PERATURAN MENTERI PERTANIAN tentang Pengawasan Keamanan Pangan by XFpRNq

VIEWS: 0 PAGES: 45

									      PERATURAN MENTERI PERTANIAN
                    tentang
 Pengawasan Keamanan Pangan terhadap
Pemasukan dan Pengeluaran Pangan Segar
        Asal Tumbuhan (PSAT)

                    Oleh :
           Ir. Laila Kartini, M.Si


   BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I PALEMBANG
            Jl. Kol. H. Barlian KM 6 Taman Sari I
                      Palembang - 30153
           Telp: 0711-411609 Fax: 0711-416571
         ORGANISASI BADAN KARANTINA PERTANIAN


                 Kepala
         Badan Karantina Pertanian
                                      Sekretaris Badan



Pusat Karantina        Pusat Karantina              Pusat Informasi dan
    Hewan                Tumbuhan                    Keamanan Hayati

                                                     Bidang Informasi


                                                     Bidang Kehati Hewani

   Dasar Hukum :                                    Bidang Kehati Nabati
       Perpres No. 10/2005 Jo Perpres No 15/2005
                                                                            2
       Permentan No. 299/2005                                                  2
       Permentan No. 341/2005
               ORGANISASI BADAN KARANTINA PERTANIAN

                           Kepala
                   Badan Karantina Pertanian
                                                   Sekretaris Badan



    Pusat Karantina Hewan           Pusat Karantina              Pusat kepatuhan,
     dan Keamanan Hayati             Tumbuhan dan            Kerjasama dan Informasi
           Hewan                 Keamanan Hayati Nabati           Perkarantinaan



                            51 Unit Pelaksana Teknis (UPT)




   Dasar Hukum :
        Perpres No. 24/2010                                                       3
                                                                                       3
        Permentan No. 61/2010
          Perangkat Peraturan
   Permentan No.27/permentan/PP.340/5/2009
   Permentan No.38/permentan/PP.340/8/2009
   Petunjuk Pelaksanaan Permentan No.27/2009 Jo.
    Permentan No.38 / 2009
   Pemberlakukan Pengawasan Keamanan PSAT
    yaitu Tanggal 19 November 2009
               Pengertian
   Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) adalah
    pangan asal tumbuhan yg belum mengalami
    pengolahan dan dapat dikonsumsi langsung
    dan/atau dapat menjadi bahan baku
    pengolahan PSAT.
   Keamanan PSAT adalah kondisi dan upaya yang
    diperlukan untuk mencegah PSAT dari
    kemungkinan cemaran kimia yang dapat
    mengganggu, merugikan dan membahayakan
    kesehatan manusia.
   Persyaratan keamanan PSAT adalah standar
    dan ketentuan-ketentuan lain yang harus
    dipenuhi untuk mencegah PSAT dari
    kemungkinan adanya bahaya karena cemaran
    kimia yang dpt mengganggu, merugikan,
    dan/atau membahayakan kesehatan manusia.
                 Pengertian
   Pengakuan adalah penerimaan sistem
    pengawasan keamanan PSAT suatu negara
    yang memproduksi dan mengekspor PSAT yg
    tidak diproduksi di Indonesia oleh otoritas
    kompeten keamanan PSAT Indonesia.
   Perjanjian Ekivalensi adalah perjanjian antara
    negara pengimpor dengan negara pengekspor
    terkait dengan sistem pengawasan keamanan
    PSAT yg berbeda namun menghasilkan tingkat
    perlindungan keamanan PSAT yang sama.
   Pengakuan keamanan PSAT tempat produksi
    PSAT adalah penerimaan keamanan PSAT
    tempat produksi PSAT suatu negara oleh
    otoritas kompeten keamanan PSAT Indonesia.
             Latar Belakang
   untuk menjamin PSAT yg dimasukkan ke dalam
    wilayah Indonesia selain hrs memenuhi
    ketentuan karantina tumbuhan juga hrs aman
    & layak dikonsumsi;
   untuk meningkatkan daya saing PSAT Indonesia
    di pasar internasional;
   Sebagai amanah Pasal 40 & Pasal 41 PP
    28/2004 ttg Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan,
    dipandang perlu menetapkan pengawasan
    keamanan pangan terhadap pemasukan dan
    pengeluaran pangan segar asal tumbuhan
    dalam Peraturan Menteri Pertanian;
Tujuan pengaturan:
agar PSAT yang dimasukkan ke atau dikeluarkan dari
wilayah RI aman dan layak dikonsumsi serta memenuhi
persyaratan negara tujuan.

