seni budaya x word20031 by ZYlap3

VIEWS: 451 PAGES: 40

									                                                     Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                             Seni Budaya
                                                   UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                          Trias Untung Kurniawan, S.Sn

                                      KELAS X
                       BAB I. SENI RUPA (SEMESTER I)


A. PENGERTIAN SENI
   Sebelum kita masuk ke materi Seni Rupa, kita perlu mengetahui pengertian
   tentang Seni
   Secara umum, seni adalah salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan
   berkembang sejajar dengan perkembangan manusia selaku pengggubah dan
   penikmat seni.
   Sedangkan kebudayaan adalah hasil pemikiran, karya dan segala aktivitas an
   merefleksikan naluri secara murni.
   Seni memiliki nilai estetis (indah) yang disukai oleh manusia dan mengandung
   ide-ide yang dinyatakan dalam bentuk aktivitas atau rupa sebagai lambing.
   Dibawah ini ada banyak sekali pengertian seni, yang kemudian akan dijelaskan
   oleh guru didepan kelas pada pertemuan ke I
   a.       Dari bahasa Sansekerta (Sani)
        Persembahan, pelayanan, dan pemberian.
   b.       Bahasa belanda (Genie), dan dari Bahasa Latin (Genius)
        Kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir
   c.       Seni sebagai keterampilan
        Suatu keterampilan untuk membuat barang – barang atau mengerjakan sesuatu
   d.       Seni sebagai kegiatan manusia
        Suatu kegiatan atau aktifitas manusia dalam melahirkan karya seni
   e.       Seni sebagai karya seni
        Sesuatu yang meliputi setiap benda yang dibuat oleh manusia
   f.       Seni sebagai seni indah (seni murni)
        Kegiatan yang menghasilkan karya indah
   g.       Ensiklopedia Nusantara
        Penciptaan benda atau segala hal yang karena keindahan bentuknya, orang
        senang melihat atau mendengar
   h.       Ki Hajar Dewantara
        Merupakan perbuatan manusia (penggubah) yang timbul dari perasaannya dan
        bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia
        (penerima)


UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                            |1
                                                  Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                          Seni Budaya
                                                UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                       Trias Untung Kurniawan, S.Sn

   i.       Achdiat Kartamiharja
        Kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realitas ke dalam suatu karya.
        Bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman
        tertentu dalam batin penerimanya
   j.       Aristoteles
        Adalah peniruan bentuk alam dengan kreativitas dan ide penggubahnya agar
        lebih indah
   k.       Leo Tolstoy
        Suatu kegiatan manusia (penggubah) yang secara sadar dengan perantara
        tanda – tanda lahiriah tertentu menyampaikan perasaan – perasaan yang telah
        dihayatinya kepada orang lain (penerima) sehingga ikut merasakan perasaan –
        perasaan seperti ia (penggubah) alami
   l.       Schopenhauer
        Suatu usaha untuk menciptakan bentuk – bentuk yang menyenangkan
   m.       Thomas Munro
        Alat buatan manusia (penggubah) untuk menimbulkan efek-efek psikologis
        atas manusia lain (penerima) yang melihatnya. Efek – efek tersebut mencakup
        segala tanggapan yang berwujud pengamatan, pengenalan, imajinasi yang
        rasional maupun emosional


B. PENGERTIAN SENI RUPA
   seni rupa adalah seni yang nampak oleh indra penglihatan dan wujudnya terdiri
   dari unsur rupa berupa titik, garis, bidang atau ruang, bentuk atau wujud, warna,
   gelap terang, dan tekstur.
   Pengertian seni rupa yang lainnya, adalah salah satu cabang seni yang diciptakan
   manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium pengungkapan gagasan
   seni.
   Yang termasuk dalam rupa antara lain (unsur-unsur seni rupa/akan dijelaskan
   secara detail pada pertemuan akhir semester 1 ini) : titik/bintik, garis, bidang,
   bentuk, warna dan tekstur




UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                         |2
                                                  Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                          Seni Budaya
                                               UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                      Trias Untung Kurniawan, S.Sn

C. APRESIASI SENI
   Apresiasi       berasal   dari   Bahasa   Latin,   Appretiatus    yang    artinya
   penilaian/penghargaan.
   Apresiasi dilihat dari Bahasa Inggris, Appreciate, yang artinya menentukan atau
   menunjukkan nilai, atau menilai, melihat bobot karya, menikmati kemudian
   menyadari kepekaan rasa dan menghayati.
   Mengapresiasi artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap
   segi-segi di dalamnya, sehingga secara sadar mampu menikmati dan menilai
   karya dengan semestinya.
   Apresiasi Seni adalah suatu proses penghayatan suatu karya seni yang dihormati
   dan penghargaan pada karya seni itu sendiri serta penghargaan pada pembuatnya.
   Secara umum, Apresiasi dapat diartikan sebagai kesadaran menilai lewat
   penghayatan suatu karya seni.
   Kegiatan Apresiasi yaitu melakukan pengamatanm pemahaman, penilaian atau
   mengevaluasi serta mengkritik.
   Kegiatan seni adalah kegiatan yang berbeda dengan kegiatan manusiawi yang
   lain, karena mempunyai sifat yang khusus dan istimewa.
   Kegiatan seni merupakan kegiatan member kesan tentang dunia disekitar kita
   lewat sentuhan – sentuhan artistik dan estetik/seni dan keindahan pada ciptaan
   yang ada.
   Proses apresiasi terbentuk dari dua kemungkinan, yaitu Afektif dan Kreatif.
   Proses apresiasi afektif terjadi apabila pengamatan seni cepat mengalami empati
   dan rasa puas.

   Proses apresiasi kreatif terjadi apabila pengamat seni sadar dalam melakukan
   penghayatan dan penilaian serta menggunakan aspek logika dalam menentukan
   nilai suatu karya seni.

   Apresiasi kreatif dapat didefinisikan sebagai proses aktif dan kreatif sehingga
   secara efektif pengamat dapat memahami nilai seni, yaitu untuk mengalami
   pengalaman estetik.




   Dalam proses apresiasi kreatif dapat melalui beberapa tahapan khusus,
   antara lain :
   1.                  Pengamatan objek karya seni
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                         |3
                                                     Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                              Seni Budaya
                                                  UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                         Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        Menurut Verbeek, pengamatan bukanlah mengunakan satu indra saja,
        melainkan pemberdayaan seluruh pribadi. Yang artinya: ketajaman
        pengamatan     seseorang     tergantung    pada    pengetahuan    pengetahuan,
        pengalaman, perasaan, keinginan dan anggapan seseorang.
        Pengamatan terhadap objek/hasil karya seni merupakan pengamatan terhadap
        suatu objek yang terdiri atas totalitas yang penuh arti.
   2.                 Aktivitas fisiologis
        Tindakan nyata untuk melakukan sesuatu
   3.                 Aktivitas psikologis
        Terjadinya persepsi sampai dengan evaluasi kemudian timbul interpretasi
        imajinatif dan dorongan berbuat kreatif
   4.                 Aktivitas penghayatan
        Terjadinya sebuah perenungan terhadap sebuah objek
   5.                 Aktivitas penghargaan
        Terjadiya sebuah evaluasi terhadap objek. Evaluasi dapat berapa saran dan
        kritikan
   Dalam proses penciptaan karya seni, seorang seniman atau kreator seni harus
   memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
   1.                 Konsep/gagasan
        Konsep/Ide datang dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
        a.            Ide datang lebih awal
             Ketika seniman telah memiliki ide tertentu, langkah selanjutnya baru
             menentukan media, teknik dan penyelesaian ide
        b.            Ide datang setelah melihat media
             Ketika seniman menemukan ide setelah mengamati media. Bentuk
             ditemukan dari media yang ada sebagai bentuk frontal (Shape)
   2.                 Teknik
        adalah cara yang digunakan dalam membuat karya, hal ini terkait dengan
        media yang dihadapi dan dikerjakan
   3.                 Corak atau gaya
        setiap daerah memiliki bentuk yang berbeda dari ragam hias dan teknik
        penyelesaian karya
   4.                 Keunikan atau ciri khusus
        yang dimiliki antar daerah dan bangsa berbeda-beda


UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                            |4
                                                 Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                          Seni Budaya
                                              UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                     Trias Untung Kurniawan, S.Sn




D. PENGANTAR SENI RUPA
          Kemampuan bidang estetika dan budaya seakan dikesampingkan pada
   kondisi sistem pendidikan nasional saat ini, karena lebih        mengutamakan
   pengembangan kemampuan dibidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan
   matematika. Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas
   kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan. Peran pendidikan seni
   merupakan salah satu kemampuan dibidang estetika yang dapat mewujudkan
   manusia seutuhnya.
          Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk
   menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. Karya seni
   merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual
   maupun audio. Seni terdiri dari musik, tari, rupa, dan drama/sastra. Seni rupa
   merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa).
          Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan
   seni terapan. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. Desain dan Kriya
   bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan.
   Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami
   perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual
   culture). Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita
   kenal saja, seperti lukis, patung, keramik, grafis dan kriya, tapi juga meliputi
   kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerajinan), multimedia, fotografi. Bahkan
   muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa, semantika produk, semiotika
   visual, kritik seni, metodelogi desain, manajemen desain, sosiologi desain, dan
   seterusnya.
          Dalam kehidupan seni rupa modern, dari dua kelompok besar seni murni
   dan seni terapan, terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim, yaitu
   seni murni, desain, dan kriya.


