; MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

VIEWS: 355 PAGES: 29

  • pg 1
									MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 ALIRAN SESAT YANG BERKEMBANG
          DI INDONESIA




               Disusun Oleh :


              DISUSUN OLEH :


       Abdu rahman         (18092146)
       Mohamad Khaer (18092142)
       Faisal Ramdan       (18092212)
       Imam Hidayat        (18092188)
       Ipah                (18092173)
       Rizky Abdul F.      (18092159)
       Mugiarti            (18092161)
       Saifuddin Yusron (18092149)
       Sri Damayanti       (18092171)
       Ujang Sumantri      (18092162)


  BINA SARANA INFORMATIKA
     BUMI SERPONG DAMAI
                  2010

                       i
                             KATA PENGANTAR


       Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt. atas limpahan rahmat,
hidayah serta inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini
tanpa suatu alangan yang berarti. Tidak lupa sholawat serta salam tetap
tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa
kita dari jaman jahiliah menuju jaman islamiah sekarang ini.
       Adapun tujuan dari penyusunan makalah yang berjudul Alirah Sesat yang
Berkembang di Indonesia ini adalah sebagai pemenuhan tugas yang diberikan
demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.
       Tidak lupa ucapan terimakasih kami tujukan kepada pihak-pihak yang
turut mendukung terselesaikannya makalah ini antara lain :
1. Ahmad Ghozali selaku dosen pembimbing,
2. Rekan-rekan sekelompok yang bekerjasama menyelesaikan makalah ini, serta
3. semua pihak yang turut mendukung terselesaikannya makalah ini.
       Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan
dan jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun
sangat kami harapkan demi terciptanya makalah yang lebih baik selanjutnya. Dan
semoga dengan hadirnya makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca
sekalian.




                                                                Penyusun




                                        ii
                                                    DAFTAR ISI




Halaman Judul ..................................................................................................... i
Kata Pengantar ................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................iii


      BAB I Pendahuluan
      Sepuluh Kriteria Aliran Sesat ..................................................................... 3
      Perbedaan Pendapat dan Perpecahan yang
      menjadi pengaruh munculnya aliran sesat ................................................... 3


      BAB II
      BERBAGAI ALIRAN SESAT YANG BERKEMBANG DI INDONESIA
      Aliran Pembaharu Isa Bugis ....................................................................... 5
      Faham Inkar Sunnah ................................................................................... 6
      Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ................................................. 7
      Agama Ahmadiyah ..................................................................................... 9
      Gerakan Syi'ah .......................................................................................... 10
      Gerakan Lembaga Kerasulan (LK) ............................................................ 12
      Ajaran Lia Aminuddin, Agama Salamullah .............................................. 13
      Ajaran Bijak Bestari .................................................................................. 14
      Agama (faham) Baha'i .............................................................................. 14
      Tarekat Naqsyabandiyyah Prof. DR. Kadirun Yahya. .............................. 15
      ISLAM Liberal .......................................................................................... 16


      BAB III
      CARA UNTUK MENGHINDARI PENGARUH DARI ALIRAN SESAT
      Pagari Akidah Anda .................................................................................. 19
      Kenalilah agama anda lebih mendalam lagi. ............................................. 20
      Pererat hubungan anda dengan ustadz ...................................................... 20



                                                             iii
Bertemanlah dengan orang-orang
yang mengingatkan anda akan Allah ......................................................... 20
Baca dan Pelajari Al Qur‟an dan Hadits ................................................... 20
Hati-hati dalam menafsirkan Al Qur‟an .................................................... 22


BAB IV
KESIMPULAN ......................................................................................... 23


DAFTAR PUSTAKA




                                                 iv
                                       BAB I
                                PENDAHULUAN

       Munculnya fenomena aliran sesat tidak terlepas dari problem psikologis
baik para tokoh pelopornya, pengikutnya serta masyarakat secara keseluruhan.
Problem aliran sesat mengindikasikan adanya anomali nilai-nilai di masyarakat.

       Aliran sesat bukan fenomena baru, selain dia mengambarkan anomali,
juga kemungkinan adanya deviasi sosial yaitu selalu ada komunitas yang
abnormal. Baik ia berada dalam abnormalitas demografis, abnormalitas sosial,
maupun abnormalitas psikologis. Sedangkan bentuk deviasi dapat bersifat
individual, situasional dan sistemik (Kartono, 2004:16). Abnormalitas perilaku
seseorang tidak dapat diukur hanya dengan satu kriteria, karena bisa jadi
seseorang berkategori normal dalam pengertian kepribadian tetapi abnormal
dalam pengertian sosial dan moral. Demikian halnya dengan para penganut aliran
sesat, akan diperoleh kriterium kategori yang tidak tegas. Salah satu yang paling
mungkin untuk menyatakan kesesatan adalah defenisi atau batasan ketidaksesatan
yang bersifat formalistik atau diakui sebagai batasan institusional.

       Aliran sesat didefinisikan sebagai aliran yang menyimpang dari
mainstream masyarakat, namun batasan ini menjadi rancu karena kriteria
kesesatan bersifat multikriteria. Oleh karena itu silang pendapat apakah suatu
aliran sesat atau tidak merupakan masalah tersenidri yang tidak mudah.

       Aliran hanya dapat dinyatakan sebagai sesat apabila mengacu pada satu
kumpulan kriteria yang dinyatakan secara apriori sebagai “tidak sesat”. Oleh
karena itu ukuran sosiologis, politis dan psikologis hanya merupakan penjelas saja
tentang kemungkinan-kemungkinan mengapa seseorang/kelompok menjadi
bagian dari aliran sesat.


       Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan sepuluh kriteria suatu aliran
dapat digolongkan tersesat. Namun, tidak semua orang dapat memberikan
penilaian suatu aliran dinyatakan keluar dari nilai-nilai dasar Islam.„‟Suatu paham
atau aliran keagamaan dapat dinyatakan sesat bila memenuhi salah satu dari


                                         1
sepuluh kriteria,'‟ kata Ketua Panitia Pengarah Rakernas MUI Tahun 2007,
Yunahar Ilyas, di Jakarta, Selasa (6/11).Sekretaris MUI, Ichwan Sam,
menambahkan, kriteria tersebut tidak dapat digunakan sembarang orang dalam
menentukan suatu aliran itu sesat dan menyesatkan atau tidak. „‟Ada mekanisme
dan prosedur yang harus dilalui dan dikaji terlebih dahulu. Harus diingat tidak
semudah itu mengeluarkan fatwa,'‟ tegasnya.Pedoman MUI itu menyebutkan,
sebelum suatu aliran atau kelompok dinyatakan sesat, terlebih dulu dilakukan
penelitian. Data, informasi, bukti, dan saksi tentang paham, pemikiran, dan
aktivitas   kelompok      atau    aliran       tersebut   diteliti   oleh   Komisi
Pengkajian.Selanjutnya, Komisi Pengkajian memanggil pimpinan aliran atau
kelompok dan saksi ahli atas berbagai data, informasi, dan bukti yang didapat.
Hasilnya kemudian disampaikan kepada Dewan Pimpinan. Bila dipandang perlu,
Dewan Pimpinan dapat menugaskan Komisi Fatwa untuk membahas dan
mengeluarkan fatwa. „‟Di batang tubuh fatwa mengenai aliran sesat, juga ada poin
yang menyatakan akan menyerahkan segala sesuatunya kepada aparat hukum dan
menyeru masyarakat jangan bertindak sendiri-sendiri,'‟ jelas Ichwan.Wapres,
Jusuf Kalla, meminta seluruh komponen masyarakat, terutama para ulama dan
tokoh agama, tidak lari menyikapi maraknya aliran sesat. „‟Untuk menyikapi
aliran sesat ini, kita tidak bisa menggunakan langkah-langkah kekerasan, seperti
lempar-lemparan, bakar-bakaran, dan sebagainya. Polisi dan jaksa boleh
mengambil tindakan formal, tetapi jika secara hati nurani tidak selesai. Kita harus
introspeksi,'‟ kata Kalla di hadapan peserta Rakernas MUI. Pemerintah, sambung
Menag, Maftuh Basyuni, terus berupaya meyakinkan para penganut aliran sesat
agar dapat kembali ke jalan yang benar. Upaya kekerasan atau anarkis dalam
menyikapi aliran sesat, menurut Maftuh, tak akan menyelesaikan masalah.
       „‟Malah akan menambah genting suasana. Toh sekarang sudah banyak
tokoh aliran sesat yang ditangkap dan menyerahkan diri, tergantung aparat untuk
menindaklanjutinya.'‟
       Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini,
menyebut keluarnya putusan MUI sebagai sesuatu yang ditunggu-tunggu umat
Islam. „‟Dengan demikian, jelas apa saja kriteria aliran sesat itu,'‟ kata Adian.




                                           2
Sepuluh kriteria yang ditetapkan MUI itu merupakan ajaran Islam yang mendasar.
„‟Ini penekanannya lebih untuk umat sendiri.'‟


Sepuluh Kriteria Aliran Sesat
   1. Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
   2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i
        (Alquran dan as-sunah),
   3.   Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
   4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
   5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
   6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
   7. Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
   8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
   9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
   10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar‟i

Perbedaan Pendapat dan Perpecahan yang Menjadi pengaruh munculnya
aliran sesat.

        Sesungguhnya ikhtilaf (perbedaan pendapat) adalah sunatullah namun
Ikhtilaf yang membawa iftiraq (perpecahan) itulah yang dicela oleh Allah SWT.
Sebab timbulnya iftiraq pada mulanya terjadi karena sebab yang sepele. Namun
karena pelakunya mengedepankan hawa nafsu maka hal sepele menjadi besar dan
berakibat pada perselisihan dan perpecahan. Secara garis besar di antara sebab
munculnya Al Firaq Al Islamiyah (seperti : Khawarij, Syi'ah, Mu'tazilah,
Murji'ah, dll.) adalah:

   1. Ghuluw (berlebih-lebihan dalam bersikap), contoh : Khawarij berangkat
        dari pemahaman yang berlebihan terhadap ayat-ayat wa'id (ancaman)
        sehingga mereka mengkafirkan kaum Muslimin yang melakukan dosa
        besar. Sedang Syi'ah muncul karena sikap yang berlebihan dalam
        mencintai sebagian sahabat Rasul yaitu Ali ra dan para Ahlul Bait.




                                        3
   2. Membantah bid'ah dengan bid'ah yang semisal, contoh : Murji'ah ingin
       mencounter Khawarij yang berlebih-lebihan dalam menghukumi pelaku
       dosa besar namun akhirnya mereka terjerumus pada bid'ah baru yaitu
       menganggap pelaku dosa besar sebagai mukmin dengan keimanan yang
       sempurna.

   3. Pengaruh dari luar Islam, contoh : Syi'ah, karena muassis (gembong)nya
       adalah Yahudi yaitu Abdulah bin Saba'. Begitu juga Qodariyah,
       pencetusnya adalah seorang Nashrani, Jahmiyyah pencetusnya Yahudi.

   4. Mengedepankan akal.

   5. Filsafat Yunani, contoh : Mu'tazilah banyak dipengaruhi oleh filsafat
       Yunani.

Selain itu ada yang disebabkan oleh :
   1. Ulama yang beraqidah menyimpang,
   2. Kebodohan kaum Muslimin.
   3. Tidak memiliki standar pemahaman yang benar.
   4. Ikhtilaf yang didasari hawa nafsu.
   5. Rasa Ashabiyah (fanatisme golongan).
   6. Hasad (dengki)
   7. Kecenderungan menyuburkan bid'ah dan hawa nafsu.
   8. Menuhankan akal dan menomorduakan naql (dalil).
   9. Pengaruh eksternal.




                                        4
                                BAB II
BERBAGAI ALIRAN SESAT YANG BERKEMBANG DI INDONESIA


1. Aliran Pembaharu Isa Bugis
   Isa Bugis lahir tahun 1926 di kota Bhakti Aceh Pidie. Isa Bugis ingin
   menerjemahkan dan menganalisa agama Islam berdasarkan teori
   pertentangan antara dua hal. Seperti misalnya ideologi komunis dengan
   kapitalis, antara nur dan kegelapan. Ia berusaha untuk mengilmiahkan
   agama dan kekuasaan Tuhan dan akan menolak semua hal-hal yang tidak
   bisa diilmiahkan atau tidak bisa diterima akal. Oleh karena itu ajaran Isa
   Bugis ini banyak diikuti oleh para intelek yang cenderung lebih
   menggunakan akal dan pikiran.
   Pokok-Pokok Ajaran Isa Bugis:
     a. Air Zam-zam di Makkah adalah air bekas bangkai orang Arab.
     b. Semua tafsir Al Qur'an yang ada sekarang harus dimuseumkan
         karena semuanya salah.
     c. Menolak semua mukjizat para Nabi dan Rasul, seperti kisah Nabi
         Musa as membelah laut dengan tongkatnya dalam Al Qur'an adalah
         dongeng lampu Aladin.
     d. Nabi Ibrahim as menyembelih Ismail adalah dongeng.
     e. Ka'bah adalah kubus berhala yang dikunjungi oleh turis setiap
         tahun.
     f. Ilmu Fiqih, Ilmu Tauhid, dan sejenisnya adalah syirik. Ulama yang
         mengajarkan ilmu ini harus disingkirkan ke Pulau Seribu.
     g. Al Qur'an bukan bahasa Arab, sehingga untuk memahami Al Qur'an
         tidak perlu belajar bahasa Arab, tata bahasa Arab dan sejenisnya.
     h. Setiap orang yang intelek diberi kebebasan untuk menafsirkan Al
         Qur'an walau tidak mengerti bahasa Arab.
     i. Ajaran Nabi Muhammad adalah pembangkit imperialisme Arab.
     j. Ajaran Qurban pada waktu Iedhul Adha tidak ada dasar
         kebenarannya.