Subyek hukum:
setiap orang yang memasukkan ke atau mengeluarkan
PSAT dari dalam wilayah negara Republik Indonesia
untuk diedarkan

Obyek hukum: PSAT

Ruang lingkup pengaturan:
pemasukan PSAT, pengeluaran PSAT, laboratorium
pengujian keamanan PSAT, & monitoring
         Dasar Hukum Pelaksanaan Pengawasan
                   Keamanan PSAT
 Undang – Undang No.16 / 1992 tentang KH, KI, KT
 Undang – Undang No.7 / 1994 tentang Pengesahan
    Agreement Establishing WTO
   Undang – Undang No.7 /1996 tentang Pangan
   Undang – Undang No.8 / 1999 tentang Perlindungan
    Konsumen
   PP No.14 tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan
   PP No.28 tahun 2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi
    Pangan
   Perpres No.10 tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan
    Tugas Esselon I Kementerian Negara RI
   Permentan No.299 tahun 2005 tentang Organisasi dan
    Tata Kerja Deptan
   Permentan No. 27 / 2006
   Permentan No.18 / 2008
FOKUS PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN


   Cemaran Kimia: Residu Pestisida, Cemaran
    Mikotoksin & Logam Berat
   Cemaran Biologi: Sebagian Besar Bakteri
   Cemaran Fisik: Logam, Pasir, Kaca, Dsb.



               PERMENTAN INI HANYA MENGATUR
                  CEMARAN KIMIA
    AGAR TIDAK MELAMPAUI BATAS MAKSIMUM RESIDU/CEMARAN
                   YANG TELAH DITETAPKAN.
 Mekanisme Pemasukan/Pengeluaran
             PSAT

Dilakukan melalui 4 cara:
 Pengakuan terhadap sistem pengawasan keamanan

   PSAT negara asal
 Perjanjian ekivalensi antara Indonesia dgn negara

   asal atau negara tujuan PSAT
 Pengakuan terhadap pengawasan keamanan PSAT di

   tempat produksi
 Pemeriksaan terhadap setiap pemasukan PSAT
              MEKANISME PENGAKUAN

  OKKP        Permohonan               Kepala
Negara asal
                                     BARANTAN




                                 Pengkajian & Verifikasi




                                      Persyaratan              Tidak
                       Sesuai
                                      KP Indonesia             Sesuai




                     Pengakuan                             Tidak Diberikan
                                                             Pengakuan
MEKANISME PERJANJIAN EKIVALENSI

             Proses Konsultasi                 INSTANSI
BARANTAN
                & Negosiasi                    TERKAIT



                                      kegiatan tukar-menukar informasi
                                      kerjasama teknis,
             Fasilitasi Kegiatan      pembangunan prasarana dan sarana
           Pengkajian & Verifikasi     sistem was KP,
                                      permintaan bantuan teknik dari
                                       negara maju mitra dagang




                Penetapan
           Perjanjian Ekivalensi
Tata Cara Pemasukan PSAT dr Negara atau Tempat Produksi
   yg Sistem Was KPnya Telah Diakui atau Telah Memiliki
                  Perjanjian Ekivalensi

Syarat pemasukan PSAT:
 dilengkapi keterangan PSAT;
 melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan; dan
 dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina tumbuhan
  di tempat pemasukan untuk pengawasan keamanan pangan.