   1) SENI MURNI
       Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya
       seninya dilandasi oleh tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan
       batin senimannya.Seni murni diciptakan berdasarkan kreativitas dan ekspresi
       yang sangat pribadi (lukis, patung, grafis, keramik ). Namun dalam hal
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                         |5
                                                     Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                              Seni Budaya
                                                   UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                          Trias Untung Kurniawan, S.Sn

           tertentu, karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki
           fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang.
  a.         Seni lukis salah satu jenis seni murni berwujud dua dimensi pada
       umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat
       akrilik, atau bahan lainnya.
  b.         Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung
       dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti
       logam,serat gelas, dan lain-lain.
  c.         Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik
       cetak baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi
       canggih. Teknik cetak konvensional antara lain :
            Cetak Tinggi ( Relief Print )
             wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print
            Cetak Dalam ( Intaglio )
             dry point, etsa, mizotint,sugartint
            sablon ( silk screen )
             Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.
  d.         Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang
       tidak terikat pada bentuk fungsional


   2) DESAIN
           Di zaman modern segala benda dan bangunan yang dibutuhkan manusia,
           umumnya merupakan karya desain, baik dengan pendekatan estetis, maupun
           pendekatan fungsional. Istilah desain mengalami perluasan makna, yaitu
           sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah
           kebutuhan fisik.
           Berbeda dengan karya seni murni, desain merupakan suatu aktivitas yang
           bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan
           visualnya. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsure
           rekayasa (teknologi), estetika (gaya visual), prinsip sains (fisika), pasar
           (kebutuhan masyarakat), produksi (industri), bahan (sumber daya alam),
           budaya (Sikap, mentalitas, aturan, gaya hidup), dan lingkungan (social).
           Unsur objektif yang menjadi pilar sebuah karya desain dapat berubah
           tergantung jenis desain dan pendekatan.
           Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini :
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                             |6
                                                 Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                          Seni Budaya
                                              UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                     Trias Untung Kurniawan, S.Sn




      a. Desain Produk (Industrial Design)
        Desain produk adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk
        memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda
        sehari-hari untuk menunjang kegiatannya, seperti : mebel, alat rumah
        tangga, alat transportasi, alat tulis, alat makan, alat kedokteran, perhiasan,
        pakaian, sepatu, pengatur waktu, alat kebersihan, cindera mata, kerajinan,
        mainan anak, bahkan perkakas pertukangan.
      b. Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual
        Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk
        memecahkankebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak,
        seperti poster, brosur, undangan, majalah, surat kabar, logo perusahan,
        kemasan, buku, dan bhkan juga cerita bergambar (komik), ilustrasi, dan
        krikatur,. Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan
        dengan kebutuhan masyarakat. Kini cabang seni rupa ini dikenal dengan
        nama desain komunikasi visual dengan penambahan cakupannya meliputi
        multimedia dan fotografi.
      c. Desain arsitektur
        Terdapat dua pandangan yang berbeda terhadap dunia arsitektur. Yakni,
        pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bidang keahlian teknik
        (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai
        bagian dari seni. Secara umum, desain asitektur adalah suatu kegiatan
        yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat
        yang indah dan nyaman. Seperti rumah tinggal, perkantoran, sarana
        relaksasi, stadion olah raga, rumah sakit, tempat ibadah, bangunan umum,
        hingga bangunan industri.
      d. Desain interior
        Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk
        memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam
        sebuah hunian, seperti ruang hotel, rumah tinggal, bank, museum,
        restoran, kantor, pusat hiburan, rumah sakit, sekolah, bahkan ruang dapur
        dan kafe. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan
        bagian dari arsitektur dan menjadi kesatuan yang utuh dengan desain tata
        ruang secara keseluruhan. Namun, pandangan ini berubah ketika profesi
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                          |7
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                         Seni Budaya
                                              UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                     Trias Untung Kurniawan, S.Sn

         desain interior berkembang menjadi ilmu untuk merancang ruang dalam
         dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan.
         Dunia desain berkembang sejalan dengan kemajuan kebudayaan manusia.
         Masyarakat juga mengenal desain multimedia. Cabang desain ini
         berkembang sejalan dengan tumbuhnya teknologi komputer dan dunia
         pertelevisian.


   3) KRIYA
      Perkembangan dalam dunia seni rupa, adalah munculnya kriya sebagai
      bagian tersendiri yang terpisah dari seni rupa murni. Jika sebelumnya kita
      mengenal istilah seni kriya sebagai bagian dari seni murn, kita mengenal
      istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni. Kriya merupakan
      peng-Indonesiaan dari istilah Inggris Craft, yaitu kemahiran membuat
      produk yang bernilai artistik dengan keterampilan tangan, produk yang
      dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal, baik atas pesanan ataupun
      kegiatan kreatif individual. Ciri karya kriya adalah produk yang memiliki
      nilai keadiluhungan baik dalam segi estetik maupun guna. Sedangkan karya
      kriya yang kemudian dibuat misal umumnya dikenal sebagai barang
      kerajinan


E. DASAR-DASAR SENI RUPA
   1. UNSUR-UNSUR SENI RUPA
      Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk
      mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur itu terdiri dari :
      a. Titik /Bintik
         Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud
         dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila
         berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik.
      b. Garis
         Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang,
         warna, texture, dan lainnya. Garis mempunyai dimensi memanjang dan
         mempunyai arah tertentu, garis mempunyai berbagai sifat, seperti pendek,
         panjang, lurus, tipis, vertikal, horizontal, melengkung, berombak, halus,
         tebal, miring, patah-patah, dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain.
         Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak, ide, simbol,
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                         |8
                                             Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                     Seni Budaya
                                          UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                 Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        dan kode-kode tertentu, dan lain sebagainya. Pemanfaatan garis dalam
        desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu, seperti untuk
        menciptakan kesan kekar, kuat simpel, megah ataupun juga agung.
        Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya,
        dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-
        warnanya
                                       Horisontal         Tenang,      damai    dan
                                                          pasif
                                       Diagonal           Gerakan,       dinamik,
                                                          tidak seimbang, gesit,
                                                          lincah, gerak lari


                                       Vertikal           Tak bergerak, stabil,
                                                          megah, kuat, statis




                                       Lengkung Busur     Ringan, dinamik, kuat,
                                                          luas


                                       Lengkung
                                       Kubah




                                       Lengkung
                                       mengapung




                                       Lengkung           Dinamis, luwes, “line
                                                          of beauty”




UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                     |9
                                               Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                       Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn




                                         Zig-zag              Semangat,       gairah,
                                                              bahaya,     mengerikan,
                                                              nervous




      c. Bidang
        Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang
        terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan
        merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran
        Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat,
        trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya
      d. Bentuk
        Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau
        bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos,
        seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang
        bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya. Sedang bentuk
        plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur
        nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam
        suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi
        mempunyai nilai dan peran yang lainnya.
        Bentuk atau bangun terdiri dari bentuk dua dimensi (pola) dan bentuk tiga
        dimensi. Bentuk dua dimensi dibuat dalam bidang datar dengan batas
        garis yang disebut kontur. Bentuk-bentuk itu antara lain segitiga, segi
        empat, trapesium dan lingkaran. Sedang bentuk tiga dimensi dibatasi oleh
        ruang yang mengelilinginya dan bentuk-bentuk itu antara lain limas,
        prisma, kerucut, dan silinder.
        Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesan-kesan
        tersendiri seperti :
        1) Bentuk teratur kubus dan persegi, baik dalam dua atau tiga dimensi
            memberi kesan statis, stabil, dan formal. Bila menjulang tinggi
            sifatnya agung dan stabil.
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                         | 10
                                               Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                        Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        2) Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis, labil dan
            bergerak.
        3) Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif, energik, tajam, dan
            mengarah.
        Dalam seni rupa, bentuk pada dasarnya dibagi menjadi tiga, yaitu :
        1) Bentuk figuratif
            Bentuk figuratif adalah bentuk-bentuk yang berasal dari alam
            (nature). Bentuk-bentuk itu seperti tumbuh-tumbuhan, binatang,
            manusia ataupun alam lainnya.
        2) Bentuk yang diabstraktif
            Bentuk diabstraktif adalah bentuk figuratif yang telah mengalami
            perubahan atau penggayaan bentuk yang kemudian cenderung kita
            sebut dengan istilah stilasi atau deformasi. Di sini bentuk figuratif
            diubah hingga tinggal sarinya (esensinya) saja dan menjadi bentuk
            baru yang kadang-kadang hampir kehilangan ciri-ciri alaminya sama
            sekali. Contoh bentuk ini, misalnya abstraksi manusia menjadi
            topeng atau wayang, abstraksi binatang seperti burung garuda dan
            abstraksi tumbuhan seperti pada gambar-gambar hiasan.
            Penggunaan bentuk-bentuk ini umumnya diterapkan pada karya-
            karya seni dekoratif seperti pada batik, hiasan keramik, karya ukiran,
            dan lain-lain.
        3) Bentuk abstrak
            Bentuk abstrak sering disebut dengan bentuk non figuratif, artinya
            bentuk-bentuk yang lahir bukan dari alam melainkan penyimpangan
            dari bentuk-bentuk alam. Ada tiga macam bentuk abstrak, yaitu
            bentuk abstrak murni, abstrak simbolis, dan abstrak filosofis.
            Bentuk abstrak murni ialah bentuk-bentuk yang sering disebut
            dengan bentuk-bentuk geometris atau bentuk alam benda, misalnya
            segitiga, prisma, kursi, lemari, sepatu, buku, rumah, dan lain-lain.
            Bentuk simbolis, misalnya huruf, tanda baca, rambu-rambu, lambang,
            dan lain-lain. Sedang abstrak filosofis ialah bentuk-bentuk yang
            mempunyai nilai-nilai tertentu, misalnya agama, kepercayaan, dan
            lainnya.
      e. Ruang


UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 11
                                               Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                        Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di
        dalamnya hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan
        menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah
        ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang
        yang diisi atau ditempati wujud bentuk.
      f. Warna
        Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah
        penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan
        suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.
        Warna dapat dikelompokkan berdasarkan jenis warna, sifat warna, dan
        makna warna.
         1) Jenis warna
            Dalam sistem Prang (The Prang System), warna dalam hal ini adalah
            pigmen yang dapat dikelompokkan sebagai jenis-jenis warna sebagai
            berikut :
             Warna primer, yaitu tiga warnapokok yakni merah, biru, dan
                 kuning.
             Warna sekunder / biner, yaituperpaduan antara 2 warna primer
             dan menghasilkan warna hijau,jingga dan ungu.
             Warna        intermediate, yaitu percampuran antara warna primer
                 dengan warna sekunder, menghasilkan warna kuning hijau,hijau-
                 biru, biru-ungu, merah-ungu,merah-jingga, dan kuning-jingga.
             Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan
                 warna
                 intermediate dan menghasilkan sebanyak 12 warna.
             Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan
                 warna tertier dan menghasilkan sebanyak 24 warna.
            Lingkaran Warna




UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                      | 12
                                                    Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                             Seni Budaya
                                                  UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                         Trias Untung Kurniawan, S.Sn




         2) Sifat warna
            Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan
            intensity.
             Hue
               Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari
               suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu,
               jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru,
               atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.
             Value
               Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna
               atau harga dari hue. Untuk mengubah value, misalnya dari merah
               normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara menambahputih
               atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang.
               Dan untuk memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai
               dengan menambah hitam.             Value   yang berada dipertengahan
               disebut      middle value dan yang berada di atas middle value
               disebut high value, sedang yang berada dibawahnya disebut low
               value. Value yang lebih terang dari warna normal disebut tint
               dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value
               yang berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.
             Intensity
               Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau
               suramnya warna, kualitas atau kekuatan warna. Warna-warna
               yang       intensitasnya   penuh     nampak   sangat   mencolok    dan
               menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya
               rendah nampak lebih lembut.
               Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warnadapat dibagi
               dalam tiga tipe yakni
                Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke
                  terang dalam urutan satu warna, misalnya urutan dari merah tua
                  sampai ke merah yang paling muda.


UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                           | 13
                                               Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                          Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

               Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam
                 kedudukan berhadap-hadapan, memiliki kekuatan berimbang,
                 misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah
                 kontras hijau.
               Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang
                 dalam urutan beberapa warna, misalnya urutan dari biru, biru
                 kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.
         3) Makna Warna
            Sebagaimana unsur desain yang lain, warna juga mempunyai makna
            yang berbeda, antara lain sebagai berikut :
             Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah,
              berani, hidup, riang dan dinamis.
             Putih mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur.
             Kuning mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri,
              dan benci.
             Kuning emas mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya.
             Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh.
             Jingga mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang, mashur,
              dan agung.
             Biru mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran,
              kesedihan dan setia.
             Hijau mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah,
              pertumbuhan, dan harapan.
             Merah muda mempunyai makna romantis, dan ringan.
             Ungu mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan,
              mewah, berduka cita, dan mengandung rahasia.
             Hitam mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan,
              gaib, tegas, dan dalam.
            Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat.
            Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di
            masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan
            pemaknaannya dalam budaya setempat.
            Contoh :



UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                      | 14
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                          Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

             bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah
             setempat. Di Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta – kuning, di
             Sulawesi – putih, di Sumatera – merah, dan sebagainya.
             Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia
             berarti marah atau berani.
      g. Tekstur
        Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun
        semu. Suatu permukaan mungkin kasar, mungkin juga halus, mungkin
        juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain. Ada dua macam
        tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu, sebagai berikut :
         1) Tekstur nyata
             Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang
             dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. Misalnya
             tekstur wool berbeda dengan kapas, kain sutera berbeda dengan
             plastik, dan lain sebagainya. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam
             tekstur alam, tekstur buatan dan tekstur reproduksi. Tekstur alam
             adalah tekstur yang berasal langsung dari alam, misalnya daun, kulit
             kayu, permukaan batu, dan lainnya. Tekstur buatan adalah tekstur
             yang tercipta dari susunan benda-benda alam, seperti tikar (dari daun
             yang disusun), goni (dari pasir dan kertas). Sedangkan tekstur
             reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang
             sebenarnya, misalnya wallpaper.
         2) Tekstur semu
             Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila
             diraba ternyata sama saja. Tekstur ini hadir karena adanya unsur
             gelap terang atau karena unsur perspektif.
             Selain nilai raba pada suatu permukaan, tekstur juga dapat
             menimbulkan kesan berat dan ringan. Sebuah kubus dari besai yang
             berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan
             memberi kesan ringan dan kosong.


   2. PRINSIP PENYUSUNAN KARYA SENI RUPA
      Prinsip adalah asas, prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas
      dalam menyusun sebuah karya seni rupa, sehingga karya seni yang
      diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 15
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                         Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

      Ada enam prinsip penyusunan yang perlu diperhatikan oleh para pencipta
      karya seni, yaitu :
      a. Proporsi
         Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian
         dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni
         (komposisi). Untuk mendapatkan proporsi yang baik, kita harus selalu
         membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni
         tersebut. Misalnya, membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran
         kursi dengan meja, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian
         ukuran objek dengan objek lainnya. Karya seni yang tidak proporsional
         tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. Untuk itu dalam
         penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya.
         Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan
         yang tidak proporsional.
      b. Keseimbangan (balans)
         Keseimbangan (balans) adalah kesan yang didapat karena adanya daya
         tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan
         karya seni.
         Balans didapat dari dua kesan, yakni karena adanya ukuran / bentuk dan
         karena adanya warna. Karena adanya ukuran / bentuk disebut balans
         ukuran / bentuk dan karena adanya warna disebut balans warna.
         Bila dilihat dari bentuk susunannya, balans dibedakan menjadi tiga, yaitu:
          1) Balans Simetris
              Balans simetris atau balans formal adalah balans yang susunan unsur-
              unsurnya pada tiap-tiap sisi dari pusatnya adalah benar-benar sama.




          2) Balans asimetris



UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                        | 16
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                        Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

             Balans asimetris atau balans informal adalah balans yang susunan
             unsur-unsurnya pada tiap-tiap sisi ditempatkan berbeda, namun
             susunan tersebut bisa memberikan kesan seimbang.




         3) Balans radial
             Balans radial atau memusat / melingkar adalah balans yang susunan
             unsur-unsurnya melingkari satu pusat yang berbentuk roda.




      c. Irama (Ritme)
        Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari
        suatu unsur atau beberapa unsur. Untuk mendapatkan gerak irama
        (ritmis)dapat diperoleh dengan cara :
         Melalui pengulangan bentuk (repetisi)
         Melalui penyelangan dan pergantian (variasi)




UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 17
                                                 Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                         Seni Budaya
                                               UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                      Trias Untung Kurniawan, S.Sn

         Melalui progresi atau gradasi, yakni suatu urutan atau tingkatan seperti
             dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali,
             kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang.
         Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinu)
      d. Kontras
        Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang
        berlawanan, misalnya adanya bentuk, ukuran, warna, atau tekstur
        yang berbeda. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang
        berbeda disebut kontras bentuk. Jika ukurannya yang berbeda maka
        disebut kontras ukuran. Bila warnanya yang berbeda maka disebut
        kontras warna. Dan apabila tekstur yang berbeda, maka disebut Kontras
        tekstur.
      e. Klimaks
        Klimaks disebut juga dominan, adalah fokus dari susunan karya seni yang
        mendatangkan perhatian. Oleh sebab itu, istilah klimaks sering disebut
        dengan istilah centre of interest (pusat perhatian). Untuk menciptakan
        pusat perhatian pada karya desain, tempatkan salah satu unsur secara
        tersendiri atau berbeda dari unsur lainnya.
        Istilah lain yang sering digunakan untuk kata klimaks adalah emphasize
        (penekanan), centre point dan fokus.
      f. Kesatuan (unity)
        Kesatuan (unity) adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk.
        Dengan kesatuan, elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga
        menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain
        hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang
        menarik dan harmonis.
      g. Komposisi
        Komposisi     merupakan     suatu      susunan   unsur-unsur   seni   rupa
        berdasarkan prinsip seni rupa. Susunan tersebut dikatakan harmonis,
        apabila tersusun sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Susunan yang harmonis
        tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik.


   3. PENGETAHUAN BAHAN DAN ALAT SENI RUPA
      Sesuatu yang dapat membuat tanda goresan dapat dikatakan sebagai media
      atau alat untuk menggambar. Ada banyak sekali jenis alat dan bahan
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                        | 18
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                          Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

      menggambar. Pada bab sebelumnya telah dibahas beberapa jenis alat dan
      bahan untuk membuat karya dua dimensi, jenis dan alat tersebut hampir
      sama dengan alat dan bahan untuk menggambar. Oleh karena itu pada
      bagian ini akan dibahas yang belum terbahas sebelumnya. Perlu pula diingat
      bahwa dalam kegiatan menggambar tidak boleh lepas dari percobaan secara
      individu untuk mendapatkan alat dan bahan yang cocok dengan kemampuan
      dan kesenangan masing-masing.
      a. Pena
        Penggunaan pena untuk kegiatan menggambar telah dimulai sejak abad
        pertengahan. Garis yang dihasilkan oleh pena bervariasi ketebalannya dan
        ini tergantung pula dari jenis dan bentuknya. Garis yang dihasilkan pena
        lebih kuat dan pasti dibanding garis yang dihasilkan oleh pensil. Ada
        beberapa jenis pena, baik yang dapat dibuat sendiri maupun yang dapat
        dibeli di toko, dan kualitasnya pun bervariasi.
        1) Pena bambu
             Pena ini tidak perlu dibeli di toko karena dapat dibuat dan diatur
             sendiri bentuk ketebalan ujungnya yang menghasilkan goresan.
             Biasanya pena ini dibuat dari jenis batang barnbu kecil. Ambil batang
             atau ranting bambu yang kecil dan lurus, lalu potong menjadi ukuran
             20 cm. Kemudian ujungnya dibuat runcing atau pipih tergantung dari
             tebal tipisnya garis yang diinginkan. Kelemahan pena ini tidak dapat
             menyimpan tinta sehingga dalam penggunaannya harus sering
             dicelupkan ke tinta agar dapat membuat goresan dengan terus
             menerus.
        2) Pena bulu
             Pena bulu yang baik apabila bulu itu memang sudah lepas dari
             binatangnya (ayam, angsa, bebek, merak dan sebagainya), karena
             sudah cukup kerasa. Garis yang dihasilkan dengan pena bulu sangat
             jelas dan indah, sehingga jenis pena ini sering digunakan untuk
             menulis indah
        3) Pena Batang
             seperti halnya pena bambu, pena batang ini juga, berasal dari ranting
             atau batang pohon, tidak ada pohon yang khusus untuk ini. Ambil
             sebatang ranting pohon, kemudian potong menjadi 20 cm lalu raut
             ujungnya sesuai dengan tebal tipisnya garis yang diinginkan. Pena
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 19
                                               Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                         Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

             batang   ini   lebih   lembut   dibanding   pena    bambu.    Dalam
             penggunaannya juga harus sering dicelupkan ke dalam tinta.