                                   5
     k. Mubaligh-mubaligh Islam yang menyebarkan agama ke luar tanah
        Arab adalah pemabuk dzulumat yang haus darah dan harta.
     l. Indonesia adalah diantara dari sekian banyak korban dari
        kebiadaban Arabisme.
     m. Lembaga Pembaharu (yang dipimpin oleh Isa Bugis) adalah Nur,
        sedangkan orang atau golongan di luar itu adalah Dzulumat, sesat
        serta kafir.
     n. Sekarang masih periode Makkah sehingga belum diwajibkan shalat,
        puasa dll. Begitu juga minuman yang memabukkan seperti khamar
        dan sejenisnya belum diharamkan.


2. Faham Inkar Sunnah
  Faham sesat ini mucul sekitar tahun 1980-an. Mereka menamakan
  pengajian yang mereka adakan dengan sebutan kelompok Qur'ani
  (kelompok pengikut Al Qur'an).
  Tokohnya antara lain Luqman Saad Direktur perusahaan penerbitan PT.
  Ghalia. Pada awalnya Luqman Saad merintis usaha percetakannya dengan
  tangan. Namun ketika ia bolak-balik ke Belanda untuk suatu urusan yang
  tidak diketahui kemudian ia memiliki peralatan modern yang didatangkan
  dari negeri Belanda. Dengan mesin cetaknya itulah ia banyak mencetak
  buku-buku yang berisi ajaran sesat Inkarus Sunnah. Selain itu juga Ir.
  Irham Sutarto ketua serikat buruh PT. Unilever (Belanda). Tidakkah ini
  merupakan permainan orang Yahudi di Belanda dalam menghancurkan
  Islam di Indonesia? Setelah dilakukan pelacakan akhirnya ditemukan
  dedengkotnya adalah Marinus Taka keturunan Indo Jerman yang tinggal di
  Jalan Sambas 4 No.54 Depok Lama daerah dimana banyak bermukim
  peranakan Belanda dengan gerejanya yang terpadat untuk seluruh
  Indonesia. Marinus Taka mengaku bisa membaca Al Qur'an tanpa belajar
  dan tanggal 4 Juni 1983 ditangkap oleh Kodim Jakarta Utara.




                                   6
   Pokok-Pokok Ajaran Inkarus Sunnah:
     a. Tidak percaya kepada semua hadits Rasulullah SAW, menurut
           mereka hadits itu bikinan Yahudi untuk menghancurkan Islam dari
           dalam.
     b. Dasar hukum dalam Islam hanya Al Qur'an saja.
     c. Syahadat mereka : Insyahadu bianna Muslimun.
     d. Shalat mereka macam-macam ada yang dua rokaat-dua rokaat dan
           ada juga yang shalatnya hanya 'eling' saja.
     e. Puasa wajib bagi mereka yang melihat bulan saja, kalau yang lihat
           bulan hanya satu orang maka hanya orang itu saja yang wajib puasa.
           Mereka merujuk pada ayat : faman syahida minkumus Syahra
           falyasumhu.
     f. Haji boleh dilakukan selama 4 bulan Haram yaitu : Muharram,
           Rajab, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.
     g. Pakaian Ihram adalah pakaian orang Arab dan bikin repot. Oleh
           karena itu mereka menunaikan haji menggunakan baju biasa atau
           jas.
     h. Rasul tetap diutus sampai hari Kiamat.
     i. Nabi Muhammad tidak berhak menjelaskan tentang ajaran Al
           Qur'an (kandungan isi Al Qur'an).
     j. Orang yang meninggal dunia tidak disholati karena tidak ada
           perintah di Al Qur'an.


3. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)
   Didirikan oleh Mendiang Nur Hasan Ubaidah Lubis (Luar Biasa), awalnya
   bernama Darul Hadits (DH) tahun 1951. Karena meresahkan masyarakat
   Jawa Timur maka DH dilarang oleh PAKEM - Kejaksaan Tinggi Jawa
   Timur. Kemudian berganti nama menjadi Islam Jama'ah. Banyak artis
   yang tertarik dengan ajaran ini antara lain karena adanya ajaran tebus dosa.
   Karena kembali meresahkan masyarakat di Jakarta akhirnya dilarang
   melalui SK Jaksa Agung RI No. Kep.-08/D.A/10.1971 tanggal 29 Oktober
   1971.



                                      7
Karena dilarang, maka Imam Jama'ah ini meminta perlindungan kepada
Letjen. Ali Murtopo wakil Kepala Bakin yang terkenal sangat anti Islam.
Setelah mendapat perlindungan maka menyatakan diri masuk Golkar dan
berganti nama menjadi LEMKARI (Lembaga Karyawan Dakwah Islam).
Karena meresahkan masyarakat Jawa Timur kemudian dibekukan oleh
Gubernur Jawa Timur Sularso. Dalam mubes di Asrama Haji Pondok
Gede tahun 1990, LEMKARI berganti nama menjadi LDII atas anjuran
Mendagri Rudini agar tidak rancu dengan nama LEMKARI (Lembaga
Karatedo Indonesia).
Pokok-Pokok Ajaran Islam Jama'ah / LDII:
  a. Orang Islam di luar kelompok mereka adalah kafir dan najis,
      termasuk kedua orang tua sekalipun.
  b. Kalau ada orang di luar kelompok mereka yang melakukan shalat di
      masjid mereka maka bekas tempat sholatnya dicuci karena dianggap
      sudah terkena najis.
  c. Wajib taat pada amir atau Imam mereka.
  d. Mati dalam keadaan belum baiat kepada Amir/Imam LDII maka
      akan mati jahiliyah (kafir).
  e. Al Qur'an dan Hadits yang boleh diterima adalah yang mankul
      (yang keluar dari mulut Imam/Amir mereka) selain itu haram
      diikuti.
  f. Haram mengaji Al Qur'an dan Hadits kecuali kepada Imam/Amir
      mereka.
  g. Dosa bisa ditebus kepada sang Amir atau Imam dan besarnya
      tebusan tergantung besar kecilnya dosa yang diperbuat dan
      ditentukan oleh Amir/Imam.
  h. Harus rajin membayar infak, shodaqoh dan zakat kepada
      Amir/Imam mereka. Selain kepada mereka adalah haram.
  i. Harta benda diluar kelompok mereka dianggap halal untuk diambil
      atau dimiliki dengan cara bagaimanapun, misalnya: merampok,
      mencuri, korupsi dll. asal tidak ketahuan. Bila berhasil menipu
      orang Islam diluar mereka dianggap berpahala besar.