                         KETERANGAN PSAT
                  nama dan alamat pemilik/kuasanya;
                       nama dan alamat pengirim
                     tanggal dan tempat pengiriman;
                    tanggal dan tempat pemasukan;
                              alat angkut;
                             identitas PSAT
             jenis dan jumlah PSAT, kemasan, dan pelabelan;
                       Asal/tempat produksi; dan
                           tujuan pemasukan.
  Tata Cara Pemasukan PSAT dr Negara atau Tempat Produksi
    yg Sistem Was KPnya Belum Diakui atau Belum Memiliki
                    Perjanjian Ekivalensi

Syarat pemasukan PSAT:
 dilengkapi dengan sertifikat/dokumen
  keamanan pangan dari negara asal
  dan keterangan PSAT;
 melalui tempat-tempat pemasukan
  yang telah ditetapkan; dan
 dilaporkan dan diserahkan kepada
                                                       Pemeriksaan
  petugas karantina tumbuhan                       dilakukan terhadap
  di tempat pemasukan untuk                       SETIAP PEMASUKAN/
  pengawasan keamanan pangan.                       PENGELUARAN
                                                          PSAT
 Sertifikat diterbitkan oleh otoritas kompeten
  keamanan pangan negara pengekspor
 Sertifikat dapat digantikan dengan dokumen
  pengganti lainnya yang menerangkan
  kondisi keamanan pangan
               PEMASUKAN
Syarat Pemasukan PSAT :
1. Dilengkapi Keterangan PSAT
2. Melalui tempat pemasukan yang telah
   ditetapkan
3. Dilaporkan dan diserahkan kepada
   petugas karantina tumbuhan di tempat
   pemasukan untuk pengawasan
   keamanan PSAT
    1. Dilengkapi Keterangan
             PSAT
Dokumen PSAT :
• Health Certificate
  Sertifikat Keamanan Pangan yang diterbitkan
  oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan di
  negara asal
• COA : Certificate of Analysis
         Certificate of Assurance
          Certificate of Examination
          Certificate of Inspection
          atau yang sejenisnya
       2. Tempat Pemasukan
a. Tempat pemasukan PSAT yang tergolong buah dan
   sayuran buah segar berdasarkan Permentan no:
   37/Kpts/HK.060/1/2006, ada 7 pelabuhan pemasukan :

1.   Pelabuhan Laut Tanjung Priok, Jakarta
2.   Pelabuhan Laut Tanjung Perak, Surabaya
3.   Pelabuhan Laut Belawan, Medan
4.   Pelabuhan Laut Batu Ampar, Batam
5.   Pelabuhan Laut Makasar
6.   Bandar Udara Soekarno Hatta, Jakarta
7.   Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar
b. PSAT yang tergolong umbi lapis segar
   Permentan no. 18/ permentan/OT.140/2/2008, 14 Pelabuhan :
 1.    Pelabuhan Laut Belawan, Medan
 2.    Pelabuhan Laut Dumai, Riau
 3.    Pelabuhan Laut Tanjung Balai Asahan, Sumut
 4.    Pelabuhan Laut Batam
 5.    Pelabuhan Sungai Boom Baru, Palembang
 6.    Pelabuhan Laut Tanjung Priok, Jakarta
 7.    Pelabuhan Laut Tanjung Emas, Semarang
 8.    Pelabuhan Laut Tanjung Perak, Surabaya
 9.    Pelabuhan Laut Pontianak
 10.   Pelabuhan Laut Tarakan
 11.   Pelabuhan Laut Makasar
 12.   Pos Lintas Batas Entikong
 13.   Bandar Udara Soekarno – Hatta, Jakarta
 14.   Banar Udara Ngurah Rai, Denpasar
 15.   Tempat-tempat pemasukan lainnya yang disetujui oleh Menteri
       Pertanian berdasarkan petunjuk teknis dan strategis
c. PSAT yang tidak tergolong buah dan
  sayuran segar dan / atau umbi lapis segar,
  Permentan 469/Kpts/Hk. 310/8/2001. Jo.
  Permentan no 46/ permentan/ HK.310/8/2010/
  Tgl 14 Agustus 2010
 1. Bandar Udara :
    28 Bandar Udara : di seluruh Indonesia, salah satunya
    Bandar Udara Sultan Mahmud Badarudin II
    Palembang
 2. Pelabuhan laut dan pelabuhan sungai :
    79 pintu pelabuhan laut dan
    Salah satunya Pelabuhan Sungai Boom Baru
    Palembang
 3. Pos pemeriksaan Lintas Batas : 11 pintu lintas batas
 4. Kantor pos : 22 kantor pos di seuruh Indonesia, contoh
    kantor pos palembang.
 5. Dry Port : 1 tempat :
3. Dilaporkan dan diserahkan ke petugas karantina
  Alur Pengawasan pemasukan keamanan PSAT
 1. Alur Pengawasan Keamanan Pemasukan PSAT dari Negara
    atau Tempat Produksi yang sistem Pengawasan Keamanan
    PSAT diakui atau memiliki Perjanjian Ekivalensi
  Negara yang sudah mendapatkan
     pengakuan dari Indonesia
  Amerika Serikat
  Australia
  Canada