        4) Pena Logam
             pena logam sudah umum digunakan dan dapat dibeli di toko. Tebal
             tipisnya garis yang dihasilkan tergantung dari bentuk ujung penanya.
             Keunggulan jenis pena ini dapat menggaris lebih lancar dan
             menyimpan tinta sehingga tidak terlalu sering mencelupkannya ke
             dalam tinta.
      b. Kuas




         Kuas merupakan alat pokok dalam menggambar, selain pena dan pensil.
         Mutu kuas ditentukan oleh mutu bulunya dan teknik mencengkeramkan
         pada gagangnya. Bentuk goresan yang dihasilkan ditentukan oleh bentuk,
         ketebalan dan panjang bulunya. Bulu kuas cat air berbeda dengan bulu
         kuas cat minyak. Bulu dari serat tumbuhan baik untuk cat air karena daya
         serapnya baik sedangkan untuk cat minyak kuas yang berkualitas dibuat
         dari bulu binatang dan nilon. Ukuran kuas dibuat bervariasi sesuai dengan
         teknik dan proses pembentukan gambarnya. Saat ini banyak jenis kuas di
         jual di pasaran, kuas yang mutunya baik lebih mahal harganya tetapi
         cukup tahan lama dan dapat menghasilkan karya yang bermutu, terutama
         dalam membuat karya yang halus dan detail agak sulit jika menggunakan
         mutu kuas yang kurang baik.

UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 20
                                              Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                       Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

      c. Kertas
        Pada ribuan tahun yang lalu, manusia telah membuat tanda pada
        permukaan batu, atau kulit kayu. Selanjutnya pada zaman Mesir Kuno
        digunakan papirus dan kulit kambing untuk membuat surat dan
        menggambar. Pada zaman dinasti Han di Cina, ada seorang bernama
        Ts’ai Lun membuat kertas dengan campuran kain, serat yang dibuat
        bubur lalu dikeringkan pada pada permukaan datar.           Temuan ini
        dipresentasikan kepada raja, dan disiarkan ke seluruh negeri bahwa
        temuan Lun tersebut dapat digunakan untuk        keperluan menulis dan
        menggambar dengan tinta. Sejak saat itu pembuatan kertas terus
        disempurnakan dan divariasikan jenisnya hingga saat ini. Secara umum
        ada dua jenis kertas untuk keperluan menggambar atau melukis yaitu
        kertas buatan pabrik dan kertas buatan tangan. Kertas buatan pabrik
        terstandar kualitasnya, sedang kertas buatan tangan dibuat khusus untuk
        mendapatkan karakter tertentu guna keperluan khusus pula.
        Untuk keperluan menggambar pada saat ini ada banyak jenis kertas yang
        dapat dijumpai di pasaran dengan berbagai kualitas dan ukuran. Namun
        yang penting diingat dalam memilih kertas untuk menggambar adalah
        kualitas permukaannya, sebab menggambar dengan pensil kertasnya
        berbeda dengan menggambar menggunakan cat air.
        Kertas yang permukaannya halus dan keras sangat baik digunakan untuk
        menggambar dengan pena dan tinta. Permukaan kertas yang kasar baik
        untuk arang, krayon, pastel dan pensil lunak. Bagi pemula, penggunaan
        kertas sebaiknya yang harganya murah dan dengan kualitas cukup.
        Kertas produksi Padalarang dan Blabak baik untuk tahap belajar karena
        cocok untuk setiap jenis media seperti arang, pensil, pastel, krayon, cat
        air, cat poster dan cat akrilik. Kertas manila karena permukaannya halus
        baik untuk menggambar dengan bahan tinta tetapi kurang baik untuk
        menggambar dengan pastel. Sebenarnya, di toko alat-alat melukis dan
        menggambar tersedia jenis-jenis kertas yang telah disesuaikan dengan
        karakter bahan perwarnanya. Ada kertas khusus untuk pastel, pensil dan
        cat air, namun harganya cukup mahal. Namun, untuk menjelajahi karakter
        kertas dengan berbagai media pewarna gunakanlah seluruh jenis kertas
        yang dijumpai, dengan demikian dapat menambah pengalaman untuk
        mengetahui karakteristiknya.
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                      | 21
                                              Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                       Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menggunakan kertas adalah
        cara menyimpannya. Kertas yang telah ada gambarnya hendaknya jangan
        dilipat-lipat, untuk itu diperlukan map khusus yang dibuat sendiri dengan
        karton tebal agar gambar yang telah dibuat tidak rusak. Selain itu dalam
        belajar seni rupa, seorang calon seniman seni rupa harus memiliki buku
        sketsa yang dapat dibawa kemana-mana untuk selalu melatih tangan agar
        dapat menghasilkan sketsa atau gambar dengan kualitas garis yang luwes
        dan baik
      d. Kanvas
        Menurut sejarahnya, sebelum diketemukan kanvas para pelukis
        menggunakan bidang lukisan dari bahan papan. Hal ini tentu kurang
        praktis karena berat untuk dibawa dan tidak dapat digulung sehingga
        mengambil tempat. Kanvas diketemukan menyusul setelah             dikete-
        mukannya cat minyak, bidang untuk melukis ini lebih praktis dan terbuat
        dari bahan kain. Kain dibentangkan pada spanram kemudian diberi
        lapisan perekat untuk menutup pori-pori kain dan selanjutnya diberi
        lapisan cat dasar. Cat dasar dapat dari cat dengan medium minyak dapat
        juga cat dengan medium air. Kanvas dengan cat dari medium minyak
        tidak dapat digunakan untuk melukis dengan medium air kecuali cat
        akrilik. Namun cat dasar kanvas dengan medium air lebih fleksibel karena
        dapat digunakan melukis     menggunakan cat dengan medium minyak
        maupun air. Daya tahan kanvas lebih lemah dibanding dengan bidang
        gambar dari bahan kayu, terutama dengan kelembaban.
        Kualitas   kanvas dibedakan berdasar kelenturan, daya tahan dan
        tekturnya. Kanvas yang baik pada umumnya jika daya tahannya tinggi
        terhadap perubahan cuaca, lentur dan teksturnya halus. Hal ini ditentukan
        oleh kualitas kain dan teknik pemberian cat dasar yang digunakan. Kain
        linen adalah kain yang memiliki daya tahan tinggi dan agak stabil jika
        dibentangkan, sedangkan kain katun elastisitasnya sangat tinggi. Untuk
        mengetahui lebih jauh tentang kualitas kanvas akan lebih baik mencoba
        berbagai jenis kain untuk dibuat kanvas, dan hal ini dapat menentukan
        pilihan yang paling tepat sesuai dengan keinginan dan kecocokan dalam
        menerapkan teknik melukisnya.
        Cat dasar yang baik digunakan disebut acrylic gesso primer yang dalam
        penggunaannya menggunakan air sebagai medium pengencernya.
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                      | 22
                                               Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                        Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        Cat dasar untuk kanvas ini akomodatif terhadap cat minyak maupun
        akrilik yang menggunakan pengencer air.




      e. Karet Penghapus
        Menurut sejarah, pada masa Ialu penghapus dibuat dari bahan kulit yang
        empuk. Kemudian setelah diketemukan karet dan plastik kualitas bahan
        penghapus bertambah meningkat menjadi lebih baik. Penghapus yang
        terbuat dari karet yang empuk sangat baik untuk menghapus gambar yang
        terbuat dari pensil dan arang.
        Dalam    penggunaan     karet    penghapus   harus   disesuaikan   dengan
        jenisnya. Penghapus yang keras tidak baik digunakan untuk menghapus
        goresan pensil pada kertas yang lunak. Penghapus keras memang dibuat
        bukan untuk menghapus pensil tetapi untuk menghapus goresan tinta.
        Penghapus yang lunak biasanya digunakan untuk menghapus goresan
        pensil. Kalau membuat goresan-goresan putih pada blok hitam dari pensil
        (dalam teknik dry brush), penghapus yang digunakan harus dibuat tipis
        ujungnya dengan mengirisnya menggunakan pisau. Perlu diperhatikan
        penghapus yang sering digunakan dapat menjadi kotor, jika telah
        kelihatan hitam segera bersihkan dengan menggosokkannya di kertas lain
        hingga bersih.
      f. Papan Gambar
        Dalam kegiatan menggambar sangat penting memiliki papan gambar
        untuk dapat bekerja lebih baik, karena dengan papan gambar kertas yang
        digunakan menggambar permukaannya lebih rata dan stabil. Papan
        gambar biasanya digunakan untuk menggambar di luar ruangan, oleh
        sebab itu salah satu persyaratannya papan harus ringan dan kuat. Papan
        yang baik bagi pemula dianjurkan menggunakan papan dari bahan
        tripleks dengan ukuran tebal 3 mm, panjang 55 cm dan lebar 50 cm.
        Spesifikasi ini dapat menahan kertas agar tidak bergerak oleh terpaan
        angin. Agar posisinya tidak miring digunakan penjepit kertas atau selotip,
        namun harus hati-hati karena bahan perekatnya dapat merobek kertas
        pada waktu mau melepaskannya.