                                 8
    j. Bila mencuri harta orang selain LDII ketahuan maka kesalahannya
       adalah ketahuan itu.
    k. Harta, zakat, infaq dan shodaqoh yang sudah diberikan kepada
       Amir/Imam haram ditanyakan catatannya atau penggunaannya.
    l. Haram membagikan daging Qurban/Zakat Fitrah kepada orang
       Islam diluar kelompoknya.
    m. Haram shalat di belakang Imam yang bukan dari kelompok mereka,
       kalaupun terpaksa tidak perlu wudhu dan harus diulang.
    n. Haram menikahi orang di luar kelompoknya.
    o. Perempuan LDII kalau mau bertamu di rumah orang selain
       kelompoknya harus memilih waktu haid (dalam keadaan kotor).
    p. Kalau ada orang di luar kelompok mereka bertamu ke rumah
       mereka maka bekas tempat duduknya harus di cuti karena dianggap
       najis.
           Imam mereka, Nur Hasan Ubaidah meninggal tanggal 31 Maret
    1982 dalam kecelakaan lalu lintas antara Tegal Cirebon di dalam mercy
    Tiger B 8418 EW tatkala ingin menghadiri kampanye Golkar. Sang
    Imam meninggalkan harta yang banyak dan digantikan oleh putranya
    Abdu    Dhohir   dan      dibaiat   sebelum   mayat   ayahnya   dikubur.
    Perwakilan gerakan ini berkembang hingga ke Amerika, Suriname,
    Australia, Jerman bahkan di Arab Saudi.


4. Agama Ahmadiyah
           Agama Qadian didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India.
    Mirza dianggap sebagai Nabi yang disejajarkan dengan Nabi Isa as.,
    Nabi Musa as., Nabi Daud as.
           Agama ini bermaksud untuk menyaingi Kenabian Muhammad
    SAW. Ahmadiyah masuk Indonesia tahun 1935 dan tersebar. Pusatnya
    sekarang di Parung Bogor.
           Mempunyai majalah Nur Islam (sebagai pengganti Sinar Islam
    yang telah dilarang). Aliran ini sudah dilarang namun hanya secara




                                    9
     lokal. MUI serta organisasi Islam lainnya telah mengirim surat kepada
     Pemerintah (Kejagung RI) tetapi belum mendapat tanggapan.
     Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah:
     a. Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya Nabi dan Rasul utusan
         Tuhan.
     b. Mengaku menerima wahyu di India. Kitab suci mereka bernama
         Tadzkirah. Isinya memutarbalikkan ayat-ayat suci Al Qur'an, ayat
         yang awal diputar ke belakang, ayat yang satu disambung ayat
         lainnya sesuai dengan selera nabi India tersebut.
     c. Mengakui Kitab mereka sama sucinya dengan Al Qur'an.
     d. Wahyu tetap turun sampai hari kiamat begitu juga Nabi dan Rasul
         diutus sampai hari kiamat.
     e. Mempunyai tempat suci sendiri yaitu Qadian dan Rabwah. Nabi
         Mirza tidak pernah naik haji ke Makkah.
     f. Mereka mempunyai surga sendiri yang letaknya di Qadian dan
         Rabwah dan sertifikat kapling surga tersebut di jual kepada
         jama'ahnya dengan harga sangat mahal.
     g. Wanita Ahmadiyah haram nikah dengan laki-laki bukan Ahmadiyah
         tetapi sebaliknya boleh.
     h. Tidak boleh bermakmum dibelakang orang yang bukan Ahmadiyah.
     i. Ahmadiyah mempunyai tanggal, bulan dan tahun sendiri yaitu
         Suluh, Tabliqh, Aman, Syahadah, Hijrah, Ikhsan, Wafa', Zuhur,
         Tabuk, Ikha', Nubuwah, Fatah. Nama tahunnya adalah Hijri Syamsi
         (HS).


5. Gerakan Syi'ah
        Agama Syi'ah adalah agama dendam kesumat. Pencetusnya adalah
   Abdullah bin Saba tokoh YAHUDI yang pura-pura masuk Islam di zaman
   Sahabat Nabi.
        Rukum Iman Agama Syi'ah tidak termasuk percaya kepada Qadha'
   dan Qadar, yaitu : Percaya kepada keesaan Allah, Percaya kepada
   keadilan, Percaya kepada kenabian, Percaya kepada Imamah, Percaya