 Masa berlaku pengakuan yaitu selama
  2 tahun
2. Alur Pengawasan Keamanan Pemasukan PSAT dari Negara
   atau Tempat Produksi yang sistem Pengawasan Keamanan
   PSAT belum diakui atau belum memiliki Perjanjian Ekivalensi
         JENIS PSAT YG DIATUR
       Dalam Mekanisme Pengakuan
             A. BUAH SEGAR
1.   Aprikot                 10.   Dewberry
2.   Black Currant           11.   Gooseberry
3.   Red Currant             12.   Kiwi
4.   Blackberry              13.   Peach
5.   Blueberry               14.   Persimmon
6.   Boysenberry             15.   Pear
7.   Kismis                  16.   Plum
8.   Ceri                    17.   Prunes
9.   Cranberry

               B. SEREALIA
               1. Barley
               2. Gandum
               3. Oat
                 JENIS PSAT YG DIATUR
           Dalam Mekanisme Perjanjian Ekivalensi

A. BUAH SEGAR                   B. SAYURAN SEGAR
1.   Apel                       1. Kentang
2.   Anggur                     2. Kubis
3.   Jeruk                      3. Mentimun
     -   Citrus fruits          4. Cabai merah besar
     -   Oranges, Sweet, Sour   5. Paprika
     -   Oranges, Sweet         6. Lobak
4. Lengkeng                     7. Wortel
                                8. Bawang Merah
C. SEREALIA                     9. Bawang Putih
1.Padi                          10.Bawang Bombay
2.Jagung
3.Rye                           D. KACANG-KACANGAN
4.Shorgum
                                Kacang Tanah
           PENGELUARAN PSAT

    APABILA DIPERSYARATKAN
        NEGARA TUJUAN




Persyaratan pengeluaran PSAT:
a. dilengkapi sertifikat atau dokumen yang menerangkan kondisi
   keamanan pangan yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi terakreditasi
   atau Otoritas Kompeten Keamanan Pangan;
b. melalui tempat-tempat pengeluaran yang telah ditetapkan; dan
c. dilaporkan kepada petugas karantina tumbuhan.
a. Dokumen sertifikat PSAT yang diperlukan sesuai
  dengan persyaratan negara tujuan,
 Sertifikat Prima

    CoA yang diterbitkan Otoritas Kompeten
     OKKPD Prop/Kab/Kota atau lembaga sertifikasi
     atau lab yang terakreditasi
    Karantina tidak menerbitkan sertifikat /
     dokumen Keamanan PSAT, hanya melakukan
     pemeriksaan kelengkapan dokumen yang
     sesuai persyaratan negara tujuan
    Dalam hal negara tujuan mempersyaratkan
     pengesahan (Endorsement) oleh petugas
     Karantina Tumbuhan , maka sertifikat/
     dokumen keamanan PSAT disahkan /
     ditandatangani/ dicap sebagai bukti
     pengesahan
b. Tempat Pengeluaran berdasarkan
   Permentan no. 469/201, Jo No. 46/2010