   4. EKSPLORASI BAHAN SENI RUPA DUA DIMENSI
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 23
                                                  Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                            Seni Budaya
                                                UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                       Trias Untung Kurniawan, S.Sn

      Jenis alat dan bahan untuk seni rupa sebenarnya sangat banyak sebab apa
      saja yang ada dilingkungan kita dapat digunakan sebagai bahan membuat
      karya seni rupa. Namun, dalam pembahasan ini dibatasi pada penggunaan
      alat dan bahan seni rupa dua dan tiga dimensional yang lumrah digunakan
      dikalangan perupa seperti arang, pensil, pastel, cat air, cat poster, cat akrilik,
      karton, tanah liat, plastisin, gip, kayu dan sebagainya.
      a. Arang
         Di antara sekian banyak bahan untuk membuat karya seni rupa dua
         dimensional, arang adalah bahan yang paling mudah untuk didapat karena
         jika tidak ada bahan lain arang dapat dibuat sendiri. Ambil bilah-bilah
         kayu yang tingkat kekerasannya sedang, kemudian bakar menjadi bara;
         tutuplah rapat-rapat dalam wadah dari bahan tanah liat dan bila baranya
         telah padam anda sudah mendapatkan arang. Mudah bukan?
         Perhatikan, kayu yang sangat keras atau sangat lunak kurang baik untuk
         dibuat arang gambar. Sebab kayu yang amat keras arangnya pun keras
         dan sulit untuk mendapatkan goresan yang baik, begitu pula kayu yang
         amat lunak arangnyapun amat rapuh. Maka bahan kayu yang digunakan
         sebaiknya kayu yang tidak keras atau sebaliknya tidak terlalu lunak, dari
         referensi yang ada, untuk membuat arang batang yang baik digunakan
         adalah kayu pohon jeruk. Namun, karena ada banyak jenis kayu maka
         diperlukan banyak percobaan dalam mendapatkan alternatif arang yang
         berkualitas baik.
         Goresan yang dibuat dengan arang sangat rapuh karena mudah rontok dan
         terhapus sehingga untuk menguatkannya diperlukan bahan pelapis
         pengawet seperti     fixative   dengan cara disemprotkan atau dioleskan
         atasnya, jika karya sudah dianggap selesai. Resiko untuk tidak merusak
         gambar atau lukisan yang telah dibuat, lebih baik menggunakan zat
         pelapis dengan menyemprotkannya, karena tidak ada kontak langsung
         antara alat dengan karya sebagaimana menggunakan kuas. Pada saat ini
         ada empat jenis arang yang dijual di pasaran, yaitu arang batangan, arang
         serbuk, arang pensil, dan arang cetak atau pres. Arang batangan, arang
         pensil, dan arang pres baik untuk membuat garis sedangkan arang serbuk
         baik digunakan untuk blocking        dan shading serta teknik dry brush,
         karena serbuk arang tersebut tinggal menerapkannya ke atas kertas


UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                            | 24
                                              Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                       Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        dengan menggunakan tisu atau kain halus. Sifat yang menyenangkan dari
        arang adalah gambar dapat dengan mudah diperbaiki jika ada yang terasa
        kurang terutama dalam menggambar realis atau naturalis. Karena arang
        mudah dihapus.
        Bahan arang sangat baik bagi pemula menggeluti seni rupa dua
        dimensional, karena bahan tersebut mudah didapat dan murah, sehingga
        untuk latihan meluweskan goresan dan pemahaman tentang gelap terang
        sangat baik digunakan. Namun, bukan berarti karya seni rupa dengan
        menggunakan arang tidak berkualitas dan murahan. Teknik berkarya
        dengan menggunakan arang merupakan awal ’keberangkatan’ menekuni
        bidang seni rupa dua dimensional dan jika ditekuni secara mendalam juga
        dapat menghasilkan karya yang berkualitas baik.
        Pelukis kenamaan zaman Renaissance seperti Leonardo da Vinci
        Rembrant dan Durrer, sangat mahir menggunakan arang untuk melukis.
        Seharusnya para pemula banyak menggunakan arang untuk melatih
        keterampilan dasar dalam membuat bentuk dan ilusi tiga dimensional
        pada kertas.
      b. Pensil
        Selain arang, pensil juga merupakan alat sederhana dalampembuatan
        karya seni rupa dua dimensional. Menurut sejarahnya, pensilmulai
        berkembang pada abad ke 16 ketika diketemukannya bahan grafitsecara
        kebetulan dibawah pohon tumbang karena badai di desaBarrowdale,
        Cumberland, Inggris. Grafit merupakan benda menyerupaibatu hitam
        mengkilap tetapi dapat menghasilkan tanda hitam yang awalnya
        dinamakan plumbago dalam bahasa Latin. Grafit kemudian digunakan
        untuk berbagai keperluan terutama sebagai bahan menulis dan
        menggambar dengan cara ditajamkan dan dibungkus dengan benang agar
        mudah dipegang. Pada perkembangannya di akhir abad ke 18, Nicolas
        Jacques Conte diminta oleh Napoleon untuk mengembangkan pensil. Ia
        mencampur serbuk grafit dengan tanah liat untuk membuatnya keras.
        Semakin banyak campuran tanah liat semakin keras pensil yang
        dihasilkan dan tanda yang dihasilkan semakin tipis warna hitamnya. Jadi
        dengan perbandingan campuran grafit dan pensil, gelap terang tanda yang
        dihasilkan oleh pensil menjadi bervariasi. Campuran grafit dan tanah liat
        dibakar dan dimasukkan ke dalam tabung kecil terbuat dari kayu
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                      | 25
                                              Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                       Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        sebagaimana halnya pensil yang kita ketahui saat ini. Derajat
        kekerasannya ditentukan oleh jumlah kandungan grafitnya sehingga untuk
        kepentingan penggunaannya pensil dibuat dalam variasi dengan sistim
        bertingkat.   Untuk dapat    mengenalinya, pensil     dengan kode H
        menunjukkan bahwa pensil itu keras (hard) sedangkan dengan kode B
        adalah pensil lebih lunak dan hitam (black). Pensil 3H lebih keras
        dibanding pensil 2H, begitupula pensil 3B lebih hitam hasil goresannya
        dibanding pensil 1B.
        Untuk keperluan berkarya seni rupa dianjurkan menggunakan pensil
        hitam yang lunak (B). Penggunaannya dalam praktek, biasanya pensil
        keras H digunakan untuk sketsa awal kemudian dilanjutkan penye-
        lesaiannya dengan pensil B dalam berbagai variasi kepekatan. Namun
        perlu diperhatikan bahwa pensil H karena sangat keras, jika digunakan,
        sering membuat kertas gambar ’luka’ dan bekasnya sulit dihilangkan.
        Selain pensil H ada jenis pensil HB yang merupakan pensil dengan
        kekerasan yang sedang. Pensil ini baik untuk memulai pekerjaan awal
        berupa sketsa karena tidak merusak kertas dan hasil goresannya tidak
        terlalu tipis atau gelap. Pensil yang terlalu lunak dan pekat kurang baik
        untuk sketsa awal karena agak sulit dihapus.      Menghapus sket atau
        goresan gunakan penghapus karet yang selunak mungkin agar kertas tidak
        luka waktu digosok. Upayakan jangan terlalu sering menghapus agar
        kertas tetap terjaga kondisinya. Pada waktu menghapus jaga tekanan
        penghapus pada kertas, begitu pula jaga kebersihan penghapus, karena
        apabila penghapus sudah terlalu sering digunakan warna hitam pensil
        akan melekat pada penghapus dan dapat membuat kotor kertas gambar.
        Oleh karenanya, bersihkan penghapus karet dengan menggsokkannya
        pada kertas yang tidak terpakai dan gunakan alas kertas ketika tangan
        menggambar dan menyentuh bagian yang tidak sedang dikerjakan tetapi
        sudah ada goresan pensilnya. Upaya ini adalah untuk tetap menjaga
        kebersihan gambar.
        Pensil berwarna agak berbeda dengan kedua jenis pensil hitam
        sebelumnya, karena diproduksi tidak berdasar tingkatan kualitas tetapi
        berdasar jumlah warna. Seiring dengan perkembangan teknologi, pensil
        berwarna ada yang diproduksi sebagai kombinasi dengan cat air dan
        pastel. Dalam penggunaan pensil cat air, pada awalnya sama dengan
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                        | 26
                                               Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                       Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        penggunaan pensil pada umumnya, hanya untuk proses selanjutnya
        digunakan kuas cat air basah yang dikuaskan di atas goresan pensil dan
        goresan tersebut akan mencair sehingga warnanya memiliki karakter
        sama dengan cat air namun masih terlihat bekas goresan pensilnya. Hal
        itu menjadi ciri khasnya yang tersendiri. Pensil ini sangat praktis
        digunakan untuk membuat karya          out door    karena tidak banyak
        memerlukan perlengkapan sebagaimana halnya melukis menggunakan
        bahan cat minyak.
        Kelemahan pensil berwarna biasa maupun pensil cat air adalah warna-
        warna yang dihasilkan tidak cemerlang seperti halnya warna yang
        dihasilkan pastel atau perwarna lainnya.
      c. Pastel
        Pastel adalah media menyerupai kapur tulis tetapi dibuat dengan pigmen
        warna dicampur dengan zat pengikat berupa resin dan plaster.
        Bahan ini dicampur, dibuat pasta kemudian dibentuk batangan lalu
        dikeringkan. Kualitas pastel tergantung dari komposisi bahannya. Pastel
        dengan warna cerah biasanya bahan plasternya sedikit, karena bahan ini
        berfungsi untuk mengurangi cerahnya pigmen warna. Pigmen warna
        cerah disebabkan oleh tingginya konsentrasi (extract) pigmen yang dibuat
        dari dedadunan, bagian tertentu binatang (tulang, lemak), dan bahan
        sintetis. Baik buruknya kualitas pastel maupun bahan pewarna lainnya
        sangat tergantung pada daya tahannya terhadap sinar. Artinya, warna
        tidak cepat berubah jika terkena sinar matahari langsung, tidak pecah,
        tidak berubah dalam jangka waktu panjang. Hal ini penting diperhatikan
        karena akan mempengaruhi pula kualitas karya. Selain berbentuk kapur
        tulis, pada saat ini diproduksi pastel dalam bentuk pensil, namun di
        Indonesia belum banyak beredar.
        Derajat kekerasan pastel ditentukan oleh komposisi bahannya. Pastel yang
        keras dan tidak mudah patah disebabkan karena banyak mengandung
        bahan pengikat, sedangkan pastel yang mudah patah mengandung sedikit
        pengikat. Pada saat ini ada dua jenis pastel dalam kemasan yang dapat
        dijumpai di pasaran yaitu pastel kapur dan pastel minyak. Pastel kapur
        sangat mudah patah dan hasil goresannya pun mudah rontok. Oleh sebab
        itulah kertas yang digunakan untuk menggambar dan melukis dengan
        pastel yang dipilih memiliki tekstur kasar untuk menahan warna pastel
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                      | 27
                                              Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                       Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        sehingga tidak mudah rontok.     Namur demikian keistimewaan warna
        pastel kapur yaitu powdery kesan khas warna kapur. Sebaliknya pastel
        minyak lebih kuat daya lekatnya karena mengandung pengikat minyak.
        Oleh sebab itu goresannya pun berkesan seperti cat minyak.
        Di dalam penggunaannya, pastel dapat diterapkan dengan membuat garis
        atau arsiran dan dikombinasi blok tipis atau sebaliknya dengan blok yang
        tebal menutup permukaan kertas. Menggunakan pastel perlu didukung
        peralatan dan bahan lainnya seperti alat peruncing untuk mendapatkan
        ujung runcing ketika membuat garis atau bagian yang kecil.
        Peruncing pastek dapat menggunakan amril yang dilekatkan pada papan
        atau menggunakan peruncing pensil. Untuk pastel kapur dapat meng-
        gunakan karet penghapus yang lembut untuk memperbaiki kesalahan atau
        membuat efek        lighting   dalam menggambar benda-benda yang
        mengkilat. Sedang untuk pastel minyak, jika ada kesalahan dalam
        penerapan warnanya dapat ditumpang dengan warna yang lain, dan jika
        warnanya tebal dapat dikerok dengan pisau ‘cutter’. Percampuran warna
        dapat dilakukan langsung di atas kertas dengan menggosokkan kain atau
        jari, atau alat lainnya seperti kuas, kapas, dan tisu. Pencampuran dapat
        pula dilakukan di luar kertas dengan membuatnya menjadi serbuk terlebih
        dahulu, lalu serbuk tersebut dicampur hingga menjadi homogen sebelum
        digunakan. Apabila batang pastel sudah kotor, bersihkan dengan
        menggunakan kain.
        Pastel yang telah pendek dan sulit untuk menggunakannya dapat di daur
        ulang, kumpulkan warna yang sejenis kemudian tumbuk hingga halus,
        kemudian dicampur dengan bahan perekat dari getah (gum) lalu dibentuk
        dengan mencetaknya. Selanjutnya pastel daur ulang tersebut dapat
        digunakan setelah dikeringkan beberapa hari.
      d. Tinta
        Tinta merupakan salah satu bahan yang sudah tua usianya guna membuat
        karya seni rupa . Pada abad pertengahan, di Cina, India, Jepang dan Eropa
        tinta sudah digunakan untuk berbagai keperluan, seperti menulis surat dan
        menggambar. Pada saat ini tinta gambar dibuat dari pigmen warna,
        shellac dicampur air, sedang pada jaman dahulu tinta hitam dibuat dari
        campuran jelaga dengan lem dan sejenis cuka. Dengan berkembangnya
        teknologi, tinta tidak lagi hanya hitam, sekarang banyak dijual tinta
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                      | 28
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                        Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        dengan warna-warni. Secara tradisional, dalam penggunaan tinta
        memerlukan alat berupa pena dan kuas. Pena tidak hanya berupa pena
        standar yang dibuat oleh pabrik untuk menggambar atau menulis, tetapi
        dapat pula menggunakan pena buatan tangan dari bambu, tangkai bulu
        unggas, kayu atau bahan lain dengan maksud mendapatkan variasi garis
        yang artistik. Perhatikan potensi tinta dengan menggunakan pena logam
        dalam membuat sketsa dan gambar hitam putih.
        Ada beberapa istilah untuk menunjukkan kualitas ketahanan tinta
        yakni permanent, lightfast, archival. Istilah permanent menunjukkan
        bahwa tinta tersebut tahan lama setelah berkali-kali dicuci,      lightfast
        berarti tinta tersebut tahan lama untuk tidak luntur jika sering terkena
        sinar matahari langsung. Archival merupakan tinta atau material lain
        dengan daya tahan yang amat tinggi sehingga kuat berabad-abad lamanya.
        Ada istilah lain untuk tinta yaitu waterproof menunjukkan bahwa tinta
        tersebut tidak dapat cair kembali jika terkena air, sedang non waterproof
        dapat cair kembali jika diberi air dengan kuas basah, berarti gambar dapat
        diubah atau diperbaiki. Sifatnya lebih luwes jika digunakan untuk
        menggambar atau melukis. Tinta waterproof baik digunakan untuk kontur
        sehingga jika menggunakan warna lain tidak berubah bentuknya.
        Jenis tinta ini banyak digunakan pada lukisan tradisional Bali.
      e. Cat Air
        Cat air adalah media seni rupa yang memiliki sifat khusus yaitu tembus
        pandang / transparan. Apabila terjadi susunan warna tumpang tindih maka
        warna yang tertindih tidak tertutup sepenuhnya.        Bahkan dari garis
        tumpang tindih itu menimbulkan efek warna campurannya. Cat air
        menggunakan air sebagai medium pengencernya sehingga tidak dapat
        digunakan di atas kanvas cat minyak. Kertas yang digunakan sebaiknya
        khusus untuk cat air, karena daya serapnya telah disesuaikan dengan sifat
        cat air yang harus banyak menggunakan air dalam penggunaannya.
        Cat air tidak digunakan untuk pewarna yang tebal dan pekat, karena jika
        digunakan secara tebal dan pekat pengeringannya lama dan ke-
        mungkinan merusak kertas jika tertempel dengan kertas atau benda lain.
        Pada waktu mengeluarkannya tidak boleh diambil dengan kuas yang
        basah langsung dari tubenya, sebab jika air masuk ke dalam tube warna di
        dalam akan menjadi keras dan tidak dapat dikeluarkan. Dalam
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 29
                                              Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                       Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        menggunakannya keluarkanlah warna cat air secukupnya di atas palet cat
        air. Kemudian tetesi air secukupnya dan aduk sampai rata baru dapat
        digunakan dengan menguaskan di atas kertas.
        Dalam penggunaannya cat air harus 'sekali gores jadi’ dan tidak bisa
        diperbaiki kembali jika ada kesalahan. Oleh sebab itu penggunaan cat air
        harus betul-betul cermat, penuh konsentrasi dan berhati-hati. Sebelum
        menerapkan warna, sebaiknya kertas dibersihkan dahulu dengan
        menggunakan kapas atau tisu lembab dengan cara mengusapkannya di
        permukaan kertas dengan lembut dan hati-hati agar kertas tidak luka.
        Kapas atau tisu jangan terlalu basah karena dapat menyebabkan kertas
        bergelombang. Pembersihan ini penting dilakukan untuk menghilangkan
        kotoran-kotoran pada permukaan kertas yang dapat mengganggu
        penyerapan warna yang digunakan. Teknik pewarnaan dengan cat air
        biasanya mulai dari warna tipis dan ringan kemudian secara perlahan
        diberikan tonasinya ke warna yang lebih kuat. Cat yang masih basah tidak
        dapat segera ditindih dengan warna lain karena warna akan bercampur
        dan nampak kotor, untuk itu harus ditunggu sampai warna setengah
        kering.
        Selain cat air, ada bahan cat yang sejenis disebut tempera dan sifatnya
        juga transparan. Namur pada saat ini jarang digunakan dan di toko pun
        sulit diketemukan. Pada zaman Renaissance tempera banyak digunakan
        sebelum diketemukan cat minyak. Tempera terbuat dari serbuk pigment
        warna dengan médium pengencer air murni dan zat perekatnya
        menggunakan kuning telur. Namur saat ini tela hada cat tempera yang
        diproduksi secara sintetis, ada médium pencairnya menggunakan air, ada
        pula tempera pengencernya menggunakan terpentin. Untuk itu perhatikan
        labelnya, jira ada label “O-W” (oil-water) berarti tempera tersebut
        dicairkan dengan air, apabila ada label “W-O” (water-oil) berarti
        pengencernya menggunakan terpentin. Dalam pengunaannya, tempera
        digunakan tipis, jika digunakan terlalu tebal setelah kering dapat
        mengelupas. Tempera efektif digunakan pada kanvas dengan cat dasar
        gesso dengan permukaan yang halus. Cat tempera memungkin digunakan
        dengan berbagai variasi teknik seperti cipratan, transparan, atau dengan
        dikerok untuk mendapatkan warna yang semula. Jadi lebih luwes
        dibandingkan cata ir.
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                         | 30
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                         Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