                                    10
kepada sa'ah (hari kiamat). Karena tidak iman kepada Qadha' dan Qadar
itulah maka kematian cucu Rasulullah SAW, Husen di Padang Karbala,
diratapi dari dulu hingga sekarang. Dalam meratapi, mereka memukul
badan, dada dan kepala hingga berlumuran darah padahal tidak ada ajaran
samawi yang membolehkan menganiaya diri karena mencintai seseorang.
     Ahlul baiyt (seisi rumah dengan Rasulullah SAW) menurut mereka
adalah Ali bin Abi Thalib, Fatimah dan kedua puteranya, Hasan dan
Husein. Sedangkan Khadijah yang begitu besar jasanya terhadap agama
Islam tidak termasuk.
Pokok-Pokok Ajaran Syi'ah:
  a. Hadits tidak hanya dari Nabi Muhammad SAW saja tetapi juga dari
      ucapan para Imam mereka sampai hari kiamat.
  b. Al Qur'an yang beredar sudah dipalsukan dan yang asli dibawa oleh
      Imam Muntadhar (yang ditunggu munculnya kembali di dunia).
  c. Menghalalkan       nikah   Mut'ah   (kawin   kontrak   /    pelacuran
      mengatasnamakan agama) padahal sudah dilarang Islam. Banyak
      digandrungi oleh muda mudi atau pejabat yang kurang pengetahuan,
      padahal sama saja dengan zinah.
  d. Syi'ah memandang Imam itu maksum.
  e. Syi'ah memandang bahwa menegakkan agama adalah rukun agama.
  f. Syi'ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh ahlul bait.
  g. Tidak mengakui Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu
      'anhum.
     Gerakan Syi'ah luar biasa aktif di Indonesia (karena banyak
penduduk muslimnya namun kurang pengetahuan agamanya). Mereka
pandai menempatkan orang-orangnya di posisi penting a.l. : DR.
Jalaluddien   Rahmat    untuk   menggarap    keluarga   mantan     wapres
Soedarmono serta kelompok elit di Kebayoran Baru dengan nama yayasan
Pengajian Sehati. Ir. Haidar Bagir (pemimpin umum Republika untuk
menggarap orang-orang dekat Habibie dan kelompok intelektual). Prof.
DR. Quraisy Shihab yang menggarap tokoh agama yaitu untuk
mementahkan keputusan-keputusan MUI jika ada keputusan MUI yang



                                11
  keras terhadap aliran sempalan. LPPI pernah mengeluarkan brosur kecil
  yang berjudul : Syi'ah dan Quraisy Shihab.
       Gerakan ini mempunyai yayasan yang bergerak di bidang
  pendidikan dan pesantren antara lain :
     a. Yayasan Muthohari Bandung
     b. Yayasan Al Muntadhor Jakarta
     c. Yayasan Mulla Sadra Bogor
     d. Yayasan Pesantren Yapi Bangil (IPANI : Ikatan Pemuda Ahlu Bait)
     e. Yayasan Muhibbin Probolinggo
     f. Pesantren Al Hadi Pekalongan
     g. Yayasan Yapisma Malang
     h. Yayasan Madinatul Ilmi Depok
     i. Yayasan Darul Habib Jakarta
     j. Yayasan Yasin Surabaya
     k. Yayasan Babul Ilmi Jakarta (Jatibening)


6. Gerakan Lembaga Kerasulan (LK)
       Mereka berpendapat bahwa Rasul itu diutus sampai kiamat. Rasul itu
  personnya, oleh sebab itu harus ada lembaganya (sama dengan Menteri
  dengan Departemennya).
       Kalau Rasul meninggal maka harus ada Rasul baru yaitu Imam
  mereka. Tidak taat pada Imam mereka berarti tidak taat pada Rasul dan itu
  dosa besar.
       Gerakan ini ingin mendirikan NII (Negara Islam Indonesia) versi
  mereka sendiri dengan tokohnya : Aceng Syaifuddin.
  Pokok-Pokok Ajarannya:
     a. Rasul diutus sampai hari kiamat.
     b. Wajib bai'at seta taat pada Imam.
     c. Dosa bisa ditebus dengan uang kepada Imam. Besar kecilnya
        tergantung besar kecil dosa.
     d. Di luar kelompok mereka adalah kafir.




                                  12
     e. Perkawinan harus dihadapan imam mereka dan diadakan oleh imam
         mereka. Sedangkan orang tua tidak perlu tahu.
     f. Membagi periode Makkah dan Madinah. Sekarang dianggap masih
         periode Makkah, jadi belum wajib Sholat, puasa, haji serta belum
         diharamkan khamar dan minuman memabukkan lainnya.
     g. Mengaji harus kepada Imam.


7. Ajaran Lia Aminuddin, Agama Salamullah
   Lia Aminuddin, umur 51 tahun tinggal di Jl. Mahoni 30 Jakarta Pusat. Ada
   beberapa buku yang sudah dikarang olehnya:
     a. Perkenankan aku menjelaskan sebab taqdir.
     b. Pancasila menuju Zam-zam
     c. Lembaga Al Hira, fatwa Jibril as. VS fatwa MUI.
     d. Puisi-puisi mendalami kerukunan Nasional.


   Pokok-Pokok Ajarannya:
     a. Malaikat Jibril akan muncul lagi ke Bumi dan bersemayam di diri
         Lia, maka dimanapun Lia berada selalu bersama Malaikat Jibril as.
     b. Lia mengakui menjadi juru bicara Jibris as. dan mengaku sebagai
         Nabi/Rasul.
     c. Lia mengaku mendapatkan wahyu.
     d. Lia mengaku mendapatkan mukjizat.
     e. Agama yang dibawa oleh Lia bernama Salamullah / Agama
         Perenialisme yang menghimpun segala agama.
     f. Lia mengaku sebagai Imam Mahdi.
     g. Imam Mukti (anaknya) dianggap sebagai Nabi Isa as.
     h. Abdul Rahman diyakini sebagai wa'sil/Imam besar.
     i. Mencukur semua jenis rambut lalu membakarnya dianggap sebagai
         bentuk ibadah yang diperintahkan Jibris melalui Lia Aminuddin
         (seperti bayi yang baru lahir).




                                    13
8. Ajaran Bijak Bestari
   Yayasan Imperium Zakita Mata di didirikan oleh HMA Bijak Bestari, lahir
   di Binjai, Sumatra Utara, 30 Maret 1943.
   Pokok-Pokok Ajarannya:
     a. Mengaku bahwa HMA (Huwa Mu'jizatul A'la Allahu Akbar) itu
         Allah. Allah tertinggi. Allah itu Dzat yang menyeluruh. Pada Allah
         itu ada jabatan-jabatan. Ada Allahu Akbar ada Ar Rahman dan ada
         ayat kursi yang memiliki fungsi-fungsi. Diantara fungsi-fungsi itu,
         yang tertinggi adalah HMA.
     b. Imperium Zakiya Makta Foundation milik HMA terbentuk atas
         dasar diturunkannya penugasan dari Allah yang Maha Besar mutlak
         100% pada tanggal 2 Mei 2001 pukul 00.00 WIB yang diterima
         langsung oleh HMA Bijak Bestari.
     c. Imperium Zakiya Makta sebagai Pusat Komando, Deteksi dan
         Informasi Ghoib dan Ajaib yang mencakup alam semesta raya
         secara keseluruhan, mulai alam dimensi 1 sampai alam dimensi 900.
         Mengadakan apa yang disebut "Penafsiran Ghaib" dengan
         melakukan kontak gaib dengan pemimpin ayat masing-masing. Bila
         kita kontak, kita bisa tanyakan semua "Ini apa maksudnya?"
   Inti ajaran Zakiya Makta adalah keilmuan hiper metafisik yang merupakan
   jalan keluar untuk segala keperluan positif.