1. Bandar Udara : 42 Pintu keluar di seluruh
   Indonesia, - Bandara SMB II Palembang
2. Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Sungai : 136
   Pintu Pengeluaran , - Pelabuhan Boom Baru
   Palembang
3. Pos Pemeriksaan lintas Batas : 11 Pintu yaitu
   Entihong (6), Kupang(3), Jayapura (1),
   Merauke (1).
4. Kantor Pos : 22 Pintu Kantor pos di seluruh
   Indonesia, - Kantor pos Palembang
5. Dry Port : 1 Putu , Gede bags Bandung
c. Dilaporkan kepada petugas karantina tumbuhan
    Alur Pengawasan Pengeluaran Keamanan PSAT
 1. Alur Pengawasan Keamanan Pengeluaran PSAT ke Negara
    Tujuan yang mempersyaratkan
                                            SP - 1
       Laporan Rencana                                                 UPT Karantina
       Pengeluaran PSAT              Sertifikat / dok.KPSAT
                                    (sesuai dgn persyaratan
                                         negara tujuan)
           Pemilik/
           Kuasanya                       OKKPSAT/                            KT-2
                                       Lembaga Sertifikasi                    DP-1
                                         Terakreditasi


                                                Pemeriksaan Dokumen
                                                      (DP – 5)



                                                   Kesesuaian PSAT
                           Sesuai                                                Tidak
                                                  dgn Persyaratan KP
                                                                                 Sesuai
                                                    Negara Tujuan



                          Dapat                                                   Tidak
                                                                              Diperbolehkan
                          Dikirim
                                                                                  Dikrim
       Prosedur Pengujian PSAT
Pengambilan Sampel

a. Pelaksana
 -   Petugas PPC
 -   POPT yang mengetahui tatacara pengambilan sampel


b. Prosedur Pengambilan Contoh :
 -   Kemasan kamba : curah
 -   Kemasan besar (karung/peti)
 -   Kemasan kecil; kurang dari 5 kg
     Pengambilan Sampel PSAT
Bentuk Biji-bijian:
1. Kemasan Kamba/ curah:
 - Curah : palka kapal:
   * Sampel primer : dari 5 titik yang berbeda
    @ 1 kg, digabung =>contoh campuran
  * Sampel campuran : 5 kg dicampur merata
    dibagi 2 => 1. Sampel arsip, 2.Sample Sekunder
  * Sampel sekunder : 1 kg untuk pengujian Lab.
  * Sampel arsip : 1 kg disimpan
 - Curah Kontainer
2. Non Curah (Kemasan/ Karung)
Ketentuan :
1 shipment 10 Container : 1 kontainer dipilih
  secara acak
1 shipment 20 container : 2 kontainer dipilih
  secara acak
Dst.
- Sampel Primer : 5 titik berbeda dari
  kontainer terpilih @ 1 kg
- Sampel Campuran : 5 kg campuran
  sampel primer
- Sampel Arsip dan Sampel sekunder:
Skema Pengambilan Sampel
                          Contoh Primer
                          Tiap Titik : @ 1 kg




                   5 kg   Contoh Campuran




      1 kg                      1 kg

    Contoh Arsip             Contoh Sekunder
Bentuk Buah/Sayuran
Buah /sayuran dalam kemasan karton:
 1 kontainer 20 feet = 450 karton
 2 kontainer = 900 karton = 1 lot
Sampel Primer = 30 karton (akar pangkat 2 dari 900)
Jumlah sampel yang harus diambil 7 kemasan /karton

