNow, atau melihat situs video terkenal di
jaringan internet YouTube.

Perangkat buatan Archos ini juga dilengkapi dengan browser untuk mengakses situs Web
menggunakan koneksi nirkabel 802.11g, menggunakan aplikasi Operas yang memang kebanyakan
digunakan pada perangkat mobilitas. Perangkat ini juga memiliki hard disk dengan kapasitas yang
berbeda-beda mulai dari 30 GB, 80 GB, dan 160 GB.

Fitur multimedia

Produk Archos lainnya yang juga menjadi andalan perusahaan Perancis ini adalah Archos 705 Mobile
DVR (Digital Video Recording) dengan tampilan layar yang lebih besar ukuran 7 inci (sekitar 17,7 cm
diagonal) dengan resolusi 800 X 480 piksel, menghasilkan kualitas video yang lebih baik dibanding
Archos 605.

Produk yang juga memiliki fitur nirkabel ini, sepintas terlihat seperti Archos 605 dalam ukuran
raksasa karena skala perbandingan faktor bentuk yang mencolok dengan seri Archos yang lebih kecil.
Memiliki penyangga di bagian belakang, Archos 705 ini menjadi ideal untuk digunakan ketika berada
di dalam ruangan, untuk menyaksikan film digital atau hanya menjadi bingkai digital menampilkan
tayangan koleksi foto digital yang tersimpan dalam hard disk yang memiliki kapasitas sampai dengan
160 GB.

Sebagai PVP (Private Video Player), Archos 705 memang terasa besar bagi mereka dengan mobilitas
tinggi. Sebenarnya, ukurannya ini pun mengikuti tren yang berlaku di industri komputer dan PDA
(Personal Digital Assistant) menghadirkan layar ukuran 7 inci yang lebih kecil dibanding kebanyakan
komputer notebook atau lebh besar dibanding PDA.

Pada sisi lain, Archos 705 ini sebenarnya ingin menampilkan kehadiran teknologi yang menyamankan
penggunanya menikmati berbagai fitur multimedia di tengah mobilitas yang tinggi. Dengan prosesor
serta layar monitor yang besar, memang perangkat ini ibarat sub-notebook dengan fitur multimedia
yang futuristik. (rlp)


http://www.pattiradjawane.com/index.php?option=com_content&task=view&id=325&Itemid=1&bs
b_midx=-1


Perkembangan teknologi multimedia yang sedemikian pesat, baik dalam bidang perangkat keras
maupun perangkat lunak telah menyebabkan bidang keahlian multimedia menjadi sangat populer.
Kebutuhan tenaga kerja di sektor ini terus meningkat, hanya saja lembaga pendidikan formal
maupun non formal yang menyelenggarakan pendidikan bidang ini masih sangat terbatas, terutama
bagi mereka yang ingin mempelajarinya dalam waktu singkat. Guna menjawab kebutuhan akan
tenaga kerja terampil berkualitas di bidang multimedia interaktif/ dalam waktu singkat, LIKMI
menyelenggarakan pendidikan satu tahun KOMPUTER MULTIMEDIA INTERAKTIF/ ANIMASI dengan
materi-materi pendidikan sebagai berikut :
Pengolahan Citra
Pengolahan Foto Digital
Teknik Desain Grafis
Virtual Modeling / Animasi
Teknik Multimedia Interaktif
Perancangan Video Animasi
Perancangan Multimedia Interaktif

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:305
posted:2/10/2012
language:Malay
pages:6
About I'm a teacher. I want to share knowledge and get knowledge. It is important to me to know something and share it to all people. if you want to contact me please send it to docforcash@gmail.com Thank you