      f. Cat Poster
        Cat poster tergolong jenis cat air karena untuk medium pengencernya
        menggunakan air. Cat ini berbeda dengan cat air biasa karena sifatnya
        yang cepat kering dan dapat digunakan seperti cat minyak yakni teknik
        penggunaannya dengan wama pekat karena tidak banyak menggunakan
        air. Cat ini cepat kering, oleh karena itu warna awal dapat segera
        ditumpang dengan warna berikutnya. Sifat lainnya adalah wamanya datar
        dan rata maka selain dapat digunakan dengan teknik brush stroke yang
        ekspresif atau untuk gambar dekoratif yang memerlukan warna-warna
        rata dan datar. Kelemahan warna ini tidak baik digunakan terlalu tebal
        karena ketika kering cepat pecah dan rontok. Selain itu jika warna yang
        sudah diterapkan kena percikan air akan menjadi tidak rata. Sesuai
        dengan namanya, cat ini sangat baik untuk menggambar atau melukis
        poster dengan goresan-goresan kuas yang kuat dan tegas sebagai ciri
        khasnya. Kelemahan lainnya yang cukup unik adalah binatang lalat
        senang dengan warna ini, jika tidak waspada menyimpan gambar dapat
        rusak karena dimakan olehnya.
      g. Cat Akrilik
        Cat akrilik tergolong cat baru karena diciptakan dan diproduksi beberapa
        puluh tahun yang lalu. Cat ini dibuat dengan bahan pigmen sintetik yaitu
        polyvinyl accetate (plastik). Cat ini juga termasuk keluarga cat air. Dalam
        penggunaannya dapat menggunakan air sebagai pengencernya dan dapat
        juga digunakan secara langsung dari tubenya, seperti menggunakan cat
        minyak atau dengan kuas dan 'air brush'.
        Selain dikuaskan dengan tebal, cat akrilik dapat juga digunakan secara
        tipis seperti cat air. Cat akrilik sangat cepat kering. Oleh sebab itu, kuas
        yang digunakan harus cepat dimasukkan ke air. Jika tidak kuas akan
        menjadi rusak karena warna yang ada pada kuas mengering sulit untuk
        dibersihkan.
      h. Cat Minyak
        Penggunaan cat minyak untuk membuat lukisan sudah dimulai ratusan
        tahun yang lalu, diawali oleh Jan Van Eyck dari Belanda. Selanjutnya
        penggunaan cat minyak meluas karena memberikan keleluasaan kepada
        para pelukis untuk mengungkapkan idenya serta kualitasnya yang
        melebihi media sebelumnya. Cat minyak dapat digunakan untuk
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                         | 31
                                                       Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                                 Seni Budaya
                                                UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                       Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        menggambarkan ilusi keruangan dengan memainkan gelap terang dari
        benda yang digambarkan. Pada awal penggunaanya cat minyak
        diterapkan di atas panel, kemudian disadari bahwa panel kurang fleksibel
        dan sulit untuk dibawa ke mana-mana. Lalu ditemukanlah kanvas yang
        terbuat dari kain yang dapat digulung sehingga lebih mudah untuk dibawa
        pergi terutarna jika pelukisnya ingin bekerja di luar ruangan (out door),
        misalnya melukis pemandangan.
        Sesuai   dengan          namanya,   dalam        penggunaannya     cat   minyak
        memerlukan minyak khusus untuk mencairkannya dan daya keringnya
        sangat lambat.     Cat minyak terdiri dari bahan pigment, minyak dari
        tumbuh-tumbuhan, dan terpentin. Pigmen warna adalah bahan warna
        berupa serbuk alami, atau sintetis. Pigmen warna berasal dari mineral
        (tanah), tumbuh-tumbuhan, dan binatang tertentu, akan tetapi saat ini
        kebanyakan yang digunakan adalah bahan sintetis yang berasal dari
        bagian industri bahan bakar minyak bumi. Kualitas cat minyak ditentukan
        oleh kehalusan dan kepekatan pigmennya yang dicampur dengan minyak.
        Setiap pigmen memiliki karakteristik tingkat kekeringan dan stabiltasnya
        jika terkena sinar matahari langsung.
        Ada beberapa pigmen yang memiliki karakter, khususnya warna putih.
        Titanium wahite misalnya memiliki sifat menutup cat sebelumya dan
        dapat mempermuda warna lainnya. Zinc white adalah untuk mendapatkan
        efek transparan, Lead white memiliki karakter stabil dan elastis.
        Oleh sebab itu untuk membersihkan kuas dan palet setelah selesai
        bekerja, terlebih dahulu menggunakan minyak tanah atau terpentin,
        selanjutnya baru dicuci dengan air dan sabun. Alat dan bahan bantu
        menggunakan        cat     minyak    relatif     lebih   banyak    dibandingkan
        menggunakan media lainnya. Kuas yang digunakan adalah kuas khusus
        cat minyak yang dalam satu setnya terdiri kurang lebih kuas nomor 1
        hingga 12, disamping kuas khusus untuk mengerjakan bagian-bagian
        tertentu dari lukisan yang dibuat. Keistimewaan cat minyak adalah tahan
        terhadap perubahan cuaca sehingga karya lukisan yang menggunakan cat
        minyak     dapat     bertahan       berabad-abad.        Dalam    perkembangan
        penggunaannya, cat minyak dapat ditorehkan langsung dari tubenya ke
        atas kanvas guna keperluan ekspresi yang ingin diungkapkan oleh
        pelukisnya.
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                              | 32
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                         Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        Kelemahan cat minyak adalah baunya yang sangat kuat dan menyebabkan
        udara dalam ruangan menjadi pengap. Oleh karena itu, untuk menjaga
        kesehatan diperlukan ruang khusus untuk bekerja dengan ventilasi yang
        dapat mengatur sirkulasi udara dengan baik. Selain itu kelemahan cat
        minyak ketika telah menjadi lukisan adalah tidak tahan terhadap
        kelembaban. Untuk menghindarinya, apabila lukisan digantung di tembok
        harus ada celah antara tembok dan lukisan. Maksudnya adalah untuk
        memberikan sirkulasi udara di belakang lukisan, sehingga lukisan
        terhindar dari kelembaban. Ada beberapa tanda terjadinya kerusakan pada
        lukisan cat minyak yaitu retak, keriput, kering, berjamur.
        Cat lukisan dapat retak jika kualitas cat minyak kurang baik, perubahan
        cuaca yang ekstrim, tidak stabilnya percampuran pigmen dan minyak.
        Keriput dapat disebabkan karena kesalah dalam percampuran warna, atau
        ada unsur lain yang tercampur seperti air. Warna lukisan dapat kering
        disebabkan oleh tidak ratanya cat dasar pada kanvas, sehingga bagian
        yang tipis dapat menyerap minyak pada cat yang digunakan.
        Lukisan dapat berjamur jika menempel pada diding lembab dalam waktu
        yang lama.




UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 33
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                        Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn




                                      KELAS X
                    BAB II. SENI MUSIK (SEMESTER I)


A. PENGERTIAN MUSIK
   a. Jamalus (1988)
     Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi
     musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-
     unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan
     ekspresi sebagai satu kesatuan.
   b. Rina (2003)
     Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya
     dilakukan melalui suara atau bunyi-bunyian.
   c. Prier (1991) setuju dengan pendapat Aristoteles bahwa musik merupakan
     curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam
     suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
   d. Menurut ahli perkamusan (lexicographer)
     Musik ialah: ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada,vokal maupun
     instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan
     apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional”
   e. Secara Umum, Musik adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi
     sebagai media penciptaannya


B. UNSUR – UNSUR MUSIK
   1. Bunyi dan Nada
      Bunyi dan nada merupakan unsur utama dalam musik. Bunyi adalah setiap
      unsur suatu yang dapat digunakan dalam kegiatan musical dalam mendukung
      kesatuan harmoni. Nada adalah bunyi yang memiliki frekwensi tertentu
      secara bersusun, sehingga membentuk urutan tangga nada secara sistematis.
      Sistem tangga nada yang dikenal di Indonesia ada dua macam, yaitu tangga
      nada pentatonis dan diatonis.
      Sistem tangga nada pentatonis terdiri dari lima nada bersusun, biasanya
      terdapat pada tangga nada karawitan Jawa dan Sunda, sedangkan sistem
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 34
                                                  Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                          Seni Budaya
                                               UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                      Trias Untung Kurniawan, S.Sn

      tangga nada diatonis terdiri atas tujuh nada bersusun yang sering diterapkan
      dalam kegiatan musik secara Internasional


   2. Ritme
      Ritme adalah perulangan aksen atau hentakan yang berulang – ulang dalam
      frekwensi yang tetap. Ritme merupakan kunci dari terjadinya musik yang
      teratur. Perubahan ritme dalam sebuah komposisi musik akan menyebabkan
      perubahan terhadap seluruh ciptaan musik. Oleh karena itu, ritme merupakan
      salah satu unsur musik yang harus dijaga secara ketat konsistensinya
   3. Irama
      Irama adalah jalannya sebuah ciptaan musik, irama sangat ditentukan oleh
      panjang pendeknya bunyi dan nada yang diciptakan, serta dipengaruhi secara
      ketat oleh ritme. Irama akan menentukan karakteristik ciptaan musik
   4. Harmoni
      Harmoni merupakan kesatuan yang dibangun oleh unsur – unsur nada, ritme,
      irama serta unsur – unsur lain secara seimbang. Harmoni menyangkut gerak
      nada dalam lagu, hubungan sebuah nada dengan nada lainnya, serta
      bagaimana nada tersebut membangun kesatuan yang utuh dalam ciptaan
      musik
   5. Tempo
      Tempo adalah hal yang berkaitan dengan kecepatan permainan musik.
      Tempo cepat akan memungkinkan karakteristik ciptaan musik yang
      bersemangat, riang dan ringan. Sedangkan tempo yang lambat akan
      memungkinkan karakteristik ciptaan musik yang lembut, berat, melankolis,
      penuh perasaan atau emosional dan khitmat.
      Tanda – tanda tempo dalam musik ditulis dalam bahasa Italia, yang mengacu
      pada urutan tempo lambat hingga cepat.
      Jenis peristilahan tempo tersebut antara lain :
     a.   Largo             : sangat lambat
     b.   Adagio            : lambat
     c.   Andante           : sedang cenderung lambat
     d.   Moderato          : sedang cenderung cepat
     e.   Allegro           : cepat
     Secara akurat, tanda tempo sering dinyatakan dalam satuan MM (Metronome
     Maezel) yang menyatakan jumlah satuan notasi tetentu dalam setiap menit
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                         | 35
                                                  Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                            Seni Budaya
                                               UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                      Trias Untung Kurniawan, S.Sn