Tabel jumlah sampel yang harus diambil (SNI Padatan)
       Σ Contoh Per Lot :karung/peti    Σ contoh yang diambil
                                             karung/peti
                  s/d 10                  Semua contoh diambil
                   11-25                            5
                   26-50                            7
                  51-100                           10
                   > 100               Akar pangkat 2 dari Σ contoh
Sampel campuran
- Sampel diambil dari 5 titik masing-
  masing karton
- 1 titik masing – masing karton
  diambil sebanyak 1 kg
-   Sampel campuran => sampel arsip = 1kg
                      sampel sekunder =1 kg
                      (pengujian laboratorium)
     Metode Pengujian Keamanan
               PSAT
 Residu Pestisida
  Mengacu pada pedoman pengujian Residu
  Pestisida dalam hasil Pertanian , Departemen
  Pertanian (2004) dan peralatan pengujian : Gc –
  Ms
 Residu Mitotoksin : Official Methods of Analysis of
  the Associations of officials analytical Chemists
  (AOAC) International (2005)
   Peralatan pengujian HPLC, TLC
 Logam Berat : AOAC (2005)
  Peralatan pengujian AAS Graffit Furnak dan
  ICPMS
           Laboratorium PSAT
   16 Laboratorium pengujian yang
    terakreditasi di seluruh Indonesia dan
    yang telah ditunjuk oleh Badan
    Karantina Pertanian
   3 Laboratorium rujukan
     Residu Pestisida : Balai Pengujian Mutu
     dan sertifikasi Hasil Pertanian dan Hasil
     Hutan Prov. DKI. Jakarta
     Mitotoksin : SEAMEO – BIOTROP Service
     Laboratory , Bogor
     Logam Berat : Pusat Pengkajian Obat dan
     makanan Nasional (PPOMN), Jakarta.
Laboratorium Penguji Keamanan Pangan
    yang Terakreditasi atau Ditunjuk
No. Nama Laboratorium                            Alamat
1.  Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Hasil   Jln. Jambore No.1 Cibubur Jakarta
    Pertanian dan hasil Hutan (BPMSHPHH)         Timur Tlp. 021-87752692
    Provinsi DKI Jakarta
2.  Balai Besar Pengembangan dan Pengendalian    Jln. Muara baru – Penjaringan,
    Hasil Perikanan (BBPPHP), Ditjend            Jakarta Tlp. 021-6695586
    Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan,
    Departemen Kelauutan dan Perikanan
3.  Balai Pengujian Obat dan Makanan Nasional,   Jln. Percetakan Negara No.23
    BPOM                                         Jakarta Pusat
4.  Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman          Jln. AUP No.3 Pasar Minggu,
    (BPMPT), Ditjend Tanaman Pangan              Jakarta Selatan Tlp. 021-78835256
    Departemen Pertanian
5.  Instalasi Laboratorium Kimia Agro BPTPH      Jln. Tangkuban Perahu KM22 Cikole
    Jawa Barat                                   Lembang 40391 Tlp. 022-2784949
6.  BPTPH Sumatera Utara                         Jln. Jend. AH. Nasution No.4
                                                 Pangkalan Mashyur Medan
                                                 Tlp. 061-7864604, Fax.061-7864606
7.   BPTPH Sumatera Barat                        Jln. Raden Saleh No.2 Padang
                                                 Tlp. 0751-7054686-7055587
                                                 Fax. 0751 – 7055587
Lanjutan …..
8.    Balai Laboratorium Kesehatan   Jln. Samratulangi No.103 Bandar
      Provinsi Lampung               Lampung Tlp. 0271-701455
9.    BPTPH Surabaya                 Jln. Pagesangan 2/58 Surabaya
                                     Tlp. 031-8282970
10.   BBPOM Denpasar                 JLn. Cut Nyak Dien No.5 Denpasar
                                     – Bali Tlp. 0361-225395
11.   BPTPH Maros                    Jln. Dr. Sam Ratulangi No.69 Maros
                                     Tlp. 0411- 371312 - 371593
12.   BBPOM Makassar                 Jln. Bajiminasa No.2
                                     Tlp. 0411-871115 – 872021 – 879041
13.   PT. Mutu Agung Lestari (MAL)   Jln. Raya Bogor km.33,5 No.19
                                     Cimanggis – Depok
                                     Tlp. 021 – 8740202
                                     Fax. 021 – 87740745 / 87740746
14.   SEAMEO BIOTROP                 Jln. Raya Tajur Km.6 Bogor
15.   PT. Saraswanti Indo Genetech   Jln. Rasamala No.46 Taman Yasmin
                                     Bogor Tlp. 0251 – 7540927 - 7540928
                                     Fax. 0251 - 7540929
16.   PT. SGS Indonesia              Cilandak Commercial Estate 108 C
                                     Jln. Raya Cilandak KKO Jakarta
                                     Tlp. 021-7818111, Fax. 021-7818222
Balai Karantina Pertanian Kelas I
Palembang melakukan kerjasama dengan
membuat MoU pengujian PSAT pada :
Lab : PT. Mutu Agus Lestari, Depok
PT. SGS Indonesia Cilandak jakarta
                     LAMPIRAN
LAMPIRAN I     Jenis Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang Diimpor
               dan Batas Maksimum Residu Pestisida
LAMPIRAN II    Jenis PSAT dan Batas Maksimum Cemaran