9. Agama (faham) Baha'i
   Timbul dari kalangan Syi'ah di Iran pada abad 19. Pencetusnya adalah
   Mirza Ali Muhammad. Mendakwa dirinya sebagai Al Baab, artinya pintu,
   yaitu pintu yang menghubungkan manusia dengan iman yang hilang yang
   akan keluar pada akhir zaman.
   Ajarannya dinamakan Babiyah. Ia mengangkat dirinya sebagai Imam
   Mahdi. Setelah meninggal ajarannya dikembangkan oleh muridnya Mirza
   Husein Ali. Husein Ali juga mengangkat dirinya sebagai Nabi, juga Al
   Masih yang dijanjikan.




                                    14
   Pokok-Pokok Ajaran:
      d. Semua agama samawi (Yahudi, Islam, Kristen) itu sama karena
         berasal dari Tuhan yang sama, oleh karena itu ketiga agama tersebut
         harus disatukan, yang ada hanyalah dienullah (agama Tuhan) atau
         mereka sebut juga agama Internasional.
      e. Ajaran Baha'i merupakan campuran antara falsafah Pantaisme,
         ajaran Taurat, Injil dan Tasawwuf dalam Islam.


   Ajaran       ini   telah   dilarang    melalui   SK   Perdana   Menteri   RI
   No.112/PM/1959. Setelah mati selama 42 tahun, begitu Gus Dur terpilih
   menjadi Presiden RI, pengurus Baha'i datang ke Presiden Gus Dur untuk
   melakukan lobi. Dan untuk diketahui aliran ini telah memberikan
   hidupnya untuk propaganda bagi kembalinya orang-orang Yahudi ke bumi
   Palestina.


10. Tarekat Naqsyabandiyyah Prof. DR. Kadirun Yahya.
   Kadirun Yahya dilahirkan di Pangkan Brandan 20 Juni 1917. Pada
   dasarnya Kadirun Yahya adalah seorang ilmuwan di bidang Fisika, Kimia
   dan Filsafat.
   Perkenalannya dengan ajaran Tarekat Naqhsabandiyyah di mulai pada
   tahun 1941 di Sumut bersama Syekh Syahbuddin. Lalu berguru degnan
   Syekh Muhammad Hasyim Buayan. Ia mengklaim bahwa ajaran
   "metafisika" yang dianutnya merupakan ajaran Rasulullah SAW yang
   diwariskan kepadanya berasal dari Jabal Qubais.
   Pokok-Pokok Ajaran:
      a. KH. Hasyim, gurunya, berkata "aku tadi telah meninggal 4 jam,
         tetapi aku permisi pada Tuhan Allah untuk hidup lagi agak sebentar,
         karena ada lagi yang lupa belum aku turunkan pada anak." Beberapa
         hari setelah itu sang guru berpulang.
      b. Tenaga Allah adalah ibarat listrik dan wasilah, pengantar atau ibarat
         saluran yang menghubungkan antara manusia dan Allah melalui
         Mursyid dan silsilahnya serupa kawat listrik.



                                         15
     c. Untuk tujuan tertentu, ia memakai sebuah tongkat. Dengan tongkat
         tersebut ia dapat langsung memusatkan energi Ilahi ke arah obyek
         yang ia tuju. Ia bisa mematikan yang hidup dan menghidupkan yang
         mati. Untuk tujuan lain, air atau batu yang telah disalurkan padanya
         kalimah Allah, dapat dipakai sebagai kondensator yang berisi energi
         Ilahi yang sama.
     d. Ilmu Tasawwuf dan Sufi adalah satu ilmu dalam agama Islam yang
         sangat dalam dan sangat halus. Yang mampu menembus ke dalam
         alam bil ghaib, alam batin, yang sudah jelas sulit diilmiahkan,
         apalagi di zaman dahulu kala.
     e. Dzikrullah dengan metode tarekatullah ialah dzikrullah yang
         mampu langsung mendorong turunnya dzikrullah Maha Suci, Maha
         Akbar dari sisi Allah SWT.


11. ISLAM Liberal
        Islam Liberal atau JIL (Jaringan Islam Liberal) adalah kemasan dari
   kelompok lama yang orang-orangnya dikenal nyeleneh. Kelompok
   nyeleneh itu setelah berhasil memposisikan orang-orangya dalam jajaran
   yang mereka sebut pembaharu atau modernis. Mula-mula yang dilakukan
   adalah mengacaukan istilah. Mendiang Dr. Harun Nasution Direktur Pasca
   Sarjana IAIN Jakarta berhasil mengelabui para mahasiswa perguruan
   tinggi Islam di Indonesia dengan cara mengacaukan istilah. Yaitu
   memposisikan     orang-orang   yang    nyeleneh    sebagai    Pembaharu.
   Diantaranya Rifa'at At-Thahthawi (orang Mesir alumni Paris yang
   menghalalkan dansa-dansi laki perempuan campur aduk) oleh Harun
   diangkat sebagai pembaharu dan bahkan dibilang sebagai pembuka pintu
   ijtihad. Pemutarbalikan fakta ini dilakukan secara resmi di IAIN antara
   lain melalui bukunya "Pembaharuan dalam Islam, Sejarah Pemikiran dan
   Gerakan, terbit 1975).
        Pengacauan istilah lainnya dilakukan oleh Nurcholish Madjid yang
   belajar Islam (kepada dosen-dosen Yahudi) di perguruan tinggi Amerika,
   Chicago - dengan cara mengembalikan istilah kepada bahasa lalu