   6. Dinamika
      Dinamika adalah hal yang berkaitan dengan perubahan keras kambatnya
      suara yang di
      hasilkan oleh sumber musik. Dinamika akan memperindah dan mempertegas
      sebuah komposisi sehingga secara keseluruhan ciptaan musik akan
      menghasilkan kesan emosional musikal tertentu sehingga musik menjadi
      lebih dapat dinikmati.
      Tanda – tanda dinamika juga ditulis dalam bahasa Italia, serta tanda – tanda
      musikal tertentu.
      Jenis peristilahan dinamika tersebut antara lain :
        PP            : Pianissimo               = Sangat lunak
        P             : Piano                    = Lunak
        mp            : Mezzopiano               = Agak lunak
        mf            : Mezzoforze               = Agak keras
        f             : Forze                    = Keras
        ff            : Fortissimo               = Sangat keras
        cresc         : Crescendo                = Diperkeras
                          derescendo             = diperlunak


C. MUSIK KLASIK
   Christine Ammer berpendapat, musik klasik adalah musik yang serius. Scholes
   mempertegas bahwa, musik klasik adalah musik pada akhir abad XVI-XVIII.
   Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, musik klasik digunakan sebagai label bagi
   musik yang permanen atau tidak berubah-ubah dan mempunyai nilai konstan.
   Ditekankan lagi oleh Rieman; musik klasik adalah hasil karya seni yang telah
   terbukti abadi.
   Karakter Musik Klasik Menurut Ammer, musik klasik adalah musik yang
   anggun, berkesan formal, mempunyai aturan, yang dimaksud adalah musik klasik
   tidak dapat dimainkan sekehendak hati pemainnya, setiap bagian harus
   dimainkan sesuai aslinya dan diikuti secara mendetail.
   1. PERIODE MUSIK KLASIK
      A. Era Kuno (Antiquity) (- 500)
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                         | 36
                                               Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                        Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        Lahir tidak hanya dari bangsa Eropa, namun dari Timur Tengah dan
        Mesir Kuno yang meninggalkan gaya menyanyi silabis dan melismatis
        hingga kini tetap digunakan di seluruh dunia
        Di Era Kuno, Yunani Kuno juga masuk Negara yang ikut mengukir
        sejarah musik ini. Di Yunani Kumo sudah mengenal penalaan nada,
        memilih instrumen musik, mencipta modus dan ritme-ritme, Ahli
        matematik Pythagoras orang pertama yang meneliti perbandingan-
        perbandingan getaran dawai dan menetapkan urutan nada-nada yang
        hingga kini menjadi dasar sistem musik diatonik.
        Romawi Kuno memberikan sumbangan sejarah berupa Tangga nada
        diatonik (tujuh nada) dijadikan standar menggantikan struktur-struktur
        kromatik dan enharmonik dari sistem musik Yunani.
     B. Era Abad Pertengahan (Medieval Era) 600-1450
        - seni untuk pelayanan gereja
        - Musik untuk keperluan ibadat, sebagai alat utama untuk memahami
           karya-karya Tuhan (menurut ajaran Kristen)
        - mengembangkan modus-modus gereja sebagai sistem tangga nada
           yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai peribadatan Kristen
        - Standarisasi dalam berbagai lapangan pengetahuan juga terjadi dalam
           musik, diantaranya sistem menyanyi SOLMISASI (rancangan Guido
           d’Arezzo seorang biarawan dan teoretikus musik)
        - Pemimpin gereja Paus Gregorius I mengatur penggunaan lagu-lagu
           pujian untuk peribadatan gereja yang dikenal dengan Gregorian chant.
        - Gaya polifoni sebagai teknologi komposisi yang menggabungkan dua
           alur melodi atau lebih memperkaya rasa keindahan musikal
           dibandingkan gaya monofon sebelumnya dan cikal-bakal harmoni.
     C. Era Renaisans (1450-1600)
        Berkembang di Italia dan Eropa Utara
        Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem
        Renaisans dapat diartikan sebagai periode dalam Sejarah Eropa Barat
        dimana manusia mulai melakukan eksplorasi terhadap dunia, baik melalui
        perjalanan atau penjelajahan ke Timur maupun ke Selatan belahan bumi,
        tetapi mereka juga gemar mengembangkan ilmu pengetahuan dan
        kesenian. Oleh karena pikiran manusia menjadi semakin bebas, maka
        musik sekuler mulai muncul dan berkembang pula musik-musik
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                      | 37
                                                   Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                            Seni Budaya
                                               UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                      Trias Untung Kurniawan, S.Sn

        instrumental yang semula kurang mendapatkan tempat di lingkungan
        tradisi gereja. Tetapi musik gereja tetap sangat penting dan gaya polifonik
        vokal sangat berkembang pada periode ini. Komposer-komposer
        terpenting ialah Josquin des Prés, Orlandus Lassus, William Byrd, dan
        Giovanni Pierluigi da Palestrina.
     D. Era Barok & Rokoko (1600-1750) : Musik Terbatas
        Ciri – cirinya :
        - Melodi cenderung lincah
        - Banyak menggunakan ornament
        - Ada dinamika keras (forte), lunak (piano)
        - Harmoni          dua   nada       atau    lebih    berbunyi     bergantian
           (polifonik/kontrapunk)
        - Bentuk vocalnya disebut Seriosa
        Tokoh :
        Johann Sebastian Bach
     E. Era Klasik (1750-1820)
        - Ornament di batasi
        - Ada beberapa peralihan tempo ACCELERANDO dan RITARDANDO
        - Ada peralihan dinamik CRESCENDO dan DECRESCENDO
        - Harmoni tiga nada atau lebih bunyi bersamaan (homofonik)
        Tokoh :
        Wolfgang Amadeus Mozart
     F. Era Romantik (1820-1900)
        Bersifat ekspresif untuk mengungkapkan perasaan yang subjektif, bukan
        sekedar untuk keindahan
        Ciri – cirinya :
        - Tidak ada ornament
        - Melodi seakan berkomunikasi
        - Harmoni bervariasi
        - Penggunaan dinamik dan tempo bervariasi
        tokoh :
        Johannes Brahms
        Frederic Chopin
        Franz Schubert
     G. Kontemporer Klasik (Akhir Abad ke 19)
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                          | 38
                                                Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                         Seni Budaya
                                             UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                    Trias Untung Kurniawan, S.Sn

          Disebut kontemporer klasik hanya untuk membedakan dengan musik
          kontemporer. Istilah ini tidak sesuai dengan pengertian sebenarnya.
          Kontemporer berarti sesuai dengan jamannya. Namun, kenyataannya
          justru merupakan sesuatu yang unik dan berbeda dengan popularitas
          zamannya.
          Sifat musik :
          - Impresionis/tidak dibatasi oleh aturan untuk keindahan, atau
             mengekspresikan perasaan. Namun, lebih sering mengalun sekehendak
             mood komposernya
          - Banyak menggunakan modulasi (perubahan nada dasar)
          - Ada perubahan komposisi instrument
          - Dinamik dan tempo dengan variasi tak lazim
          - Harmoni lepas diri dari system tonal (pengelompokan tingkat akor)
          Contoh :
          Claude Debussy
          George Gershwin


D. PENGANTAR MUSIK TRADISIONAL INDONESIA
   Kesenian yang berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara yang beragam, seni yang
   berakar dari tradisi. Topik atau materi yang dibahas tidak dapat meliputi
   keseluruhan propinsi, musik tradisi yang dapat dikupas hanya terdiri dari
   beberapa kesenian berdasarkan pertimbangan belum semua propinsi mendata
   kesenian daerahnya, beberapa kesenian telah dikenal luas, tebanya (namanya)
   telah mendunia seperti Gamelan Jawa dan Kesenian Bali, kesenian ini juga
   mengandung banyak hal dari keragaman seni budayanya.
   Kesenian yang akan dibahas adalah :
   a. Musik Betawi
   b. Musik Bali
   c. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat
   d. Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur
   e. Gamelan Jawa


   Berikut ini akan diuraikan satu persatu musik tradisi tersebut, khusus gamelan
   jawa akan diuraikan pada akhir bab ini, karena focus pembelajaran seni musik di
   UPTD SMKN 1 Boyolangu adalah gamelan.
UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                       | 39
                                               Materi Pembelajaran Mata Pelajaran

                                                        Seni Budaya
                                            UPTD SMKN 1 Boyolangu Tulungagung
                                                   Trias Untung Kurniawan, S.Sn




   a. Musik Betawi
     Kesenian yang mewakili Betawi diantaranya adalah Ondel-ondel.
     Sejarah kesenian ondel-ondel dimulai pada 1605, iring-iringan Pangeran
     Jayakarta untuk ikut merayakan pesta khitanan Pangeran Abdul Mafakhit
     (Pangeran Banten), Pangeran Jayakarta membawa boneka berbentuk


   b. Musik Bali
   c. Angklung sebagai salah satu kesenian Jawa Barat
   d. Sampe sebagai salah satu kesenian Kalimantan Timur
   e. Gamelan Jawa




UNTUK KALANGAN SENDIRI                                                      | 40

								
To top