LAMPIRAN III   Syarat Dan Tata Cara Pengajuan Permohonan Pengakuan
               Sistem Pengawasan Keamanan PSAT di Suatu Negara
LAMPIRAN IV    Syarat Dan Tata Cara Perjanjian Ekivalensi Sistem
               Pengawasan Keamanan PSAT Antara Negara Asal dan
               Negara Pengimpor
LAMPIRAN V     Syarat Dan Tata Cara Pengajuan Permohonan
               Pengakuan Sistem Pengawasan Keamanan PSAT
               di Tempat Produksi
LAMPIRAN VI    Keterangan PSAT untuk Rencana Pemasukan
               (Impor) Komoditas Pangan Segar Asal Tumbuhan
               (PSAT)
LAMPIRAN VII   Laboratorium Pengujian Keamanan PSAT
CONTOH
Lampiran I. Jenis Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)
yang Diimpor dan Batas Maksimum Residu Pestisida

No                                              BMR
          Jenis PSAT         Jenis Pestisida
  .                                            (mg/kg)
 A. BUAH
 1     Aprikot         Bitertanol                1
                       Fenbukonazol              0.5
                       Flusilasol                0.5
                       Imidakloprid              0.5
                       Karbaril                  10
                       Karbendazim               2

dst…
CONTOH
Lampiran II. Jenis PSAT dan Batas Maksimum Cemaran
I. Batas Maksimum Residu Pestisida
                                                                        BMR
No.               Jenis PSAT                         Jenis Pestisida
                                                                       (mg/kg)
A. BUAH
 1    Apel                           Abamektin                          0.02
                                     Metil azinfos                       2
                                     Azosiklotin                         0.2
                                     Boscalid                            2
                                     Karbaril                            5
                                     Metil klorpirifos                   0.5
                                     Siflutrin                           0.5
                                     Siheksatin                          2
                                     Deltametrin                         0.2
                                     Difenilamin                         10
                                     Diflubenzuron                       5
                                     Diklofluanid                        5
                                     Dinokap                             0.2
                                     Etefon                              5
                                     Fenamifos                          0.05
                                     dst…
               Kegiatan Pengawasan Keamanan PSAT
                 BKP Kls I Palembang Tahun 2010

No.   Komoditi      Negara      Frek.             Volume               Hasil Uji   Ket.
                    Asal                                               Lab
                                        Kg        Batan   M   Satua
                                                  g       3   n Lain
1.    Kacang        China       5       227.200   -       -   -        Dibawah
      Tanah                                                            Batas
                                                                       Max
                                                                       Residu <
                                                                       15 ppb
2.    Biji Gandum   Australia   1       75.210    -       -   -        -           Tidak
                                                                                   dilakukan
                                                                                   Uji Lab
                                                                                   karena
                                                                                   Negara
                                                                                   Australia
                                                                                   telah
                                                                                   mendapat
                                                                                   pengakuan
www.bktboombaru.co.id

								
To top