                                  16
diselewengkan artinya, persis seperti dilakukan Darmogandul dan
Gatoloco : yaitu sosok penentang dan penolak syari'at Islam di Jawa.
Nurcholish menempuh : Islam dikembalikan kepada al Din, kemudian
diberi makna yaitu hanyalah agama (tidak punya urusan dengan kehidupan
dunia, bernegara) lalu dari pemaknaan itu menolak diterapkannya syari'at
Islam dalam kehidupan. Mari kita simak kutipan tulisan Nurcholish sbb:
     "sudah jelas, bahwa fikih itu, meskipun telah ditangani oleh kaum
reformis, sudah kehilangan relevansinya dengan pola kehidupan zaman
sekarang. Sedangkan perubahan secara total agar sesuai dengan pola
kehidupan modern, memerlukan pengetahuan yang menyeluruh tentang
kehidupan modern dalam segala aspeknya, sehingga tidak hanya menjadi
kompetensi dan kepentingan umat Islam saja, melainkan juga orang-orang
lain. Maka, hasilnya pun tidak perlu hanya merupakan hukum Islam,
melainkan hukum yang meliputi semua orang, untuk mengatur kehidupan
bersama."
     Tanggapan : menganggap fiqh telah kehilangan relevansinya adalah
satu pengingkaran. Bagaimana umat Islam bisa berwudhu, sholat, zakat,
puasa, nikah, waris dan mengetahui halal/haram jika fiqh telah tidak
relevan?
Faham JIL mudahnya, menjurus pada sekularisme, inklusifisme dan
pluralisme agama (menganggap semua agama itu sejajar, paralel dan
prinsipnya sama hanya beda teknis) dan kita tidak boleh memandang
agama lain dengan memakai agama yang kita peluk (ini lebih jauh lagi
pemurtadannya).
Ahmad Wahib, yang mengaku sekian tahun diasuh oleh pendeta dan romo,
fahamnya menafikan Qur'an dan Hadits, yaitu:
     "Menurut saya sumber-sumber pokok untuk mengetahui Islam atau
katakanlah bahan-bahan dasar ajaran Islam, bukanlah dengan Qur'an dan
Hadits melainkan Sejarah Muhammad."
     Jadi Al Qur'an dan Hadits dia anggap hanya sebagian dari sumber
sejarah Muhammad, jadi hanya bagian dari sumber ajaran Islam, yaitu
Sejarah Muhammad. Al Qur'an disejajarkan dengan iklim Arab, adat



                               17
istiadat Arab dan lain-lain. Jadi Al Qur'an dan Hadits dianggap bukan
landasan Islam, hanya setingkat adat Arab saja.
Tokoh-tokohnya:
   o   Nurcholish Madjid - Paramadina Jakarta
   o   Charles Kurzman - University North Carolina
   o   Azyumardi Azra - IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
   o   Abdallah Laroui - Muhammad V University Maroko
   o   Masdar F. Mas'udi - Pusat Pengembangan Pesantren dan
       Masyarakat Jakarta
   o   Goenawan Mohammad - Majalah Tempo
   o   Edward Said
   o   Djohan Effendi - Deakin University Australia
   o   Abdullah ahmad an-Naim - University of Khartoum Sudan
   o   Jalaludin Rahmat, Yayasan Muthahhari Bandung
   o   Asghar Ali Engineer
   o   Nasaruddin Umar - IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
   o   Komaruddin Hidayat - Paramadina
   o   Said Agil Siraj - PBNU
   o   Denny JA, Univ. Jayabaya
   o   Rizal Mallarangeng - CSIS
   o   Budi Munawar Rahman - Paramadina
   o   Taufiq Adnan Amal - IAIN Alauddin Makassar
   o   Hamid Basyaib - Yayasan Aksara
   o   Ulil Abshar Abdalla - Lakpesdam NU
   o   Luthfi Assyaukanie - Paramadina
   o   Ade Armando - UI
   o   Syamsurizal Panggabean - UGM
   o   Ihsan Ali Fauzi - Ohio University
   o   Syaiful Mujani - Ohio University
   o   Mohammad Arkoun - University of Sorbone Perancis
   o   Sadeq Jalal Azam - Damascus University Suriah




                                18
                                BAB III
CARA UNTUK MENGHINDARI PENGARUH DARI ALIRAN SESAT



  Pagari Akidah Anda

        Dilaporkan bahwa Ahmadiyah mengaku jemaat mereka di Indonesia
  berjumlah ± 200.000 jiwa, ini artinya dalam setiap 200 orang islam di
  Indonesia, 1 orang telah disesatkan oleh Ahmadiyah, ini kalau kita katakan
  Muslim di Indonesia 200 juta orang, padahal jumlah sebenarnya kurang
  dari itu.

        Belum lagi yang disesatkan oleh aliran-aliran lainnya, semisal;
  liberalisme, sekularisme, sosialisme, LDII, Syi'ah, inkar sunnah, Jamaah
  Salamullah, Islam murni, dan lain-lain.

        Kenyataan ini membuat bulu kuduk kita berdiri, kita hidup di zaman
  fitnah dimana seseorang beriman di waktu pagi dan menjadi kafir di waktu
  sore, beriman di waktu sore dan menjadi kafir di waktu pagi.
  Oleh karena itu lakukanlah langkah-langkah berikut, semoga Allah
  menetapkan kaki kita menapaki jalan-Nya yang lurus :

   1.   Kenalilah agama anda lebih mendalam lagi.

        Manfaatkan keberadaan anda di perantauan ini dengan menuntut ilmu,
  mengikuti majelis-majelis taklim, kuliah studi islam, membaca buku islami,
  mendengarkan kaset-kaset ceramah agama, yang dapat menambah
  pengetahuan anda tentang agama .Allah, dan menambah kedekatan anda
  dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah. Kami pernah bertemu dengan
  salah seorang da'i aliran sesat, ketika kami minta untuk tilawah Al Qur'an
  ternyata bacaannya seperti orang yang belum tamat belajar Iqra', dengan
  demikian    kami    yakin    dia    disesatkan   karena   ketidaktahuannya
  (kealpaannya)   dengan      agamanya,     kemudian   karena   sedikit   bisa
  berdiplomasi maka dinobatkan sebagai da'i.




                                     19
2. Pererat hubungan anda dengan ustadz (orang yang anda yakini
   kebenaran akidahnya).

       Mungkin anda tidak sempat mengikuti majelis taklim dan kuliah,
   akan tetapi anda dapat mendiskusikan (bertanya) kepada para ustadz-
   ustadz melalui telepon atau sms untuk hal-hal yang musykil bagi anda
   dalam masalah agama.

       Logikanya, andai seekor anjing disanjung Allah dalam Kitab
   Suci-Nya lantaran keakrabannya dengan 7 orang pemuda shalih,
   apatah lagi seorang bani Adam yang memang telah dimuliakan Allah.

3. Bertemanlah dengan orang-orang yang mengingatkan anda akan
   Allah.

       Kalau saja anda tidak bisa menghadiri majelis taklim, kuliah serta
   sungkan bertanya kepada para ustadz, pererat hubungan anda dengan
   teman sejawat yang mengikuti aktivitas-aktivitas keislaman tersebut,
   semoga anda mendapatkan bau wangi dan wewangian dari mereka di
   Dunia dan Akhirat.

       Jangan sampai anda beranggapan bahwa tidak akan terjerat oleh
   kelompok-kelompok sesat, walau tanpa melakukan salah satu langkah-
   langkah di atas, dalam kata lain: anda menghindar dari majlis taklim,
   tidak bertanya kepada ustaz dan tidak berteman dengan orang-orang
   aktif telah bersabda bahwa serigaladalam keislaman. Karena dalam
   permisalannya Nabi     hanya memangsa domba yang tertinggal dari
   rombongan.

4. Baca dan Pelajari Al Qur’an dan Hadits

       “Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi
   mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]

       ”Hai orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya,
   dan ulil amri di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang
   sesuatu, kembalikanlah ia pada Allah (Al Quran) dan Rasul



                              20
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik.” [An
Nisaa‟:59]

     “Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan
sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat
Tirmidzi)

     Dalam Al Qur‟an ada perintah sholat, zakat, puasa, haji, berbuat
baik, dan sebagainya. Dalam Al Qur‟an juga ada larangan berzina,
mencuri, berpecah-belah, fanatik golongan, dan sebagainya. Dalam
Hadits juga dijelaskan bermacam-macam perintah dan larangan Allah.

     Jika ucapan dan tindakan pemimpin dan anak buahnya
bertentangan dengan Al Qur‟an dan Hadits (misalnya sholat hanya 1
kali atau mengajarkan perzinahan) maka mereka adalah kelompok
sesat.

     Jika meragukan kebenaran Al Qur‟an maka dia sesat. Contohnya
paham Liberalisme yang meragukan Al Qur‟an berdasarkan hadits
palsu yang dibuat oleh orientalis:

     “Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi
mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]

     “Dan jika kamu tetap dalam keraguan tentang Al Quran yang
Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat
yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain
Allah, jika kamu orang-orang yang benar. “ [Al Baqarah:23]

     “Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam
keraguan yang menggelisahkan terhadap Al Quran.” [Huud:110]

     Jika mengingkari Hadits/Sunnah Nabi maka sesat. Kelompok ini
termasuk kelompok Ingkar Hadits/Sunnah

     ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul
(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan


                             21
   pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al
   Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada
   Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan
   lebih baik akibatnya.” [An Nisaa‟:59]

        “Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan
   sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat
   Tirmidzi)

5. Hati-hati dalam menafsirkan Al Qur’an

        Ciri Aliran sesat adalah menafsirkan Al Qur‟an semaunya untuk
   menimbulkan perpecahan.

        Ayat Al Qur‟an yang jelas tidak perlu ditafsirkan lagi. Ada pun
   Ayat Al Qur‟an yang kurang jelas ditafsirkan dengan memakai ayat Al
   Qur‟an lain yang berkaitan. Jika tak ada dengan hadits Nabi yang
   sahih.

        “Dia menurunkan Al Quran kepadamu. Di antaranya ada ayat
   yang muhkamaat [jelas], itulah pokok isi Al qur'an dan yang lain ayat
   mutasyaabihaat [tak jelas]. Orang yang condong pada kesesatan
   mengikuti ayat-ayat yang mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah
   dengan mencari-cari artinya, padahal tak ada yang tahu selain Allah.
   Orang yang dalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat yang
   mutasyaabihaat, semua itu dari Tuhan kami." [Ali „Imran:7]




                               22
                                   BAB IV

                               KESIMPULAN

Dari uraian – uraian yang ada di bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan
mengenai aliran sesat adalah sebagai berikut :

1. Aliran sesat didefinisikan sebagai aliran yang menyimpang dari
    mainstream masyarakat, namun batasan ini menjadi rancu karena kriteria
    kesesatan bersifat multikriteria. Aliran hanya dapat dinyatakan sebagai
    sesat apabila mengacu pada satu kumpulan kriteria yang dinyatakan
    secara apriori sebagai “tidak sesat”.

2. Sepuluh Kriteria Aliran Sesat

     1) Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
     2) Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i
        (Alquran dan as-sunah),
     3) Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
     4) Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
     5) Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
     6) Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
     7) Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
     8) Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
     9) Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
     10) Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar‟i


3. Perbedaan Pendapat dan Perpecahan yang Menjadi pengaruh munculnya
    aliran sesat :
      1) Ghuluw (berlebih-lebihan dalam bersikap),
      2) Membantah bid'ah dengan bid'ah yang semisal,
      3) Pengaruh dari luar Islam, contoh
      4) Mengedepankan akal.
      5) Filsafat Yunani
      6) Ulama yang beraqidah menyimpang,



                                     23
     7) Kebodohan kaum Muslimin.
     8) Tidak memiliki standar pemahaman yang benar.
     9) Ikhtilaf yang didasari hawa nafsu.
     10) Rasa Ashabiyah (fanatisme golongan).
     11) Hasad (dengki)
     12) Kecenderungan menyuburkan bid'ah dan hawa nafsu.
     13) Menuhankan akal dan menomorduakan naql (dalil).
     14) Pengaruh eksternal.


4. Aliran sesat yang berkembang di Indonesia
     1) Aliran Pembaharu Isa Bugis
     2) Faham Inkar Sunnah
     3) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)
     4) Agama Ahmadiyah
     5) Gerakan Syi'ah
     6) Gerakan Lembaga Kerasulan (LK)
     7) Ajaran Lia Aminuddin, Agama Salamullah
     8) Ajaran Bijak Bestari
     9) Agama (faham) Baha'i
     10) Tarekat Naqsyabandiyyah Prof. DR. Kadirun Yahya.
     11) Islam Liberal


5. Cara untuk menghindari pengaruh dari aliran sesat
      1) Kenalilah agama anda lebih mendalam lagi
      2) Pererat hubungan anda dengan ustadz (orang yang anda yakini
          kebenaran akidahnya).
      3) Bertemanlah dengan orang-orang yang mengingatkan anda akan
          Allah.
      4) Baca dan Pelajari Al Qur‟an dan Hadits
      5) Hati-hati dalam menafsirkan Al Qur‟an




                                  24
                               Daftar Pustaka


Dirasatul Firaq.(2007).Kajian tentang Aliran Aliran Sesat Dalam Islam.Tim Ulin
Nuha Ma'had Aly An Nur.Pustaka Arafah. Surakarta.


http://magistraindonesia.multiply.com/journal/item/3/ALIRAN_SESAT_DALAM
_JAGAD_KEMAPANAN_BERAGAMA


Tarmizi Erwandi.(2007).Aliran Sesat.IslamHouse.com


MUI.10 Kriteria aliran sesat.www.mui.or.id




                                      25

								
To top